akidah

Fakta Perbedaan Antara Akidah Wahabi dan Akidah Islam ( bag. II )

 

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

Qur’an Surat ke _5_11

 

=====================================================================

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

 

 

 

 

 

Qur’an Surat ke _5_64

Perbedaan Aqidah Wahabi dan Islam ( bag: II )

 

Berikut adalah beberapa kutipan DARI PARA Ulama, MEREKA bersaksi bahwa:

1-IMAM IBNU HAJAR Al Asqalaaniyy mengatakan mereka bukan muslim:

 

ﻗﺎﻝ ﺣﺬﺍﻕ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻴﺪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻓﻤﻌﺒﻮﺩﻫﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﺒﺪﻭﻩ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﺳﻤﻮﻩ ﺑﻪ (ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ,ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ,ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ- ﺑﻴﺮﻭﺕ,1379, 3/359 )

: Para ulama AHLI kalaam brilian berkata: “BARANG-SIAPA menyamakan Allah dengan ciptaan-Nya, atau MENYANDARKAN TANGAN KEPADA-Nya (dalam arti bagian atau anggota TUBUH) atau MENYANDARKAN seorang anak, MAKA yang ia SEMBAH  BUKANLAH Allah, WALAU PUN ia menyebutnya Allah .

2-An-Nawawiyy dan Al-Qaađi IYAđ mengatakan mereka bukan muslim:

 

  ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ(ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﺗﺪﻋﻮﻫﻢ ﺇﻟﻴﻪ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻋﺮﻓﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺄﺧﺒﺮﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻩ)ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺬﺍ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﻢ ﻟﻴﺴﻮﺍ ﺑﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺣﺬﺍﻕ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﺭﻓﻴﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﺒﺪﻭﻧﻪ ﻭﻳﻈﻬﺮﻭﻥ ﻣﻌﺮﻓﺘﻪ ﻟﺪﻻﻟﺔ ﺍﻟﺴﻤﻊ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻻ ﻳﻤﻨﻊ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﺭﺳﻮﻻ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﻭﺟﺴﻤﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﺃﻭ ﺍﺟﺎﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺒﺪﺍﺀ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺼﺎﺣﺒﺔ ﻭﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﺃﺟﺎﺯ ﺍﻟﺤﻠﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻻﻧﺘﻘﺎﻝ ﻭﺍﻻﻣﺘﺰﺍﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﻭﺻﻔﻪ ﻣﻤﺎ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻚ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻧﺪ ﻓﻲ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﻮﺱ ﻭﺍﻟﺜﻨﻮﻳﺔ ﻓﻤﻌﺒﻮﺩﻫﻢ ﺍﻟﺬﻯ ﻋﺒﺪﻭﻩ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻥ ﺳﻤﻮﻩ ﺑﻪ ﺍﺫ ﻟﻴﺲ ﻣﻮﺻﻮﻓﺎ ﺑﺼﻔﺎﺕ ﺍﻻﻟﻪ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﻟﻪ ﻓﺎﺫﻥ ﻣﺎ ﻋﺮﻓﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻓﺘﺤﻘﻖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻜﺘﺔ ﻭﺍﻋﺘﻤﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻗﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ ﻟﻤﺘﻘﺪﻣﻰ ﺃﺷﻴﺎﺧﻨﺎ ﻭﺑﻬﺎ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﺑﻮﻋﻤﺮﺍﻥ ﺍﻟﻔﺎﺭﺳﻰ ﺑﻴﻦ ﻋﺎﻣﺔ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻘﻴﺮﻭﺍﻥ ﻋﻨﺪ ﺗﻨﺎﺯﻋﻬﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻫﺬﺍ ﺁﺧﺮ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ. (ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺠﺎﺝ, ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ,ﺩﺍﺭ ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﺮﺍﺙ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ, 1392,1/199-200 )

Perkataan Nabi (ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) “YANG PALING pertama MESTI ENGKAU LAKUKAN ADALAH MENGAJAK mereka untuk menyembah Allah, maka ketika mereka tahu Allah, MAKA beritahuKAN mereka ..DST dll”, Al-Qaadii Iaađ (ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ) mengatakan:  ” pernyataan Nabi (ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ) INI menunjukkan bahwa mereka (Kristen) tidak tahu Allah, ini adalah perkataan para ulama kalaam brilian mengenai orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka tidak tahu Allah (ﺗﻌﺎﻟﻰ ) WALAU PUN mereka menyembah- Nya (panggilan yang mereka menyembah dengan nama-Nya) dan MENampakkAN seolah-olah mereka mengenal-Nya, berdasarkan apa yang mereka ceritakan DAN MEREKA DENGAR DI antara mereka sendiri, meskipun bukan tidak mungkin MENURUT AKAL bahwa seseorang yang mendustakan RASUL DAPAT MENGETAHUI Allah. ”  Al-Qaađii Iiaađ (ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ) mengatakan: BARANG SIAPA menyamakan Allah dengan ciptaan-Nya, SEPERTI diyakini orang Yahudi dan Kristen, atau percaya bahwa Dia BERUBAH dari waktu ke waktu, atau diklaim Dia memiliki anak, atau MEMILIKI seorang perempuan pendamping dan anak, atau mengatakan dia bisa ada dalam hal-hal yang diciptakan, atau BERPindah dari satu tempat ke tempat lain, atau BERcampur dengan ciptaan, SEPERTI KEYAKINAN di antara orang-orang Kristen, atau dikaitkan dengan-Nya apa yang tidak pantas, atau berhubungan dengan-Nya mitra atau lawan dalam menciptakan SEPERTI KEYAKINAN Majusi DAN PENYEMBAH BERHALA, MAKA apa yang mereka sembah BUKANLAH Allah, WALAU PUN mereka menyebutnya ALLAH. Hal ini karena tidak dikaitkan SIFAT yang SESUAI PADA-Nya, Oleh karena itu, mereka tidak tahu Allah (ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ),  maka sadarilah hal ini dengan baik, dan bergantung padanya, dan aku telah melihat titik ini dibuat oleh syekh pendahulu kita.”

BACA :  Apa Itu Ahlussunnah Wal Jamaah?
banner gif 160 600 b - Fakta Perbedaan Antara Akidah Wahabi dan Akidah Islam ( bag. II )

 

 

3-Ar-Raaziyy mengatakan mereka bukan muslim:

  ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺍﻹﻟﻪ ﺟﺴﻢ ﻓﻬﻮ ﻣﻨﻜﺮ ﻟﻺﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺇﻟﻪ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﺴﻢ ﻭﻻ ﺣﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻧﻜﺮ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩ ﻓﻘﺪ ﺃﻧﻜﺮ ﺫﺍﺕ ﺍﻹﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻟﺨﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﻭﺍﻟﻤﻮﺣﺪ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﺑﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺬﺍﺕ ﻓﺼﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﻜﻴﺘﻤﻮﻫﺎ ﻓﻬﻲ ﺍﺧﺘﻼﻓﺎﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﻓﻈﻬﺮ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻟﺰﺍﻡ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺤﻠﻮﻟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﺮﻭﻓﻴﺔ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﻔﺮﻫﻢ ﻗﻄﻌﺎ ﻓﺈﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﻔﺮ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺑﺴﺒﺐ ﺃﻧﻬﻢ ﺍﻋﺘﻘﺪﻭﺍ ﺣﻠﻮﻝ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﻴﺴﻰ ﻭﻫﺆﻻﺀ ﺍﻋﺘﻘﺪﻭﺍ ﺣﻠﻮﻝ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﺟﺴﺎﻡ ﺍﻟﺘﻲ ﻛﺘﺐ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺤﻠﻮﻝ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺬﺍﺕ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪﺓ ﻳﻮﺟﺐ ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻓﻸﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺤﻠﻮﻝ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﺷﺨﺎﺹ ﻭﺍﻷﺟﺴﺎﻡ ﻣﻮﺟﺒﺎ ﻟﻠﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻟﻰ(ﻣﻔﺎﺗﻴﺢ ﺍﻟﻐﻴﺐ-ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ,16/ 24)

“Bukti memberitahu kita bahwa ORANG yang mengatakan Tuhan adalah JISIM / tubuh adalah kafir KEPADA Tuhan (MAHA TINGGI ALLAH). Alasannya KARENA TUHAN SEMESTA ALAM bukanLAH tubuh, atau ditempatkan di tubuh. Jadi jika orang yang percaya bahwa Tuhan adalah tubuh, DAN menolak keberadaan non-fisik, maka dia telah kafir kepada Tuhan ITU sendiri. Artinya bahwa PERBEDAAN antara yang percaya bahwa Tuhan adalah JISIM / tubuh, dan monoteis (dalam arti Islam) BUKAN DALAM MASALAH SIFAT tetapi tentang DZAT-NYA (yaitu SESUATU identitas YANG dikaitkan dengan Ketuhanan.) DENGAN Ini, dikatakan, bahwa orang yang percaya bahwa Tuhan adalah tubuh, MAKA IA tidak percaya pada Allah ….  Ada pun ĥuluuliyyah (mereka yang percaya bahwa Allah berdiam dalam hal-hal yang diciptakan) seperti di langit atau dalam tubuh manusia ATAU DI CIPTAAN LAINNYA ) dan JUGA ĥuruufiyyah (mereka yang percaya bahwa SIFAT KALAM Allah terdiri dari huruf dan
suara), kita mengatakan DENGAN TEGAS bahwa mereka kafir. Hal ini karena Allah menyatakan kristen KAFIR KARENA percaya bahwa KALAM Allah itu ada PADA DIRI Yesus, sedangkan ĥuruufiyyah percaya bahwa  KALAM ALLAH berdiam di lidah semua orang yang membaca Al-Qur’an, dan dalam segala hal fisik yang ditulisKAN ALQURAN. Oleh karena itu, jika keyakinan dalam KALAM ALLAH ADA dalam satu tubuh (Yesus) merupakan KEKAFIRAN, maka lebiH KAFIR LAGI ORANG YANG percaya bahwa KALAM ALLAH berdiam dalam segala bentuk dan tubuh. “

BACA :  Wahabi Ikut Ibnu Taymiyah atau Nashiruddin Al Albani ?

 

4-IMAM As-Subkiy menyebut mereka penyembah berhala:

 

As-Subkiyy DALAM Tabaqatu Sħafi’IyaH AL Kubraa MENJELASKAN tentang teks-teks Al kitab yang DOHIRnya MENUNJUKAN MAKNA JISIM / tubuh:

 

ﻃﺒﻘﺎﺕ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ:ﺇﻧﻤﺎ
ﺍﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ ﻭﺍﻟﺪﺍﻫﻴﺔ ﺍﻟﺪﻫﻴﺎﺀ ﺍﻹﻣﺮﺍﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻭﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻧﻪ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻭﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﻓﺬﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻮﺛﻦ
ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺯﻳﻎ ﻳﺤﻤﻠﻬﻢ ﺍﻟﺰﻳﻎ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻤﺘﺸﺎﺑﻪ ﺍﺑﺘﻐﺎﺀ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻟﻌﺎﺋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺘﺮﻯ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺑﻌﺪ ﺃﺧﺮﻯ ﻣﺎ ﺃﺟﺮﺃﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺃﻗﻞ ﻓﻬﻤﻬﻢ ﻟﻠﺤﻘﺎﺋﻖ
ﻃﺒﻘﺎﺕ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ ﺝ 5 ﺹ 192

: “SUNGGUH MUSIBAH BESAR DAN KEKELIRUAN YANG SANGAT KELIRU ADALAH MENJALANKAN DOHIRNYA (TEKS MUTASABEHAT) DAN MENG’ITIQADKAN BAHWA DOHIRNYA ITU YANG DI MAKSUD DAN MENYATAKAN HAL ITU TIDAK MUSTAHIL BAGI ALLAH, INI ADALAH YANG dikatakan mujassimah (anthropomorphists) penyembah berhala,mereka fokus pada ayat- ayat ambigu…DST”

 

BACA :  Kenapa Salafi Wahabi Anggap Ulama Aqidah Asy'ariyyah Sebagai Musuh ?

5-Al-Qurţubiyy dan Ibn Al-arabiyy BERKATA:

 

ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺘﻜﻔﻴﺮﻫﻢ,ﺇﺫ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻷﺻﻨﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﻮﺭ.

Demikian pula, Al-Qurtubīy dalam komentarnya DALAM TAFSIR Qur’an meriwayatkan KEPADA beliau, Syaikh Ibnu Al-‘Arabīy mengenai orang-orang yang mengatakan ALlah BERUPA JISIM / FISIK: “KEPutusan PENDAPAT YANG SOHEH adalah mereka KAFIR,  karena tidak ada perbedaan  antara mereka dan orang-orang yang menyembah berhala dan gambar.”  (Tafsiir Al-Qurţubiyy, 4 / 14).

 

KESIMPULAN: Mereka yang menyamakan Allah DENGAN ciptaan ada 2 jenis:
1] Orang yang benar-benar percaya bahwa ta’ala Allahu adalah ADALAH bentuk atau gambaR FISIK, seperti yang di YAKINI oleh sekte MujassimaH, INI tidak di ragukan lagi, BAHWA MEREKA kafir.
2] Mereka yang berpegang pada makna literal dari Wajh, yaad, ain dll untuk Allah, dengan mengatakan seperti yang LAYAK untuk-Nya, tanpa meNYamakan DENGAN FISIK, seperti SEKTE YANG SEKARANG ADA YAITU SEKTE Wahabis, MAKA INI hanya Ahlul Bid’aH dan tidak KAFIR….

 

Kelompok YANG 1, Tuhan DALAM imajinasi mereka, seperti yang diperjelas oleh ulama besar Islam juga oleh Imam Hujjathul Islam Abu Hamid al-Ghazali. Ra, dalam KITABnya ‘Iljamul Awam’.  “Dalam bentuk atau gambar Manusia,”  tidak hanya ITU, PERKATAAN Al- Ghazaaliy JUGA dalam IljaamuL AWAM– adalah:

ﺃﻋﻨﻲ ﺑﺎﻟﺠﺴﻢ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﻣﻘﺪﺍﺭ ﻟﻪ ﻃﻮﻝ ﻭﻋﺮﺽ ﻭﻋﻤﻖ

“YANG Saya maksud dengan tubuh ADALAH kuantitas yang memiliki panjang, lebar dan kedalaman”

 

Kemudian ia berkata:

ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﺟﺴﻤﺎ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻣﻨﻬﻢ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ

“BARANG SIAPA menyembah JISIM, MAKA DIA adalah KAFIR MENURUT konsensus ULAMA, baik generasi SALAF ATAU PUN KHOLAF.”  WALLAHU A’LAM.

 

 

Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

27 thoughts on “Fakta Perbedaan Antara Akidah Wahabi dan Akidah Islam ( bag. II )”

  1. Artikel yang mantab, terima kasih mas @admin, memperjelas penjisiman Sang Maha segalanya

    Penjisiman Allah, tidak terlepas dari Filsafat Kristen sebelum Islam datang :
    Menurut seorang filsafat Kristen St Paul : Bentuk Tuhan terutama adalah Kristus dan Wujud berarti bahwa Kristus adalah arketipe (bentuk dasar) manusia, meskipun secara potensi manusia memiliki bentuk Tuhan, kesamaan bentuk ini hanya diwujudkan lewat Kristus. Jadi karakter agama muncul sebagai dasar. Hanya manusia baru, manusia ruhani yang dilahirkan kembali dalam kristus sesunggguhnya dapat disebut sebagai bentuk Tuhan. Disini istilah bentuk berlaku baik pada Kristus sebagai model dan manusia sebagai salinan.
    (Sumber buku : “Imago dei als christologisch anthropologiches problem in der geschichte der alten kirche von Paulus bis clemens von Alexandrien” Terbitan Abeiten zur Kirchengeschichte und Religions wissenschaft, Halle, VEB Max Niemeyer Verlag tahun 1970. hal 153 Karangan : Peter Schwanz).
    Filsafat ini masuk kedalam Islam semasa, banyaknya pelajar2 Eropa yang belajar kependidikan Islam pada masa Bani Umaiyah (abad ke 2 H).

    Sedangkan seorang Sufi ahli filsafat Islam Ibnu Arabi dalam kitabnya Insan Kami menjelaskan bahwa : Adam as diciptakan bukan sebagai cerminan dari Sang Pencipta

    Kalau kita bandingkan antara keduanya, maka sangat jauh berbeda, sehingga penjisiman tersebut saling bertentangan. Maka dapat dilihat, siapa yang menjisimkan Sang pencipta ?

    1. Pakai aja Nama Wahabi kenapa bang, biar gentle gitu, lho? mosok Wahabi kok pakai nama Ahlussunnah wal Jamaah, mau nipu ya bang? Pada zaman serba internet yang mampu meringkas dunia seperti ini kok masih mau nipu, pasti ketahuan bang?

  2. @ahlussunah wal jama’ah

    Dimana dan siapa “maling teriak maling” ???
    Itulah kenyataan yang ada, ada sekelompok muslim yang menganggap / berhalusinasi, bahwa Tuhan mempunyai bentuk yang sama dengan Mahluknya, Dia seperti manusia, Lihat perkataan St Paul tentang keberadaan Kristus yang merupakan cermin dari wujud manusia yang dalam hal ini Yesus atau Isa as.
    Apakah Wahabi seperti yang dikatakan olehnya ??? cermati baik2 perkataannya.

    1. Perkataan st Paul tidak bertentangan dengan kitabnya (Bibel/Injil) dalam Surat Yohanes pasal 14 ayat 9 berbunyi : “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa’ “.
      Jadi jelas ya mas @ahlussunah wal jama’ah, siapa yang menjisimkan Allah……

    2. Ane memperkuat artikel diatas perkataan Ar Raaziy : “Oleh karena itu, jika keyakinan dalam KALAM ALLAH ADA dalam satu tubuh (Yesus) merupakan KEKAFIRAN, maka lebiH KAFIR LAGI ORANG YANG percaya bahwa KALAM ALLAH berdiam dalam segala bentuk dan tubuh”.

      Kita lihat lanjutan Injil surat Yohanes Pasal 14 ayat 10 : “Tiadakah engkau percaya bahwa Aku ini didalam Bapa’ dan Bapa’ pun didalam Aku ?. Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa’ itu yang tinggal didalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu”.

      Maaf ane tulis ini untuk memperkuat tentang yang menjisimkan Allah swt.

  3. Abul-Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah berkata :
    وأن له سبحانه عينين بلا كيف، كما قال سبحانه: (تجري بأعيننا).
    “Bahwasannya Allah subhaanahu wa ta’ala mempunyai dua mata tanpa perlu ditanyakan bagaimananya (kaifiyah-nya), sebagaimana Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman : ‘Yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan mata) Kami” (QS. Al-Qamar : 14)” [Al-Ibaanah, hal. 9; Daar Ibni Zaiduun, Cet. 1].

    1. @ahlussunah wal jama’ah
      Ente tahu kan kata : “tanpa perlu ditanyakan bagaimananya (kaifiyah-nya)”, Inilah ahlus sunnah wal jama’ah, bahwa kata tersebut tidak perlu diTakwil, biarlah kata tersebut seperti sedia kala, karena Allah yang Maha Tahu (ya Aliy) tentang :
      RahasiaNya, DzatNya, ShifatNya, WujudNya dan RahmatNya.

    2. sangat diragukan al-Imam abul hasan al-asy`ari berkata seperti itu , sebaiknya anda baca tabyinul kadzib ibnu `asakir , tidak mungkin imam asy`ari sejahil itu sebab kata / lafad ” `ainain ” yang di idhofahkan kepada Allah SWT tidak pernah ada baik dalam qur`an maupun hadist yang shaihih.

    3. antum nggak malu memalsu nama Ahlussunnah Wal Jamaah, kan antum Wahabi murni, ya kan?

      hati2 dg Ibanah palsu hasil olahan tangan2 jail Wahabi, mereka sangat intens mengutak-atik kitab2 klasik dengan dalih penelitian Ilmiyyah. Mereka berani menghapus, merubah, dll, yang menurut mereka itu adalah tindakan dari metodologi ilmiyyah, n’udzu billah min dzaalik! hal ini bisa dibaca dalam tulisan abul Jauzaa ketika membela para aktifis Wahabi memalsu kitab2 para Ulama Aswaja, seperti Imam Nawawi dll.

  4. Perkataan Imam Abul-Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah tidak bertentangan sama sekali dengan hadist : “Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab telah menceritakan kepada kami Yazid bin Ibrahim At Tusturi dari ‘Abdullah bin Abu Mulaikah dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dia berkata; bahwa Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat berikut ini: “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat darinya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah.” Aisyah berkata; kemudian Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat, maka mereka itulah adalah yang disebutkan oleh Allah ‘Waspadalah kalian terhadap mereka!” (HR Muslim).

  5. Benar mas ucep alangkah baiknya apabila kita menahan diri membicarakan tentang alloh, beliau nabi saw bersabda:
    3346 تفكروا في الخلق ولا تفكروا في الخالق فانكم لا تقدرون قدره
    فيض القدير 3 ص 262
    “Berfikirlah tentang makhluk dan jangan berfikir tentang sang khalik karena kalian tidak akan mampu dengan kekuasaan sang kholik (tidak akan mengetahui kebenaran hakiki)”
    Wallohu a’lam….

  6. Al-Laalikaa’iy rahimahullah membuat satu bab dalam kitab ‘aqidahnya :
    سياق ما دل من كتاب الله عز وجل وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم على أن صفات الله عز وجل الوجه والعينين واليدين
    “Konteks apa-apa yang ditunjukkan dari Kitabullah ‘azza wa jalla dan sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya di antara sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla adalah wajah, dua mata, dan dua tangan” [Syarh Ushuulil-I’tiqaad, 3/412, tahqiq : Ahmad bin Mas’uud Al-Hamdaan]
    Abu Ismaa’iil Al-Harawiy rahimahullah membuat satu bab dalam kitabnya Al-Arba’uun fii Dalaailit-Tauhiid : Baab Istbaatil-‘Ainain lahu ta’alaa (Bab Penetapan Dua Mata Bagi Allah ta’ala) [3/1].
    Abu ‘Amru Ad-Daaniy rahimahullah setelah menyebutkan hadits Dajjaal di atas berkata :
    فأثبت له العينين
    “Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menetapkan dua mata bagi Allah ta’ala” [Ar-Risaalah Al-Waafiyyah, hal. 123].
    Inilah ‘aqidah yang shahih, walau banyak orang bodoh tidak menyukainya.
    Walaupun begitu, sifat mata yang dimiliki Allah ta’ala berbeda dengan makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya ta’ala :
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
    “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” [QS. Asy-Syuuraa : 11].
    Adapun Asyaa’irah – walau mereka mengaku Ahlus-Sunnah – maka kenyataannya mereka bukanlah pengamal sunnah. Mereka menafikkan apa-apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya serta menyelisihi perkataan salaf.
    Wallaahu a’lam.

    1. tolong sebutkan satu dalil saja baik Qur`an maupun Sunnah yang menyebutkan kata / lafadz ” `ainain ” yang diidhofahkan kepada Allah SWT.

      kalo tidak bisa tolong jangan menetapkan apa yang tidak ditetapkan oleh qur`an dan sunnah , tolong jangan mengada2 apalagi mengatasnamakan Sunnah.

      1. Dijamin tidak akan menemukannya, lha kan Wahabi itu yg sering terjadi mereka tidak mengerti apa2 yang mereka katakan sendiri. Koment2 mereka di blog ini sering mempertontonkan bahwa mereka seperti itu. Saya sendiri pun waktu masih terbuai dalam lingkungan Salafi wahabi, kalau koment ya seperti itu, sungguh saya malu saat menyadarinya saat ini.

        Jangankan yg kelas pengekor, yg ustadz2 nya pun seperti itu, sebgai contohnya adalah ustadz abul jauzaa atau ust Firanda sendiri. ustadz Firanda sendiri sekarang sudah mati kutu di hadapan Abu Salafi tentang Mu’awiyah.

        D isana Abu Salafi benar2 membuktikan bahwa Mu’awiyah itu tokoh jahat, yg tidak akan bisa dibantah lagi. Rasain tuh,,,, para pembelanya sudah tak ada hujjah lagi untuk membela Mu’awiyah yg berlaku kejam pada keluarga Nabi Muhammad saw. Tokoh seperti itu kok dibela oleh Wahabi, apa maksudnya?

        Oleh karena itulah saya merasa bersukur sekarang saya sudah keluar dari lingkaran setan Wahabi Najd. Alhamdulillah……

        1. Mas @andi, tahu gak siapa ustad @Ahmad syahid ?, kalau tahu yang gak apa2, inilah ustad yang menghajar @firanda.com dan @abul jauzaa habis-habisan sampai firanda dan abul jauzaa hilang kontrol diotaknya.

  7. @ahmadsyahid : Bahwa ahlussunah wal jama’ah “gadungan” ini ga paham idhofah,..jadi plis deh ah,jangan bawa-bawa ilmu ‘alat (nahwu,shorof dll) karena semua itu BID’AH,..dan menurut mereka yang mempelajarinya akan masuk Neraka ,dg alasan tidak ada perintah dan contoh dari Rasul SAW…..
    peace!!!

  8. Setelah kaum yang berhalusinasi / membayangkan bahwa Tuhan seperti wujud Manusia, terciptalah pembuatan2 Media didalam berdoa dan apa yang disebut dengan Patung / Arca, sehingga mereka mengatakan : “Dengan pembuatan Patung / Arca tersebut mereka akan lebih khusu’ atau lebih konsentrasi, agar doa mereka cepat sampai”

    Disinilah penyebutan kata “Persembunyian Doa dibalik Penyembahan Berhala”. Seperti pembuatan Latta dan Uzza,
    Kesimpulannya : Bahwa Manusia yang berhalusinasi / membayangkan Bentuk Tuhan kepada Manusia, adalah tidak lebih dari Seorang yang berdoa dihadapan Berhala. Disinilah al Qur’an dan al Hadist, sangat mengharamkan pembuatan Patung / Arca untuk dijadikan MEDIA sesembahan.

  9. Sebenarnya saya penasaran kenapa wahabi-salafi membajak/menyematkan nama ahlulsunah wal jemaah kenapa tida PD pake wahabi-salafi.

    Kalo menurut saya penamaan-penamaan ahlulsunah wal jemaah atau islam sunitersebut munculkan ketika muawiyah berkuasa, sebelumnya tidak ada islam suni dan syiah. Dan fakta sejarah nama wahabi muncul ketika moh. abdul wahab memperkenalkannya. jadi masalah nama itu tidak penting bagi saya yang paling penting kejujuran.

    kenapa wahabi-salafi malu pake nama wahabi-salafi ? apakah ada dalil jika pake nama selain ahlulsunah waljemaah dijamin masuk surga sedangkan selain (syiah, wahabi-salafi dll) itu akan masuk neraka? jawabnya tentu tidak

    kalo sudah seperti itu kenapa harus malu menyebut diri wahabi-salafi. saya salut dengan syiah walaupun banyak manusia menyatakan mereka aliran sesat tp mereka tidak pernah menganti nama menjadi islam suni atau yg lain.

    mereka bahkan meyakini ulama2 bahwa mereka adalah umat islam yg mengaku Allah sebagai tuhan satu-satunya dan nabi besar muhammad saw sebagi nabi dan rasul terakhir dan mereka membuka diri dalam dialoq/diskusi agama bahwa mereka masuh berada dijalan yg lurus. semoga bermanfaat utk wahabi-salafi

    1. Mas @abu imam
      Namanya juga Bunglon berkepala manusia, dimana men-clok di warna biru, dia jadi biru, jika merah dia jadi merah tergantung pas dijidatnya aja, kalau dia yakin Ahlusunnah waljamaah, mestinya dia hadir dalam “Halaqah Nasional Kyai Pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jama’ah I di Ponpes Al-Qur’an Al Falah Bandung Jawa Barat, 30 Muharram – 01 Shafar 1434 H/14-15 Desember 2012” yang lalu, dimana salah satu temanya membahas pemalsuan dan perubahan kitab ulama klasik, faktanya mereka tidak hadir pada acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker