Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

Fakta Perang Suriah Menurut Putra Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi

Mengambil sumber dari website Islam radikal hanya akan membuat kita tertipu, kita perlu sumber yang valid, Putra Ulama Suriah Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi memberkan Fakta Perang Suriah…

Islam-Institute, SURABAYA  – Konflik Suriah dan konflik lainnya yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah bukanlah konflik antar sekte. Konflik ini terjadi karena adanya campur tangan pihak asing yang memiliki kepentingan.

“Apa hubungannya (konfik) ini dengan aksi reformasi pemberontakan? Kalau boleh jujur, ini merupakan campur tangan pihak asing,” kata Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat mengisi seminar internasional, “Peran Ulama dalam Rekonsilitasi Krisis Politik dan Idiologi di Timur Tengah,” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Ampel dan Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al-Syam) di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (8/3).

BACA JUGA:  Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (2)

Menurut putra Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi ini, sebelum ada kejadian “reformasi” di Suriah seperti saat ini, banyak ulama Timur Tengah (ulama yang menjadi inteligen) menyerukan untuk berjihad di Suriah, bahkan ada yang memfatwakan agar membunuh ulama-ulama Suriah.

“Tujuan mereka sebenarnya adalah supaya masyarakat tak percaya lagi kepada ulama, terutama ulama yang tergabung di Rabithatul Ulama Fi Biladil Syam. Selain itu kebanyakan dari mereka mengecam ulama sejati misal Syaikh Ali Jumu’ah. Bahkan yang lebih kejamnya lagi, mereka tega membunuh Syekh Said Ramadhan Al-Buthi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Rusia Hancurkan Harga Diri Erdogan dengan Bisnis Haramnya

Meski terus-terusan menjadi objek hinaan bahkan sasaran teror dari kelompok yang mengaku “mujahid”, pihaknya tak sekalipun gentar.

“Kami bukan ulama pengecut. Akan kami hadapi walaupun nyawa jadi taruhan. Justru yang pengecut adalah ulama yang hidup di bawah sponsor mereka yang turut campur dalam konflik ini,” tegasnya.

Taufiq Ramadhan Al-Buthi yang kini menjabat sebagai ketua Ulama Suriah juga menyinggung soal media yang menurutnya justru memperkeruh suasana.

“Media disana bukan menyampaikan berita, namun membuat berita. Hal ini yang memperparah konflik yang terjadi di Timur Tengah,” terangnya.

Atas dasar tersebut, guru besar Universitas Damaskus ini berpesan agar berhati-hati serta bersikap selektif terhadap kabar yang didapat. Menurutnya jangan sampai menerima kabar yang belum terseleksi kemudian gampang membagikan. Walaupun berita itu benar, perlu dipikirkan ulang dampak dari kabar yang beredar.

BACA JUGA:  ISIS Kocar-kacir Hadapi Serangan Suriah, Rusia, dan Hizbullah

“Kepada para ulama, kiai dan cendekiawan saya berpesar agar bersikap sesuai dengan maqoshid syariah. Sebab dengan seperti itu akan menjamin salamatul bilad wal ibad,” harapnya.

Di penghujung acara, pihak Universitas Damaskus dan UIN Sunan Ampel sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemberian beasiswa, pertukaran mahasiswa maupun dosen.

“Kami siap untuk itu dan sangat terbuka kepada pelajar Indonesia yang ingin meneruskan studinya ke Suriah,” pungkas Taufiq Ramadhan Al-Buthi. (AL/ARN/NU Online))

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker