Berita LibyaSejarah

Fakta Libya, Negeri Makmur yang Dihancurkan Kaum Radikal

Fakta Libya, Negeri Makmur Sejahtera yang Dihancurkan Nafsu Perang Kaum Radikal

Bicara soal fakta Libya tak bisa lepas membicarakan tentang Moammar Khaddafi (atau Gaddafi). Mantan presiden Libya yang terbunuh saat revolusi Libya beberapa tahun yang lalu, Moammar Khaddafi adalah tokoh sentral yang merubah Libya menjadi negeri muslim yang makmur. Selama ini media selalu menyajikan berita-berita palsu tentang negari-negari Muslim dan tokoh-tokohnya. Seolah-olah di sana adalah negari barbar yang primitif tak kenal aturan, tidak tersentuh peradaban dan kedamaian dan ketentraman.

Tetapi siapakah sebenarnya Moammar Khaddafi? Hancurnya Libya beberpa tahun yang lalu dengan terbunuhnya Moammar Khaddafi oleh kaum radikal yang dibeking oleh kekuatan Barat dengan NATO-nya membuat sedih siapa pun yang mengenal Libya. Mereka sedih karena mereka tahu, Khaddafi sebagai pemimpin yang keras menetang dunia Barat tetapi secara ekonomi rakyat Libya adalah rakyat yang sejahtera, negeri Libya adalah negeri muslim yang makmur. Semiskin-miskinnya rakyat Libya mereka masih mempunyai mobil untuk keperluan sehari-hari dan setiap keluarga dapat tunjangan yang layak.

Pendidikan di Libya, fakultas kedokteran di Libya dan fakultas sastra di Indonesia mempunyai biaya yang sama, demikianlah biaya pendidikan di Libya sangat murah. Dari bidang kesehatan pemerintah Libya menyediakan fasilitas kesehatan gratis, biaya air dan listrik pun gratis, secara ekonomi rakyat Libya sudah sejahtera di bawah rezim Moammar Khaddafi.

Dalam menulis soal fakta Libya ini, kami tidak ingin membahas lebih dalam ke persoalan politik, atau teori konspirasi tentang kejatuhan Moammar Khaddafi. Kami hanya ingin menyebutkan fakta-fakta yang selama ini tidak banyak di ketahui masyarakat dunia atau bisa jadi disembunyikan dari perhatian kita.

 

FILE – In this Tuesday Feb. 14, 2012 file photo, Libyan militias from towns throughout the country’s west parade through Tripoli, Libya. More than 18 months since the end of Libya’s civil war, the most attractive job for many of the young is still to join a militia. In fact, just under a tenth of Libya’s labor force may be working as gunmen. State coffers are full of cash from rapidly reviving oil production, but rather than funding reconstruction, much of the money goes to buying off a restive population with state salaries, including to militias, effectively feeding a cycle of lawlessness. (AP Photo/Abdel Magid Al Fergany, File)

 

Berikut ini fakta bicara tentang kemakmuran Libya, mari disimak agar bisa belajar ke depan tidak mudah terkecoh oleh informasi-informasi palsu yang disebarkan oleh kaum radikal pendukung kehancuran Libya!

1. Rumah Adalah Bagian Hak Azasi di Libya

Dalam bukunya “The Green Book”, Moammar Khaddafi menulis: “Siapa pun yang memiliki rumah tempat tinggal, kendaraan atau penghasilan hidup, Anda memiliki kebebasan dalam hal kesemua itu. Kebebasan adalah tak terpisahkan. Agar rakyat bisa berbahagia, mereka harus bebas. Dan untuk bebas, mereka harus memiliki segala kesempatan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Oleh karena itu semua orang harus memiliki rumah sendiri, kendaraan sendiri, pendapatan sendiri. Karena jika ia menyewa, maka pemilik rumah bisa mengusirnya, pemilik transportasi bisa menurunkanmu seenaknya di jalan. Untuk itu, maka semua orang harus memiliki kesemua hak ini secara pribadi. Baru rakyat dapat merasakan kemerdekaan yang sebenarnya”

2. Pendidikan Rakyat Gratis!

Moammar Khadafi melihat pendidikan sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dia mempercayai bahwa pendidikan tidak ada hubungannya dengan kurikulum yang dirutinkan. Dia menunjukkan fakta bahwa dunia Barat telah memaksa kaum muda mereka untuk belajar selama beberapa jam tertentu sambil duduk di deretan meja, dan jenis pendidikan seperti ini berlaku di seluruh dunia dan bertentangan dengan kebebasan manusia.

Kata Moammar Khaddaf: “Pendidikan yang dikendalikan negara, di mana pemerintahnya bangga setiap kali mereka mampu memaksa pendidikan ini kepada pemuda mereka, adalah metode yang menekan kebebasan manusia. Ini adalah penghancuran bakat manusia, serta pemaksaan koersif terhadap pilihan manusia itu. Ini adalah tindakan kediktatoran yang merusak kebebasan karena menghalangi orang untuk bebas menentukan pilihan, kreativitas dan kecemerlangan mereka. Untuk memaksa manusia untuk belajar sesuai dengan kurikulum adalah tindakan diktator. Memaksakan mata pelajaran tertentu pada orang juga merupakan tindakan diktator.

banner gif 160 600 b - Fakta Libya, Negeri Makmur yang Dihancurkan Kaum Radikal

Tetapi tentu saja Moammar Khaddafi tidak bermaksud bahwa sekolah harus ditutup, ia sangat percaya bahwa pendidikan merupakan hal penting dan pemerintah beserta masyarakat harus menyediakan semua jenis pendidikan yang memberikan setiap individu kesempatan untuk memilih secara bebas.

3. Biaya Kesehatan Gratis!

“Amat sangat mengherankan bagi saya bahwa perawatan medis tidaklah gratis di seluruh negara. Kesehatan dan pengobatan harus menjadi hak asasi manusia dan kami telah melayang jauh dari itu.

Apakah kita tidak mampu menciptakan sistem yang lebih baik di mana pengobatan dan kesehatan bisa gratis untuk semua orang di semua negara?” Moammar Khaddafi sangat percaya ini, dan ia menerapkan sistem ini kepada rakyatnya. Sehingga biaya pengobatan menjadi gratis!

4. Biaya Listrik Gratis Bukan Cuma Mimpi!

Dunia Barat ingin menempatkan ukuran pembayaran pada segala sesuatu. Ini hanya cara agar sebagian dari mereka bisa memperbudak yang lain.

Hak asasi manusia tidak terpenuhi di dunia Barat, berbeda dengan di Libya. Listrik gratis bukan cuma mimpi!

5. Membuat Irigasi Raksasa untuk Air Bersih Gratis!

Moammar Khaddafi membuat sebuah irigasi raksasa yang bertujuan untuk memberikan air bersih kepada rakyatnya yang hidup di padang pasir yang kering.

Proyek ini begitu besarnya sampai-sampai dijuluki proyek irigasi terbesar di dunia. Dan rakyat Libya kemudian menikmati air bersih gratis di tengah padang pasir yang panas dan kering, gurun Sahara.

6. Tunjangan Biaya Rumah Tangga

Di Libya, setiap pasangan yang baru menikah akan mendapatkan $50.000 sebagai biaya untuk membeli apartemen dan memulai hidup baru. Ini benar adanya, yang tidak percaya boleh tanya langsung ke rakyat Libya yang pernah mengalami hidup dalam naungan rezim Moammar khaddafi.

Bayangkan kalau di Indonesia ada tunjangan menempuh hidup baru semacam ini, semua orang mungkin pada kepingin kawin muda!

7. Bagi Hasil Penjualan Minyak

Dari hasil penjualan minyak, pemerintahan Moammar Khaddafi mengambil sebagian porsi yang mereka transfer ke rekening setiap penduduk Libya setiap tahun.

Jadi penduduk Libya dapat merasakan hasil penjualan kekayaan alam rakyatnya. Bandingkan dengan Pertamina? Mimpi lah ya, ya, ya…?

8. Bank Pemerintah Tanpa Bunga

Negara Libya di masa rezim Khaddafi mungkin adalah salah satu negara yang bebas dari cengkeraman perbankan dunia yang penuh riba. Libya memiliki bank pemerintah yang bertjuan untuk meminjamkan modal kepada seluruh penduduk yang membutuhkan, TANPA BUNGA. Sekali lagi, TANPA BUNGA.

Bingung ya, nggak masuk akal ya? Bingung lah, sebab bank-bank di Indonesia yang pakai bunga saja pada bangkrut!

9. Tunjangan Ibu Melahirkan

Kalau di Indonesia biaya Melahirkan mahal lho. Tetapi di Libya setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan mendapatkan tunjangan sebesar $5000 untuk sang ibu dan buah hatinya.

Coba bandingkan dengan di Indonesia di mana biaya persalinannya saja mahal, dan kadang ada kasus ibu tidak bisa menebus bayinya. Masya Allah!

10. Beasiwa Pendidikan ke Luar Negeri

Jika di Libya tidak ada jurusan pendidikan yang diinginkan, maka pemerintah akan menyediakan beasiswa penuh bagi rakyatnya yang ingin menuntut pendidikan di luar negeri. Nggak cuma beasiswa, pemerintah Libya juga menanggung pengeluaran tiap bulan sebesar $2.300 dan jatah mobil!

Sungguh, berita-berita ini begitu tersembunyi dari kita dan tertutupi dengan pemberitaan betapa kejamnya Moammar Khaddafi dan betapa ia adalah seorang teroris. Saat kemudian Khaddafi dijatuhkan oleh pemberontakan kaum radikal di dalam negerinya sendiri, Libya kemudian hancur sehancur-hancurnya. Tak ada lagi kesemua fasilitas di atas, benar-benar tinggal kenangan pahit. Rakyat Libya sekarang hidup susah di tengah prahara konflik perang antara kaum radikal dan sisa-sisa nasionalis pendukung Moammar Khaddafi.

Yel-yel kemerdekaan serta demokrasi yang dihembuskan dan dibawa oleh dunia Barat ke Libya hanya sejuta dusta. Rakyat Libya telah tertipu dengan provokasi tentang kemerdekaan. Libya yang dulunya merupakan negara paling kaya dan sejahtera di Afrika, kini hancur berantakan. Begitulah yang bisa kita lihat sekarang!

Bisakah Indonesia belajar dari hal-hal ini? Sadarkah Indonesia akan bahaya kaum radikal yang tak henti-hentinya mengancam eksistensi Indonesia? Cukuplah kiranya Libya sebagai pelajaran berharga. Dan jayalah Indonesia!

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker