Salafi Wahabi

Fakta-fakta Tentang Siapa Wahabi

Mengenal Siapa Wahabi Itu?

Siapa Wahabi ? Sukes demi sukses penaklukan oleh Kaum Wahabi yang bengis akhirnya juga berhasil menaklukkan Madinah, lalu berlanjut terus, mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah kain penutup Ka’bah yang terbuat dari sutra. Lalu mereka terus bergerak menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang.

Siapa Wahabi ? Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut. Dengan penuh angkara murka mereka merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki marah besar. Maka dikirimlah bala tentaranya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali untuk menghentikan sepak terjang kekejamannya.

wahabi - Fakta-fakta Tentang Siapa Wahabi
Alam gersang padang pasir / CC BY-ND by Johannes Martin

Akhirnya pada 1813  Madinah dan Mekkah berhasil direbut kembali oleh kaum muslimin. Gerakan Wahabi surut beberapa waktu. Akan tetapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa’ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelumpuhan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Semenjak itulah hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi sudah merambah secara merata di dunia Islam. Bisa dikatakan di mana ada Ummat Islam di wilayah mana pun, maka di situ Wahabi masuk dan tumbuh menempel dalam tubuh Ummat Islam.

Siapa Wahabi ? Zaman sekarang, Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Dan sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan saling klaim kebenaran, sebab kelompok ekstrem itu selalu mengkalim satu-satunya kebenran dan pemahaman Islam Aswaja yang sudah mapan memberi perlawanan.

Siapa Wahabi ? Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam.

BACA :  Pertemuan Nasional Untuk Menyikapi Pemalsuan Kitab-kitab Ulama Klasik

Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.

Siapa Wahabi ? Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Sipa Wahabi ? Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

banner gif 160 600 b - Fakta-fakta Tentang Siapa Wahabi

“Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, “Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.” Lihatlah, betapa mereka itu mirip Masonic bukan?

BACA :  Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah

Siapa Wahabi ? Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.

Siapa Wahabi ? Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian, permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sepaham dengan mereka dengan tuduhan kafir, musyrik dan ahli bid’ah! Itulah tuduhan yang selalu disebar-luaskan pada setiap kesempatan, melalui radio, majallah, bulletin Jum’at dan bahkan TV – TV milik mereka. Mereka ogah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam kesumat dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.

Siapa Wahabi ? Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).

Siapa Wahabi ? Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi).

BACA :  Cerita Unik Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz dan Wahabi

Lalu, Siapa Wahabi itu?

Lalu, Siapa Wahabi itu? Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid’ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid’ah. Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.

Siapa Wahabi ? Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Di antaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

Siapa Wahabi ? Nabi Muhammad Saw bersabda: “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

Siapa Wahabi ? Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.” Dalam riwayat lain dua tanduk setan.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

101 thoughts on “Fakta-fakta Tentang Siapa Wahabi”

  1. Sejarah Wahabi memang bengis dan kejam seperti orang2 tak beragama, bisa disetarakan dg tentara Jengis khan dari mongol atau kaum bar bar di zaman pra peradaban. Sampai hari ini masih seperti itu kalau mereka merasa punya kesempatan, seperti kejadian di mesir dan Somalia, Kaum Wahabi menari-nari sambil bernyanyi dan sorak sorai dalam penghancuran makam-makan orang2 sholih.

    Saya yakin 1000 persen tidak ada ajaran Islam tidak pernah mengajarkan tindakan bar -barian seperti itu.

    1. Iseng aja deh.., aryati bilang “Kaum Wahabi menari-nari sambil bernyanyi”. Setahu ana wahabi itu anti kepada yang namanya musik, haram katanya karena ada keterangan dalam hadits bukhori. Atau mungkin nari-nari sambil nyanyinya tanpa musik… ?

      Yang mau saya tanyakan : di mana dan pada acara apa yah…? WAHABI nari-nari & Nyanyi-Nyanyi ..?
      Khawatir salah bidik. Kasihan

      Makacih…

  2. Lupakan cerita fiksi di atas, ini ada fakta yang mencolok di negeri sendiri:

    Sejarah NU
    * Di awal2 berdirinya, menghasut kaum muslimin agar membenci ajaran Wahabi dan
    menyarankan orang2 agar tidak naik haji! Bayangkan, awal berdirinya sudah boikot haji.
    * Pada tahun 1955, NU mendukung Nasakom bentukan Soekarno, untuk melawan Masyumi! Begitu Soeharto membubarkan PKI, NU-lah yang berteriak paling keras bahwa merekalah yang pertama mengusulkan pembubaran PKI! (NU tua rebutan sama GP Ansor).
    * Tahun 1984, NU bersama Golkar menjadi pendukung utama asas tunggal pancasila, dimana organisasi2 yang tidak setuju mengalami tekanan hebat sehingga muncul kasus Tanjung Priok.Gus Dur bersama Benny mengutuk Islam Priok, dan bersama2 Benny mengunjungi pesantren2 di Jawa dan meresmikan berbagai Masjid di akhir tahun 1984.
    * Tahun 1987, Gus Dur dengan akal2an kembali khittah 1926 menggembosi PPP. Gus Dur mendapat jatah kursi MPR selama 10 tahun dari 1987-1997. Gus Dur juga tercatat sebagaiseorang Manggala BP7 (penatar tafsir pancasila tingkat tinggi). Banyak pesantren2 yangmendukung asas tunggal diberi uang banyak, sehingga muncul istilah Kiai Pajero.
    * Tahun 1998, Gus Dur jadi presiden, dan langsung mengeluarkan ide gila membuka hubungan dengan Israel. Dia juga jadi presiden muslim yang melakukan ritual syirik ruwatan, dimana dia harus menyembelih ayam tanpa mengucapkan bismillah.
    * Tahun 2001 menetapkan fatwa bughat untuk meredam goyangan terhadap kursi kepresidenan Gus Dur. Padahal definisi bughat adalah pemberontak bersenjata terhadap pemerintahan Islamyang sah. Lha PKB saja sudah tidak berdasarkan Islam, Gus Dur juga alergi sama hukum Islam, kok tiba2 pake bughat?
    * Tahun 2010, PBNU mengangkat ketua yang sangat kental bau Syi’ahnya, yaitu Said Aqil Siradj.

    1. Dul, dul… Gus Dur mantab kan ya Dul? Ulama Wahabi dari Zaman MUH BAW sampai hari ini, keilmuannya tidak akan mampu menandingi Gus Dur.

      Coba simak kesaksian seorang ulama tentang Gusd Dur ini, lalu carikan tandingannya dari tokoh Wahabi sejak berdirinya sampai hari ini. Ada nggak yg sebanding dg Gus Dur dalam hal keilmuannya? Monggo disimak ya Dul, yang lain juga boleh nyimak lho ya?
      ====================

      greng greng mulai ….!

      Kiayi Haji Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI yang ke-4 sudah lama saya kenal melalui siaran televisi, koran-koran dan buku-buku yang memuat pemikiran beliau. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah saat kami berdua pernah duduk bersama seharian penuh dari pukul 07.00 pagi hari sampai 19.00 malam hari. Kebersamaan kami berlangsung di Riau, tepatnya di kediaman Gubernur Riau, H. M. Rusli Zainal. Ketika itu Gubernur Riau sendiri yang meminta saya untuk menemani Gusdur sebagai ‘pengganti’ tuan rumah, karena Gubernur Riau tidak dapat terus menerus menemani Gusdur.

      Jadilah pertemuan kami itu berlangsung aman, tanpa ada gangguan sedikitpun. Saya masih ingat rombongan Gusdur saat itu lumayan ramai juga, di antaranya adalah Muhaimin Iskandar (sekarang menjadi Menteri Tenaga Kerja RI), dan saudara Lukman Edi (seorang anggota DPR RI). Sepanjang hari itu, kami duduk bersebelahan dan berbicara panjang lebar mulai dari masalah agama, masalah negara, masalah pemimpin-pemimpin Indonesia.

      Ketika membicarakan masalah agama kami terlibat dalam pembicaraan sangat serius. Saat itu kami berkesempatan untuk membuktikan secara langsung kata-kata orang yang banyak saya dengar, yang menyatakan bahwa Gusdur menguasai banyak kitab-kitab klasik. Maka kami membuka dialog dengan mencuplik kitab-kitab klasik yang pernah kami baca mulai dari karangan Imam As Syafi’i, Imam Harmaini, Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Katsir, dan lain-lain. Apa yang terjadi…? Gusdur ternyata bukan hanya mahir mengimbangi pembicaraan mengenai berbagai permasalahan yang kami kemukakan, namun dengan mahir beliau malah membacakan matan-matan semua persoalan tersebut dalam bahasa Arab yang asli, tepat seperti isi kitab yang asli. Tidak dapat kami pungkiri bahwa saat itu hati kami bergetar, kagum, heran, juga bahagia. Yakinlah kami bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa dan telah menciptakan hamba-hambaNya dengan berbagai kelebihan. Subhanallah…

      Ketika membahas kepemimpinan nasional, Gusdur dengan disertai humor-humor kocak sana sini menjelaskan dan berdiskusi dengan kami tentang banyak hal. Satu yang sangat kami catat kuat dalam ingatan kami bahwa tidak pernah sekalipun terucap kata-kata jelek yang bersifat mempersalahkan seorangpun dari pemimpin nasional kita. Ketika membahas Pak Harto, nada ucapan beliau berubah menjadi sangat lembut dan serius. Saat itu Gusdur berkata dan kami masih ingat benar, beliau berucap begini: “Pak Harto sebagai seorang pemimpin nasional telah memberikan contoh sebuah pekerjaan yang terencana dan terukur. Program beliau direncanakan rapi dan diukur setelah waktu pelaksanaan berakhir.” Kemudian beliau berdiam berapa saat. Kemudian beliau tertawa kecil seraya berkata sambil tertawa: “laahha kalo saya, kerja kapan inget, terus saya buat saja..”

      Kesan saya saat itu muncul, sebagai orang Jawa asli, Gusdur terbiasa dengan sikap dan adab orang Jawa, mikul nduwur yaitu menghormati orang yang lebih tua. Beliau jujur dan humoris. Jujur dalam arti tidak menyembunyikan kelemahan dirinya.

      Pertemuan kami berjalan manis. Kami hanya berpisah beberapa menit saat waktu sholat Dzuhur dan Ashar tiba, untuk kemudian duduk kembali di meja yang sama. Ada beberapa keistimewaan Gusdur yang saya yakin muncul dari indera keenam beliau. Ketika beliau bertanya kepada kami: “Sampeyan itu kan orang Medan, kok kata Gubernur tadi, sampeyan orang Riau?” Kemudian kami menjelaskan bahwa ibu kami adalah orang Riau dari Rokan Hilir, Bagan Siapi-api. Namun kemudian beliau berkata: “Rumah sampeyan di Klender, sampeyan buat pengajian malam senin di Klender, terus sampeyan begini…sampeyan begitu..” yang kesemuanya tepat dan benar. Paling aneh adalah saat kami katakan bahwa kami akan pulang pukul 17.00 dengan pesawat Mandala, saat itu beliau berkata kepada saya dengan tegas: “Ndak, sampeyan pulang dengan saya naek Garuda jam 7 (malam).” Menanggapi ucapan itu kami diam saja sebab di tangan kami sudah ada tiket Mandala pukul 5 sore rute Pekanbaru-Jakarta.

      Ternyata pesawat Mandala delay sampai pukul 21.00, maka jadilah kami bertukar pesawat naik Garuda Indonesia bersama dengan Gusdur. Ada satu nasehat beliau kepada kami yang akan tetap kami ingat. “Negeri Riau adalah negerinya orang-orang Naqsyabandi. Dan dari sini telah muncul seorang wali besar Syaikh Abdul Wahab Rokan. Sampeyan musti jaga negeri ini, jangan dibiarkan begitu saja apalagi ibunya sampeyan orang asli negeri ini.” Saat itu beliau pegang tangan saya dan saya pun menjawab dengan rasa haru: “Iya Gus, saya pasti akan menjaga negeri saya ini.”

      Sekarang Gusdur telah berpulang bertemu dengan Sang Pencipta Yang Maha Tinggi. Setelah sebelumnya memandang dengan bashirah beliau kedatangan sang kakek tercinta, Ulama Besar pendiri NU untuk mendampingi beliau di alam barzakh. Kami berdoa semoga beliau nyaman berdekatan dengan Kakek dan Bapak beliau di tanah Jombang, Pesantren keluarga besar Syaikh Asy’ari.

      Selamat jalan Gusdur…Nasehat panjenengan senantiasa akan kami ingat sebagai kenangan manis antara orangtua kepada anaknya. Assalamu’alaika…

  3. Cerita fiksi murahan “Syaikh” Idahram itu sudah banyak yang membantah dengan bukti2 nyata, tapi kalau namanya sudah taklid, ya apa boleh buat, walaupun fiksi percaya aja. Buku si Idahram itu kental muatan Syi’ahnya, ya memang sih Asjam sama Syiah kan cs.

    1. Alhamdulillah, Aswaja dan Syiah bersatu, semoga Wahabi cepat hancur dari muka bumi. Dengan demikian sehingga ummat Islam bisa hidup teteram dalam beribadah kepada Allah tanpa gangguan tanduk syetan-syetan Najd.

        1. Ane sih berharap bersatu, untuk menghapus Israel dari peta dunia.
          Pas pulang dari umroh, sangat menyedihkan di Masjidil Aqsa, Shalat dikawal dengan bedil-bedil israel, Shalat gak boleh doa karena masjid langsung ditutup gembok 3 lapis sampai waktu shalat berikut. Kasihan lihat rakyat palestina yang cuma bisa jualan es puter.
          Kemana aja negara Arab saudi yang katanya tempat orang Muslim, apa negara itu sudah buta dengan kelakuan Israel. Padahal masjidil Aqsa tempat Rasulullah bermi’raj.
          Ane berharap Iran cepat-cepat membuat Senjata Nuklir buat menghapus Israel dari peta dunia.

        2. Hanif@

          Kalau Iran (Syi’ah) sih punya agenda yg terkenal menghapus Israel dari peta Timur Tengah, Kalau Saudi Arabia yg Wahabi itu punya agenda apa selain mengganggu Iran dalam memerangi Israel?

          Makanya saya juga berharap semoga Syi’ah bisa bersatu dg Aswaja menghapus Israel dari bumi Timur Tengah, juga menggulingkan kekuasaan Wahabi terhadap dua kota suci Ummat Islam. Semoga berhasil, amin….

          1. mohon maaf, saudara-saudara kita disini paham ga ya aqidah syiah..? Al-qur’annya beda dengan kita, mengkafirkan para sahabat kecuali beberapa orang saja yang menurut mereka tidak kafir, mengenggap umulmunini aisyah pejina, melaknat abu bakar, umar.dan laiiinnnn sebagainya. aneh kok mau bergandeng tangan dengan yang aqidahnya sepertia itu.

            apakah kita ridho abu bakar, umar dilaknat …?
            apakah ridho umul mukminin aisyah dikatakan pejina …?
            apakah anda sepaham kalau Al-qur’an yang ada dihadapan kita sudah dipalsukan ….?

            silahkan semuanya mengenal lebih jauh tentang aqidah syiah.
            ngeriiii…..
            http://muslim.or.id/manhaj/pokok-pokok-akidah-syi%E2%80%99ah.html

          2. Saya akhir2 ini berusaha mengenal Syiah gara2 kehebatan Iran dalam membela Islam dan Pelestina, saya tidak pernah dengar ada Syiah yg mengkafirkan Sahabat Nabi. Biasa lah itu fitnah Wahabi terhadap Syiah. Yang jelas bagi saya, Syiah masih lebih baik ketimbang Wahabi.

            Kalau Al Qur’an Syiah beda, antum tahu nggak siapa anak-anak ajaib yg mampu berbicara dg ayat2 Qur’an? Mereka dari Syiah Iran, bukan dari Wahabi, you know? Lagi-lagi kalian wajib membuka mata lebar2 bisa melihat fakta dan bukan hanya taklid buta.

            Gini saja, antum pergilah ke Iran lalu bukalah Qur’an di sana apakah beda isinya? Gitu lho, jadi jangan taklid buta kpada fitnah wahabi.

  4. sy ingin mengatakan bahwa banyak kaum wahhabi yg selalu mengcekoki anak2 SMA yg notabenenya kurang mengetahui agama untuk mereka doktrin… sehingga anak itu menjadi sangat fanatik akan pengetahuannya… ingat loh mas pengetahuan doktrin hx akan bisa ditangani dengan mengetahui seluk beluk doktrin tanpa hati yg keras… heheehe…
    beraninya hx anak kecil doang….
    sy ada usul…. bagaimana kl DI makassar diadakan semacam forum…. untuk mengutarakan kebenaran mengenai islam taruhlah
    Temanya” :Forum Silaturahim Keilmuan Wahhabi dan Aswaja” bagaimana… baguskan…
    pastinya banyak yg datang ini…
    biar semua umat itu tahu siapa yg kuat mengenai keilmuanx dan kesahihanx dalam berpendapat…
    bagaimana mas
    sy ini masih orang Makassar dimana Makassar banyak terdapat orang2 Wahhabi…
    jadi secara massa bisa dibilang banyak… jdinya nda takut…
    Kl mmg orang wahhabi ingin melihat kebenaran,,,, mari dong kita buka forum gimana…. tp ada g yg mw datang orang2 itu???? heheheh…. sy pancing sj… siapa tahu sj ada…. Unhas siap menjadi wadah kok…heheheeh

  5. orang Wahhabi mas mana ada berani berceramah terbuka… hehehehe….
    semuanya beraninya tertutup mgk karena takut di bongkar ilmunya… hehehehe

    Ciri orang Wahhabi kl berceramah pasti banyak yg keluar dari mulutnya kata:
    1. Musyrik: seakan tauhidnya paling sempurna…. untung sebenarnya kl bertauhid… hehehe
    2. Haram: seakan dirinya sj hidup halal…. untung jg sih kl halal betulan,,, hehehe sy banyak tau sih cerita2 miring bahkan sy sendiri kok… heheheh,,, mengatasnamakan agama minta uang… hehehe demi Fisabilllah… seakan mereka beneran ada di atas jalan yg lurus….
    3. Bid’ah….: seakan mereka paling bersih dari perbuatan baru…. heheheh..padahal mereka telah melakukan perbuatan bid’ah dgn menganggap orang bid’ah… heheheh
    4. Kafir: seakan dirinya sudah betulan islam…. orang lain dicap kafir… halal darahnya diminum,,, heheheh buat wahhabi sebaiknya hati2 berprasangka atau fitnah krn hidup ini terkadang terbolak balik,,, heheh,,, maksudnya bisa sj orang anda anggap kafir ternyata mereka matinya islam,,, dan begitupun sebaliknya… hati2 sjalah,,,, ingat buku takdir bukan anda yg pegang…
    5. paling banyak melakukan kesalahan berpikir,,, dgn cara mengambil sebagian pendapat para Imam ….
    6. telah terbukti paling banyak memalsukan kitab klasik atau para ulama terdahulu
    7. menafsirkan ayat sesuai kebutuhan nafsu…. hehehe… boro2 orang lain mw dibetulin diri sendiri sj nda tahu bertuhan or ka gak ya…mm
    8. caplok ayat sana sini tanpa memperhatikan asbabun nuzulnya tanpa memperhatikan pendapat para pendahulu…

    cukup 8 aja dulu mas

  6. Bismillaah,

    Ciri-ciri Wahabi yang mudah dilihat:
    1. Berjenggot karena mereka menganggap itu sunnah
    2. Berpakaian di atas mata kaki bagi pria karerna menganggap itu sunnah
    3. Merapatkan shaf shalat berjamaah. Itu sunnah juga
    4. Meluruskan punggun bila sujud. Itu juga sunnah
    5. Shalatnya tenang, tidak buru-buru walau shalat tarawih. Itu sunnah juga

    Wallaahu a’lam.

    1. ada lagi ciri ciri wahabiyyun :
      1. sok paling nyunnah
      2. merasa paling benar
      3. belajar agamanya nya lewat kaset/vd disetel kenceng-2 biar tetangga pada denger (yg ini tetanggaku lho)

      ada yang mau nambahain bro….. ?

      Ibnu Suradi,

      1. Bismillaah,

        Kang Ali,

        Janganlah menyebut orang yang melaksanakan sunnah itu sok paling nyunnah. Kalau anda konsisten, maka anda akan menyebut orang yang tidak melaksanakan sunnah itu sok paling tidak nyunnah.

        Janganlah menyebut orang yang menyampaikan kebenaran (Qur’an dan Sunnah) itu merasa paling benar. Kalau anda konsisten, maka anda akan menyebut orang yang tidak menyampaikan kebenaran itu merasa paling salah.

        Janganlah mengatakan bahwa orang yang mendengarkan ceramah di kaset dan radio itu tidak pernah belajar kepada guru. Mereka juga mendatangi kajian-kajian Islam yang disampaikan oleh guru.

        Wallaahu a’lam.

    2. Kalau mau paling sunnah mesti dibarengin sama :
      1. Tahajut tiap malam gak pernah lewat
      2. Shalat witir tiap hari
      3. Saum Daud atau minimum senin kamis dan puasa tengah bulan
      4. Tidak pernah terbersit dihati menginginkan sadaqah apalagi bantuan orang lain (negara lain)
      Kalau unsur ini dikerjakan, boleh dah kaum wahabi bilang “ane paling nyunnah”.

      1. Bismillaah,

        Kang Ucep,

        Saya hanya mengetahui ciri-ciri mereka yang dapat saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Sedangkan amalan-amalan yang anda sebutkan itu hanya Allah, dirinya dan orang terdekatnya yang mengetahuinya. Mungkin mereka mengerjakannya. Mungkin mereka tidak mengerjakannya.

        Wallaahu a’lam.

        1. @ibnu suradi
          Bagian yang ente sebutkan itu bab khilafiyah, yang kalau diperdebatkan masing-masing gak bakalan ketemu sampai hari kiamat, krn masing2 punya dalil yang kuat. Dan Aswaja sendiri gak memungkiri hadist2 tentang hal tersebut dan shahih.
          Kalau cuma masalah khilafiyah yang diperdebatkan yah kapan Islam bersatu dengan kuat, sementara musuh2 islam terus masuk secara gerilya.
          Contohnya:
          1. Jenggot dan isbal-Aswaja pingin memelihara jenggot dan isbal, tapi kalau dikantor yang mayoritas non muslim, apa gak diasingkan?, jadi lebih baik gak memelihara, daripada gak makan. Kalau ente sekarang mau belajar ke Amerika, ente pas masuk imigrasi ente dah dicurigai teroris.
          2. Shalat berjamaah-Aswaja apa shalat gak berjamaah?-sekarang ini masjid, mushola dan surau kan banyak mungkin jaraknya sekarang udah 50 sdh ada.
          Mungkin masjid yang ente lihat sedikit, mungkin dimasjid sebelah sana ada banyak kali.
          3. Shalat yang terburu-buru-disini mungkin mengejar waktu, seperti ada shalat tarawih 20 rakaat+1/3 witir, jadi supaya gak lelah yah diburu-buru.

          Jadi itu bab khilafiyah, mungkin pembahasannya gak selesai atau ente baca buku2 khilafiyah, agar gak melihat aswaja gak mengamalkan sunnah, masih banyak sunnah yang perlu dan sangat dianjurkan alias sunnah yang wajib. Jadi gak perlulah menuduh aswaja gak nyunah.
          Ada lagi aswaja kekubur disebut aswaja penyembah kubur, kan ada dalilnya. Aswaja merayakan maulid, disebut aswaja mengamalkan bid’ah, disini ente mesti bedain antara perayaan dengan ibadah supaya jelas dulu masalahnya.

          Ane pikir kite sama2 menjalankan ibadah Illah yang benar aja, karena surga dan neraka kan urusan Allah, kite gak bisa bilang si A masuk neraka karena cuma jenggot atau isbal.

  7. Bismillaah,

    Kang Ucep,

    Saya mengerti perkataan anda bahwa kebanyakan umat Islam tidak melaksanakan sunnah berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki serta shalat dengan tenang, tidak buru-buru karena alasan keduniaan: pekerjaan, ketakutan dicurigai dan keinginan bersantai di luar shalat.

    Nah, itulah bedanya. Wahabi tidak melaksanakan sunnah tertentu karena mereka merasa belum mampu. Bila sudah mampu, maka Wahabi akan melaksanakannya.

    Wallaahu a’lam.

    1. Nah, kalau gitu faktanya lalu kenapa kalian para Wahabiyyin merasa diri paling nyunnah dan yg lain ahli bid’ah? Piye toh Wahabiyyin in?

      1. Bismillah,

        Mbak Lusi,

        Yang bilang Wahabi paling nyunnah itu bukan Wahabi, tapi Mbak Lusi dan kawan-kawan. Mereka hanya ingin mengikuti Qur’an dan sunnah. Tidak peduli apa kata orang.

        Wallaahu a’lam.

      2. yang ini kayaknya … kesimpulan sendiri aja atau salah paham atau hanya sangkaan atau terpengaruhi ustadznya ..

        ana yakin se yakin-yakinnya ba lusi belum ngobrol dengan orang yang dianggap wahabi. atau memang salah orang.

        wallahu a’lam

        1. Ibnu Suradi & Hanif, antum2 semua..

          Kenapa sih mas2 Wahabi ini pada gak gentle, dalam hal mengakui sebagai wahabi? Malu ya? hm hemm….

          Saya sering dengar sendiri jika kalian berbicara di depan kalian sendiri saling mensupport agar bangga sbgai wahabi, tetapi begitu bicara di sini kalian menuduh kami malabeli kalian Wahabi. Sikap kaum apaan yg seperti ini, kok mutar muter?

          Bukankah ustadz2 kalian juga sering memberi arahan bahwa kalian adalah kebenaran, kebenaran hanya satu yaitu Salafy / Wahabi. Ya kan, begitu kan ustadz2 kalian mengajari kalian, saya sering lho dengar di radio juga baca2 di artikel2 kalian.

          Lalu kenapa kalian mengelak? Pengecutkah, penipu kah? atau ini sikap kaum munafiq? Wallohu a’lam!

          1. Kalau kamu dilabeli Asjam alias Asy’ariyyah wa Jahmiyyah mau nggak? Wahabi itu julukan dari kolonial Inggris dengan tujuan buruk. Orang yang beriktikad baik biasanya memanggil Salafy (orang yang mengikuti kaum salaf) atau Atsari (orang yang berpedoman pada atsar).

          2. Pak Dul benar, memang yg melabeli Wahabi itu Mr Hempher dari inggris. Mr Hempher itu teman seperjuangannya Syaikh Muhhammad bAW sendiri.

            Merka berdua lah yg melahirkan sekte Wahabi yg sekarang berubah nama jadi Salafy.

          3. Si Hempher sampai sekarang tidak diketahui apakah dia benar2 ada, atau cuma fiksi karangan intelijen Inggris saja. Memoir Hempher banyak yang tidak sesuai dengan kenyataan, ya bisa dimaklumi kalau suka sama hadits2 dhoif dan maudhu’, cerita ginian pasti juga suka.

            Yang lucu ini kan yang katanya Aswaja (Asy’ariyyah wa Jahmiyyah), tetapi Abul Hasan Al-Asy’ari sendiri sudah bertobat dan berlepas diri paham Asy’ariyyah, jadi yang tepat adalah Kullabiyah atau Maturidiyyah. Ngakunya bermazhab Syafi’i dan berakidah Asy’ari, tetapi ulama2 Syafi’iyyah menolak paham Asy’ariyyah, dan banyak amalan kaum Aswaja yang tidak cocok dengan mazhab Syafi’i. Nggak heran kalau banyak yang sesat2 seperti JIL, pakai jimat & jin, dll itu asalnya dari “Aswaja”.

          4. Xi xi xi xi…
            Lha Mr Hempher itu wonge sudah mati Pak Dul masak mau dicari orangnya? Kasihan deh Pak Dul, ra iso bantah, isone cuman ngarang-ngarang doang.

            Pak Dul, sekali-sekali nonton film Lawrence of Arabia dong? Cari aja diinternet lalu donlot banyak yg gratis atuh?

          5. aneh lagi nih… gurune putri karisma FILM . kayane getol pisan nonton sinetronnya nih….. . cuma kita harus husnudzon bahwa putri ini lebih getol ngajinya insya Allah dan lebih getol baca qur’annya Insya Allah.

            ane tanya dulu ah sama putri karasima ini …
            sudah tahu belum sutradaranya siapa …?
            bintang film nya siapa sih …?
            wong islam atau wong kafir pemeran utama nya …?
            aqidah sutradaranya apa yah…?

            kalau beliau ga paham tentang itu semua. aneh film kok dianggap dalil, aneh … aneh…

            mudah-mudahan Allah memberikan kesadaran kepada kita semua, sehingga merujuk kepada dalil Al-qur’an sesuai dengan pemahaman para sahabat

            wallahu a’lam

          6. .abdul : kami bangga lah disebut Asy’ariyyah. ASWAJA ya asy’ariyyah. dari dulu kaum Aswaja ya Asy’ariyah.

            imam abu hasan berlepas dari paham asy’ariyyah? gue dah tahu karangan cerita Wahhabi, lagu lama.

            sepintar mengarang cerita kalau Albani itu muhaddits..

          7. Ngaku salafy kok gak mengikuti ulama salaf tapi taklid ama Albani orang akhir jaman.
            Ngaku mengikuti atsar kok bertentangan dangan para sahabat.

            pembodohan umat, lagu lama gak laku..

  8. Bismillaah,

    Kang Ucep,

    Anda mengatakan bahwa sunnah merapatkan shaf shalat berjamaah adalah masalah khilfiyah. Namun, anda mengharapkan persatuan di antara umat Islam.

    Padahal, bila umat Islam ini mau merapatkan shaf shalat berjamaah dengan menempelkan kakinya dengan kaki kawannya dan mata kakinya dengan mata kaki kawannya sebagaimana dicontohkan para sahabat saat shalat berjamaah di belakang Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka persatuan umat Islam akan tergalang.

    Perpecahan umat Islam saat ini disebabkan di antaranya oleh keengganan mereka untuk merapatkan shaf shalat berjamaah. Dalam shalat saja mereka tidak mau bersatu, apalagi di luar shalat.

    Wallaahu a’lam.

    1. Jadinya ngangkang dong sholatnya. Inilah justru yg bid’ah, Sholat kok kakinya ngangkang? Mata kaki nempel mata kaki, aneh ajaran ini, ini khas ajaran SIFAT SHOLAT ALBANI.

      1. Iya mbak Putri, ibnu suradi ini dikit2 masalah merapatkan shaf dalam shalat padahal merapatkan shaf gak ada hubungannya dengan artikel diatas hampir semua komentarnya dikit2 jenggot, merapatkan shaf.

        Padahal kalau kaki ngangkang lebar2 (kayak kuda2 dlm silat) waktu sujud gak urung kakinya dirapatkan lagi coba saja dlm sujud kakinya tetap ngangkang lebar2 pasti kakinya sakit.

        Menghadap Allah kaki ngangkang lebar2 se-olah2 hendak bersilat ngajak tuhan berkelahi, kebayang gak sih kalo kita menghadap Gubernur atau bupati kaki kita ngangkang lebar2 pasti dibilang gak sopan se-olah2 kita mau ngajak kelahi…..ha ha ha, LC ni ye alias lucu ni ye.

  9. Bismillaah,

    Mbak Putri,

    Jika belum mengetahui masalah dengan benar, lebih baik jangan memberikan komentar yang bisa mengarah pada olok-olokan pada sunnah. Berikut saya sampaikan hadits tentang masalah merapatkan mata kaki dengan mata kaki.

    Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu’alayhi wa Sallam bersabda : “Hendaklah kamu benar-benar meluruskan shafmu, atau (kalau tidak;maka) Allah akan jadikan perselisihan di antaramu.” (Muttafaq ‘alayhi, Bukhari No. 717 dan Muslim No.436)

    Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Abu Dawud No. 552 dan Ahmad (IV:276) dan dishahihkan oleh al Albani dalam ash Shahihah no.32 secara lengkap, setelah membawakan hadits di atas, maka Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu berkata :

    “Maka saya (Nu’man bin Basyir) melihat seorang laki-laki (dari para Shahabat) menempelkan bahunya ke bahu yang ada disampingnya, dan lututnya dengan lutut yang ada disampingnya serta mata kakinya dengan mata kaki yang ada disampingnya).”

    Pernyataan Nu’man bin Basyir ini juga telah disebutkan oleh Imam Bukhari didalam kitab Shahihnya (II:447-Fat-hul Bari).

    1. Kata teman2 saya sesama mahasiswa Salafy kalau sholat jamaah di masjid kakinya ngankang sebab memaksakan diri agar nempel letut dg lutut, mata kaki dg mata kaki, welleh itu bgaimana prakteknya akhi Suradi?

    2. Mas Ibnu Suradi, kiranya antum jangan salah paham, saya tidak menentang rapatnya shof sholat berjamaah. Yang saya permasalahkan adalah kaki mbegagah (melebar berlebihan) karena memaksakan diri. Saya yakin praktek kaki mbegagah itu bukan ajaran Nabi saw.

      Ada beberpa dalil shohih tentang perintah merapatkan shof, tetapi saya belum lihat perintah agar mbegagahkan kaki. Adapun tentang lutut ketemu lutut, matakaki ketemu matakaki itu mestinya tdk diartikan secara harfiah sebab hanya akan mempersulit prakteknya. Mestinya hal itu bisa dipahami sebagai gambaran betapa rapat shof sholat yg dilihat oleh Sahabat Nu’man bin Bisyir, sehingga beliau sampai seperti itu mengatakannya. Afwan Mas Ibnu Suradi, mungkin hal itu perlu ditanyakan kpda guru antum agar lebih jelas.

  10. @Ibnu Suradi
    Tolong kalau ada foto atau gambar yang memperlihatkan shaf sholat yang mempertemukan mata kaki dengan mata kaki dan lutut dengan lutut antara jamaah yang saling bersebelahan. Ketika dua telapak kaki sedikit melebar, secara otomatis, jarak bagian-bagian tubuh dari telapak kaki hingga ke paha akan makin menyempit. Ketika telapak kaki “bertemu”, mungkin mata kaki sedikit merenggang. Demikian sampai ke atas, termasuk antara lutut kedua jamaah makin jauh. Ketika sujud, mungkin makin bertambah jauh. Belum lagi bila antara dua jamaah tersebut, memiliki ukuran tinggi yang berbeda, bagaimana mempertemukan mata kaki dengan mata kaki dan lutut dengan lutut? Demikian juga meratakan punggung ketika sujud. Kalau praktek sujud tsb dilaksanakan di sebagian besar masjid di Indonesia, pasti kepala kita akan “nyasar” paling tidak “menyundul” ke kaki atau pantat jamaah di depan kita. Karena jarak antara shof depan dan belakang, tidak cukup mempraktekkan sujud yang demikian. Mungkin ada penjelasan lain dari makna hadis yang Anda sampaikan.

  11. Bismillaah,

    Mbak Putri,

    Hadits tentang merapatkan bahu dengan bahu dan mata kaki dengan mata kaki sudah saya sampaikan. Saya tidak membutuhkan penjelasan lagi sebab perkataan Nu’man Bin Basyir itu sudah sangat jelas.

    Saya dan kawan-kawan di masjid kampung saya mempraktekkan hadits tersebut dengan sangat mudah. Kami mencoba merapatkan shaf ke tengah dengan merenggangkan kaki selebar bahu. Bila orang di samping saya tidak mau diajak merapat, maka saya membiarkannya, tidak memaksanya. Saya hanya mengajak orang yang mau diajak saja. Kaki saya tetap renggang selebar bahu. Jadi, berdiri saya tidak mbegagang.

    Saran saya, bila ada orang yang merenggangkan kaki selebar bahu jangan dibilang mbegagang. Bila itu anda lakukan, maka sama saja anda memperolok-olok orang yang melaksanakan sunnah.

    Wallaahu a’lam.

  12. Bismillaah,

    Kang Bima,

    Yang salah bukan hadits dan orang yang mengamalkannya, tapi orang yang tidak mau mengamalkannya. Pengurus masjid mustinya membuat batas shaf yang satu dari lainnya cukup untuk gerakan sujud dengan meluruskan punggung.

    Saran, jangan bilang bahwa orang yang meluruskan punggung saat sujud itu ndlosor. Jika itu anda lakukan, maka sama saja anda memperolok-olok orang yang melaksanakan sunnah.

    Gambar dan foto cara merapatkan shaf banyak disebarkan di banyak website Islami. Carilah di sana.

    Wallaahu a’lam.

  13. @Ibnu Suradi
    Bisa ga ketemu mata kaki dengan mata kaki, lutut dengan lutut ketika dua jamaah yang bersebelahan, yang satu tinggi asal Eropa dan yang satu tidak terlalu tinggi asal Asia? Jangan-jangan pemahaman tersebut tidak harus “ketemu” sebagaimana yang Anda maksud? Tidak ada dari kita yang ingin memperolok-olok sunnah. Malah Anda yang pernah mengartikan hadist “baca Qur’an tidak melewati kerongongan” sesuai nafsu Anda. Kami tidak ada yang berani berbuat demikian. Anda rajin-rajin lah mendatangi masjid-masjid di seluruh Indonesia untuk mememberi tahu pengurusnya agar merubah saf yang selama ini menurut Anda kurang tepat. Termasuk berdakwah ke Eropa pada musim dingin agar tetap tidak isbal dan memelihara jenggot ketika bekerja, terlebih waktu sholat.

  14. Bismillaah,

    Kang Bima,

    Tentang jamaah yang tidak sama tingginya, yang terpenting adalah mengamalkan hadits. Bila bahu tidak bisa saling bersentuhan, maka minimal bahu bersentuhan dengan lengan dan mata kaki tidak ada halangan untuk bersentuhan.

    Tentang hadits “membaca Qur’an tidak melewati kerongkongan, saya sudah rujuk.

    Tentang batas shaf terlalu pendek sehingga tidak cukup bagi kita untuk meratakan punggung saat sujud, semoga apa yang saya sampaikan di forum ini dibaca oleh banyak orang di seluruh Indonesia sehingga mereka yang kebetulan menjadi pengurus DKM dapat melebarkan jarak antara shaf depan dari belakangnya.

    Di masjid di kampung saya, pengurus sudah melebarkan jarak antara shaf yang satu dengan yang lainnya.

    Saran saya, hal-hal yang sering dianggap remeh padahal sebetulnya penting ini mustinya sering-sering disampaikan kepada umat sedari dini saat umat mulai belajar agama Islam.

    Wallaahu a’lam.

  15. @ibnu suradi
    Maaf baru bisa balas.
    “Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Abu Dawud No. 552 dan Ahmad (IV:276) dan dishahihkan oleh al Albani dalam ash Shahihah no.32 secara lengkap, setelah membawakan hadits di atas, maka Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu berkata :
    “Maka saya (Nu’man bin Basyir) melihat seorang laki-laki (dari para Shahabat) menempelkan bahunya ke bahu yang ada disampingnya, dan lututnya dengan lutut yang ada disampingnya serta mata kakinya dengan mata kaki yang ada disampingnya).”

    Coba dilihat : Sahabat Nu’man bin bisyir, melihat hanya seorang bukan seluruh ma’mum, jadi gak kuat hukumnya, kalau merapatkan bahu dengan bahu itu wajib dalam berjamaah dan dalam kitab al Umm juga ditekankan seperti itu (bahu dengan bahu).
    Kalau bahu dengan bahu sdh ketemu, lebar kaki selebar bahu, maka secara gak langsung waktu sujud pasti ketemu lutut dengan lutut.

  16. Bismillah,

    Kang Ucep,

    Hadits Nu’man bin Basyir itu adalah hadits yang meriwayatkan cara merapatkan shaf paling rinci. Hadits riwayat Bukhari menyatakan rapatnya kaki dengan kaki. Saya memilih mengamalkan hadits yang lebih lengkap sehingga tidak ada celah sedikitpun dalam shaf shalat.

    Lagian, patokan paling pas dari kelurusan shaf adalah sejajarnya mata-kaki seorang makmum dengan dengan mata kaki makmum lainnya.

    Kang Ucep bisa membuktikannya dengan kawan-kawan anda. Ajaklah kawan-kawan atau anak-anak anda untuk latihan merapatkan shaf dengan:

    1. hanya bahu yang rapat
    2. sekedar kaki yang rapat
    3. bahu dan kaki yang rapat
    4. bahu dan mata kaki yang rapat.

    Lihatlah dari samping dan perhatikan cara merapatkan shaf yang mana yang menunjukkan kelurusan shaf paling lurus. Saya jamin cara ke 4 yang menunjukkan kelurusah shaf paling lurus

    Wallaahu a’lam.

  17. @ibnu suradi
    Silahkan ente amalin hadist itu ya, ane tetap ikut jama’ah (terbanyak). Yang penting buat ane bagaimana shalat itu Khusu’.
    Ane mohon maaf kalau ada kata-kata ane yang salah, mohon maaf lahir bathin, sampai ketemu ba’da fitri ya. Ane mau jalanin program 100 hari tahunan (umroh). Sekali lagi mohon Maaf lahir Bathin.

  18. Bismillaah,

    Kang Ucep,

    Selamat menjalankan 100 hari tahunan (umrah). Semoga Allah memberkahi anda. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang lurus yang ditempuh oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya..

    Wallaahu a’lam.

  19. @ibnu suradi
    Sebelum jalan ane klarifikasi dikitab Bukhari No 717 bunyinya :
    HR.bukhari || No : 717 Kitab aslinya Bukhari “Shahih Bukhari” cetakan Lebanon.
    Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim berkata, telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya dari ‘Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada dua rakaat pertama dalam shalat Zhuhur membaca Al Fatihah dan dua surah, beliau memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan pada rakaat kedua, dan terkadang beliau memperdengarkan bacaannya. Dalam shalat Ashar beliau membaca Al Fatihah dan dua surah, dan memanjangkan pada rakaat yang pertama. Demikian pula dalam shalat Shubuh, beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dan memendekkakan pada rakaat kedua.”
    Ada dibab azan.

    Bukan : “Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu’alayhi wa Sallam bersabda : “Hendaklah kamu benar-benar meluruskan shafmu, atau (kalau tidak;maka) Allah akan jadikan perselisihan di antaramu.” (Muttafaq ‘alayhi, Bukhari No. 717 dan Muslim No.436)”
    Bisa klarifikasi dari copasan ente ya, sekali lagi mohon maaf lahir bathin. Nti ane doain didepan ka’bah, semoga Ummatipress tetap eksis sebagai benteng Aswaja.

    1. Mas Ucep,

      Selamat jalan Mas Ucep, semoga Alloh meridhoi ibadah tahunan antum dan selalu dalam keberkahan-NYA, amin…

      Dan kami ucapkan terima kasih atas do’a antum untuk Ummati Press, juga terima kasih atas dukungannya selama ini.

      1. mas ucep, jangan lupa do’akan kami semua disini, semoga Allah menuntun kita semua ke jalan yang haq, jalan yang ditempuh oleh rosulullah Shalallahu A’laihi wasalam dan para sahabatnya. dan menjadikan kita semua husnul khotimah. amiin

        1. Alhamdulillah, ane sudah doa, agar yang berkunjung di Blog ini cepat-cepat dapat melaksanakan Haji minimal Umroh sebelum seluruh lokasi berubah total.
          Siapa tau nanti Jabal Rahmah hilang alias dibongkar, karena mengandung syirik, tonggak batu kok dipeluk-peluk.
          Gak tau kenapa !, ane selalu inget blog ini terus, rasanya ingin buka laptop aja buat isi coment (tapi gak bawa laptop), tapi pas sampai di jakarta ane langsung buka blog ini … he he he.

  20. Selama jalan Mas Ucep …
    @Ibnu Suradi
    Mohon dijawab klarafikasi Mas Ucep … soalnya kami ingin tahu nih, kenapa beda … Mohon Anda menyebutkan buku dan detail lainnya seperti yang disebutkan Mas Ucep. Terima kasih

  21. Bismillaah,

    Kang Ucep,

    Pokok bahasan kita kan menempelkan mata kaki dengan mata kaki saat merapatkan shaf shalat berjamaah. Jadi, kalau mau ditanyakan adalah hadits sebagai berikut:

    “Maka, aku melihat ada seseorang yang merapatkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya dengan lutut kawannya, dan mata kakinya dengan mata kaki kawannya.” (HR. Abu Daud dari Nu’man Bin Basyir)

    Terus terang saya copy paste hadits tersebut. Bisa saja orang salah menyebut nomor haditsnya. Tapi, yang terpenting adalah bahwa hadits tersebut benar-benar ada. Isyaallah, saya akan mengecek di buku induknya.

    Wallaahu a’lam.

    1. @ibnu suradi
      Ane semalam cek di buku “Sunan Abu Dawud (3 jilid) yang dishahihkan oleh Albani terbitan “pustaka Azzam jakarta” tahun 2002.
      Dihalaman berapa jilid berapa ??, ane gak nemuin Hadist itu
      Bagaimana @ibnu Suradi, ente copas tapi gak dicek dulu dibuku induk mana!!
      Kalau gak ketemu juga, berarti ente sudah menyebarkan copas dengan nama Hadist (Rasulullah saw), hati-hati ya @ibnu suradi !!!
      Ane juga punya kitab “Kitab Sunan Abu Dawud (5 jilid)” terbitan Al Maktabah al Makiyyah Makkah tahun 1998.

  22. @Ibnu Suradi
    Anda punya “kewajiban moral” untuk mengecek sumber tersebut, karena jika kopi paste Anda ternyata salah, hal tersebut bisa menjerumuskan pembaca, dan kalau dia ikut mendakwahkan hal tersebut, maka kesalahan akan makin meluas.

    1. Bismillaah,

      Kang Bima,

      Yang penting haditsnya ada. Matan dan sanadnya shahih. Tentang kesalahan menyebut nomor hadits, itu bisa dicek. Tenang saja, saya akan cek kebenaran nomor hadits Nu’man bin Basyir tentang rapatnya mata kaki dengan mata kaki.

      Wallaahu a’lam.

      Wallaahu a’lam.

      1. @Ibnu Suradi: Jadi Anda copas tanpa melihat sumber ?????????? Anda FATAL sekali. Sdh fatal malah mencari pembenaran dgn berkata “Yang penting haditsnya ada. Matan dan sanadnya shahih. Tentang kesalahan menyebut nomor hadits, itu bisa dicek.”… Klw Anda diskusi dgn org awam, org awam akan selamanya terset dgn mengkopi paste rujukan hadist Anda yg tdk benar (Bukan hadist yg tdk bener). Bagaimna Anda mau meralat copas Anda yg sdh tersebar luar di kalangan org2 awam ?????? Apakah jika ada org yg mngutip “Segala Puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam (Q.S An Naas : 75)”, lalu Anda berkata “Yang penting ayatnya ada. Matannya sahih. Tentang kesalahan menyebut nomor hadits, itu bisa dicek.”

        Lain kali Anda cek dulu, jgn kaya seseorang yg mensahihkan rawi tertentu di kitabnya dan mendoifkan rawi yg sama di kitabnya yg lain. Padahal rawinya sama, tpi dihukumi berbeda.. Ini menunjukkan org trsbut tdk menguasai di bidang hadist…. ^_^

        1. Salju Ilmu said:

          Lain kali Anda cek dulu, jgn kaya seseorang yg mensahihkan rawi tertentu di kitabnya dan mendoifkan rawi yg sama di kitabnya yg lain. Padahal rawinya sama, tpi dihukumi berbeda.. Ini menunjukkan org trsbut tdk menguasai di bidang hadist…. ^_^

          Yang antum maksud pasti syaikh Albani si muhadits kebanggaan Wahabi salafy, benar kan?

    1. Safr!, Artinya adalah Wikipedia itu bisa diubah2 menurut versi siapa aja. Link antum itu Wahabi yg diedit oleh Wahabi sendiri ya pasti ok banget lah. Sejarah hitamnya ada nggak ada, yg versi antum itu mulus tanpa pembantaian kpd kaum muslimin.

      Belajarlah dari perbedaan ini, tentu link yang dikasih Ummati itu lebih pas dg fakta sejarah Wahabi. Sedangkan link antum itu penuh tipu daya dan kebohongan yg besar.

  23. Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

    Sedih juga bacanya, tapi sedih karena kok kalian merasa hebat banget sich….
    Sungguh Gua Hira’ itu tempat di mana Nabi pertama menerima wahyu…
    Tapi Nabi tidak menganggapnya tempat suci, begitu pula para sahabatnya..
    Nabi juga tidak pernah ke sana lagi setelah menerima wahyu yang pertama,,,
    Heran aku, yang mau kalian ikuti siapa sich,,,?

    1. @Safr1

      PERHATIAN AL-QURAN TERHADAP PENINGGALAN-PENINGGALAN PARA NABI DAN ORANG-ORANG SHOLIH

      Dalam Al-Quran Allah menyebutkan kisah tabut bani Israil yang Dia jadikan pertanda
      akan keabsahan Thalut sebagai raja mereka :
      “Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka : “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun ; tabut itu dibawa oleh malaikat….”

      Dalam ayat Al-Quran Allah mengabarkan isi-isi tabut yaitu kedamaian ilahiyyah dan
      peninggalan-peninggalan Nabi sebagaimana disebutkan Allah :
      Baqiyyah ini adalah harta peninggalan Nabi Harun yaitu tongkat Nabi Musa, tongkat dan pakaian Nabi Harun, sepasang sandal dan dua papan Taurat. Demikian informasi yang bersumber dari tafsir Ibnu Katsir. Dalam tabut itu juga terdapat mangkok emas yang fungsinya untuk membasuh dada para nabi sebagaimana dikutip dari Al-Bidayah wan-Nihaya.

      Berkat peninggalan-peninggalan agung yang dinisbatkan kepada para hamba Allah terpilih ini, Allah meninggikan status tabut, meluhurkan derajatnya, menjaga dan merawatnya secara khusus saat bani Israil kalah akibat kemaksiatan dan pelanggaran
      yang mereka lakukan. Kekalahan ini karena mereka tidak mementingkan menjaga tabut. Maka Allah menghukum mereka dengan mencabut tabut dari tangan mereka lalu Dia menjaga dan mengembalikan kembali kepada mereka agar menjadi bukti keabsahan Thalut sebagai raja mereka. Allah telah mengembalikan tabut kepada mereka dengan penuh kemuliaan dan penghargaan saat ia datan dibawa para malaikat. Adakah perhatian yang lebih besar melebihi perhatian terhadap peninggalan tersebut, pelestarian terhadapnya dan mengingatkan akal terhadap urgensi perkara tersebut, keagungan dan nilai kesejarahan, keagamaan dan peradabannya

    2. @Safr1

      PELESTARIAN KHULAFAA-URRASYIDIN TERHADAP CINCIN NABI SAW

      Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu `Umar Ra, ia berkata :
      “Rasulullah Saw memakai cincin dari perak yang dikenakan di tangan. Selanjutnya sepeninggal beliau cincin itu melekat pada tangan Abu Bakar kemudian `Umar lalu di tangan `Utsman sampai cincin itu jatuh di sumur Ariis. Pada cincin itu terdapat ukiran bertuliskan Muhammad Rasulullah.”

      Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitabullibas bab Khatamul Fidldlah. Al- Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam riwayat An-Nasa’i terdapat redaksi : “Sesungguhnya ‘Utsman mencari cincin itu namun tidak menemukannya.” Dalam riwayat Ibnu Sa’d terdapat redaksi : “Sesungguhnya cincin itu melekat di tangan ‘Utsman selama 6 tahun.” Fathul Bari.

      Al-‘Aini mengatakan bahwa sumur Ariis terletak disebuah kebun dekat masjid Quba’.Saya berkata, “Sumur ini sekarang dikenal sebagai sumur Al-Khatam (cincin) yakni cincin Rasulullah Saw yang jatuh kedalamnya pada
      masa kekhalifahan ‘Utsman. ‘Utsman sendiri telah berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan cincin itu dengan segala cara namun gagal menemukannya. (lihat Al-Maghaanim Al-Muthaabah fi Ma’aalimi Thabah karya Fairuz Abaadi).

    3. @Safr1

      PELESTARIAN KHULAFAAURRASYIDIN TERHADAP TOMBAK MILIK NABI SAW

      Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya kepada Az-Zubair, ia berkata :
      “Pada saat perang Badar saya bertemu dengan ‘Ubaidah ibnu Sa’id ibnu Al-’Ash yang mengenakan pakaian tempur lengkap hingga yang terlihat Cuma matanya. ‘Ubaidah memiliki julukan Abu Djatil Kirsy. “Saya Abu Djatil Kirsy,” katanya. Lalu saya menyerang dia dengan tombak dan berhasil menusuk matanya hingga ia pun tewas.”
      Hisyam berkata, “Saya dikabari bahwa Az-Zubair berkata,”Sungguh saya telah menginjakan kaki saya di atas tubuh Abu Djatil Kirsy lalu saya berjalan dengan angkuh. Kemudian dengan susah payah saya mencabut tombak dari tubuh Abu Djatil Kirsy yang ternyata telah bengkok kedua sisinya.” Urwah berkata, “Rasulullah meminta tombak tersebut kepada Az-Zubair dan dia pun menyerahkannya. Sepeninggal beliau, Az-Zubair mengambil kembali tombak itu. Abu Bakar kemudian meminta tombak itu dan Az-Zubair pun memberikannya. Saat Abu Bakar meninggal, ‘Umar memintanya dan Az-Zubair pun mengabulkannya. Wakti ‘Umar meninggal dunia tombak itu diambil oleh Az-Zubair lalu diminta oleh ‘Utsman dan Az-Zubair pun menyerahkannya. Ketika ‘Utsman terbunuh
      tombak itu jatuh ke tangan keluarga Ali dan Abdullan ibnu Az-Zubair memintanya. Akirnya tombak itu berada di tangan Az-Zubair sampai ia meninggal dunia.” HR Al-Bukhari dalam kitab Al-Maghazi Bab Syuhudu Al-Malaikat Badran.

      Kami bertanya-tanya ada apa di balik perhatian besar terhadap tombak di atas padahal ada banyak tombak-tombak lain yang barangkali ada yang lebih baik dan bagus. Dari siapakah perhatian besar ini? Sesungguhnya perhatian ini berasal dari empat figur khulafaa’ yang bijak yang menjadi pemimpin agama, pilar-pilar tauhid dan sosok-sosok terpercaya dalam aspek agama.

    4. @Safr1

      PELESTARIAN UMAR IBNU AL KHATTAB TERHADAP TALANG MILIK AL-`ABBAS KARENA RASULULLAH SAW YANG MEMASANGNYA

      Dari Abdullah Ibnu Abbas Ra, ia berkata, “Abbas memiliki talang yang berada di jalannya ‘Umar Ra. Lalu pada hari jum’at ‘Umar memakai pakaiannya. Kebetulan Abbas menyembelih dua ekor anak burung. Ketika Abbas naik ke talang, ia menumpahkan ke dalamnya darah dua ekor anak burung itu. Darah itu ternyata menimpa ‘Umar yang kemudian menyuruh untuk mencopot talang itu. ‘Umar kemudian kembali pulang untuk mengganti baju. Lalu ia datang lagi dan shalat menjadi imam. Lantas Abbas datang kepadanya dan berkata, “Demi Allah, talang yang dicopot itu adalah talang yang dipasang oleh Rasulullah Saw.” “Aku ingin engkau naik di atas punggungku untuk memasang talang di tempat yang dulu beliau memasangnya.” ujar ‘Umar. Abbas pun lalu
      melakukan apa yang diinginkan ‘Umar. (Al-Kanzu)

      ‘Umar melewati rumah Abbas yang telah memasang talang mengarah ke jalan lalu ‘Umar mencopotnya. “Engkau mencopotnya padahal Rasulullah SAW lah yang memasangnya ?” kata Abbas. “Demi Allah, Engkau tidak boleh memasangnya kecuali naik di atas punggungku,” ujar ‘Umar. ‘Umar lalu membungkuk hingga Abbas naik ke atas punggungnya untuk memasang talang.” Al-Mughni karya Ibnu Qudamah

    5. @Safr1

      As-Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata, “Al-Imam Ahmad ibnu Hanbal ditanya perihal seorang laki-laki yang mengunjungi beberapa masyahid ini lalu dia menjawab, “Sesungguhnya Ibnu ‘Umar mengamati tempat-tempat perjalanan Nabi Saw sampai terlihat ia menumpahkan air di tempat yang terdapat air. Ketika ditanya akan hal itu ia menjawab, “Dulu Nabi Saw menumpahkan air di tempat ini.

      ” Al-Bukhari dalam As-Shahihnya meriwayatkan dari Musa ibnu ‘Uqbah, ia berkata, “Saya melihat Salim ibnu ‘Uqbah mengamat-amati beberapa lokasi jalan dan shalat di tempat tersebut. Ia menceritakan bahwa ayahnya shalat di tempat-tempat tersebut dan melihat Nabi melakukan shalat di situ.” Musa berkata, “Nafi’ menceritakan kepadaku bahwa Ibnu ‘Umar shalat di tempat-tempat tersebut.” Iqtidla’ As-Shirath Al-Mustaqim

      1. @Ustadz Agung :

        Jawaban yang sangat lengkap dan sahih. Semoga Allah menganugerahkan barakah dan keridhaan kepada saudara dan kita semua Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

        Kebenaran hakiki hanya milik Allah
        Hamba Allah yang dhaif dan faqir
        Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  24. Bismillaah,

    Kang Ucep, Kang Bima dan kawan-kawan semua,

    Setelah sekian lama saya mencari di Kitab Induk Shahih Bukhari, maka saya menemukan bahwa hadits tentang merapatkan mata kaki dengan mata kaki saat merapatkan shaf shalat berjamaah benar-benar ada di Shahih Bukhari, hadits nomor 725. Silahkan cek kebenarannya.

    Biar lebih jelas, anda hendaknya membaca juga syarah hadits tersebut di Kitab Fathul Bari nya Imam Ibnu Hajar. Beliau juga menyampaikan hadits-hadits riwayat Abu Dawud dan lain-lain.

    Semoga Allah memudahkan kita untuk mendapatkan ilmu dan hidayah Nya.

    Wallaahu a’lam.

    1. Kang Ibnu Suradi ini kok kerjaannya bohong melulu sih? Hmmm, padahal hadits Imam Bukhori: HADIST NO – 725 tidak bicara soal begituan lho, kang?

      Tapi ini lho kang, hadits no 725:

      حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي سَفَرٍ فَقَرَأَ فِي الْعِشَاءِ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ بِالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

      Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Adi berkata, “Aku mendengar Al Bara’, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika safar (bepergian) pada shalat ‘Isya membaca pada salah satu dari dua rakaatnya dengan ‘WAT TIINI WAZ ZAITUUN’.”

      Kang Ibnu Suradi, di sini antum jangan ngarang ya, pasti ketahuan kang Ibnu…..

    2. @ibnu suradi
      Ente punya kitabnya gak sih?, kok salah melulu, apa memang dakwah Wahabi selalu dipenuhi dengan kebohongan ??. benar coment mbak Aryati untuk no 725.
      Ente pernah denger kan Hadist “Kalau kita berbohong satu kali, maka 10 malaikat akan lari dari kita”
      Coba deh ente paham bener-bener Agama Islam ini.

      1. sebaiknya diskusi dgn mas suradi di off kan dulu sejenak,biar mas suradi merenung dan memperbaiki pembendaharaan kitab nya,agar bisa berjalan dengan baik…

        1. Mas Prass,
          apakah tidak sebaiknya kita usulkan kpd Ibnu Suradi agar minta bantuan ke Ustazd Firanda atau ustadz Abul Jaiuzaa? Atau mungkin Ibnu Suradi perlu konsultasi dulu dg ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, atau utsdz ahmad Thoharoh, atau mungkin ustadz abdul Qodir Jawwas? Siapa tahu ustadz2 tsb tertantang dan berani meladeni teman2 Ummati di sini.

          nanti kalau ustadz2 Salafy Wahabi tsb muncul, Mas Prass lah yg ngadepin, kwk kwk kwkk….

          jangan kuatir Mas Prass, di sini ada mas Ahmad Syahid dan banyak lagi yg lainnya, M. Husaini, Zainal Arifin n glandangan Kismin, wah… pokoknya banyak deh stok kita, ha ha ha….

          1. @mas alvin
            Dulu kita dah bertandang kok ke blog nya para ustadz wahabi,
            rata2 jika terdesak tak di tampilkan comment kita, berkali2 kita kirim sama saja..(moderasi nya on) coba antum tanya saja sm mas syahid,dianth,gondrong dll,yg pernah bareng2 menuju ke blognya para ustadz wahabbers..he..he…

  25. Tuh khan bener…. abu zed aja bilang bahwa ada kesamaan antara aswaja dan syi’ah.
    Coba deh bikin perbandingan gambar-gambar ulama aswaja dan syi’ah, satu kolom yang memuat gambar-gambar ulama aswaja dan kolom lain yang memuat gambar-gambar ulama syi’ah spt ali khaimeni, rafsanjani dan khoimeni laknatullah…. sam khan?

  26. @Ibn Abdul Khair :

    Jangan mengumbar kata laknat, kafir, bid’ah dan lain-lain. Kalau salah bisa kena diri sendiri lo… Lagipula yang dikatakan saudara Abu Zed itu yang sama apanya ???

    Kebenaran hakiki hanya milik Allah
    Hamba Allah yang dhaif dan faqir
    Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  27. Kalau Syi’ah dalam berpakain MENIRU NABI atau Keturunan Nabi biarin azaaa. TAPI KALAU SALAFI DALAM BERPAKAIAN MENIRU YAHUDI ….. apa yang bisa kita katakan. Kalau Syiah meniru Nabi bersikap SANTUN biarin aja. Aswaja juga jangan takut bersikap SANTUN cuma karena Syiah santun. Kita kan ikut Nabi bersikap santun. Tapi Kalau Salafi bersikap KURANG AJAR kepada sesama muslim, itu ikut siapa ?

  28. Dari cara penulisan berikut penyampaiannya, terdapat cara pemikiran orang aswaja tidak menggunakan otak sebelah kiri (tidak ballance), hal ini menyebabkan kecenderungan aswaja berevolusi/bermutasi/bermetamorfosa menjadi sufi atau liberal atau bahkan syiah. Didunia ini tak ada satupun negara muslim yang tumbuh makmur baik syariahnya maupun dunianya , dengan pemikiran seperti aswaja, oleh sebab itu bagi aswaja yang ballance dia akan lebih nyaman dengan ahlussnnah wal Jama’ah yang asli, dan siapkanlah diri anda yang masih jumud di aswaja akan menjadi pecundang dinegri ini, walaupun anda pandai berdalih tetapi kenyataan dilapangan dalih anda laksana seorang perokok, yang sedang dijauhi oleh orang² pengguna otak kiri. Salah satu contoh ketidak puasan aswaja dibawah naungan NU adalah berdirinya kelompok sempalannya yaitu Majelis RSAW. Para pengunjung silakan bertanya pada aswaja apa? kontribusi aswaja terhadap penerapan syariah di RI. Bahkan aswaja bisa menjadi duri dalam daging dalam pergerakkan Islam dibawah bendera ahlussunnah wal Jama’ah yang asli. Sebab intinya aswaja mengedepankan perbuatan syubhat (bahkan membelanya dengan gigih), dibanding perbuatan yang Rosulullah SAW laksanakan walaupun itu bernilai sunnah (menurut fikih).

  29. Betul mas Barata,
    Salah satu penyebabnya adalah penggunaan kaidah ‘lima muqoshid’. Udah jelas-jelas menghisap rokok itu telah diharamkan oleh banyak ulama dan atau lajnah daimah. Tapi jika menghisap rokok itu membantu pedagang rokok atau membantu petani tembakau. maka menghisap rokok bisa jadi mubah atau mungkin berpahala. Kl begini terus, kapan mencukupkan diri dgn dalil-dalil syar’iyah.
    “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah…” ( QS. Al Hujurat : 1)
    Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya tafsirnya, “Melalui ayat ini Allah Ta’ala mengajarkan adab kepada hamba-Nya yang mukmin berupa pengagungan dan penghormatan terhadap apa yang dikerjakan Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam. Maksudnya janganlah kalian mengagungkan suatu amal sebelum Allah dan RasulNya menetapkan bolehnya amal tersebut, tetapi hendaklah kalian ittiba’ dalam segala perkara agama”. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “baik itu perkataan maupun perbuatan (amal lisan maupun amal badan). (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)

  30. @barata & @ibn abdul chair :

    Kelompok Salafy Wahabi kalau diskusi tidak mendapatkan hujjah yang tepat bicaranya cenderung kacau jalan pikirannya dan arah bicaranya. Yang dibahas keluar dari tema dan judul. Tapi bagi yang memiliki pandangan yang luas dan pemahaman yang dalam setelah diajukan hujjah mereka akan rujuk dan tidak asal menyalahkan yang lain. Baca kisah Buya Hamka yang akhirnya mengikuti aliran Thariqah Qadiriyah Wan Naqsabandiyah pimpinan Abah Anom di Suryalaya, Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher dengan terbuka hati beliau justru suka ziarah kubur khususnya maqam para aulia untuk mengingat dan meneladani perjuangan para aulia illah. Semoga saudaraku berdua dikaruniai petunjuk Allah dalam memahami Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang mu’tabar jalur sanad keilmuannya.

    Kebenaran hakiki hanya milik Allah
    Hamba Allah yang faqir dan dhaif
    Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  31. Astagfirullah Astagfirullah astagfirullah Ya allah ampunilah dosa kami ya Allah. ya Allah kami telah lupa kepada Mu ya Allah atas nikmat islam dan iman. Kami bisa mendapat nikmat islam dari Mu ya Allah. Ya Allah jauhkan lah kami dari sifat Ujub, riya’ merasa paling berjasa, merasa paling benar. Allahuma Sholialla sayidina muhamad wa ala ali sayidina muhammad Amin Amin Amin

  32. sebenernya pada faham gx sih pa yg di ajarkn syekh muhammad bin abdul wahab atau yg ngetren rang2 bilang pengikutnya itu wahabi
    beliau itu mngajarkan al-haq , sunnah seperti pemahaman para sahabat
    yg paling tak senang dng faham ini adalah kaum syiah rafidhah , mereka itu syiah sangat membenci sahabat nabi abu bakar , umar , ustman ,ali
    maka dari itu itu mereka dng berbagai kebohongan nya menceritakan kejelekan tetang syekh muhammad bin abdul wahab
    hati2 syiah itu sungguh sangat membenci kita para ahlusunnah
    coba baca atau pelajari kitab syekh muhammad bin abdul wahab
    tak ada satupun yg mngajarkan kemungkaran yg diberitakan rang2 rafidhah

    1. @firman
      “sebenernya pada faham gx sih pa yg di ajarkn syekh muhammad bin abdul wahab atau yg ngetren rang2 bilang pengikutnya itu wahabi beliau itu mngajarkan al-haq , sunnah seperti pemahaman para sahabat”

      Ane sih Faham, ane punya kitabnya :
      Fathul madjid, Ulama al Anam bi Syarh Kitab Fadhail al Islam, Hasyiyat Kitab Tauhid, Fadhl al Islam dan Al Rudud al Baji fi Ba’di al Masail al Aqidah karangan Ben Bazz.

      “coba baca atau pelajari kitab syekh muhammad bin abdul wahab”
      Ane punya dan dah baca.

      Mungkin ente dah mengerti yang lebih dalam, ane tanya kenapa tauhid dipisahkan menjadi 3 ???? Trus kalau salah satunya ane gak pake bagaimana hukunya ???
      Kan ente lebih mengerti, bisa dijelaskan. Dikitabnya gak dijelaskan begitu sih.

  33. Jangan termakan fitna yg dilancarkan oleh para ahli bid’a yaitu sufi. Tuduhan ini adalah tuduhan jahat yg pada awalnya di ciptakan oleh kaum kafir inggris utk memecah belah ummat islam dan dimanfaatkan oleh ahli bid’a kaum sufi untuk mendiskreditkan ahlus sunnah wal jamaah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker