Inspirasi Islam

Facebooker ASWAJA Koreksi Salafy Wahabi Soal Pemahaman Tauhid

Koreksi Tajam dari Facebooker ASWAJA kepada Salafy Wahabi  so’al Tauhid

Koreksi dan sorotan tajam ini dimulai oleh display  status facebooker Wahabi bernama  Suripto As-salafy Al-Banyumasi.  Status postingan artikel bertema Dakwah Tauhid tersebut semula tidak bermasalah akan tetapi kemudian melebar dan menyinggung persoalan Tawassul yang dianggap musyrik oleh penulis artikel tersebut.  Hal ini mengundang komentar dari facebooker ASWAJA bernama Imam Nawawi  yang tampil sebagai korektor handal  atas kecerobohan sang penulis artikel yaitu Ustadz Muhammad Umar Assewed, yang mana beliau adalah salah seorang tokoh sentral kaum Salafy Wahabi di Indonesia.

  • Sang Facebooker Imam Nawawi berkata: “Dakwah Nabi dan semua umat Islam yg mengikuti beliau adalah dakwah Tauhid, yaitu meng-Islam-kan yang kafir  dan para wali songo di tanah Jawa merupakan ulama-ulama yang sangat berjasa dalam dakwah Tauhid di Nusantara ini, sehingga Islam bisa berkembang dengan pesat di Indonesia”.


Nah, bagaimana koreksi yang lebih lengkap dan sorotan tajam yang diarahkan ke ajaran Salafy Wahabi yang memusyrikkan  amalan Tawassul tersebut,  mari kita ikuti dan simak semoga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

facebooker - Facebooker ASWAJA Koreksi  Salafy Wahabi Soal Pemahaman Tauhid

pada 30 Maret 2011 jam 23:34

TAUHID DAKWAH PARA RASUL

oleh Ustadz Muhammad Umar Assewed

(Di bawah ini adalah 4 alenia terakhir yang dikoreksi oleh seorang Facebooker ASWAJA dari artikel:  TAUHID DAKWAH PARA RASUL  oleh Ustadz Muhammad Umar Assewed )  ………………………………………………………………….>>>
     Demikianlah kenyataan dakwah para nabi di dalam sejarah mereka yang dise-butkan dalam al-Qur’an maupun dalam ha-dits yang shahih. Inti dakwah mereka adalah tauhid. Hal ini tidak seperti apa yang ditaf-sirkan oleh para politikus yang mengesankan bahwa dakwah para nabi adalah dakwah po-litik. Seperti pertikaian nabi Ibrahim dengan Raja Namrud, nabi Musa dengan raja Fir’aun dan lain-lainnya. Mereka mengesankan bah-wa perjuangan para nabi tersebut adalah per-juangan pemberontakan dan perebutan ke-kuasaan.  Seperti dalam buku yang ditulis oleh muhammad Surur bin Naif Zaenal Abidin “Minhaj al-Anbiyaa’ fi ad-Da’wati ilallah”. Namun alhamdulillah buku tersebut sudah dibantah oleh Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dalam buku beliau “Manhaj al-Anbiyaa’ fi da’wati ilallah fiihi al-Hikmah wal ‘Aql” (Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah, di dalamnya ada hikmah dan akal)” dan juga karya Syaikh Ahmad Salam dalam tulisannya yang berjudul “Nadharaat fii Kitab “Minhajul Anbiya’ fi ad-Dakwati Ilallah”” (Koreksi Ulang terhadap kitab “Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah”

     Oleh karena itu sudah sepantasnya dakwah para rasul tersebut dijadikan sebagai teladan bagi seluruh dakwah-dakwah kaum muslimin yakni memulainya dari tauhid dan terus mengingatkan dengan tauhid. Karena semua dakwah yang tidak dimulai dengan tauhid dan tidak mementingkan tauhid selalu berakhir dengan penyimpangan dan kesesatan.

BACA JUGA:  Bukti Tak Terbantah, Salafi Wahabi Tasyabbuh Yahudi

     Akan tetapi mengapa kaum muslimin harus tersinggung ketika diajarkan kepada mereka makna ?? ??? ??? ????. Mengapa mereka ha-rus marah ketika disampaikan bahaya kesyi-rikan-kesyirikan seperti tawasul kepada orang-orang yang sudah mati, jimat-jimat, perdukunan-perdukunan, atau mencari ber-kah di kuburan walisongo atau kuburan-kuburan lainnya, mencari jodoh di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti sumur tujuh, gunung kemukus dan lain-lainnya? Mereka selalu melecehkan dakwah tauhid dengan menjulukinya wahabi, tekstual, kaku, membuat perpecahan dan lain-lain. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga Allah memberikan petunjuk ke-pada kita dan seluruh kaum muslimin kepada tauhid dan sunnah. Dan semoga hati-hati kita ditetapkan di atasnya sampai hari kiamat, amien.

Ustadz Muhammad Umar Assewed

 

Telah kita ketahui pada edisi yang lalu bahwa tauhid merupakan sebuah pohon di dalam hati yang cabangnya adalah amalan yang shalih dan buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat…
    • Imam Nawawi
    • dakwah Nabi dan semua umat Islam yg mengikuti beliau adalah dakwah Tauhid, yaitu meng-Islam-kan yang kafir ^_^ dan para wali songo di tanah jawa merupakan ulama’2 yang sangat berjasa dalam dakwah Tauhid di Nusantara ini, sehingga Islam bisa berkembang dengan pesat di Indonesia^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • sedang dakwah musuh Islam adalah mereka yang mengakfir2kan dan mensyirik2an amalan muslim lain hanya berdasar pendapat pribadi mereka saja, jadi dakwah musuh Islam itu mengkafirkan yang muslim seperti kaum Khowarij
    •  

      Imam Nawawi
    • dan musuh2 Islam seperti wahabi berani mengkafirkan ulama’2 salafussholeh dan ulama’2 kholaf karena mereka memang tidak faham makna tauhid dan makna syirik
    •  

      Imam Nawawi
    • semoga musuh2 Islam seperti kaum wahabi ini diberi hidayah oleh Allah sehingga tidak lagi mengkafir2kan muslim lain…Aamiin Allaahumma Aamiin ^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • TAWASSUL AMALAN ULAMA’ – ULAMA’ AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
    • Untuk menguatkan hukum kebolehan tawassul kpd orang soleh yg telah meninggal dunia (hidup di alam barzah),maka ana sajikan komentar mayoritas ahli hukum Islam, baik dari kalangan salaf (mutaqoddimin/ulama’  yg hidup sebelum tahun 300 hijriyah) maupun khalaf (mutaakhirin), yaitu:1. Sufyan bin Uyainah (198 H / 813 M)
      Sufyan bin Uyainah berkata: ada dua laki2 saleh yg dpt menurunkan hujan dg cara bertawassul dg mereka yaitu Ibnu ‘Ajlan dan Yazid bin Yadzibin jabir. Perkataan ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal. (kitab al-‘illal wa Ma’rifah al-Rijal juz I hal. 163-164 karya Ahmad bin Hanbal)2 Imam Abu Hanifah (80-150 H/ 699-767 M)
      perkataan Abu Hanifah ketika berziarah ke Madinah dan berdiri di hadapan makam Rosulullah saw. yaitu:
      “Hai orang yg termulya di antara manusia dan jin dan sebaik-baik makhluk, berilah aku kemurahanmu dan ridloilah aku dg ridlomu. Aku merindukan kemurahan darimu, engkaulah satu2nya harapan Abu Hanifah”
      (kitab al-Ziyaroh Nabawiyah hal. 56 karya Sayyid Muhammad al-Maliki)3. Imam Syafii (150-204 H/ 767-819 M)
      “Dari Ali bin Maimun beliau berkata: Aku telah mendengar Imam Syafii berkata: Aku selalu bertabarruk dg Abu Hanifah dan mendatangi makamnya dg berziarah setiap hari. Jika aku mempunyai hajat, maka aku menunaikan sholat 2 rokaat, lalu aku datangi makam beliau dan aku memohon hajat itu kepada Allah di sisi makamnya,sehingga tdk lama kemudian hajatku segera terkabulkan” (kitab Tarikh al-Baghdad juz I hal. 123 dg sanad yg shohih, karya al-Hafidz Abi Bakr Ahmad bin Ali)4. Abu Ishaq bin Ibrahim bin Ishaq al-Harby (198-285 H/813-898 M)
      Ibrahim al-Harby berkata: Makam Ma’ruf al-Karkhy adalah obat penawar yg sangat mujarab (maksudnya datanglah ke makam Ma’ruf al-Karkhy, sebab berdo’a di sisinya banyak manfaatnya dan dikabulkan (Kitab Tarikh al-Islam hal.1494 karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman)Kemudian tawassul yg dilakukan oleh ulama’ muta’akhirin1. Ibnu Huzaimah (223-311 H/ 838-924 M)
      “Kami berangkat bersama pemuka ahli hadits, Abu Bakr bin Huzaimah dan rekannya Abu Ali al-Tsaqofy beserta rombongan para guru utk berziarah ke makam Ali Ridlo bin Musa al-Kadzim di Thusi, ia (Abu Bakr bin Mu’ammal) berkata: Aku melihat keta’dliman beliau (Ibnu Huzaimah) thd makam itu,serta sikap tawadlu’ terhadapnya dan do’a beliau yg begitu khusyu’ di sisi makam itu sampai membuat kami bingung (kitab Tahdzib…. juz 7 hal. 339 karya Imam Ibnu Hajar al-Asqolany)2. Abu Qosim al-Thobary (260-360 H/874-971 M) Abu al-Syaikh al-Asbihany (274-369 H/ 897-979 M)dan Abu Bakar bin Muqry al-Asbihany (273-381 H/ 896-991 M)
    • Mereka mengisahkan kondisi mereka dlm keadaan lapar selama satu tahun kurang makan,lalu setelah waktu Isya’ mereka bertawasul dan beristighosah dg cara mengunjungi makam Rosulullah saw seraya berkata demikian: “Yaa Rosulullah kami semua lapar dan lapar” dan saat salah satu mau pulang, al-Thobary berkata: Duduklah,kita tunggu datangnya rizki atau kematian, kemudian 2 org teman al-Thobary tidur di sisi makam Rosulullah saw,sedang al-Thobary duduk sambil memandang sesuatu, tiba2 datang seorang lelaki ‘alawy (yaitu keturunan Nabi saw) bersama dg 2 budaknya yg masing2 membawa keranjang yg penuh dg makanan. Lalu kami duduk dan makan bersama, kemudian lelaki ‘alawy berkata: Hai kamu apakah kamu semua mengadu kpd Rosulullah? Aku barusan bermimpi bertemu dg Rosulullah saw dan menyuruh aku membawakan makanan untuk kamu sekalian (kitab al-Wafa bi Ahwal al-Musthafa hal.818 karya Ibnu al-Jauzy)

      3. Abu Ali al-Husaini bin Ali bin Yazid al-Asbihany (277-349 H/ 900-961 M) beliau berkomentar sebagai berikut:
      “Al-Hakim berkata bahwa aku telah mendengar Abu Ali al-Naisabury berkata: Pada suatu ketika aku dlm kesusahan yg sangat mendalam,lalu aku bermimpi bertemu Rosulullah saw. dan beliau berkata kpdku: “Pergilah ke makam Yahya bin Yahya (142-226 H/ 759-840 M),bacalah istighfar dan berdo’alah kpd Allah nanti kebutuhanmu akan dikabulkan” Kemudian pagi harinya aku melakukan hal tersebut,lalu kebutuhanku segera dikabulkan (kitab Tahdzib…juz 11 hal. 261 karya Imam Ibnu Hajar al-Asqolani)

      4. Ibnu Taimiyah berkomentar dlm kitabnya Al-Kawakib Al Durriyah juz 2 hal. 6 yaitu:
      “Tidak ada perbedaan antara orang hidup dan orang mati seperti yg dianggap sebagian orang. Jelas shohih hadits riwayat sebagian sahabat bahwa telah diperintahkan kpd orang2 yg punya hajat di masa Kholifah Utsman untuk bertawasul kpd nabi setelah beliau wafat (berdo’a dan bertawasul di sisi makam Rosulullah) kemudian mereka bertawasul kpd Rosulullah dan hajat mereka terkabul, demikian diriwayatkan al-Thabary”

    •  

      Imam Nawawi
    • semoga dg artikel mengenai tawassul di atas, Muhammad Umar Assewed bisa faham bahwa tawassul itu bukan kesyirikansebagaimana pemahamannya yang salah dan tidak sesuai dg pemahaman ulama’2 salafussholeh dan ulama’2 kholaf
    • Asrizal Nasution Al-Riauniyyah
    • Alhamdulillah notes manfaat akhy…jazakallahu khairan insyaAllah
    •  

      Imam Nawawi
    • azimat yg sesuai syariat hukumnya sunnah ^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • azimat yg tidak sesuai syari’at hukumnya haram dan bisa jatuh pd syirik
    •  

      Imam Nawawi
    • semua muslim sudah pasti bertauhid^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • bila ada muslim menganggap muslim tidak bertauhid, perlu dipertanyakan pemahaman agamanya??? koq bisa menganggap muslim tidak bertauhid
    • baca artikel ana tentang tawasul di atas, kalau komentar dibaca baik2 dulu, setiap ada artikel ttg kesyirikian, bid’ah, khurafat (hal” yang paling terlarang dr ISLAM kok langsung didebat, seharusnya mendukung kalau merasa umatnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, Imam, afwan ana lagi males ngoment kamu
    •  

      Imam Nawawi
    • ana tidak mendebat, ana hanya berusaha meluruskan pemahaman yg salah mengenai tawassul,dan ana tahu koq pemahaman yg salah ini akibat kurang memahami ilmu agama ^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • tawassul itu bukan syirik, tawassul dan syirik adalah 2 hal yg bertentangan ^_^
    •  

      Imam Nawawi
    • menganggap tawassul melalui ruh orang2 soleh syirik, maka sama saja dia mengkafirkan yg muslim,dan ini namanya bukan dakwah tauhid, tapi dakwah takfir
    •  

      Imam Nawawi
    • jadi bedakan antara dakwah tauhid (yaitu mengajak orang kafir untuk masuk Islam) dan dakwah sesat dakwah takfir (mengkafirkan muslim lain hanya berdasar pendapat kelompok sesatnya saja)


 

BACA JUGA:  Fakta Sufi: Tasawuf dan Tarekat Seiring Sejalan dengan Syari'at


 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

36 thoughts on “Facebooker ASWAJA Koreksi Salafy Wahabi Soal Pemahaman Tauhid”

  1. Alhamdulillah.
    Memang seharusnya Wahabi itu muhasabah diri,,mereka mengibarkan dakwah Tauhid padahal sebenarnya dakwah Takfir yg mereka bawa.

    Syukron katsiir akhi..

  2. ya Allah,,berikan hidayah kepada kaum wahabi tersebut,bagaimanapun mereka muslim,tp hanya pemahamannya saja yg salah..

    ayo admin ummati,ane dukung terus dakwah antum.. 🙂

  3. Alhamdulillah, koreksi buat Salafy Wahabi yg mencerahkan semua pihak sekaligus menggugah kesadaran bagi mereka yg berakal. Semoga mereka (para wahabi) segera menyadari bahwa mereka selama ini tidak mendakwahkan Tauhid, tetapi mereka selama ini telah menebar fitnah kekafiran dan kemusyrikan yg disebarkan di tengah kaum muslimin. Sungguh dakwah yg menyesatkan Ummat yg hanya bisa ditebus dengan TAUBATAN NASUHA. Jadilah antum-antum semuanya SALAFY TOBAT. Amin….

  4. Ana ambil jalan yg selamat,tdk mengkafirkan yg belum jelas kekafirannya ,dan menjauhi perbuatan yg bisa membuat pelakunya kafir atau musyrik.

  5. @Admin, saya mendapatkan kata-kata kunci yang sangat menyentuh :
    1. semua muslim sudah pasti bertauhid.
    2. bila ada muslim menganggap muslim tidak bertauhid, perlu dipertanyakan pemahaman agamanya??? koq bisa menganggap muslim tidak bertauhid.
    3.dakwah Nabi dan semua umat Islam yg mengikuti beliau adalah dakwah Tauhid, yaitu meng-Islam-kan yang kafir ^_^ dan para wali songo di tanah jawa merupakan ulama’2 yang sangat berjasa dalam dakwah Tauhid di Nusantara ini, sehingga Islam bisa berkembang dengan pesat di Indonesia^_^

  6. wah sip lah… saya setuju ma imam nawawi. hehe… cukup dengan itu seharusnya para wahabi itu mulai berfikir terbuka.. semoga ALLAH SWT selalu bersama kita dengan selalu mengingatnya dengan berdzikir.

    semoga kita semua bisa berjalan pada jalan yang lurus amien…

    1. Bagi yang berfikir terbuka dan terbuka pula mata hatinya untuk menerima kebenaran, pasti akan meninggalkan faham wahabi, tapi bagi ustadz yg misioner wahabi yg mendapat fulus dari saudi, meraka pasti berusaha membantah komentar Imam Nawawi diatas.

  7. @abah azra
    Manusia wahabiyun itu persis kayak robot manusia LetComm. Data pd film Star Trek. Pinter tp ga punya rasa dan wajahnya pucat pasi. Pinternya ya sekedar sesuai data yg masuk saja sesuai programernya he he he he he

  8. Fakta lapangan, sedikit cerite dari ane.
    Di kantor ane tuh keliatan banget busung dadanye kaum Sa-Wah. Salah satu kejadian waktu kemaren ade Tabligh Akbar ba’da Dzhuhur di kantor ane. Sewaktu sholat Dzuhur berjama’ah selesai, si Imam yg kebetulan kawan kerja ane yg kebetulan Aswaja lgs memimpin Do’a, dan di Aaaminkan oleh Jamaah lainnye. Nah, di Shof terdepan, tuh dua orang Sa-Wah kagak mau ikutan Do’a bareng. Ditengah2 kite lg Do’a die bedua malahan lgs diri sholat sunnah Ba’diyah Dzuhur. Dalem ati ane nih, tuh liatin dah kelakuannye orang Sa-Wah ngerasa bener sendiri n’ paling sunnah. Padahal, tibang ngangkat tangan doangan berape susehnye sihhh…??? entar kalo ente mo sholat sunnah 1000 rokaat jg kagak ngape2 deh. Walhasil, sikap2 merase paling bener dan paling sunnah secara kagak langsung malahan ngebentuk pribadi2 SOMBONG yg kagak ketulungan di hati para Wahabiyyun….Dan inilah yg mengakar kuat pade pribadi2 orang2 yg bangga teriak2 “PEMURNIAN TAUHID” dengan kedok SALAFI.

    1. Betul sekali bang Nur, ane setuju soalnya di keluarga besar kami juga ada yg wahabiyun. Sama deh, sok angkuh dengan keluarga yg lain.

      Tp kalau lg kerumah ane kagak berani macem2 macem, soale seluruh keluargaku NU semua

  9. mohon ijin sebarkan artikel UMMATI untuk kami di FAKFAK papua barat,,kami merasa resah dgn wahabi yg garang dan sangar yg notabene datng dari makasar,dgn bicara ini bidah itu syirik dan lainnya,padahal demi ALLAH kami tdk sprti yg mereka kira”..terima kasih.

  10. Admin Ummati@

    Admin Ummati, syukron info-infonya sangat bermanfaat untuk menggugah kesadaran ber-Islam yg benar. Ana merasakan manfaat yg besar dari postingan2 di blog ini, dan alhamdulillah adik-adik dan saudara ana sudah mulai agak longgar dalam bertutur kata tentang agama setelah ana kasih alamat Url Ummati Press.

    Dan postingan terbaru tentang Facebooker Imam Nawawi ini sangat inspirasional dalam menyampaikan kebenaran. Kalimatnya sederhana tapi mengena sasaran. Semoga Ummati Press tidak bosan meng-update infonya, sebab sepertinya memang tidak ada habisnya menyoroti perso’alan yg menyangkut “KEKELIRUAN/KESALAHAN WAHABISME” dalam memahami agama Islam.

    All ASWAJA dan semua pengunjung blog ini, mohon maaf ana tidak bisa koment banyak-banyak, justru ana lebih sering asik membaca postingan2 di blog ini. Tapi juga selalu menyimak diskusi di sini, sangat mencerdaskan pikiran.

    Oh ya, salam akngen buat Mas Syahid, Wong Ko Lutan, Baihaqi, Aryopati, Gondrong, Dianth dan mas-mas yang lainnya. Juga untuk teman-teman Salafy Wahabi, bukalah mata hati dan pikiran insyaallah akan mudah menerima kebenaran sehingga hidayah-NYA bisa dianugrahkan kepada kita semuanya. Amnin…..

    1. Alhamdulillah, semoga Ummu Aiman senantiasa istiqomah mengikuti ajaran Islam yg benar sesuai yg diajarkan oleh Rosulullah Saw. Ane ikut bahagia melihat Ummu sudah benar-benar sadar dari pengaruh Wahabisme. Barokallohu fik….

    1. Alhamdulillah, terimakasih Mas Imam Nawawi, sungguh tajam sorotannya kepada Ustadz M Umar Assewed yg sok paling bertahid, eh ternayata malah memusyrikkan kaum muslimin. Na’udzubillah min dzalik, semoga anak cucu dan seluruh keluarga kita diselamatkan dari fitnah Wahabi, amin…..

    2. @ irfan
      Mas Abu salafy bukan kalah hujah dgn firanda, mungkin beliau sedang sibuk menyiapkan buku keduanya tentang wahabi atau sibuk dgn pekerjaannya. kalo irfan mau berkomentar disini aja tapi komentarnya jangan caci maki kayak anti syiah.

  11. Artikel yang cukup bagus dari Imam Nawawi dan saya perlu garis bawahi kalimat “Dakwah Tauhid dan Dakwah Takfir”, semoga kita selalu diberi hidayah oleh Allah swt. Amiin
    Terima kasih @admin and Team, semoga sukses membawa misi Aswaja kedepan.
    Wassalam

  12. tidak cukup menggunakan perkataan ‘ulama salaf saja untuk masalah tawasul
    perlu juga bukti keshahihan ucapan ‘ulama tersebut, krn ‘ulama salaf pun tidak terbebas dari dosa.

    tolong buktikan keshahihan ucapan ‘ulama salaf tsb tntang tawasul wahai pecinta kaum ‘alawiyah.

    1. @mas Abu Hurairah
      Silakan dibaca artikelnya, sudah dijelaskan oleh Imam Nawawi tentang kesahihan tawasul dengan menukil berbagai pendapat dari karya-karya para Ulama Salaf.

    2. Abu Hurairah@

      Kalau Ulama Salaf aja kalian anggap demikian rendah, apalagi Muhammad bin Abdul Wahhab, Albani, Bin Baz, Utsaimin dan ulama-ulama Wahabi lainnya yg kalian anggap seperti Nabi kalian, pastilah ulamaulama kalian itu jauh lebih buruk, pasti!!!

  13. Buat all wahabiyun

    Apa berIslam seperti di Arab Saudi yg sekarang ini yg paling persis 99% dengan jaman Nabi?
    Apa buktinya kalau tauhid ala wahabiyun yg 3 itu paling sempurna?

    1. MBAH ini gimana toh ???? ya nggak mungkin dijawab lah apalagi si @AH dia bingung liat pertanyaan si Mbah Redhy……

  14. Assalamualaikum,,
    Salam kenal smw ny.
    Ane snang bgt ma blog ini,,
    Maju terus Ahlussunnah.,
    Ganyang wahaby do2l,,(kata guru ane,mreka2 ntu org2 yg kwalat).

    1. Ya allah ampunilah kami,ampunilah kedua orang tua kami serta ampuni saudaraku muslimin wal muslimat ……….amin
      Alhamdulillah makasih atas pencerahannya

  15. Inalillahi wainailaihirojiun …………………….. Ya allah ampunilah kami,ampunilah kedua orang tua kami serta ampuni saudaraku muslimin wal muslimat ……….amin
    Alhamdulillah makasih atas pencerahannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker