Salafi Wahabi

Encyclopedia Britannica dan Sejarah Fiktif Wahabi Rustumiyyah

Pengantar: Encyclopedia Britannica: Membongkar Sejarah Fiktif Wahabi Rustumiyyah. Ada sejarah fiktif tentang Wahabi yang beredar cukup luas di kalangan penganut sekte Wahhabi. Dan tampaknya mereka cukup mempercayainya, yaitu tentang Wahabi Rustum dari Afrika. Sejarah fiktif ini dibuat untuk menipu penganut aliran Wahabi, bahwa Wahabi bukan berasal dari Najd Saudi Arabia.

Bagi para tokoh Wahabi mungkin mereka kuatir kalau pengikut mereka mengetahui fakta bahwa ajaran mereka ternyata benar-benar muncul di Najd Saudi Arabia. Hal ini seperti diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadits shahih akan kemunculan kaum penebar fitnah Islam di Najd.

Karena itu para tokoh Wahabi mencoba menutupi sejarah dan fakta tentang mereka dengan memunculkan sejarah fiktif tentang Wahabi Rustumiyyah. Jadi hadits Nabi saw tentang akan munculnya “fitnah tanduk syetan” di Najd sambil menunjuk ke arah timur Madinah itu benar-benar menjadi kenyataan di akhir zaman ini. Yaitu kaum yang ciri-cirinya persis sama dengan Kaum Wahabi. Wallohu a’lam….

Berikut ini KH. Thobary Syadzili menyodorkan fakta tentang Wahabi yang diterjemahkan dari  Encyclopaedia Britannica Facts Matter, sebuah ensiklopedi terlengkap yang ada di muka bumi. Yuk, kita simak bersama….

 

WAHABI BERASAL DARI NAJD, HIJAZ (SAUDI ARABIA), BUKAN BERASAL DARI AFRIKA

Dalam bedah buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi” yang diadakan oleh penerbit Pustaka Al-Kautsar di Senayan Jakarta Selatan pada bulan Maret 2012 yang lalu, AM Waskito salah seorang tokoh Wahabi Salafi mengatakan di hadapan audiance bahwa: “Wahabi bukan berasal dari Najd Saudi Arabia, tapi berasal dari sebuah tempat di Afrika jauh sebelum lahirnya Muhammad bin Abdul Wahab.”

Pernyataan AM Waskito tersebut di atas merupakan suatu kebohongan dan berusaha melakukan penyimpangan terhadap sejarah. Hal itu bisa dilihat dan dibuktikan di kitab-kitab atau buku-buku yang berkaitan dengan sejarah, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggeris dsb.

Di dalam Encyclopaedia Britannica Facts Matterhttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=488069987904300&set=a.488069461237686.108855.100001039095629&type=3&theater ) diterangkan sebagai berikut:

Wahhābī, also spelled Wahābī, any member of the Muslim puritan movement founded by Muḥammad ibn ʿAbd al-Wahhāb in the 18th century in Najd, central Arabia, and adopted in 1744 by the Saʿūdī family.

banner gif 160 600 b - Encyclopedia Britannica dan Sejarah Fiktif Wahabi Rustumiyyah

The political fortunes of the Wahhābī were immediately allied to those of the Saʿūdī dynasty. By the end of the 18th century, they had brought all of Najd under their control, attacked Karbalāʾ, Iraq, a holy city of the Shīʿite branch of Islām, and occupied Mecca and Medina in western Arabia. The Ottoman sultan brought an end to the first Wahhābī empire in 1818, but the sect revived under the leadership of the Saʿūdī Fayṣal I. The empire was then somewhat restored until once again destroyed at the end of the 19th century by the Rashīdīyah of northern Arabia. The activities of Ibn Saʿūd in the 20th century eventually led to the creation of the Kingdom of Saudi Arabia in 1932 and assured the Wahhābī religious and political dominance on the Arabian Peninsula.

Members of the Wahhābī call themselves al-Muwaḥḥidūn, “Unitarians,” a name derived from their emphasis on the absolute oneness of God (tawhid). They deny all acts implying polytheism, such as visiting tombs and venerating saints, and advocate a return to the original teachings of Islām as incorporated in the Qurʾān and Ḥadīth (traditions of Muḥammad), with condemnation of all innovations (bidʿah). Wahhābī theology and jurisprudence, based, respectively, on the teachings of Ibn Taymīyah and on the legal school of Aḥmad ibn Ḥanbal, stress literal belief in the Qurʿān and Ḥadīth and the establishment of a Muslim state based only on Islāmic law.

Artinya:
=====

Wahhabi, juga dieja Wahabi, adalah anggota gerakan puritan Muslim yang didirikan oleh Muḥammad ibn ‘Abd al-Wahhab pada abad ke-18 di Najd, Arab bagian tengah, dan diadopsi pada 1744 oleh keluarga Sa’udi.

Nasib baik politik Wahhabi dapat segera bersekutu dengan orang-orang dari dinasti Sa’udi. Pada akhir abad ke-18, mereka menjadikan semua wilayah Najd di bawah kendali mereka, menyerang Karbalaʾ, Irak, sebuah kota suci Syi’ah cabang Islam, menduduki Mekkah dan Madinah di bagian barat Arabia. Sultan Ottoman mengakhiri kekaisaran Wahhabi pertama pada tahun 1818, namun sekte tersebut dihidupkan kembali di bawah kepemimpinan Sa’ udi Faasal I. Kekaisaran ini kemudian dihancurkan kembali pada akhir abad ke-19 oleh Rashidiyah dari utara Arabia . Akhirnya pada abad ke-20 Ibnu Sa’ud mendirikan Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1932 dan menjamin dominasi agama dan politik Wahabi di Semenanjung Arab.

Anggota gerakan Wahhabi menyebut diri mereka sebagai al-Muwaḥḥidūn, “Unitarian,” sebuah nama yang berasal dari penekanan mereka terhadap kesatuan mutlak Allah (tauhid). Mereka menolak semua perbuatan yang berbau syirik / polytheisme, seperti mengunjungi makam-makam dan ziarah ke makam-makam orang suci, serta menganjurkan kembali ke ajaran asli Islam yang berlandaskan pada hukum al-QurʾAn dan Hadis (tradisi Muḥammad), dengan mengutuk semua perbuatan yang berbau bidʿah (inovasi). Teologi dan yurisprudensi (hukum Islam) Wahabi, masing-masing berasal dari ajaran Ibnu Taimiyyah dan sekolah hukum dari Ahmad ibn Hanbal, menekankan keyakinan secara literal dalam al-Qurʿan dan hadits dan pembentukan sebuah negara Muslim yang hanya didasarkan pada hukum Islam.

 

Oleh: KH. Thobary Syadzily

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

20 thoughts on “Encyclopedia Britannica dan Sejarah Fiktif Wahabi Rustumiyyah”

  1. Yuk…. kita tunggu bagaimana kawan2 Wahabi mengelak dari fakta sejarah dari Ensiklopedi Brtanica ini.

    Jangan2 nanti mereka bilang “Informasi dari Orang2 kafir kok dipercaya?”

  2. Kaum Wahabi pasti akan tidak percaya dgin formasi dari orang2 kafir di Insiklopedui Britanika, sebab informasi ini mergikan buat teman2 Wahabi. Kalau menguntungkan baru mereka percaya. Biasanya mereka akan tetap ngeyel walaupun dikasih fakta seakurat apa pun kalau fakta tsb terasa merugikan bagi sektenya. Termasuk musyrik apa nggak ya, pemujaan seperti ini?

  3. Komen2 si ibn abdul ini kok selalu NGGAK pernah mutu ya..kalau tidak keluar dari topik pembahasan ya bisanya cuma mencela dan membodoh2kan doang. Ciri has Waheboy banget 😉

  4. PENGAKUAN MATA-MATA INGGRIS DALAM MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM
    Muhammad Siddiq Gumus
    AL IKHLAS
    Data buku
    Judul
    Pengakuan mata mata Inggris dalam menghancurkan kekuatan Islam
    Penyadur
    Masduki
    Disain sampul
    Penerbit
    Pencetak
    Usaha Offset
    Penerbit
    Al Ikhlas
    Alamat
    Jl. Praban No. 55. PO Box 1023.
    Telp (031) 53442l5-5322580-5315402.
    Faksimil (031) 5310594.
    SURABAYA 60275 INDONESIA
    Anggota IKAPI
    No. 15/ITL
    Buku asli
    Confession of a British Spy
    Penulis
    Muhammad Siddiq Gumus
    Penerbit
    Hakikat Kitabevi, Istanbul, Turki
    Isi di luar tanggung jawab Percetakan
    PENGANTAR PENERJEMAH.
    Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan ke haribaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW, berikut Ahlul Bait, para sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.
    Dorongan untuk menerjemahkan buku yang berjudul Confession of a British Spy ini dikarenakan penerjemah melihat nilai urgensinya untuk dibaca oleh generasi muda Islam sebagai kekuatan yang mampu mendorong dan menyegarkan ingatan umat bahwa kejayaan dan kekuatan Islam yang kokoh di masa lalu berhasil dirobohkan oleh kekuatan Inggris melalui politik pecah belah intern umat, memupuk sekte-sekte dalam Islam, dan diakhiri dengan sedikit hantaman militer. Taktik yang dilakukan Inggris dalam usaha menaklukkan suatu wilayah, kemudian mengeruk kekayaan alamnya adalah dengan memperbudak warga pribumi di daerah sasaran. Cara ini mirip dengan yang pernah dilakukan Belanda setelah kegagalan mereka menaklukkan rakyat Aceh, yaitu dengan menyusupkan Snough Horgronyc ke Aceh sebagai “ulama”.
    Di samping tujuan itu, penerjemahan juga mengingatkan umat Islam agar mengambil pelajaran darinya sebagai langkah untuk merekonsiliasi ummat menuju kebangkitan Islam sehingga bukan sekedar sebagai masyarakat yang hanya bisa mengenang The Glory of The Past, tetapi juga harus bisa meraih kembali segemilang di masa lalu, yang pada gilirannya menjadi mereka umat yang The Glory of The Future.
    Dalam penerjemahan buku, tentu penerjemah tidak melakukannya sendirian, tetapi dibantu istri tercinta, khusunya datam masalah teknis. Karena itu, saya ucapkan terima kasih ke padanya, juga ke pada Penerbit Al Ikhlas atas kesediannya menerbitkan buku ini.
    Semoga buku kecil ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan dicatat sebagai amal ibadah. Akhirnya,
    penerjemah mengharap tegur sapa dari mana pun atas kekurangan penerjemahan ini. Insyaallah penerjemah akan menyambutnya dengan tangan terbuka dan ucapanan terima kasih.
    Muhammad Siddiq Gumus
    CATATAN REDAKSI
    Buka Confessions of a British Spy yang diterjamahkan dengan judul Pengakuan Mata-mata Inggris Dalam Menghancurkan Kekuatan Islam banyak mengandung analisa sejarah yang penuh kontroversi. Kontroversinya terletak pada penafsiran-penafsiran berbagai peristiwa sejarah yang bertolak belakang dengan penulisan buka-buka sejarah yang ada. Ketokohan sejumlah tokoh pembaru dan pemikir Islam, berikut gerakan dan aliran mereka, misalnya dalam buku ini keberadaan mereka digugat, bahkan dihitung sebagai bagian dari rekayasa Inggris. Mungkin penulisan semacam ini akan meberi daya tarik tersendiri. Akan tetapi, yang jelas, analisanya bisa dijadikan bahan kajian dan sudah pasti membutuhkan telaah kritis dalam semangat keislaman. Redaksi memang menemukan beberapa keanehan dalam dialog-dialog Hempher dengan Muhammad al-Najd, terutama mengenai diskusi mereka tentang esensi salat, hukum minuman keras, kawin mut’ah, dan beberapa pandangan mereka tentang ulama mazhab.
    Malah pencatatan masa pendeklarasian gerakan Wahabi juga ditulis berbeda dan di dalamnya ada kesenjangan waktu yang cukup lama dengan proses pendekatan Hempher dari semenjak perkenalannya hingga pembentukan “konspirasi” Inggris dan Najd. Meski demikian, paling tidak, dengan informasi dari buku ini kita akan mencoba mengkritisi kembali penulisan buku sejarah, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan dunia Islam pra dan pasca Perang Dunia I dan II. Sejarah memeng harus terus dikaji ulang untuk menemukan penafsiran yang terbenar, dan buku ini adalah sebuah tantangan.
    Ada dua hal yang harus diperhatikan mengenai buku ini sebelum menelaahnya lebih lanjut. Pertama, penyingkapan berbagai informasi kontroversi dalam buku ini harus benar-benar dilakukan dengan konsepsi orisinil Islam. Artinya, informasi-informasi di dalamnya kita dudukkan sebagai kabar yang memiliki dua kemungkinan: benar jika sesuai dengan bukti sejarah dan bohong jika tidak selaras dengan buku sejarah. Ukurannya tentu dengan term-term dan nilai-nilai Islam, baik yang berkaitan hubungan intern umat maupun ekstern. Karena itu kita pun butuh bukti empiris sejarah sebagai standar kedua, yaitu telaah kritis fakta-fakta dan rumusan-rumusan sejarah dan konsepsi dan metodologi sejarah dalam bingkai tatanan ukuran pertama, sehingga kita bisa melihat apakah buku ini merupakan bagian dari rantai sejarah atau sejarah yang menyimpang.
    Terakhir. Penerbit mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk lebih mempertegas identitas buku ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa persoalan-persoalan yang belum kita selesaikan sangat banyak, meski kita terkadang merasa sudah melakukan banyak hal, dan koreksi buku ini adalah bagian kecil darinya. Semoga kehadiran buku ini akan semakin menggugah kita untuk berpikir lebih kritis dan dewasa. Sesungguhnya kebenaran pasti menang dan kebohongan past lenyap.
    AL IKHLAS | PENDAHULUAN
    Allah Ta ‘ala berfirman dalam surat al-Maidah (yang artinya): “Musuh terbesar Islam adalah Yahudi dan orang-orag musyrik.” Kejahatan pertama yang dirancang dalam rangka menghancurkan Islam dari dalam dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’. Setelah diangkatnya Isa a.s. ke langit, sejumlah Bibel ditulis. Banyak dari umat Nasrani menjadi musyrik karena mempercayai adanya Tuhan lebih dari satu. Sedang yang lain menjadi kafir karena tidak mempercayai kenabian Muhammad saw. Orang-orang ini dan Yahudi dinamakan Ahlul Kitab. Saat Islam muncul, hegemoni.para pendeta sebagaimana yang terjadi pada abad yang dinamakan the Dark Ages (abad kegelapan), dihapuskan. Mereka mendirikan organisasi missionaris untuk melawan Islam. Inggris, dalam hal ini adalah pionernya. Sebuah Kementrian Persemakmuran yang didirikan di London bertujuan meruntuhkan kekuatan Islam. Orang-orang yang bekerja dalam kementrian ini dilatih dengan menggunakan rancangan yang licik, sulit dideteksi, mereka beroperasi dengan menggunakan kekuatan politik dan militer yang telah tersedia.
    Hempher adalah salah satu dari sekian ratus mata-mata yang dikirim ke negara tujuan oleh kementrian ini, menjebak seorang muslim yang bernama Muhammad Annajd di Basroh,
    menyesatkannya selama bertahun-tahun dan menggiringnya mampu mendirikan satu aliran yang bernama Wahhabi pada tahun 1125 H (1713 M). Kemudian mengumumkan secara resmi aliran itu pada tahun 1150 H.
    Hempher adalah seorang missionaris Inggris yang telah menandatangani suatu tugas untuk melakukan kegiatan mata-mata di Mesir, Iraq, Iran, Hijaz dan Istambul, pusat kekhalifahan Islam, menyesatkan muslim dan bekerja untuk Kristen yang sesuai dengan maksud Kementrian Persemakmuran. Betapapun biaya dan tenaga yang mereka curahkan untuk menghancurkan Islam, cahaya Allah tidak akan padam.
    Karena Allah telah mengatakan dalam surat al-Hijr ayat sembilan (yang artinya): Sesungguhuya Kamilah yang benar-benar memeliharanya.” (Orang-orang kafir tidak akan bisa menodai, mengubah atau pun mengotorinya.
    Mereka tidak pernah bisa memadamkan cahaya Allah.
    Al-Qur’an diturunkan oleh Allah ke pada kekasihNya, nabi Muhammad saw sedikit demi sedikit dlam waktu dua puluh tiga tahun melalui Malaikat Jibril. Abubakar adalah khalifah pertama yang menghimpun menjadi satu kitab yang bernama Mushaf. Nabi Muhammad saw menerangkan keseluruhan Al-Qur’an kepada para sahabatnya. Para Ulama mencatat keterangan yang mereka dengar dari para sahabat Nabi. Beribu-ribu Tafsir Al-Qur’an diterbitkan di banyak negara. Semua copy Al- Qur ‘an yang ada di seluruh dunia saat ini adalah autentik, asli. Tidak ada perbedaan antara satu copi Al-Qur’an dengan copi Al-Qur’an lainnya. Sampai menjelang abad ke empat belas, muslim mengikuti apa yang diajarkan Al-Qur’an dan telah membuat kemajuan di bidang sience, politik, budaya, seni dan perdagangan. Mereka bisa mendirikan negara-negara besar. Setelah terjadi Revolusi Perancis pada tahun 1204 H (1789 M), pemuda Eropa menunjukkan tingkah laku yang tidak bermoral, kejam dan melakukan perampokan. Banyak kebohongan dilakukan oleh gereja-gereja dan para pendeta, dan sebagai akibatnya, sebagian dari generasi muda tersebut menjadi muslim, sementara yang lain menjadi ateis.
    Semakin mereka menjauhi doktrin Kristen semakin mereka memperoleh kemajuan dalam sience dan teknologi. Karena doktrin Kristen merupakan rintangan bagi kegiatan dan kemajuan dunia. Sementara sejumlah generasi muslim mempelajari buku-buku yang ditulis para pemuda yang berisi kritikan terhadap doktrin Kristen, kebohongan keyakinan dan fitnah yang dilakukan para missionaris Inggris terhadap Islam, menjadikan generasi muslim mengabaikan konsep yang diajarkan Islam. Karena menjauhi konsep Islam, maka mereka mulai mundur dalam saince, sebab salah satu prinsip yang diperintahkan Islam adalah bekerja untuk kemajuan dunia.
    Kebijakan pemerintah Inggris pada pokoknya didasarkan pada satu cara bagaimana bisa mengeruk kekayaan alam dunia, terutama kekayaan alam yang ada di Afrika dan India, mempekerjakan penduduk pribumi tanpa ada rasa manusiawi dan kemudian mengangkut seluruh hasil kekayaan alam tersebut ke lnggris. Orang-orang yang merasakan diuntungkan dengan munculnya Islam, agama yang memerintahkan keadilan, saling menyayangi dan menyuruh menyantuni yang papa, berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap kekejaman dan kebohongan yang dilakukan Inggris.
    Kami menyajikan buku ini dalam dua unit.
    Unit pertama yang terdiri dari tujuh bagian mengungkapkan fitnah dan kebohongan yang disebarkan oleh mata-mala Inggris. Fitnah-fitnah tersebut dirancang dengan sedemikian rupa oleh Inggris dengan satu tujuan untuk meruntuhkan kekuatan Islam yang dipandang sebagai penghalang terhadap tujuan mereka menguasai dunia.
    Unit ke dua mengemukakan bagaimana akal busuk Pemerintah Inggris dalam menerapkan rencana jahat yang mematikan di wilayah-wilayah kekuasaan Islam bagaimana mereka sampai berhasil dalam usaha meruntuhkan secara total Kesultanan Delhi India dan kekhilafahan Turki Utsmani, Istambul. Tentang bagaimana orang Yahudi dan Inggris menyerang Islam, bisa dibaca dalam sebuah buku berjudul “Haqiqatul Yahud” yang ditulis oleh Fuad bin Abdurrahman Rufai, yang diterbitkan oleh Maktabatus Shahabatul Islamiyah di Kuwait-Safat-Salimiyah. Buku ini membeberkan dengan menunjukkan dokumen-dokumen yang akan menyadarkan umat Islam yang terperangkap oleh aliran Wahhabi dan juga membenarkan keterangan yang dikeluarkan oleh para Ulama Sunni.
    (bersambung) ke bagiab 2

    TERIMA KASIH Tempat lesehan paling oye..

  5. SEJARAH ISLAM (Bag-2)
    Posted By Aqil Fikri
    Selasa, 01/05/3:58 PM
    MATA MATA INGGRIS DALAM NEGARA NEGARA ISLAM
    Dalam episode berikut akan kita ketahui peran besar mata mata inggris dalam usahanya menghancurkan pemerintahan Islam, betapa mata mata inggris ini begitu lihay menipu seorang ‘Ulama pada awalnya. Dan darinyalah babak awal kehancuran Ummat Islam di mulai, ya berawal dari murid seorang ‘Ulama yang menjadi mata mata Inggris untuk memata matai Ummat Islam di jantung Negaranya.

    Artikel Sebelumnya
    DAFTAR ISI
    Halaman
    Pengantar Penerjemah
    Catatan Redaksi
    Pendahuluan
    Daftar Isi
    Bagian Pertama
    Bagian Kedua
    Bagian Ketiga
    Bagian Keempat
    Bagian Kelima
    Bagian Keenam
    Bagian Ketujuh
    Suplemen: Kebencian Inggris terhadap Islam
    BAGIAN PERTAMA
    Hempher berkata sebagaimana dituturkan dibawah ini.
    Negara British Raya kami sangat luas. Sang mentari terbit di belahan Timurnya dan tenggelam di belahan Barat Lautnya. Namun demikian, negara kami relatif lemah berkaitan dengan jajahannya di India, Cina, dan Timur Tengah. Tidak semua wilayah ini berada di bawah k ekuasaan kami secara penuh. Tetapi kami telah memiliki kebijakan yang cukup ketat dan telah memperoleh keberhasilan di daerah-daerah ini. Kami dengan segera akan menguasai daerah-daerah tersebut. Dua hal yang sangat penting adalah:
    1. mempertahankan daerah-daerah yang telah dikuasai;
    2. berusaha untuk memiliki daerah-daerah yang belum dikuasai.
    Untuk pelaksanaan dua tugas berat di atas, kementrian urusan daerah jajahan menandatangani suatu komisi dari setiap daerah-daerah jajahannya. Segera setelah saya masuk menghadap Menteri urusan daerah jajahan, langsung saya dipercaya dan ditunjuk sebagai administrator serikat dagang kami di India Timur. Memang nampaknya sebuah serikat dagang, tapi kenyataannya suatu bentuk agen yang punya tugas membuka jalan untuk menguasai tanah India yang amat luas itu.
    Tentang India, kami tidak banyak khawatir, karena India adalah negara yang terdiri atas beraneka ragam suku bangsa, bahasa, dan punya kepentingan hidup yang berlawanan. Begitu juga halnya dengan Cina, agama yang dominan adalah Budha dan Konghucu, yang mana kedua agama tersebut institusinya tidak banyak menyentuh persoalan hidup, dan tak lebih hanyalah sekedar formalitas saja. Oleh sebab itu, orang-orang yang hidup di dua negara ini kecil kemungkinan mempunyai jiwa patriotisme.
    Negara-negara ini tidak banyak mengkhawatirkan pemerintahan negara kami, kendati tidak menafikan atas kemungkinan hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari. Untuk kedua hal ini kami telah merancang program jangka panjang untuk menciptakan p-e-r-p-e-c-a-h-a-n secara rapi, k-e-m-i-s-k-i-n-a-n bahkan p-e-n-y-a-k-i-t di negara-negara ini (strip dari MuNFAS).
    Untuk menutupi tujuan-tujuan tersebut, kami menyerupakan diri dan menyatukan diri dengan adat dan tradisi dari dua negara ini dengan sedemikian rupa.
    Yang membuat kami cukup cemas adalah negara-negara Islam. Untuk itu kami telah membuat sejumlah kesepakatan dengan penguasa kekhilafahan Turki Utsmani yang menguntungkan pihak kami. Anggota Kementrian Kolonial yang berpengalaman memprediksi bahwa “The Sick Man” (Penguasa yang tidak becus) itu akan mati dalam waktu kurang dari satu abad. Selain itu, kami telah membuat kesepakatan rahasia dengan pejabat Iran dan telah kami tempatkan di dua negara ini sejumlah intel untuk menciptakan korupsi, suap-menyuap, administrasi yang bobrok dan pendidikan agama yang tidak mumpuni. Yang pada gilirannya nanti dijerat dengan wanita cantik dan konsekwensinya melalaikan tugas, yang pada akhirnya mematahkan kekuatan dua negara ini (Turki dan Iran, MNF). Meski demikian tetap ada semacam kekhawatiran bahwa aktifitas yang kami jalankan tidak 100% sesuai dengan apa yang diharapkan dengan alasan berikut:
    1. Orang Islam cukup fanatik terhadap agamanya. Setiap individu muslim punya dedikasi yang kuat terhadap Islam, tidak berbeda dengan Pastur atau Pendeta, bahkan boleh jadi lebih. Sebagaimana diketahui, pastur atau pendeta lebih suka mati ketimbang melepaskan imannya terhadap Kristen.
    Orang Islam yang paling berbahaya adalah kelompok Syiah di Iran. Mereka memandang orang di luar Syi’ah sebagai orang kafir dan curang. Orang Kristen dianggap bak sampah yang berbisa. Pada hakikatnya orang Syi’ah tersebut ingin dirinya jadi orang yang terbaik dan terhindar jauh dari segala macam bentuk kotoran. Pernah saya bertanya pada mereka: “Mengapa mereka memandang orang Kristen demikian. Jawaban yang diberikan begini: “Nabi orang Islam itu sangat bijak. Beliau menempatkan orang-orang Kristen berada di bawah tekanan spiritual agar mereka menemukan jalan yang benar dengan bergabung agama Islam. Karena itu, menjadi kebijakan negara untuk menangkap orang yang ditemukan berbahaya di bawah tekanan spiritual sampai orang berjanji mau taat. Sampah yang saya katakan di sini bukan material, tapi spiritual yang tertindas yang bukan hanya khusus terhadap orang Kristen, tapi juga termasuk orang Sunni dan keseluruhan orang kafir. Bahkan, leluhur kami dulu juga termasuk.”
    Saya katakan pada orang Syi’ah tersebut: “Baik! Orang Sunni maupun orang Kristen beriman kepada Allah, Para Nabi dan Hari Pembalasan juga, mengapa mereka dikatakan curang?” Dia menjawab, “Mereka curang karena dua alasan. Pertama, mereka mendustakan Nabi kami, Nabi Muhammad. Dan kami merespon tindakan ini dengan mengikuti petuah para bijak yang mengatakan, ‘Jika seseorang menyiksa kawan kamu, kamu boleh menyiksa dia sebagai balasan dan katakan padanya: Kamu curang!’ Kedua, orang Kristen mempunyai prasangka jelek yang tidak pantas ditujukan kepada para Nabi. Contohnya, mereka mengatakan, (1) Isa Alaihissalam minum alkohol. (2) Nabi Isa dikutuk akhirnya mati di tiang salib.”
    Untuk menangkis argumentasinya; saya katakan pada orang Syi’ah bahwa orang Kristen tidak mengatakan begitu. Kata orang tadi lagi, “Ya, orang Kristen berbuat begitu. Kamu tidak tahu. Itu dikatakan dalam Bibel” Saya diam seribu bahasa. Bagaimanapun dia benar dalam hal yang pertama, tapi tidak untuk hal yang kedua. Saya tidak ingin melanjutkan adu mulut ini lebih jauh. Karena jika tidak, dia akan curiga akan keislaman saya

    TERIMA KASIH Tempat lesehan paling oye..

  6. @abdullah, kl kalian mengacu dari ensiklopedia britania, ya emang betul, krn org2 kafir inggris, portugis, francis dan bangsa penjajah lainnya menyebut pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab, dengan wahabi. Kami juga ngomongnya begitu ….malih…malih.

    1. Nah… terbuktilah prediksinya mBak Putri Karisma di atas, Orang Wahabinya terbukti masih ngeyel juga soal Najd ini, walaupun Ensklopedi Britanica ini sangat akurat mencatat bukti2 sejarah Arab Saudi and Wahhabinya.

      Intinya bukan Wahabinya tetapi Najdnya, Bang Dul Choir. Nabi Muhammad kan bicara soal Najd, bukan Wahabi. Akan tetapi Wahabi lahir di Najd dan membawa fitnah di tengah Ummat Islam di seluruh dunia kan itu menjadi kenyataan yg sangat NYATA. Tidak ada fitnah Islam di zaman ini yg sedahsyat fitnah Wahabi (dari Najd).

      Itulah maksud artikel dari Britanica Ensiklopedi ini, membuktikan bahwa Wahabi itu benar2 di Najd kemunculannya bukan di Afrika (Wahhabi Rustum) sebagaimana yg antum COPAS kemarin2 di sini.

      1. @Ansyah Ikbal
        Ternyata terbuktilah hadits Nabi SAW, bahwa Nadj (sekarang Riyad) itu ada ditimur Madinah bukan di Afrika.
        Disanalah Kawarij lahir, disanalah Wahabi Lahir, dari sanalah nenek moyang Dinasti Saud berasal, dari sanalah fitnah di tengah Ummat Islam yang menyebar keseluruh dunia bermula.

    2. saudara2 Wahabi itu sangat kuat berpatokan dg Qur’an dan Sunnah, sampai2 mereka juga nggak percaya kalau bumi itu bulat karena yg mengatakan bumi bulat adalah orang2 kafir.

      Pastilah Mas ibn Abdul Chair ini juga nggak percaya bumi bulat karena yg mengatakannya kan orang kafir, ya nggak Akhi?

      1. @ Muhammad G

        Jangan kan Bumi itu bulat, untuk hal sepele mengenai Technologist Astronomy waktu hilal pada Rhomadan dengan ketentuan berapa Drajat antara bulan-metahari saja sudah tdak mengerti dan arah Kiblat Makah lewat Google Earth yang ditunjang dng 7 satelit, atau hari pada saat matahari pas di atas Ka abah melewati bayangan matahari sudah tidak percaya dan mentertawakn dan sampai kapankah para Salafi ini akan menyesuaikan jaman Millennium, yang sudah bisa berpikir apa itu gambar , patung seni tidak bakal disembah oleh umat islam sekarang dan bukan jaman Jahiliyah (kebodohan) yg harus di kawal oleh seorang Rasul pada masanya .

        1. kwk kwk… Ya, kang BMI….

          Kok ibn Abdul Chair jadi gak berani nongol lagi, padahal gampang lho solusinya biar nggak kemaluan sama kita2, tinggal akui saja dengan lapang dada bahwa postingan di atas fakta yg benar, kan beres? Fakta sejarah kok dilawan?

    3. Ensklopedi Britanica adalah buku berjilid-jilid yang bonafiditasnya bisa diandalkan. Hampir semua peristiwa besar di dunia ini tercatat dg baik di dalam ensklopedia ini. Menurut saya wajar kalau orang2 Wahabi nggak percaya karena mereka hanya mau berpegang dg Qur’an dan Sunnah. Kalau kita katakan Wahabi muncul di Najd Arab saudi, mereka pasti akan menolaknya karena tidak ada dalam Qur’an dan Sunnah.

      Mereka juga nggak percaya kalau pernah ada KOMITE HIJAZ dari Indonesia karena di Qur’an dan Al Sunnah tidak ada catatan tentan KOMITE HIJAZ.

      Kalau mereka kita kasih tahu bahwa Indonesia merdeka 17 Agustus ’45, mereka juga akan tidak percaya kalau tidak ada dalilnya yg bersumber dari Al Qur’an dan Al sunnah. Ha ha ha…. itulah Wahabi, semua sudah tahu kan?

  7. Saya sangat berterima kasih kepada pengurus ummatipress atas kerja kerasnya membentengi umat ini. Saya harap kesibukan Anda sekalian tidak sampai mengalihkan perhatian dari hal2 penting lainnya diantaranya kekhusyu’an sholat dll (seperti yg pernah saya dengar dari ceramah Al Habib Umar bin Hafidz) karena pengalaman saya pribadi yg msh awam ini, gara2 terlalu banyak mikirin hal2 ini sholat jadi tidak khusyu’ padahal sebelumny kurang khusyu’ :mrgreen: Semoga Allah SWT selalu membimbing perjuangan Anda semua, amiin

    1. mungkin inilah salah satu “kesuksesan” wahabi yg sok usil pd ibadah & amaliyah ahlussunnah wal jamaah, shg kita mjd semakin disibukkan dg hal2 yg khilafiyah dan mengurangi kualitas shalat & ibadah kita lainnya. semoga Gusti ALLAH senantiasa memberikan hidayah pd kita semua, amin.

  8. BAGIAN KE-3 : LA ketemu sang Maestro Wahabiyah di negara kita menamakan diri Salafi Manhaj Salaf MUHAMMAD AN-NAJD putra Abdul Wahab

    Dan mata mata inggris dalam sejarah islam ini pada awalnya sangat pintar menilai karakter Orang orang Islam dari masing masing daerahnya.
    Mata mata inggris dalam sejarah Islam ini merupakan bukti adanya program terpadu dari pihak barat untuk menghancurkan islam dari dalam, mata mata inggris inilah yang kelak dapat mengubah arah sejarah islam dimasa mendatang
    ***
    Mari kita simak perjalanan seorang mata mata inggris dalam sejarah islam yang berhasil memporak porandakan kesatuan ummat islam dengan cara tanpa disadari, berikut:
    Saat pertama tiba di Basrah, saya tinggal di sebuah masjid. Imam masjid saat itu penganut aliran Sunni, asli orang Arab, bernama Syaih Umar Ta’i. Pada awal pertama pertemuan, dia mengira saya belum tahu apa-apa tentang fikih. Dikira saya masih pemula sehingga dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang tata cara mandi. Saya diam, tidak menjawab pertanyaan yang dia lontarkan. Kemudian, saya angkat bicara begini: “Saya ini datang dari daerah Igdir Turki. Dan saya pernah menjadi murid Ahmad Efendi, Istambul. Saya bekerja pada seorang bos kayu bernama Khalid.” Saya memberikan cukup keterangan tentang Turki yang saya peroleh selama tinggal di Istambul. Saya juga mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Turki.
    Imam tersebut memberikan isyarat pada salah satu yang hadir yang menanyakan apakah saya berbicara bahasa Turki dengan benar. Jawabannya positip, Imam yakin bahwa saya memang benar-benar orang Turki. Saya merasa segala sesuatunya bisa berjalan sebagaimana rencana.
    Tetapi yang terjadi, ternyata perkiraan saya meleset. Beberapa hari kemudian saya merasa kecewa atas sikap Imam masjid yang mencurigai saya sebagai mata-mata pemerintahan Turki. Selang beberapa waktu kemudian, saya mengerti alasan dia mencurigai saya sebagai mata-mata.
    Mereka, orang-orang Basrah pada umumnya tidak setuju dengan Gubernur yang ditunjuk oleh Istanbul yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat Basrah. Karena dipaksa meninggalkan masjid oleh Syaih Umar Ta’i, saya menyewa satu kamar pada sebuah penginapan yang biasa dipergunakan oleh para pelancong dan orang asing. Pemilik penginapan tersebut adalah seorang yang idiot bernama Mursyid Efendi. Setiap pagi dia mengganggu saya, mengetok pintu keras-keras untuk membangunkan saya, saat adzan subuh dikumandangkan.
    Saya tidak ada pilihan lain kecuali menuruti omongannya. Saya segera bangun untuk melaksanakan shalat Subuh. Lagi-lagi dia berkata, “Kamu harus membaca Al-Qur’an setelah mengerjakan Shalat Shubuh.” Saat saya mengatakan bahwa membaca Al-Qur’an bukan wajib dan menanyakan mengapa dia bersikeras memaksa saya, dia menjawab, tidur sehabis shalat Subuh akan membawa kemelaratan dan kemalangan terhadap penginapan dan orang yang menginap.” Saya harus tunduk pada kata-katanya karena kata dia jika tidak, saya akan diusir dari penginapan tersebut. Sehingga segera setelah adzan Subuh dikumandangkan, saya harus bangun untuk mengerjakan shalat Subuh dan sesudah itu membaca Al-Qur’an selama satu jam. Pada suatu hari Mursyid Efendi mendekati saya dan berkata, “Sejak kamu tinggal di sini, di penginapan ini kemalangan bertubi-tubi menimpa saya.
    Kusimpan rasa tidak senangku ini padamu. Karena kamu masih sendiri, alias bujang, itu alamat celaka. Kamu sekarang boleh pilih menikah atau meninggalkan penginapan.” Saya mengatakan saya tidak mempunyai cukup ekonomi untuk menikah. Saya tidak berani mengatakan alasan impoten, sebagaimana yang pernah saya berikan pada Ahmad Efendi dulu, karena tipe Mursyid Efendi adalah blak-blakan yang tentu akan menelanjangi saya jika beralasan saya impoten. Saat saya menyampaikan alasan di atas, Mursyid menegur saya dengan mengatakan, “Betapa lemah imanmu! Tidakkah kamu pernah membaca firman Allah, “Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kemurahan-Nya?” Saya sempat bingung. Akhirnya saya berkata, “Baiklah, saya akan segera menikah. Tetapi harus kamu yang menyediakan segala sesuatunya, mau? Atau, dapatkah kamu mencarikan untuk saya seorang gadis yang mau membiayai pernikahan?” Setelah merenung sejenak, dia berkata, “Saya tak mau peduli! Sanggup menikah pada awal bulan Rajab, atau meninggalkan penginapan ini.” Sementara saat itu hanya tinggal dua puluh lima hari lagi batas deadline yang diberikan Mursyid Efendi terhadap saya. Sambil lalu saya ingat-ingat bulan dalam Islam Muharam, Safar, Rabi’ul-awal, Rabi’uI-akhir; Jumadil awal, Jumadil-akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulqo’dah, Dzulhijah. Jumlah hari-harinya dalam satu bulan tidak lebih dari tiga puluh dan tidak kurang dari dua puluh sembilan. Dan perhitungannya didasarkan atas perjalanan bulan. Ya, pada akhirnya saya memilih meninggalkan penginapan Mursyid Efendi dan diterima bekerja sebagai pembantu tukang kayu.
    Kami telah membuat kesepakatan bersama dengan bayaran yang relatif rendah. Hanya saja masalah tempat tidur dan makan menjadi tanggungan majikan. Saya pindahkan semua barang yang saya miliki dari tempat penginapan ke rumah bos saya, jauh sebelum bulan Rajab datang.
    Bos saya tersebut orang cukup baik. Dia memperlakukan saya seperti anaknya sendiri. Dia pengikut Syi’ah dari Khurasan, Iran dan punya nama Abdur Ridla. Saya gunakan persahabatan dengan Abdur Ridla tersebut untuk belajar bahasa Persi. Setiap sore orang-orang Syiah berkumpul di tempat Abdur Ridla. Mereka membicarakan sejumlah permasalahan, mulai dari soal politik sampai soal ekonomi. Lebih dari itu, memperbincangkan soal ketidakberesan pemerintahan Istambul sudah merupakan menu sehari-hari mereka. Kapan saja dilihat ada orang yang mencurigakan masuk ikut nimbrung pada perkumpulan mereka, langsung saja mengalihkan pokok persoalan, semacam persoalan-persoalan pribadi. Semula saya tidak tahu mengapa mereka begitu mempercayai saya. Ternyata alasan mereka simpel sekali. Saya orang dari Azerbaijan sebab saya lancar berbicara Turki.
    Sesekali muncul seorang pemuda mampir ke tempat kerja kami. Dilihat dari penampilannya, kayaknya seorang mahasiswa yang sedang mengadakan riset ilmu pengetahuan. Pemuda itu cukup mahir dalam berbicara bahasa Arab, Persi dan Turki. Namanya M-u-h-a-m-m-a-d al-Najd.
    Tipe orang ini adalah minder dan kurang punya sopan santun. Mereka dalam perkumpulan tersebut senang betul mengeritik habis-habisan pemerintahan Turki Utsmani, sementara itu tidak mau membicarakan kekurangan-kekurangan dalam pemerintahan Iran.
    Alasan yang membuat Muhammad Annajd dan bos kayu, Abdur Ridla begitu akrab adalah kedua orang tersebut tidak menyukai pejabat-pejabat dalam pemerintahan Turki. Akan tetapi, sedikit rada aneh, kok bisanya Muhammad Annajd yang beraliran Sunni paham bahasa Persi dan akrab dengan Abdur Ridla yang Syi’ah. Ternyata di kota ini yang mayoritas Syi’ah ini, orang Sunni berpura-pura bersahabat dengan orang Syi’ah. Dan memang mayoritas penduduk kota tersebut lancar baik bahasa Arab, Persi maupun Turki.
    Kalau dilihat dari luar, nampaknya Muhammad Annajd orang Sunni. Dan “Sunny itu Kafir Menurut Syi’ah” Kendati mayoritas orang Sunni tidak suka dan senang mencela orang Syi’ah, yang terkadang mengatakan orang Syi’ah sebagai orang tidak beriman alias murtad. Pemuda ini tidak pernah berbuat begitu. Menurut dia, tak ada alasan bagi orang Sunni untuk harus mengikuti salah satu dari empat mazhab yang ada. Seraya mengatakan, “Kitabullah tidak satupun memuat adanya bukti berkaitan dengan empat madzhab ini.” Dia menganggap enteng saja ayat Al-Qur’an pada satu persoalan dan melalaikan Hadits.
    Berkenaan soal Empat Madzhab yang ada: satu abad setelah wafatnya Nabi Muhammad, empat ulama muncul dari tengah-tengah masyarakat muslim Sunni. Mereka itu Abu Hanifah, Ahmad bin Hambal, Malik bin Anas, dan Muhammad bin Idris Assyafi’i. Para Khalifah menekankan kaum muslim sunni, untuk mengikuti salah satu dari empat madzhab tersebut.
    Para Khalifah tersebut mengatakan bahwa tidak ada selain dari empat ulama ini yang mampu melakukan ijtihad istimbat hukum dari Al-Qur’an maupun Hadits. Gerakan ini jelas telah menutup pintu gerbang pengetahuan dan pemahaman bagi muslim Sunni. Larangan ini dipandang sebagai biang keladi penyebab atas mandegnya ilmu pengetahuan Islam. (Keputusan menutup pintu ijtihad pada tahun 409 Hijriyah). Orang Syi’
    Bersambung>>>

  9. PERJUMPAAN LAUREN OF ARABIA (LA) MR HEMPLER DG MUHAMMAD AN-JAJD PENGASAS WAHABIYAH-SALAFI-MANHAJ SALAF

    Pada bagian kali ini kita akan membaca bagian perjumpaan antara Mr Hempher alias Muhammad dengan Muhaammad bin Abdil Wahab dan proses pencucian otak kepada diri Muhammad bin Abdil Wahab sehingga menjadi orang yang radikal

    Orang Syi’ah, menggunakan kesempatan emas ini. Pernyataan sikap menutup pintu ijtihad ini dimanfaatkan untuk menyebarluaskan pengikut mereka. Jumlah pengikut Syi’ah yang semula hanya berkisar kurang dari sepersepuluh dari orang Sunni pada akhirnya menjadi banyak dan bisa mengimbangi jumlah pengikut Sunni. Gejala semacam ini masuk akal karena ijtihad itu bak sebuah senjata. Ijtihad itu bisa memperbaiki fiqih Islam dan pemahaman akan Al-Qur’an dan hadits. Larangan ijtihad di sisi lain bak senjata makan tuan, akan mengurung pengikut madzhab tersebut dalam ruang lingkup kerangka kerja tertentu. Dan pada gilirannya penutupan pintu gerbang ijtihad ini mengesampingkan tuntutan zaman. Seandainya saja senjata yang dimiliki seseorang adalah rotan dan yang dimiliki musuh pistol, maka yang punya senjata rotan cepat atau lambat akan terpukul mundur oleh musuh. Saya pikir pemuka dari orang-orang Muslim Sunni mestinya kembali membuka ‘The gate of ijtihad’ di masa mendatang. Jika tidak mereka akan menjadi minoritas, sementara pengikut Syi’ah menjadi mayoritas dalam beberapa abad saja.
    Pemuda yang bernama Muhammad Annajd tersebut mempunyai pendapat yang independen dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits. Dia mengesampingkan pemahaman para ulama, tidak hanya ulama pada zamannya, tapi juga ulama empat mazhab dan bahkan pemahaman para sahabat seperti Abu Bakar, Umar dan sahabat lain. Kapan saja dia melewati ayat Al-Qur’an yang pemahamannya tidak sesuai dengan pemahaman ulama lain, dia berkata, “Nabi bersabda: ‘Saya tinggalkan Al-Qur’an dan Hadith untukmu.’ Nabi tidak mengatakan, ‘Saya tinggalkan Al-Qur’an, Hadis, Sahabat, dan imam-imam madzhab untukmu. Karena itu sesuatu hal yang wajib adalah mengikuti Al-Qur’an dan Hadits, kendati boleh jadi berlawanan dengan pendapat para imam madzhab ataupun pernyataan para Sahabat.”
    Dalam perbincangan jamuan makan malam di rumah Abdur Ridla, silang pendapat terjadi antara Muhammad Annajd dan tamu dari Qum, seorang ulama Syi’ah bernama Syaih Jawwad. Perbincangan itu berlangsung seperti berikut.
    “Karena Anda menerima pendapat bahwa Ali adalah seorang mujtahid, mengapa Anda tidak mengikuti Ali sebagaimana orang Syi’ah?” kata Syaikh Jawwad.
    “Ali tidak berbeda dengan Umar ataupun sahabat-sahabat lain. Pernyataannya tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum. Hanya Al-Qur’an dan Hadits yang bisa dijadikan dasar hukum,” Sanggah Muhammad al-Najd.
    “Nabi pernah bersabda : Saya adalah kota ilmu, sedang Ali pintu gerbangnya. Bukankah itu merupakan pertanda adanya nilai lebih Ali terhadap Sahabat-sahabat lain?”
    “Jika benar pernyataan Ali bisa dijadikan sumber hukum, mengapa Nabi tidak mengatakan, ‘Saya tinggalkan (sepeninggal) Kitabullah, Al-Hadits, dan Ali?” gugat Muhammad al-Najd.
    “Ya, saya setuju bahwa Nabi tidak mengatakan begitu, namun demikian dalam Hadits lain Nabi bersabda, ‘Saya tinggalkan (sepeningalku) Kitab Allah dan Ahlul Baitku (keluargaku). Dan Ali dalam hal ini adalah anggota utama dari keluarga Nabi.” (Muhammad Annajd semula menolak hadits yang mengatakan seperti tersebut di atas. Dia baru mengalah setelah Syaikh Jawwad mengemukakan sejumlah bukti-bukti yang meyakinkan. Namun demikian Muhammad Annajd tetap ingin tahu akan kebenaran Hadits di atas).
    “Anda menegaskan bahwa Nabi pernah mengatakan, ‘Saya tinggalkan, kepadamu Kitab Allah dan Keluargaku’ lalu apa fungsi Hadits Nabi?”
    “Hadits Nabi itu merupakan penjelasan dari Al-Qur’an. Sabda Rasulullah yang mengatakan, ”Saya tinggalkan kepadamu Kitab Allah dan Keluargaku,’ ungkapan Kitabullah mencakup Sunnah, yang fungsinya sebagai penjelas Al-Qur’an,” jelas Syaikh Jawwad.
    “Sejauh pernyataan Ahlul Bait merupakan penjelas Al-Qur’an, mengapa diperlukan Hadits untuk menjelaskan Al-Qur’an?”
    “Ketika Rasulullah wafat, umat Islam membutuhkan penjelasan Al-Qur’an yang mampu memenuhi tuntutan zaman. Di sini letaknya alasan Rasulullah menyuruh umatnya untuk mengikuti Al-Qur’an. Dalam hal ini yang asli dan Ahlul Bait yang akan menafsirkan Al-Qur’an tersebut
    sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman,” begitu penjelasan Syaikh Jawwad pada Muhammad al-Najd.
    Saya cukup tertarik dengan adu argumentasi antara dua orang tersebut. Muhammad Annajd mati kutu, tidak bisa sedikitpun di hadapan Syaikh Jawwad. Seperti sudah berada di tangan pemburu.
    Muhammad adalah tipe manusia yang sudah lama saya cari. Kurang respeknya terhadap ulama pada zamannya, menganggap rendah, bahkan terhadap keberadaan empat Khalifah dalam hukum Islam. Pendapatnya yang independen dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits merupakan titik paling rawan untuk dihantam dan dijadikan makanan empuk. Sungguh jauh berbeda kondisi pemuda ini dibanding dengan Ahmad Efendi, yang dulu pernah menjadi guru saya di Istambul. Ahmad Efendi sebagaimana pendahulunya, mengingatkan saya akan kokohnya sebuah gunung yang berdiri tegak. Tidak ada satupun kekuatan yang mampu mengubah pendiriannya. Kapan saja dia menyebut nama Abu Hanifah, dia langsung berdiri dan bergegas untuk mengambil air wudlu. Kapan saja dia bermaksud memegang buku Hadits susunan Bukhari, dia ambil Wudlu lagi. Dan memang orang Sunni benar-benar mengakui kebenaran dan kesahihan hadits yang termuat dalam kitab Hadits susunan Bukhari tersebut.
    Di sisi lain, Muhammad Annajd rneremehkan keberadaan Abu Hanifah. ‘Saya lebih tahu ketimbang Abu Hanifah.” katanya. Dan lagi masih menurut dia bahwa kitab Hadits susunan Bukhari tersebut tidak autentik, tidak bisa jadi pegangan.
    Saya berusaha untuk menjalin persahabatan yang akrab dengan Muhammad Annajd. Saya meluncurkan kampanye akan kealiman dia di mana saja kondisi mendukung dan memungkinkan. Pernah suatu ketika saya melontarkan kata-kata pada dia, “Kamu itu sesungguhnya lebih berkapasitas dari pada Umar bin Hattab dan Ali. Seandainya saja sekarang Nabi masih hidup, pasti dia akan menunjuk kamu sebagai Khalifah penggantinya. Saya, berharap Islam nantinya bisa diperbaiki dan diperhitungkan oleh dunia internasional melalui tanganmu. Kamu satu-satunya ulama yang akan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia,”
    Muhammad bin Abdul Wahhab Annajd dan saya menyusun suatu penafsiran Al-Qur’an baru dan penafsiran ini bersifat independen sesuai dengan pemahaman kami yang boleh jadi berbeda dengan penafsiran para sahabat, para Imam Madzhab, dan ulama tafsir pada umumnya. Kami menelaah Al-Qur’an dan membahasnya ayat per ayat. Tujuan saya di sini menggiring Muhammad Annajd, yang pada finalnya nanti mau memproklamirkan dirinya sebagai ‘Revolusioner’ dan bisa menerima ide dan gagasan saya tanpa ada rasa berat hati. Sehingga, saya mesti memberikan sokongan moral dan bisa meyakinkan dia.
    Pernah pada suatu kesempatan saya melontarkan satu pendapat begini, “Sesungguhnya jihad itu tidak wajib.” Dia protes, “Kamu mau melawan perintah Allah, firman ‘Berjihadlah melawan orang-orang kafir?”(1)
    (1) Q.S. Attaubah ayat: 73.
    Saya katakan, “Kalau memang wajib adanya berperang melawan orang-orang kafir, mengapa Nabi tidak berperang melawan orang-orang munafiq kendati ada firman Allah yang berbunyi , ‘Berperanglah kamu melawan orang-orang kafir dan munafiq’?”(2)
    (2) Q.S Attaubab, ayat:73. Pada buku lain telah diterangkan yaitu dalam buku ‘Mawahibu Laduniyyah’ bahwasanya banyak cara dalam melakukan jihad. Orang munafiq dari luar nampaknya seperti orang beriman. Mereka berpura-pura menjadi muslim. Mereka itu juga melakukan shalat, dan bahkan bersama Rasulullah di masjid Nabawi Madinah. Namun demikian, nabi tidak mengatakan “kamu munafik” kepada mereka kendati nabi mengetahui bahwa mereka itu munafik. Seandainya nabi sampai melakukan perang terhadap mereka, tentu orang di luar Islam akan berteriak, “Muhammad membunuh sahabatnya yang beriman,” Sehingga jihad terhadap orang munafik itu melalui lisan. Jihad itu sendiri dapat dilakukan melalui jiwa raga, harta dan ucapan. Sehingga ayat yang menyuruh jihad di atas, bukan hanya berarti perang. Jihad melawan orang kafir tentu saja dilakukan dengan perang, sedang jihad yang dilakukan terhadap orang-orang munafik cukup dengan lisan. Jadi kalimat “Jihad” pada ayat di atas mencakup tipe jihad yang dilakukan dengan memakai senjata yaitu perang.
    Muhammad Annajd mengatakan, “Nabi melakukan jihad melawan orang munafik melalui lisannya.” Saya mengejar dia dengan mengatakan, “Jadi jihad yang diwajibkan dalam Islam itu jihad yang dilakukan dengan lisan?” Kata dia, “Rasulullah melakukan jihad perang melawan orang-orang kafir.” Kata saya, “Jadi kesimpulannya Nabi melakukan jihad perang melawan orang-orang kafir demi mempertahankan diri, karena mereka mau membunuh Nabi?” Dia mengangguk, yang berarti setuju.
    Pada kesempatan lain, saya mengajukan suatu persoalan. Saya tanyakan pada dia, “Apa nikah mut’ah itu diperbolehkan?” Dia menjawab, “Tidak diperbolehkan.” Saya mengajukan pertanyaan lebih lanjut mengenai persoalan yang menyangkut hal ini dengan mengatakan, “Allah berfirman, ‘Maka isteri-isteri kamu, yang telah kamu nikmati di antara mereka, berikanlah maharnya sebagai suatu kewajiban.’(1)
    (1) Surat Annisa, ayat: 24
    Kata dia, “Umar melarang praktek nikah mut’ah dan akan menghukum siapa saja yang melanggar.”
    Saya kembali mengatakan pada dia, “Bukankah kamu telah paham betul tentang hukum Islam, yang belum tentu kalah dengan Umar. Selain itu Umar melarang nikah mut’ah kendati Nabi memperbolehkan. Mengapa kamu mengabaikan keputusan Nabi dengan mengikuti pernyataan Umar?”(2)
    (2) Tersebut dalam buku “Hujatul Qot’iyah” bahwa rasulullah telah melarang nikah mut’ah, kendati pernah diperbolehkan karena adanya satu alasan. Oleh karena itu Umar tidak akan mengizinkan praktek nikah mut’ah yang telah dilarang oleh nabi. Sikap Umar ini didukung oleh keseluruhan sahabat saat itu. Termasuk yang mendukung pernyataan Umar ini adalah sayyidina Ali bin Abi Thalib.
    Muhammad Annajd tidak menjawab. Saya tahu bahwa dia oke dengan argumentasi saya.
    Saya melihat Muhammad Annajd saat itu lagi kesengsem untuk nikah. Saya tawarkan satu ajakan kepadanya, “Bagaimana kalau kita cari wanita untuk nikah mut’ah. Kita akan bisa menikmati kelezatan yang aduhai?” Dia mengangguk pertanda setuju. Bagi saya ini adalah kesempatan terbaik. Untuk itu saya berjanji akan mencarikan perempuan untuk dia. Tujuan utama saya di sini agar sifat minder yang menyelimuti pribadinya bisa hilang. Dalam hal ini dia mengajukan prasarat bahwa masalah ini harus menjadi rahasia di antara kami berdua. Bahkan perempuan yang akan dinikahi tidak boleh mengetahui identitas kami. Saya langsung saja bergegas menuju wanita Kristen yang dikirim oleh Pemerintah kolonial Inggris dengan tugas merayu generasi muda Islam. Saya jelaskan permasalahan ini kepada salah satu di antara mereka. Dia oke, siap membantu. Saya beri nama samaran kepada wanita tersebut Safiyah. Saya bawa Muhamad Annajd menuju tempat Safiyah. Saat itu Safiyah lagi sendirian di rumah. Untuk nikah mut’ah ini saya menyerahkan pada Safiyah sejumlah emas sebagai mahar. Kami melaksanakan kawin kontrak ini selama sepekan. Ini berarti saya telah bisa menjebak Muhammad Annajd. Safiyah dari dalam dan saya dari luar. Selain itu Muhammad Annajd bisa menikmati kesenangan dengan melanggar hukum Islam dengan dalih kebebasan ijtihad.
    Pada hari ketiga dari nikah mut’ah itu sempat berlangsung perselisihan pendapat yang cukup alot mengenai hukum minuman keras dalam Islam. Kendati dia banyak menyitir ayat Al-Qur’an dan hadits yang membuktikan bahwa minuman keras itu haram, saya tetap mempertahankan pendapat saya dengan mencari dalil dan bukti kongkrit yang mendukung. Saya berkata kepadanya, “Bukankah telah menjadi fakta sejarah bahwa pemimpin Islam, Khalifah Yazid bin Mu’awiyah dan sejumlah Khalifah baik dari Bani Umayah amaupun Bani Abasiyah meneguk minuman keras, apa mereka itu bodoh akan hukum Islam dan kamu lebih mahir ketimbang mereka? Mereka itu sudah tidak lagi diragukan akan pengetahuan mereka tentang hukum Islam. Mereka telah bisa mengambil satu kesimpulan bahwa hukum minuman itu makruh bukan haram. Bahkan dalam kitab Jahudi dan Injil dinyatakan bahwa hukum miuman keras itu mubah. Bukankah kitab-kitab suci itu semua yang menurunkan Allah? Jika menurut satu riwayat bahwa Umar bin Khattab masih tetap minum minuman kendati surat Almaidah ayat ke sembilan puluh satu berbunyi, “Berhentilah kamu dari minum minuman keras’. Jika memang benar haram, pasti Nabi menghukumnya.(1)
    (1) Fakta sejarah yang benar menyatakan, bahwa Umar bin Khattab benar, pernah meminum minuman keras yaitu anggur sebelum anggur itu diharamkan. Setelah dinyatakan secara tegas dalam Al-Qur’an bahwa anggur itu haram, dia tidak pernah lagi minum anggur. Jika ada sejumlah khalifah baik itu dari Bani Umayyah maupun Abbasiyah meneguk minuman keras bukan menunjukkan bahwa alkohol itu makruh. Justru itu menunjukkan bahwa mereka itu pendosa. Karena ayat yang disitir Hempher sendiri dan sejumlah hadits yang berkenaan dengan alkohol itu menunjukkan bahwa alkohol itu haram. Dalam Riyadus Shalikhin dinyatakan, dulunya minum anggur itu diperbolehkan. Umar, Saad bin Abi Waqas dan sejumlah sahabat pernah minum anggur. Berikut surat Albaqarah ayat dua ratus sembilan yang menyatakan bahwa minuman keras itu dosa. Lalu disusul ayat ke empat puluh dua dari surat Annisa yang berbunyi, “Janganlah kamu mendekati salat sedang kamu dalam keadaan mabuk.” Akhirnya, ayat ke sembilan puluh dari surat Almaidah turun dan anggur diharamkan. Dalam salah satu hadits dikatakan: Jika dalam jumlah banyak diminum menyebabkan mabuk, maka dalam jumlah sedikitpun tetap haram bila diminum dan minum anggur berteman dengan dosa. Jangan berteman dengan orang tersebut! Jangan melayat saat dia mati! Minum anggur sama dengan menyembah berhala. Semoga Allah mengutuk peminum, penjual, produser, dan pemberi anggur.
    Muhammad Annajd berkata, “Menurut sejumlah riwayat yang saya ketahui bahwa Umar minum anggur setelah mencampurnya dengan air, sehingga tidak memabukkan. Pendapat Umar ini sesuai dengan kata Allah dalam surat Almaidah ayat sembilan puluh satu yang berbunyi: Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamer dan judi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang, maka berhentilah kamu dari mengerjakan pekerjaan itu”. Minuman keras tidak berakibat dosa sejauh tidak berakibat mabuk. Karena itu, bila minum itu tidak sampai punya efek memabukkan hukumnya tidak haram.”(1)
    ——————
    (1) Nabi pernah bersabda: Setiap yang memabukkan dalam jumlah banyak maka dalam jumlah sedikitpun tetap sama hukumnya ‘Haram’ kendati tidak memabukkan.
    Saya ceritakan semua perselisihan pendapat antara saya dengan Muhammad Annajd itu kepada Safiyah agar memberi minuman kepada dia dengan kandungan alkohol yang tinggi. Safiyah setuju dan melapor kepada saya, “Saya sudah melakukan apa yang Anda perintahkan. Muhammad Annajd dan saya berdansa berjam-jam semalam.” Semenjak itu saya dan Safiyah benar-benar bisa menggenggam Muhammad Annajd. Masih terngiang di telinga saya saat berpamitan. Kementerian Kolonial berkata kepada saya, “Kita bisa menjebak orang-orang kafir (maksudnya muslim) melalui minuman keras dan perempuan, mari kita tarik kembali semua tanah milik kita dengan menggunakan dua metode ini.” Saya sadar betul bahwa minuman keras dan perempuan adalah sarana paling ampuh untuk dijadikan pancingan. Benar adanya kata mentri itu.
    Suatu hari saya kembali mengangkat satu persoalan, yaitu puasa. Saya katakan kepada dia, “Qur’an mengatakan: berpuasa itu lebih baik bagi kamu.(1)
    ———–
    (1) Surat Albaqoroh ayat: 184
    Tidak dikatakan wajib. Jadi, puasa itu sunnah, bukan wajib. “Muhammad Annajd mengatakan, “Kamu mau merusak iman saya?” Saya tanggapi dengan kalem, “Keimanan seseorang itu terletak dalam hati, kesucian hatinya, kemurnian jiwanya, bukan dengan kata-kata seperti yang saya lontarkan kepada kamu itu. Bukankah Nabi pernah bersabda, ‘Iman itu adalah cinta? Bukankah dalam Al-Qur’an pada surat Alhijer pada ayat ke sembilan puluh sembilan dikatakan ‘Sembahlah Tuhanmu sampai yakin datang kepadamu”.(2)
    ————————
    (2) Para ahli Tafsir sepakat bahwa kalimat yaqin dalam kontek, “Sembahlah Tuhanmu sampai yaqin datang kepadamu,” berarti ajal. Sehingga “Sampai yaqin berarti sampai ajal.
    Jadi, sekiranya seseorang telah sampai pada tingkatan memperoleh keyakinan akan Allah, Hari pembalasan dan jiwa yang suci serta perbuatan yang terpuji, maka seseorang akan menjadi yang terbaik di antara hamba Allah.” Dia mengiyakan kata-kata saya pertanda setuju.
    Pernah suatu saat saya mengemukakan pendapat saya begini, “Melakukan shalat itu tidak wajib. Bagaimana shalat itu hukumnya wajib? Allah telah dengan jelas menyatakan, ‘Dirikan shalat untuk mengingat saya’.(1)
    —————
    (1) Surat Thaha, ayat: 14 dalam kaitan ini Nabi pernah bersabda: “Assalat adalah tiang agama. Siapa yang mendirikan shalat berarti menegakkan agama dan siapa yang meninggalkan shalat, berarti meruntuhkan agama.”
    Jadi tujuan hakiki dari shalat itu adalah untuk mengingat Allah. Karena itu, bisa saja kita mengingat Allah dengan baik tanpa harus melakukan shalat.”
    Muhammad Annajd memberikan tanggapan, “Memang saya pernah mendengar ada beberapa orang melakukan zikir sebagai pengganti melaksanakan salat. “Saya cukup merasa senang dengan tanggapan dia. Saya berusaha keras untuk mengembangkan model pemikiran semacam ini dan merebut hatinya. Selanjutnya saya melihat dia tidak begitu menganggap penting terhadap melakukan shalat dan dia melakukan shalat secara seporadis tidak rutin atau istiqomah. Terutama shalat subuh. Saya selalu ngobrol bersamanya sampai jauh larut malam hingga pada pagi harinya dia merasa malas untuk mendirikan shalat subuh.
    Saya kini telah mulai bisa sedikit demi sedikit menarik baju keimanan dari pundaknya. Suatu hari saya ingin memperdebatkan “Apa memang benar bahwasanya Muhammad itu nabi”. Muhammad Annajd naik pitam, “Mulai saat ini jika kamu masih saja membicarakan,
    memperdebatkan masalah-masalah seperti ini, hubungan persahabatan antara kita putus dan berakhir sampai disini.” Dengan jawaban semacam itu saya tidak lagi berani memperbincangkan soal kenabian Muhammad, takut akan runtuhnya satu hubungan persahabatan yang amat berharga bagi saya.
    Selanjutnya saya mengusulkan topik pembicaraan masalah perbedaan yang ada antara Sunni dan Syiah. Dia mendukung ide saya tersebut. Namun demikian, nampaknya dia masih sedikit emosi, sehingga belum mau membicarakan topik di atas. Dasar orang sombong, langsung saja dia berterima kasih pada Safiyah dan bergegas menuju tempat lain.
    Untuk memperkuat persahabatan kami lagi, pada kesempatan lain, saya katakan pada dia, “Saya mendengar bahwa menjadikan sahabat-sahabatnya sebagai saudara, apa itu benar? Dia menjawab dengan positip. Saya ingin tahu, apa hukum Islam itu temporer atau permanen? Dia menjelaskan, “Hukum Islam itu permanen. Apa yang dikatakan Nabi halal dan apa yang dikatakan Nabi haram sampai dunia ini kiamat. “Sehingga aku tawarkan pada dia bahwa kita tetap bersaudara.
    Mulai saat itu juga kami selalu bersama, bahkan dalam bepergian. Dia sangat penting bagi saya. Ibarat pohon saya telah menanam dan membesarkannya, saya pergunakan waktu mudaku untuk nantinya aku bisa memetik buahnya.
    Kondisi begini saya catat dan saya kirimkan ke Kementrian di London sebagai laporan. Tanggapan yang saya terima dari Kementrian ternyata positip dan meyakinkan. Muhammad Annajd sedang mengikuti alur gagasan yang saya gambarkan. Tugas saya sekarang adalah menanamkan jiwa independen dan bebas. Saya selalu mengatakan pada dia dengan pujian bahwa masa depan yang cemerlang sedang menanti anda.
    Suatu hari saya berpura-pura bermimpi ketemu Nabi dan memberitahukan kepada Muhammad Annajd: “Saya tadi malam bermimpi melihat Nabi. Saya melihat Nabi saat itu memakai atribut seperti yang saya lihat dipakai orang Hojas. Nabi berdiri di atas mimbar. Di kanan kiri banyak ulama yang tidak saya kenali. Kemudian saya lihat kamu memasuki ruangan tersebut. Wajahmu bersinar bagaikan lampu mercu suar. Kamu terus berjalan menuju ke arah Nabi, dan saat kamu sudah begitu dekat. Nabi menyambut kamu dan mencium keningmu. Dia mengatakan, ‘Anda adalah belahan jiwaku, yang mewarisi ilmuku, sebagai penggantiku untuk urusan dunia dan agama.’ Kamu berkata pada Nabi, ‘Ya Rasulallah! Saya takut untuk menyampaikan ilmu saya ke pada orang lain. “Kamu benar, kamu berilmu tinggi. Jangan takut’, jawab Nabi.”
    Muhammad Annajd setelah mendengar tentang mimpi saya tersebut, dia ribut memperbincangkan soal itu terus. Berkali-kali dia menanyakan kebenaran mimpi yang saya ceritakan itu, dan jawaban yang saya berikan selalu positip bahwa itu benar adanya. Menurut pengamatan saya sendiri bahwa mulai saat dia mempunyai keyakinan yang amat kuat dan mengambil keputusan untuk mempublikasikan gagasan dia tersebut. Yaitu, gagasan untuk mendirikan suatu aliran tersendiri.”(1)
    (Bersambung)-(Tempat Lesehan Paling Oye..)

  10. Pada bagian ke-lima kami lewati dg alasan LA sedang mengamati komunitas Syiah musuh bebuyutan wahabiyah.

    Pada bagian kali pembaca akan diajak membaca bagaimana program-program Inggris lewat laporan MR Hempher setelah melakukan tugas menjadi mata-mata dalam sejarah Islam di tanah arab dan akhirnya menggunakan Muhammad bin Abdil Wahab sebagai alat yang tepat untuk melaksanakan tugas ini
    BAGIAN KE ENAM
    Tidak lama tinggal di Bagdad, kemudian saya menerima pesan yang menyuruh saya untuk kembali ke London, kota yang telah saya tinggalkan. Di London saya berbincang-bincang dengan Sekretaris dan sejumlah pejabat kementrian. Saya ceritakan kepada mereka seluruh aktivitas penelitian saya dalam misi panjang di Negeri orang. Mereka cukup puas dengan informasi yang saya berikan mengenai situasi dan kondisi Iraq. Disisi lain Safiyah, teman wanita Muhammad Annajd juga mengirimkan satu laporan yang isinya sama persis dengan apa yang saya laporkan. Saya baru saja mengetahui bahwa seluruh misi yang jalankan itu dibuntuti oleh seseorang utusan dari kementrian. Orang ini juga mengirimkan laporan yang berbarengan dengan laporan yang saya kirim dan isinya sama dengan cerita yang telah saya sampaikan pada Sekretaris.
    Sekretaris menyuruh saya untuk menemui Mentri. Saat saya menghadap, dia menunjukkan satu sikap sepertinya saya belum pernah melaporkan kedatangan saya dulu dari Istambul. Saya melihat bahwa sekarang mendapat tempat yang istimewa di hatinya.
    Mentri sangat senang setelah mengetahui bahwa saya telah mendapatkan Muhammad Annajd. Katanya, “Dia adalah satu senjata yang dicari Kementrian kita. Berilah janji-janji kepadanya. Adalah itu lebih baik waktu yang Anda luangkan bersamanya digunakan untuk mendoktrin dia.
    Ketika saya katakan saya khawatir akan kondisi Muhammad Annajd yang boleh jadi mengubah haluan pemikirannya. Mentri mengatakan, “Jangan khawatir. Dia tetap pada pendiriannya saat Anda meninggalkannya. Agen rahasia kementrian kita bertemu dia di Isfahan dan memberikan laporannya kepada kementrian kita bahwa Muhammad Annajd tetap pada pendiriannya. “Saya menanyakan pada diri saya sendiri, “Bagaimana mungkin Muhammad Annajd menyingkap semua rahasia itu pada orang lain, orang yang belum dia kenal betul?” Saya tidak berani menanyakan perihal ini kepada mentri. Baru setelah saya bertemu Muhammad Annajd berikutnya, saya mengetahui bahwa di I-s-f-a-h-a-n ada seseorang yang bernama “A-b-d-u-l K-a-r-i-m” bertemu dia dan menemukan rahasia tersebut karena adanya kata-kata, “Saya saudara Muhammad (maksudnya saya, H-e-m-p-h-er). Muhammad Anajd menceritakan kepada saya bahwa dia kenal dekat dengan kamu.”
    Muhammad Annajd mengatakan pada saya, “S-a-f-i-y-a-h pergi bersama saya ke Isfahan dengan status nikah mut’ah selama lebih dari dua bulan. Abdul Karim menemani saya pergi ke S-y-i-r-a-z dan mempertemukan saya dengan seorang wanita yang bernama A-s-i-y-a-h, yang lebih cantik dan menarik dari pada Safiyah. Dengan nikah bersama wanita itu saya benar-benar menikmati saat paling menyenangkan.”
    Berikutnya saya tahu bahwa Abdul Karim adalah seorang agen rahasia Kristen yang menetap di Isfahan distrik J-e-l-f-a yang bekerja pada kementrian. Sedang Asiyah, seorang Yahudi yang tinggal di Syiraz, adalah agen rahasia lain dari kementrian. Empat dari kami mengkoordinasi jalan untuk membidik Muhammad Annajd menuju satu kondisi yang sedemikian rupa yang di masa mendatang akan melakukan sesuatu yang kami inginkan melalui jalan yang tepat.
    Saat saya mengaitkan peristiwa-peristiwa di atas di hadapan Mentri, Sekretaris, dan dua anggota dari Kementrian yang tidak saya kenal, Mentri berkata kepadaku, “Kamu berhak mendapat hadiah terbesar dari Kementrian. Karena kamu masuk daftar terbaik di antara sekian agen rahasia terpenting dari Kementrian. Sekretaris akan memberikan sejumlah rahasia negara yang nantinya akan banyak membantu misi yang kamu jalankan.”
    Habis itu Kementrian memberikan cuti kepada saya selama sepuluh hari, di mana saya dapat menjenguk famili. Segera setelah saya pulang, saya luangkan kesempatan yang bagus ini bersama anakku, yang sangat mirip dengan aku. Anakku sudah sedikit bisa mengucapkan beberapa kata dan sudah bisa berjalan, di mana saya melihatnya begitu senang sehingga rasanya anakku itu merupakan bagian dari diriku sendiri. Sepuluh hari cuti itu benar-benar sangat membawa kebahagiaan besar bagi saya. Saya benar-benar merasakan merasakan seakan-akan terbang ke angkasa karena sangking senangnya. Saat-saat demikian merupakan kebahagiaan besar bisa kembali pulang, bercanda ria bersama keluarga. Selama cuti sepuluh hari tersebut saya sempat bertandang ke rumah tante, yang sangat mencintai saya. Tentu sangat bijak bagi saya untuk bertandang ke rumahnya. Namun sayang, dia meninggal dunia setelah keberangkatan saya dalam misi ketiga. Sangat berduka saya saat itu.
    Cuti sepuluh hari berjalan begitu cepat serasa se jam saja. Bila saja hari-hari yang penuh ceria itu berjalan begitu cepat, hari-hari duka serasa seperti berabad-abad. Masih ingat saat saya mengalami sakit yang cukup serius di Najaf. Rasanya bertahun-tahun saat itu.
    Saat saya mau menghadap Kementrian untuk menerima perintah selanjutnya, saya bertemu dengan sekretaris dengan wajah berseri-seri, ceria serta menyenangkan. Dia langsung menjabat tanganku, menyambut kedatanganku dengan sambutan yang hangat dan dengan penuh keramahan. Dia mengatakan pada saya, “Demi perintah mentri dan komite yang membiayai urusan kolonial, saya akan mengungkap dua rahasia negara untuk kamu. Yang pasti kamu nanti akan banyak bisa mengambil manfaat dari rahasia tersebut. Tak seorangpun bisa mengetahui rahasia itu kecuali orang-orang yang memang benar-benar bisa menerima kepercayaan.”
    Sambil menggandeng tanganku, sekretaris membawa saya ke sebuah ruangan Kementrian. Di dalam ruangan tersebut saya menemui orang-orang yang cukup menarik perhatian saya. S-e-p-u-l-u-h orang duduk mengelilingi meja bundar. Orang p-e-r-t-a-m-a menyamar sebagai khalifah Turki Usmani dengan segala atribut yang dipakainya. Tentunya sudah menguasai bahasa Turki, bahasa kekhilafahan Utsmani dan Inggris karena memang bahasanya sendiri. Yang k-e-d-u-a mirip seperti Syaikhul Islam di Istambul, baik dari pakaian, cara bicara maupun sikapnya. Yang ke t-i-g-a memakai pakaian serta atribut seperti atribut yang dipakai Syah Iran. Yang ke-e-m-p-a-t menyamar sebagai Perdana Mentri di Istana Iran. Sedang yang ke-l-i-m-a menyamar seperti Ulama besar Syi’ah di Najaf. Tiga orang terakhir ini menguasai bahasa Inggris dan Persi. Setiap satu dari lima orang ini mempunyai asisten yang duduk di samping mereka dan menulis apa saja yang ingin mereka sampaikan. Asisten-asisten ini memberikan informasi yang diperlukan oleh lima orang ini dengan mencari tahu secara pasti atas tipe-tipe mereka di Istambul, Iran dan Najaf.
    Sekretaris berkata, “Lima orang ini mewakili lima orang tipe yang ada di sana. Untuk mengetahui tipe pemikiran orang di sana, kami telah mendidik dan melatih orang-orang ini dan persis sama dengan tipe, gaya, dan sikap serta pemikiran orang di sana. Kami telah mendalami informasi yang kami dapat tentang keaslian mereka di sana, Istambul, Teheran dan Najaf terhadap orang-orang ini. Dan dalam hal ini lima orang ini, menyerupakan diri, membayangkan diri mereka menjadi orang-orang asli daerah tersebut. Kami juga telah melakukan gladi bersih terhadap hasil penyamaran ini. Kami berani menjamin bahwa penyamaran ini tujuh puluh persen sesuai dengan tipe kondisi orang yang ada di sana.
    “Jika perlu, Anda boleh memberikan penilaian dengan mengajukan pertanyaan terhadap mereka. Anda sendiri telah bertemu Ulama besar Syi’ah di Najaf dan menanyakan sejumlah pertanyaan.” Saya mengiakan kata-kata sekretaris tersebut karena memang benar bahwa saya bertemu dengan Ulama besar Syi’ah di Najaf. Saya mengambil sejumlah pertanyaan yang pernah kuajukan kepada Ulama di Najaf dan kemudian saya ajukan kepada orang yang menyamar sebagai U-l-a-m-a Najaf tersebut, “Guru, bolehkan kita mengadakan perlawanan terhadap pemerintah karena alasan pemerintahan tersebut Sunni dan karena mereka itu fanatik?” Dia berfikir sejenak dan kemudian menjawab, “Tidak, tidak boleh kita mengadakan perlawanan terhadap pemerintah hanya karena alasan mereka itu Sunni. Semua orang Islam itu bersaudara. Kita boleh bangkit berperang melawan mereka hanya jika mereka melakukaan kezaliman, penganiayaan serta penindasan terhadap Umat Islam. Dan bahkan dalam hal ini kita mesti mengacu pada prinsip Amar ma’ruf dan Nahyi mungkar. Kita harus mengadakan gencatan senjata segera setelah mereka berhenti melakukan penindasan.”
    Saya bertanya lagi, “Guru, bolehkah saya tahu akan pendapat bapak tentang apakah benar bahwa orang Yahudi dan Kristen itu curang?” Dia menjawab, “Ya, mereka curang,” dia meneruskan kata-katanya, “Perlu bagi kita untuk menjauhi mereka semua.” Ketika saya tanyakan alasannya, dia menjawab, “Hal yang demikian ini dilakukan adalah sebagai pembalasan atas penghinaan mereka. Mereka mencap kita sebagai orang kafir dan mengingkari Nabi kita Muhammad. Karena itu, kita mengadakan pembalasan atas sikap mereka.” Saya menanyakan permasalahan lain dengan mengatakan, “Guru, bukankah kebersihan itu termasuk sebagian dari iman? Kendati pada kenyataan jalan utama dan jalan-jalan di sekitar Sahnis-Syarief(1) tidak terjaga kebersihannya.
    —————–
    (1) Tempat di sekitar makam Ali bin Abu Thalib.
    Bahkan sekolah, tempat mereka belajar, tidak memenuhi sebagai dikatakan bersih.” Dia menjawab, “Ya, itu benar adanya bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, walaupun orang Syi’ah sendiri banyak yang kurang memperhatikan soal kebersihan.”
    Benar-benar menakjubkan, jawaban-jawaban yang diberikan anak buah Kementrian yang ada dalam ruangan tersebut benar-benar sesuai dengan jawaban-jawaban yang telah saya terima dari Ulama Syi’ah di Najaf. Keakuratan sikap, pemikiran, dan identitas yang benar-benar persis ini, yaitu antara orang dari Kementrian dan Ulama di Najaf sangat membuat saya terheran-heran. Selain itu, orang ini pinter bahasa Persi.
    Sekretaris mengatakan, “Jika Anda menemukan tipe lain yang belum dimiliki oleh empat orang lain, Anda bisa berbincang-bincang dengan orang-orang ini, dan untuk memberikan contoh bagaimana tipe kepribadiannya, lalu perlu ditest agar orang-orang ini benar-benar bisa menyamarkan diri dengan tipe kepribadian orang asli di sana. Ketika saya katakan, “Saya kenal betul bagaimana cara berpikir Syaikhul Islam di Istambul. Karena guru saya Ahmad Efendi memberikan keterangan yang cukup jelas gambaran- gambaran Syaikhul Islam kepada saya.” Kata sekretaris, “Kalau begitu Anda bisa berembuk dengan orang dari Kementerian tersebut dan mendiskusikan bagaimana baiknya.”
    Saya mendekat dan bertanya kepada model yang menjadi S-y-a-i-k-h-u-l Islam, begini,. “Apakah merupakan kewajiban untuk mentaati Khalifah?” “Ya, hal itu wajib,” jawabnya. “Apakah itu wajib mentaati Allah dan Nabi?” Ketika saya menanyakan dalil yang mendasari akan keharusan menaati Allah dan Nabi ini, dia menjawab, “Tidakkah anda pernah mendengar ayat Al-Qur’an yang menyatakan, “Taatilah kamu sekalian terhadap Allah, Rasul-Nya dan Ulil amri di antara kamu sekalian.”
    ————-(1) Surat Annisa, ayat: 59
    Saya katakan, “Apakah ini berarti Allah menyuruh kita untuk taat kepada Khalifah Yazid, yang memberi perintah kepada prajuritnya untuk menyerang penduduk Kota Madinah dan membunuh cucu Muhammad dan juga Walid yang hobi meneguk minuman keras?”
    Jawabannya begini: “Anakku! Yazid adalah Amirul mu’minin atas izin Allah. Dia tidak mengeluarkan perintah untuk membunuh Husain, cucu Nabi. Jangan percaya kebohongan orang-orang Syi’ah! Bacalah buku sejarah dengan benar! Dia memang pernah berbuat salah. Tapi kemudian dia bertobat, minta ampunan Allah atas kesalahannya. Memang benar Yazid memerintahkan untuk menyerang penduduk Madinah. Karena penduduk tidak mau patuh dan tidak bisa dikendalikan. Sedang masalah khalifah Walid ya, memang dia itu berdosa. Dalam hal minum minuman keras. Kita tidak wajib mengikuti apa yang diperbuat, tapi mematuhi perintahnya dengan tuntutan syari’ah itu tetap wajib.” Saya telah menanyakan pertanyaan yang sama ini kepada guru saya Muhammad Efendi dan jawaban yang saya terima ini hanya terdapat sedikit perbedaan.
    Kemudian saya bertanya kepada sekretaris, “Apa tujuan pokok alasan mempersiapkan model-model orang semacam ini?” Dia menjawab, “Dengan metode semacam ini kita bisa membuat satu perkiraan atau barometer sampai sejauh kapasitas mental khalifah dari kekhilafahan Turki Usmani, Ulama mereka baik itu Sunni maupun Syi’ah. Kita sekarang ini sedang mencari satu barometer yang tepat, yang akan bisa membantu kita untuk menguasai dan menaklukkan mereka.
    Contoh sederhana, jika saja anda tahu persis dari arah mana datangnya musuh, tentu Anda akan bisa membuat persiapan yang benar-benar efektif tanpa harus membuang banyak biaya dan tenaga. Segala sesuatu yang sia-sia bisa ditekan sekecil mungkin, dan Anda bisa menempatkan pasukan pada posisi yang tepat sehingga bisa membikin kocar-kacir pertahanan musuh. Berbeda jika Anda tidak mengetahui dari arah mana datangnya serangan musuh, tentu Anda menempatkan pasukan sembarangan di sana sini dan pada akhirnya bertekuk lutut, kalah. Sama saja jika Anda mengetahui secara betul dasar hukum dan dalil-dalil yang membuktikan kebenaran agama yang mereka anut, mazhah yang mereka ikuti, akan memungkinkan Anda bisa menyiapkan dalil-dalil tandingan yang bisa menangkis argumentasi dalil yang mereka pegang dan dengan demikian Anda bisa mengalahkan mereka, juga dengan dasar yang mereka pegangi.”
    Sekretaris memberi saya sebuah buku setebal seribu halaman yang berisi tentang hasil dari suatu proyek penelitian yang dilaksanakan oleh lima perwakilan di atas sejumlah tempat atau departemen, seperti kemiliteran, perekonomian, pendidikan dan agama. Sekretaris berkata, “Silakan baca di rumah dan bila sudah selesai, segera kembalikan lagi kepada saya.” Saya bawa buku tersebut kerumah dan saya baca dengan serius, dengan segenap perhatian saya selama masa liburan tiga minggu.
    Ternyata buku tersebut isinya benar-benar menakjubkan. Dokumen-dokumen penting dalam buku tersebut yang merupakan hasil kerja keras yang dalam pelaksanaannya banyak mengalami hambatan itu, isinya benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Menurut saya sendiri, informasi yang disampaikan oleh lima perwakilan yang merupakan copi dari tipe orang di Timur Tengah itu tujuh puluh persen sesuai dengan fakta lapangan. Makanya tidak berlebihan jika sekretaris mengeluarkan komentarnya bahwa yang dikatakan oleh lima perwakilan tersebut 70% benar.
    Dengan membaca buku tersebut, sekarang percaya diri yang dimiliki negeri saya semakin bertambah besar dan kuat dan mulai saat itu juga saya bisa mengetahui dengan pasti bahwa rencana Pemerintahan Kolonial Inggris dalam usaha untuk meruntuhkan, memporak porandakan, melumpuhkan, dan menghancurkan kekhilafahan Turki Usmani yang direncanakan dalam jangka waktu kurang satu abad tersebut benar-benar telah dipersiapkan dengan matang. Sekretaris juga mengatakan, “Di ruangan yang sama lainnya, kita juga mempunyai ruangan meja bundar serupa yang dimaksudkan untuk negara-negara yang sudah dijajah dan negara-negara yang masuk daftar Waiting list untuk dijajah.”
    Ketika saya menanyakan kepada Sekretaris di mana ditemukan orang yang begitu cerdas dan berbakat tersebut, dia menjawab, “Agen rahasia kita di seluruh dunia selalu siap siaga dalam menyiapkan intel yang handal. Sebagaimana Anda melihat sendiri, lima perwakilan yang menjadi model ini benar-benar expert dalam bidang mereka. Bisa diambil pelajaran, jika Anda diberi informasi atau keterangan yang dipunyai oleh orang yang memang punya reputasi, Anda mestinya mempunyai cara berpikir seperti orang tersebut dan kemudian membuat pernyataan ataupun keputusan seperti yang dia buat. Karena Anda sekarang akan mengcopi atau yang akan menjiplak tipe cara berpikir dan sikap pribadinya.”
    Sekretaris melanjutkan pembicaraannya dengan mengatakan, “Ya begitulah rahasia pertama dari negara kita yang bisa saya sampaikan pada Anda. Rahasia ke dua akan saya berikan pada Anda nanti bulan depan kalau Anda selesai membaca buku yang saya pinjamkan tadi dan mengembalikannya kepada saya.”
    Saya baca buku tersebut bagian demi bagian dari awal hingga akhir, dengan melibatkan seluruh perhatian saya. Buku tersebut bisa menambah pengetahuan saya tentang siapa sesungguhnya pengikut Muhammad tersebut, apa kelemahan mereka, apa kelebihan mereka, apa yang membuat mereka berkuasa, punya kekuatan yang begitu hebat dan bagaimana menempatkan kekuatan mereka itu satu titik yang paling rawan. Titik kelemahan orang Islam sebagaimana yang tertera dalam buku tersebut adalah sebagai berikut:
    01. Konflik yang mengakar antara Sunni-Syi’ah, perselisihan antara pejabat dan rakyat, ketidak-akuran Pemerintah Turki dan Pemerintah Iran, percekcokan antar suku dan permusuhan Ulama dengan pemerintahan.
    02. Dengan sedikit pengecualian bahwa orang Islam itu tidak disiplin, tidak patuh, dan tidak terpelajar
    03. Kekuatan spiritual cukup minim, rendahnya pendidikan, dan tidak mempunyai keseriusan.
    04. Mereka benar-benar telah hanyut dengan permasalahan yang berkaitan dengan akhirat, sementara mengabaikan dan tidak memperhatikan urusan-urusan dunia.(1)
    (1) Sesungguhnya apa yang dikatakan “Britsh spy” dalam hal ini tidak benar. Dalam hadits (?) dikatakan, “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati besuk.”
    05. Fara khalifah adalah diktator yang zalim.
    06. Jalan-jalannya tidak nyaman dan pengaturan lalu lintas acak-acakan.
    07. Tidak ada tindakan pencegahan yang diambil penyakit menular yang mewabah seperti kolera, yang bisa mematikan ribuan rakyat kecil setiap tahunnya, serta kebersihan air tidak dijaga.
    08. Pengaturan tata kota kurang dan tidak ada pelayanan air bersih untuk minum.
    09. Tidak ada pasukan yang secara khusus ditugaskan untuk mengatasi para pemberontak dan pengacau. Di sana ada kerancuan hukum, tatanan Al-Qur’an yang mereka banggakan hampir bisa dikatakan tidak terlihat dalam kehidupan mereka.
    10. Perekonomian runtuh.
    11. Angkatan bersenjata tidak terorganisir secarab rapi, juga tidak punya perlengkapan persenjataan yang memadai, kalaupun ada itu adalah persenjataan dibilang sudah kuno.
    12. Terjadi pelanggaran hak-hak para wanita.
    14. Lingkungan tidak sehat dan tidak bersih.
    Setelah menerangkan tentang kelemahan dan titik rawan yang ada pada orang Islam, kemudian buku tersebut memberikan informasi tentang hakikat Islam yang sesungguhnya.
    01. Islam menyuruh bersatu dan melarang perpecahan serta menganjurkan kerja sama. Hal ini telah dinyatakan dalam Al-Qur’an. “Berpeganglah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai-berai.” (1)
    02. Islam memerintahkan agar umatnya berpikir dan mengadakan penelitian. Sebagaimana tersebut dalam Qur an: “Berjalanlah kamu di muka bumi. “(2)
    (2) Surat Ali Imran; ayat: 107.
    03. Islam menyuruh umatnya agar menuntut ilmu. Hal ini dinyatakan dalam hadits yang berbunyi “Menuntut ilmu itu wajib bagi orang muslim dan muslimat.”
    04. Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja giat dalam urusan dunia, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: Tuhanku berilah bagi kami kebaikan di dunia dan akhirat.” (1)
    (1)Surat Albaqarah, ayat: 201
    05. Dalam setiap permasalahan, Islam memerintahkan untuk mengadakan musyawarah. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an: “Sedang urusan mereka diputuskan dengan musya’warah di antara mereka. “(2)
    (2) Surat Asyura, ayat: 38
    06. Islam memerintahkan untuk membangun jalan. Sebagaimana Al-Qur’an mengatakan: “Berjalanlah kamu sekalian di muka bumi. “(3)
    (3) Surat Almulk, ayat:15
    07. Orang Islam dituntut agar memperhatikan bidang kesehatan. Hadits meriwayatkan: “llmu itu atas 4 bagian:
    (1) Ilmu fiqih untuk menjaga keimanan,
    (2) Ilmu kedokteran untuk menjaga kesehatan,
    (3) Ilmu nahwu dan shorof untuk menjaga bahasa,
    (4) Ilmu astronomi untuk mengetahui waktu.”
    08. Islam memerintahkan adanya perkembangan. Sebagaimana tertera dalam Al-Qur’ an: “Allah menciptakan apa-apa yang ada di bumi untuk kamu. “(4)
    (4) Surat Albaqarah, ayat: 29
    09. Islam memerintahkan adanya ketertiban dan kerapian. Al-Qur’an menyebutkan: “Dan Kami tumbuhkan segala sesuatu menurut ukurannya. “(1)
    (1) Surat Alhijr, ayat:19
    10. Islam menyerukan untuk membangun ekonomi yang kuat. Dalam Al hadist (?) disebutkan: “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan kamu mati besuk.”
    11. Islam menyuruh umatnya agar membangun kekuatan bersenjata yang kuat. Al-Qur’an menyatakan: “Persiapkanlah kekuatan sebaik mungkin untuk menghadapi mereka. “(2)(2) Surat Al-anfal, ayat: 60
    12. Islam menyuruh untuk memperhatikan hak para wanita. Sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Sebagaimana laki-laki punya hak terhadap para wanita, begitu juga para wanita punya hak terhadap laki-laki.”(3)
    (3) Surat Albaqarah ayat: 228
    13. Islam sangat memperhatikan terhadap kebersihan. Hal terseb’ut diriwayatkan dalam hadits: “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”
    Selanjutnya dalam buku tersebut menyarankan agar menghancurkan dan sebisa mungkin merusak serta menghilangkan kekuatan yang dimiliki orang Islam. Kekuatan basis penyangga Islam yang mesti dirusak atau dihapuskan tersebut adalah sebagai berikut:
    01. Islam tidak mengenal perbedaan ras, bahasa, tradisi, adat, dan kedaerahan.
    02. Bunga bank, lintah darat, prostitusi, minuman keras dan katak semuanya itu dilarang dalam Islam.
    03. Orang muslim pada dasarnya benar-benar taat terhadap Ulama mereka.
    04. Mayoritas orang Sunni bisa menerima keberadaan Khalifah sebagai yang mewakili Nabi. Mereka berpendapat bahwa wajib mentaati khalifah sebagaimana wajibnya mentaati Allah dan Rasul.
    05. Jihad atau perang membela Islam adalah wajib.
    06. Menurut sebagian orang Syi’ah, semua orang segolongan mereka yaitu Sunni dan non-muslim adalah curang.
    07. Semua muslim meyakini bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang benar.
    08. Mayoritas muslim yakin bahwa wajib hukumnya meng usir orang Yahudi dan Kristen dari Semenanjung Arab.
    09. Mereka benar-benar serius dalam melaksanakan ibadah.
    10. Orang Syi’ah yakin bahwa haram hukumnya membangun gereja di negara-negara Islam.
    11. Orang Islam rata-rata berpegang kuat terhadap prinsip keimanan mereka.
    12. Menurut Syi’ah wajib memberikan seperlima humus, harta yang diperoleh dari rampasan perang kepada Ulama.
    13. Muslim sangat memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, sehingga mereka tidak mungkin meninggalkan cara hidup yang ditempuh orang tua mereka.
    14. Wanita muslim memakai jilbab yang menutupi badan mereka, sehingga sulit bagi orang yang punya niat jahat terhadap mereka.
    15. Muslim mayoritas melaksanakan shalat secara berjama’ah, yang bisa membawa kebersamaan lima kali dalam sehari.
    16. Karena menurut mereka makam Rasul dan makam Ali itu tempat yang keramat, mereka berziarah ke tempat-tempat ini.
    17. Ada sejumlah orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad, yang bemama Sayid dan Syarief, yang mengingatkan muslim terhadap Nabi dan ini akan tetap hadir dalam ingatan muslim.
    18. Saat muslim berada dalam satu perkumpulan, para mubalig selalu membarui iman dan menyuruh mereka untuk menambah ketaqwaan.
    19. Wajib bagi setiap muslim untuk ber’amar-ma’ruf dan nahyi-mungkar.
    20. Merupakan anjuran untuk menikahi wanita lebih dari satu orang agar bisa menambah populasi umat Islam.
    21. Mengajak satu orang untuk masuk Islam itu lebih baik dan lebih bernilai dari pada dunia dan isinya.
    22. Hadits mengatakan, “Barang siapa menciptakan suatu kebajikan, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengikuti melakukan kebajikan tersebut” Hadits ini sangat terkenal di kalangan umat Islam.
    23. Orang Islam menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai rujukan umat dalam kehidupan mereka. Mereka meyakinkan betul bahwa hanya berperang pada kedua sumber hukum inilah satu-satunya jalan untuk mencapai surga.
    Informasi selanjutnya dari buku setebal seribu halaman tersebut adalah advise untuk merobohkan sikap fanatik orang Islam terhadap prinsip yang mereka pegangi di mana ini merupakan kekuatan penyangga utama Islam juga saran untuk mempopulerkan kelemahan-kelemahan mereka. Ini digambarkan secara jelas dan rinci, sekaligus bagaimana hal ini bisa dilaksanakan secara baik.
    Langkah-langkah yang perlu diambil untuk menggiring muslim menuju satu kondisi yang mudah dihancurkan adalah tertulis seperti tersebut di bawah ini.
    0l. Ciptakan konflik dengan memancing rasa permusuhan di antara aliran sekte yang berselisih paham, menciptakan perasaan saling curiga, dan dengan media massa untuk tindak lanjut memperuncing konflik tersebut
    02. Kapan saja kondisi memungkinkan, halangi sekolahan dan media massa yang ada serta bakar buku literatur yang mereka punya. Pastikan bahwa anak-anak orang Islam tetap dalam kebodohan dengan menimbulkan fitnah pada pribadi pemuka agama dan kemudian mencegah orang tua muslim dari mengirim anak-anak mereka ke pusat pendidikan agama.
    03. Junjung akan pentingnya mendapatkan kenikmatan surga di hadapan mereka dan yakinkan bahwa mereka tidak perlu banyak mengurusi urusan dunia. Perluas kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan tasawuf. Giring mereka agar hanyut dengan persoalan akhirat dengan mendorong mereka untuk aktiv membaca buku-buku yang menganjurkan zuhud, seperti buku “Ihya Ulumuddien” karangan Imam Ghozali, buku “Mesnevi” karangan Maulana dan buku yang sejenis karangan Muhyidin Arabi.(1) (1) Zuhud yang dianjurkan dalam buku-buku tasawuf, tidak berarti mengabaikan urusan dunia. Tapi itu mempunyai makna bahwa orang Islam tidak boleh terlalu mencintai dunia. Dengan kata lain, bekerja mencari nafkaah untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah termasuk ibadah yang berpahala.
    04. Bujuk para khalifah agar berbuat kezaliman dan dengan hasutan kata-kata seperti ini: Tuan adalah khalifah Tuhan di bumi. Pada sesungguhnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bani Umayah, dan Bani Abasiah, semuanya bisa berkuasa dengan menggunakan kekuatan senjata dan mereka semua bisa berdaulat. Contohnya, Abu Bakar menjadi khalifah atas bantuan Umar dan dengan melalui cara membakar rumah-rumah orang yang tidak mau mentaatinya, seperti rumah Fatimah.(1)
    (1) Saat Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, salah seorang sahabat, Abu Sufyan datang ke rumah Ali, menawarkan bantuan jika Ali mau menjadi khalifah, tapi itu ditolak oleh Ali.
    Dan Umar menjadi khalifah atas dasar keputusan dari Abu Bakar. Utsman, di sisi lain, menjadi khalifah atas surat perinutah dari Umar Sedang Ali, menjadi khalifah dengan dipilih oleh para penyamun. Mu’awiyah menjadi khalifah dengan mengangkat senjata. Kemudian pada zaman Bani Umayah berkuasa, kepemimpinan Islam berubah menjadi warisan yang diberikan secara turun-temurun. Begitu juga halnya dengan Bani Abasiyah. Ini semua merupakan bukti bahwa dalam Islam kekuasaan dibentuk melalui keputusan tunggal, kediktatoran, dan bukan lewat pemilihan.
    05. Hapuskan hukum mati dari kitab perundang-undangan. Rintangi, cegah aturan yang menghukum para preman dan perampok. Pastikan bahwa perjalanan tidak bisa memberi kenyamanan bagi musafir dengan cara mempersenjatai para preman dan perampok tersebut.
    06. Kita bisa menggiring mereka pada kondisi kehidupan yang tidak sehat, dengan program seperti berikut:
    Segala sesuatu itu tergantung pada taqdir Allah. Pengobatan tidak akan mempunyai arti dalam menyembuhkan suatu penyakit. Bukankah telah dinyatakan dalam Al-Qur’an, “Tuhanku yang memberi makan dan minum saya. Dan dialah yang menyembuhkan saya ketika saya sakit. Dan dia sendiri mematikan aku, kemudian menghidupkan kembali(1) (1) Surat Asyura, ayat: 79-80-81
    Jadi tidak ada seorang pun mati tanpa kehendak Allah.
    07. Ciptakan pernyataan seperti berikut dalam mendorong kezaliman: Islam adalah agama yang amat mengurusi permasalahan ibadah. Urusan negara adalah di luar Islam. Nabi Muhammad dan khalifah penggantinya tidak pernah mengangkat mentri atau menetapkan hukum-hukum kenegaraan.
    08. Kemunduran ekonomi adalah konsekwensi logis hasil propaganda tersebut nomor 07. Kita bisa menghentikan pertumbuhan ekonomi dengan menghancurkan kebun, menenggelamkan kapal yang digunakan sebagai alat utama roda perdagangan, membakar pasar, membikin bobol bendungan yang digunakan sebagai irigasi dengan serangan, sehingga pusat lahan pertanian dan industri yang tertinggal tergenang air, yang pada akhirnya mencemari air minum yang dialirkan lewat pipa-pipa.
    09. Menggiring para pejabat pemerintahan untuk hobi main perempuan, alkohol, berjudi, korupsi, kolusi, dan penipuan serta mengajari mereka caranya mencuri harta negara untuk kepentingan pribadi. Dorong juga rakyat kecil untuk berbuat demikian dan berilah orang-orang ini hadiah.
    Dalam buku tersebut diberikan satu catatan: Agen mata-mata yang melaksanakan tugas ini agar benar-benar waspada dan hati-hati agar semua rahasia ini tidak bocor ke tangan orang luar, yang bisa berakibat fatal, mata-mata bisa saja ditangkap warga muslim.
    10. Populerkan macam-macam riba. Karena riba tidak hanya meriutuhkan tatanan ekonomi, tapi lebih dari itu membiasakan orang Islam dan mengabaikan norma aturan Islam. Sekali orang melanggar satu hukum, ini akan mudah baginya untuk cenderung melakukan pelanggaran yang lainnya. Mereka harus diberi pengertian bahwa bunga uang atau riba itu bisa haram hanya jika berlipat. Karena hal itu telah dinyatakan dalam Al-Qur’an: Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.(1)
    (1) Surat Ali Imran, Ayat: 130.
    Karena itu, tidak setiap bentuk interest rate (bunga uang) itu haram.
    11. Sebarkan sikap terbalik dari warga muslim yaitu, dari menghormati para Ulama menjadi membenci mereka dengan cara menimpakan fitnah terhadap pribadi Ulama, sehingga umat Islam akan dengan terang-terangan mencaci terhadap tingkah laku yang dilakukan para Ulama, yang padahal itu adalah sandiwara yang kita buat, agar umat menjauhi pemimpin mereka, yaitu para Ulama. Untuk merealisasikan ini kita akan menurunkan beberapa orang yang sudah digodok, dilatih yang bertugas menyamar sebagai ulama. Kemudian pada gilirannya orang-orang kita ini menyerupakan diri dengan sedemikian rupa, sehingga mereka ini benar-benar persis seperti Ulama dilihat dari segala sudut. Berikut, orang-orang ini melakukan satu tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh Ulama. Sehingga orang-orang Islam akan bingung dengan tindakan para Ulama, melihat kondisi yang ada. Dan setiap Ulama akan memendang satu sama lain dalam kecurigaan. Kemudian orang-orang yang menyamar sebagai Ulama, yaitu dari mata-mata kita tadi disusupkan masuk ke sentral pendidikan Al-Azhar, Istambul, Najaf, dan Karbala. Tindakan selanjutnya, kita membuka sekolah-sekolah dan sejumlah universitas dalam rangka menjauhkan muslim dari pemuka mereke, Ulama. Di sekolah-sekolah ini kita didik anak-anak dari Bizantium, Yunani, dan Armenia. Dan menjadikan mereka semua sebagai musuh-musuh orang Islam. Sedang anak-anak orang Islam, kita mesti memasukkan satu pemikiran pada mereka ini dengan satu keyakinan bahwa orang tua mereka adalah orang-orang yang bodoh. Untuk membawa agar anak-anak muslim ini benci terhadap khalifah, ulama, dan pejabat-pejabat pemerintahan mereka sendiri. Kita akan memberi penjelasan secara gamblang apa yang menjadi kesalahan khalifah, ulama, dan pejabat-pejabat mereka, meyakinkan mereka bahwa khalifah, pejabat dan ulama tersebut hanya disibukkan dengan apa yang menjadi hobi mereka. Bersenang-senang dengan para gundik mereka, menyalahgunakan harta rakyat dan tidak lagi memperhatikan bahwa mereka itu adalah penerus Nabi yang mestinya tidak berbuat begitu.
    12. Untuk menyebarluaskan fitnah bahwa Islam tidak atau kurang menyukai keberadaan wanita, kita bisa mengambil dasar dan ayat Al-Qur’an itu sendiri yang menyatakan “Allah melebihkan laki-laki atas perempuan,” (1)
    (1) Surat Annisa, ayat: 34
    dan hadits: “Perempuan adalah sumber kejahatan.”
    13. Kotor adalah sebuah akibat kurangnya air. Maka dari itu, kita berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi suplai air dengan jumlah yang cukup.
    Langkah-langkah yang perlu diambil yang disarankan oleh buku seribu halaman tersebut dalam menghancurkan benteng pertahanan muslim adalah seperti berikut di bawah.
    01. Berilah rangsangan seperti membangkitkan jiwa patriotik ras dan nasionalis di antara umat Islam, semisal menarik kembali menarik perhatian mereka terhadap kepahlawanan jaman pra Islam. Munculkan kembali model kepemimpinan Fir’aun saat berkuasa di Mesir, periode Magi di Iran, periode orang Babilonia di Iraq, zaman tirani Attila dan Dzengiz di Turki.
    02 Selanjutnya kemungkaran harus dimasyarakatkan baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, seperti minum-nimuman keras, judi, prostitusi atau pelacuran, dan daging babi. Untuk memastikan agar hal tersebut bisa berhasil dengan baik, warga Kristen, Yahudi, penganut leluhur Iran, dan non-muslim dimanfaatkan secara maksimal. Bagi mereka yang bekerja dalam bidang ini harus digaji dengan bayaran yang lebih tinggi dari gaji yang ada di tempat tersebut. Dan tentunya disediakan oleh Kementrian Persemakmuran.
    03. Tebarkan kerancuan pengertian di kalangan muslim terhadap apa sesungguhnya jihad. Tanamkan pada mereka bahwa jihad itu merupakan suatu perintah dalam Islam yang bersifat temporer atau sementara, dan untuk saat ini tidak berlaku, sudah usang. Hilangkan satu pendapat yang telah mengakar di penganut Syi’ah bahwa orang Kristen dan Yahudi adalah curang. Untuk meyakinkan bahwa pendapat demikian ini salah, angkat ke permukaan ayat Al-Qur’an yang mengatakan, “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab yaitu Yahudi dan Kristen itu halal bagimu, dan makanan kamu juga halal pula bagi mereka,”(1)
    (1) Surat Almaidah, ayat : 05
    dan tunjukkan pada mereka contoh kongkrit dari sejarah bahwa Nabi Muhammad memperistri seorang wanita Yahudi yang bernama “Shofiyah” dan wanita Kristen yang bernama “Mariya Alqibti” dan isteri Nabi tersebut juga orang-orang yang baik.
    05. Tanamkan keyakinan pada mereka orang muslim bahwa apa yang pernah dikatakan Nabi dengan Islam adalah sebuah agama yang sempurna, sehingga pengertian ini bisa mencakup keseluruhan agama baik itu Yahudi, Kristen maupun Islam. Perkokoh keyakinan tersebut dengan alasan dasar berikut: Al-Qur’an itu memberi istilah ‘Muslim’ untuk keseluruhan penganut agama samawi. Contohnya, disebutkan dalam riwayat Nabi Yusuf Alaihissalam pernah mengajukan permohonan terhadap Allah, “Ya Allah, matikan saya dalam keadaan menjadi seorang Muslim,” dan Nabi Ibrahim bersama Ismail ketika sedang berdoa mengatakan, “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang Muslim (orang yang tunduk patuh) terhadap Mu dan (jadikanlah) anak cucu kami menjadi Muslim (tunduk patuh) kepada Engkau dan tunjukkanlah ke pada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami, “(1)
    (1) Surat Al Baqarah, ayat: 128.
    Dan juga Nabi Ya’kub pernah memberi wejangan terhadap anaknya, “Janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. “(2)
    (2) Surat Al Baqarah, ayat:132.
    Itu semua menunjukkan bahwa yang dicakup dalam istilah ‘Islam’ merujuk kesemua agama samawi.
    06. Katakanlah kepada mereka berulang-ulang bahwa membangun gereja itu tidak haram. Adalah Nabi Muhammad dan Khalifah penggantinya tidak pernah menghancurkan gereja malah sebaliknya menghargai keberadaan gereja. Dalam Al-qur’an dinyatakan, “Sekiranya saja Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya disebut nama Allah. “(1)
    (1) Surat Alhaj, ayat: 40.
    Ayat tersebut menunjuk bahwa Islam menghormati tempat-tempat ibadah, bukan mcnghancurkannya, dan Islam menjaga tempat-tempat tersebut dari siapa saja yang bermaksud mau menghancurkan.
    07. Kacaukan pengertian tentang hadits yang mengatakan, “Buanglah orang-orang Yahudi dari Semenanjung Arab,” dan hadits “Dua agama tidak akan bisa berjalan bersama-sama di Semenanjung Arab.” Kata”‘Seandainya dua hadits ini memang benar adanya tentu Nabi tidak akan memperisteri orang Yahudi dan Kristen. Juga tidak akan membuat suatu perjanjian dengan orang Nasrani dari Najran.”
    08. Cobalah untuk menghalangi orang-orang Islam dari kegiatan peribadatan mereka dan taburkan kebimbangan tentang manfaat dan kegunaan ibadah dengan mengatakan, “Allah itu tidak membutuhkan ibadah seseorang.” Cegah mereka dari melaksanakan Haji juga dari bentuk-bentuk ibadah lainnya yang membawa mereka menuju kebersamaan. Demikian juga, cobalah untuk merintangi mereka dari membangun masjid-masjid, makam-makam, sekolah-sekolah, dan perbaikan Ka’bah.
    09. Kacaukan pengertian yang ada di kalangan orang-orang Syi’ah tentang hukum seperlima dari harta ghanimah yang diperoleh dari musuh dalam peperangan yang diberikan kepada Ulama dan beri penjelasan bahwa seperlima itu milik harta rampasan yang diambil dan Daarul-Harb. Dan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan harta komersial atau perdagangan di mana Ulama dalam hal ini masuk pada golongan fi sabilillah yang berhak penerima zakat yang dikeluarkan dari harta komersial tersebut. Kemudian tambahkan bahwa humus hanya bisa diberikan kepada Nabi atan Khalifah, bukan kepada Ulama karena Ulama sudah diberi perumahan, hewan peternakan dan perkebunan. Karena itu, tidak pada tempatnya untuk memberikan humus kepada Ulama.
    10. Masukkan bid’ah ke dalam ajaran Islam dan berikan kritik yang pedas karena Islam adalah agama yang senang melakukan teror. Jelaskan secara tegas bahwa Negara-negara Islam berada dalam kondisi sekarat dan sekarang ini sudah pada posisi akan runtuh. Kemudian lakukan untuk membuat mereka umat Islam keluar dari konsep hukum Islam.
    11. Sangat penting! Jauhkan para generasi muda yang dipegangi para orang tua, kemudian asingkan pendidikan generasi tua sebelum mereka. Kita didik generasi muslim tersebut, dan konskwensinya, pada saatnya nanti mereka itu akan benar-benar terpisah dari ajaran pendidikan orang tua mereka. Usahakan bagi mereke agar tidak punya lagi waktu untuk menyentuh yang berkaitan dengan keimanan, ibadah, dan yang membuat mereka dekat dengan para Ulama.
    12. Pancinglah para wanitanya untuk bisa membuang jauh-jauh adat menutup aurat. Berilah alasan palsu yang seperti, “Menutup aurat itu bukan merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. Hal itu adalah tradisi yang muncul ke permukaan pada masa pemerintahan Abasiah. Dulunya, orang-orang bisa melihat para isteri Nabi dan wanita-wanita lain ikut serta dalam segala macam kegiatan sosial dalam masyarakat.” Setelah kita bisa menelanjangi para wanita, gadis muslim dari tradisi kebiasaan menutup aurat, ciptakan suatu kegiatan yang memungkinkan para pemuda Islam bisa berkumpul dan menyatu dengan wanita-wanita tersebut, ini akan membuat mereka terdorong untuk menjalin hubungan dan berbuat di luar norma-norma aturan Islam. Inilah cara paling ampuh dan mujarab untuk menjerat pemuda pemudi Islam sebagai jalan untuk meruntuhkan kekuatan penyangga utama Islam. Untuk pertamanya sebagai pioner dalam hal ini peralat wanita non-muslim, dalam jangka waktu tertentu para wanita muslim secara otomatis akan mengikuti budaya pergaulan yang ada dan dekadensi moral barang tentu akan menjadi pemandangan yang umum.
    13. Pergunakan setiap ada kesempatan untuk menghentikan mereka melaksanakan shalat secara berjamaah dengan menyebutkan kekurangan para imam masjid, melalui cara mengungkapkan kesalahan para imam masjid. Dan dengan cara memancing perselisihan dan perpecahan di antara para imam dan para jamaah yang selalu mengikuti mereka di belakang saat shalat berjamaah.
    14. Tanamkan perasaan skeptis di kalangan umat Islam serta bimbang terhadap yang mana sesungguhnya yang dikatakan Sayyid, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. Campur adukkan para Sayyid yang biasa berpakaian serban hitam dan serban hijau tersebut dengan orang non-Sayyid yang sudah dibuat sedemikian rupa agar bisa membuat bingung umat Islam, sehingga pada gilirannya nanti perlahan tapi pasti, bisa sedikit demi sedikit mengikis respek serta kepercayaan mereka terhadap Sayyid tersebut. Lucuti serban yang merupakan ciri para pemuka Islam dan ciri khas para Sayyid, sehingga dengan demikian bisa mengaburkan silsilah keturunan Nabi Muhammad dan yang ada tidak lagi punya pamor di mata rakyat biasa.
    (1) Sayyid Abdul Hakim Arwasi, dalam bukunya yang berjudul, “Ashhabil kiram”, yang beliau tulis di Istambul, Turki mengatakan, “Fatimah, putri Rasulullah, dan keturunannya sampai akhir zaman tetap merupakan Ahlu u bukan muslim yang taat. Menyintai, membantu dengan segenap jiwa dan raga kita serta memperhatikan hak mereka akan bisa menyebabkan mati dalam keadaan beriman. Dulu pernah ada sebuah badan hukum yang secara khusus mengurusi para Sayyid yang berada di Hama, sebuah kota kecil di Siria. Pada masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah di Mesir, para keturunan Hassan diberi gelar Sarief dan sudah menjadi keputusan bahwa mereka ini memakai serban putih. Sedang keturunan Husein diberi gelar Sayyid dengan memakai serban hijau. Setiap anak lahir dari dua keturunan ini dicatat di hadapan Jaksa dan disaksikan oleh dua orang. Semenjak rezim Sultan Abdul Majid Khan, Rasyid Pasha, antek Inggris yang menjadi perdana mentri, mencabut badan hukum ini atas saran dari bosnya pemerintah Inggris. Orang muslim biasa yang tidak diketahui silsilahnya dipanggil Sayyid. Para sayyid palsu dari Iran bermunculan di sana-sini. Juga disebutkan dalam buku Fatawa alkhaditsiah bahwa di masa permulaan Islam, mereka yang keturunan Nabi diberi gelar Syarif. Hanya ketika Bani Fatimiyah berkuasa di Mesir keturunan Husain dan Hasan diberi ciri khas tersendiri.
    15. Kampanyekan kepada umat Islam bahwa keberadaan bangunan makam yang besar, yang indah dan menara yang ada di sekelilingnya seharusnya dihancurkan, serta diratakan dengan tanah. Dengan satu alasan bahwa bangunan makam yang besar dan dihias seperti itu tidak pernah ada pada zaman Rasulullah. Perbuatan membangun tersebut jelas merupakan bid’ah yang ada dalam Islam. Selain itu, cegahlah setiap muslim yang ingin berziarah ke makam Nabi makam Khalifah dan Ulama dengan mengemukakan kepada mereka bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ziarah tersebut bukan merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. Serta putar balikkan fakta yang sebenarnya seperti dengan mengatakan, Sesungguhnya yang benar itu makam Nabi Muhammad berada di dekat makam ibunya, sedang makam Abu Bakar dan Umar berada di sebuah pekuburan yang bernama Baqi. Makam Utsman, khalifah ketiga umat Islam tidak diketahui di mana letaknya. Husain yang merupakan cucu nabi, kepalanya ditanam di Hanana. Sedang jasad cucu Nabi tersebut tidak seorangpun tahu di mana letaknya. Pekuburan yang berada di daerah Kazimiyah yang diyakini orang Syi ‘ah sebagai makam keturunan Nabi yang bernama Syaikh Qasim dan Syaikh Jawwad adalah makam dua khalifah. Satu makam yang berada di kota Tus, yang menurut mayoritas muslim diyakini sebagai makam Syaikh Ali Ridha, itu sesungguhnya hanyalah makam seorang muslim yang bernama Harun. Makam-makam yang ada di kota Sammarah adalah pekuburan Bani Abasiyah, bukan makam Syaikh Hadi, Syaikh Asy’ari dan Syaikh Mahdi, yang disebut-sebut sebagai keturunan Nabi. Semua tindakan membangun makam-makam dan menara-menara tersebut adalah tidak mengikuti ajaran Islam. Oleh karena itu, keberadaannya harus dihilangkan di seluruh wilayah kekuasaan Islam.
    16. Katakan kepada mereka bahwa wajib untuk menghancurkan tempat bangunan yang digunakan ritual perkabungan masal oleh muslim Syi’ah dengan alasan hal tersebut merupakan penyimpangan ajaran Islam. Orang-orang harus dihalangi dari ikut menghadiri kegiatan ritual perkabungan masal di tempat tersebut. Jumlah penceramah yang biasa memberikan semangat dalam acara tersebut harus dikurangi. Untuk mendukung tujuan ini bagi penceramah dan yang mempunyai tempat yang digunakan sebagai pusat kegiatan ritual perkabungan masal ini harus ditarik pajak. Hal ini sedikit menghambat jalannya kegiatan. Yang jelas kegiatan yang bersifat membuat mereka menuju kebersamaan harus ditekan atau dikurangi.
    17. Dengan menggunakan dalih love of freedom (cinta kebebasan), yakinkan kepada setiap muslim bahwa setiap orang bebas untuk melakukan apa saja yang ia suka. Tidak wajib hukumnya melaksanakan amar-ma’ruf nahyi mungkar atau mengajari prinsip-prinsip Islami. Selain itu tanamkan satu pemikiran bahwa orang Kristen akan tetap berada pada posisi memeluk agama Kristen dan Yahudi begitu juga akan berada pada keimanan mereka dalam beragama Yahudi. Tidak seorangpun bisa mempengaruhi hati orang lain. Urusan hati adalah tergantung pada Tuhan. Kendati sudah diajak masuk Islam seribu kali, kalau Tuhan tak memberi hidayah, hal ini tidak akan bisa terjadi. Dan amar-ma’ruf nahyi-mungkar itu sendiri adalah tugas para ulama dan Khalifah.
    18. Untuk menghambat laju pertambahan populasi umat Islam, kelahiran bayi mesti dibatasi dan poligami dilarang. Masalah pernikahan harus tunduk terhadap hukum. Misalnya, harus ada aturan suku bangsa Arab tidak boleh menikahi suku bangsa dari Iran, sebaliknya orang Iran tidak bolel nikah dengan orang Arab juga orang Turki tidak boleh nikah dengan orang Arab.
    19. Pastikan untuk menghentikan perambatan dan masuknya orang di luar Islam ke agama Islam. Siarkan sebuah konsep bahwa Islam adalah agama yang hanya dikhususkan untuk suku bangsa Arab saja. Untuk mendukung konsep ini angkat ayat Al-Qur’ an berikut ini, Ini adalah sebuah Dzikir (Islam) untuk kamu dan orang-orang kamu.”
    20. Lembaga-lembaga pendidikan yang mengacu kepada pembentukan iman harus dibatasi melalui hukum dan dikurangi, hanya pendidikan dan sekolah negeri yang diizinkan. Orang yang bersifat pribadi atau lembaga swasta harus ditekan agar tidak bisa mendirikan lembaga pendidikan semacam sekolah-sekolah atau pesantren.
    21. Munculkan keraguan akan keautentikan Al-Qur’an dan cetak serta publikasikan terjemahan Al-Qur’an yang memuat pembredelan sebagian ayat, penambahan dan penyisipan dan katakan pada orang-orang ini, “Copian Al-Qur’an yang ada sekarang sudah tidak layak lagi untuk dijadikan rujukan. Satu ayat di satu Al- Qur ‘an tidak ada di Al- Qur’an lain. Buanglah ayat-ayat yang memojokkan keberadaan Yahudi, Nasrani, dan non muslim lainnya dan juga ayat yang memuat perintah jihad, amar-ma’ruf nahyi-munkar. Terjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa lain, seperti ke dalam bahasa Turki, Persi, dan India. Sehingga, dengan cara begini kita bisa mencegah orang di luar Negara Arab mempelajari bahasa Arab. Dan dalam hal adzan, sholat dan do’a usahakan untuk tidak menggunakan bahasa Arab. Demikian juga, orang-orang Islam harus dibuat ragu akan keberadaan hadits-hadits Nabi yang ada. Sejumlah terjemahan, kritik, dan penyisipan sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Al-Qur’an bisa diaplikasikan juga terhadap Hadits.
    Setelah saya selesai membaca keseluruhan isi buku yang berjudul “How Can We Demolish Islam” (Bagai mana cara kita bisa menghancurkan Islam), saya benar-benar kagum dan terkesan atas isi yang terkandung di dalamnya. Benar-benar hebat. Buku tersebut merupakan yang sangat berharga bagi studi yang akan saya jalankan. Saya mengembalikan buku tersebut kepada sekretaris dan berterima kasih kepadanya. Saya katakan buku tersebut benar-benar sangat membantu misi yang akan saya jalankan. Sekretaris berkata kepada saya, “Pasti sekarang Anda yakin bahwa dalam melaksanakan tugas ini Anda tidak sendirian. Kami telah merekrat tenaga kerja yang cukup banyak dalam melaksanakan satu pekerjaan yang sama, seperti pekerjaan yang akan Anda jalankan. Kementrian kita telah menandatangani lebih dari lima ribu orang dalam menjalankan misi ini. Kementerian memprediksi ada kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah dan mencapai seratus ribu orang. Bila kita sudah bisa mencapai jumlah tersebut tadi, dipastikan kita bisa membawa seluruh wilayah kekuasaan Islam ke dalam payung kekuasaan Inggris Raya.”
    Beberapa waktu kemudian sekretaris mengatakan, ” Ada berita bagus untukmu! Kementrian kita paling lama membutuhkan waktu satu abad untuk merealisasi program ini. Kita boleh jadi tidak bisa melihat dan menikmati hari-hari yang menyenangkan itu, tapi anak-anak kita yang pasti akan menikmati hari-hari yang menyenangkan tersebut. Betapa indahnya perkataan ini: “Saya telah menikmati apa yang telah orang tua dulu tanam, dan begitu juga sekarang saya sedang menanam untuk dinikamti generasi kami selanjutnya.” Program yang dilaksanakan pemerintah Inggris ini secara tidak langsung telah membuat senang seluruh Umat Nasrani dan telah bisa menyelamatkan mereka semua dari abad kedua belas, yaitu abad kegelapan masyarakat Eropa.”
    Selanjutnya sekretaris memberi komentarnya tentang realita sejarah seperti berikut, “Expedisi Pasukan Salib yang berlangsung selama satu abad sama sekali tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Begitu juga apa yang telah dilakukan Pasukan Mongol dari Timur yang dipimpin oleh Jengis Khan, tidak bisa menghancurkan kekuatan Islam. Hal tersebut dikarenakan sistem kerja mereka secara tiba-tiba, tidak sistematis dan tidak kuat mengakar ke tanah. Sehingga dengan begitu kekuatan musuh masih bisa bangkit. Konsekwensinya mereka menjadi kecapekan dalam waktu yang cukup singkat. Tetapi kini para pemegang admimstrasi kita yang sudah expert dalam bidangnya, sedang merobohkan kekuatan utama penyangga Islam memakai taktik planing yang bagus, yang benar-benar disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada dan dengan memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi. Kita juga harus menggunakan kekuatan militer, namun harus digunakan pada episode paling akhir. Yaitu setelah kita benar-benar bisa menguasai kekuatan Islam, setelah kita bisa menghalau dan menghadang gerak langkah umat Islam dari segenap penjuru dan membuatnya sama sekali tidak berdaya dan lumpuh, yang tidak pernah akan sembuh dan bangkit melawan kita.”
    Kata-kata terakhir yang diucapkan sekretaris begini: “Para agen intelejen tinggi yang telah kita posisikan di Istambul adalah intel yang cerdas dan cekatan. Mereka melaksanakan planing kita secara tepat. Anda tahu apa yang mereke lakukan? Mereka melebur, menyatukan diri dengan masyarakat muslim yang membangun sekolah-sekolah untuk anak-anak mereka. Mereka juga membangun gereja. Mereka benar-benar sukses di dalam memasyarakatkan minuman keras, perjudian, kemesuman, dan membikin mereka menjadi kelompok-kelompok kecil melalui hasutan. Para intel tersebut menanamkan kebimbangan pada generasi muda Islam. Mereka membangkitkan khilafiyah yang memang sudah ada sebelumnya dan membakar mereka agar melawan pemerintah. Mereka menciptakan demonstrasi di mana-mana. Mereka merusak mentalitas pemegang administrasi dan para negarawan dengan menggunakan jebakan wanita yang diberi tugas merayu dan mengajak menikmati surga dunia. Dengan menggunakan pola kerja semacam ini, kekuatan utama ummat Islam hancur dan tentu akan meninggalkan ajaran agama yang selama ini mereka jadikan pedoman. Dan memecah belah persatuan mereka. Setelah hal itu berhasil, saatnya baru menggunakan kekuatan militer.”
    (1) Pemerintah Inggris menggunakan dua puluh satu langkah tersebut dalam program menghancurkan dua negara Islam yaitu Kesultanan India dan kekhilafahan Turki Utsmani. Mereka mendirikan aliran-aliran Islam seperti: Wahabi, Qodiyani, Tabligh Jamaat, dan Jamaatul Islamiyah di India. Kemudian dengan mudah mereka menginvasi India, menghancurkan administrasi secara keseluruhan, memenjarakan sultan dan menyembelih dua putranya. Barang-barang yang berharga serta harta benda lainnya yang telah berabad-abad menjadi hak rakyat India dijarah dan dikapalkan ke London. Mereka mengambil batu-batu permata seperti berlian, jamrud, merah delima dan hiasan dinding makam terkenal Taj mahal yang dibangun oleh Sultan Syah Jihan pada tahun 1041 Hijriyah (1631 M) di atas kuburan isterinya, Arjumen Beghum di Aghra, yang dilapisi dengan intan. Sebagaimana kata Allah, “Barang siapa berbuat makar terhadap Allah, maka Allah juga berbuat makar kepada mereka”. Balasan muncul ketika Perang Dunia ke dua pecah. Karena takut diinvasi Jerman, para pastur, pejabat negara dan sejumlah orang serta harta benda yang cukup banyak dikapalkan. Dalam perjalanan menuju Amerika, ranjau diluncurkan dari kapal perang Jerman, Graf Von Spee dan dua kapal penyergap sejenis. Serangan itu mampu menenggelamkan kapal mereka. Keseluruhan awak kapal dan penumpang serta harta benda yang mereka angkut tenggelam masuk ke dasar lautan Atlantik. Setelah Perang Dunia kedua berakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan deklarasi Hak Asasi Manusia (The Human Rights Declaration) yang menolak adanya penjajahan di seluruh dunia. Deklarasi tersebut dikeluarkan di New York. Pemerintah Inggris kehilangan sumber utama pemasukan negara yang sudah mereka nikmati selama berabad-abad. Akhirnya, mereka mencopot gelar Great Britain.
    (bersambung) MASIH ADA SERI TERAHIR dar Tempat Lesehan paling oye..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker