Berita Suriah

DPR Suriah: Rusia Sukses Telanjangi AS di Suriah

Ketua DPR Suriah: Rusia Sukses Telanjangi AS di Suriah dalam Operasi Militer 15 Hari

Rusia dan AS telah berseberangan dalam strategi memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Rusia berdalih, agresinya di Suriah sah karena sesuai permintaan otoritas setempat, yakni rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Sedangkan agresi AS di Suriah bersama koalisinya dianggap ilegal, karena tidak ada izin dan menolak berkoordinasi dengan rezim Suriah.

Islam-Institute, MOSKOW– Mohammad Jihad al-Laham, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Suriah, menyebut Rusia sukses ‘menelanjangi’ kebijakan Amerika Serikat (AS) yang berbahaya dan menipu di pentas dunia. Wakil Rakyat Suriah itu memuji serangan Rusia dalam memerangi ISIS dan kelompok teror lain seperti Jabhat al-Nusra, Ahrar Al-Syam, dll, yang telah beroperasi di negaranya. Menurutnya, Serangan Rusia selama dua Minggu lebih berprestasi dibanding AS dan koalisinya yang sudah berlangsung satu tahun lebih..

BACA JUGA:  Komandan Front al-Nusra: AS Ada di Pihak Kami

“Sikap Rusia telah menelajangi kebijakan AS yang berbahaya dan menipu, yang mereka gunakan di pentas dunia,” kata Mohammad Jihad al-Laham.

Menurut Mohammad Jihad al-Laham, serangan Rusia dalam tempo 15 hari lebih hebat prestasinya dibanding serangan AS dan koalisinya selama setahun terakhir. Mohammad Jihad al-Laham mengatakan, agresi Rusia di Suriah sudah memenuhi prinsip dan standard hukum internasional serta sesuai mandat Piagam PBB.

BACA JUGA:  Suriah: Teroris Jabhat Al-Nusro Membunuh Syeikh Wahid al-Balous
DPR Suriah: Rusia Sukses Telanjangi AS di Suriah dalam Operasi Militer 15 Hari.

Pujian Ketua DPR Suriah itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko. ”Hal-hal yang telah dilakukan selama 15 hari terakhir oleh Suriah bekerjasama dengan Rusia melebihi prestasi koalisi yang dipimpin AS dalam setahun terakhir,” kata Laham, seperti dikutip RIA Novosti.

Menurut Mohammad Jihad al-Laham, Rusia telah menunjukkan sikapnya dalam memerangi terorisme yang telah memiliki hasil positif. Sedangkan serangan AS di Suriah, Washington selalu merasa ada tantangan terlalu sulit. ”Posisi Rusia tetap dalam norma-norma hukum internasional, sedangkan posisi AS berusaha untuk mencemarkan nama baiknya,” sindir politikus Suriah itu.

BACA JUGA:  Teroris ISIS Kabur, Suriah Segera Lakukan Pilpres dan Pileg

”Kami akan berupaya untuk mengembangkan hubungan persahabatan antara Rusia dan Suriah yang akan memiliki efek positif atas masyarakat seluruh dunia dan menyelaraskan dengan norma-norma hukum internasional,” imbuh Laham, yang dilansir Senin (19/10/2015).

Seperti diketahui, Rusia dan AS telah berseberangan dalam strategi memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Rusia berdalih, agresinya di Suriah sah karena sesuai permintaan otoritas setempat, yakni rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Sedangkan agresi AS di Suriah bersama koalisinya dianggap ilegal, karena tidak ada izin dan menolak berkoordinasi dengan rezim Suriah. (AL/ARN/MM/SindoNews)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker