Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Buku

Download Hadits Imam Bukhari – Muslim

Link berikut ini jika diklik akan menghantar Anda menuju area download gratis ebook Islami, dan ebook Hadist Imam Bukhari juga Imam Muslim. Klik dan silahkan download gratis sepuasnya….

 

 Hadits Imam Bukhari

Hadits Imam Muslim

kitab shahih al bukhari muslim alita - Download Hadits Imam Bukhari - Muslim

EBOOK HADITS BUKHARI –  MUSLIM

 

Semoga bermanfaat, amin….

 

Mohon maaf. Link ini sudah tidak berlaku karena souurce-nya error.

 

BACA JUGA:  Sambungan Kisah Taubatnya Salafytobat
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

26 thoughts on “Download Hadits Imam Bukhari – Muslim”

  1. Alhamdulillah wasyukrulillah…. langsung meluncur ke TKP tuk segera nyedot Ebook Hadits shahih dan artikel Islaminya. Matur sembah nuwun atas linknya yg bermanfaat.

  2. Alamdulillah …Syukroooo Akhi…
    jadi tambah melek hadits kita, ga biar ga’ selalu di kibulin jama’at pengikut2 sekte wahabi.

  3. utk shahih bukhari dan shahih muslim, terjemahannya terkadang ada yg kurang tepat.
    Jadi, jangan lupa kunjungi

    dan

    jika msh kurang tepat juga, silahkan share di blog kami
    syukron

  4. Bismillaah,

    Untuk memudahkan mengenali golongan yang selamat Ahlul Sunnah wal Jamaah, mohon sudi kiranya untuk menyampaikan hadits riwayat Imam Bukhari tentang cara berdirinya Rasulullaah saat shalat?

    Wallaahu a’lam.

  5. Bismillaah,

    Mari kita terus membaca Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim sehingga kita mendapatkan ilmu yang benar dari hadits-hadits shahih untuk memperbaiki amal ibadah kita. Jangan kaget bila kita menemukan beberapa atau mungkin banyak amalan ibadah kita bertentangan dengan hadits-hadits shahih dalam dua kitab tersebut. Jika memang demikian, maka rujuklah kepada hadits-hadits shahih tersebut dan tinggalkan amalan-amalan tersebut.

    Wallaahu a’lam.

    1. Benar sekali, jangan lupa Hadist-2 yg lain yg sanadnya shahih sampai ke Rosululloh SAW… jangan lupakan sanad, karena sanad juga sangat penting….

      1. Bismillaah,

        Imam Bukhari dan Imam Muslim itu belajar kepada guru yang bersanad bersambung hingga ke Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, hadits-hadits dalam Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim dijamin shahih, benar-benar dari Rasulullaah.

        Maka, jika engkau mendapati amalanmu bertentangan dengan hadits shahih, maka tinggalkan amalanmu dan rujuklah kepada hadits shahih.

        Sebagai contoh, cara berdiri saat shalat. Kebanyakan umat Islam di Indonesia berdiri dengan jari-jari kaki kanan menghadap serong kekanan dan jari-jari kaki kiri serong ke kiri. Padahal, dalam Shahih Bukhari, terdapat hadits riwayat dari Abi Humaid yang berkata: “yastaqbilu bi athrofi rijlaaihi al qiblah (Beliau – Rasulullaah – menghadapkan jari-jari kakinya lurus ke kiblat.”

        Bila sudah mengetahui hadits tersebut, maka rujuklah kepada hadits tersebut dan tinggalkan cara berdiri yang menyelisihi hadits tersebut.

        Wallaahu a’lam.

          1. Bismillaah,

            Kang Nasrulloh,

            Alhamdulillaah, anda sudah mengamalkan hadits tersebut. Dengan demikian jari kelingking kaki anda tidak terinjak saat merapatkan shaf shalat berjamaah. Dengan mengamalkan hadits tersebut, anda akan dengan mudah menempelkan mata kaki anda dengan mata kaki kawan anda saat merapatkan shaf shalat berjamaah.

            Sebaliknya, orang yang tidak mengamalkan hadits tersebut, maka ia akan berdiri dengan telapak kaki kanannya menyerong ke kanan dan telapak kaki kirinya menyerong ke kiri. Cara berdiri seperti inilah yang telah menimbulkan masalah saat merapatkan shaf:
            1. kakinya terutama jari kelingkingnya terinjak
            2. kuku jari kelingkingnya menusuk kaki orang di sebelahnya
            3. timbul sikap membenci kepada orang yang mengajak merapatkan shaf shalat berjamaah.

            Karena salah berdiri inilah, maka banyak orang yang menolak ajakan merapatkan shaf shalat berjamaah.

            Putri Karisma,

            Amalan berdiri saat shalat yang dilakukan kebanyakan umat Islam inilah amalan yang tidak sesuai dengan hadits riwayat Imam Bukhari.

            Wallaahu a’lam.

          2. kalau perkara merapatkan shaf, tanpa rapat kaki, sudah rapat bahu sudah cukup bagi saya, waktu itu kan sdh ditampilkan hadist2 merapatkan shaf, tidak smua dg merapatkan kaki….maka itupun saya sudah menjalankan sunnah merapatkan shaf….alhamdulillah…

          3. Bismillaah,

            Kang Nasrulloh,

            Bagus sekali bila anda sudah merapatkan bahu anda dengan bahu kawan yang berada di sebelah kiri dan kanan anda. Bila anda berada di shaf sebelah kanan imam, merapatlah ke sebelah kiri dan ajaklah teman di sebelah kanan anda untuk merapatkan bahunya kepada bahu anda. Bila anda berada di shaf sebelah kiri imam, merapatlah ke kanan dan ajaklah kawan di sebelah kiri anda untuk merapatkan bahunya kepada bahu anda. Dan lembutkanlah lengan-lengan anda saat merapatkan shaf sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

            Dengan demikian, hati orang yang merapatkan shaf menjadi lembut dan akrab dengan kawan di sebelah kanan dan kirinya. Alhasil, persatuan tergalang dan umat Islam menjadi kuat seperti bangunan kokoh. Musuh-musuh Islam menjadi takut. Dan kejayaan akan diraih oleh umat Islam.

            Itulah amalan dasar untuk menggalang persatuan dan kekuatan umat Islam.

            Wallaahu a’lam.

    2. @suradi
      Kalau baca shahih Bukhari dan muslim, tentunya kite gak berbeda dalam membaca tahiyatul awal maupun tahiyatul akhir ya!!. Kalau ikut shahih Albani mungkin beda gak ya?.

      1. Bismillaah,

        Kang Ucep,

        Kita kan lagi membahas Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Jadi, janganlah kita menyimpang ke kitab yang lain termasuk kitab Albani.

        Mari kita cocokkan amalan ibadah kita terutama shalat kita dengan hadits-hadits yang ada dalam kedua kitab tersebut. Barangkali saja gerakan dan bacaan shalat kita bertentangan dengan hadits-hadits dalam kedua kitab tersebut.

        Ada sebuah kisah nyata tentang kawan saya. Dulu dia beribadah termasuk shalat dengan mengikuti orang-orang pada umumnya shalat. Namun setelah membaca kedua kitab tersebut, shalatnya menjadi agak berbeda dari sebelumnya.

        Wallaahu a’lam.

        1. @suradi
          Ane gak menyelisihi kitab Shahih Bukhari & Muslim, bahkan Ibnu Mas’ud mengatakan “Jika ibu jari tanganku ini tidak menghadap kiblat, akan aku potong”.
          Cuma yang ane perselisihkan shahihnya (Kitab Fatawa) albani, yang mengatakan tanpa Assalamualaika pada tahiyatul awal & akhir, dengan alasan Nabi saw telah tiada. Dalam kitab Shahih Bukhari & Muslim masih diterangkan pemakaian kata Assalamualaika Ayyuhan Nabiyyu.
          Bagaimana pandangan ente!!!, disini lagi bahas Shahih Bukhari & Muslim, kan mesti ada pembandingnya.

          1. betul sekali, baiknya hindari kitab-2 dr syaikh al-bani…..ini lah pentingnya sanad, telusuri lah siapakah syaikh al-bani itu, siapa guru-nya? apakah bersambung kepada Rosululloh SAW ? dan jangan lupa pentingnya mahzab….afwan…

          2. Bismillaah,

            Kang Ucep,

            Tentang masalah bacaan tersebut, saya mendengar dan membaca hadits sebagai berikut:

            Ibnu Mas’ud berkata ”…Pada saat itu Beliau (Nabi SAW) berada bersama kami, namun setelah Beliau SAW wafat, kami mengucapkan ’Assalaamu’alannabi ……. ( sampai dengan selesai)’.” Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah.

            Jadi ketika Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, maka para sahabat membaca: “Assalaamu ‘alaika …….” dst hingga selesai. Namun setelah beliau meninggal, para sahabat membaca: “Assalaamu ‘alannabii………” dst hingga selesai seperti yang diriwayatkan dalam hadits Ibnu Mas’ud.

            Saya tidak mempermasalahkan orang yang membaca “Assalaamu ‘alaika…..” dan saya juga atidak mempermasalahkan orang yang membaca: “Assalaamu ‘alannabii………”

            Wallaahu a’lam.

          3. @suradi
            Terus terang ane belum pernah dapat hadist tersebut baik shahih bukhari & Muslim, bahkan di Kitab Al Umm Imam Syafi’i. Kita persamakan persepsi dulu, kalau ente punya No Berapa dari Hadist Bukhari & Muslim, tolong ane dikasih tau, nti ane cek di kitab2 yang ane punya dan ente pakai yang mana!!!
            Tentang Kitab Bukhari & Muslim yang jumlahnya lebih 600.000 hadist, tentunya seluruh Aswaja tidak pernah menyelisihi, apalagi yang memegang kuat Madzhab Syafi’i dengan Kitab Al Umm (jilid I hal 182) dan Kitab2 Imam Nawawi Al Bantani.

  6. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (Adz dzariyat : 17-18)
    Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya. (Al Mukminun 9-11)
    Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, Dan orang-orang yang menunaikan zakat, Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (Al Mukminun 1-5)
    Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah : 44-46)

    Dari A’isyah ra : Rasulullah bersabda, “Perintahkanlah Abu Bakar ra untuk mengimami shalat para Sahabat.” Aku bilang “Wahai Rasulullah, Abu Bakar adalah orang yang sangat sensitive hatinya. Ia tidak dapat membendung air matanya ketika membaca Al Qur’an…”.
    Kekhusu’an dan tangisan Abu Bakar ra dalam shalatnya memberikan efek yang sangat luar biasa bagi orang-orang sekitarnya. Bahkan seorang musyrik bergetar dan mengatakan “Hai Ibnu Dzughunah, suruhlah Abu Bakar untuk beribadah kepada Tuhannya didalam rumahnya saja. Biarlah ia shalat dan membaca apa saja yang ia inginkan. Yang penting ia tidak menyiksa kami dan tidak melaksanakannya ditempat terbuka, sebab kami takut akan hal itu akan membuat anak2 dan istri2 kami terpesona. (HR Muslim (I/313-314), Abu Nua’im dalam mustakhraj ala Shahih Muslim (II/42) dan Abu Awamah dalam Shahihnya (I/442)).
    Riwayat Mujahid, dikatakan “ Jika sedang shalat, Ibnu Zubair bagaikan Tonggak kayu yang Kokoh, tidak bergerak. Dan konon ceritanya Abu Bakar ra juga melakukan hal yang sama.” Abd Razaq mengatakan “Penduduk Mengatakan bahwa Ibnu Zubair mengambil / mencontoh Shalatnya Abu Bakar ra dan Abu Bakar ra sendiri mencontohnya dari Rasulullah saw”.

    Salah seorang Tabi’in, Hasan bin Athiyah dan para Tabi’in yang lain mengatakan, “Ada dua orang yang shalat berdampingan, tetapi perbedaan yang ada diantara keduanya bagaikan langit dan bumi.” Orang2 bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Dijawab, “Yang satu dapat melaksanakan shalat dengan totalitas jiwa dan hatinya kepada Allah swt, sedangkan hati yang lain tidak dapat mengingat Allah swt”. (Diriwayatkan oleh Na’im bin Hammad dalam Kitab Zawa’id az Zuhd pengarang Ibnu Mubarak Jilid 2 hal 24).

    Bagaimana kalau shalat khusu’ dan berjama’ah ya !! mantab kali ya.

  7. Ping-balik: The Girl With The Dragon Tattoo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker