Inspirasi Islam

Doktrin Wahabi Sebabkan Kontradiksi Kronis dalam Memahami Ajaran Islam

Doktrin Wahabi – Diantara sekian banyak doktrin Wahabi yang  terkadang sekaligus jadi semacam yel-yel atau jargon atau slogan  adalah:

“Kebenaran hanya satu yaitu Salafi (Wahabi)”,

“Kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah”,

“Muwahidun, Penegak Tauhid”,  dll.

Ada doktrin Wahabi paling populer yang dipahami secara salah yaitu doktrin/slogan “Kembali kepada Al-Qur’an dan  Sunnah Rasulullah Saw. menurut pemahaman para Sahabat Nabi Saw”.  Sehingga apa saja yang mereka anggap  tidak ada perintah atau anjurannya di dalam Al-Qur’an, Sunnah, atau atsar Sahabat Nabi Saw., langsung mereka anggap sebagai bid’ah (perkara baru yang diada-adakan) yang diharamkan dan dikategorikan sebagai kesesatan, betapapun bagusnya bentuk suatu kegiatan keagamaan tersebut, dengan dasar hadis Nabi Saw:  “… kullu bid’atin dhalalah, wa kullu dhalalatin fin-naar” (setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan akan dimasukkan ke dalam Neraka).

Di sisi lain, doktrin Wahabi ternyata bisa menimbulkan kontradiksi pemahaman yang kronis terhada suatu permasalahan agama. Lihatlah sebagai contohnya, dalam situs resmi salah seorang pendakwah ajaran sesat Wahabi, bernama Abdurrahman Damasyqiyyah, berkata:  “Saya katakan bahwa boleh untuk kaum perempuan untuk ziarah kubur dengan dasar hadits ini……”   Sementara pemuka Wahabi lainnya, Syaikh  Ibnu Utsaimin, dalam bukunya berjudul Fatawa Muhimmah, h. 149-150, cet. Riyad, berkata:  “Haram ziarah kubur bagi kaum perempuan, itu termasuk dari dosa besar, sekalipun yang diziarahi makam nabi (Muhammad)”.  Kalau di antara sesama Wahabi  saja  saling bertentangan, maka tak heran jika mereka  juga bertentangan dengan selain pengikut Wahabisme.

Itu hanya salah satu bukti bahwa dasar ajaran Wahabi menyebabkan sikap “SEENAK PERUTNYA SENDIRI” dalam prakteknya. Yang  satu mengatakan boleh ziarah kubur, yang lainnya mengatakan haram. Kontradiksi yang kronis ini bisa diibaratkan bagaikan surga dan neraka, yaitu kontradiksi yang  seharusnya tidak bisa dimaklumi begitu saja.   Nah, untuk melihat bagaimana doktrin Wahabi itu menyebabkan kontradiksi pemahaman ajaran Islam,  mari kita ikuti sorotan tajam dari Dean Sasmita. Selamat menyimak semoga bermanfaat…..

quran - Doktrin Wahabi Sebabkan Kontradiksi Kronis dalam Memahami Ajaran Islam

KONSEP  ‘PEMIKIRAN WAHABI’  YANG DITULARKAN PADA PENGIKUTNYA (DOKTRIN WAHABI)

oleh:  Dean Sasmita

Kaum Salafi & Wahabi tidak menggunakan metodologi ulama ushul (ulama yang ahli mengenai pembahasan dasar-dasar ajaran agama) di dalam membahas dalil-dalil tentang bid’ah, maka mereka terjebak di dalam pembahasan dan fatwa yang tidak seragam. Apalagi mereka hanya merujuk pendapat ulama salaf tanpa melalui mata-rantai penjelasannya dari para ulama setelah mereka, maka keseragaman paham itu menjadi hal yang kemungkinannya sangat kecil.

banner 2 2 - Doktrin Wahabi Sebabkan Kontradiksi Kronis dalam Memahami Ajaran Islam

Oleh karena itu, antara mereka saja banyak terjadi kontradiksi dan perbedaan pendapat. Hal ini terjadi karena masing-masing mereka selalu berupaya merujuk langsung suatu permasalahan kepada al-Qur’an, hadis, dan pendapat ulama salaf. Tentunya, kapasitas keilmuan dan kemampuan yang berbeda dalam memahami dalil, akan memunculkan perbedaan pandangan dalam menyimpulkan dalil tersebut.

Asal tahu saja, proses seperti inilah yang banyak memunculkan aliran-aliran sesat dan nabi-nabi palsu di Indonesia, di mana setiap pelopornya merasa berhak mengkaji dalil secara langsung dan memahaminya menurut kemampuannya sendiri masing-masing.

Sungguh berbeda dari ajaran mayoritas ulama yang mentradisikan proses ijazah (pernyataan pemberian ilmu atau wewenang dari seorang guru kepada murid), serta pembacaan dan pengajaran kitab-kitab para ulama secara berantai dan turun-temurun dari generasi ke generasi, sehingga apa yang dipahami oleh seorang guru yang hidup di masa lampau akan sama persis dengan yang dipahami oleh seorang murid yang hidup belakangan, berapapun jarak antara masa hidup keduanya. Maka kita dapat melihat perbedaan yang nyata antara pengikut paham Salafi & Wahabi dengan para pengikut ulama mayoritas dalam ungkapan-ungkapan penyampaian mereka.

Kita pasti banyak menemukan (dalam kitab-kitab mereka ataupun dalam buku-buku terjemahannya bahkan dalam gaya bicara mereka yang dilanjutkan oleh para pengikutnya), dimana kaum Salafi & Wahabi akan banyak berkata, “Berdasarkan firman Allah …” atau “Berdasarkan sunnah/hadis Rasulullah Saw. …”.  Sedangkan para pengikut ulama mayoritas banyak berkata, “Menurut Imam Nawawi di dalam kitab beliau …, menurut Imam Ghazali di dalam kitab beliau …, telah disebutkan oleh Imam as-Subki di dalam kitab beliau …, Syaikh Salim bin Sumair al-Hadhrami di dalam kitab beliau berkata …,” dan lain sebagainya.

Bilamana mereka menanyakan, bukankah lebih tinggi al-Qur’an dan hadits daripada pendapat para ulama? Benar, tetapi masalahnya bukan pada al-Qur’an atau hadistnya, melainkan pada pemahamannya. Dengan begitu seharusnya mereka juga bertanya, mana yang lebih bagus dan lebih selamat; menyampaikan ayat al-Qur’an dan hadist dengan pemahaman sendiri, atau menyampaikan pemahaman para ulama tentang ayat al-Qur’an atau hadist? Terbukti, ternyata kaum Salafi & Wahabi banyak keliru menempatkan dalil karena mereka memahami dalil tersebut secara dzahir dan harfiyah (tekstual).

Maka itu, bahwa fatwa-fatwa kaum Salafi & Wahabi sebagaimana kita tahu, selalu terkesan aneh, kontradiktif sehingga sangat berbahaya bagi persatuan dan kebersamaan umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan Cuma itu, bahkan paham ini mengandung penyimpangan di dalam aqidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang diyakini oleh mayoritas ulama dari zaman ke zaman.

Bila paham Salafi & Wahabi ini dipegang seseorang secara pasif (untuk pribadi) dan bijaksana (dalam menyikapi perbedaan), maka bahaya tadi dapat dihindari dengan sendirinya. Tinggal ia saja harus menelitinya kembali dengan disertai disimplin ilmu dan dibimbing guru. Tetapi bila paham ini diyakini sebagai “yang benar” dan yang tidak sejalan dengannya adalah “sesat”, maka paham ini berarti mengandung ekslusivisme (merasa istimewa sendiri) yang akan memunculkan sifat sombong pada diri pengikutnya.

Lihat saja mereka, teman-teman kita yang masih sekolah setingkat SLTA sampai Mahasiswa dan kebanyakan tidak mengenyam pendidikan pesantren, begitu bergelora keadaan semangatnya dalam berdakwah namun secara tidak disadari telah menggunakan konsep pemikiran diatas. Dan bila paham ini dipegang secara aktif (dipromosikan dan didakwahkan), maka akan terbuka peluang-peluang terjadinya bahaya seperti terpecahnya muslim secara internal. Jika sudah seperti itu keadaannya, siapa yang beruntung dan bersorak gembira ? ..iblis dan yahudi, so pasti !!!

Sumber

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

158 thoughts on “Doktrin Wahabi Sebabkan Kontradiksi Kronis dalam Memahami Ajaran Islam”

  1. “Terbukti, ternyata kaum Salafi & Wahabi banyak keliru menempatkan dalil karena mereka memahami dalil tersebut secara dzahir dan harfiyah (tekstual).”

    Nah, ini yang sangat berbahaya, khususnya dalil-dalil tentang Aqidah, apabila dipahami secara tekstual, akan menyebabkan terjerumus ke dalam kekufuran.

    Di dalam kitab “Hasiyah ad-Dasuqi ‘ala Ummi al-Barahin” karya Syeikh Muhammad Dasuqi halaman 83 diterangkan bahwa:
    ? ???? ?? ?? ????? ?? ???? ??? ???????? ??? ???? ? ?? ????? ??? ??? ?? ???????? ??? ??? ??? ???? ? ???????? ???? ?????? ?? ???? ??? ???? ? ?? ??? ? ?? ???? ???? ??? ??

    Artinya:
    ” Dan hendaklah kalian ketahui bahwa sesungguhnya barangsiapa yang meyakinkan Allah itu seperti jisim (bentuk suatu makhluk) sebagaimana jisim-jisim lainnya, maka orang tersebut hukumnya kafir (orang yang kufur dalam aqidah, bukan orang murtad). Dan barangsiapa meyakinkan bahwa Dia seperti jisim, namun tidak seperti jisim-jisim lainnya, maka orang tersebut adalah orang yang durhaka, bukan kafir. Adapun keyakinan (i’tiqad) yang benar adalah keyakinan yang menyatakan bahwa sesungguhnya Allah itu bukan jisim dan bukan pula sifat. Tidak ada seorang makhluk pun yang dapat mengetahui dzat Allah terkecuali hanya Dia semata”.

      1. Ulama menjelaskan nash Al Qur an dan Hadist, bukan sembarang omong dan berpendapat mas. Mereka menggunakan merode salaf bukan metode salafi………

        maka kalau saya baca tulisan anda, saya jadi ingat ulama wahabi. perkataan anda persis mengambarkan keadaan mereka.

  2. Ya ana setuju banget dengan paparan artikel di atas, memang doktrin wahabi menimbulkan kontradiksi di antara sesama Wahabi sendiori dalam memahami persoalan agama, apalagi dg jama’ah kaum muslimin yg mayoritas. Selalu betentangan dg Ummat Islam Mayoritas, dan ajaran mereka saling kontradiktif. Afwan for All….

    1. ngadino roso, antum tutup mata ya sama perpecahan sesama salafi? Bahkan di antara kalian sendiri saling sesat menyesatkan, bagaimana antum gak bisa melihatnya? Benar apa yg difirmankan Allah Swt, tentang kaum summum, bukmun, umyun…. yaitu kaum ndableg seperti kaum wahabi….

  3. ngadino roso :
    ngk pernah tuh sesama wahaby pecah itu hnya pemikiran orng sprt kalian yng benci wahaby

    Jargon Wahabi itu keren banget: “Menebar fitnah, mendangkalkan aqidah”.

    Satu hal yang menurut saya sangat absurd adalah pendapat mereka mengenai ibadah haji. Bahwa “Ibadah haji itu sia-sia, tidak ada manfaatnya. Lebih baik uangnya disedekahkan kepada kaum dhu’afa”.

    Rukun Islam sudah berani dirubah, dari lima menjadi 4, dan lama-lama menjadi 3.
    Jadilah trinitas rukun Islam.

    Demikian pula dengan trinitas tauhid. Mereka uraikan tauhid menjadi 3 bagian. Dan jelas-jelas ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah, tapi bagi mereka, itu bukan bid’ah dholallah, namun ijtihad.

    Sungguh Wahabi/Salafi itu golongan yang fasik dan jahil.

  4. “…ngk pernah tuh sesama wahaby pecah itu hnya pemikiran orng sprt kalian yng benci wahaby…”

    kalo saya sih ga heran wahabi ngomong gitu…. karena yang dimaksud wahabi ya golongannya sendiri… yang udah berbeda, walaupun itu gurunya atau muridnya, ya namanya udah ga segolongan…. kan sikapnya sama aja kaya sikap takfir… selain golongannya, sesat… selain golongannya, bukan salafi…. selain golongannya, bukan wahabi…..

  5. buktikan klo wahby tukang ftnah ,kami wahaby hya tersenyum meliat koment diatas kebanyakn menuduh tanpa bukti klo ad oknum yng gmpng mentafkirkan sesma muslim it oknum tsbt yng slah bkn manhaj kami yng salah.

  6. ngadino roso@

    Oke, ane buktikan bahwa wahabi tukang fitnah.

    Fitnah-fitnah Wahabi/salafi kepada Islam:
    1. Menganggap Musyrik kepada orang yg bertawassul dengan Nabi Saw.

    2. Membagi Tauhid jadi tiga (trinitas), ini fitnah terbesar dan sekaligus menjadi sumber fitnah kepada Islam.

    3. mendakwahkan isu-isu bid’ah adalah fitnah khas wahabi, Nabi tidak mencontohkan dakwah isu-isu bid’ah.

    3. menuduh kaum muslimin yg mengagungkan Nabi Saw sebagai ghuluw, ini adalah fitnah Wahabi kepada Nabi saw. Nabi Saw sudah menjamin Ummatnya tidak akan menjadikan dirinya sebagai Tuhan. Dan terbukti sampai hari ini pun tidak ada satu pun orang Islam yg menjadikan Nabi Saw sebagai Tuhan.

    4. masih ada ratusan lagi fitnah Wahabi kepada Islam dan kaum muslimin, fitnah kepada para Ulama, fitnah kepada kuburan orang-orang shalih, dll.

    Nah, ngadino roso tersenyumlah sepuasmu…. dan berhentilah berpikir dan teruslah bangga dengan fitnah-fitnah kalian kepada Islam dan kaum muslimin.

  7. Bisa anda buktikan sendiri boss, ada ribuan artikel di Internet. Bagaimana jahatnya kaum Wahabi mengkafirkan sesama muslim.

    Bukan hanya tukang fitnah, tapi pun tukang jagal.

    ngadino roso :
    buktikan klo wahby tukang ftnah ,kami wahaby hya tersenyum meliat koment diatas kebanyakn menuduh tanpa bukti klo ad oknum yng gmpng mentafkirkan sesma muslim it oknum tsbt yng slah bkn manhaj kami yng salah.

  8. @ngadino roso:
    Iya, yg salah adalah oknum yg suka mengkafirkan.
    Oknum tersebut adalah: Muhammad ibn Abdul Wahhab, Nashiruddin al-Albani, Utsaimin, Bin Baz, dan konco-konco lainnya.

    Ente gugat tuh oknumnya, mereka emang yg mencemarkan nama Wahabi.
    *klo pendirinya aja tercemar, yg emang ajarannya emang limbah.

  9. @mamba
    ucapan antm tlh dicatat dan ingat mreka ulama ,antm tlh memfitnah ulama .bnar/salah ilmu mereka lbh tinggi dibndng antm yng bru bisa koment di umati
    ucapan anda akn dipertanggung jawabkan di hadpkan ALLOH AZZA WA JALLA.

    1. Itu bukan fitnah, saya sudah membuktikan sendiri dengan membaca beberapa kitab Wahhabi.
      Kitab-kitab yg sarat dengan peng-Kafiran ummat Muslim, juga menyanjung ummat Yahudi & Nashrani bahkan orang-orang fasik yg Wahhabi nilai lebih mulia daripada Muslim yg taat tapi melakukan bid’ah!!

      Kitab-kitab dengan faham tidak jelas, rancu, dan membodohkan ummat.
      Yang kesemuanya bersumber dari MiAW, Albani, Bin Baz, dll.

      Insya Allah akan saya pertanggung jawabkan.
      Dan semoga pendiri Wahhabi, ulama Wahhabi, bahkan anda juga hadir disana untuk mempertanggung-jawabkan pengkafiran pada Madzhab 4 fiqih, Madzhab 2 aqidah, dan berbagai tarekat Tasawwuf juga para Muqallid.

      Amin.

  10. ngadino roso@ antum kok kebakaran jenggot terus ya, sabar dan bacalah artikel di blog ini agar hati jadi terang. Kalau belum baca artkel di atas jangan koment, setelah baca baru komentar biar bermutu. Komentari aja artikel di atas mana yg menurut antum salah, itu baru hebat deh Wahabiyyun kalau bisa koment artikel di atas.

  11. @ngadino roso

    Mamba ga memfitnah kok… MAW, Al-Bani, Bin Baz memang mengkafirkan kaum muslim selain golongannya, baca aja kitab2mereka dan baca juga ulasan2 ratusan ulama atas karya mereka…

    Mereka juga bukan ulama kok… bagaimana mereka bisa memikul ilmu agama, sedangkan mereka tidak bisa menjaga adab dan akhlaknya. Baik lisan, perbuatan maupun tulisan mereka tidak mencerminkan kalau mereka adalah ulama….

    Insya Allah Mamba dan kami semua bisa mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT… begitu juga dengan MAW, Al Bani, Bin Baz dan wahabiyyin yang kerjanya menyakiti kaum muslimin akan bertanggung jawab juga di hadapan Allah juga

  12. @ngadino roso, bukalah mata hati antum…

    Ada beberapa kejadian yang langsung ane saksikan “di lapangan” mengenai sepak terjang Salafi Wahabi. Ane pernah liat sholat sunnah ba’diyah dzhuhur beberapa orang SaWah, yg keliatannye sih bukan satu “Jamaah Ta’lim”. Kenape ane tau mrk adalah orang2 SaWah, karena ciri khas pakaian dan fisik penampilannye sesuai ame kebanyakan orang SaWah. Dan di sini ane gak perlu jelasin ciri2 tsb, karena antum pasti lebih tau. Ternyata, tata cara sholat antara yg satu dg yg lain saling berbeda. Dalem hati ane berfikir, ko’ cara sholatnye aja udah pada beda-beda yah, pegimane ibadah yg laennye…??? apakah ini karena tata cara sholatnye yg merujuk langsung pada Qur’an dan Hadits….Wallahu a’lam.

    Kemudian ane pernah buka webnya salah satu Ustadz yg bergelar Lc lulusan dari LIPIA (Universitas milik Arab Saudi yg ada di Jakarta, yg katanye Wahabi). Disitu ane kaget karena ternyata beliau justru banyak sepaham dengan Ahlussunnah wal Jama’ah. Seperti misalnya, beliau setuju mengenai DO’A BERSAMA SETELAH SHOLAT, TASAWUF, BERMADZHAB dan lain sebagainye. Dan yang ane salut beliau lebih mengedepankan Ukhuwah dalam berdakwah serta mengesampingkan Khilafiyah, jadi tidak ditemukan pernyataan2 seperti Membid’ahkan apelagi mengkafirkan sesama Muslim. Walaupun memang beberapa komentarnye banyak yg berfaham Salafi namun ada KONTRADIKSI yang sangat jelas di sini. Seperti ketika pernyataannya mengenai Madzhab. Beliau justru menyalahkan Nashiruddin Al-albani yang anti Madzhab dengan membuat hujjah2 sendiri berdasarkan Qur’an dan Hadits dan meninggalkan Ulama Madzhab yang 4. Padahal bukankah Al-albani merupakan Tokoh sentral dalam perkembangan dakwah Salafi…..??? silahkan mas ngadino roso browsing cari web tsb…..

    >>>itu baru satu sumber web lho mas, masih ade lagi yang laennye….

    1. nur @ Kenape ane tau mrk adalah orang2 SaWah, karena ciri khas pakaian dan fisik penampilannye sesuai ame kebanyakan orang SaWah..

      lah,klo ada orang pake jeans berarti antum menganggap dia orang amrik dong.. kulit luar itu bukan jaminan om

      1. fatkhul hebat, antum masih bisa bantah aja sebisa-bisanya? Dua jempol buat natum. Sebab teman-teman antum para wahabiyyun sudah pada mati kutu tak berani lagi koment di sini. Mungkin mereka sudah mentok ilmunya, atau barangkali sudah gak bisa koment lagi gara2 tak boleh koment COPAS di sini. Biasanya selalu koment Copas, sehingga ketika dilarang COPAS mati kutu deh, kan ilmunya ilmu COPAS? Betul apa betul Abu Fathul?

        1. harusnya antum tau perbedaan antara tak berani dan acuh.blog ini bukan mencari al haq.Kesan yg ana liat dari “diskusi” di ummati adalah :
          -yang comment terakhir itu yg menang,g beda ma FFI n murtadinkafirun(yg ini blog kafirun),jg salafytobat.
          -kubu dari aswaja (ahlu sum’ah wal juhala) mengambil referensi dari siapa saja,termasuk situs agama Syi’ah,yg penting menyerang salafy
          -“kecoak2 ummati” sering mengalihkan perhatian dgn tiba2 masuk ke dalam suatu diskusi dimana “kecoak” yg lain sedang “terdesak”,.akhirnya timbul “pengeroyokan” yg meninggalkan kesan bahwa salafy KO
          -jika salah seorang kecoak membuat satu statement rohani ala sufi,yang ana pribadi memandangnya seperti filsafat,.kecoak lain memuji n menyanjung,..hihihihi,..kadang ana jadi malu sendiri.
          -trademark yang salah akbar bahwa wahabi=teroris!!fatal,ini dah jelas bahwa ummati dan antek2nya menuduh tanpa bukti,berbicara ttg suatu hal yg mereka sendiri belum paham.
          -jika seseorang objektif dalam melihat diskusi ini,dalam artian netral dan bukan dari 2 kubu,maka insyaAllah Ta’ala dia akan melihat bahwa argumentasi dan hujjah salafy lah yg lebih kuat,lebih nalar dan….lebih ILMIAH
          -ini pengamatan versi ana,yang alhamdulillah melalui ummati justru menemukan ajaran Islam yang haq(WALLOHI,ini benar)

          1. wah ngelantur nih @fatkhul, komentarnya diluar konteks artikel. Simple aja sih, klo setuju berikan alasannya, klo tidak setuju, silakan paparkan argumentasinya. Gitu aja kok repot … afwan ya.

          2. Fatkhul, ciri khas wahabinya sudah mulai keluar, kwk kwk kwk kwk kk….

            Asyik….. sebentar lagi akan keluar koment COPAS-nya yg puanjaaaannngggg neh?

          3. Argumentasi dan hujjah salafy yang lebih kuat, lebih nalar atau yang lebih cocok dengan sikap dan pendapat antum?

            kalau orang suka membidahkan, tidak suka syiar islam seperti tahlilan, berzikir berjamaah, tidak mau ikutan maulid, dsb ya wahabi cocok buat antum

            Kalau anda suka memahami Zat Allah sebagaimana yang anda pahami pada manusia, ya wahabi memang cocok buat orang seperti antum.

            Tapi buat muslim yang tidak suka membidahkan dan mensesatkan pihak lain sembarangan, yang suka berjamaah, yang mensucikan Allah dari kekurangan dan tajsim. Maka Ahlussunah wal jamaah adalah jawabannya.

          4. om dianth :afwan,ana katakan tadi ana baru aja bermanhaj salaf yg antum katakan sebagai wahabi,manhajnya Tuanku Imam Bonjol(wallohu a’alam),jadi apa kapasitas ana untuk berdebat dgn antum sekalian?
            ana katakan,ana mengamati diskusi ini sudah hampir 5 bulan,dimana alhamdulillah 2 bulan pertama ana objektif melihat diskusi ini.Alhamdulillah,yg bulan berikutnya,ana liat wahabi lah yg lebih ilmiah,lebih masuk akal,dengan alat bukti yg lebih kuat.
            Antum katakan ana suka membid’ahkan?yang benar aja ommmm…ana dulu jg yasinan ma tahlilan,tempat ana deket ma pondok pesantren NU,kerabat2 ana mayoritas NU jg.
            soal Dzat Allah,ana paham maksud anak2 wahabi,mereka nggak menyamakan Allah dgn makhluk,Maha Suci Allah.Entah kenapa anak2 aswaja g paham jg dengan maksud anak2 wahabi,padahal ana yg agak tolol soal agama aja paham kq.Wahabi mengatakan sifat Allah yang Allah sendiri memberikan sifat itu untuk diriNya sendiri.Klo kita menakwilkannya,ana takut Allah murka,..kalo Allah berfirman “Arrohmaan ‘alal ‘arsystawaa”ya udah saya imani itu..ana g bisa dan g akan berani menjabarkan ayat2 semisal itu.Manusia yg diberi hak menakwil ayat semisal itu ya Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam.Klo g ada riwayat yg shohih ttg ayat itu beliau ataupun shahabat ya kita tinggal mengimani saja,.

          5. @faktul ……nt wahabi jadi jelas cocok dgn komentator wahabi ……….silahkan nt yakini itu dan nikmatilah yang nt yakini ………ya kalau dulu nt yasinan dan tahlilan apa sekarang nggak ????? dan malah menyalahkan muslim lain yang melaksanakanya ????? kalau ya berarti virus itu dah menjalar ……….

          6. mamo si hitam : sekarang ana tanpa ragu lg mengatakan : ANA WAHABI
            sekarang ana g nglakuin lg ritual yasinan dan tahlilan,dan ana MENYALAHKAN RITUAL yasinan dan tahlilan itu,dan ana katakan pada antum,bahkan virus ahlu sum’ah wal juhala lah yg sudah turun temurun terbawa di gen antum

          7. @fatkhul emang nt siapa ??????? wakil Tuhan ????? wakil Nabi ?????? kok bisa nyalahin amalan orang lain ……….dasar salapoy …..

          8. @ fatkhul
            ente kayaknya bangga sekali dgn imam bonjol, imam bonjol itu salah seorang pengikut wahabi di sumatra barat, sama halnya di arab saudi imam bonjol banyak membunuh orang2 aswaja di sumatra barat dan tanah batak dalam menyebarkan faham sesat wahabi. sebenarnya imam bonjol itu gak pantas diangkat sebagai pahlawan nasional gak seperti Pangeran Diponegoro yg berperang melawan penjajah belanda. beda dgn Imam Bonjol yg membantai saudara Muslimnya sendiri karena gak sefaham dgn faham wahabi yg di sebarkan di sumatra barat.

          9. abah asra: ya,ana bangga..antum baca sejarah lagi sana,konflik antara paderi dgn adat itu sebabnya apa,.apakah kaum Adat itu layak anda bela?Antum simak juga sejarah Pangeran Abdul Hamid Diponegoro melawan Belanda dari versi lain,versi seorang ulama Betawi yg namanya ana lupa.
            Dan jika antum keberatan tentang gelar Pahlawan Nasional yg disematkan pada Imam Bonjol,ajukan itu pada pemerintah,itu baru namanya JANTAN

          10. Saya tidak pernah melihat komentar wahabi yang lebih ilmiah… lebih masuk akal ? alat bukti yang lebih kuat ? saya yakin anda adalah seseorang yang suka memahami dalil secara apa adanya tanpa mempelajarinya dari tafsir ulama. Kalau memang demikian, wahabi memang cocok buat anda. disegala zaman memang ada yang bertipe tekstualis, tidak masalah sebenarnya seandainya mereka tidak mengklaim bahwa merekalah pengikut manhaj salaf, lebih sesuai dengan al Quran dan sunnah…. padahal mereka hanya perpendapat, kami juga berpendapat, mereka mencoba berijtihad dalam memahami nash, kami mengikuti ijtihad para imam, maka tak ada yang berhak mengklaim dirinya sebagai pengikut manhaj salaf dan menganggap selain dirinya adalah sesat dan harus didakwahi sesuai pemahamannya. Demikian penjelasan saya, semoga anda memahaminya.

          11. antum mungkin kurang memahami tulisan ana diatas,ana mencermati diskusi ini dgn objektif,..karena ana sebelumnya pun illfeel ma wahabi,..karena apa?karena jama’ah ana dahulu pun “di peringatkan” oleh wahabi!!
            argumen anak2 wahabi bukan argumen mereka sendiri,tapi argumen para ulama juga,bahkan yg digunakan jg hujjah2 dari ulama yg notabene itu ulama yg antum ikuti jg pendapatnya.Tak ada kesan2 yg menunjukkan bahwa anak2 wahabi berdalil dengan pemahaman “menurut saya”.
            Saran ana,cobalah berpikir objektif,insyaAllah Ta’ala antum akan mendapat penilaian yg berbeda.

          12. @ bagaiman dengan imam2 pengikut Asya’ariah yg sering dijadikan hujjah, kalau memang konsisten, hujjah2 beliau2 yg mulia jangan dijadikan landasan untuk m’hakimi org lain, apakah mereka rela?????

          13. Saya banyak sekali berdiskusi dengan orang salafi, maupun non salafi….

            Makanya saya heran dengan ucapan anda…. beneran saya heran.
            saya merasa anda telah berbohong.
            kalau menurut saya pemikiran anda ini suatu kasus dan penyimpangan, karena berdasarkan pengalaman saya dan ini memang sudah diketahui oleh orang lain, yang namanya salafi wahabi itu ya ………………

            anda paham sendirilah.

          14. antum nuduh ana bohong?ya itu hak antum,ana tak butuh antum percaya atau tidak..dan ana jg maklum lah dgn pemikiran antum.Dari sekian banyak argumen dan komentar antum di forum ini,ana jg bisa menilai antum itu pikirannya kayak apa..

  13. @ngadino roso

    Siapa yg suka memfitnah ulama? Ya kaum wahabiyun dong. Ini contoh kaum yg aneh tp nyata. Kaum wahabiyun sering melontarkan pengikut asy’ariyah sesat tetapi anehnya banyak kitab karya ulama yg jelas2 bermadzab asy’ariyah dalam kalam dipelajarinya. Sesungguhnya sangat banyak ulama ahli fiqih dan ahli hadits yg asy’ariyah.

  14. fatkhul :
    nur @ Kenape ane tau mrk adalah orang2 SaWah, karena ciri khas pakaian dan fisik penampilannye sesuai ame kebanyakan orang SaWah..
    lah,klo ada orang pake jeans berarti antum menganggap dia orang amrik dong.. kulit luar itu bukan jaminan om

    Afwan, salah bang kalo antum ngambil kesimpulan kayak gitu. Itulah mangkanye golongan antum identik dengan istilah Letterleg alias kaku dalam menafsirkan setiap kalimat/pernyataan. Ane ngomong begitu karena memang golongan antum keliatan banget berbeda dengan kami (Ahlussunnah wal Jama’ah) dan entu gampang bgt ngebedainnye kalo ditinjau dari cara berpakaian dan penampilan fisik. Oke deh, afwan ane perjelas aje yeh tanpa bermaksud menghina/menjelek-jelekan apalagi menyalahkan golongan antum.

    Beberapa ciri khas golongan Salafi Wahabi berdasarkan pengamatan langsung di “lapangan” :
    1 – Celana ngatung. Mereka (SaWah) menghujat abis2an orang yg membiarkan celana melewati mata kaki dan memvonis masuk Neraka berdasarkan Hadits Nabi SAW. Lucunye, fakta di lapangan pun ade sebagian golongan yg juga berfaham Wahabi tapi celananye kagak ngatung, Nah lho…Jadi kalo SaWah menghujat Aswaja, tulung koreksi sendiri golongan2 yg sefaham ame antum tapi beda memahami hadits Nabi SAW.
    2 – Jidat item. Ane gak tau nih, ape karena sering digosok2 ape kepentok tembok ape kebanyakan sujud, biar antum jawab sendiri. Sebab kalo ane perhatiin para Ulama2 Aswaja jidatnye kagak ade yang bertato/gosong. Padahal mereka adalah para ahli sujud panutan kami
    3 – Jenggot awut-awutan. pokonye bwt orang SaWah, yg kagak piare jenggot berarti kagak Nyunnah….padahal orang kafir juga banyak yg berjenggot, pegimane tuhhh…?
    4 – Tampang Sangar. Nah yg enni jawabannye cm satu, karena anti Tasawuf jadi merasa paling bener, paling sunnah, paling sesuai Al-Qur’an. Jadi hatinye gersang tuh kebanyakan Ujub, takabur dibanding Tawadhu’nye…akibatnye nur diwajahnye jadi ilang tinggal sangarnye yang kagak sedep dipandang.

    Afwan kalo kagak berkenan mohon dimaafkan….

    1. Kang Nur(semoga g kayak Cak Nur),antum sendiri malah lebih letterleg,melihat penampilan langsung mengklaim “mereka wahabi”.
      celana ngatung,..celana dipertengahan betis itu sunnah Nabi kita,anda mengolok2 sunnah Nabi,ana benci hal kayak gini karena Allah.Dalil2 tentang larangan isbal itu shohih,dah jelas kan?ini anda masih menawar pula,anda menolak kebenaran dalil ini dan meremehkan,.setau ana perilaku kayak gini bisa dikatakan sombong ya..
      Jidat item,..ana jawab: jidat ana mulai gosong nih,karena setiap sujud ana jauhkan paha dari betis dan perut,ana mantapkan sujud dgn keadaan dahi dan hidung benar2 menyentuh lantai,dan dimasjid yg sering ana sholat disitu beralaskan karpet yg kasar,.mungkin ini yg secara tak sadar bikin gosong jidat.
      Jenggot panjang,.awut2an?kayaknya jenggot walau disisir tetep kayak gitu deh kang.Lha wong Nabi suruh pelihara jenggot,ya pelihara aja,ini pakai nawar lagi..mang kalo pelihara jenggot bisa mengakibatkan sakit ya,..soal orang kafir banyak yg berjenggot ya itu urusan lain.Kalo sama nabi aja antum g taat,apalagi ma umaro’ dan ulama..Ana benci perilaku antum ini karena Allah
      Tampang sangar,….antum ini dah dewasa kan kang?lha yg buat muka itu Alloh Al Kholiq kq,..mau protes?silahkan demo sana,bikin surat izin unra nya ke malaikat ya,.

      1. Maksud kang Nur, sebenarnya menjelaskan bahwa pengikut wahabi itu kelihatan sekali ingin membedakan dirinya secara zhahir dengan kelompok lainnya, bukan mencari persamaan, efeknya tentu terasa bukan? mengapa pengikut wahabi tidak menggunakan baju koko saja ama sarung kan tidak menyalahi sunnah malah ikut sunnah yaitu ikut dalam jamaah walaupun sebatas pakaian saja.

        1. ingin membedakan?ha ha ha,ucapan lucu dari orang yang sok tahu. antum menjudge kayak gitu dari prasangka antum sendiri,..”kelihatan”,ini prasangka!!!
          ana beritahu,ana datang pertama di kajian salaf,banyak yg pake sarung,ada yg pake baju koko,ada yg pakai kemeja,.bahkan ada yg memakai kaos..prasangka antum tidak tepat.

          1. he….he….salaf mana itu bung ????? salaf apa itu coba nt terangin apa itu pengajian salaf ……

          2. @fatkhul, sy mau tanya sama antum jawab yg jujur ya!!, apakah atum m’benci Asya’irah al Maturidiyah dan membid’ahkan apa2 yg dilakukan Asya’irah al Maturidiyah??

          3. ana membenci Asya’airoh wal Maturidiyah sbagaimana yg ana tau karena Allah.
            Apa2 yg dilakukan di Asya’iroh wal Maturidiyah(ritual ibadah) ada yg bid’ah dan ada yg tidak..pertanyaan antum ini tak lebih dari pertanyaan jebakan,pertanyaan sumbu kompor..
            apa maksud antum?

          4. @ fatkhul,Antum berani bersumpah dengan nama Allah SWT (ana membenci Asya’airoh wal Maturidiyah sebgaimana yg ana tau karena Allah SWT) itu pendapat antum!!!

          5. laaaaaa kaya gitu dong kan jelas salaf(i) itu beda sama salaf kang ……waaah kesasar sampean ………..ngaji yang bener kang sumbere sing bersanad sampai ke Rosululloh SAAW ben selamet rika kang …Salam ….

        2. baguslah kalo pengikut wahabi penampilan pisik dan cara berpakaiannya khas dan berbeda, nanti kalo ada apa2 gampang aja melihatnya itu perbuatan siapa, lihat aja penampilan para pengebom seperti Amrozi CS, pakaiannya celana cingkrang, jidat hitam, jenggot awut2an, muka selalu sinis k e orang yg gak sefaham, omongannya dikit2 bid,ah, kafir, syirik.

          1. hey bah,jgn ngomong jika belum tau.Mat Roji cs itu antum kira salafiyyin?Rozi cs,berpakaian nyunnah spt itu wktu sudah ketangkap,.camkan ini!!!
            Mereka yg membuat muslim2 yg lain yg berpakaian nyunnah menjadi dicurigai dan dipandang aneh.Itulah akibat dakwah bombing yg mereka lakukan.Dakwah nya kaum berpikiran khowarij.
            Analogi yang asal asalan,.letterleg

          2. @fatkhul, Salafi wahabi al yahudiyun menganggap para Ulama yg mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam masalah aqidah adalah ‘musuh abadi’ Salafi. Bahkan seorang tokoh salafi bernama Zainal Abidin, menukil sejumlah pendapat ulama termasuk Ibn Hazm (walaupun nukilan seperti ini harus diteliti lebih lanjut, sayang kitab-kitab yang disebutkan belum kami miliki -pent) yang berisi kritik, celaan dan ‘vonis’ kafir kepada para Ulama Pengikut Imam Abul Hasan Asy-Asy’ari dalam masalah aqidah atau lebih dikenal dengan Asy-ariyah (Lihat majalah As-Sunnah hal. 38 edisi khususVIII1425 H2004 M). Padahal hampir seluruh ulama yg namanya dtulis dengan “tinta emas” dalam sejarah Islam dan menjadi pelita umat sepanjang umur umat Islam dengan ilmu yang mereka miliki adalah mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam masalah aqidah seperti : Imam Abu Hasan Al-Bahilii, Imam Abu ishaq Al-Isfarainii, Al-Hafidz Abu Nu’aim AL-Asbahani, Qadhi Abdul Wahab Al-Maliki. Imam Abu Muhammad Al-Juwaini, dan outranya Abu Ma’alii Imam haramain AL-Juwaini, Abu Manshur At-Tamimi Al-Baghdadi, Al-Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, AL-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz AL-Khatib AL-Baghdadi, Imam Abul Qosim AL-Qusyairi, dan putranya Abu Nashr, Imam Abu Ishaq Asy-Syairazi, Nasr Al-Maqdisi, Al-Farawi, Imam Abul Wafa’ ibn ‘Uqil Al-Hambali, Qadhi Qudhat Ad-Damaghani Al-Hanafi, Abul Walid Al-baji Al-Malik, Imam Ass-Sayid Ahmad Ar-Rifa’I, Al-Hafidz Abul Qasim Ibn Asakir, Ibn Sam’ani, Al-hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Imam Fakhrudin Ar-Razi, Imam ‘Iz Ibn Abdis Salam, Abu Umar, Imam Ibn Hajib Al-Maliki, Al-Hafidz Ibn Daqiqil ‘ied, Imam ‘llaudin Al-Baji, Qadhi Qudhat As-Subki, Al-Hafidz ‘Alaai, AL-Hafidz Zainudin AL-‘Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani, Khatimatul LughawiyinAl-hafidz murtadha Az-Zubaidi Al-Hanafi, Imam Zakariya AL-Anshori, Imam Bahaudin Ar-Ruwas, Mufti makah Ahmad Zaini Dahlan, Musnadul Hindi Waliyullah Ad-Dahlawi, Mufti Mesir Imam Muhammad ‘Ulaisyi Al-Maliki, SyaikhAl-Jami’ Al-Azhar Abdullah Az-Zarqawi, Imam Abdul Fatih Fathullah mufti Beirut, Imam Abdul basist Al-fakhuri Mufti Beirut, Imam Mustafa Naja Mufti Beirut, Imam Abu Muhammad Al-Malaibari Al-Hindi, Qadhi Abu bakar Al-baqilani, AL-Hafidz IbnFaruk, Imam Al-Ghozali, Imam Abul fatah Asy-Syahrantani, Imam Abu Bakar Asy-Syasyi Al-Qofal, Abu ‘Ali Ad-Diqaqi An-Naisaburi, Al-Hakim An-Naisaburi Sohibul Mustadrak, Imam Ibn ‘Alan As-Shadiqi Asy-Syafi’I, Imam Abu Abdullah Muhammad As-Sanusi dll.

            Kalau menurut kalian bahwa Al-Hafidz Ibnul Jauzi, Imam Ibn Hibban, Al-Hafidz Ibn Rajab Al-Hambali, Al-Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasul ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka siapakah yang kalian maksud dengan Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu ???

            Mungkin kalian akan mengatakan bahwa Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-Fauzan, Rabi Ibn Hadi dll dari kalangan ulama Neo Salafi wahabi al yahudiyun adalah Ahli Hadis dan merekalah yg paling layak untuk menyandang gelar pewaris satu-satunya ahlus sunnah wal jama’ah !!!!?????????

            Kami ingin bertanya apakah ada diantara ulama kalian spt Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-fauzan, Rabi Ibn Hadi dll yang punya karya yang lebih baik dari kitab Fathul Bari-nya Ibn Hajar, atau kitab sunan-nya Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, atau karya-karya lain dari para Hufadz Hadis ‘yang sebenarnya’ (bukan seperti yang sering diaku-aku oleh Salafi wahabi alyahudiyun) spt Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi dengan Syarh Shohih Muslim-nya, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi dll !!?

            Tidak, sekali-kali tidak, karya-karya kalian dipenuhi dengan nukilan dari para Ulama ini !!! Entah bagaimana kualitas buku atau kitab yg ditulis oleh ulama-ulama kalian, jika tidak mengutip dari ucapan dan pendapat mereka dari kitab-kitab dan karya tulis mereka (yaitu para hufadz – Ahli hadis ini) yang tidak terhitung nilainya itu !!?!

            Tapi bagaimana bisa kalian mengambil pendapat mereka dan mengklaim mereka berada di pihakmu, sementara itu kalian tidak memasukkan mereka dalam daftar Ulama Ahus Sunnah, bahkan kalian mencap mereka ‘sesat dan menyimpang aqidahnya’ lalu menyamakan mereka dengan firqoh2 sesat lainnya seperti mu’tazilah, jabariyah dll !!!
            Lalu yang lebih mengherankan lagi kalian masih berani mengklaim mengikuti manhaj para Ahli Hadis, sedangkan pada saat yang bersamaan kalian memvonis aqidah mereka adalah ‘salah dan sesat’ (menurut anggapan kalian), bahkan kalian mengingatkan umat dari penyimpangan aqidah yg terdapat dalam kitab-kitab mereka !!!!

            Adakah orang yang akan percaya dengan ucapan sekelompok orang yang mengaku-aku mengikuti manhaj para imam ahli hadis dan ahlus sunnah tapi aqidahnya sesat atau kalian berkata : “Manhaj kami diatas manhaj Para Ahli Hadis seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi , tapi aqidah kami berbeda – kami memegangi aqidah yang shohih sedang mereka (para ahli hadis tsb) aqidahnya menyimpang dan sesat !!? Ajib Kulu Ajib hadzal qaul min rajol Al-Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi (sungguh sangat mengherankan ucapan yang aneh yang berasal dari Al-Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi ini) !!!

            Seandainya para Ulama seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi dll masih hidup, pastilah mereka akan melarang kalian untuk menggunakan karya mereka untuk menjadi bahan bagi tulisan dan kitab kalian. Kenapa, karena jelas kalian telah menganggap mereka ‘sesat’ bahkan ‘kafir’ !!? Lalu mana ada seorang Ulama yang bersedia karyanya dinukil oleh orang atau kelompok yang telah mencemarkan nama baiknya dengan vonis sesat dan kafir !!!? Tapi yang aneh bahwa pendapat-pendapat para ahli hadis yang beraqidahkan asy’ari ini seperti : Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi dll khususnya dalam masalah aqidah, senatiasa kalian nukil didalam berbagai kitab dan makalah yang kalian buat !!!?. Kalau mau konsisten dengan pendapat kalian bahwa mereka telah menyimpang dan memasukkan sesuatu yang sesat dalam aqidah Islam, maka jangan lagi gunakan kitab dan karya mereka apalagi menukil pendapat mereka dalam masalah aqidah untuk mendukung pendapat kalian dalam masalah aqidah pula – Sungguh aneh !!!? Tapi ternyata hal itu tidak terjadi bahkan dalam majalah ‘edisi khusus’ yang mereka tulis dalam masalah hadis ahad, pertama kali mereka menunjukkan apa yang mereka anggap sesat dan menyimpang dari aqidah kaum asy’ariyah lalu diberilah vonis sesat bahkan kafir. Tapi yang aneh setelah itu pendapat-pendapat dari para Ulama Hadis Asy’ariyah seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Nawawi, Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Iraqi, Ibn Shalah dll menjadi rujukan utama unutk memberi justifikasi dalam masalah aqidah versi mereka, bukankan ini sebuah keanehan yang menggelikan ???!!

            Lalu kalian berkata lagi: “Ulama – kan bukan hanya mereka” !!! Tapi ingat bukankan Salafi telah mengadopsi pendapat ‘sebagian Ulama’ yang menyatakan bahwa Ahlus sunnah wal jama’ah adalah Ulama ahli hadis seperti perkataan Imam Ahmad yang mengatakan “Kalau bukan ahli hadis, aku tidak tahu lagi siapa mereka ?” dll !!!

            Biasanya kalian akan berkelit dengan mengatakan : “Ulama Ahli Hadis-kan tidak terbatas pada mereka !!? Lalu apakah Al-Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-‘Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasuk ahli hadis !!?! Lalu siapa Ahli hadis yang kalian maksud ??! Lalu manhaj ahli hadis mana yang kalian ikuti !!? Kalau ternyata sebagian besar Para Hufadz – Ahli Hadis berada dalam posisi yang berlawanan dengan posisi kalian !!!?
            saya kirim lagi pendapat2 Asya’irah al Maturidyah biar antum melek mata dan hati dan juga Kaum sekte Sahwah, baca dengan jelas ya, dan saya doakan semoga antum dan kaum antum segera diberi hidayah oleh Allah SWT.

          3. @fatkhul, ya iya atuh, ente kan bisa mencerna, karena saya bilang begitu karena sy sangat mencintai ulama2 yg telah berjasa dalam dunia Islam ini, dan mereka adalah lautan ilmu..yg tiada bandingnya, saya malu sebagai seorang yang awam melihat sekte antum mau membandingkan ulama2 yg antum banggakan IT, MAW, Al Bani mau disandingkan dengan mereka, ibarat setitik air dilautan!!!camkan itu…..

          4. ha ha ha ha,…antum tau dan sudah baca kitab2 dari para ulama yg antum nukil di atas td gak?tau biografi nya gak?
            Lo malu sebagai orang awam?klo malu karena masih awam jgn ngomong dalil klo g paham,juga buat salafiyyin,klo belum paham ya jgn ngomong.Gunakan waktunya untuk belajar.

  15. Bang Nur@

    wah, ciri-cirinya itu benar semua Bang Nur, mantab…. pas dengan yg ada di lapangan. Mereka sok nyunnah dan lebih mementingkan tampilan lahiriah. Hal ini bisa dimaklumi, mungkin mereka bermaksud ingin mencuri perhatian dg tampilan seperti itu, wallohu a’lam.

  16. All salwah….ane jg berjenggot tp rapi lho, ane jg cingkrang tp pas pake sarung, ane jg punya sorban yg amat mahal tp jujur aje ga brani pake ditempat umum. Ane orang NU asli cinta tasawuf/sufi sekaligus asy’ariyah

  17. Kalau ana amati, memang para wahabi ini, belum tepat mereka untuk berdakwah, karena apa? Keilmuannya belum memadai untuk terjun kedunia itu, apalagi klu harus memakai metode ala wahabi ITTIBA; yg berarti mereka harus sudah mencapai drajat mujtahid, kalau ana ibaratkan, seorang anak Sd kls 2 diajak tuk membuat pesawat terbang, ya g nyambung itu lah kira-kira pendapat ana afwan.

  18. Akh ngadino@sdh tinggalkan komen pd situs ini,sperti ikhwan2 yg lainnya,bila penasaran cukup menyimak saja artikelnya,itung2 nambah wawasan ttg fitnah dan subhat mereka.biarkan mereka sepuasnya membuat artikel berikut komen2 nya.kita doakan saja mdh2an komennya yg benar menjadi pahala dan komen yg salah semoga Allah mengampuninya.hatta antum berilmu pun,dakwah nt hanya akan menjadi bahan cacian saja.ikuti jejaknya ikhwan2 yg lain yg sdh meninggalkan komen di situs ini, kalaulah saja tdk ada ikhwan yg ikut komen disini,tentulah situs ini mdh2an lama2 bubar.

    1. @ sufrit
      ente katanya udah tobat dan meninggalkan Wahabi kembali ke pemahaman ASWAJA, ente ini sufrit yg ngaku2 sufrit orisinil ya, dia itu sewot betul kalo ente betul2 dah tobat dari wahabi. tapi kalo ente sufrit yg udah tobat kok komentar ente sinis betul sama blog anti wahabi “umati” ini.

      1. . @abah asra
        ni ane sufrit yang sdh tobat dari wahabi….. kalo yang koment diatas yang ngaku” sufrit orisinil . Alhamdulillah bah ane sdh bertekad dan konsisten untuk meninggalkan wahabi, ( jujur bah meski di lapangan agak susah….. krn ane terlanjur dicap orang aneh… ). Ane selalu kunjungi dan menyimak blog ummati tiap ada kesempatan. Insya Allah dengan menyimak artikel dan dialog di ummati makin memantapkan hati ane untuk kembali ke pemahaman Aswaja. Mohon do’a dan dukungan teman” aswaja semua……

        @ ngadino roso
        akhi teruslah kunjungi ummati , Insya Allah mata dan hati ente akan terbuka dan mendapatkan Hidayah dari Allah SWT untuk segera meninggalkan paham Wahabi.

        UMMATI GAK AKAN BUBAR . kalo buat ane ummati malah bikin “kecanduan”.

        1. Emang Blog Ummati ini bagus, yg bilang gak bagus itu ngawur tanpa mikir. Benar lho kata bang Sufrit, blog ini begitu menggoda sejak pandangan pertama. Terkesan beda, bikin ketagihan kayaknya, saya juga akan terus menyimak acara diskusi di sini. Silahkan dilanjuuutttt…!!!!

  19. Suprit@ tolong jelaskan mana yang fitnah dan subhat dari kami,!!!! insya Allah situs ini akan dijaga oleh Allah SWT, dan tidak akan bubar selama-lamanya, dan semoga sekte sahwah, diberikan petunjuk kejalan yg benar… ya Allah semoga kami dan saudara-saudara kami yg Awam terlidung dari lidah dan kejahatan-kejahatan Tangan-tangan mereka,Aaamin.

  20. Dalam salafi sendiri terjadi perbedaan pendapat mengenai isbal ini. Tdk semua salafi celananya ngatung, karena menurut ustadznya itu mustahab, bukan wajib. Tp lagi2 mereka keliru memahami kata2 bhw kebenaran hanya satu. Sehingga mereka menganggap bhw mereka saja yg benar, dan yg lainnya sesat.

    Insya Allah blog ini akan hidup terus.

  21. fatkhul@, syukron komentarnye…
    begini akhi, antum salah memahami komentar ane dan tolong jangan sempit memandang dalam suatu masalah. Yang ane beberkan masalah ciri2 penampilan Wahabi itu adalah fakta “di lapangan”. Dan kagak ade sedikitpun ane menyalahkan yang orang2 SaWah lakukan seperti hal tersebut, terlebih antum semua kan berdasar dalil2 yg shohih. Masalah celana cingkrang, memelihara jenggot, jidat item silahkan aje bang, ane kagak ngurusin yang begituan. Nah, komentar ane diatas tuh lebih kepada KONTRADIKSI cara beribadahnye golongan ente. Ane pernah melihat sebuah kejadian beberapa orang yang mempunyai ciri2 seperti tersebut di atas tapi tata cara beribadahnye kok beda2….nah ini yang perlu digaris bawahi.

    Masalah muke sangar entu cuma kiasan bang, antum yang letterleg. Kalo soal wajah orang emang bener ude dari sononye, pan kite kagak bise pesen tuh ude terime jadi aje. Nah yang ane maksud, kebanyakan orang SaWah (gak semuanye nih bang) tampangnye gak murah senyum mangkanye jadi keliatan sangar, kalo kate orang betawi kagak ajer. Apalagi kalo ude ketemu orang Aswaja, dia buang muke karena ngerasa paling sunnah dan benci same aswaja karena ahlul bid’ah. Beda same yang ane alamin kalo menatap wajah2 para Ulama Aswaja apelagi Habaib. Adeeemm banget kayaknye sejuk nih ati, biar kate ntu orang kagak puith kulitnye tapi cerah pandangan wajahnye ke kite….

    1. Nah,antum hanya menebak lagi.Apa semua orang yg pake gamis dan celana cingkrang itu Wahabi?banyak hizbi yg juga memakai busana yg dipakai oleh kebanyakan salafiyyin,al: JT(ini malah lebih nyunnah lagi kang),orang2 Ngruki (MMI) pun juga busana nya seperti itni,dan juga orang2 berpikiran khowarij (JI) yang sudah tertangkap aparat,makanya.sekali kali main ke Solo kang,
      Sependek yg ana tau,di kalangan salafiyyin ana menemukan 2 tata cara sholat ,dari Syaikh Al Albani dan Syaikh Ibnu Bazz.
      Ya deh,ana terima argumen antum bahwa muka sangar itu hanya kiasan,semoga agama antum bukan hanya sekedar kiasan.Jika antum menyukai orang yg selalu tersenyum,maka antum psti menyukai Mat Roji..yang meninggal pun masih tersenyum.
      o iya,agak melenceng sedikit,afwan,..antum semua jgn menilai kesolehan seseorang pada wktu meninggalnya,itu bukan jaminan.

  22. @ yg jidatnya gosong: tu jidat bisa gosong kaya gitu gimana caranya? Mau dong jidatku digosongin kaya gitu. Lumayan biar keliatan sholeh. He he he…:)Btw, mang da yah riwayat yg mengatakan Nabi SAW jg da item2nya gitu.

  23. Alhamdulillah, ingatkan terus masyarakat Indonesia akan bahaya doktrin Wahabi yg dangkal pemikiran. Baruru ini di Jawa tengah mulai ada sekolah dasar yg tidak mau upacara bendera karena menurut mereka musyrik, Inna lillahi wainna ilaihi roji’un……

    Akibat Ilmu Agama yg sempit akhirnya bisa mempersempit akal dan nalar kaum Wahabi. Mereka harusnya dikursuskan dulu mengenai bab/soal kemusrikan biar pada paham. Yah, jangan sampai jidat aja yg pada gosong n jenggot panjang tetapi ternyata tidak paham apa itu musyrik. Semoga keluarga kita dijauhkan dari bahaya Wahabi ini, amin…..

    Ummati, maaf saya sudah lama tidak online jadi tidak dapat komen2 lagi, saya terus dukung blog ini, tetap semangat berdakwah amar makruf nahi munkar, bravo Ummati!!!

  24. Salah satu bukti doktrin wahabi yang salah kaprah ada pada link abahnajibril ini :

    http://abahnajibril.wordpress.com/2011/05/29/studi-kritis-side-bar-sufi-medan/#comment-1188

    Mengapa kami memilih manhaj salaf ?
    Nah inilah manhaj salaf, lebih mendahulukan Allah dan Rasul-Nya…dan ini satu bukti untuk anda bahwasannya kami tidaklah bertaklid kepada Ibnu Taimiyyah dan yang lainnya, yang kami ikuti adalah kebenaran, karena :

    “Al-Haqqu min Rabbika Falaa Takunanna minal mumtarin ..”
    Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu maka jangan sekali-kali kamu ragu…”

    Siapapun manusia perkataannya boleh diterima atau ditolak kecuali Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam …sekian …

    -Admin By. Abahna Jibril –

    Anehnya komentar saya 2 kali saya kirim tidak mau ditampilkan. Saya rasa memang sengaja tidak ditampilkan, sebagaimana tuduhan sufi medan.

    Yang saya ingin katakan adalah
    bahwa para ulama yang menerima tasawuf islam apakah tidak lebih mendahulukan Allah dan Rasul-Nya ? sedangkan ulama wahabi yang menolak istilah tasawuf dan ajaran tasawuf lebih mendahulukan Allah dan RasulNya?

    Apakah semua pendapat ulama wahabi itu sebuah kebenaran yang datang dari tuhan ? sedangkan pendapat ulama lain (yang bahkan jauh lebih tinggi ilmunya) bukan sebuah kebenaran ?

    Bukankah pendapat dan pemahaman ulama wahabi terhadap nash juga termasuk perkataan yang boleh diterima atau ditolak? lalu mengapa mereka yang berhak mengklaim manhaj salaf ? sedangkan yang berbeda dengan mereka dianggap menyimpang dari manhaj salaf?

    Ini adalah bentuk kefanatikan yang luar biasa, bagaimana bisa mereka mengaku mengikuti salaf, padahal para salaf sendiri enggan mengakui sebuah pendapatnya sebagai pendapat yang paling benar atau kebenaran.
    Akibatnya sudah jelas……

    Bagi yang berpikir jernih dan mempunyai hati nurani tentu bisa menilai.

    1. dianth@

      Mas Dianth, setelah ane lihat beberapa artikelnya si Abah Jibril tsb, ane yakin yg diikuti dia itu bukan Allah dan RasulNYA, tapi yang diikutinya adalah Muhammad bin Abdul Wahhab, Albani, bin Baz, Utsaimin dll. Jadi mereka bukan pengikut Nabi saw, salah satu buktinya dia itu anti banget sama tawassul dg orang shalih yg ajaran Nabi Saw.

      Kesimpulan ane, Abahna Jibril itu pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab bukan pengikut Muhammad bin Abdullah, Saw…. Jalan pikirannya memang benar-benar menunjukkan secara meyakinkan dia adalah korban doktrin Wahabi.

      1. Memang begitu mas, dari awal mereka menempatkan pemikiran dan pemahamannya sebagai jalan kebenaran, sedang yang lain diposisikan berada dalam kesesatan.

        Padahal pendapat dan pemahaman mereka adalah hasil ijtihad dan pemikiran juga terhadap nash. Begitulah……….

        Salam buat mas Akbar

        1. @dianth

          Mereka bukan mendahulukan Allah dan Rosulnya, tetapi mendahulukan hawa nafsunya tapi atas nama Allah. Mereka bukan membela Islam dari bid’ah tetapi membela nafsunya atas nama Islam.

          1. Mbah Rhedy, saya amati bahwa ajaran mereka telah membawa banyak fitnah terhadap umat dan ajaran islam, sepertinya hadist nabi tentang fitnah 2 tanduk setan benar adanya.

          2. @dianth

            Kata kyai kmrn, wahabi itu adalah jelmaan khawarij jaman modern. Ingat to mas Abdulrahman ibn Muljam yg membunuh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dari golongan khawarij?

            Bukankah dia seorang ahli ibadah, ahli puasa dan termasuk qari? Setelah kena virus khawarij, apa yg dia perbuat? Wong membunuh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kok untuk mendekatkan diri kepada Allah.

            Coba kita rasakan dengan kepala dingin dan hati yg jernih, tentu kagak beda jauh kan sikap dan watak wahabiyun dengan khawarij? Ngaku paling bener, paling tauhid, paling salaf dan nyunnah sehingga mudah aja menuduh muslim yg ga seide dengan sesat, kafir, ahli bid’ah dll.

            So, sebagai umat yg bertauhid kita ga perlu panik menghadapi wahabiyun karena munculnya golongan ini hakikatnya juga kehendak Allah semata agar Ahlu sunnah wal jamaah yg sejati tetap teguh, tawadhu, dan tampak terang benderang kebenarannya.

            Tidak ada terang kalau tidak ada gelap, tidak ada benar kalau tidak ada salah, tidak ada lurus kalau tidak ada bengkok. Didunia ini semua pasti berpasangan alias dua.

            KARENA YG SATU DAN TUNGGAL HANYALAH ALLAH

  25. yudi utomo@

    Emang Wahabi itu ahli bid’ah yg sebenarnya, mereka adalah ahli bid’ah yg tak tertandingi di dunia ini, para ulama Wahabi adalah para pembuarat bid’ah tetapi mereka merasa memberantas bid’ah, demikianlah…. ironis memang ya?

  26. Kita tunggu aja sampai kita masing-masing mati.. Kita akan tahu mana yang benar dan mana yang salah.
    Debat Kusir ga akan selesei.. Semua pada pendirian masing-masing..
    Apabila Si Fulan A benar maka bergembiralah, Jika Si Fulan A salah maka bersedihlah..

      1. Sufrit ===> semua manusia di dunia ini pasti akan mengalami mati. Kita tidak tahu waktunya kapan. JADI TUNGGULAH.
        JIKA KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG BENAR MAKA BERGEMBIRALAH DENGAN SURGA YANG LUASNYA SELUAS LANGIT DAN BUMI YANG DIJANJIKAN OLEH ALLAH SWT, DAN JIKA KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG SALAH MAKA CELAKALAH DIRIMU.

        1. @ osamah Al Waununaug yang saudaranya osamah bin ladin.

          betul kata sufrit silahkan ente duluan, menyusul M Syarif yg ngebom markas polisi dicerbon, tapi ngebomnya di Israel sana dimedan perang membela saudara kita Palestina yg sedang dijajah Israel. jangan di Indonesia yg tidak dalam keadaan perang. sekaliannya aja untuk membuktikan ahwa firkah wahabi adalah yang paling benar dan yang paling lurus tauhidnya dan menurut kalian wahabi pasti masuk surga, selain wahabi masuk neraka.

          1. maaf abah asra pertanyaan ane diatas buat si osamah tuh bah…… kan dia peringatkan ane…. “JIKA KAMU TERMASUK ORANG…. bla .. bla….bla…” Nah makanya ane nanya dia sendiri termasuk yang mana ? yang benar apa yang salah ? eh tapi kayanya si osamah bingung mau jawab soalnya dia belum bisa buktikan apa yang dia ucapkan he he he ..

          2. Aku muslim tanpa embel-embel apapun, ga NU, ga Muhammadiyah, ga yang lain-lain juga.. Mana yang benar dan mana yang tidak, tahunya ya pada saat mati nanti.. Betul ga..

          3. @ osamah
            wahabi tetap saja wahabi yg bertahid trinitas (tiga) gak usah ngaku2 ASWAJA, atau salafy, ibaratnya musang berbulu domba tetap saja musang gak mungkin berubah menjadi domba.

    1. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah: 111)

  27. Walah2…..sesama muslim kok saling menghujat. Yang penting punya keteguhan sendiri2. Mau dipaksakan juga nggak akan bisa. Daripada debat yang nggak ada jalan keluarnya..mendingan untuk hal2 yang positif saja. Pegang dalil masing2 nanti kalo sudah mati..silakan pertanggung jawabkan dengan dalil itu…

  28. SEGERA MILIKI !!! TELAH TERBIT JUGA BUKUNYA !!!

    Judul: “Pemalsuan Kitab-kitab Ulama Oleh Tangan-tangan Salafy Wahabi”

    Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik: Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi.

    Meski ada tantangan Salafi radikal dan juga Wahabisme yang bersifat trans-nasional dalam beberapa tahun terakhir—masa pasca-Soeharto—tapi Islam washatiyah tidak tergoyahkan. Walaupun demikian, penguatan dan pemberdayaan Islam washatiyah Indonesia tetap diperlukan. (Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

    “Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus. Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih-sayang.” (Ust. H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

    “Saya merinding membaca buku ini, seakan tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Sebuah realitas tentang Salafi Wahabi yang dikupas secara apik dan rapi dengan bahasa yang menarik dan enak dibaca.” (Dr. KH. Rohimuddin Nawawi al-Bantani al-Azmatkhan, M.A., Pimpinan Lembaga Dakwah dan Irsyad Dar al-Hasani Cairo, Egypt)

    “Buku penting! Itulah kesan pertama setelah saya membaca buku ini. Anda tidak akan merugi jika memiliki buku langka ini. Karena pengetahuan di dalamnya sangat berharga. Saya merekomendasikan Anda memiliki buku ini!” (Prof. Dr. KH. Hamdani Anwar, M.A., Guru Besar Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Jakarta)

    “Buku ini sangat dahsyat dan mencengangkan, memuat informasi-informasi penting dengan kupasan yang akurat dan ilmiah. Umat Islam perlu mengetahuinya untuk menambah wawasan dan mengenal Islam lebih dalam.” (KH. Wahfiudin, M.B.A., Dai Nasional).

    Harga Rp. 50 ribu. Untuk pembelian bukunya silahkan hubungi :

    Kantor Pusat :

    Jl. Parangtritis Km. 4,4 Salakan Baru No. 1

    Sewon, Bantul, Yogyakarta

    Telp. (0274) 387194, Fax. (0274) 379430

    Email : marketing@lkis.co.id (Pemasaran)

    Perwakilan Distribusi Jabodetabek :

    Jl. Srengseng Sawah No. 21 Rt. 12 Rw. 07

    Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Telp/Fax. (021) 7874682

    Email : lkis_Jabodetabek@lkis.co.id / depok_lkis@yahoo.co.id

    Agen Distribusi Wilayah Timur :

    Graha Sejahtera Residence Blok G-2 Rt. 04 Rw. 09

    Jl. Tirtomulyo, Klandungan, Landungsari, Dau, Malang, Jawa Timur

    Telp/Fax. (0341) 461878

    Email : lkis_timur@lkis.co.id / elkis_timur@yahoo.com
    atau juga Pemesanan via ponsel silahkan hubungi : 0858 7893 3456

    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=192608224116517&set=at.192608044116535.42863.100001020232489.100000504615059&type=1&theater

    SEMUANYA ADA di link ini klik: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_107101919360938&notif_t=group_activity#!/photo.php?fbid=219892401370912&set=a.157600720933414.37150.100000504615059&type=1&theater

    =======================

    TELAH TERBIT BUKUNYA !!!

    Judul: “SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI; Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama.”

    BUKU ini menyingkap hal-hal penting di balik wabah takfîr (pengkafiran), tasyrîk (pemusyrikan), tabdî’ (pembid’ahan) dan tasykîk (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Alussunnah wal Jamaah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, di antaranya tentang:

    – Kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW. akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri mereka yang terangkum dalam sabda-sabda beliau.

    – Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.

    – Fakta-fakta pembunuhan sepanjang sejarah pendirian sekte Salafi Wahabi.

    – Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda “Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah” yang mereka usung.

    = = =====

    “SAYA rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus. Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih-sayang.” (Ust. H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

    “BUKU ini layak dibaca oleh siapa pun. Saya berharap, setelah membaca buku ini, seorang muslim meningkat kesadarannya, bertambah kasih-sayangnya, rukun dengan saudaranya, santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan, dan adil dalam menyikapi permasalahan.” (KH. Dr. Ma’ruf Amin, M.A., Ketua Majelis Ulama Indonesia [MUI])

    “SAYA sangat bergembira dengan adanya karya ilmiah dari Saudara Syaikh Idahram ini yang merupakan satu karya penting bagi masyarakat muslim Indonesia. Bisa dikatakan, belum ditemukan karya setajam ini sebelumnya dalam mengkritisi Salafi Wahabi.” (Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A., Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [PBNU]).

    = = = = =
    Kode Buku : PP0108

    Judul Buku : SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI; Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama

    Penulis : Syaikh Idahram

    Kata Pengantar : Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, MA. (Ketua Umum PBNU)

    ISBN 10 : 602-8995-00-2

    ISBN 13 : 978-602-8995-00-9

    Halaman : 278 hlm

    Kertas / Ukuran : HVS / 13,5 x 20,5 cm

    Cetakan : I, Maret 2011

    Katagori : Agama / Sejarah Sekte Salafi Wahabi

    Penerbit : PUSTAKA PESANTREN Yogyakarta

    Harga : Rp. 50.000,-

    Pemesanan bukunya bisa via email : marketing@lkis.co.id / SMS ke 081555726609. Linknya: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.106342932743047.4181.100001020232489

    SELENGKAPNYA di link ini klik: http://www.facebook.com/?ref=logo#!/photo.php?fbid=218278974865588&set=a.157600720933414.37150.100000504615059&type=1&theater

    =========================

    Dan selengkapnya Uraian tentang Wahabi silahkan lihat di link dibawah ini sebagai berikut:

    BUKTI KESESATAN WAHABY DAN HUJJAH ASWAJA TERHADAPNYA (SETIAP MUSLIM HARUS TAU!!!)

    URAIAN LENGKAP, SEMUANYA JUGA BISA DILIHAT DI LINK INI klik: http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150151221648962#!/note.php?note_id=10150115186893962

    ==========================

    Hujjah Ahlussunnah Wal Jama’ah Atas Penyimpangan Kaum Wahabiyah

    Silahkan beli bukunya, Judul : Hujjah Ahlussunnah Wal Jama’ah Atas Penyimpangan Kaum Wahabiyah (Pengikut Ibn Taimiyah & Muhammad Ibn Abdul Wahhab)

    * Ukuran : Buku Saku

    * Halaman : 24 hlm

    * Penerbit : Pustaka Asy’ari Ciputat

    * Penerjemah : Tim Penerjemah LKISA (Lembaga Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah)

    * Cetakan : I (Pertama), Februari 2011

    * Harga : @Rp. 15.000 (Lima belas ribu rupiah); sudah termasuk ongkos kirim khusus P. Jawa, untuk luar Jawa tambah 5.000 (lima ribu rupiah)

    Keterangan Lengkapnya klik:

    http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=467604423961&draft#!/album.php?aid=273149&id=351534640896

    =========================

    Membongkar Radikalisme Sekte Wahabi

    BUKU INI

    Judul : Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) “edisi revisi”

    Penulis : Syekh Fathi al Mishri al Azhari

    Penerbit : Pustaka Asy’ari

    Cetakan : Tahun 2011

    Penerjemah : Asyhari Masduqi, MA

    Editor : Abu Zahra

    Gambar Cover : Saif Abu Naya

    Tebal halaman : 236 halaman

    Harga : 50. 000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) Sudah termasuk ongkos kirim khusus P. Jawa, dan tambah 10.000 untuk luar P. jawa

    Bila anda berminat silahkan hubungi email berikut: aboufaateh@yahoo.com, atau kirim pesan di kotak Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1789501505

    Selengkapnya klik: http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=467604423961&draft#!/album.php?aid=273138&id=351534640896

  29. Mungkin admin ummati juga bisa memberitakan atau menyampaikan info-info aktual untuk kita diskusikan seperti kasus sekolah wahabi yang tidak mau hormat bendera dengan alasan musyrik.
    Juga perbedaan fatwa-fatwa mereka dengan fatwa-fatwa ulama kita, agar kita bisa ambil manfaatnya.

    terima kasih.

    1. dianth@

      Baik Mas Dianth, kami pertimbangkan agar lebih berfariasi untuk ke depannya, sebenarnya itu sudah jadi missi visi kami. Bisa dilihat di Page TENTANG KAMI.

      Baik, terimakasih usulannya Mas Dianth.

  30. Monggo silahkan berdebat rame-rame asal jangan sampe marah-marah ya.

    Ane emang pengikut asy’ariyah dan juga ikut kajian tasawuf dan asli orang Jawa. Ane ga ambil pusing dan peduli kalau all salafy/wahaby mencela dan mencaci maki soal asy’ariyah, yasinan, tahlilan, haul dan juga tawasul yg sering ane jalani.

    Kalau ntar ane masuk neraka karena alasan ane asy’ariyah dan ikut tasawuf serta karena ikut yasinan, tahlilan, tawasul dan juga haul, ANE RIDHA.

    1. @ mbah
      Insya Allah, gak mungkin masuk neraka apalagi selama-lamanya, tauhid sifat 20 asyariyah dan tasyawuf adalah pegangan para sahabat Nabi, para wali dan para habaib. itu bisa dibuktikan pada kitab2 klasik ulama2 ASWAJA yg orisinal yang belum dipalsu, dirubah isinya oleh para wahbiyun. kitab klasik ulama Aswaja bisa diibaratkan Permata yang tak ternilai harganya, apalagi jika kita menguasai bahasa arab, kita bisa menyelami dan mereguk nikmatnya buku2 tasawuf ditambah dgn bimbingan Guru yg mumpuni dibidangnya kalo gak salah istilahnya Mursyid yang kamil mukamil.

  31. habib munzir yang hebat dan gusdur adalah seorang tokoh kita yang berusaha menyatukan umat di atas ahlak
    contoh saja
    wahhabi membencipemahaman
    sufi
    syiah
    wali songo
    ilmu kalam
    sedangkan habib munzir dan kiyai tercinta kita gusdur
    menyatukan syiah dan sunni seperti beliu bilang NU itu syiah dan imamah begitulah sang kiyai menanggapi begitu indah nya kiyai kita
    dan manhaj Nu adalah aswaja berdasarkan pemahaman sufi(yangdibenci wahabi) padahal sufi melakukan ritual bid’ah hasana sepeti zikir yang tidak boleh ada batasan nya, tarekat. dan tasawuf . dan sebelum wiridan biasanya mengadakan nyanyian rebana dan sekarang kita mengundang artis seperti wali. ungu dll (sedangkan wahabi mengharam kan musik . bertentangan bukan)

    kita berziarah ke kuburan dengan mengharapkan berkah / meminta kepada wali yg telah mati supaya diberi rezeki amalan yang baik, kita ngaji disitu, tawaf disitu, sujud disititu, dan kata wahhabi nyeleneh kuburan bukan tempat mencari berkah,bukan tempat meminta, kacaukan katanya tempat sholat dirumah kalian atau dimasjid . tawaf hanya di ka’bah , berdo’a dan meminta hanya kepada allah padahal wahhabi ga ngerti hakikat do’a

    wahabi pengikut rasullullah dan ijma’ para sahabat
    Nu atau aswaja pengikut rasullullah berdasar kan pemahaman habib munzir , sufi , wali songo.syiah,

    jadi para pembaca budiman silahkan anada mengkaji kesetan wahhabi berkunjunglah diweb mareka niscaya kalian akan tahu siapa yang salah dan siapa yang bener berdasarkan alqur’an an sunnah nabi yang shohih

    1. love habib@,

      Nte memanipulasi seperti apapun Wahabi tetap akan terdeteksi kesesatannya, dan kelakuan Nte membuktikan bahwa doktrin Wahabi itu memang merusak akal dan akhlak pengikutnya. Nah, Nte tidak mungkin mengelak lagi, emang ajaran Wahabisme menghalalkan tipu muslihat persis kelakuan Yahudi yg kelakuannya penuh tipu daya, na’udzubillah dari kelakuan Yahudi yg dijiplak habis-habisan oleh ajaran Wahabisme.

      Mereka Wahabiyyun itu mengaku mengikuti Al-Qur’an, AlSunnah, dan Qoul para sahabat, padahal sebenarnya yg diikuti adalah kelakuan Yahudi. Trik-trik Yahudi selalu menghiasi perilaku dakwah Wahabi di segala lini dakwahnya yg meniru juga gaya-gaya missionaris Kristen. Bahkan Tauhid Wahabi juga Tauhid tiga meniru Trinitas Kristen, Na’dzubillah….

    2. Yah mau bilang apalagi, kaum Wahabi Tanduk Syathon dari Najd itu memang sudah ditakdirkan jadi tukang fitnah kepada Agama Islam, ya seperti inilah terungkap dalam komentnya si @love habib ini. Full fitnah itu semua, coba buktikan bagi anda semua yg masih punya akal sehat, adakah Habib Munzir mengajarkan towaf di kuburan? Itu adalah toeri Wahabi untuk memfitnah kaum muslimin yg tidak pernah terbukti di lapangan. Sungguh para Wahabiyyun ini hidup terkungkung dalam belitan teori yg tidak sesuai fakta lapangan. Hatilah-hatilah kaum muslimin terhadap fitnah-fitnah Wahabisme laknatullah alaihim ajma’in…

  32. masya Allah, love habib, ente wahhabi pengecut, tukang fitnah. Ga ada tuh MR, NU, dan ASWAJA lainnya yg thawaf di kuburan, ga ada yg minta ke wali. Ente kalo ga ngerti ajaran ASWAJA, jangan asal jeplak. Fitnah tuh ente.

  33. MR tidak mengundang artis seperti yg Anda tuduhkan, hai tukang fitnah. Dan MR mengharamkan thawaf mengelilingi kubur. Ente emang wahhabi nyeleneh. Dah jelas sekarang, bahwa wahhabi itu tukang fitnah.

    Ente baca buku “Kenalilah Aqidahmu 2” karangn Habib Munzir. Maka ente akan dapati di situ penjelasan mengenai ini. E-booknya bisa antum download di blog ane.

  34. bi…bi…kedok nya udah ketahuan ma penyanyi dangdut kalau SAWAH memang gak punya santun untuk mengambil alih masjid/mushola orang kampung tempatan. Sehingga udah banyak orang yg resah atas bid’ah, bid’ah, bid’ah dan BID’AH nya tu…Orang udah pada capek ma Wahabi-salafi. Di jelasin kyk mana ilmiahnya pun gak sembuh sembuh virusnya. Padahal ASWAJA bukan ngasih obat jenerik tp obat patent banget dan sanadnya nyambung sampe Rasulullah SAW. Masih jg gak sembuh, bawaannya ngigau melulu… Baca tu salah satu surat kabar “R”>sosok. Itu satu dr sekian, tentang keresahan umat hari ini asbab bid’ah SAWAH. Berarti Da’wah SAWAH kagak laku, basi….

  35. BUAT KAUM SAWAH

    Ada pertanyaan buat nt-nt semua:
    Coba jelaskan mengapa para sahabat Nabi tidak memiliki karomah sebagaimana yg dimiliki oleh auliya yg jauh dari periode para sahabat. Jelaskan secara ilmiyah murni sehingga non muslim dan atau orang kejawen bisa menerima.

    Yang kedua, siapa hayo nama ulama dari timur tengah yg menjadi guru dari Prabu Jayabaya, Raja Kediri pengarang Jangka Jayabaya yg terkenal itu he he he he he

    1. @ngadino roso

      Wah kurang ilmiyah dan masih standar saja. Jawaban model begini sudah umum, anak TK juga dah tahu. Ayo jawab yg lebih ilmiyah dan mendalam.

      Soal Joyoboyo, emang bener kok beliau berguru pada ulama Islam. Nt ga tahu ya…….aduh kasihannnnnnnnnnnnnnn sekali

  36. mbah redhy @, jangan kasih pertanyaan sejarah kayak begitu. Orang SaWah paling anti “SEJARAH”, karena punya masa lalu yang kelam, apalagi ditanyain tentang Sejarah di tanah Jawa. Sejarah Walisongo aje kagak diakuin bahkan membenci para Walisongo pegimane sejarah Raja-raja Jawa….

    Berandai-andai dakwah Wali Songo kagak masuk ke Indonesia, mungkin Islam bukan Mayoritas dimari dan mungkin aje antum seorang Nasrani.

    Padahal leluhur mereka,termasuk kakek nenek antum tau Islam darimane….? ape dari si Muhammad bin Abdul Wahab. Belon nyampe sini kallleeee…..

    Makanye sering-sering deh ziarah tuh ke Maqam-maqam leluhur antum yang ude memeluk Islam ajaran Walisongo (yg sesat menurut ente). Do’ain biarin gak masuk Neraka, pan Syurga cuman buat golongan antum….bener kagak….

  37. @bang nur

    Memang saya sengaja kasih pertanyaan model begituan mas biar mereka tahu sejarah bangsa sendiri. Masak mau membanggakan sejarah bangsa lain he he he.

    Tapi ya maklum kok soalnya peninggalan sejarah Islam yg bernilai sangat tinggi aja dihancurkan oleh si biadab wahabiyun atas nama tauhid. Padahal cuman atasnama nafsu doang demi buyutnya Yahudi.

    Coba bagaimana jika si ngadino roso tiba-tiba dapat karomah dari Alloh, swt, kira-kira sombong nggak ya he he he he

    1. @mbah
      berani enggak para wahabiyun, menghancurkan makam bersejarah Islam di Indonesia, misalnya makam wali songo, kalo berani dijamin mereka akan diperangi oleh ASWAJA dan diusir ke arab saudi sana !

  38. @abah asra

    Sekali mereka menghancurkan makam bersejarah Islam, maka Indonesia memasuki babak pertumpahan darah mas. Ingat kasus Tanjung Priok beberapa waktu lalu soal makam seorang habib.

    Bangunan makam Islam dengan segala perniknya adalah sudah masuk situs kebudayaan dan menjadi ciri bangsa ini dalam menghargai jasa ulama/wali penyebar Islam sehingga sampai hari ini Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

    Menurut informasi yg valid, di tanah Jawa ini masih segudang wali yg masih hidup pada jaman ini namun kita tidak perlu sibuk membahasnya karena bukan keahlian kita. Cukuplah kita percaya.

    Sebenarnya kalau kita cerdas, banyak hikmah pelajaran yg kita dapat jika mau menyelami lebih dalam sejarah wali songo di tanah Jawa. Bahkan sejak jaman Raja Jayabaya tahun 1011 Masehi sudah ada wali penyebar Islam di tanah Jawa.

    Satu hal, hampir semua wilayah yg ditaklukkan oleh Mahapatih Gajah Mada menjadi daerah Islam setelah runtuhnya Majapahit.

    Ingat sejarah mas, penaklukan Eropa oleh Umayah (Spanyol dan Portugal) menjadi wilayah Islam tetapi rakyatnya masih memeluk Kriten bukan?

    Nah, di Indonesia beda cerita. Hanya oleh puluhan wali, semua wilayah menjadi wilayah Islam hingga sekarang. Padahal beliau tidak didukung dana milyaran, kitab segunung dan pasukan ribuan.

    Kalau peninggalan wali mau dihancurkan wahabi, ya kita hancurkan saja wahabiyun.

  39. @mbah rhedy, kenapa umat islam indonesia masih bertahan memeluk agama islam? Saya rasa Karena islam di indonesia disebarkan lewat jalan damai dan menyentuh hati bukan dgn jalan kekerasan dan pemaksaan. akidah asy ariyah dgn sifat 20, serta berkah para wali telah menjadi benteng umat islam indonesia. Memang harus kita akui banyak yg masìh abangan. Seharusnya tugas kita adalah menjadikan diri kita dan keluarga kita muslim kaffah dan taat serta saleh. Bukan menjadikan diri kita merasa paling benar, paling suci.

  40. fatkhul :
    Nah,antum hanya menebak lagi.Apa semua orang yg pake gamis dan celana cingkrang itu Wahabi?banyak hizbi yg juga memakai busana yg dipakai oleh kebanyakan salafiyyin,al: JT(ini malah lebih nyunnah lagi kang),orang2 Ngruki (MMI) pun juga busana nya seperti itni,dan juga orang2 berpikiran khowarij (JI) yang sudah tertangkap aparat,makanya.sekali kali main ke Solo kang,
    Sependek yg ana tau,di kalangan salafiyyin ana menemukan 2 tata cara sholat ,dari Syaikh Al Albani dan Syaikh Ibnu Bazz.
    Ya deh,ana terima argumen antum bahwa muka sangar itu hanya kiasan,semoga agama antum bukan hanya sekedar kiasan.Jika antum menyukai orang yg selalu tersenyum,maka antum psti menyukai Mat Roji..yang meninggal pun masih tersenyum.
    o iya,agak melenceng sedikit,afwan,..antum semua jgn menilai kesolehan seseorang pada wktu meninggalnya,itu bukan jaminan.

    Intinye gini bang, Islam entu agama yg ilmunya saaaangat luas…dan jikalau ade perbedaan karena beda pemahaman keilmuan jangan jadi perdebatan yang berakhir perpecahan. Karena memang Allah SWT memberikan kite aqal untuk berfikir, terutama tentang ilmu-ilmu Agama, makanye ade yg namanye KHILAFIYAH. Nah, untuk menyikapi khilafiyah kite harus terima karena itu merupakan rahmat, haditsnye pan ade tuh…(antum lebih tau). Ane ngasih contoh kayak begitu (perbedaan tata cara sholat orang SaWah) berarti memang ade perbedaan keilmuan dalam melakukan sholat di golongan antum, seperti yang antum jelaskan ade tata cara sholat menurut Albani dan Ibnu Bazz. Berarti, dalam satu manhaj aje golongan antum ude punye perbedaan dalam pelaksanaan sholat, Pegimane diluar manhaj antum…???

    Artinye, kalu emang ade Khilafiyah diluar Manhaj antum, yah terima aje. Karena memang ade perbedaan pemahaman dalam mempelajari ilmunya, dan jangan justru perbedaan ini dijadikan senjata untuk menyerang kepada golongan yg berbeda pendapatnye. Inilah yang Ahlussunnah wal Jama’ah lakukan dari zaman dulu. begitu banyak perbedaan Khilafiyah terjadi di depan mata, namun kami menerimanya sebagai Rahmat. Padahal kalu mau nih, jumlah kami (Aswaja) lebih banyak dari golongan antum dan bisa saja “menyerang” secara ekstrim untuk memberantas golongan antum. Tapi hal itu tidak kami lakukan, karena hanya akan memecah persaudaraan Islam di negeri ini. Dan kami Aswaja cinta kedamaian sebagaimana tuntunan dari Rasulullah SAW.

    Mangkanye bang, antum gak suka TAHLILAN, MAULID, ZIKIR BERJAM’AH, ZIARAH, TAWASSUL dan lainnya silahkan aje, asal jangan ngusik-ngusik kite yang biasa ngelakuin hal tersebut apalagi sampe bilang kite melakukan SYIRIK dan BID’AH. Semua yg kite lakuin ade dasar dalilnye dan gak perlu diperdebatkan lagi karena itu cuma menuruti nafsu syaithon…

    Insya Allah Islam yang ane anut bukan agama kiasan, begitu juga antum…
    Nyok bang, same-same kite banyak belajar Islam yang sesuai tuntunan Ulama Salaf dari Rasulullah SAW dan jangan mudah terbawa emosi untuk menjadi paling benar. Isya Allah kite terbebas dari kedengkian hati dan menjaga ukhuwah Islam di negeri ini, Aaamiiiin….

      1. “Ikhtilafu Wahabi fitnah, waikhtilafu ummati rohmat,” he he he… ini bukan hadits, tapi benar adanya.

        Sama seperti dengan kalimat “man Jadda wajada”, ini bukan hadits tapi benar.

        Semoga Nte bisa mencerna sehingga paham akan maksud ane bawain dua kalimat sindirian di atas.

  41. subhanallah…,saya mendapat pencerahan di blog ini.kalo sya boleh memberikan pendapat tentang org2 sawah itu adalah org2 yg awalnya keimanan mereka labil sempit pandangan nya tentang ajaran islam aqidah mereka lemah,mungkin selama ini mereka mencara jawaban tentang pertanyaan yg ada dalam pikiran dan hati mereka,namun ketika mereka mendapatkan jawaban atas kegundahan hati mereka mendapat kan nya dari ajaran sawah yg sempit dan keliru tentang islam. saya dukung blog ini teruslah berdakwah saudara2ku aswaja. untuk memberi jawaban2 yg mungkin masih bnyak org yg msh mencari cari dari pertanyaan2 dlm ht dan pikiran mereka. untuk para pengikut sawah semoga hati mereka di bukakan oleh alloh swt.Amin

  42. Assalaamualaykum Wr Wb, @ mas Dianth, mengapa ya para wahabi kok benci banget ama sufi? Sedangkan sifat tasawuf diantaranya berakhlaq terpuji, dan meninggalkan akhlaq tercela, dan kalau kita amati konon katanya Al Quran, berbicara masalah hukum hanya 7% sedangkan sisanya yg 93% lagi berbicara masalah akhlaq, menurut kesimpulan ana, berarti tasawuf itu berdasarkan bayan2 Al Quran, yg sangat samar bagi yg tidak mau menggalinya, afwan klu keliru mohon diluruskan Wassalaamualaykum Wr Wb.

    1. Wa alaikum salam mas Irhash,

      Tasawuf itu ruh nya Islam, maka tentu saja masalah tasawuf ini banyak dibahas di Al Qur an dan sunnah, sebenarnya tidak samar dan sangat jelas, hanya saja ada orang yang tidak suka dengan istilah tasawuf dan sufi, makanya mereka berusaha mengaburkan istilah tasawuf dan sufi menurut pemahamannya lalu didakwajkan kepada orang lain, padahal sebagian besar ulama telah menerima istilah ini juga menerima rumusan ilmu tasawuf yang dibina oleh para ulama.

      Salam

  43. @irhash

    Ndak usah heran mas kalau wahabiyun benci tasawuf/sufi soalnya kaum sufi juga ga mikir kenapa dibenci oleh kaum suku Najd. Yang saya tahu, kaum sufi itu meski dibenci sampe ubun2 oleh suku Najd tidak membalas dengan membenci pula.

    Nurutin kebencian kaum wahabiyun cuman bikin nafsu mendapat tempat dan ini merugikan.

  44. @Mbah Redhy Abu Jamal Terimakasih Mbah pencerahannya, ana jadi sadar, bahwa ternyata didalam hati ana masih banyak unsur dengki kepada sesama muslim yg tidak sefaham dengan ana, padahal yg bersangkutan (para sufi) mereka tidak balik membenci/mendengki kepada orangs yg menuduh sesat, musyrik bid’ah dll sekali lagi terimakasih Mbah

  45. @irhash,

    Coba antum browsing ke web ato blognye orang SaWah, dan antum cari forum tanya jawabnye. Ane pernah nemuin bahwa ternyata tidak semua golongan SaWah membenci Tasawuf dan bahkan setuju dengan Tasawuf walaupun dg catatan yg sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Artinye, memang ade KONTRADIKSI yang sangat jelas terjadi di dalam manhaj mereka. Ade yang membenci Imam Al-Ghazali bahkan ade yg menyanjungnya dg memasukkan biografinya kedalam blognye. Jadi semakin kite telusurin web dan blognye orang SaWah antum akan semakin menemukan KONTRADIKSI dalam setiap pemahaman keilmuan diantara mereka.

    Mudah2an Allah SWT membukakan mata hati mereka dari segala prasangka buruk dan kedengkian, Aaamiiieen……

  46. Guru ane punya kakak. Kakaknya itu PKS. Suatu saat, guru ane diajak rapat dengan kakaknya bersama para petinggi PKS. Karena guru ane dibawa oleh kakaknya, para petinggi itu berfikir bahwa guru ane adalah kelompok mereka juga.
    Lalu di rapat itu ada yg berkata, “Kalau kita sudah berhasil jadi pemimpin Indonesia, kita ratakan dengan tanah berhala-berhala itu.” Yg dimaksud dg berhala2 itu adalah kubur para wali.
    Sekrang kita liat, developer mana yg tengah mengincar makam para wali seperti Qubah Cikini dan Qubah Al-Haddad? Muslimkah?
    So, Wahhabi, PKS, dan non-Muslim sama2 ngincer makam para wali untuk di gusur.
    Wew…!

  47. Wahhabi ga pecah?
    Firanda itu wahhabi, tapi dibilang sesat ama wahhabi lainnya.
    al-Utsaimin itu Wahhabi, tapi dianggep ahlul bid’ah karena mewajibkan taqlid bagi mereka yg belum mencapai derajat mujtahid.
    ibnu taymiyyah itu embahnya wahhabi, tapi dianggep ahlul bid’ah karena mewajibkan iltizam kpd salah satu madzhab bagi mereka yg belum mencapai derajat mujtahid, dan juga karena mengatakan bahwa tawassul dg Nabi itu termasuk hal yg disyari’atkan.
    Moqbel itu wahhabi, tapi dianggep ahlul bid’ah karena menganggap bahwa menggerak-gerakkan telunjuk dalam tasyahud itu pendapat yg lemah.
    Ustadznya aja saling membid’ahkan, gmn murid2nya?

    Tapi kalo ASWAJA, beda pendapat itu wajar, tetap saling menghormati, selama merupakan hasil ijtihad yg dilakukan dengan metode ijtihad yg benar oleh mujtahid yg benar, tetap dihargai. Tidak main vonis madzhab lainnya sebagai sesat, ahli bid’ah dsb sembari berkata bahwa madzhabnya saja yg benar.

    Semua mujtahid itu dianggap benar. Tetapi mungkin ada pendapat yg kuat dan ada pendapat yg lemah. Tidak ada pendapat yg salah. Tapi kalo bukan mujtahid, maka segala hasil ijtihadnya tidaklah dianggap. Dulu empat shahabat utama juga berbeda pendapat di hadapan Rasul. Lalu rasul membenarkan mereka semua, karena mereka semua berijtihad dg metode yg benar.

    1. He he he…. Semakin terbukti kalau ajaran Wahabi itu benar-benar berakibat fatal bagi para penganutnya, minimal akan menimbulkan kontradiksi sesama fatwa ulama Wahabi. Ulama yang satu bilang haram atau bid’ah, sementara yg lainnya lagi bilang Sunnah. Lho, kok mbingungi bagi yg mau mikir ya?

      Kalau akibat minimalnya aja sudah parah seperti itu, bagaimana akibat maksimalnya ya?

      1. @dianth
        mas saya heran ama akhi @ASy kok komennya jadi menghujat begitu ya, tolong diskusi dengan adab yang baik kalo ga bisa diskusi mending kaya saya jadi penyimak..

        lanjutakan ASWAJA jangan sampai wahabi besar kepala, dan meras benar sendiri dalam ilmu agama. setahu saya kelompok wahabi sebagian telah memasuki kabinet contohnya M Nuh itu dia kader AL Irsyad, begitu infonya…

        di lanjut saya nyimak

  48. Jujur, ane kopas dari http://www.facebook.com/pages/Himpunan-Santri-Indonesia/244387143135

    Jidat Hitam
    by Himpunan Santri Indonesia on Saturday, July 16, 2011 at 12:18pm

    Penjelasan tentang tanda hitam di jidat sebagai berikut :

    ????????? ??????? ??????? ??????????? ?????? ?????????? ????? ??????????? ????????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ???? ??????? ???????????? ?????????? ??? ??????????? ???? ?????? ??????????

    Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS al Fath:29).

    Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan.

    Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik.

    Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan.

    Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

    ???? ??????? ????? ????????? ????? : ????? ?????? ????? ????? ?????? ????????? ???????? ????? : ???? ??????? ????? : ????? ????????? ???????. ??????? ?????? ?????????? ???????? ????????? ??????? : ??? ????? ???????? ?????? ??????????? ?????? ???????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ??????? ?????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ???????? ?????? ????? ??? ????? ???? ??????

    Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.

    Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

    ???? ????? ?????? : ??????? ????? ??????? ??????? : ??? ?????? ??????? ????? ??????? ????????? ???????? ? ????? ?????? ?????????.

    Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

    ???? ????? ?????? ????? : ????? ????? ???????????? ????????? ??????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ? ??????? : ???? ???? ?????? ????? ?????????? ????? ??????? ????.

    Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

    ???? ???????? ???? ????? ?????? ??????????? ????? : ?????? ?????? ?????????? ???? ??????? ???? ??????? ??????????? ???? ???????? ???? ?????? ??????????? ???? ?????? ??????? : ???? ???????? ???????? ? ????????? ??? ???? ???????? ? ????????? ?????? ????????? ????? ??????? ???? ????? ??????? ? ??? ??????? ?????????? ??? ??????? ???????.

    Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

    ???? ????????? ????? ?????? ??????????? (?????????? ??? ??????????? ???? ?????? ??????????) ?????? ?????? ?????????? ??? ?????? ???????????? ??????? : ??? ????? ?????????? ??????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ????????? ?????? ????? ????? ??????? ??????? ???? ???????? ??????????? ??????????.

    Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah?

    Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702). Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

    Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”.

    Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya. Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.

    Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,

    ???????? ???? ?????? ??????????? ??????? ????? ????? ???????? ?????????? ??????? ??????????? ?????????? ??? ????????? ????????????? ??????????? ???? ???????? ????? ???????? ????????? ???? ???????????? ????? ??? ??????????? ????? ?????????? ???????????? ??? ?????????? ???????????

    “Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Cirri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth).

    Demikian semoga dapat membuka pikiran dan akal sehat serta dapat menimbang mana yang benar mana yang salah.

  49. saya tdk th byk ttg islam. tp sy setuju dgn tulisan di atas. namun sy cukup paham, bahwa wahabi itu perusak islam dari dalam. kami menyebutnya mereka dengan kanak-kanak berjenggot. sudah cukup. kembalilah kepada kebenaran hakiki. mengenal Tuhanmu, tdk cukup memakai otak dan dengkul. ruh dicipta Tuhan, maka dengan dzikir ALLAH …ALLAH…bermetodologi seperti yg diajarkan Rosulullah SAW, kalian akan temukan Tuhanmu ALLAH SWT. tentulah yg dimaksudkan adalah chanel langsung ke hadiratNYA. jika belum jg paham maka carilah Guru Ruhani yg Kamil Mukamil.

  50. kepada radio ahlusunnah
    terimakasih, bacaan AL QUR’AN menyejukkan hati saya. tak biasa2nya sy buka internet ada untaian indah alunan suara qori’ yg dahsyat. semoga ALLAH SWT menambah berkah melimpah, rahaman rahimNYA kepada seluruh crew radio ini & pengelola website ini

  51. orang2 wahabi : Bacalah,bacalah sejarah terbentuknya sekte wahabi!!!!! yahudi ,arab ,inggris berkompromi,yahudi ingin merusak islam dari dalam, inggris membantu pembentukan negara arab saudi oleh muhammad saud dan muhammad bin abdul wahab ingin fahamnya dipakai di arab (walau dia tdk disukai gurunya,bapaknya sendiri abdul wahab dan adiknya sulaiman bin abdul wahab).sy klo jejer sama wahabi tdk brsalaman karena merekatdk suka salaman ato jabat tangan dg tg tidak sepaham,,,saat kultum romadhon mereka keluar tdk mau dengar bila si pembicara bukan golongannya ini terjadi benar2 pada romadhon 2012 yg lalu, maunya didengar tapi cuek bebek dg yg beda paham dan tdk Jenggotan ato bukan RCTI (Rombongan Celana Tinggi),, memang nyata doktrin nya bahwa WAHABI paling benar yg lain salah semua!!!!!!!.takabur yg gak dirasa.

  52. saya baca cuma punya kata-kata buat orang-orang wahabi” dalamilah ilmu dari guru-guru kalian(al bani dll) semakin dalam semain bingung,dan makin lama saya yakin anda-anda(orang-rang wahabi) akan kembali ke ahlus sunnah wal jama’ah” tapi kalo Allah memberi hidayah…..saya banyak bukti temen-temen saya alumni lipia yang sempat bertahun tahun tdk tahli,yasinan, sekarang justru kembali yasinan ,tahlilan karena memang ada dalilny.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker