Uncategorized

Dialog Tentang Bid’ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah….

Bid’ah Hasanah – Seperti kita tahu bersama selama ini Wahabi Salafy sangat gemar mempermasalahkan amalan-amalan kaum muslimin. Bukan sekedar mempermasalahkannya tetap lebih dari itu sampai-sampai kaum Wahabi Salafy memvonis Bid’ah ( haram / terlarang / berdosa ) atas amalan-amalan ibadah kaum muslimin. Mereka terjerumus dalam kubangan isu-isu bid’ah yang sangat mengasyikkan bagi mereka, benar-benar aneh kelakuan mereka.
Rupanya itulah yang menginspirasi Seorang Facebooker Alif Lamron membuat status berikut ini…..  Yang kemudian ditanggapi oleh Wong Bantul ( Ulun Handak Lawan Ikam ) yang seorang Wahabi Salafy.
Yuuuk… kita simak  bersama…..
facebooker - Dialog Tentang Bid'ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah....
Assalamu’alaikum….., Wahabi emang gak ada matinya kalau ngomongin eksploitasi isu2 bid’ah. Sudah taqdirnya seperti itulah kerjaan Wahabi…. kerjaan seperti ini benar2 tidak dicontohkan ole Rasul dan para Sahabatnya. Dan inilah salah satu bid’ah Wahabi, yaitu mengeksploitasi isu2 bid’ah.
· · Bagikan

 

    •  

      Alif Lamron  Ya, itulah dalil yg dipakai dalil oleh Wahabi untuk klaim kebenaran hanya satu yaitu Wahabi (Salafy), pecah 73 yg 72 sesat yg satu selamat yaitu Wahabi…. Ini klaim yg tidak terbukti secara faktual, aktual apalagi empirisnya yg penuh darah Ulama dan Ummat Islam.

    •  

      Alif Lamron Mas Nuaim Bashory, akhire panjenengan ngrumpi sareng kulo, he he he….

    • Ulun Handak Lawan Ikam  alhamdulillah skrg umat sdh mulai melek dalil sahih. jadi tdk gampang diajari suatu amalan klo tanpa dalil sahih. makin cerdas orang, makin kritis org itu thd dalil…sepppp

    •  

      Alif Lamron  Alhamdulillah, semenjak dahulu kala Ummat Islam sudah melek hadits-hadits shohih, dhoif dan maudhu’. Jadi semenjak dulu Ummat Islam sudah cerdas dalam mengenali mana yg bid’ah berdosa dan mana bid’ah yg berpahala. Orang yg tidak cerdas pasti tidak bisa membedakannya…..

    •  

      • Rhesia Ayu Ariyanto  Iya,hampir di grup2 selalu berdebat masalah bid’ah… Sampai saling caci saling tuding… Saling mengajukan pertanyaan.. Akibatnya yg awam seperti aQ ini bukannya belajar n mendapat ilmu justru tambah gak ngerti n budel otak…

        31 Maret pukul 6:40 · · 1

       

      •  

        Alif Lamron  @Ulun Handak Lawan Ikam, benar bahwa nabi melarang melakukan hal bid’ah, tetapi Nabi tidak menyuruh Ummat Islam melakukan eksploitasi isu2 bid’ah seperti yg dilakukan oleh Wahabi selama ini. Sebab apa yg dilakukan oleh Wahabi ini tidak manfaat justru menimbulkan fitnah di antara Ummat Islam.

      • Ulun Handak Lawan Ikam  fitnah dan eksploatasi itu debatable.dr sisi mana dilihatnya. memang ada negatipnya juga yaitu yg suka caci maki, tulis jorok , dmn dilakukan oleh smua pihak.krnnya mnrt aku , boleh diskusi tp jgn trs caci maki dan tulis jorok.ini yg bikin ane prihatin….

      •  

        Alif Lamron  Ya, karena apa yg dikatakan bid’ah oleh Wahabi itu hanya sebatas eksploitasi isu2 bid’ah. Kenapa saya sebut isu2 bid’ah, karena tidak pernah terbukti hal2 yg dieksploitasi tsb benar2 bid’ah, hanya sekedar isu2 belaka. Sudah banyak di nternet ini yg menerangkan dg sangat jelas bahwa apa yg dilakukan Wahabi benar2 menimbulkan fitnah.

      •  

        Alif LamronOleh karena itulah muncul istilah FITNAH WAHABIYYAH atau FITNAH WAHABI, istilah muncul berdasar fakta2 yg ada di lapangan ….

      •  

        Alif Lamron  Ngomong2 soal DEBATABLE, memang setahu saya Wahabi sangat hobby memperdebatkan hal yg sudah jelas yg sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.Hanya Ummat Islam selalu terpancing oleh provokasi Wahabi.

      • Nu’eim Bashory · Berteman dengan Moh Nurkomari

        mas-mas..!! Laki laki kok ngumpi sih…!

      •  

        Alif Lamron  Alhamdulillah wa syukru lillah ala ni’matillah, sekarang Ummat Islam sudah mulai melek akan keburukan-keburukan Wahabi …. Semoga di waktu2 mendatang orang2 yg tertipu oleh tipudaya Wahabi segera sadar dan kembali kepada pemahaman Islamyg benar.

      • Nu’eim Bashory · Berteman dengan Moh Nurkomari

        ‎”sata’ti zamaanun qoliylun u’lamaauhu katsirun khuthobaauhu”

      •  

        Alif Lamron  Ya, Wahabi memang mengklaim dirinya adalah manusia2 terbaik dan paling benar walaupun jumlah mereka sedikit secara global. Klaim kebenaran hanya satu yaitu Wahabi (Salafy Wahabi) hanyalah klaim kosong belaka.Selalu tidak terbukti klaim tsb. Marilah kita simak sabda Nabi Saw… “Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat. [HR. Bukhari dan Muslim]

       

      • Nu’eim Bashory · Berteman dengan Moh Nurkomari

        ‎”sataftariqu ummaty tsalatsa wa sab’iyna firqotan…..dst

        31 Maret pukul 7:33 · · 1

       

    •  

      Alif Lamron  Alhamdulillah…., ada SUNNAH YANG BAGUS ada pula SUNNAH YG JELEK, nah lho SUNNAH KOK JELEK? Ingat, Nabi yang mengatakan: MAN SANNA SUNNATAN HASANATAN …. MAN SANNA SUNNATAN SAYYI’ATAN….. dan inilah yg menjadi dasar ada Bid’ah hasanah juga ada bid’ah sayyi’ah. Di sinilah Imam Syafi’i terlihat sangat cerdas dan futuristik (berpandangan jauh ke depan), luar biasa! Hanya saja banyak orang2 yg tidak cerdas sehingga mengatakan tidak ada bid’ah hasanah. Padahal sudah sangat jelas kelihatan tergambar dalam ucapan Nabi MAN SANNA SUNNATAN HASANATAN….

    • Ulun Handak Lawan Ikam  hadits man sanna itu tdk ada hubungannya dg bid’ah

    • Ulun Handak Lawan Ikam  bid’ah hanya satu, yaitu dholalah. dan tdk ada kebalikan dr kalimat dholalah. krn nya qoul nabi ttg bid’ah tdk pakai kata “sayyiah”. tetapi “dholalah”…

    •  

      Alif Lamronحدثَنَا حَرْمَلَة بْنُ يَحْيَى قَالَ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِي يَقُوْلُ : البِدْعَةُ بِدْعَتَانِ بِدْعَةٌ مَحْمُوْدَةٌ وَبِدْعَةٌ مَذْمُوْمَةٌ، فَمَا وَافَقَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَحْمُوْدٌ وَمَا خَالَفَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَذْمُومٌ، وَاحْتَجَّ بِقَوْلِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ : نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هِيَ  Menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya dia berkata, “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i berkata, “Bid’ah itu ada dua, bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Maka bid’ah yang sesuai dengan sunnah adalah terpuji dan bid’ah yang menyelisihi sunnah adalah bid’ah yang tercela”, dan Imam Asy-Syafi’i berdalil dengan perkataan Umar bin Al-Khottob tentang sholat tarawih di bulan Ramadhan “Sebaik-baik bid’ah adalah ini” (Hilyatul Auliya’ 9/113)Harmalah bin Yahya At-Tujibi (w. 243H) adalah murid Imam Syafi’i yang merupakan salah satu syaikh Imam Muslim.Al-Baihaqi dalam Manakib Imam Syafi’i meriwayatkan bahwa Imam Syafi’i berkata: “Perkara-perkara baru itu ada dua macam. Pertama, perkara-perkara baru yang menyalahi Al-Qur’an, Hadits, Atsar atau Ijma’. Inilah bid’ah dholalah/sesat. Kedua, adalah perkara-perkara baru yang mengandung kebaikan dan tidak bertentangan dengan salah satu dari yang disebutkan tadi, maka bid’ah yang seperti ini tidaklah tercela.”

      banner gif 160 600 b - Dialog Tentang Bid'ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah....
    •  

      Alif Lamron Jika antum masih beranggapan bahwa semua bid’ah itu sesat tanpa pengecualian, sungguh antum telah menyelisihi pendapat para ulama mu’tabar. Antum telah menyempal dari jama’ah. Semoga Allah menetapkan kita muslimin pada jama’ah. Allah SWT tidak akan mengumpulkan ummat Muhammad Rasulullah saw dalam kesesatan. Tangan Allah bersama jama’ah. Makanya jangan menyempal seperti Wahabi or Salafy Saudi….

    •  

      Alif Lamron  @Ulun Handak Lawan Ikam  yang merasa cerdas, he he he…. Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw :مَنْ سَنَّ فِي اْلاِسْلامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ  عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ  “Barangsiapa merintis (membuat) hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim Bab Zakat dan Bab Al ‘Ilm). Demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Dhalalah.

    •  

      Alif Lamron  Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan? Maksudnya bila kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas Islam, maka perbuatlah. Alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal – hal yang baru demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan. Demikianlah bentuk kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman. Dan inilah makna ayat : “ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM.. (dst)” “hari ini KU-sempurnakan untuk kalian agama kalian, KU-sempurnakan pula kenikmatan bagi kalian, dan KU-ridhai Islam sebagai agama kalian”. (QS. Al-Maidah : 3). Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan Rasul-Nya, alangkah sempurnanya Islam.
    •  

      Alif Lamron  Wallohu a’lam…..

    • Ulun Handak Lawan Ikama  kibat baca hadits terjemahan ya begini ini….hadits man sanna itu ndak ada hubungannya dg bid’ah….itu kesalahan kamu…..

    •  

      Alif Lamron  Jika saya salah, Coba jelaskan menurut antum tentang hadits MAN SANNA tsb….

    •  

      Alif Lamron  Yang say jelaskan itu menurut para Ulama Ahlussunnah mu’tabar….

    •  

      Alif Lamron  Sebenarnya saya sudah tahu apa yg akan antum jelaskan seandainya antum mau menjelaskannya, pasti akan beda dg penjelasan Para Ulama Mu’tabar, saya maklum karena Wahabi memang pahamnya paham sempalan….

    •  

      Alif Lamron  Dalam hadits tsb dengan sangat jelas Rasulullah mengatakan: “MAN SANNA SUNNATAN HASANANATAN, Barangsiapa merintis sunnah hasanah…”.Pernyataan Rasulullah ini harus dibedakan dengan pengertian anjuran beliau untuk berpegang teguh dengan sunnah (at-Tamassuk Bis-Sunnah) atau pengertian menghidupkan sunnah yang ditinggalkan orang (Ihya’ as-Sunnah). Karena tentang perintah untuk berpegang teguh dengan sunnah atau menghidupkan sunnah ada hadits-hadits tersendiri yang menjelaskan tentang itu. Sedangkan hadits riwayat Imam Muslim ini berbicara tentang merintis sesuatu yang baru yang baik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena secara bahasa makna “SANNA” tidak lain adalah MERINTIS PERKARA BARU, bukan menghidupkan perkara yang sudah ada atau berpegang teguh dengannya. Wallohu a’lam….

    •  

      Alif Lamron  Karena secara bahasa makna “SANNA” tidak lain adalah MERINTIS PERKARA BARU, bukan menghidupkan perkara yang sudah ada atau berpegang teguh dengannya. Wallohu a’lam….

    • Ulun Handak Lawan Ikamsunnah hasanah tsb maksudnya adl perbuatan baik thd perlaksanaan sebuah sunnah nabi.contohnya pendirian panti asuhan….

    •  

      Alif Lamron  Sanna itu artinya apa?

    •  

      Alif Lamron  Ada lagi SUNNAH SAYYI’AH itu apa?

    • Ulun Handak Lawan Ikam disimpan dulu pertanyaannya,..penjelasanku sdh paham?

    •  

      Alif Lamron   Mas Wong Bantul (Ulun Handak Lawan Ikam) , antum aja gak paham arti sanna gitu kok, bagaimana bisa menjelaskan? Saya belum lihat penjelasan antum….

    •  

      Alif Lamron  Mana sejarah Nabi yg menceritakan Nabi bikin Panti Asuhan? Tolong di kitab apa ada Cerita tsb sehingga antum mengatakan Panti Asuhan itu Sunnah Nabi?

    •  

      Alif Lamron  Panti Asuhan itu adalah benar2 Bid’ah, yaitu Bid’ah Hasanah. Ngerti Mas?

    • Ulun Handak Lawan Ikam  nabi memang tdk pernah mendirikan panti asuhan.

    • Ulun Handak Lawan Ikam  ok klo menurutmu itu bid’ah hasanah. boleh minta contoh sunnah hasanah?

    •  

      Alif Lamron  Kalau menurut kami ahlussunnah Wal Jamaah, Sunnah hasanah itu hakekatnya sama dg Bid’ah Hasanah. Jadi panti asuhan itu bid’ah hasanah yg merupakan perwujudan dari praktek man sanna fil islami sunnatan hasanatan.

    • Ulun Handak Lawan Ikam ‎  //Sunnah hasanah itu hakekatnya sama dg Bid’ah Hasanah//sunnah=bid’ah? hadew….jgn cuma baca buku terjemah dong

    •  

      Alif Lamron  Bid’ah hasanah itu artinya hal / perkara baru yang baik. Contoh yg antum sebut Panti Asuhan tsb adalah hal baru (tak ada contoh dari Rasul) yang baik. Jadi Panti asuhan perkara / hal baru yang baik atau bid’ah hasanah.

    • Ulun Handak Lawan Ikam  panti asuhan memang hal baru. benar itu.tp bukan bid’ah. panti asuhan adl pengamalan dr surat al ma”uun……..dan itu termasuk sunnah. dan hasanah. krn nya namanya sunnah hasanah…tp klo kamu namakan bid’ah hasanah ya monggo saja.

    •  

      Alif Lamron  Oke, tidak apa-apa antum katakan Sunnah hasanah karena Panti Asuhan itu adalah perwujudan dari hadits Nabi MAN SANNA FIL ISLAMI SUNNATAN HASANATAN dst…. Tetapi di kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah Panti Asuhan lebih populer disebut sebagai Bid’ah Hasanah atau Bid’ah yang Baik. Karena panti asuhan itu adalah benar2 bid’ah (perkara baru) tetapi perkara baru yg baik (Bid’ah Hasanah).

    •  

      Alif Lamron  Ngomong-ngomong soal Surat Al Maa’uun ayat berapa yg menyuruh bikin Panti Asuhan?

      >>>>Tamat dan Berakhir tanpa Pamit , Kemarin jam 6:38 ·

BACA :  ISIS Akan Bangkrut, Gaji Tentara ISIS Sekira USD 350 - USD 500
Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

30 thoughts on “Dialog Tentang Bid’ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah….”

  1. Sampai kiyamat Wahabi tdk akan mengakui bid’ah hasanah, sebab bagi mereka semua bid’ah itu sesat.

    Padahal kalau saya baca dari dialog di atas sudah sangat jelas menggambarkan bagaimna Bid’ah Hasanah itu ada tanpa bisa dibantah lagi.

    Kita ini cuma menyampaikan kebenaran, kalau tidak diterima atau bahkan dihujat tak perlu emosi… sabar itulah senjata orang2 beriman.

    Admin Ummati… syukron atas sharingnya

    1. assalaamu’alaikum wa rohmatulloh
      akh baihaqi, imam ahmad dlm buku “Ushulushunnah” mengatakan “wa kullu bid’atin fahiya dholaalatun”.
      Sebelumnya beliau mengatakan “sunnah itu menrut kami adalah ……..wa tarku albida’.
      Bgmn penjelasan perkataan beliau ini menurut pemahaman akh Baihaqi?
      barokallohu fiik.

  2. begitulah mereka, ngga paham2 tentang hakikat bid’ah…padahal hakikat bid’ah yang sudah dijelaskan oleh imam-imam ahlussunnah wal jama’ah yang mu’tabar sudah sedemikian jelas dan terangnya, tapi hati dan akal mereka sudah tertutup…

  3. Bicara mengenai pembagian bid’ah ane temui juga bahwa Ibnu Taimiyah membagi bid’ah juga ke dalam hukum 5. Setidaknya itu yang bisa disimpulkan dari tulisan Ibnu Taimiyah yang menyatakan dalam Risalah Al Ulfah Baina Al Muslimin bahwa ada bid’ah yang jaiz dan ada bid’ah yang makruh.

    Ketika berbicara mengenai mencampurkan doa dalam shalat. Ibnu Taimiyah menyebutkan ada dua riwayat mengenai doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam kepada Abu Bakr As Shiddiq, yakni “Allahumma inni dzalamtu nafsi dzulman kabira” dalam riwayat lain “dzulman katsira”.

    Bid’ah yang dibolehkan:
    Ibnu Taimiyiah menyatakan bahwa menggambungkan doa itu bukan sunnah (yakni mengucapkan Allahumma inni dzlamtu nafsi dzulman kabira katsira), karena Rasulullah tidak pernah menggabungkan namun beliau kadang menggunakan “katsira” kadang “kabira”. Kemudian Ibnu Taimiyah mengucapkan,”Dan menggabungkannya bukanlah perkara sunnah namun bid’ah meskipun hal itu dibolehkan.”

    Bid’ah yang makruh:
    Hukum menggabungkan dua qira’ah dalam rangka tilawah dan tadabbur (bukan untuk menghafal) juga dibahas oleh Ibnu Taimyah dalam permasalahan bid’ah, seperti menggabungkan qira’ah “bima kanu kadzibun” dan “bima kanu yukadzdzibun”. Dalam masalah ini Ibnu Taimiyah menyatakan,”Sebagaimana diketahui bahwa hal ini adalah bid’ah makruh yang buruk.

    Ane temui pernyataan di atas dalam kitab Risalah Al Ulfah Baina Al Muslimin hal. 57 karya Ibnu Taimiyah yang ditahqiq oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah terbitan Maktab Al Matbu’at Al Islamiyah Beirut Libanon cet. 1999.

  4. Ada koreksi dari tulisan ane di atas. Yang benar dari karya Ibnu Taimiyah adalah Khilaf Ummah fi Al Ibadat wa Madzhab Ahil As Sunnah wa Al Jama’ah. Adapun judul Risalah Al Ulfah adalah judul yang digunakan oleh Syeikh Abu Ghuddah.

    Trus para paragraf ke 4, maksudnya “”bima kanu yakdzibun” bukan “bima kanu kadzibun”

  5. Saya dukung usulan akhi amr, juga kalau gak merepotkan bikin juga versi Chmnya blog2 aswaja yg lain agar bisa didownload di sini. syukron admin.

    1. Mas amr dan mbak aryati@

      usulan antum-antum bagus sekali, insyaallah nanti akan kami usahakan agar jadi ebook dg format .exe biar performent nya lebih lux. Masih menunggu waktu luang, mungkin nanti sehabis lebaran akan kami kerjakan, mohon do’anya ya?

  6. Wahabi sejak awal sejarahnya telah memahami agama Islam tanpa melalui ulama, Imam mereka belajar sendiri tanpa bimbingan ulama makanya pendapatnya menyelisihi ulama mu’tabar. Dan itulah yg diikuti para pengikutnya tetapi lancang menisbatkan diri kpd pemahaman Salaf. Padahal Muhammadbin Abdul Wahhab itu bukan Salaf. Beliau ini termasuk golongan kholaf ( mutaakhir ). Pada mau aja ditipu oleh Wahabi?

  7. kelemahan org2 wahabi adlh mereka punya ilmu ttp tdk phm akan ilmu..krn tdk mau bertafakur atas ilmu.sehingga menpunyai pola pikir yg sempit dan kaku.

  8. sebanyak apapun kita menggelontorkan dalel shohih bahkan sekelas hadits al-bukhori dan muslim tetep aja mereka menolak padahal kadang ,ereka memeaki dalil dari beliau…semoga kita aswaja terlindung dari fitnah mereka…untuk yang sedang berjuang atw melawan atau sekedar membela diri atas serangan lisan dan tulisan semoga ALLAH SWT meridhoi….tapi jangan pake emosi bila belum perlu…hehehe dan semoga brjuang atas nama niat membela akidah kita(aswaja),atas nama imam2 kita yg telah mereka lecehkan..guru-guru kita..orang tua kita….bukan karena dendam…karena ukhuwahlah yang kita damba..semoga lewat kita-kita ini yang dhoif mereka menemukan kembali hidayahnya

  9. bismillaah,
    alif lamron berkata:
    Ya, itulah dalil yg dipakai dalil oleh Wahabi untuk klaim kebenaran hanya satu yaitu Wahabi (Salafy), pecah 73 yg 72 sesat yg satu selamat yaitu Wahabi…. Ini klaim yg tidak terbuktisecara faktual, aktual apalagi empirisnya yg penuh darah Ulama dan Ummat Islam.

    31 Maret pukul 7:36 ·
    aku berkata: Akh alif, aku ngaji berkmpul sama org2 yg antum sebut wahhaby itu lbh kurang 10 th, sprtinya gak pernah dgr klaim spt itu dr mereka. Yg saya tangkap dan pahami dari mereka itu adlh ” bhw YG SELAMAT ITU ADALAH ORG2 YG BERJALAN DIATAS SUNNAH ” lalu mrk “mengjak berusaha menempuh jln itu” dan BERHARAP SMOGA TERMASUK GOLONNGAN YG SELAMAT ITU. Jadi mereka berharap setelah berusaha dan tidak mengklaim bhw drnya yg pasti selamat.
    Tp kl antum pernah dngr ad yg mngklaim spt itu mgkn mereka khilaf, dan kesalahan dr bbrp org jng lantas disamakan semuanya.
    mohon maaf akh kl ada yg tdk berkenan, barokallohu fiik.

  10. Saya jg heran sama para wahabi, mereka membid’ahkan semua perkara yg tdk ada di zaman Rasulullah, tapi mengapa ulama ulama wahabi tidak pernah membid’ahkan bentuk negara Arab Saudi yg monarki. padahal perkara tersebut tdk pernah di contohkan oleh Nabi. Aneh kan hahahahah

  11. Para wahabi sering kali menjauh dari saudaranya sesama muslim karena di tuduh Ahli Bid’ah. Tetapi mereka lebih memilih berteman dengan orang kafir. contohnya Arab Saudi. Di Arab Saudi, Amerika memiliki pangkalan militer. bahkan ketika Amerika menyerang irak, Arab Saudi menjadi salah satu basis militer amerika. Salah seorang salafi (wahabi) berdalih, Arab Saudi membantu Amerika karena Irak adalah negara Sosialis, tapi mengapa mereka tidak membantu saudara saudara kita di mesir ketika menggulingkan Husni Mubarak. padahal Husni Mubarak jg tdk menggunakan islam sebagai hukum. bahkan mesir jelas jelas berteman dengan israel, dengan cara mengalirkan gas ke sana. mengapa Arab Saudi bersikap seperti itu? Jawabannya sederhana, karena Irak di benci Amerika sedangkan Mesir di bawah Husni Mubarak adalah sekutu Amerika. Kemana ulama ulama wahabi yg sering membid’ahkan amalan saudaranya, tp tdk pernah membid’ahkan perilaku Arab Saudi.

  12. Pakai referensi hadis shahih dong., bukannya mengikuti ucapan orang gak jelas. Atau pada mau menyalahkan imam2 periwayah hadis dan muhammad?

    فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ
    هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ
    مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
    Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (al-Qur’an)
    dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (as-Sunnah).
    Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan SETIAP bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di NERAKA.
    [HR. Muslim juz III hal.11, Nasaa-i juz III hal.188-189 dari Imam Ahmad juz III hal.310&371 dan Ibnu Majah no.45]

    مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُ نَا فَهُوَ رَدٌّ
    “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut TERTOLAK.” (HR. Muslim no. 1718)

    وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
    “Dan semua perkara yang baru adalah bid’ah dan seluruh bid’ah adalah KESESATAN dan seluruh kesesatan di NERAKA” (HR An-Nasaai no 1578)

    عَنْ ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ :
    كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَاالنَّاسُ حَسَنَةً
    “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia memandangnya baik” (Riwayat al-Lalika-i fii syarah Ushuul I’tiqaad Ahlissunnah wal jamaa`ah 1/104 no.126 dan Ibnu Baththah al-`Ukbari dalam al-Ibaanah no.205).
    ———————————————————————————————————————————————————————–
    Dari hadis2 diatas dapat kita simpulkan semua bid’ah itu SESAT, tidak ada namanya bid’ah hasanah. Semua yang namanya bid’ah itu sesat.!!! termasuk menggunakan pengeras suara saat sholat dan azan

  13. Hadits yang dipost oleh Alif Lamron yang katanya riwayat muslim yang berisi:

    مَنْ سَنَّ فِي اْلاِسْلامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinyadan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya”
    ———————————————————————————————————————————————————————–
    Adalah hadits yang diada-adakan. Tidak ada sama sekali ditemukan hadits tersebut dikitab2 hadist sahih muslim bahkan yang katanya ada dalam kitab Bab Zakat dan Bab Al ‘Ilm, tidak ada sama sekali. Kalau ada yang membantah, coba berikan ada di nomer berapa dalam kitab mana hadits tersebut.!

    1. Assalamu’alaikum wr.wb…
      Saya cuman ingin sedikit meluruskan kalau bidah berbeda dengan sunnah, jadi bid’ah hasanan berbeda juga dengan sunnah hasanah… Karna bidah adalah perkara2 baru.. Sedangkan sunnah adalah perkara lama yg nabi sendiri melakukannya.. Kalau ana sih ambil yg simpel aja.. Banyak kok hal yg nabi contohkan, tapi kita jarang melaksanakannya… Tapi malah menciptakan hal2 baru… Insyaallah lebih jelas mengikuti sunnah dari rosululloh daripada kita memperdebatkan nya… Apakah kita sudah selalu menjaga wudhu kita dalam keadaan apapun, apakah kita sudah rutin puasa senin kamis, apakah kita sudah rutin sholat malam dan dhuha… Insyaalah banyak sunnah dari rosululloh yg jelas, tapi kita tidak mengikutinya… Naudzubillahi min dzalika..

      1. Bismillah,

        @ Mas Wahyu hidayat, meninggalkan apa yang tidak pernah dilakukan Nabi Saw karena Ittiba’ adalah baik, namun mengharamkan sesuatu hanya karena tidak pernah dilakukan Nabi Saw adalah bukti ketidak tahuan…

    2. ahmad@

      Adalah hadits yang diada-adakan. Tidak ada sama sekali ditemukan hadits tersebut dikitab2 hadist sahih muslim bahkan yang katanya ada dalam kitab Bab Zakat dan Bab Al ‘Ilm, tidak ada sama sekali. Kalau ada yang membantah, coba berikan ada di nomer berapa dalam kitab mana hadits tersebut.!

      haa haa haa… cecak2 di dinding pada ketawa melihat si ahmad yg sok jadi ahli hadits niru2 syaikh albani muhadits andalan wahabi yg tanpa sanad itu, sanadnya setan n iblis kali, makanya sok tahunya keterlaluan.

  14. saya ingin memberikan masalah bid’ad yaitu segala sesuatu perbuatan/ kelakuan yang nabi sendiri tidak pernak melakukan samasekali
    contoh bid ah hasanah
    1. menggunakan pengeras suara saat sholat dan azan (pada zaman nabi tidak ada pengeras suara)
    diarab saudi waktu sholat juga menggunakan pengeras suara.
    2. Melakukan ibada haji dengan naik pesawat terbang ( karena pada zaman nabi tidak ada pesawat u)
    3. Menulis dan membaca musyaf al Quran ( karena zaman nabi, sohabat nabi sudah hapal alquran.
    sehinga tak perlu ditulis ) Al.quran baru dibukukan pada zaman shohabat
    gitu aja kok diributkan h h h h h
    )

  15. Heran dan Geleng Kepala Gara2 Bid’ah suka menyesatkan orang. emang ada dalilnya mengkafirkan org? bukankah menyesatkan orang, mengkafirkan orang adalah Bid’ah dholalah yang nyata.

    banyak orang menyangkal adanya bid’ah hasanah, sampekanlah hadist Umar
    الْبِدْعَةُ هَذِهِ “sebaik-baik bid’ah adalah ini”
    ini adalah dalil bid’ahnya jama’ah sholat tarawih.

    banyak sekali para Ulama’ menyangkal hadist ini, dengan alasan bahwa Nabi pernah melakukan sholat tarawih berjama’ah. (Baca Al-I’tishom)

    jawabannya, apakah Sayyidina Umar tidak lebih tau dari para Ulama! klo dia mengatakan Bid’ah Hasanah berarti bid’ah itu harus dibedakan.

    dari khilafiyah para Ulama’, timbullah pembagian bid’ah dan pengelompokan oleh para Ulama’. tapi yang perlu saya garis Bawahi bahwa pembagian dan pengelompokan Bid’ah tidak ada dasarnya dari hadist kecuali bid’ah Dholallah dan Bid’ah Hasanah.

    Maka tepatlah kalau Imam Syafi’i berpendapat “Al-Bid’atu Bid’ataani” (Bid’ah itu dua macam). dasarnya jelas dari Nash.

    dan itu dikuatkan oleh Imam Izzuddin bin Abdis Salam bahwa bid’ah itu dikembalikan hukum Taklifi yang lima, karna memang bid’ah itu adalah perbuatan seseorang. karna hukum untuk menghukumi perbuatan seseorang.

    adalagi para Ulama membagi bid’ah syari’ah dan bid’ah bahasa.
    dasar bid’ah syari’ah adalah hadist ‘Aisyah: “Man ahdatsa fi ‘amrina hadza ma laisa minhu fahuwa Rodun”
    Perlu diingat syari’at itu terdiri dari Ibadah dan muamalah, jadi kalo ada yang beranggapan dalam muamalah boleh, dalam ibadah tidak boleh, itu pendapat orang yang ndak paham syari’at. bukankah hadist itu sebagai pedoman prinsip syari’at, bukan dipahami, bahwa yang tidak dikerjakan nabi Bid’ah yang dapat disesatkan?

    lihatlah penjelasan Ibnu Rojab bagaimana dia menilai orang yang mengurangi timbangan adalah bid’ah, dan itu memang melanggar syari’at. dan dia menyukai sholat roghoib (risalah Nisfu Sya’ban by Ibnu Rojab)

    seperti juga Ibnu hajar Al-Asqolani mencontohkan bid’ah orang yang sholat tanpa wudhu, karna memang wudhu menjadi syarat sah sholat.

    Tapi orang sekarang menilai bid’ah dan mengelompokakannya pada ngaco. hanya berdasar pengertian bid’ah adlh perkara yang tidak ada pada zaman nabi. dan menilai amalan suatu ibadah yang tidak dicontohkan Nabi! bukankah pengertian tersebut dalam pengertian bid’ah bahasa. kalau dalam pengertian Syari’ah bukankah seharusnya amalan tersebut tidak ada prinsipnya dalam syari’at (Nash)!!

    Kalo kita menghukumi bid’ah syari’ah dengan pengertian bid’ah bahasa: seperti kutbah Jum’ah bhs Indonesia, Sholat dengan celana Cingkrang/dilipat, itu adalah boleh alias bid’ah hasanah (Nabi tidak pernah Khotbah bhs Indonesia dan tidak pernah sholat pake celana cingkrang atau dilipat) karna kutbah bhs Indonesia dan pake Celana Cingkrang tidak melanggar prinsip syari’at. Sbb prinsip Kutbah apa yang disampaikan khotib dapat dipahami oleh Jama’ah. begitu juga prinsip Pake Celana Cingkrang masih menutup Aurod.
    tetapi sebaliknya jika menghukumi bid’ah Syari’at dengan pengertian bid’ah Bahasa, maka seperti kutbah bhs Indonesia dan sholat pake celana cingkrang adalah bid’ah. sebab tidak pernah dilakukan Nabi.

    Lha sekarang bagaimana orang bisa menolak bid’ah hasanah, dan beranggapan semua bid’ah itu sesat? itu menandakan kebodohan dalam memahami Nash.

    Ingatlah Syari’at itu luas dan dalam, jangan hanya bermodal hadist yang tidak anda pahami sampai-sampai anda ikut-ikutan membid’ahkan orang dan menyesatkan, bahkan mengkafirkan saudara kita. Sekelas Imam Bukhori (ahli Hadist No 1) dalam hal hukum (Madzhab) mengikuti Imam Syafi’i. apalagi kita yang hanya bermodal baca kitab hadist (yang ndak tau maksudnya), ikut berbuat bid’ah dengan gampangnya mengkafirkan orang.
    Lihatlah Prinsip Nash:
    Hadits riwayat At-Thabrani dalam Al-Kabir ada sebuah hadits dari Abdullah bin Umar dengan isnad yang baik bahwa Rasulallah saw. pernah memerintahkan:

    “Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli ‘Laa ilaaha illallah’ (yakni orang Muslim). Janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa”. Dalam riwayat lain dikatakan: “Janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu amal ( perbuatan)”.

    Hadits riwayat Bukhori, Muslim dari Abu Dzarr ra. telah mendengar Rasulallah saw. bersabda:

    “Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh Allah’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”.

    Bertobatlah Saudaraku jika kamu telah ikut-ikutan golongan yang suka membid’ahkan, menyesatkan, mengkafirkan saudaranya sendiri. sesungguhnya perbuatan tersebut adalah bid’ah yang paling sesat.

  16. Melihat perdebatan di atas,Si Wahabi sama sekali ga berilmu,cuman tahu dari buku2 Gramedia paling,hehehe…kasihan ya ,ga berilmu tapi sok tahu,boro-boro belajar nahwu sorof,tajwid aja belum bener.
    Ada ungkapan seorang ulama dari Bogor,lihat saja wajah mereka ,pasti ga ada cahaya iman di wajahnya,karena dalam dada mereka ada kebencian kepada sesama muslim terutama yg mencintai baginda Rosul.

  17. bid,ah dollalah yang dimaksud nabi Muhammad SAW, iyalah bid,ah dalam urusan AGAMA / IBADAH. karena dimasa akhir sebelum beliau wafat . Beliia bertanya pada para sahabatnya ” apakah masih ada yang aku sembunyikan dalam menyampaikan Agama Islam ” dan para sahabat menjawab ” tidak ada ya Rosululloh.
    dan dalam Qur’an diterangkan ,” hari ini telah Aku sempurnakan Islam menjadi agama
    ” agama Islam itu sudah sempurna, jadi tidak boleh & tidak perlu ditambah atau dikurangi , Kalau ada yang menambah atau mengurangi itulah yangdisebut (DOLOLLAH). semoga kita semua selalu ada dalam lindungan ALLAH…..Amin.

    1. Bismillah,
      Ada tulisan menarik di http/warkop mbah lalar.com

      ANTI VIRUS GRATIS

      Jengkel juga dengan Anti Virus yang katanya ampuh ini. Tidak tanggung-tanggung memang dengan virus. Virus apa aja pasti akan cepat terdeteksi, tak diobati tapi langsung dihajar, diremove dan dibuang selamanya sampai ke akar-akarnya. Bahkan yang belum tentu virus, karena dianggap mencurigakan langsung tanpa ba bi bu, akan dibumi hanguskan dari komputer.

      Parahnya, aplikasi “Maktabah Syamilah” juga dideteksi sebagai virus. Belum ijin dengan sang empunya komputer, langsung main hapus aja. Dalam hati, “Oh, anti virus gratis! Kurang sopan, langsung maen hapus-hapus aja”. Teman saya menimpali, “Anti Virus buatan Y*hudi tuh, Maktabah Syamilah kok dianggap virus!”.

      Saya amati, cara kerja Anti Virus gratis itu sangat sederhana. Scan-detect-mencurigakan=HAPUS. Sepertinya jika dalam Syariah, Anti Virus gratis ini lebih banyak menerapkan Sadd ad-Dzari’ah. Karena mencurigakan, mending hapus saja. Mudah, murah, aman.

      KESEDERHANAAN BERPIKIR

      Kesederhanaan memang kadang baik, tapi tak jarang malah menjengkelkan. Sederhana bisa berarti tidak njlimet, tapi sering dimaknai dengan jalan pintas. Baju kotor, jika ingin cara sederhana tinggal buang saja, lalu beli lagi. Rambut gatal, jika ingin cara sederhana, tinggal cukur gundul saja.
      Cara berpikir Anti Virus yang sederhana itulah yang menjadi mudah main warning (tahdzir), karantina (hajr), lalu remove (takfir).

      Fenomena Anti Virus Gratis itu rupanya tak hanya ada di alam komputer saja. Wacana “Pemurnian Aqidah” tak lain adalah bentuk lain dari Anti Virus dalam komputer. Karena memang kerjanya sama, yaitu sama-sama ingin menghilangkan “virus” yang menggerogoti komputer maupun masyarakat.
      Jika dalam dunia komputer, kita kenal virus Trojan.Loader, virus w32.Beagle.CO@mm, virus Backdoor.Zagaban, virus w32/Netsky-p, virus w32/Mytob-GH, virus Bagle.BC, WORM/Vobfus.M, dan lainnya, maka dalam masyarakat, kita sering dengar dengan singakatan TBC (Takhayyul, Bid’ah dan Khurafat).

      Kesederhanaan berpikir berimbas pada kesederhanaan deteksi virus. Anti Virus Gratis akan mudah sekali menggolongkan hal-hal yang mencurigakan kedalam virus TBC. Akhirnya, dengan mudah juga mengkarantina dan meremove.

      DETEKSI SEDERHANA

      Ada dua model kerja Anti Virus Gratis. Pertama, yang mudah meloloskan file dan dianggap bersih dari virus. Kedua, yang mudah mendeteksi file untuk dianggap sebagai virus.

      Anti Virus pertama ini sangat terbuka dengan bermacam file, bahkan dengan file yang benar-benar virus sekalipun. Anti virus kedua ini sangat tertutup dengan bermacam file, bahkan file yang tidak virus pun akan dicurigai, atau malah sesama Anti Virus Gratis malah saling warning (tahdzir), dan karantina (hajr).

      Anti virus gratis, akan dengan mudah mengenali mana kawan-mana lawan. Dilihat keatas, jika jenggotan berarti kawan. Dilihat kebawah, jika cingkrang berarti sudah tercerahkan.

      Anti virus gratis, akan mudah mendeteksi lawan. Jika sebuah file berekstensi –AN, maka itulah virus yang musti dibumi hanguskan.

      Tahlil: Boleh; Tahlil-AN: Virus. Shalawat: Boleh; Shalawat-AN: Virus. Yasin: Boleh; Yasin-AN: Virus. Selamat: Boleh; Selamat-AN: Virus.

      Kembali ke Anti Virus Gratis tadi, karena jengkel “Maktabah Syamilah” dianggap virus, akhirnya mending Anti Virus-nya saja yang saya remove.

      Di coppas dari : http://warkopmbahlalar.com/2013/01/anti-virus-gratis/

  18. Untuk anda semua yang suka menyalahkan orang lain !

    Sekedar nambahin, bahwa Makna “Kullu” itu sebagai mana yang terdapat dalam hadits dan Al-Qur’an, menurut penafsiran kaidah ilmu mantik ada 2. “kullu” fi makna jam’i ada “kullu” fi makna majmu. Makanya kalo menterjemahkan hadits itu jangan sembarangan, lihat dulu referensi hadits yang lain, dan pake ilmu dong…jangan sembarangan bilang sesat sama orang lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker