Kajian Ilmiyah

TERNYATA DEMONTRASI BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW

Demonstrasi adalah sebuah virus ganas yg dicetuskan oleh orang-orang kafir, yg kemudian menular ke dalam tubuh kaum muslimin.

KAJIAN TENTANG DEMONTRASI BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW, BAHKAN NABI MELARANGNYA. Akhir-akhir ini terjadi banyak demonstrasi (مظاهرات), unjuk rasa, pemogokan dan bahkan ada yg sampai pengerusakan fasilitas umum (kerusakan). Motif dan tujuannya beragam. Tapi intinya tidak puas atas kebijakan, sikap atau tindakan suatu lembaga/instansi, dan mencari keadilan.

Demonstrasi adalah sebuah virus ganas yg dicetuskan oleh orang-orang kafir, yg kemudian menular ke dalam tubuh kaum muslimin. Dan menimbulkan banyak musibah ke dalam diri kaum muslimin.

Akan tetapi realita yg ada bahwa sedikit dari kaum muslimin yg menyadari masalah ini. Bahkan banyak dari mereka yg menjadikan demonstrasi sebagai kendaraan untuk merealisasikan ambisi-ambisi mereka. Mereka mengemas dan membumbui demonstrasi dengan label-label Islami, seperti dikatakan sebagai ” Jihad Islami “, ” Amar Ma’ruf Nahi Munkar “, dan sebagainya.

Al-Imam Ahmad bin Yahya An-Najmi berkata : ” … Aksi unjuk rasa dan demonstrasi, sedangkan Islam tidak mengakui perbuatan ini, dan tidak membenarkannya. Bahkan dia adalah perkara yg baru, buatan orang-orang kafir. Dan telah menular dari mereka kepada kita … ”  Al-Maurid Al-‘Adzbu Zallal hal. 228).

Beberapa hadits telah menjelaskan cara menasehati pemimpin yg melakukan kesalahan sbb:
Hadits Pertama;

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيْرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً

BACA :  TAHLILAN: PENJELASAN ILMIYYAH SOAL JAMUAN MAKAN

“Barang siapa yg melihat sesuatu ia benci dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar atasnya. Karena barang siapa yg meninggalkan jama’ah dengan sejengkal, lalu ia mati, kecuali ia akan mati seperti matinya orang jahiliyah”. [HR. Al-Bukhari dalam Shohih-nya (13/5), Muslim dalam Shohih-nya (3/1477), Ahmad dalam Al-Musnad (1/275)] Hadits Kedua;

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من أراد أن ينصح لذي سلطان فلا يبده علانية ، ولكن يأخذ بيده فيخلوا به ، فإن قبل منه فذاك ، وإلا كان قد أدى الذي عليه » .[اخرجه احمد فى (مسنده ح 15369/3/403) ، والطبرانى فى (مسند الشاميين ح 1843،951/5/453) ، والحاكم فى ( المستدرك 5271/12/180) ، والبيهقى فى (السنن الكبرى/8/164) ، والطبرانى فى (المعجم الكبير ح 14415/12/344)

“Barang siapa yg ingin menasihati seorang penguasa, maka janganlah ia menampakkannya secara terang-terangan. Akan tetapi hendaknya ia mengambil tangannya, dan berduan dengannya. Jika ia terima, maka itulah (yg diharap). Jika tidak, maka ia telah melaksanakan keawjiban atas dirinya.” (HR. Ahmad, At-Thabrani, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Hadits Ketiga;

banner gif 160 600 b - TERNYATA DEMONTRASI BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
[رواه مسلم]

BACA :  Bedanya Muslim ORI dengan Muslim KW

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahu anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu` alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yg melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Cara Merubah Kemungkaran 

Pertama, memberikan kesedaran dan pemahaman. Allah Subhanhu wa Ta’ala Berfirman,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taubah: 115)

Kedua, menyampaikan nasihat dan pengarahan. Jika penjelasan dan maklumat tentang ketentuan-ketentuan Allah yg harus ditaati sudah disampaikan. Maka langkah berikutnya adalah menasihati dan memberikan bimbingan. Cara ini dilakukan Rasulullah terhadap seorang pemuda yg ingin melakukan zina dan terhadap orang Arab yang kencing di Masjid.

Ketiga, peringatan keras atau kecaman. Hal ini dilakukan jika ia tidak menghentikan perbuatannya dengan sekadar kata-kata lembut dan nasihat halus. Dan ini boleh dilakukan dengan dua syarat: memberikan kecaman hanya manakala benar-benar dibutuhkan dan jika cara-cara halus tidak ada pengaruhnya. Dan, tidak mengeluarkan kata-kata selain yg benar dan ditakar dengan kebutuhan.

BACA :  Imam Ghazali: Ragu-ragu Saat Shalat Adalah Gangguan Setan

Keempat, dengan tangan atau kekuatan. Ini bagi orang yg memiliki walayah (kekuasaan, kekuatan). Dan untuk melakukan hal ini ada dua catatan, yakni:

  • Catatan pertama, tidak secara langsung melakukan tindakan dengan tangan (kekuasaan) selama ia dapat menugaskan si pelaku kemungkaran untuk melakukannya. Jadi, janganlah si pencegah kemungkaran itu menumpahkan sendiri arak, misalnya, selama ia boleh memerintahkan peminumnya untuk melakukannya.
  • Catatan kedua, melakukan tindakan hanya sebatas keperluan dan tidak boleh berlebihan. Jadi, kalau bisa dengan menarik tangannya, tidak perlu dengan menarik janggotnya.

Kelima, menggunakan ancaman pemukulan. Ancaman diberikan sebelum terjadi tindakannya itu sendiri, selama itu mungkin. Dan ancaman tentu saja tidak boleh dengan sesuatu yg tidak dibenarkan untuk dilakukan. Misalnya, “Kami akan telanjangi kamu di jalan,” atau “Kami akan menawan isterimu”. Atau “Kami akan penjarakan orangtua kamu.” Wallahu a’lam

Demikian Ibnu Mas’ud At-Tamanmini melaporkan kajiannya TENTANG DEMONTRASI BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW. Semoga bermanfa’at. Aamiin
والله الموفق الى أقوم الطريق

Ibnu Mas’ud At-Tamanmini

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker