Cerita Lucu

Debat Lucu Ahlussunnah VS Salafy Wahabi

Debat Lucu Ahlussunnah VS Salafy Wahabi. Agar tidak tegang terus menerus menghadapi problem yang serius, bagaimana cara mengatasinya? Biasanya kami bercanda lucu-lucuan, maka kendorlah urat saraf  kami. Sebagaimana kami tadi membaca posting terbaru dari Abu Salafy yang lucu banget. Tentang anekdot akidah Salafy Wahabi. Lucu, sebab kami baru tahu ternyata ada hadits yang bunyinya kayak gitu. Seorang teman kami mempraktekkan duduk-Nya, menumpangkan kaki yang satu di atas kaki yang satunya. Karena praktek duduknya yang sangat lucu, kami jadi tertawa terpingkal-pingkal. “Hei, istighfar, istighfar….” 

Nah, di bawah ini ada juga 13 aneh(k)dot dari adu debat lucu antara Salafy Wahabi VS Ahlussunnah. Debat lucu ini memang murni lucu-lucuan, tapi walaupun sekedar humor, menurut kami tetap memiliki kekuatan lebih dari sekedar humor biasa.

Debat lucu atau aekdot ini kami ambil dari Website Daarul Mukhtar Org di url:

http://www.daarulmukhtar.org/index.php?option=com_content&task=blogsection&id=0&Itemid=27

Selamat mengikuti debat lucu atau anekdot ini, dan awas, jangan tegang terus, ah….?

debat lucu Aswaja VS Wahabi - Debat Lucu Ahlussunnah VS Salafy Wahabi

SEKELUMIT ANEKDOT PERDEBATAN (Debat Lucu)

Wahabi & Salafi (WS): “Maulid dan tahlilan itu haram,   dilarang di dalam agama.”

BACA JUGA:  Daftar Penerbit Wahabi dari Berbagai Variant Wahabi di Indonesia

Ahlussunnah Wal Jamaah (AJ) : “Yang dilarang itu bid’ah, bukan  Maulid atau tahlilan, bung!”

WS : “Maulid dan tahlilan tidak ada dalilnya.”

AJ : “Makanya jangan cari dalil sendiri, nggak bakal  ketemu. Tanya dong  sama  guru, dan baca kitab ulama, pasti ketemu dalilnya.”

WS : “Maulid dan tahlilan tidak diperintah di dalam   agama.”

AJ : “Maulid dan tahlilan tidak dilarang di dalam agama.”

WS : “Tidak boleh memuji Nabi Saw. secara berlebihan.”

AJ : “Hebat betul anda, sebab anda tahu batasnya dan tahu letak berlebihannya. Padahal, Allah saja  tidak pernah membatasi pujian-Nya kepada Nabi Saw. dan tidak pernah melarang pujian yang berlebihan  kepada beliau.”

WS : “Maulid dan tahlilan adalah sia-sia, tidak ada  pahalanya.”

AJ : “Sejak kapan anda berubah sikap seperti Tuhan, menentukan suatu amalan berpahala atau tidak, Allah saja tidak pernah bilang bahwa Maulid dan  tahlilan itu sia-sia.”

WS : “Kita dilarang mengkultuskan Nabi Saw. sampai-      sampai menganggapnya seperti Tuhan.”

AJ : “Orang Islam paling bodoh pun tahu, bahwa Nabi Muhammad Saw. itu Nabi dan Rasul, bukan Tuhan.”

BACA JUGA:  Kisah Santri Klasik, Minta Handuk Tapi Dikasih Telor

WS : “Ziarah ke makam wali itu haram, khawatir bisa  membuat orang  jadi musyrik.”

AJ : “Makanya, jadi orang jangan khawatiran, hidup jadi susah, tahu.”

WS : “Mengirim hadiah pahala kepada orang meninggal itu  percuma, tidak akan sampai.”

AJ : “Kenapa tidak! kalau anda tidak  percaya, silakan anda mati duluan, nanti saya kirimkan pahala al- Fatihah kepada anda.”

WS : “Maulid itu amalan mubazir. Daripada buat Maulid,  lebih baik biayanya buat menyantuni anak yatim.”

AJ : “Cuma orang pelit yang bilang bahwa memberi makan       atau berinfak untuk pengajian  itu mubazir. Sudah  tidak menyumbang, mencela pula.”

WS : “Maulid dan tahlilan itu bid’ah, tidak ada di zaman  Nabi saw.”

AJ : “Terus terang, Muka anda juga bid’ah, karena tidak  ada di zaman Nabi Saw.”

WS : “Semua bid’ah (hal baru yang diada-adakan) itu sesat, tidak ada bid’ah yang baik/hasanah.”

AJ : “Saya ucapkan selamat menjadi orang sesat. Sebab  Nabi Saw. tidak pernah memakai resleting, kemeja,  motor, atau mobil seperti anda. Semua itu bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat.”

BACA JUGA:  Bukti Tak Terbantah, Salafi Wahabi Tasyabbuh Yahudi

WS : “Kasihan, masyarakat banyak yang tersesat. Mereka  melakukan amalan bid’ah yang berbau syirik.”

AJ : “Sudah lah, kalau anda masih bodoh, belajarlah  dulu, sampai anda bisa melihat jelas kebaikan di dalam amalan mereka.”

WS : “Saya menyesal dilahirkan oleh orang tua yang  banyak melakukan bid’ah.”

AJ : “Orang tua anda juga pasti sangat menyesal karena  telah melahirkan anak durhaka yang sok pintar  seperti anda.”

WS : “Para penceramah di acara Maulid, bisanya hanya mencaci maki dan memecah belah umat.”

AJ : “Sebetulnya, para penceramah itu hanya mencaci maki  orang seperti anda yang kerjanya menebar keresahan  dan benih perpecahan di kalangan umat.”

WS : “Qunut Shubuh itu bid’ah, tidak ada dalilnya, haram  hukumnya.”

AJ : “Kasihan, rokok apa yang anda hisap? Setahu saya, di dalam iklan, merokok Star Mild hanya membuat  orang terobsesi menjadi sutradara atau orator.  Sedangkan anda sudah terobsesi menjadi ulama besar yang mengalahkan Imam Syafi’i yang mengamalkan  qunut shubuh. Lebih Brasa, Brasa Lebih pinter gitu  loh!”

Debat lucu ini bersumber: http://www.daarulmukhtar.org/index.php?option=com_content&task=blogsection&id=0&Itemid=27

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

175 thoughts on “Debat Lucu Ahlussunnah VS Salafy Wahabi”

  1. Ha..ha…hati-hati para salafy wahabi itu mengklaim diri sbg ahlussunnah….
    Tapi mereka memecah belah ummat dr dalam….. mereka pintar tebar kata kafir, syirik, & bidah …. kesombongan mereka dlm memahami agama membuat mereka jd bersikap eksklusif dimasyarakat….
    Hati-hati mereka tidak menyukai persatuan mazhab-mazhab islam…
    mereka tidak suka ummat Rasul ini bersatu & bergandengan tangan….
    Kita ummat islam ( syafii,hanafi,maliki,hambali,syiah imamiyah,zaidiyah,NU,Muhammadiyah,HTI,dll)masih bisa bergandengan tangan jika kiya bisa menyingkirkan virus jemaah takfir spt salafi wahabi yg merusak ukhuwah qt

  2. Agama koq dijadiin bahan lucu2an……?

    AQ : yg harusnya hati2 itu bkn salafy, tp anda, anda klo ngmng hati2, apakah anda udh ‘membedah’ isi hati org2 salafy satu-persatu? sampai2 anda berani bilang : “mereka memecah belah ummat….mereka tidak menyukai persatuan mazhab-mazhab islam…..mereka tidak suka ummat Rasul ini bersatu & bergandengan tangan…..”

  3. Tapi Si AQ itu bener pak Yusuf Ibrahim. Di mana-mana Salafy itu selalu menimbulkan fitnah bagi kaum muslimin yang lain. Kalau bikin tenteram tentunya gak akan muncul blog-blog dan atau website yang mencounter Salafy. Ya kan?

    Di dunia nyata juga demikian kan? Apakah Pak Yusuf sudah Pernah dengar berita ada masjid Salafy yang didirikan di depan masjid yang sudah lama berdiri? Nah, di komplek PEMDA DKI Pondok Kelapa Jaktim ada rumah yang disulap jadi masjid oleh Salafy yang jaraknya hanya 60 meteran dari masjid Muhammadiyah. Mereka ngadain Jum’atan sendiri dengan jamaah sekitar 15-an orang pria wanita. Sudah dua tahun ini mereka ngadai jum’atan sendiri. Itulah bukti…. pede berlebihan terhadap klaim kebenaran milik mereka sendiri. Orang-orang yang merasa paling benar agamanya, bisa nggak menggalang persatuan ummat? Bisa nggak mereka bertoleransi? Tentunya sulit, dan mustakhil bahkan?

    1. Menurut saya orang-orang yang merasa tidak nyaman akan kehadiran salaf pastinya adalah para ahlul bid’ah dan orang-orang yang biasa melakukan bid’ah dan terlalu taklid buta terhadap perbuatan tersebut karna sampai kapanpun antara Ahlus Sunnah dengan ahlu bid’ah akan selalu terjadi pertentangan.

      Soal contoh pendirian masjid tsb, saya mempunyai 2 pandangan :

      1.Berdasarkan apa yang saya pelajari tentang Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menurut pemahaman Salafush Shalih bahwa shalat berjama’ah dibelakang imam baik yang shalih maupun yang fasik dari kaum Muslimin adalah sah. Dan menshalatkan siapa saja yang meninggal diantara mereka. (Syarhul ‘Aqidah ath-Thahaawiyyah (hal.529) takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdul Muhsin at-Turki).

      Dalam Shahih Bukkhari (no.1660, 1662, 1663) disebutkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar pernah shalat dengan bermakmum kepada al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Padahal al-Hajjaj adalah orang yang fasik dan bengis [1].. ‘Abdullah bin Umar adalah sahabat yang sangat hati-hati dalam menjaga dan mengikuti Sunnah Rasulullah, sedangkan al-Hajjaj bin Yusuf adalah orang yang terkenal paling fasik. Demikian juga yang pernah dilakukan sahabat Anas bin Malik yang bermakmum kepada al-Hajjaj bin Yusuf.

      Rasulullah pernah bersabda ;
      “Mereka shalat mengimani kalian. Apabila mereka benar, kalian dan mereka mendapatkan pahal. Apabila mereka keliru, kalian mendapat pahala sedangkan mereka mendapat dosa.” (H.R Al-Bukhari (no.694) dan Ahmad (II/355,537), dari Abu Hurairah)

      Namun, jangan sampai para ahli bid’ah dan pelaku maksiat terus menerus menjadi imam bagi kaum muslimin. Kira-kira seperti itulah hukum shalat dibelakang ahlul bid’ah berdasarkan pemahaman Salafush Shalih.

      Jadi, yang ingin saya tanyakan adalah apakah yang bapak liat dan dengar itu benar-benar salafy? atau hanya mengaku-aku saja? sebagaimana banyak ahlul bid’ah dan para pelaku bid’ah yang mengaku Ahlus Sunnah padahal amaliah mereka jauh dari Sunnah Rasulullah?

      Saya juga pernah secara tidak sengaja mampir shalat bersama teman-teman saya di masjid di daerah Jakarta yang kurang lebih namanya As-Salafiyah. Pada saat itu, setelah saya selesai shalat dan keluar masjid tanpa kami sadari ternyata salah satu teman saya bercerita bahwa dia melihat kuburan di masjid tsb, padahal yang saya tau bahwa Aqidah Salaf yang berdasarkan Al-Quran, Hadits dan ijma para Sahabat tidak pernah mengajarkan mendirikan masjid di kuburan atau sebaliknya karena Rasulullah bersabda :

      “Laknat Allah atas Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (H.R Al-Bukhari (no.435, 436, 3453, 3454, 4443, 4444, 5815, 5816) dan Muslim (no.531(22)) dari ‘Aisyah)

      Dan masih ada lagi hadits-hadits serupa yang dapat menguatkan hadits diatas.

      2.Dan pandangan saya yang kedua adalah seperti yang saya katakan sebelumnya, mungkin bisa saja di masjid komplek itu ada kuburannya dan tidak ada masjid lain yang dekat dan terjangkau sehingga mereka mau tidak mau ‘menyulap’ rumah menjadi masjid agar bisa menjalankan shalat berjama’ah dan ini sekedar berdasarkan prasangka baik saya saja.

      Kalau soal merasa paling benar, menurut saya itu merupakan tabi’at manusia seperti halnya pemilik blog ini yang juga pastinya merasa apa yang bapak tulis itu benar, bukankah begitu? akan tetapi kebenaran pun harus diungkapkan dengan ilmu dan harus ada pembuktian ilmiahnya.

      ————————————————–
      [1] Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi seorang amir yang dzalim, dia menjadi amir di Irak selama 20 tahun, dan dialah yang membunuh ‘Abdullah bin Zubair bin ‘Awam di Makkah. Hijjaj mati tahun 95 H. Lihat Taqriibut Tahdziib (I/190, no.1144) dan Tahdziibut Tahdziib (II/184-186), oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

      ===============================================================

      Kami jawab: gemana enaknya menurut Pak Yusuf aja deh….

      1. maav pak, sebagai umat muslim, kita harusnya beragama berdasarkan dalil dan ilmu, tidak bisa kita beragama berdasarkan perasaan doank….

      2. udah pak…mereka bisanya cuman ngelucu dan memancing ikan…eh memancing esmosi ajah…bagus malah…wa makaruu wa makarolloohu walloohu khoiru maakiriin…alhamdulillah dah banyak yang tobat dari kesesatan ketika melihat ternyata kelakuan mereka seperti blog ini…

      3. hehehee..mbah yusuf ketemu lagi.Lagi belain kaum nahlul bdiah nih yeeh,,maklum,,,nt gak akan rela kan kaum nt dimaki2.makanya jangan suka maki2,sesat2in,bid’ah2in,dll hanya karena berbeda dalam menafsirkan sesuatu.
        cee..uuu

  4. Persatuan akan terwujud bila ummat islam saling toleran dengan perbedaan pendapat (khilafiyah). Toh sahabat Nabi dan Ulama Mazhab saja beda pendapat, tapi mereka tetap bersatu.

  5. Indah sekali Mas Faihu kalau bisa toleran seperti itu, Indonesia akan menjadi Negara Muslimin yang solid dan disegani oleh bangsa lain.

    Semoga bisa jadi kenyataan, dan blog ini akan segera kami tutup, lebih baik berbisnis lewat internet kayak Mas Faihu, jadi dapat duit dech? Juga mungkin blog Abu Salafy akan segera ganti haluan jadi pebisnis online. Begitu juga blog Sang Pencari Kebenaran, Blog Salafy Tobat, dan blog-blog sejenis Penangkis Serangan Salafy.

  6. awali semuanya dengan Bismillahirahmanirahim ” Dengan menyebut nama AllAH yang maha pengasih dan penyayang ” apakah golongan yang saling memojokan telah mengimplementasikan “Bismillahirahmanirahim” kaji dulu Bismillahirahmanirahim
    baru seterusnya

  7. Heh, Abu Irhab. Link yang ente tunjukin itu shohib kami, tahu? Coba tanya deh sama dia. Berarti kita juga temenan donk….? Baca dulu tulisan kami, baru komentar, gitu….

    1. Blog ummti2 yang ente kelolah campur aduk alias gado2, gmn dan logika mana yang menerima persatuan diatas kesesatan. Bersatu macam apa yang diinginkan, apa bersatu famorgana….? udalah tidak usah so’ jd pahlawan, toh para habaib sendiri pecah.

  8. Perlu kita ketahui disini terlebih dahulu makna Salaf sebelum kita berbicara tentang Salaf .Salaf secara bahasa (etimologi) artinya adalah yang terdahulu (nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama (Lisaanul ‘Arab (VI/331) karya Ibnu Manzhur (wafat th.711 H)) . Maka, Salaf berarti para pendahulu atau yang telah mendahului kita saat ini.

    Sedangkan menurut istilah (terminologi), Salaf berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat Islam ini yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan para Imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/masa) pertama yang dimuliakan oleh Allah (Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah : hal.34), sebagaimana sabda Rasulullah :

    “Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).” (Muttaafaq ‘alaih. H.R Al-Bukhari (no.2652) dan Muslim (no.2533 (212)), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud).

    Menurut al-Qalsyani : “Salafush Shalih adalah generasi pertama dari umat ini yang pemahaman ilmunya sangat dalam, yang mengikuti petunjuk Nabi dan menjaga sunnahnya. Allah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya….” (Al-Mufassiruun bainat Ta’wiil wal Itsbaat fii Aayatish Shifaat (I/11)

    Ketahuilah bahwa Salaf bukanlah organisasi, himpunan, komunitas, LSM atau ormas yang memiliki ketua, seketariat, keanggotaan (member), struktur organisasi, bendera, lambang/simbol dan lain sebagainya. Adapun Salaf merupakan manhaj (sistem hidup dalam ber-‘aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dan yang lainnya) yang wajib diikuti oleh setiap Muslim. Jadi, istilah Salaf ditujukan bagi orang-orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah dan para Sahabat sebelum terjadinya perselisihan dan perpecahan.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa Salaf atau lebih lengkapnya Salafush Shalih adalah orang-orang terdahulu sebelum kita yang shalih-shalih. Siapa orang-orang terdahulu yang shalih itu? pastinya Rasulullah dan para Sahabatnya serta Imam-Imam yang selalu bersandar pada sunnah mereka. Jadi, barangsiapa yang menghina Salaf, mencaci maki Salaf, mengolok-olok Salaf dalam beragama, maka sesungguhnya dia juga telah melakukan hal yang serupa terhadap Rasulullah dan para Sahabatnya serta para Imam penegak Sunnah.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah [1] berkata : “bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan manhaj Salaf dan menisbatkan dirinya kepada Salaf, bahkan wajib menerima yang demikian itu karena manhaj Salaf tidak lain kecuali kebenaran.” (Majmu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/149))

    Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernahh ditempuh oleh Rasulullah dan para Sahabatnya. Disebut Ahlus Sunnah karena (mereka) berpegang dan ber-ittiba’ (mengikuti) sunnah Nabi dan para sahabatnya. (Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah : hal.36).

    As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan/cara, apakah itu baik atau buruk. (Lisaanul ‘Arab (VI/399).

    Sedangkan menurut ulama ‘aqidah (terminologi), As-Sunnah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya, baik tentang ilmu, I’tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah As-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengikutinya akan dipuji dan orang yang menyalahinya akan dicela.” (Buhuuts fii ‘Aqidah Ahlis Sunnah : hal. 16)

    Disebut al-Jama’ah, karena mereka bersatu diatas kebenaran, tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul dibawah kepemimpinan para Imam (yang berpegang kepada) al-haqq (kebenaran), tidak mau keluar dari jama’ah mereka mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan Salaful Ummah. (Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil ‘Aqiidah).

    Jama’ah menurut ulama ‘aqidah (terminologi) adalah generasi pertama dari umat ini, yaitu kalangan Sahabat, Tabi’ut Tabi’in, serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul diatas kebenaran. (Syarhul ‘Aqidah al-Waasithiyyah : hal.61 oleh Khalil Hiras)

    Maka, berdasarkan penjelasan singkat diatas, saya dapat simpulkan bahwa Salaf dan Ahllus Sunnah itu sama. Jadi, guyonan, anekdot, lelucon atau humor diatas yang sangat tidak lucu itu isinya penuh dengan kebathilan, kejahilan dan kedustaan.

    “Celaka bagi orang yang berkata kemudian berbohong supaya orang-orang tertawa, maka celaka baginya, maka celaka baginya”. (HR.Abu Daud no. 4990)

    ———————————————————-
    [1] Beliau adalah seorang ulama besar yang dalam ilmunya, luas pandangannya. Pembela Islam sejati dan mendapat julukan Syaikhul Islam karena hampir menguasai semua disiplin ilmu. Beliau termasuk mujaddid abad ke-7 H dan hafal Al-Qur’an sejak masih kecil. Beliau mempunyai murid-murid yang ‘alim dan masyhur, antara lain : Syamsuddin bin Abdul Hadi, Syamsuddin adz-Dzahabi, Syamsuddin Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Syamsuddin Ibnu Muflih serta Imaduddin Ibnu Katsir, penulis kitab tafsir yang sangat terkenal Tafsiir Ibnu Katsir

    =============================================================
    Komentar Kami: Kalau copy paste sebutkan sumber URL-nya, Pak yusuf. Biar nggak melanggar etika, gitu….

    1. duhhhh,,salaf itu emang generasi terdahulu.cuma kalo wahabi adalah kaum yang mengaku2 mengikuti kaum salaf berdasarkan buku2 dan ulama2 versi wahabi aja.gitu aja susah,ampe ngeluarin pustaka2 ulama yang diklaim ama wahabi.

  9. bapak ini, dikasih tau yg haq (kebenaran), bukannya mengoreksi diri, merujuk, atau mengkajinya lagi, tp malah berusaha mencari-cari kesalahan orang lain, apakah itu yg diajarkan kiyai anda?

    Ingat pak….salah satu ciri orang sombong adalah menolak kebenaran padahal telah sampai kebenaran padanya….

    maaf aja pak, saya copy pastenya langsung dari buku dan saya punya bukunya itu, toh…kalau bapak menyimak, disitu saya cantumkan sumber-sumber bukunya, jadi ga ada tu yg namanya URL-URLan, melanggar etika dan lain-lainnya, jadi tolong jangan mencari-cari kesalahan….

    perlu digarisbawahi, disini saya tidak ada maksud untuk menggurui, saya disini hanya ingin mencoba untuk meluruskan dan mengklarifikasi karena saya perhatikan, blog ini isinya penuh dengan fitnah, kedustaan, kejahilan, caci maki terhadap ulama ahli ilmu, syubhat dan jauh dari ‘cahaya’ ilmu….

    -terima kasih-

  10. mencari-cari kesalahan memang sangat mudah dan siapapun juga bisa melakukannya,

    maaf aja pak, saya copy paste-nya langsung dari buku dan saya punya bukunya itu, jadi ga ada tu yang namanya URL-URLan, apalagi melanggar etika dan lain sebagainya karena kalau bapak menyimak komentar saya (kalau bapak benar-benar membacanya dan ga asal ngomong doank), maka bisa terlihat sumber-sumber bukunya….

    salah satu ciri orang yang sombong adalah menolak kebenaran padahal kebenaran itu telah sampai padanya….

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ikutilah apa yang diturunkan Allah,” mereka menjawab, “kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami,” biarpun bapak-bapak mereka tidak mengerti sesuatu dan tidak dapat petunjuk.” (Q.S Al-Baqarah : 170)

  11. Assalamu’alaikum wr.wb
    Ana salut kepada Bpk. Yusuf Ibrahim
    Bahasa bpk halus dan mdh difhami beda sekali dgn sebagian ikhwah –yg mengatas namakan salafy–kebanyakan sangat kasar dan jauh dari cahaya ilmu. makanya kadang sy jg brfikir kok jwban Ahlussunnah kok kasar begini.(spt:yg menulis “rapot merah a’Gym”, yg mengkritisi Jama’ah Dzikir Ust. Arifin Ilham dgn keikutsertaan Ust. Ja’far Umar Tholib, atau yg membantah buku “Dakwah salafy Dakwah Bijak(DSDB)part:1”) kemudian sy bc buku DSDB part:2 bantahan-bantahan yg dilakukan (yg mengatasnamakan salafy)sangat kasar. mohon baca sendiri buku tersebut, saya tdk bisa mengutip kalimat-kalimat yg kasar yg saya sebutkan di atas.
    Salam kenal dgn Bpk.

  12. Hari Iswanto :
    Sebelumnya tolong jangan panggil saya bapak donk, umur saya masih 23 neh, blm punya istri, apalagi anak, jadi bisa dibilang saya belum pantas tu dipanggil bapak….hehehe….

    Saya juga saat ini masih dalam rangka belajar koq pak dan apa yg saya sampaikan sejauh ini pun juga sebatas apa yg saya tau aja, ga lebih….

    Sebenarnya ‘aqidah Ahlus Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih pada dasarnya adalah menjauhi dan memberantas TBC (Takhayul, Bid’ah dan Syirik). Soal bagaimana cara penyampaiannya, itu dikembalikan kepada masing-masing individunya saja, karena setiap orang memiliki karakter yg berbeda-beda dalam berbahasa sehingga cara penyampaiannya pun menjadi berbeda pula dan jika ada seorang Salaf (kalau benar memang dia itu Salaf) yg berdakwah dan menasehati dengan bahasa yg agak keras atau mungkin cenderung kasar, saya rasa itu hanyalah salah satu oknum saja dan bukan berarti apa yg disampaikannya itu salah. Akan tetapi, hal itu membuat orang tsb kehilangan salah satu keutamaan ajaran Islam dalam berdakwah dan menasihati orang lain yakni menggunakan bahasa yg lemah lembut.

    Mengenai buku-buku yg bapak baca itu, saya udah baca buku ‘rapot merah aa’ Gym”, isinya bagus dan ilmiah, akan tetapi yg jadi masalah bagi bapak ini adalah cara penyampaiannya di beberapa kalimat yg agak keras dan bisa menimbulkan persepsi kasar bagi sebagian orang yg membacanya termasuk bapak, hal tsb terjadi karena tiap-tiap orang memiliki gaya bahasanya sendiri-sendiri sesuai dengan karakternya masing-masing sebagaimana yg saya jelaskan sebelumnya. Saya hanya bisa berprasangka baik saja, semoga mereka masih tetap istiqomah dalam berpegang teguh terhadap Sunnah Rasulullah.

    Waallahu ‘alam…..

  13. Sebenarnya perlu diperjelas apa itu perbedaan dari PENYELEWENGAN SEBUAH AGAMA DAN PERBEDAAN. jangan sampai dicampur adukkan

  14. Sudahlah, gak ada gunanya diskusi dg penganut agama muhammad bin abdul wahhab, mereka gak akan mau menerima pendapat orang lain, karena selain mereka sudah dianggap musyrik, kafir dan ahlul bid’ah semuanya.
    Yang penting, kita tetap mengikuti agama yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah SAW saja.

    1. utk Om Salafi Asli, kalo ga mau diskusi mendingn diam ajalah, itu malah lbh baik buat Om, drpd ngmng malah justru mempertontonkan kejahilan Om sendiri, kn malah justru malu2in Om sendiri….iya ga?
      trz jg tolong kalo ngmng dipikir-pikir dululah, jgn asal ‘jeplak’ gitu….

      jgn cuma ikut-ikutan sok-sok membenci ‘wahhabi’, pdhl Om sendiri ga tau ‘wahhabi’ itu apa, jadi diam itu lbh baik drpd ngmng tanpa ilmu……

    2. bener fi,,percuma debat ama kaum bahlul bid’ah cuman bikin puter2 gak karuan aja.Ualamanya aja cuma itu2 aja,jagonya cuman memelintirin ayat plus memenggal kata2 ulama setengah2.Orang sekaliber imam nawawi aja gak diakui golongan ASWAJA,apalgi orang awam seperti kita….

  15. wahai saudaraku pepatah kita mengatakan tak kenal maka tak sayang,bagaimana antm dapat luruh hatinya terhadap dakwah yang mulia ini(dakwah salaf)sementara antm hanya bersandar kpd isu begini n begitu,cobalah antm pelajari kemuliaan dakwah ini.Kita mohon kpd Allah taufiq n hidayahnya agar kita berjalan diatas kebenaran Al qur’an sunnah di atas paham sahabat rasulullah,bukankah begitu mas Yusuf

  16. harap bedakan antara wahabi saudi dengan wahabi yg benar2 mengikuti ajaran Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    belajar dulu di sini : http://www.abuicanimovic.blogspot.com

    Wahabi rusak gara2 raja Saudi, emang mereka lebih dekat ama AS daripada sesama muslim.

    Tunggu kedatangan thaifah manshurah yg akan mengubah tatanan dunia ini, SEGERA.
    Tidak lama lagi hadits nabi akan terbukti, kekhalifahan akan muncul di bumi ini.

    Para pionir tsb tak lain dan tak bukan adalah : ALQAEDA & TALIBAN (dengan dakwah dan JIHADnya!!!)

    1. abu icanimovic, Wah…, sepertinya sangat menarik info antum ini. Semoga sukses dg cita-citanya, dan jangan lupa sayangi seluruh muslimin, dan kita sama-sama menuju jannah al-na’im….

      1. abu icanimovic ->
        yang penting itu dakwah tauhid dulu mas, bukannya dakwah jihad dulu, klo dakwah jihad dulu, bisa kita liat sama2 bom dimana-mana, itulah akibatnya klo dakwah jihad lebih didahulukan dairpada dakwah tauhid.

        Ummati ->
        semakin jelas nih aqidah dan akhlak pemilik blog ini seperti apa, Al-Qaeda & Taliban koq didoain supaya sukses sih?
        kyanya ‘ummati’ ini lebih membenci orang-orang yg selalu membela sunnah dan menentang bid’ah dh daripada orang-orang seperti Al-Qaeda….

        1. Sudah diralat dibawah, jawaban untuk Mas Fuad.

          Ternyata AlQaeda & Taliban itu sempalannya Wahabi juga, lho. Kok Pak Yusuf nggak dukung, jangan-jangan diam-diam dukung juga nih?

          1. “Ternyata AlQaeda & Taliban itu sempalannya Wahabi juga lho”…

            ah…bapak gosip aja ni, laki2 koq suka gosip sih pak?….jgn suka ngegosip pak, ga bae’, terus jg dosa lho pak…

            jelas2 yg dukung Al-Qaeda itu saudara ummati sendiri, koq jd saya yg dicurigain?…ini namanya memutarbalikan fakta….
            walaupun sudah diralat, wktu saudara ummati mendukung Al-Qaeda dikomenya ‘abu icanimovic’ diatas, emangnya pd saat itu saudara ga tau Al-Qaeda itu apa? bohong sekali saudara kalo seandainya saudara ga tau AL-Qaeda itu apa…

            menurut saya, komen saudara ummati diatas ini ga lebih isinya hanyalah sekedar gosip, prasangka, curiga, serta memutarbalikan fakta aja…

            “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujaraart :12)

  17. tapi sayang alqaeda&taliban banyak bantai kaum muslimin.gitu kok ngaku JIHAD ???
    =========================
    ADMIN
    Mas Fuad, terimakasih atas kunjungannya dan komentarnya,
    Wah, jadi kami-kami ini ketinggalan info jihad nihh? Ya, seharusnya kalau jihad itu lebih menyayangi kaum muslimin, apa pun paham mazhab yang dianutnya.

  18. solusi : dua dimensi, dimensi tujuan jangka panjang (lulus kuliah, kerja, beramal buat masyarakat, menikah, punya anak, bangun keluarga sakinah,,,asoy dah hehe..)
    ini bukan spam loh hehe….

  19. UMMATI PRESS dan anak-anak Indonesia yang lain…. yang nenek moyangnya membela Indonesia sampai merdeka…. dahulu yang takut kepada maulidan itu kaum Salib…
    sekarang yangf takut kepada Maulidan itu adalah kaum Salab…
    Salib dan Salab apakah ada hubungannya ya….?? saya curiga nenek moyang kaum salab (baca : Salaf) itu ada persaudaraan dengan kaum salib….. hehehehe…..
    Mari kita dukung INDONESIA BEBAS WAHHABI…. WAHHABI HANYA COCOK DI ARAB YANG BERIKLIM PANAS…… JANGAN BAWA-BAWA PANASMU KE INDONESIA….. HIDUP ISLAM INDONESIA!!!!

    1. Nggak usah diapa-apain juga nanti mereka “habis” sendiri, Mas Pendekar Banten. Di antara Mereka juga sudah “perang” sendiri, kok, sudah pecah berantakan. Ada ihya’ut Turots, ada al-qaeda, ada al Irsyad, ada versi Ja’far Tholib, ada versi Abu Jibril, ada versi…. nggak kehitung banyaknya. Apalagi kalau ditambah sama yang kecil-kecil yang terus bermunculan.

    2. Pendekar Banten ->
      siapa bilang kaum salib itu takut kpd maulidan? justru mereka senang klo kaum muslimin itu merayakan maulid karena perayaan maulid itu adalah ‘sunnah’-nya mereka (kaum salib) seperti halnya mereka merayakan natal, bagaimana mungkin perang salib bisa terjadi klo ummat muslim itu sama dengan pasukan salib? yakni sama-sama merayakan hari kelahiran.
      yang satu merayakan hari kelahiran Rasulullah dan yang satu lagi merayakan hari kelahiran yesus. Jadi alangkah baiknya pelajari dulu sejarahnya yang benar, baru boleh ngmng.
      trz juga tolonglah, jauhi pikiran Om Pendekar dari segala kecurigaan-kecurigaan dan prasangka-prasangka (su’udzon) karena su’udzon itu dosa lho Om.

      Ummati ->
      klo liat itu jangan orang per orangnya, tapi hakikat dakwah dan ajarannya, klo kita liat individu-individunya tentu akan berbeda-beda karena setiap individu itu punya karakter masing-masing, salah klo saudara ‘ummati’ ini melihat dari individunya saja,

      seperti halnya kita nih, salah klo misalnya kita ingin liat seperti apa Islam itu dengan cara melihat keadaan umat muslim sekarang ini, ada yang suka ngebom sana ngebom sini, masih percaya dengan takhayul, masih percaya dengan Nyi Roro Kidul dll, akan tetapi yang diliat adalah hakikat dasar ajaran Islam itu sendiri.

      NU aja terpecah belah kan? antara NU Muhaimin dengan NU Gus Dur.

      1. Sabili : coba dah gue di kasih contoh satu aje perkara yang bukan BIDAH ? menurut salafiyun..
        Salafiyun : ente kalo sholat nggak usah pake usoli, cukup Bismillah aje..
        Sabili : kok tahu ente kalo..sholat Bismilah, nggak pake usoli..
        Salafiyun : soalnye, Al quran, Hadist kagak ada, dan sahabat juga kagak lakuin..
        Sabili : coba deh ente praktekin..
        Salafiyun : Bismillah..Allohu Akbar (takbirotulikrom)
        Sabili : ok..ok..bener kayak gitu sholat Nabi SAW dan para Sahabat..?
        Salafiyun : Yap..(dengan mantap)
        Sabili : Berarti Sholat lo kayak sholatnye Nabi SAW dan Para Sahabat donk…?
        Salafiyun : Jelassssss…
        Sabili : Kalo gitu.. Sholatnye Nabi SAW dan Para Sahabat sama donk kayak lo..?
        Salafiyun : Bener sekali Akhi..Sholat Nabi SAW dan Para Sahabat kayak Sholatnye Gue..
        Sabili : @!#$!#!$???…..Pantes bener…sedikit yang masuk surga dan banyak banget yang masuk neraka..coba bayangin berapa banyak orang kafir sedunia kalo ditambah Wahabi?
        tentunya memang Ahlussunah wal jamaah lebih dikit…

    3. Jangan saling mengejek…..belum tentu yang diejek lebih baik dari yang mengejek………heeee.gGitu lho.sifat akhlaq Nabi S.A.w.

    4. kalo mereka perang tar cuman pake sorban ama sarung doank hehehee..soalnya seragam tentara juga jadi bahan bid’ah bagi mereka,,,,kalo ngeladenin wahabi bicara,sama aja bicara ama orang yang sakit jiwa,gak bakalan ada ujungnya bos

  20. numpang comment for yusuf Ibrahim:

    Pendekar Banten ->
    siapa bilang kaum salib itu takut kpd maulidan? justru mereka senang klo kaum muslimin itu merayakan maulid karena perayaan maulid itu adalah ’sunnah’-nya (JANGAN MEMBUAT BID’AH BARU LAGI MAS…MANA ADA ORANG SALIB PUNYA SUNNAH …?) mereka (kaum salib) seperti halnya mereka merayakan natal, bagaimana mungkin perang salib bisa terjadi klo ummat muslim itu sama dengan pasukan salib? yakni sama-sama merayakan hari kelahiran. (JANGAN SEMBARANGAN ANDA….ROSULULLOH KOK DISAMAKAN SAMA YESUS,….KAUM MUSLIMIN MENGANGGAP ROSULULLOH SEBAGAI NABI DAN ROSUL , SEDANGKAN KAUM SALIB MENGANGGAP YESUS SEBAGAI TUHAN…..BEDA MAS…!!!!)

    yang satu merayakan hari kelahiran Rasulullah dan yang satu lagi merayakan hari kelahiran yesus. Jadi alangkah baiknya pelajari dulu sejarahnya yang benar, baru boleh ngmng.
    trz juga tolonglah, jauhi pikiran Om Pendekar dari segala kecurigaan-kecurigaan dan prasangka-prasangka (su’udzon) karena su’udzon itu dosa lho Om.

    Ummati ->
    klo liat itu jangan orang per orangnya, tapi hakikat dakwah dan ajarannya, klo kita liat individu-individunya tentu akan berbeda-beda karena setiap individu itu punya karakter masing-masing, salah klo saudara ‘ummati’ ini melihat dari individunya saja,

    seperti halnya kita nih, salah klo misalnya kita ingin liat seperti apa Islam itu dengan cara melihat keadaan umat muslim sekarang ini, ada yang suka ngebom sana ngebom sini, masih percaya dengan takhayul, masih percaya dengan Nyi Roro Kidul dll, akan tetapi yang diliat adalah hakikat dasar ajaran Islam itu sendiri.

    NU aja terpecah belah kan? antara NU Muhaimin dengan NU Gus Dur.

    ( BAGAIMANA DENGAN GOLONGAN YANG MENAMAKAN DIRI SALAFY….ADA SALAFY JAKFAR UMAR THOLIB, SALAFY ASSUNNAH, SALAFY AL FURQON, SALAFYNYA YAMANY BA’ABDUH, SALAFYNYA YAHYA AL -HAJURI YAMANI, SALAFY WAHDAH, SALAFY THOROTSI…YANG SEMUANYA BERLAWANAN , BAHKAN SALING MENTAHDZIR…!!! RENUNGKAN MAS…MASA’ SALAFUSH SHOLIH SEPERTI ITU….GAK MALUKAHHHHH…?)

    1. (JANGAN MEMBUAT BID’AH BARU LAGI MAS…MANA ADA ORANG SALIB PUNYA SUNNAH …?)

      saya kira saudara ummati ini udah paham, adapun sunnah yang saya maksud itu adalah pengertian sunnah menurut bahasa aja mas, karena sudah saya jelaskan dikomen saya sebelumnya pengertian sunnah menurut bahasa adalah jalan/cara, apakah itu baik atau buruk. (Lisaanul ‘Arab (VI/399). Jadi, ga usahlah mencari-cari kesalahan gitu….
      ya udah, kalo gitu saya ganti aja menjadi ‘ritual’, daripada nanti salah paham….

      (JANGAN SEMBARANGAN ANDA….ROSULULLOH KOK DISAMAKAN SAMA YESUS,….KAUM MUSLIMIN MENGANGGAP ROSULULLOH SEBAGAI NABI DAN ROSUL , SEDANGKAN KAUM SALIB MENGANGGAP YESUS SEBAGAI TUHAN…..BEDA MAS…!!!!)

      lho…siapa juga yg menyamakan Rasulullah dg yesus? justru orang2 yang merayakan maulid itulah yang memperlakukan Rasulullah seperti orang2 nasrani memperlakukan yesus yakni sama2 memperingati hari kelahirannya karena ritual merayakan hari kelahiran itu tidak ada didalam Islam.

      jadi (maaf) ga sedangkal itu dalam memahami kalimat saya, ga ada maksud saya untuk menyamakan Rasulullah dg yesus karena (kalo boleh saya mengutip anekdot blog diatas) “Orang Islam paling bodoh pun tahu, bahwa Nabi Muhammad itu Nabi dan Rasul…”, jadi tanpa saudara tekankan lagi, semua orang termasuk saya juga tau antara Rasulullah dg yesus itu berbeda….

      ( BAGAIMANA DENGAN GOLONGAN YANG MENAMAKAN DIRI SALAFY….ADA SALAFY JAKFAR UMAR THOLIB, SALAFY ASSUNNAH, SALAFY AL FURQON, SALAFYNYA YAMANY BA’ABDUH, SALAFYNYA YAHYA AL -HAJURI YAMANI, SALAFY WAHDAH, SALAFY THOROTSI…YANG SEMUANYA BERLAWANAN , BAHKAN SALING MENTAHDZIR…!!! RENUNGKAN MAS…MASA’ SALAFUSH SHOLIH SEPERTI ITU….GAK MALUKAHHHHH…?)

      makannya mas, bacanya santai aja, dengan kepala dingin, tanpa hawa nafsu, keliatan kan kalo saudara ummati ini ga menyimak perkataan saya,
      ga usah liat orang per orangnya mas, kalo kita melihat orang per orangnya, ini tidak akan ada habisnya karena banyak sekali orang2 yang mengaku-aku salaf, ada salaf ini, ada salaf itu, entah berapa banyak salaf-salaf lainnya lagi seperti masjid yang pernah saya masuki yang ternyata ada kuburannya, padahal masjid itu namanya adalah As-Salafiyah, padahal Salafush Shalih tidak pernah mengajarkan mendirikan masjid dikuburan atau sebaliknya….
      adapun yang kita liat itu adalah hakikat dakwah dan ajaran Salafush Shalih dari zaman ke zaman yang selalu berpegang teguh terhadap Al-Quran, Sunnah Rasulullah dan ijma’ para Sahabat…

      seperti contohnya, apabila ada orang diluar Islam ingin mengenal Islam, kalo dia melihat orang2 Islam, maka dia tidak akan mau masuk Islam, karena dia lihat orang Islam masih ada yang suka ngebom sana ngebom sini, adapun yang harus dia lihat adalah ajaran Islam yang sesungguhya….

      Saya juga ga tau tu salaf-salaf itu, yang saya tau Salaf itu cuma satu yakni mengikuti Al-Quran dan Sunnah serta ijma para Sahabat, yang menjauhi takhayul, syirik dan bid’ah….kan sudah saya jelasin dikomen saya sebelumnya diatas tentang apa itu Salaf…

      1. Itu hanya fitnah…………………………kenyataan mereka sefaham dalam aqidah, syariah dan ibdah……..dibanding dengan pemahaman TBC

    2. angan saling mengejek…..belum tentu yang diejek lebih baik dari yang mengejek………heeee.gGitu lho.sifat akhlaq Nabi S.A.w

  21. Ummati :
    Indah sekali Mas Faihu kalau bisa toleran seperti itu, Indonesia akan menjadi Negara Muslimin yang solid dan disegani oleh bangsa lain.
    Semoga bisa jadi kenyataan, dan blog ini akan segera kami tutup, lebih baik berbisnis lewat internet kayak Mas Faihu, jadi dapat duit dech? Juga mungkin blog Abu Salafy akan segera ganti haluan jadi pebisnis online. Begitu juga blog Sang Pencari Kebenaran, Blog Salafy Tobat, dan blog-blog sejenis Penangkis Serangan Salafy.

    Gimana bisa bersatu ya kl dalam kelompok punya keyakinan bahwa perbuatan ini bid’ah sedangkan yang lain ini boleh… yang satu bilang ini halal dan yang lain bilang haram… menurut saya hendaknya persatuan itu dibangun atas dasar Qur’an dan Sunah yang shohih menurut pemahaman para sahabat salafusholeh… nah baru persatuan ini yg benar… yg menyelisihi ini baru yang memecah belah betul ga?

  22. Yang dicari dalam beribadah adalah dalil perintahnya bukan larangannya… kl masalah keduniaan baru cari larangannya mana? kl misal dikatakan pd sesorang jangan makan tahu krn ga ada perintahnya dlm agama bnr ga mas? salah dong… tp tanyakan aga ga larangan makan tahu? sekarang sholat dzuhur 8 rokaat ada ga larangannya? kl ga ada antum mau sholat 8 rokaat??? gitu loh mas..

      1. Siapa bilang Indonesia bukan negara muslim?
        ironis memang, org yg bilang Indonesia bukanlah negara islam (muslim) justru kebanyakan datang dari umat Islam itu sendiri….

        Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu disini patokan suatu negeri itu dikatakan negeri Islam atau bukan…

        Salah satu pendapat yang kuat dari kalangan ulama menyebutkan bahwa yang menjadi indikator suatu negeri
        merupakan negeri Islam adalah amalan-amalan dan syi’ar-syi’ar Islam yang
        tampak pada penduduk negeri tersebut seperti adzan, shalat 5 waktu, shalat berjama’ah di masjid, shalat
        Jum’at, Shalat ‘Ied dan lain sebagainya.

        dalilnya adalah :
        Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Adalah Rasulullah jika hendak menyerang daerah musuh
        ketika terbit fajar. Beliau menunggu suara adzan, jika beliau mendengar adzan
        maka beliau menahan diri, dan jika tidak mendengar maka beliau menyerang” (HR.
        Bukhari no. 610 dan Muslim no. 1365)

        Al Imam an Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukan bahwa adzan
        menahan serangan kaum muslimin kepada penduduk negeri daerah tersebut, karena
        adzan tersebut merupakan dalil atas keislaman mereka” (Syarh an Nawawi pada
        Shahih Muslim 4/84)

        Al Imam Qurthuby berkata, “Adzan adalah tanda yang membedakan antara Darul
        Islam dan Darul Kufur” (Al Jami’ Liahkamil Qur’an 6/225)

        Az Zaqarny berkata, “Adzan adalah syi’ar Islam dan termasuk tanda yang
        membedakan Darul Islam dan Darul Kufur” (Syarh Zarqany atas Muwatha’ 1/215)

        Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin -semoga Alloh merahmati beliau- berkata:
        “Yang dimaksud dengan negeri kafir/syirik adalah negeri yang menampakkan syi’ar
        kekafiran dan tidak bisa ditegakkan syi’ar Islam didalamnya secara menyeluruh
        seperti adzan, sholat jama’ah, sholat ‘ied, dan sholat jum’at.
        Saya (Syaikh Utsaimin) katakan menyeluruh karena ada sebagian tempat (negeri)
        yang menegakkan syiar Islam tapi hanya terbatas pada tempat tertentu, seperti
        yang dilakukan oleh kaum minoritas muslim yang hidup di negeri kafir. ini tidak
        bisa dikategorikan negeri Islam. Yang bisa dikategorikan negeri Islam hanya
        negeri yang mampu menegakkan dan menghidupkan syi’ar Islam secara menyeluruh di
        setiap tempat negeri tersebut. (Syaroh Tsalatsatul Ushul)

        Jadi, berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat saya simpulakn bahwa Indonesia, Malaysia, Brunei, dan negara-negara timur tengah lainnya merupakan negeri Islam….

    1. berkata al Imam asy Syafi’iy :
      “Kalau seorang belajar tashawuf di waktu pagi maka pada waktu siang dia telah menjadi orang yang paling dungu.” (Al Fikru ash Shufi hal.49 & 683 oleh Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq)
      Beliau juga berkata, “Azas (dasar shufiyah) adalah malas.” (Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu hal. 13-15)

      At-Tunisi mengatakan: Kami berada di sisi Al-Imam Malik, sedangkan murid-murid beliau di sekelilingnya. Seorang dari Nashibiyin berkata: “Di tempat kami ada satu kelompok disebut shufiyah. Mereka banyak makan, kemudian membaca qashidah dan berjoget.”

      Al-Imam Malik berkata, “Apakah mereka anak-anak?”

      Orang tadi menjawab, “Bukan.”

      Beliau berkata, “Apakah mereka adalah orang-orang gila?”

      Orang tadi berkata, “Bukan, mereka adalah orang-orang tua yang berakal.”

      Al-Imam Malik berkata, “Aku tidak pernah mendengar seorang pemeluk Islam melakukan demikian.”

      Berkata Imam Ibnu Al Jauzi: “Tasawuf adalah suatu aliran yang lahirnya diawali dengan sifat zuhud secara keseluruhan, kemudian orang-orang yang menisbatkan diri kepada aliran ini mulai mencari kelonggaran dengan mendengarkan nyanyian dan melakukan tari-tarian, sehingga orang-orang awam yang cenderung kepada akhirat tertarik kepada mereka karena mereka menampakkan sifat zuhud, dan orang-orang yang cinta dunia pun tertarik kepada mereka karena melihat gaya hidup yang suka bersenang-senang dan bermain pada diri mereka. (Talbis Iblis hal 161).

      Zuhud berarti meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat, akan tetapi bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya.

      “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S Al-Qashasash : 77)

      Jadi, berdasarkan penjelasan singkat diatas, salahkah jika kita (umat muslim) menolak ajaran tasawuf? kenapa itu dikatakan kelemahan?

      ========================================================

      ADMIN@: Ada beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa tradisi tasawuf ini sudah ada sejak Nabi saw hidup, misalnya:

      1. Nabi Muhammad: Aku adalah orang ‘Arab dengan tanpa huruf ‘ayn (rab), dan Ahmad dengan tanpa huruf mim (ahad). Barang siapa yang yang telah melihatku, maka ia telah melihat Haqq.
      2. Dalam suatu riwayat dikisahkan suatu ketika Aisyah memasuki kamarnya. Nabi yang waktu itu di dalam, bertanya: “Siapa kau?”. “Putri Abu Bakar”, jawabnya. “Siapa Abu Bakar?” tanya beliau. Saat itu barulah Aisyah menyadari bahwa Nabi sedang dalam keadaan yang berbeda.
      3. Nabi Muhammad: Seandainya Abu Dzar mengetahui apa yang tersembunyi di hati Salman, maka dia pasti bakal membunuhnya.
      4. Ali: “Aku mempunyai sejenis pengetahuan dalam batinku, yang bila saja aku membukanya pada orang banyak, niscaya engkau akan gemetar seperti tali panjang yang dijulurkan ke dalam sumur yang amat dalam“. Dalam riwayat lain diriwayatkan melalui Abu Hurairah dengan perbedaan redaksi. Kemungkinan besar Abu Hurairah tidak menyebutkan nama Ali sebagai narasumbernya sebagaimana yang terjadi pada riwayat-riwayat dari Abu Hurairah biasanya.
      5. Pada hari Thaif Rasulullah SAW berbicara berdua saja dengan Ali, maka sebagian sahabat berkata “Lama sekali pembicaraan beliau dengan anak pamannya”. Ketika disampaikan pada Rasul, Beliau SAW berkata “Bukan aku yang berbicara dengannya tetapi Allah yang berbicara dengannya”.
      6. Suatu hari sesudah menunaikan shalat, Nabi melihat seorang pemuda (Haritsah bin Malik bin Nu’man al-Anshari?) yang lemah dan kurus, wajahnya pucat, matanya cekung serta berjalan gontai dan susah payah. Nabi pun lantas bertanya: “Siapakah engkau?” “Aku telah meraih tingkat keimanan tertentu,” jawabnya. “Apa tanda-tandanya?” tanya Nabi. Dia menjawab, “Keimananku itulah yang membuatku sedih, yang menyebabkanku bangun malam dan membuatku senantiasa haus di siang hari (lantaran puasa). itulah yang membuatku lupa akan segala sesuatu di dunia ini. Aku melihat seolah-olah Arsy Allah ditegakkan untuk menghitung amal-amal manusia yang dikumpulkan di padang mahsyar dan aku termasuk salah seorang di antara mereka. Aku melihat para penghuni surga bergembira dan berbahagia, dan para penghuni neraka sedang diazab dan disiksa. bahkan, sekarang ini, telingaku seakan-akan mendengar gelegak api neraka yang demikian dahsyat.” Nabi pun berpaling kepada sahabat-sahabatnya dan bersabda, “Dia adalah salah seorang yang hatinya telah diterangi Allah dengan cahaya keimanan.” Kemudian beliau menoleh kepada pemuda itu dan bersabda, “Pertahankan keadaanmu seperti sekarang ini, jangan sampai keadaan ini sirna.” Pemuda itu pun menyahut, “Wahai Rasulullah! Tolong doakan aku agar Allah menganugerahkan kesyahidan kepadaku.” Tak lama setelah pertemuan ini, terjadilah peperangan. Pemuda itu kemudian ikut perang dan gugur sebagai syahid.
      7. dan berbagai riwayat lainnya seperti percakapan Imam Ali dengan sahabatnya Kumayl tentang Wali Tuhan yang ada di setiap zaman.

      Tatkala Nabi saw wafat, Saidina Abu Bakar meneruskan tali estafet spiritual sentral dari Nabi, meskipun sahabat Nabi lain juga meneruskan dakwah Nabi. Tidak diragukan lagi bahwa Abu Bakar memiliki keunggulan yang diakui oleh sahabat-sahabat lain. Abu Bakar bukan hanya memegang kekhalifahan dunia akan tetapi juga kekhalifahan kerohanian. Saidina Ali adalah sahabat Nabi yang juga meneruskan kepemimpinan kerohanian dari Nabi. Keyakinan akan keunggulan dan afdhaliyah Imam Ali as. di atas para sahabat lainnya telah diyakini sebagian sahabat besar seperti Salman al-Farisi, Abu Dzar al-Ghiffari, al-Miqdad bin al-Aswad, Khabbab, Jabir ibn Abdillah al-Anshari, Abu Said al-Khudri, Zaid bin Arqam, dkk. Hal ini dapat juga dilihat dari hampir semua sanad tarikat menyambung melalui pribadi Ali kwh. satu-satunya sahabat yang pernah berkata “Bertanyalah kepadaku”, bahkan tentang sesuatu sampai hari kiamat. Dalam masa ini tasawuf masih belum begitu kentara atau terekspos dalam sejarah. Kemungkinan riwayat-riwayat tentang tasawuf kalah marak dengan riwayat tentang masalah suksesi kepemimpinan setelah Nabi Muhammad saw wafat, masalah hukum fiqh yang menjadi aspek penting dalam kehidupan umat Islam, dan masalah-masalah lain dalam menyatukan umat Islam yang baru saja ditinggalkan Nabi Muhammad saw. Namun beberapa riwayat yang patut diketahui misalnya riwayat terakhir di atas.

      Seiring dengan berjalannya waktu, tasawuf mulai lebih dikenal pada masa para raja dinasti Islam melakukan berbagai kemajuan dalam Islam, mulai dari penyebaran agama Islam, kemajuan ekonomi, penyerapan ilmu pengetahuan, filsafat dan teknologi. Beberapa latar belakang yang memungkinkan tasawuf mulai dikenal misalnya: kebobrokan moral dan spiritual yang marak seiring dengan kemajuan ekonomi dan kemaksiatan yang merajalela. Kekeringan spiritual tersebut semakin bertambah parah sejalan dengan semakin eksisnya ajaran fiqih yang lebih menekankan pada aspek-aspek lahiriyah dan saling menyalahkan dan memusuhi antar pemeluk mazhab. Selain itu masalah lainnya adalah masuknya filsafat dalam tradisi Islam. Wilayah Islam yang semakin luas menjadi jalan masuk bagi filsafat, cara berpikir wilayah lain dalam tradisi pemikiran Islam. Filsafat Yunani, Persia menjadi salah satu bagian ilmu pengetahuan dalam tradisi umat Islam sehingga memunculkan para filosof Muslim dan ahli kalam yang pada akhirnya filsafat menjadi bintang dalam tradisi Islam. Mereka menggunakannya untuk menjawab segala persoalan yang ada, termasuk tentang Tuhan dan masalah yang berhubungan dengan-Nya.

      Pertumbuhan tasawuf yang awal masih minim dengan istilah-istilah asing. Semua penjelasan tasawuf masih sederhana. Namun tatkala filsafat mulai masuk dalam tradisi Islam, istilah-istilah asing mulai dimunculkan. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana jalan hidup bertasawuf, menjelaskan ‘perasaan’ para sufi kepada para murid-murid yang baru memulai perjalanan mistik. Tasawuf juga mengajarkan bahwa untuk ‘menjumpai’ Tuhan bukanlah dengan akal filsafat sebagaimana yang marak saat itu. Tasawuf pulalah yang mengisi kekosongan aspek moral spiritual yang tidak diajarkan dalam hukum fikih saat itu yang hanya mengajarkan dan berdebat tentang aspek-aspek lahiriyah semata.

      Namun diterimanya tasawuf di tradisi Islam, bukan tanpa aral. Sebagian tokoh, terutama kalangan ulama fikih menganggap tasawuf bukan dari ajaran Islam, tasawuf ajaran sesat, meninggalkan syariat dan sebagainya. Namun semua tuduhan tersebut terbantahkan, banyak ayat-ayat Qur’an yang menunjukkan kebenaran tasawuf. Semua para sufi besar menempatkan al-Qur’an dan hadis Nabi sebagai landasan mereka. Hanya saja mereka, kelompok penentang tasawuf tidak memahami ajaran tersembunyi dalam al-Qur’an sehingga mereka menentang tasawuf. Bukankah Nabi pernah bersabda: “al-Qur’an mempunyai makna lahir dan batin“. Rumi juga menuliskan bahwa: “al-Qur’an adalah pengantin wanita yang memakai cadar dan menyembunyikan wajahnya darimu. Bila engkau membuka cadarnya dan tidak mendapatkan kebahagiaan, itu disebabkan caramu membuka cadar telah menipu dirimu sendiri, sehingga tampak olehmu ia berwajah buruk. Ia mampu menunjukkan wajahnya dalam cara apapun yang disukainya. apabila engkau melakukan apa-apa yang disukainya dan mencari kebaikan darinya, maka ia akan menunjukkan wajah yang sebenarnya, tanpa perlu kau buka cadarnya“.

      Mengenai tuduhan bahwa sufi meninggalkan syariat merupakan tuduhan yang tidak berdasar. Para tokoh sufi memegang syariat dengan kuat, bahkan lebih teguh daripada para penentangnya. Lihatnya saja bagaimana Abu Yazid al-Bustami – yang pernah ekstase dan mengucapkan “Subhani, subhani, Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada lagi tuhan selain Aku, maka menyembahlah kepada-Ku“,- tidak pernah meludah di tanah di dekat Masjid, tidak pernah makan buah melon karena ia tidak tahu bagaimana sunnah Nabi Muhammad saat memakannya, Bahkan salah satu perintah Tuhan yang difirmankan kepadanya, “Untuk keluar dari keakuanmu, ikutilah kekasih kita, Muhammad orang Arab. Lumurilah matamu dengan debu kakinya dan teruslah mengikuti dia“.

      Lihat juga berapa rakaat shalat sunah yang al-Hallaj si Hulul dirikan di dalam penjara sebelum penyalibannya. Bahkan dalam keadaan disalib dan mendekati ajalnya, Al-Hallaj menyuarakan do’a pada Allah, “Wahai Tuhan, mereka semua yang sedang berkumpul di sini adalah hamba-hambamu yang mencoba membunuhku demi kefanatikannya terhadap agama-Mu, dan juga dengan alasan untuk mendekatkan diri mereka kepada-Mu. Oleh karenanya, ampunilah mereka semua. Seandainya Kau singkapkan pengetahuan kepada mereka sebagaimana yang Kau anugerahkan padaku, niscaya mereka tidak akan bertindak sebagaimana yang dilakukannya padaku ini“. Begitu pula dengan Ibn ‘Arabi sang Wahdah Wujud, bukanlah ia penganut mazhab zahiriyah yang hampir selaras dengan madzab Hanbalinya Ibn Taymiyah. Keteguhan memegang syariat ia lakukannya sekalipun dapat membahayakan nyawa diri dan muridnya, seperti diceritakan ketika Ibn ‘Arabi berjalan-jalan dengan para muridnya dan bertemu dengan rombongan khalifah. Ia melarang muridnya memulai salam, – sebagaimana kebiasaan saat itu,- pada rombongan khalifah yang saat itu mengendarai kuda karena menurut sunnah Nabi pengendara kuda harus memulai salam terlebih dahulu kepada pejalan kaki. Diantara amalannya yang diajarkan kepada muridnya, adalah dzikir agung “La ilah illa Allah”, menjaga kelanggengan wudhu, melarang rukhshah (mencari kemudahan dalam hukum) dan sebagainya.

      “Tak kenal maka tak sayang“, mungkin pepatah ini pantas ditujukan kepada para penentang tasawuf. Mereka menentang dengan gigih tasawuf karena belum mengenal, mengetahui, memahami bagaimana ajaran tasawuf sesungguhnya. Namun begitu mereka mengetahui maksudnya mereka pasti akan mengikuti dan mengamalkannya. Demikianlah yang terjadi pada para penentang tasawuf, seperti al-Izz ibn Abd Salam. Konon dahulu ia pernah mengatakan ketika ia masih mengingkari komunitas sufi, “Apakah ada jalan lain yang kita punyai selain al-Qur’an dan al-Hadits.” Namun Tuhan menuliskan takdir lain baginya. Ketika berkecamuk peperangan melawan orang-orang eropa di wilayah Manshurah dekat teluk Dimyat, para ulama berkumpul. Saat itu Syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam, Syaikh Makin al-Din al-Asmar, Syaikh Taqi al-Din bin Daqiq al-Id dan kawan-kawannya membuat satu majelis. Di majelis itu terjadi diskusi yang cukup menarik mengenai kitab al-Risalah al-Qusyairiyah karya al-Qusyairi. masing-masing memberikan komentarnya tentang materi yang terdapat di kitab itu. ketika sedang seru-serunya acara diskusi berlangsung, datanglah syaikh Abu al-Hasan al-Syadzily.

      Melihat kedatangan al-Syadzily, mereka memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan itu untuk bertanya kepada al-Syadzily. Salah satu dari mereka berkata, “Kami ingin mendengar dari anda mengenai maksud yang dikandung dari beberapa bagian dalam kitab ini.” al-Syadzily kaget mendengar permintaan itu. Merasa tidak pantas menjawab, al-Syadzily berkata, “Anda semua adalah orang-orang yang mendapat julukan Syaikh al-Islam dan para pembesar ulama zaman ini. Anda semua telah memberikan semua komentar anda, sungguh sudah tidak ada lagi bagi orang seperti ruang untuk mengomentarinya.”

      Mereka tetap mendesak al-Syadzily untuk memenuhi permintaan mereka itu. Mereka berkata, “Tidak begitu, justru kami tetap ingin mendengar komentar anda. Silakan berikan komentar anda.” Didesak begitu, al-Syadzily dengan memuji kepada Allah swt, memulai komentarnya. Di sela-sela al-Syadzily memberikan komentarnya, tiba-tiba syaikh Izz al-Din bin Abdul al-Salam menjerit dari dalam kemah dan kemudian keluar memanggil-manggil dengan suara yang keras, “Kemarilah! Kemarilah! Dengarkan semua apa yang dikatakan al-Syadzily. Ini adalah suatu perkataan yang begitu dekat dengan Allah.“

      “Semoga Allah swt menjadikan anda dan kami sebagai golongan orang-orang yang membenarkan wali Allah swt, dan meyakini karamah-karamah atas anugerah dan karunia-Nya.” Demikianlah doa Ibn Arabi dalam korespondensinya dengan Fakhr al-Din al-Razy, penulis tafsir Mafatih al-Ghayb.

      Sumber : howto

      1. terus terang aja, saya ga paham maksud penjelasan panjang lebar diatas ini….

        saya sih terserah bapak aja, mau ikut pendapatnya Imam Syafi’i dan gurunya Imam Malik atau pendapatnya Ibnu Arabi dan Al-Hallaj, yg jelas-jelas inti ajarannya (Ibnu Arabi) adalah berdasarkan teori wihdatul wujud (menyatunya makhluk dengan Tuhan) yang menghasilkan wihdatul adyan (kesatuan agama, tauhid maupun syirik) yg saat ini paham tsb dianut oleh orang-orang liberal…

        Selain itu, diantara ajaran-ajaran Ibnu Arabi adalah :

        1. Hamba adalah Tuhan. (Fushush Al-Hikam, 92-93 & Masra’ at-Tasaw­wuf, 75)

        2. Allah membutuhkan pertolongan makhluk (Fushush Al-Hikam, 58-59).

        3. Neraka adalah surga itu sendiri (Fushush Al-Hikam, 93-94)

        4. Allah membutuhkan pertolongan makhluk. (Fushush Al-Hikam, 58-59).

        5. Semua ini adalah Allah, tidak ada nabi/rasul atau malaikat. Allah adalah manusia besar (Fushush Al-Hikam, 48, Masra’ At-Tasawwuf, 38).

        6. Fir’aun adalah tuhan Musa. (Fushush Al-Hikam, 209 & Masra’ at-Tasawwuf, 122).

        Bahkan menurut pengakuan Ibnu Arabi, kitab Futuhat al-Makiyyah adalah Imla’ (didikte) langsung dari Allah kepadanya. Sementara itu Kitab Fushul Al-Hikam karangan Ibnu Arabi pula adalah pemberian langsung dari Rasulullah saw. kepadanya. (Ensyclopedi Britanica: 12/33). Padahal, jarak waktunya sangat jauh. Rasulullah wafat pada abad ke tujuh Masehi, sedang Ibnu Arabi hidup pada abad ke 13 Masehi.

        keyakinan-keyakinan yg seperti itulah yg membuat Ibnu Arabi dikafirkan oleh
        37 ulama pada zamannya dan dihukum mati di Damaskus.

        Begitu pula dengan Husen bin Manshur al-Hallaj penerus Ibnu Arabi yg dieksekusi (dihukum mati) di Baghdad karena memproklamirkan bahwa Allah bersatu dengan dirinya…

        Di antara ulama-ulama yang menghukumi Ibnu Arabi menjadi kafir, mulhid (sesat) atau murtad adalah:

        1. Ibnu Sayyid An-Nas (wafat 734H).
        2. Ibnu Daqieq Al- ‘Ied (w 702H).
        3. Ibnu Taimiyyah (w 728H).
        4. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi (w 751H).
        5. Qadhi ‘Iyyadh (w 744H).
        6. Al-‘Iraqi (w 826H).
        7. Ibnu hajar Al-‘Asqalani (w 852H).
        8. Alauddin al-Bukhari.
        9. Abu Zur’ah.
        10. Al-Udhd (w 757H).
        11. Al-Jurjani (w 814H).
        12. At-Taftazani (w 792H).
        13. Muhammad ibnu Ali bin Yaqub (w 814H).
        14. Abi Hayyan (w 654H).
        15. Taqiyuddin As-Subqi
        16. Isa Ibnu Mas’ud Az-Zawawi (w 743H).
        17. Ali Ibnu Yaqub Al-Bakri
        18. Al-Baalisi (w 829H).
        19. Ibnu Nuqas (w 763H).
        20. Ibnu Hisyam (w 761H).
        21. Syamsuddin Ibnu Muhammad Al-Aizari.
        22. Lisanuddin Ibnul Khatib (w 766H).
        23. Muhammad Ibnu Ahmad al-Bishati.
        24. Ibnu Khayyath (w 811H).
        25. Ismail Ibn Abi Bakri Al-Muqri (w 875H).
        26. Izzuddin Ibn Abdissalam (w 660H).
        27. Ibrahim Ibnu daud Al-‘Amidi (w 797H).
        28. Abu Bakar Ibnu ‘Ashim Al-Kinani.
        29. Sulaiman Ibnu Yusuf Al-Yusufi (w 739H).
        30. Ali Ibnu Abdillah Al-Ardabili (w 746H).
        31. Musa Ibnu Muhammad Al-Anshari (w 803H).
        32. Burhanuddin Al-Biqa’i (w 858H).
        33. Ibnu Khaldun (w 808H).
        34. An-Nawawi (w 676H).
        35. Az-Zahabi (w 748H).
        36. Al-Bulqini (w 805H).
        37. Al-Maushili.

        Dari nama mereka di atas ini, jelas mereka adalah merupakan imam-imam dunia dan merupakan panutan dari ummat Islam, dan mereka ini merupakan tokoh-tokoh ulama dari segala cabang ilmu islamy: ‘Aqidah, tasawwuf, Hadits, Ushul Fiqh, Sejarah ketatane­garaan, Sosiologi dan lain-lain.

    2. mereka buta karena hatinya dibutakan oleh Allah,sehingga menerapkan islam hanya sesuai dengan apa saja yang mereka yakini aja,,,banyak buku2 dikebiri demi kepentingan mereka aja….

  23. Kalau ente ngaku ahlusunnah contohlah bagaimana Rasulullah becanda. Kalau cuma klaim ente dan gank ente itu ahlusnnah tapi cara becanda saja gak ada tuntunannya, ya itu sih cuma kamuflase saja. Apalagi menisbatkan apa-apa yang gak pernah diucapkan oleh orang lain. Kalau mau membahas masalah Maulid dan Tahlilan sudah banyak kitab rujukan salafi dalam membantahnya. Tinggal baca saja. kalau mau dialog silahkan datang kepada kami. Berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal.

  24. Maaf, Copy paste yang terlalu banyak dan mengulang-ulang yang sudah pernah dikemukakan oleh yang lain tidak akan ditampilkan. dimohon pengertiannya. Sebelum komentar baca dulu persoalannya. Terimakasih atas penertiannya.

  25. Org wahabi suka memakai hujjah dari Imam syafi’i, pdhl amaliahnya banyak yg berbeda, contoh Imam Syafi,i pake Qunut subuh wahabi bilang Bid,ah, tarowih 23 rokaat wahabi bilang bid’ah dll. Sebenarnya ikut siapa si Abdul wahab apa salafushalih? 4 imam madzhab kan generasi(mujtahid) awal dan nasabnya jelas,… lah Muhammad bin abdul wahab kan jauuuuh sekitar th 1700. kakak dan bapaknya aja dimusuhi apalagi umat islam yg lain? masa orang yg tdk berbakti pd ortu dijadikan panutan,…. yg bener azza

    1. pelajari dulu deh Pak sejarah Syaikh Muhammad sebelum mengomentari tentang beliau, kalo cuma bilang si A begini, si B begitu tanpa ada sumber dan rujukannya atau tidak ada pembuktian ilmiahnya, saya rasa anak kecilpun juga bisa melakukannya….

      Soalnya sejauh ini yg saya tau dan yg pernah saya dengar dari orang yg ga suka dengan dakwah sunnah-nya Syaikh Muhammad adalah justru kakaknya lah yg memusuhi beliau atau dalam artian menentang dakwah beliau,
      makannya bapak ini suumbernya dari mana? koq bisa bilang “….kakak dan bapaknya aja dimusuhi…”?

      1. Akh Yusuf yang dirahmati Allah.
        “Sejauh yang akhi tau, yang pernah Akhi dengar” bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah dakwah sunnah ?

        Sesungguhnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah saudara-saudara muslim ku yang “berupaya” mengikuti Sunnah, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in namun pada kenyataannya mereka menyandarkan pada metode pemahaman (madzhab) Syaikh Ibnu Taimiyah semata.

        Kesimpulan kami (lihat hasil kajian di blog kami http://mutiarazuhud.wordpress), Syaikh Ibnu Taimiyah mempergunakan nama madzhab “generic” agar dikalangan muslim beranggapan sesuai dengan yang dimaksud sebagai “generasi terbaik”. Padahal sesungguhnya untuk “membungkus” nama Madzhab Taimiyah

        Bahkan Syaikh Ibnu Taimiyah menfatwakan sendiri bahwa madzhab beliau adalah pasti benar.

        “Barangsiapa mengingkari penisbatan kepada salaf dan mencelanya, maka perkataannya terbantah dan tertolak ‘karena tidak ada aib untuk orang-orang yang menampakkan madzab salaf dan bernisbat kepadanya bahkan hal itu wajib diterima menurut kesepakatan ulama, karena mazhab salaf itu pasti benar” [Majmu Fatawa 4/149]

        Oleh karena banyak fitnah atas metode pemahaman mereka maka saya sarankan bebaskanlah diri kita dari mereka.

        Jadi sudah saatnya kita merujuk (fanatik) kepada Al-Qur’an dan Hadits

        Sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 59 yang artinya:
        “Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.”

        Bebaskan akal dan hati kita untuk mempersiapkan menerima anugerah Al-hikmah dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang sebagaimana firman Nya yang artinya.

        “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (Al-Baqarah – 269)

        Kesimpulan:
        Sebaiknya tidak membatasi diri kita dengan terbatasnya atau sebatas anugerah al-hikmah yang diterima orang lain.

        Alhamdulillah, beberapa orang yang “keluar” dari metode pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah orang-orang yang membebaskan akal dan hati mereka dan kembali fanatik pada Al-Qur’an dan Hadits.

  26. Kaum salafiyyah / wahabi karena amarahnya melihat muslim bermaulid Nabi sering menyampaikan bahwa “Nabi Maupun Wali Adalah Manusia Biasa, Tidak Berhak Disembah! ”
    lihat contoh http://www.almanhaj.or.id/content/2709/slash/0

    Padahal kalimat sebaiknya adalah “Nabi maupun Wali adalah manusia, tidak berhak disembah”. Bukannya “Manusia Biasa” !. Keterlaluan

    Inilah keteledoran yang keluar secara natural.

    Kajian saya tentang salafiyyah bisa dilihat di
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/21/saudaraku-salafiyyah/

    1. Om ‘mutiarazuhud’ ini baru baca judulnya doank koq udah bisa berkomentar demikian ya? Saya juga bisa bilang bahwa ini juga merupakan keteledoran om sendiri dalam menilai suatu tulisan, padahal om sendiri belum membaca isinya dan hanya melihat judulnya saja. Bagaimana bisa? atau mungkin om mendapat bisikan gaib atau mendapatkan mimpi sehingga om mampu menilai suatu tulisan tanpa harus membaca isinya?

      Lagipula tidak ada yg salah dari judul “Nabi Maupun Wali Adalah Manusia Biasa, Tidak Berhak Disembah!” karena penggunaan struktur kalimatnya sudah tepat, kecuali jika judulnya “Nabi Maupun Wali Adalah Manusia Biasa.”, itu baru mungkin bisa menimbulakn kesalahpahaman dan kekeliruan.

      Perlu diketahui om, bahwa sesungguhnya Nabi dan Rasul itu pada hakikatnya adalah manusia biasa sama seperti kita yg sama-sama hamba Allah, adapun dalilnya ;
      “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Q.S Al-Kahfi : 110)

      “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang nashrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah, ‘Abdullah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’.” (H.R. Al-Bukhari (no.3445), at-Tirmidzi dalam Mukhtasharusy Syamaa-il al-Muhammadiyyah (no.284), Ahmad (I/23,24,47,55), ad-Darimi (II/320) dan yang lainnya dari Sahabat ‘Umar bin al-Khaththab)

      Maksud manusia biasa dalam konteks ini hanyalah sebatas pengertian manusia biasa yg tidak dapat menolak sedikitpun ketetapan dan kekuasaan Allah dan tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kehendak Allah, serta tidak mengetahui hal-hal yg gaib kecuali atas izin Allah. Manusia biasa yg seperti itulah yg dimaksud dalam artikel tsb.

      Di artikel tsb juga dijelaskan bukti-bukti bahwa Nabi hanyalah seorang hamba Allah seperti kita yg tidak mampu menolak kehendak dan kekuasaan Allah, seperti ;

      1. Nabi Nuh yg tidak dapat menolong istri dan anaknya yang diterjang banjir besar di hadapan beliau sendiri. Kemudian beliau mengadu kepada Allah tentang kejadian tersebut, namun ketetapan Allah tidak dapat dibatalkan oleh keinginan beliau.

      2. Nabi Ibrahim yg memohonkan ampun bagi bapaknya, namun Allah menolak permohonan ampun tsb karena bapaknya mati dalam keadaan kafir.

      3. Nabi Luth yg juga tidak dapat menghindarkan istrinya dari siksa Allah.

      4. Begitu juga dengan Rasulullah yg tidak mampu memberikan petunjuk kepada paman beliau Abu Thalib yg wafat dalam keadaan kafir, padahal beliau ingin sekali meng-islamkan pamannya tsb, akan tetapi Allah berkehendak lain.

      Jadi, alangkah baiknya jika Om membaca seluruh isi artikel tsb terlebih dahulu, baru kemudian berkomentar, agar tidak terjadi kesalahpahaman yg bisa menimbulkan fitnah…..

  27. Akh Yusuf yang dirahmati Allah.
    “Sejauh yang akhi tau, yang pernah Akhi dengar” bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah dakwah sunnah ?

    Sesungguhnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah saudara-saudara muslim ku yang “berupaya” mengikuti Sunnah, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in namun pada kenyataannya mereka menyandarkan pada metode pemahaman (madzhab) Syaikh Ibnu Taimiyah semata.

    Kesimpulan kami (lihat hasil kajian di blog kami http://mutiarazuhud.wordpress.com), Syaikh Ibnu Taimiyah mempergunakan nama madzhab “generic” agar dikalangan muslim beranggapan sesuai dengan yang dimaksud sebagai “generasi terbaik”. Padahal sesungguhnya untuk “membungkus” nama Madzhab Taimiyah

    Bahkan Syaikh Ibnu Taimiyah menfatwakan sendiri bahwa madzhab beliau adalah pasti benar.

    “Barangsiapa mengingkari penisbatan kepada salaf dan mencelanya, maka perkataannya terbantah dan tertolak ‘karena tidak ada aib untuk orang-orang yang menampakkan madzab salaf dan bernisbat kepadanya bahkan hal itu wajib diterima menurut kesepakatan ulama, karena mazhab salaf itu pasti benar” [Majmu Fatawa 4/149]

    Oleh karena banyak fitnah atas metode pemahaman mereka maka saya sarankan bebaskanlah diri kita dari mereka.

    Jadi sudah saatnya kita merujuk (fanatik) kepada Al-Qur’an dan Hadits

    Sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 59 yang artinya:
    “Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.”

    Bebaskan akal dan hati kita untuk mempersiapkan menerima anugerah Al-hikmah dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang sebagaimana firman Nya yang artinya.

    “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (Al-Baqarah – 269)

    Kesimpulan:
    Sebaiknya tidak membatasi diri kita dengan terbatasnya atau sebatas anugerah al-hikmah yang diterima orang lain.

    Alhamdulillah, beberapa orang yang “keluar” dari metode pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah orang-orang yang membebaskan akal dan hati mereka dan kembali fanatik pada Al-Qur’an dan Hadits.

    1. yaa kalo diliat secara akal pertanyaan saya begini aja deh, sebenarnya Om ‘mutiarazuhud’ ini kapasitasnya sbg apa ya? apakah ustadz, kiai, ulama, syaikh, atau imam? koq bisa-bisanya mengkritik seorang Syaikhul Islam tanpa ilmu seperti itu? sebandingkah ilmu Om dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah?

      Mengenai fatwa Ibnu Taimiyah yang berbunyi,
      “bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan manhaj Salaf dan menisbatkan dirinya kepada Salaf, bahkan wajib menerima yang demikian itu karena manhaj Salaf tidak lain kecuali kebenaran.” (Majmu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/149))

      Om bisa baca penjelasan saya tentang pengertian Salaf di komen saya diatas, karena fatwa tsb keluar terkait dengan pengertian ‘Salaf’ itu sendiri, jika kita tau dan paham apa itu Salaf, tentu kita akan berkata : “…benarlah apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah tsb…”, di komen saya itu juga saya jelaskan secara singkat dalam catatan kaki tentang siapa Ibnu Taimiyah itu….

      ‘mutiarazuhud’ berkata ;
      (Sebaiknya tidak membatasi diri kita dengan terbatasnya atau sebatas anugerah al-hikmah yang diterima orang lain.)
      (Alhamdulillah, beberapa orang yang “keluar” dari metode pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah orang-orang yang MEMBEBASKAN AKAL dan HATI MEREKA dan kembali fanatik pada Al-Qur’an dan Hadits)

      komentar saya :
      Wow….ini adalah perkataan-perkataan khas orang-orang liberal, sangking dibebaskannya akal, sampai-sampai Ahmadiyah-pun dibela mati-matian oleh mereka….

        1. lah…bagaimana bisa Om ‘mutiarazuhud’ ini mengkritisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah? wong…Om sendiri aja menyadari kalau ilmu Om itu masih belumlah seberapa…ini kan ga masuk akal namanya…

          1. Oo…
            rupanya Om ‘mutiarazuhud’ ini cuma copy-paste doank toh? saya kirain tulisan langsung dari Om sendiri,

            O iya, saya mo tanya ni, komen saya di blognya Om yg isinya pendapat para Imam dan Ulama tentang ajaran tasawuf koq ga ditampilin sih Om? sengaja ga ditampilin atau emang sengaja diapus? padahal bahasa saya sopan lho….

  28. @mutiara zuhud…..”Sebaiknya tidak membatasi diri kita dengan terbatasnya atau sebatas anugerah al-hikmah yang diterima orang lain.

    Alhamdulillah, beberapa orang yang “keluar” dari metode pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah orang-orang yang membebaskan akal dan hati mereka dan kembali fanatik pada Al-Qur’an dan Hadits”….
    Dalam statemen tersebut anda seolah olah menggambarkan Ibnu Tamiyah mempunyai suatu pemikiran yang menyimpang …sehingga harus dibebaskan.
    Apalah arti ilmu kita dibanding beliau , pemahaman beliau tentang Al quran dan hadist sudah dibuktikan , beda denngan pemahaman kita tentang Al Quran dan hadist yang masih terbatas.
    Ibnu Taimiyah termasuk manusia biasa yang punya kelebihan dan kekurangan , ambilah dari ilmunya yang luas yang bermanfaat buat umat.
    Dan tinggalkan bila ada kurang berkenan.
    Bukankah Allah swt saja membebaskan manusia untuk memilih menjadi beriman atau kafir ?
    Benar kata anda pakailah rujukan Al quran dan hadist, secara benar tapi tanpa hawa nafsu .
    Pada dasarnya ” Mahzab Ibnu Tammiyah ” sangat berhati hati dalam mengupas masalah aqidah umat….sehingga kadang kala disalah interpretasikan oleh segolongan kaum. Beliau berulang kali menganjurkan pada umat agar kembali kepada Alquran dan Hadist dengan pemahaman sahabat .
    menurut sejarah beliau selain orang yang berilmu tinggi, juga seorang mujahid dalam menghadapi bangsa Tar Tar …… Tanpa segan segan beliau mengangkat senjata , sementara yang lainnya ada yang cuma berpangku tangan.
    Kata kata syrik yang sering diucapkan oleh saudara saudara kita dari salaf……menurut saya hanya sebatas mengingatkan saja , bukan pemaksaan .
    Diterima insyallah , tidak diterima juga tak masalah.
    Karena sebagai sesama saudara dalam beragama , ada kewajiban untuk saling mengingatkan….wallahu alam.

  29. Sejujurnya anda juga harus dapat memisahkan apa yang anda katakan wahabbi dengan mengaitkan dengan keluarga kerajaan arab saudi.
    Dalam banyak komentar diatas seolah olah mengaitkan bahwa salaf = keluarga kerjaan arab saudi .
    Ingatkah anda pada peristiwa ” kudeta di Mekkah sekitar tahun 1970 an ” , dimana ada sebagian kalangan salaf yang “memberontak” terhadap tindak tanduk keluarga kerajaan ?

    Lupakan kita pada tokoh ” salaf ” osama bin laden yang berseberangan dengan keluarga kerajaan ??.
    Secara pribadi saya sangat tidak menyukai keluarga kerajaan arab saudi dengan segala tindak tanduknya mempersilahkan tanah haramain di duduki oleh Ameriki laknatulllah.
    Entah dengan tujuan mempertahankan kekuasaan mereka, atau alasan lain yang dibuat buat mereka berpelukan mesra dengan amriki.
    Dan kalau kita jujur , musuh musuh amreika tsb , hampir kebanyakan dari orang orang “salaf ” tersebut.
    Jadi lebih baik kita bersatu melawan musuh musuh Allah , dari pada kita saling menghujat ….

  30. salam kenal dr orang awam,

    Hadist qutsi :
    manusia itu pada dasarnya sesat kecuali yang di beri hidayah oleh Allah.

    saya pernah baca manakib, syeik Abd Qdr Jaelani(ahli tasauf) (memiliki kekayaan 1/4 kota Bagdad):

    Ajaran pertama,

    ada 3 perkara yang wajib di perhatikan oleh setiap mukmin, yaitu (1)Melaksanakan segala perintah Allah, (2) Menjauhkan diri dari segala yang haram(3) Ridho pada hukum-hukum atau Ketentuan Allah SWT … dst

    Ajaran yang ke-2
    Ikutilah dng ikhlas jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW, dan janganlah merubah jalan itu. Patuhlah kepada Allah dan jangan sekali-kali durhaka ..dst
    (Kunci Tasauf – Syaik Abd Qdr Jaelani, diterjemahkan dari buku asli Futuhul Ghaib, penerbit Husaini Bandung, Cet 1 Nov 1985)

    jadi tinggal pilih jalan(thoriqoh)yang mana, dari makna tasawuf yang sebenarnya tentunya mengikuti syariat.

  31. janganlah merasa bangga dengan sejumlah amalmu, sebab belum tentu diterima oleh Allah SWT, menurut keyakinan kita baik dan benar, akan tetapi dimata Allah itu adalah salah, menurut kita itu salah namun siapa tahu bahwa itu adalah yang dikehendaki oleh Allah SWT.

    janganlah Allah dipaksa oleh otak kita atau Janganlah Allah diharuskan mengikuti kita tapi seharusnya kitalah yang mengikuti apa yang dimaui oleh Allah, berbicara lah yang tidak menyakiti perasaan dan keyakinan orang lain sesungguhnya Allah maha tahu siapa yang lebih mendapatkan petunjuk, kita tidak bisa menegakkan syariah dengan cara menyakiti dan mencela orang lain.

  32. UNTUK SEMUA WAHABY…kalaulah hanya salafi yang ahli surga bagaimana nasib anak2 khawarij/syiah yang baik dan ahli ibadah ,sedang dlm mencari ilmu … kemudian ia mati saat mencari ilmu padahal ia sudah dewasa dan mengaku dirinya khawarij … kafirkah ???
    apakah artinya syahadat baginya ,,,
    apakah lebih baik seorang salafi yang setiap hari maksiat dri padanya

    1. 1. saya ingin balik tanya kepada ‘orang bodoh’ ini, apakah orang-orang seperti khawarij yg merupakan suatu kelompok yg suka mengkafirkan seorang muslim, memberontak terhadap pemerintah, mengkafirkan penguasa muslim, menghalalkan darah umat muslim, melakukan aksi teror dengan ngebom sana ngebom sini, bahkan yg lebih tercela lagi adalah mengkafirkan dan membunuh Sahabat Ustman dan Ali itu dikatakan baik?

      2. apakah orang-orang yang mengkafiirkan sebagian besar Sahabat seperti Syiah ini dikatakan baik?
      tolong jawab pertanyaan2 saya itu dengan akalmu wahai ‘orang bodoh’……

      3. Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa kecuali syirik dan akan kekal ia di neraka jika sampai ajal menjemputnya ia tidak taubat dari dosa syiriknya itu.
      tertibnya adalah sebagai berikut ;

      Pertama, Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,

      ????? ?????? ??? ???????? ??? ???????? ???? ?????????? ??? ????? ?????? ????? ???????

      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehndaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 48 dan 116)

      Kedua, Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang berbuat syirik. Allah ta’ala berfirman,

      ??????? ??? ???????? ???????? ?????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ??????????? ???????? ????? ?????????????? ???? ????????

      “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.” (QS. Al Maa’idah: 72)

      Ketiga, seorang musyrik akan kekal berada di dalam siksa neraka. Allah ta’ala berfirman,

      ????? ????????? ???????? ???? ?????? ?????????? ???????????????? ??? ????? ????????? ?????????? ?????? ?????????? ???? ????? ????????????

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan.” (QS. Al Bayyinah: 6)

      Keempat, dosa kesyirikan akan menghapuskan semua pahala amal shalih, betapapun banyak amal tersebut. Allah ta’ala berfirman,

      ???????? ??????? ???????? ??????? ????????? ???? ???????? ?????? ?????????? ????????????? ???????? ?????????????? ???? ?????????????

      “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Jika kamu berbuat syirik maka pastilah seluruh amalmu akan lenyap terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

      Kelima, syirik adalah kezhaliman yang paling zalim. Allah ta’ala berfirman,

      ?????? ????? ????????? ????????? ?????? ???????? ??? ??????? ??? ???????? ????????? ????? ????????? ???????? ???????

      “Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)

      Maka dari itu, dakwah para Nabi dan Rasul dari zaman ke zaman adalah dakwah tauhid karena tauhid adalah lawan dari syirik.

  33. Apakah Alloh mengingkari syahadat orang2 selain Wahabi padahal untuk menjadi islam seseorang harus bersyahadat … bukan mengaku menjadi salafi …gtu kn …
    kalau seseorang nasrani di tengah laut mendapat hidayah … ia bersyahadat menjadi islam dan ternyata lalu mati … bukankah dia menjadi muslim tanpa mengaku salafi,muhammadiyah,khawarij,syiah ,atau yang lain
    berbaiklah dalam berdakwah … dan gunakan kata 2 baik dan menenangkan … dan jangan menyulut api di hati orang2 lemah …

  34. Betul, si mualaf tadi insya Alloh akan masuk surga, asalkan :
    A. Dia memahami betul makna syahadat,
    1.La ilaha illalloh, Tidak ada yang berhak di ibadahi kecuali Alloh SWT, artinya dia tidak akan melakukan ibadah pada kuburan, tawasul pada mayit orang sholeh, pergi ke kuburan habaib membisikkan pada kuburan, dll kesyirikan.
    2. Muhammadarrosullulloh, Muhammad adalah Rasululloh/ utusan Alloh, segala ibadah mengikuti aturan Muhammad SAW, bukan mengikuti ibadah baru bikinan kyai, habib, dan semisalnya, seperti sholawat Nariyah (nar=neraka, sholawat pengantar ke neraka), sholawat badar, atau tahlilan hari ke 1,7,40,100,1000,haul, yang jelas-jelas ajaran hindu. Intinya jangan mengikuti perkara baru/ new development dalam ibadah/bidah.

    B. Memahami Alquran dan Hadist menurut pemahaman sahabat, bukan pemahaman imam2 tasawuf melalui mimpi mereka, atau pemahaman liberal dengan akal mereka.

    Ngga perlu mengaku salaf juga Insya Alloh MASUK SORGA.
    wallohualam bisowab.

    1. kalau ngga mau ikut memuji kemuliaan nabi ya ngga usah memvonis karena memuji nabi orang bisa masuk neraka. kita bukan menyembah kok,… memuji kan beda.
      di qur’an aja tidak pernah sekali pun Allah memanggil Rasulullah dengan nama beliau langsung. masa kita ummatnya mau kurang ajar.
      mas,… mas,… kayak anda aj yang punya surga-neraka.

  35. @For Yusuf Ibrahim

    Banyak bicara jadi “keseleo” kan ……Emang ada NU Muhaimin dan NU Gus Dur ?….ABSOLUTELY gak ada…..
    Lebih baik ngurusin sholat, zakat, puasa nnnn haji masing2..udah bner belum…
    ngomentarin para “alim begini begitu. emang ilmu anda lebih tinggi dari beliau2 ?

    1. memangnya bapak tidak tau kalo kubu NU terpecah? di berita-berita dan koran-koran kan ada semua pak….
      NU-nya sih tetap satu, tapi kubunya itulah yg terpecah antara kubu gus dur dengan kubu muhaimin, akan tetapi yg diakui oleh pemerintah adalah kubu muhaimin….
      waalahu ‘alam….

      ‘endrayana’ berkata ;
      (Lebih baik ngurusin sholat, zakat, puasa nnnn haji masing2..udah bner belum)

      komentar saya ;
      iya..iya….memang bantahan-bantahan seperti itu sangat mudah sekali, siapapun bisa, akan tetapi kenapa perkataan itu hanya ditujukan kepada saya? kenapa perkataan tsb tidak ditujukan kepada pemilik blog ini yg jelas-jelas secara terang-terangan memfitnah dan menjelek-jelekan dengan sedemikian rupa dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab?
      kenapa juga perkataan bapak itu tidak ditujukan kepada ‘mutiarazuhud’ yg di dalam komen-nya disini sangat jelas menentang, menolak dan mengkritisi seorang ulama besar seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah? kenapa perkataan bapak itu HANYA ditujukan kepada saya? kenapa? kenapa? kenapa?
      apakah karena saya disini mewakili Salafi? apakah karena saya disini mewwakili dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab?

      Janganlah melihat siapa yg menyampaikan, akan tetapi lihatlah apa yg disampaikan…..

      ‘endrayana berkata ;
      (ngomentarin para “alim begini begitu. emang ilmu anda lebih tinggi dari beliau2?)

      Komentar saya ;
      sebaiknya pertanyaan itu ditujukan kepada ‘mutiarazuhud’, bukan kepada saya, karena dia (mutiarazuhud) dengan lantang mengkritisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah….

      1. O iya, saya ingin meminta maaf atas kekeliruan dan kesalahan saya yg telah mengatakan Nu terpecah, antara muhaimin dg gus dur,

        adapun yg saya maksud disitu adalah PKB yg terpecah, bukan NU, antara PKB gus dur dg PKB muhaimin….

        saya mohon maaf kepada saudara muslimku disini khususnya ‘endrayana’ atas kekeliruan saya mengatakan demikian….
        dan juga meminta ampun kepada Allah pastinya atas kekhilafan saya karena saya hanyalah seorang manusia biasa yg tidak akan pernah luput dari kesalahan dan dosa…

        saya rujuk dan saya menarik perkataan saya yg menyebutkan bahwa NU terpecah…

        Semoga Allah dan saudara muslimku disini memaafkan….

        waallahu ‘alam….

      2. ibnu taimiyah juga manusia biasa yang bisa saja keseleo,apalah artinya beliau dibandingkan 4 imam mazhab,imam al ghazali, syeh abdul qodir jaelani.Imam tanpa tanding versi wahabi,nyatanya banyak melakukan kesalahan dalam penafsiran…tobat,..tabat

  36. @For Yusuf Ibrahim
    Antum yg merasa banyak ilmu, hingga menantang orang untuk debat, sudah berapakah hadist yang anda hafal lengkap dengan sanadnya sampai ke Rosulullah SAW, sudahkah anda tiap kali ke WC baca do’a, becermin baca do’a? berpakaian baca do’a? naik kendaraan baca do’a? jika ada petir anda baca do’a? Sudahkah antum hafal do’a-do’a tsb? Janganlah kita sepotong-sepotong dalam menerjemahkan ayat dan hadist Rosulullah SAW,serta perkataan dan pendapat para ulama krn akan menyesatkan banyak orang. Sudah brp roka’at sholatkah yang mampu kita kerjakan dalam sehari semalam, puasa dan ibadah yang lainnya untuk memperoleh keredhoan Allah SWT, sehingga dengan sombongnya antum menyalahkan pendapat beberapa ulama… Ingat syaitan dulunya adalah makhluk yang ahli ibadah, namun krn sifat sombong menyebabkan Allah murka kepada syaithon tsb. Kita masuk syurga adalah bukan karena ibdah kita, namun karena Rohmat dan Redho Allah SWT. Wallahua’lam bi showab……

    1. siapa yg menantang orang untuk berdebat? saya disini hanya ingin mengkaji ilmu, sekedar sharing, bahkan tidak ada maksud untuk menggurui…
      saya berbicara disini bukan berarti anda semua yg ada disini harus ikut saya, tentu tidak seperti itu ! saya hanya ingin sekedar diskusi ilmiah saja, tidak lebih ! toh…saya disini juga masih dalam rangka belajar koq….

      ‘muqim’ berkata ;
      (Janganlah kita sepotong-sepotong dalam menerjemahkan ayat dan hadist Rosulullah SAW,serta perkataan dan pendapat para ulama krn akan menyesatkan banyak orang)

      komentar saya ;
      pada kalimat mana saya memotong-motong ayat dan hadits serta perkataan ulama? coba tunjukan kepada saya buktinya ! saya harap anda tidak menuduh saya sembarangan….

      ‘muqim’ berkata ;
      (sudah berapakah hadist yang anda hafal lengkap dengan sanadnya sampai ke Rosulullah SAW? sudahkah anda tiap kali ke WC baca do’a, becermin baca do’a? berpakaian baca do’a? naik kendaraan baca do’a? jika ada petir anda baca do’a? Sudahkah antum hafal do’a-do’a tsb?)

      komentar saya ;
      kenapa pertanyaan itu hanya ditujukan kepada saya? kenapa pertanyaan tsb tidak ditujukan kepada pemilik blog ini (ummati) yg jelas-jelas secara terang-terangan menuduh dan menjelek-jelekan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan sedemikian rupa?
      kenapa juga pertanyaan bapak itu tidak ditujukan kepada ‘mutiarazuhud’ yg di dalam komen-nya disini sangat jelas menentang, menolak dan mengkritisi seorang ulama besar seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah? kenapa pertanyaan bapak itu HANYA ditujukan kepada saya?
      apakah karena saya disini mewakili Salafi? apakah karena saya disini mewakili dakwahnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab?

      ‘muqim’ berkata ;
      (….sehingga dengan sombongnya antum menyalahkan pendapat beberapa ulama….)

      komentar saya ;
      coba tunjukan kepada saya ! di bagian mana dalam kalimat saya yg menggambarkan bahwa saya menyombongkan diri dengan menyalahkan pendapat ulama? ulama mana yg saya salah-salahkan? tolonglah, jangan asal ‘lempar’ tuduhan begitu saja….
      kenapa perkataan bapak itu tidak ditujukan kepada ‘mutiarazuhud’ yg jelas-jelas di dalam komen-nya, ia menggambarkan seolah-olah pemahaman seorang ulama besar macam Ibnu Taimiyah menyimpang dari ajaran Islam?

      1. Maaf, saya sudah lama tak berkunjung ke blog ini. Ternyata ada yang panggil-panggil nama saya dan menyatakan bahwa saya menyatakan seolah-olah Ibnu Taimiyah menyimpang dari ajaran Islam atau seolah-olah saya, menentang, menolak dan mengkritisi seorang ulama besar seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
        Saya tegaskan berulang-ulang bahwa saya tidak akan menilai pemahaman saudara-saudara muslimku yang lain atau bahkam memutuskan bahwa menyimpang, sesat ataupun kafir. Insyaallah tidak akan pernah.
        Saya hanya sekedar menyampaikan perbedaan pemahaman, keputusan sesungguhnya ada pada hati nurani para pembaca, merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits.
        Kalaupun ada tulisan di blog saya http://mutiarazuhud.wordpress.com yang menyatakan Ibnu Taimiyah sesat, menyimpang ataupun tobat, sudah saya sebutkan sumber yang menyatakan. Bagi saya pribadi tidak akan pernah menilai pemahaman orang lain karena saya sadar di hadapan Allah yang Maha Mengetahui, saya tersungkur sujud.

        Akh Yusuf Ibrahim ini ada sering bertanya di blog saya dan Insyaallah saya sudah berupaya menjelaskan kepada setiap pertanyaan pengunjung yang ditujukan kepada saya. Semoga Allah menganugerahkan pehamaman kepada beliau.

        Perbedaan ataupun perdebatan terjadi karena sebagian saudara-saudara muslim kita menggunakan standar keilmuan atau keilmiahan yang bersifat relatif berdasarkan keterbatasan kemampuan pemahaman.

        Padahal memahami agama, sesungguhnya adalah dengan menggunakan standar kebenaran (Al-Haq) hanya bisa diraih oleh “orang-orang yang berakal” atau Ulil Albab. Sebagaimana ketetapan yang Allah sampaikan dalam firmanNya yang artinya, “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al-Baqarah – 269).
        Perhatikan kalimat terakhir, “hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”
        Selengkapnya silahkan baca tulisan pada
        https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/05/07/ulil-albab/

        Sejatinya perbedaan itu tidak ada karena kebenaran (Al-Haq) itu satu, berasal dari Allah yang Maha Esa.

        Perbedaan pun kalau ada hanya berbeda tingkat pemahaman saja, namun kalau perbedaan padahal yang hakiki maka kemungkinan yang satu dalam kesesatan atau bukan dalam jalan yang lurus.
        Untuk itulah mari kita “kembali kepada Allah”.

        Firman Allah yang artinya,
        “Dan sesungguhnya kamu kembali menghadap Kami dengan sendirian seperti kamu Kami ciptakan pada awal mula kejadian. Dan pada saat itu kamu tinggalkan dibelakangmu apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu ….” (QS Al An’am 6: 94)

        “Mereka dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris, Kemudian Allah berfirman: “ Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sebagaimana Kami telah menciptakan kamu pada awal mula kejadian, bahkan kamu menyangka bahwa Kami tiada menetapkan janji bagi kamu” (QS Al Kahfi 18:48).

        Awal mula kita diciptakan yakni ketika bayi dalam kandungan ibu, yang bersih dan suci telah keadaan “menemui” Allah sebagaimana yang Allah sampaikan dalam firmanNya yang artinya,

        “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (QS- Al A’raf 7:172)

        Wassalam

      2. Ini dia yang saya tunggu:
        1. Kalau kang mase yusuf merasa sebagai manusia biasa dan bukan ulama yang kompeten, tentu terkena kewajiban untuk menjadi muqallid (mengikuti pendapat ulama) dan bukan menafsirkan ayat dan hadits dengan ilmu seadanya.

        2. (ada juga saya mas yg spendapat dg mereka) kalau kang mase merasa sependapat dengan ulama-ulama terdahulu kenapa sikap dan tindakan kang mase justru menentang ulama2 terdahulu? Apa kang mase fikir tradisi maulidan, shalawatan dan zikir jamaah yang telah terbentang dari Hadramaut, Jazirah Arab, Misyur, Malaka, Samudera pasai, Jawa, hingga ujung Makasar ini cuma akal2an orang sekarang?

        3. Mengenai kuburan di dalam masjid sepertinya kang mase memang kehabisan argument, tidak sanggup membantah keadaan Nabawi. Perlu diketahui, para Wahabbi hampir-hampir saja membongkar Kuburan Rasul di Nabawi, kalau saja tidak mendapat gelombang protes dan kemarahan umat islam dunia saat itu. Seperti itu orang-orang yang anda ikuti? Anda Rela Kuburan Rasulullah dibongkar cuma demi pendapat satu pihak?

        4. Itu cuma satu ayat mas. Zaman ini terlalu banyak ayat yang ditasfsirkan sekenanya dengan pemahaman seadanya. Di sini kang mase sendiri nyata2 tidak memahami ayat itu, dan mengulang2 itu “kesepakatan ulama”, ini namanya apalagi kalau bukan TAQLID?

        5. Seperti saya katakana: Bid’ah paling bid’ah adalah membagi bid’ah menjadi menurut bahasa dan syariat. Ga ada fungsi apa-apa selain untuk mengalihkan perhatian dari inti utama, akal-akalan kaum wahabbi dalam diskusi ketika mereka kehabisan argumen yang kuat.

        6. (pembukuan Al-Quran dan Hadits hanyalah bid’ah menurut bahasa saja); Adalah argumen dasar kaum Wahabbi “Kullu bid’atun Dholalah (tanpa pengecualian)”. Kok ada yang dikecualikan? Kang mase ini kok plin-plan ya? Kang mase tahu pembukuan al-qur’an sempat menimbulkan perdebatan di kalangan shahabat? Penerjemahan Al-qur’an ke bahasa lain pernah menimbulkan perdebatan juga, tapi semua itu toh jalan juga.

        7. Kalau juga tidak ada larangan mengatakan sayyidina di depan nama Rasulullah, maulidan dan shalawatan,… kenapa kang mase harus anti??

        Itulah mase,….
        Ketika faham adanya bid’ah-bidah yang bermanfaat baik dan tidak bisa ditolak keutamaannya tidak usahlah berkelit dengan berbagai dalih untuk menolak maulid Rasul dan shalawatan. Dari zaman para wali dan hingga kini tradisi itu terbukti keagungan syiarnya tak tertandingi apalagi cuma oleh dakwah kaum wahabbi yang menggunakan kekuasaan dan uang yang seharusnya milik umat islam sedunia.

        Kang mase saya maafkan, tapi. Tolak kaum anti muludan!!!

  37. @For Yusuf Ibrahim,
    Kalo antum merasa tersinggung dgn pendapat ana, ana mohon ma’af sebagai sesama orang yang masih sholat 5 waktu, mudah-mudahan hal ini tidak menjadi ganjalan di yaumul hisab nanti. Ana cuma saran kepada antum (mudah-mudahan antum terima), cobalah antum hadiri majelis-majelis ilmu selain yang skrg antum hadiri agar mjd luas pengetahuan yang antum miliki. Ana cuma saran, krn ana pun bukan orang yang berilmu, ana hanyalah orang yang masih sedikit sekali dalam usaha mencari ilmu.

    Jangan lupa ana minta maaf dan semoga antum memaafkan

    Syukron,
    Wal’Afwu minkum………

    1. tentu saya memaafkan dengan sepenuh hati pastinya pak, sebagai sesama muslim harus saling memaafkan, Allah saja Maha Pemaaf, masa’ saya yg merupakan hamba yg sangat kecil dihadapan-Nya tidak memaafkan?

      saya ‘respect’ kepada bapak ‘muqim’ ini, karena telah ‘gentle’ meminta maaf, akan tetapi alangkah sempurnanya (saran saya) jika bapak juga menarik perkataan bapak yg menuduh saya dengan sedemikian rupa tsb…

      saya menyarankan bapak untuk menarik perkataan bapak tsb tanpa ada maksud saya untuk mempermalukan bapak, melainkan untuk kemaslahatan bapak juga, karena perkataan bapak yg menuduh saya tanpa pembuktian tsb bukanlah suatu hal yg kecil dan bukan juga merupakan suatu perkara yg sepele yg bisa selesai hanya dengan meminta maaf saja, karena perkataan bapak tsb akan bapak pertanggung jawabkan sampai di akhirat nanti jika bapak tidak menarik ucapan bapak tsb, hal tsb berdasarkan firman Allah dan Sabda Rasullullah sbb ;

      “Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” (Q.S An-Nisa’ : 112)

      “Barangsiapa yg menuduh seorang muslim secara dusta, maka Allah akan menempatkannya di tanah lumpur neraka sehingga dia mencabut ucapannya.” (H.R Abu Dawud : 3597, Ahmad 11/70, al-Hakim dalam al-Mustadrak 11/27 dan beliau menshahihkannya)

      berdasarkan dalil diatas tsb, maka bisa terlihat bagaimana Islam mengatur adab dan akhlak manusia, salah satu bukti keutamaan dan kesempurnaan Islam dalam mengatur hajat hidup orang banyak….

      begitu juga saya, seandainya ada kata-kata saya yg salah atau keliru, ingatkan saja dan beritahu saya dimana letak kesalahan saya, jika memang benar ada yg salah, saya akan rujuk dan menarik perkataan saya…..kali aja saya khilaf, toh…saya juga manusia biasa…..

      saya juga ingin menyarankan kepada bapak untuk mencoba mengikuti kajian ilmiah Salaf, agar kita (ummat muslim) terdidik berbicara secara ilmiah dan bapak juga bisa langsung melihat dan mendengar sendiri, apakah benar kajian Salaf itu suka mengkafir-kafirkan seorang muslim, sehingga bapak tidak hanya mendengar ‘kabar burung’ dan isu-isu yg berkembang dari orang lain saja,

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila dia senantiasa menceritakan semua yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

      jika bapak kurang berkenan menghadiri langsung kajian ilmiah Salaf, bapak bisa download mp3 kajian ilmu tsb di situs kajian.net

      semoga bermanfaat…..

      1. Kalau mau memaafkan itu jangan pakai syarat macam-macam, kayak yahudi aja ente. Saudara Muqim mau meminta maaf untuk kesalahan yang masih samar, itu menunjukkan dia orang berakhlak mulia. Eh, ente malah minta syarat macam-macam. Emang ente orang Salafy Wahabi nggak dijari akhlak, maka belajarlah kepada guru-guru selain Salafy, nanti wawasan ente akan semakin luas dalam beragama Islam.

        Maaf agak kasar, semoga bisa mencambuk kesadran ente….

    2. gak akan nyambung apabila bicara dengan yang berbeda akidah dengan mengatakan Allah berada di arsy.Dasar akidahnya aja udah ngaco,apalagi yang lainnya.

  38. Ya, saya setuju dengan pertanyaan cerdas Mas Gondrong.
    Untuk Yusuf Ibrahim, anda harus faktual kalau bikin pernytaan, faktanya di kitab apa halaman berapa, seperti yang ditanyakan Mas Gondrong itu. Kalau gak ada fakta, itu namanya fitnah. Demikian Ysuf Ibrahim….

  39. Setelah saya baca komentar di blog bagus dan full fakta ini, saya menemukan seorang komentator yang memakai beberapa nama. Ini berdasar ciri-ciri gaya bahasa dan karakter tulisan. Tolong dicek Akhi Admin, antara kuldesak’87, Salaman, Yusuf Ibrahim adalah satu orang.

    Cara ngeceknya, masuklah ke dasbor, kemudian lihat di kolom komentar, tolong bandingkan apakah benar dugaan saya ini. Kalau salah saya mohon maaf kepada semuanya, khususnya kepada yang saya curigai tersebut. Hanya admin yang bisa membuktikannnya, tolonglah saya….

    1. iya, itu saya semua….
      terus masalahnya dimana mas?

      lagipula, apalah artinya sebuah ‘nickname’? toh…apa yg saya sampaikan di blog ini juga sama & apa yg saya suarakan disini juga sama, ga ada yg beda, cuma nickname-nya aja yg beda….

      lagipula admin ummati disini juga saya rasa udah tau…

      1. Sudah saya duga, pasti anda tidak merasa ada yang salah dengan perbuatan atas kepalsuan anda.

        Sadarilah anda telah berbuat kebohongan dengan nama anda. Seandainya anda memiliki kapasitas keilmuan sebagaimana Syeh Albani, anda akan berbuat seperti albani yang telah memalsukan kitab Adabul Mufradnya Imam Bukhari.

      2. menurut saya, membuat banyak ‘nickname’ di internet tidak bisa menjadi ukuran apakah orang tsb seorang pendusta atau tidak….

        kenapa saya tidak begitu mempermasalahkan ‘nickname’ ini? karena penggunaan ‘nickname’ yg banyak di ineternet saat ini bukannlah hal yg tercela karena saya yakin ga semua orang yg komen di blog-blog internet saat ini itu menggunakan nama asli semua….

        kecuali jika saya ditanya nama asli saya siapa, kemudian saya menjawab nama asli saya ‘A’, padahal nama asli saya adalah ‘B’, barulah saya telah melakukan kebohongan….

  40. cukup 2 pertanyaan dan 2 hal utk yusuf ibrahim:

    2 pertanyaan:
    1. makam nabi terletak persis di jantung masjid nabawi madinah.
    dari dalil anda,… bisa anda hitung berapa juta umat muslim yang shalatnya tidak sah?

    2. dalam qur’an perintah menunaikan haji adalah dengan berjalan kaki,…. kalau pun memakai kendaraan maka kendaraannya adalah unta kurus. dari dalil anda,…. berapa juta umat muslim yang haji-nya tidak sah karena memakai pesawat terbang yang bid’ah?

    2 hal.
    1. dari 2 pertanyaan itu silahkan datangkan ulama wahabbi paling jempolan untuk menjawabnya.
    2. aswaja tidak mengkafirkan orang atau membodoh2kan orang,… aswaja mengikuti pada orang yang ilmu-nya mumpuni. tapi belakangan ini terlalu banyak orang yang ilmu-nya spertiga matang ingin kata2nya diikuti sebagai ulama. anda termasuk di dalamnya 🙂

    1. 1. Bagaimana bisa sabda Rasulullah yg berbunyi :“Laknat Allah atas Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (H.R Al-Bukhari (no.435, 436, 3453, 3454, 4443, 4444, 5815, 5816) dan Muslim (no.531(22)) dari ‘Aisyah) dibantah dengan akal anda?

      2. Makam Rasulullah di masjid Nabawi itu tidak bisa dijadikan dasar atau dalil untuk membenarkan mendirikan masjid di kuburan atau sebaliknya…..

      3. Pada awalnya Rasulullah dimakamkan di kamar ‘Aisyah dirumahnya disebelah masjid, dipisahkan dengan tembok dan ada pintu yg beliau biasa keluar untuk menuju masjid.

      4. Sesungguhnya para Sahabat menguburkan Rasulullah dikamarnya. Mereka lakukan demikian supaya tidak ada seorangpun sesudah mereka yg menjadikan makam beliau sebagai masjid atau tempat ibadah, sebagaimana hadits dari ‘Aisyah,
      ‘Aisyah berkata : “Ketika Rasulullah sakit yg karenannya beliau meninggal, beliau bersabda ;
      “Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat peribadahan.”

      ‘Aisyah melanjutkan :
      “Seandainya bukan karena larangan itu tentu kuburan beliau sudah ditampakkan diatas permukaan tanah (berdampingan dengan kuburan para Sahabart di Baqi’). Hanya saja beliau khawatir akan dijadikan sebagai tempat ibadah.”
      (H.R Al-Bukhari (1330), Muslim (no.529(19),Abu Awanah (I/399) dan Ahmad (VI/80,121,255))

      5. Larangan shalat di masjid yg ada kuburannya atau di masjid yg dibangun diatas kubur mencakup semua masjid diseluruh dunia kecuali Masjid Nabawi, hal tsb karena Masjid Nabawi mempunyai keutamaan yg khusus yg tidak didapati di masjid-masjid lainnya kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha, berdasarkan sabda Rasulullah :

      “Shalat di Masjidku ini lebih utama 1000 kali daripada shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.” (H.R Muslim (no.1359) dari Sahabat Ibnu ‘Umar)

      6. Makam Rasulullah tidak berada di dalam masjid Nabawi, meskipun setelah itu masuk di dalamnya, karena makam beliau ada di dalam ruangan tersendiri yg terpisah dengan masjid, sehingga masjid tidak didirikan diatas makam. Karena itu tempat tsb dijaga dan dilapisi tiga dinding. Dinding-dinding itu berbentuk segitiga yg posisinya miring dengan arah kiblat, sedangkan rukun disisi utara, sehingga orang yang shalat tidak mengarah kesana karena bentuknya agak miring. (Lihat al-Qaulul Mufiid ‘alaa Kitaabit Tauhid (I/398-399) oleh Syaikh Ustaimin)

      7. Mengenai Haji menggunakan pesawat, itu bukanlah termasuk bid’ah sesat yg dimaksud dalam sabda Rasulullah, adapun pesawat, mobil, telepon, motor, speaker, tv, radio, lampu dll, itu semua adalah bid’ah menurut perngertian secara bahasa saja, bukan termasuk bid’ah pengertian secara istilah….karena bid’ah secara bahasa adalah sesuatu yang baru yg diciptakan tanpa ada contoh sebelumnya….

      8. Adapun bid’ah yg sesat itu adalah perkara-perkara baru yg diada-adakan dalam hal beribadah kepada Allah, karena yg namanya ibadah itu sudah ada ketentuan, ketetapan, sifat dan cara pelaksanaannya seperti puasa, shalat, zakat, haji, dzikir, adzan, berdo’a dll.
      Jadi bid’ah sesat yg terdapat di dalam sabda Rasulullah itu adalah sebatas bid’ah dalam urusan beribadah kepada Allah saja, sedangkan perkembangan teknologi kaitannya adalah dengan muamalah sesuai dengan perkembangan zaman, selagi tidak ada larangannya, kita boleh bermuamalah sebaik-baiknya, berbeda dengan hal ibadah, kita tidak boleh melakukan ibadah kecuali ada perintahnya….

      Adapun yg termasuk muamalah contohnya seperti riba, zina, berdagang, bergunjing, memfitnah, mengejek dll, kesemuanya itu telah ada ketetapan-ketetapan mengenai larangan-larangannya sehingga kita (umat muslim) bisa mengetahui batas-batas dalam bermuamalah….
      maka, kita harus bisa bedakan antara kaidah ibadah dengan muamalah dan harus bisa bedakan pula, mana yg termasuk urusan ibadah dan mana yg termasuk urusan muamalah…..

      1. 1. maaf pak yusuf,…telaah dulu bahasa arabnya. mengecualikan dengan tanpa ada dasar-nya juga bid’ah, tunjukan hadits yang mengecualikan masjid nabawi.

        2. coba pak yusuf periksa di dalam al-quran tentng perintah haji. tegas sekali kata2 memerintahkan haji dengan jalan kaki atau naik unta kurus. jangan karena pengin ringan dan enak trus ayat itu diterjemahkan seenaknya boleh pakai kendaraan lain. tunjukan ayat yang membolehkan haji memakai kendaraan lain!

        bukankah menurut pak yusuf “kullu bid’atun dolalah”, kullu = semua.

        naaah,.. pak yusuf mulai sedikit cerdas.. tu artinya pemahaman terhadap al-quran tidak bisa linear, tidak bisa text book.

      2. tetep aja,.. mau disekat juga kan di dalam masjid. pak yusuf pernah ke sana? kalau ada roti dalam sebuah kardus,.. roti itu dimasukan dalam kotak kecil.

        apakah dikatakan : roti itu dalam kotak kecil,.. dan tidak berada dalam kardus?

        ponakan saya yang berumur 7 tahun juga tau kalau roti itu ada dalam kotak dan dalam kardus.

      3. bedakan juga : naik pesawat ke hongkong –> muamalah.

        naik pesawat untuk haji —> naik pesawatnya ibadah.

        begitulah watak wahabbi,…

    2. Boz,,,surga Allah tar sepi kalo semuanya dikatakan sesat ama wahabi,,tar yang masuk surga cuma orang2 wahabi aja,padahal mereka adalah minoritas yang penganutnya cuma segelintir orang aja.Lebih baik berpegangan kepada Ulama dan guru2 kita yang ASWAJA.Karena golongan mereka hanyalah duri dalam daging bagi umat muslim

  41. @yusuf ibrahim

    assalam….

    antum menuliskan di atas….

    Di antara ulama-ulama yang menghukumi Ibnu Arabi menjadi kafir, mulhid (sesat) atau murtad adalah:

    1. Ibnu Sayyid An-Nas (wafat 734H).
    2. Ibnu Daqieq Al- ‘Ied (w 702H).
    3. Ibnu Taimiyyah (w 728H).
    4. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi (w 751H).
    5. Qadhi ‘Iyyadh (w 744H).
    6. Al-’Iraqi (w 826H).
    7. Ibnu hajar Al-’Asqalani (w 852H).
    8. Alauddin al-Bukhari.
    9. Abu Zur’ah.
    10. Al-Udhd (w 757H).
    11. Al-Jurjani (w 814H).
    12. At-Taftazani (w 792H).
    13. Muhammad ibnu Ali bin Yaqub (w 814H).
    14. Abi Hayyan (w 654H).
    15. Taqiyuddin As-Subqi
    16. Isa Ibnu Mas’ud Az-Zawawi (w 743H).
    17. Ali Ibnu Yaqub Al-Bakri
    18. Al-Baalisi (w 829H).
    19. Ibnu Nuqas (w 763H).
    20. Ibnu Hisyam (w 761H).
    21. Syamsuddin Ibnu Muhammad Al-Aizari.
    22. Lisanuddin Ibnul Khatib (w 766H).
    23. Muhammad Ibnu Ahmad al-Bishati.
    24. Ibnu Khayyath (w 811H).
    25. Ismail Ibn Abi Bakri Al-Muqri (w 875H).
    26. Izzuddin Ibn Abdissalam (w 660H).
    27. Ibrahim Ibnu daud Al-’Amidi (w 797H).
    28. Abu Bakar Ibnu ‘Ashim Al-Kinani.
    29. Sulaiman Ibnu Yusuf Al-Yusufi (w 739H).
    30. Ali Ibnu Abdillah Al-Ardabili (w 746H).
    31. Musa Ibnu Muhammad Al-Anshari (w 803H).
    32. Burhanuddin Al-Biqa’i (w 858H).
    33. Ibnu Khaldun (w 808H).
    34. An-Nawawi (w 676H).
    35. Az-Zahabi (w 748H).
    36. Al-Bulqini (w 805H).
    37. Al-Maushili.

    ane mo tanya tolong sebutkan di kitab mana pendapat ulama2 di atas menyebutkan seperti itu…tolong berikut halamannya…
    contoh..ulama a,dikitab….hal…mengatakan…,ulama b,dikitab…hal…pendapatnya….dst

    tolong antum sebutkan ya..krn ada jg di web lain.. yg seperti antum tulis tanpa menyebutkan di kitab mana itu semua….

    wassalam….

    1. kalo memang bang gondrong ini ingin tau sumber-sumbernya, untuk saat ini saya belum bisa menyebutkan karena memang belum sampai kabar kepada saya apakah mereka (para ulama) mengkafirkan ibnu arabi dalam bentuk kitab atau dalam bentuk fatwa, mungkin saya salah dan saya minta maaf karena saya tidak (mampu) mengabarkan secara lengkap kepada umat muslim disini….
      tp Insya Allah, jika sampai kabar kepada saya sumber-sumber yg bang gondrong tanyakan, akan saya jabarkan…
      untuk saat ini, mungkin saya ingin menarik kata-kata saya perihal ulama-ulama yg mengkafirkan ibnu arabi tsb….

      akan tetapi, terlepas dari permasalahan mengenai ulama yg mengkafirkan ibnu arabi tsb, tentu kita (umat muslim) bisa melihat apa yg dikatakan ibnu arabi dalam kitabnya, sebagai umat muslim tentu kita bisa menilai apakah pemahaman ibnu arabi itu sesuai dengan ajaran Islam atau tidak…

      seperti perkataannya dalam kitabnya Al Futuhat Al Makkiyah (seperti yang dinukilkan oleh DR. Taqiyuddin Al Hilali dalam kitabnya Al Hadiyyatul Haadiyah hal. 43) dia (ibnu arabi) menyatakan :

      “Hamba adalah tuhan dan tuhan adalah hamba
      duhai gerangan, siapakah yang diberi tugas (melaksanakan syariat)?
      Jika kau katakan: hamba, maka dia adalah tuhan
      Atau kau katakan: tuhan, maka mana mungkin tuhan diberi tugas?!”

      Dan dalam kitabnya yang lain Fushushul Hikam (hal.192), dia (ibnu arabi) ngelindur: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembah anak sapi, tidak lain yang mereka sembah kecuali Allah.”

      Dalam kitabnya tsb dia juga mengatakan bahwa Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lah yang memberikan padanya kitab ini, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Bawalah dan sebarkanlah kitab ini pada manusia agar mereka mengambil manfaat darinya”, kemudian Ibnu ‘Arabi berkata: “Maka aku pun (segera) mewujudkan keinginan (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) itu seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tentukan padaku tidak lebih dan tidak kurang.” Kemudian Ibnu ‘Arabi berkata:

      “(Kitab ini) dari Allah, maka dengarkanlah!
      dan kepada Allah kembalilah!”
      (Fushushul Hikam, dengan perantaraan kitab Hadzihi Hiya Ash Shufiyyah hal. 19)

      waalahu ‘alam…..

      1. Wahai Yusuf Ibrahim, ente dikibuli oleh guru-guru Salafy kok manut aja sih…? Sedikit kritislah sama sesuatu yang tak masuk akal, cari info yang lain yang memiliki fakta lebih kuat. Oke….?

        Inilah Klarifikasi Tentang Syaikh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi

        Mukaddimah

        Setelah mengikuti diskusi di MyQuran tentang Ibnu ‘Arabi dan kontroversi seputar tokoh itu, saya menjadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut siapa sebenarnya tokoh yang banyak diperbincangkan ini. Saya langsung membuka perpustakaan digital di laptop saya, Maktabah Syamilah versi 3.28.

        Setelah saya ketik nama Ibnu ‘Arabi di daftar nama kitab, saya langsung dibawa ke sebuah folder berisi kitab-kitab yang berkaitan dengan Ibnu ‘Arabi dalam sebuah rak khusus. Ada beberapa nama kitab tertera di situ, di antaranya adalah Al-Futuhat Al-Makkiyah karya terbesar Ibnu ‘Arabi yang banyak dijadikan rujukan dalam penilaian terhadap tokoh besar ini. Ada juga kitab bernama Ar-Radd ‘Ala Ibni ‘Arabi (Sanggahan Terhadap Ibnu ‘Arabi) karya Ibnu Taimiyah.

        Ada juga sebuah kitab bernama Tanbiat Al-Ghabiy Bi Tabriat Ibn ‘Arabi (Info Buat Orang Tolol Tentang Bersihnya Ibnu ‘Arabi) karya imam besar ahli hadis dan tafsir, Jalaluddin As-Suyuthi. Yang menjadi perhatian saya adalah kitab terakhir ini. Di samping ukurannya kecil (sekitar 16 halaman) juga judulnya yang unik.

        Setelah saya baca, pada kata pengantar penerbit disebutkan bahwa kitab itu sengaja ditulis untuk membantah kitab berjudul Tanbiat Al-Ghabiy Bi Takfir Ibn ‘Arabi (Info Buat Orang Tolol Tentang Kafirnya Ibnu ‘Arabi) karya Burhanuddin Al-Biqa’i.

        Pandangan Ulama Terhadap Ibnu ‘Arabi

        Secara ringkas, Imam As-Suyuthi membagi para ulama menjadi beberapa kelompok dalam menyikapi Ibnu ‘Arabi:

        Kelompok pertama, mengatakan bahwa Ibnu ‘Arabi adalah wali. Di antaranya adalah Tajuddin bin ‘Atha’illah, ulama dari kalangan Mazhab Maliki dan Syaikh Afifuddin Al-Yafii dari kalangan Mazhab Syafii.

        Kelompok kedua, menganggap bahwa Ibnu ‘Arabi adalah sesat. Pendapat ini diambil oleh sebagian besar para ahli fikih.

        Kelompok ketiga, menyatakan ragu terhadap perkara Ibnu ‘Arabi. Di antaranya adalah Adz-Dzahabi dalam Al-Mizan.

        Adapun Izzuddin bin Abdissalam, semula beliau mengingkari Ibnu ‘Arabi, kemudian setelah berjumpa langsung, beliau berbalik memuji dan menganggapnya wali.

        Dalam kitab Lathaiful Minan karangan Tajuddin bin Atha’illah disebutkan bahwa Syaikh Izzuddin bin Abdissalam semula mengikuti pendapat ahli fikih, yaitu segera mengingkari kaum sufi. Kemudian ketika Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili pulang dari haji, beliau mendatangi Syaikh Izzuddin sebelum memasuki rumahnya, lalu menyampaikan salam dari Rasulullah SAW untuknya. Sejak saat itu, Syaikh Izzuddin menjadi lunak lalu mengikuti majelis Asy-Syadzili. Sejak saat itu pula, beliau selalu memuji-muji kaum sufi setelah memahami metode mereka dengan sebenar-benarnya.

        Imam As-Suyuthi berkata:

        “Syaikh kami, Syaikhul Islam Al-Mujtahid Syarafuddin Al-Manawi juga pernah ditanya tentang Ibnu ‘Arabi, beliau menjawab yang intinya bahwa diam lebih selamat, ini pendapat yang paling layak bagi seseorang yang ingin menyelamatkan dirinya.”

        Kemudian beliau menukil salah satu perkataan yang dinisbatkan kepada Ibnu ‘Arabi, “Kami adalah kaum yang (siapapun) diharamkan menelaah kitab-kitab kami.”

        Hal itu dikarenakan kaum sufi sering menggunakan istilah-istilah khusus yang hanya dapat dipahami oleh orang yang sudah terjun ke dalam dunia mereka. Istilah-istilah itu jika dipahami secara literal atau tekstual akan membawa kepada pemahaman keliru yang dapat mengakibatkan kekufuran. Hal itu disampaikan oleh Imam Al-Ghazali dalam beberapa kitabnya, sebagaimana dinukil oleh As-Suyuthi, beliau berkata, “(Perkataan-perkataan mereka) itu menyerupai (ayat-ayat) mutasyabihat dalam Al-Quran dan sunnah. Barangsiapa memahaminya secara literal (zhohir) dia kafir. Ia memiliki makna-makna khusus yang berbeda dengan makna yang dipahami oleh orang biasa. Barangsiap memahami kata wajah, yad (tangan), ain (mata) dan istiwa (bersemayam) sebagaimana makna yang selama ini diketahui, ia kafir secara pasti.”

        Lalu bagaimana seharusnya menyikapi kitab-kitab karangan Ibnu ‘Arabi?

        Pertanyaan ini sangat perting untuk dijawab mengingat banyaknya orang yang menghukumi Ibnu ‘Arabi hanya berdasarkan kitab-kitab yang konon adalah karangan beliau.

        Imam As-Suyuthi menjawab:

        Pertama, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa kitab itu adalah karangan Ibnu ‘Arabi. Cara ini tidak mungkin lagi dilakukan karena tak ada bukti yang kuat bahwa kitab-kitab itu adalah asli karangan Ibnu ‘Arabi, meskipun kitab-kitab itu sudah sangat populer di masyarakat, karena popularitas di zaman ini tidak cukup. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perkataan itu benar-benar berasal dari penulis sendiri. Selain itu juga agar dipastikan tidak ada sisipan penambahan atau pengurangan yang tidak ilmiah yang bertendensi untuk menciptakan citra buruk terhadap penulisnya, karena ada indikasi kuat bahwa kitab-kitab karangan beliau sengaja disisipi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

        Kedua, istilah-istilah di dalamnya harus dipahami sesuai dengan maksud penulisnya. Cara ini juga tidak mungkin dilakukan, karena di dalamnya berisi hal-hal yang berkaitan dengan hati yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

        Sebagian ahli fikih pernah bertanya kepada sebagian kaum sufi, “Apa yang mendorong kalian menggunakan istilah-istilah yang secara literal mengundang rasa risih di hati?”. Mereka menjawab, “Sebagai bentuk rasa kecemburuan kami terhadap metode kami, agar orang-orang yang bukan dari golongan kami tidak dapat mengaku-ngaku bahwa mereka dari golongan kami dan supaya orang yang bukan ahlinya tidak masuk ke dalam golongan kami.”

        Siapapun yang membaca atau mendengarkan isi kitab-kitab karangan Ibnu ‘Arabi pasti akan menyarankan bagi dirinya sendiri, terlebih orang lain, untuk tidak membacanya karena hanya akan membahayakan diri mereka sendiri dan kaum muslimin secara umum, terutama mereka yang masih dangkal pengetahuannya tentang ilmu syariat dan ilmu-ilmu zhohir lainnya. Mereka dapat tersesat dan menyesatkan. Bahkan, sekalipun yang membacanya adalah seseorang yang ‘arif dan ‘alim, mereka takkan mau mengajarkannya kepada murid-murid mereka, karena ilmu mereka tak bisa dipahami dari kitab-kitab.

        Alangkah indahnya jawaban salah seorang wali ketika ia diminta oleh seseorang untuk membacakan kitab Taiat Ibn Al-Faridh, beliau menjawab, “Tinggalkan itu! Orang yang telah berlapar-lapar sebagaimana mereka berlapar-lapar, terjaga di malam hari sebagaimana mereka terjaga, ia akan melihat (mengetahui) apa yang mereka lihat.”

        Imam As-Suyuthi pernah ditanya tentang seorang pemuda yang menyuruh membakar kitab-kitab Ibnu ‘Arabi sambil mengatakan bahwa Ibnu ‘Arabi lebih kafir dari orang Yahudi, Nasrani dan kaum yang berkeyakinan bahwa Allah punya anak. Beliau menjawab, “Wajib bagi pemuda itu untuk bertaubat dan beristighfar serta tunduk dan kembali kepada Allah agar ia tidak termasuk orang yang memusuhi wali Allah, yang berarti telah mengumandangkan perang terhadap Allah.”

        Dalam hadis Qudsi, Rasulullah SAW pernah bersabda:

        ?? ???? ??? ?? ???? ?? ???????? ??? ????????? ??????

        “Sesungguhnya Allah telah berfirman: Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah mengumandangkan perang terhadapnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6134)

        Imam As-Suyuthi melanjutkan, “Jika ia tetap enggan bertaubat, cukuplah hukuman Allah baginya, tanpa hukuman dari makhluk. Apa kiranya yang akan diperbuat oleh hakim atau pihak yang berwajib? Inilah jawabanku mengenai masalah itu. Wallahu A’lam.”

        Banyak ulama yang memuji Ibnu ‘Arabi, di antaranya adalah Asy-Syaikh Al-’Arif Shafiyyuddin bin Abi Manshur dalam Risalah-nya, beliau berkata, “Aku telah melihat di Damaskus, seorang syaikh imam yang tiada duanya, seorang alim dan amil, namanya Muhyiddin Ibnu ‘Arabi, salah seorang pembesar ulama tarekat. Ia telah menggabungkan antara ilmu-ilmu Kasbi (ilmu yang didapatkan dari proses belajar) dan ilmu-ilmu Wahbi (ilmu yang didapatkan dari anugerah Allah secara langsung). Popularitasnya tak diragukan lagi. Karya-karyanya pun terlampau banyak. Jiwanya telah dipenuhi oleh tauhid, baik dari segi ilmu maupun akhlaknya.”

        Asy-Syaikh Abdul Ghaffar Al-Qushi berkata dalam kitabnya, Al-Wahid, “Syaikh Abdul ‘Aziz pernah bercerita bahwa di Damaskus terdapat seorang lelaki yang berjanji ingin melaknat Ibnu ‘Arabi setiap hari selepas Shalat Ashar sebanyak sepuluh kali. Setelah itu ia meninggal dunia. Ibnu ‘Arabi datang bersama kerumunan manusia untuk menjenguk jenazahnya, lalu pulang dan duduk di rumah salah seorang sahabatnya. Beliau lalu menghadap kiblat. Ketika waktu makan siang tiba, makanan dihidangkan untuk beliau, tapi beliau tak mau makan. Beliau masih terus berada dalam keadaan seperti itu dan melakukan shalat, hingga waktu makan malam tiba. Setelah itu beliau menoleh dengan wajah gembira, lalu meminta makanan itu. Ketika ditanya tentang yang baru saja diperbuat, beliau menjawab, “Aku berjanji kepada Allah untuk tidak makan dan tidak minum sampai Dia mau mengampuni dosa-dosa lelaki yang dulu melaknatku ini. Aku terus-menerus seperti itu sambil membaca kalimat La Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali. Akhirnya aku melihat lelaki itu, ia telah diampuni dosanya.”

        Salah seorang pelayan Syaikh Izzuddin bin Abdissalam pernah bertanya kepada beliau, “Bukankah tuan telah berjanji ingin mempertemukan saya dengan seorang wali?”. Syaikh Izzuddin menjawab, “Dialah wali itu.” Sambil menunjuk ke arah Ibnu ‘Arabi yang sedang duduk dalam majelis halaqohnya. Pelayan itu bertanya lagi, “Tuan, bukankah ia adalah orang yang selama ini anda ingkari?”. Syaikh tetap menjawab, “Dialah wali itu.” Beliau selalu mengulang-ulang jawaban itu setiap kali ditanya.

        Imam As-Suyuthi berkomentar, “Seandainya dia bukan wali, niscaya perkataan Syaikh Izzuddin itu pun tidak bertentangan, karena beliau pernah menilainya dari segi zhohirnya (yang tampak) saja demi menjaga keselamatan syariat. Sedangkan rahasia di balik itu, diserahkan kepada Allah. Dia yang berhak melakukan apa saja yang Dia kehendaki.”

        Oleh karena itu, para ulama jika menemukan hal-hal yang secara zhohir bertentangan dengan apa yang selama ini dipahami orang biasa, mereka mengingkari hal itu demi menjaga hati orang-orang yang lemah dan demi menjaga batas-batas syariat. Jadi mereka memberikan masing-masing orang haknya secara utuh.

        Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani menyebutkan dalam kitabnya, Inba Al-Ghumur Bi Akhbar Al-’Umur, nama-nama ulama yang memuji Ibnu ‘Arabi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

        1. Syaikh Badruddin bin Ahmad bin Syaikh Syarafuddin Muhammad bin Fakhruddin bin Ash-Shahib Bahauddin bin Hana (w. 788 H)
        2. Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Ibrahim bin Ya’qub, yang lebih dikenal dengan sebutan Syaikh Al-Wudhu’
        3. Abu Abdillah Muhammad bin Salamah At-Tuziri Al-Maghribi
        4. Syaikh Najmuddin Al-Bahi
        5. Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Ash-Shufi
        6. Syaikh Ismail bin Ibrahim Al-Jabaruti Az-Zubaidi
        7. Al-’Allamah Majduddin Asy-Syirazi
        8. Syaikh Alauddin Abul Hasan bin Salam Ad-Dimasyqi Asy-Syafii (w. 829 H)
        9. Qadhi Al-Qudhat Syamsuddin Al-Bisathi Al-Maliki.

        Mengenai nama terakhir ini, Ibnu Hajar menyebutkannya kisah menarik dalam peristiwa yang terjadi pada tahun 831 H. Suatu hari Ibnu Hajar pergi bersama Al-Bisathi menuju Syaikh Alauddin Al-Bukhari. Dalam perbincangan, mereka menyinggung nama Ibnu ‘Arabi. Syaikh Alauddin langsung menjelek-jelekkan Ibnu ‘Arabi dan mengkafirkan orang-orang yang meyakini isi kitabnya. Al-Bisathi menyanggah tuduhan Syaikh Alauddin dan membela Ibnu ‘Arabi, “Sebenarnya orang-orang mengingkari Ibnu ‘Arabi hanya karena berdasarkan kata-kata zhohir yang beliau ucapkan itu. Jika tidak, maka tak ada satu pun dari ucapannya itu yang patut untuk diingkari jika ia mau memahaminya sesuai dengan maksud penulisnya atau dengan sedikit takwil.” Demikian sanggahnya. Lalu Syaikh Alauddin mengajukan pengingkaran terhadap konsep Al-Wihdah Al-Muthlaqah ala Ibnu ‘Arabi. Al-Bisathi menjawab, “Apakah Anda tahu apa itu Al-Wihdah Al-Muthlaqah?”. Syaikh Alauddin marah besar mendengarnya dan bersumpah kalau pemerintah tidak mau menonaktifkan Al-Bisathi dari jabatannya sebagai Qadhi (hakim), ia sendiri yang akan mengusirnya dari Mesir.

        Syaikh Alauddin meminta sekretaris untuk mengajukan permasalahan ini kepada pemerintah. Hampir saja pemerintah mengabulkan permintaan itu dan mengangkat Asy-Syihab bin Taqi sebagai ganti Al-Bisathi. Namun kemudian majelis itu ternyata dibatalkan.

        Imam As-Suyuthi berkomentar, “Ini adalah salah satu berkah membela salah satu wali Allah.”

        Akhirnya Al-Bisathi meneruskan jabatannya dan tak seorang pun yang menonaktifkannya sampai beliau wafat setelah dua puluh satu hari sejak kejadian itu.

        Dan masih banyak lagi pujian dan sanjungan yang dilontarkan oleh para ulama kepada Ibnu ‘Arabi. Bagi yang ingin mengetahuinya lebih lanjut bisa membaca langsung kitab karangan Imam As-Suyuthi yang saya sebutkan di atas atau kitab-kitab tentang biografi Ibnu ‘Arabi.

        Penutup

        Pagi tadi (25 Mei 2010 M), selepas Shalat Shubuh di Jami Al-Buthi, saya bertanya langsung kepada Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (semoga Allah menjaga beliau), mengenai Ibnu ‘Arabi dan kontroversi seputar tokoh besar itu. Syaikh menjawab, “Beliau (Ibnu ‘Arabi) adalah Al-Imam Al-Akbar yang telah dicemarkan namanya. Kaum Bathiniyah dari kalangan Ismailiyah telah menyusupkan perkataan-perkataan bathil ke dalam kitab-kitab karangan beliau. Dan sekarang kaum Wahabi sering mengkafirkan beliau berdasarkan isi kitab-kitab itu.”

        Jawaban Syaikh Al-Buthi tersebut ternyata sesuai dengan jawaban Imam As-Suyuthi di atas.

        Demikianlah ringkasan mengenai masalah ini. Wallahu A’lam Bis Showab.

        Damaskus, 25 Mei 2010 6:06 a.m.

        Tambahan dari komentar pengunjung yang lain pada thread tsb,

        Syeikh ‘Abdullah al-Talidi (???? ????) di dalam al-Mutrib bi Masyahir Awliya’ al-Maghrib, mengatakan :

        “Beliau(Ibn ‘Arabi) sebenarnya adalah lambang kebanggaan dan tokoh besar umat ini. Khususiyyah dan ma’rifah beliau dengan Allah Taala serta keteguhan pendiriannya di dalam tauhid dan berpegang dengan syarak telah disaksikan oleh ramai tokoh-tokoh besar seperti Abu Madyan al-Ghawth, al-’Izz bin ‘Abdil Salam, Fakhruddin al-Razi, katanya: Beliau adalah wali yang agung. al-Syihab al-Suhrawardi, al-’Arif Sayyidi Mustafa al-Bakri, al-’Arif Sayyidi ‘Abdul Qadir al-’Idrus, Syeikh Zakariyya al-Ansari, Ibn Hajar al-Haytami, al-’Arif al-Yafi’i, al-Fairuzabadi pengarang al-Qamus, al-’Arif Ibn ‘Ata’illah,… “

        “… penyusun al-Hikam, al-Qutb al-Sya’rani, al-Hafiz al-Suyuti, al-’Arif al-Nabulusi, al-’Arif Ibn ‘Ajibah, Abu ‘Abdillah ibn Ja’far al-Kattani, Khatimah al-’Arifin Sayyidi Muhammad bin al-Siddiq, dan lain-lain lagi dari kalangan tokoh-tokoh sepanjang zaman.

        Ia adalah penyaksian adil para imam besar berkenaan ketokohan beliau (Ibn ‘Arabi), sifat istiqamah dan khususiyyah beliau, serta kebebasan beliau daripada kecaman-kecaman yang ditujukan kepadanya. Sesungguhnya mereka itu adalah imam-imam hidayah, serta pemimpin-pemimpin tarbiah dan islah. Maka penyaksian mereka adalah didahulukan ke atas sesiapa yang mengecam dan mengkritiknya, kerana mereka mengkritiknya dengan perkara yang mereka tidak mempunyai ilmu pengetahuan lengkap tentangnya, dan tidak sampai kepada mereka takwilnya. Maka mereka tidak mengetahui maksud beliau berbanding tokoh-tokoh tersebut.”

        – Masih ada banyak lagi tokoh besar yang tidak disebutkan oleh Syeikh al-Talidi seperti Ibn Kamal Basya, Ibn al-’Imad al-Hanbali, al-’Allamah al-Munawi, Syeikh Ahmad al-Sirhindi, Syeikh Hayat al-Sindi, Syeikh Abu al-Mahasin al-Qawuqji, Imam ‘Abdullah al-Haddad, al-Amir ‘Abdul Qadir al-Jaza’iri dan sebagainya.
        Allahu’alam

        *Dulu ada situs forum yg khusus menelaah/mendiskusikan tentang segala yg berkaitan dengan beliau, tentang karya2 kitabnya, dllnya, forum stb dinamai dg “forum mempertahankan Ibnu Arabi”,..(berbahasa arab),..namun sayang sekarang situs tsb di blokir ga bs di buka linknya.

        Umuman semoga ada hikmah dibalik semua ini, Allahu Musta’an.

        dicopas dari, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/05/08/ibnu-arabi/

      2. Oke…gpp, terima kasih atas infonya, semakin bagus karena dapat menambah referensi (masukan) bagi saya untuk mencari kebenaran mengenai siapa itu ibnu arabi….

        saya akui saya memang salah….

        pada awalnya saya disni hanya ingin membahas sebatas tentang manhaj salaf dan bid’ah saja, namun karena kekhilafan saya, membuat saya memasuki ‘wilayah’ yg saya kurang memiliki ilmu disitu (dalam masalah siapa ibnu arabi),
        saya akui bahwa kesalahan saya hanyalah sebatas kurangnya referensi sumber yg akibatnya mudharat buat saya, saya akui itu….
        saya hanya bisa meminta ampun kepada Allah…

        akan tetapi, ‘Abd Aziz Al Batawy’ ini belum mengomentari perkataan-perkataan ibnu arabi yg saya bawakan tsb….

        Namun, saya masih ragu apakah benar Jalaludin as-Suyuti ‘membela’ ibnu arabi? apakah itu hanyalah klaim sepihak dari sufi saja yg menyandarkan diri pada Jalaludin as-Suyuti dan ulama shalih lainnya?

        -tenang…jangan emosi dulu-

        kenapa saya mengatakan demikian? kenapa saya ragu?

        karena saya juga pernah membaca sebuah diskusi seperti yg kita lakukan disini, di satu forum diskusi tsb, ada seorang sufi yg membawakan pendapat tentang pujian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terhadap ajaran tasawuf dan sufi-nya dengan kutipan sumber-sumber yg sangat meyakinkan dg Majmu’ Fatawa sbg salah satu sumbernya yg mungkin bagi orang awam tentu bisa lansung percaya kalo Ibnu Taimiyah (pernah) berkata demikian (memuji sufi)….

        akan tetapi, dilain kesempatan, saat saya berdiskusi langsung dg seorang sufi lainnya yg kadar keilmuan dan ke-zuhudan nya itu mungkin sudah tinggi, dia (sufi yg berdiskusi langsung dengan saya) berkeyakinan bahwa pemahaman Ibnu Taimiyah itu tidak sejalan dengannya (dalam hal ini dengan tasawuf) karena Ibnu Taimiyah menurutnya telah menolak ilmu tasawuf, bahkan dia menganjurkan umat muslim untuk meninggalkan pemahaman Ibnu Taimiyah….
        disitulah letak ‘kesalahan’ Ibnu Taimiyah menurutnya….

        bagaimana ini? disatu sisi ada seorang sufi yg bilang bahwa Ibnu Taimiyah menolak tasawuf, akan tetapi disisi lain ada seorang sufi yg bilang bahwa Ibnu Taimiyah memuji (menerima) tasawuf?
        kedua-duanya memiliki sumber referensi yg cukup meyakinkan bagi orang awam pastinya….

        apakah sufi memang ‘senang’ mengklaim secara sepihak dengan menyandarkan diri kepada ulama-ulama shalih? padahal ulama-ulama shallih tsb belum tentu menyandarkan diri pada mereka (sufi)…

        sebagaimana para sufi mengklaim secara sepihak bahwa Rasullullah adalah seorang sufi….

  42. @kepad Bung Roy,
    Terus terang, kami tidak menemukan persamaan di antara ketiga nama Yusuf, kuldesak dan salman tersebut. Sebab emailnya beda-beda. Tapi untunglah orangnya mengaku, jadi kami tidak pusing lagi memikirkannya.

    Salut kepada Bung Roy yang memiliki ketajaman analisa tentang hal tersebut Semoga ke depannya bisa bermanfaat untuk hal-hal yang lainnya….

  43. yg jelas dari atas ke bawah semua komentarnya terbodoh bagai himar.ini yg bikin kaum musryik bersorak ria melihat perpecahan dan permusuhan kalian yg berdebat dengan nafsu yg dungu.istigfar sobat.atau baca surat al baqarah di situ ALLOH sendiri menyuruh kita bunuh diri bila menganggap kitalah yg paling benar..selalu melihat yg lain lebih baik itu sebuah do’a…biar semua jd brtambah baik…

    1. betul mas usamah… memang baiknya dihentikan perdebatan yang tidak manfaat.

      kalau ada burung terbang, dan berkicau di hadapan kita, kita akan biarkan ia terbang sebebas mungkin. tapi kalau burung itu terbang sambil mematuk2 kepala kita, membuang kotoran persis di ujung hidung kita sambil menyerang anak ayam ternak kita, rasanya wajar kalau pun tidak ditembak ya kita peringatkan.

      🙂

  44. Yusuf Ibrahim :
    abu icanimovic ->
    yang penting itu dakwah tauhid dulu mas, bukannya dakwah jihad dulu, klo dakwah jihad dulu, bisa kita liat sama2 bom dimana-mana, itulah akibatnya klo dakwah jihad lebih didahulukan dairpada dakwah tauhid.
    Ummati ->
    semakin jelas nih aqidah dan akhlak pemilik blog ini seperti apa, Al-Qaeda & Taliban koq didoain supaya sukses sih?
    kyanya ‘ummati’ ini lebih membenci orang-orang yg selalu membela sunnah dan menentang bid’ah dh daripada orang-orang seperti Al-Qaeda….

    Yusuf Ibrahim :
    abu icanimovic ->
    yang penting itu dakwah tauhid dulu mas, bukannya dakwah jihad dulu, klo dakwah jihad dulu, bisa kita liat sama2 bom dimana-mana, itulah akibatnya klo dakwah jihad lebih didahulukan dairpada dakwah tauhid.
    Ummati ->
    semakin jelas nih aqidah dan akhlak pemilik blog ini seperti apa, Al-Qaeda & Taliban koq didoain supaya sukses sih?
    kyanya ‘ummati’ ini lebih membenci orang-orang yg selalu membela sunnah dan menentang bid’ah dh daripada orang-orang seperti Al-Qaeda….

    Yusuf Ibrahim :
    abu icanimovic ->
    yang penting itu dakwah tauhid dulu mas, bukannya dakwah jihad dulu, klo dakwah jihad dulu, bisa kita liat sama2 bom dimana-mana, itulah akibatnya klo dakwah jihad lebih didahulukan dairpada dakwah tauhid.
    Ummati ->
    semakin jelas nih aqidah dan akhlak pemilik blog ini seperti apa, Al-Qaeda & Taliban koq didoain supaya sukses sih?
    kyanya ‘ummati’ ini lebih membenci orang-orang yg selalu membela sunnah dan menentang bid’ah dh daripada orang-orang seperti Al-Qaeda….

  45. yusuf ibrahim ini pasti belajarnya sama abd hakim amir abdat dan yazid jawas.kalian tuh uda faham betul aqidah yg benar.cuma kalian cari2 alasan.utk menghindari berjihad,dgn alasan aqidahlah negerilah dlm keadaan damai padahal kalian takut hubudunia.jenggot doang nyunnah kayak lelaki padahal kalian banci.abd hakim bilang bawa sajadah kemasjid bid’ah/salaman setelah selesai sholat bid’ah,dari mana dalilnya? eh kalian tau nggak!! berdusta atas nama nabi itu nggak sama dgn berdusta atas nama orang lain.sebab nabi menyuruh memilih tempat duduknya dineraka bagi yg berdusta atas namanya.eh yusuf kamu tau nggak! orang2 kafir itu bilang mujahidin teroris ngebom sana ngebom sini persis seperti apa yg dikatakan oleh orang2 yg mengaku salafiyun di indonesia ini. saya nggak ikut campur urusan anda dgn pelaku2 bid’ah itu. tapi saya kasih tau ALQAIDAH DAN TALIBAN ITU JAUH LEBIH MULIA DARI MUKA GURU2 DAN BAPAK MOYANG LOE.

    1. Maaf pak, guru saya banyak, saya belajar dari banyak guru, karena saya tidak diajarkan untuk taqlid kepada satu orang guru saja…

      saya mau kasih saran aja, kalo bicara itu yg tertata, tertib dan teratur pak, jangan lompat-lompat gtu ngmngnya, biar orang bacanya enak…
      abis ngmng masalah jihad, trz lompat ke masalah jenggot, trz ke masalah sajadah dan salam-salaman, abis itu ke masalah teroris…..

      perlu diketahui pak, jihad tanpa ilmu itu bathil hukumnya, yg pada akhirnya akan justru memberikan kerugian bagi umat Islam itu sendiri sehingga tertuduhlah Islam menjadi agama yg mengajarkan kekerasan, agama teroris dll.

      Bagaimana bisa Al-Qaidah di bilang mulia? padahal ‘kelakukan’ mereka bukannya membela Islam, tapi justru mempermalukan Islam di mata internasional….

      Amerika dan sekutunya pasti senang melihat jika ada seorang muslim yg berkata seperti saudara ‘taanloe’ ini yg mengatakan bahwa orang-orang seperti Al-Qaidah adalah orang-orang yg mulia….

      memang seperti itulah, sesama pelaku bid’ah akan saling dukung mendukung….

      waallahu ‘alam….

  46. @Yusuf Ibrahim
    emang nggak ada masalah dengan ‘nickname’, karena semua yang komentar di sini juga rata-rata pakai nickname. Tapi yang ente (yusuf ibrahim) lakukan beda jauh. Ente mencoba memerankan tiga nama yang seolah tidak saling kenal, ini namanya pembohongan alias kepalsuan yang benar-benar palsu, bukan sekedar nickname. Mas Admin-nya jga sampai tdk mengenalinya, berarti anda sukses menjadi bunglon. Saya setuju dg Bang Roy, Kalau seandainya ente punya ilmu seperti ulama, ente sangat berpotensi jadi ulama suk seperti kebanyakan ulama-ulama wahabi.

    Untung ada Bang Roy yang memiliki kemampuan lebih, shingga bisa mengendus kelakuan burukmu. Bang Roy hebat ouei??? Salam kenal tuk semua,,,,

  47. @Yusuf Ibrahim

    Kalau ente sudah baca dengan benar apa yang saya copas-kan di atas, tentunya ente tidak perlu bertanya mengenai ucapan Ibnu Arabi yang dipalsukan itu. Jelas itu bukan ucapan Ibnu Arabi seperti yang ente yakini. Baca lagi, anda akan tahu siapa yang memalsukan ucapan Ibnu Arabi. Kebiasaan anak-anak wahabi itu berkomentar sebelum baca, jadinya suka bertanya sesuatu hal yang sebenarnya sdh ada jawabannya dalam tulisan artikel yang dikomentarinya.

    Sekalian saya jawab berdasr jawaban Syaikh Al-Buthi yang sesuai pula dg jawaban Imam As-Suyuthi. Bahwa yang memalsukannnya merekalah Kaum Bathiniyah dari kalangan Ismailiyah. Mereka telah menyusupkan perkataan-perkataan bathil ke dalam kitab-kitab karangan beliau (Ibnu Arabi). Dan kaum Wahabi sering mengkafirkan beliau berdasarkan isi kitab-kitab itu.

    Adapun ente antipati terhadap Sufi/sufisme/tasawuf itu adalah hak ente, saya tidak hendak merobah keyakinan ente. Hanya saya menyarankan, teori-teori anti sufi yang dihembuskan oleh para petinggi wahabi itu perlu dikros-cek dengan faktanya. Sudah benarkah dengan faktanya bahwa para sufi itu anti syari’ah? Ente mungkin perlu mengintip ke dalam perkumpulan para sufi (pelaku thariqah), benarkan apa yang dituduhkan oleh teori-teori anti sufi itu dengan fakta kaum sufi? Dengan melakukan survey itu, semoga ente dapat kesadaran baru tentang para sufi. Ternyata mereka tdk sperti yang anda kira selama ini.

  48. Yusuf Ibrahim :
    berkeyakinan bahwa pemahaman Ibnu Taimiyah itu tidak sejalan dengannya (dalam hal ini dengan tasawuf) karena Ibnu Taimiyah menurutnya telah menolak ilmu tasawuf, bahkan dia menganjurkan umat muslim untuk meninggalkan pemahaman Ibnu Taimiyah….
    disitulah letak ‘kesalahan’ Ibnu Taimiyah menurutnya….

    Kalau pendapat saya bukanlah “kesalahan” Ibnu Taimiyah namun “kelemahan” Ibnu Taimiyah
    Lihat tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/13/kelemahan-salafiyyah/

    Ibnu Taimiyah, memang ada karya beliau mengulas tentang tasawuf namun ulasan menurut metode pemahaman Beliau yakni secara harfiah atau tekstual yang menurut istilah saya metode pemahaman dengan “mata kepala”.
    Sebagai contoh silahkan lihat tulisan pada
    http://abulmiqdad.multiply.com/journal/item/3
    http://endyen.blogspot.com/2009/03/tasawwuf-menurut-ibnu-taymiyyah.html
    Atau lihat karya Ibnu Qayyim Al Jauziah (murid Ibnu Taimiah) yang dikenal oleh kalangan salaf(i) merupakan karya monumental dalam bidang Tazkiyatun-Nafs yakni “Madarijus Salikin”. Bahkan kalangan salaf(i) karya beliau itu setara dengan Ihya’ Ulumuddin (al-Ghazali).

    Kaum salaf(i) yang mau mencoba memahami tasawuf, belum dapat mencapai tahap ma’rifatullah (mengenal Allah). Hal ini dibuktikan masih saja mereka bertanya “Di Mana Allah?”

    Bahkan ada sebuah fatwa seperti ini,
    .
    ?? ?? ??? ???? ???? ??? ???? ?? ????? ??? ??? ?????? ??? ???? ? ??????? ? ???? ??? ? ???? ???? ???? ? ????? ??? ??? ??????? ? ??? ?? ????? ???????? ??? ????????? ???? ??? ????? ???? ???? ????? ?? ???? ???? ?? ???????? ? ??? ?????? ?? ??? ?? ?????? ??? ??? ????? (?)

    .
    “Barang siapa yang tidak mengakui bahwa Allah itu berada di atas Arsy-Nya; bersemayam di atas langit ketujuh maka ia adalah KAFIR, dipaksa bertaubat, jika mau tobat (maka ia dibebaskan) jika tidak maka kepalanya wajib dipenggal dan bangkainya dilempar ke sebagian tempat sampah agar kaum Muslimin dan kaum kafir dzimmi tidak terganggu dengan bau busuk bangkainya. Hartanya dibagi untuk kaum Muslimin sebagai rampasan perang, ia (harta itu) tidak boleh diwarisi keluarga/ahli warisnya dari kalangan kaum Muslimin sebab seorang Muslim tidak boleh mewarisi harta orang KAFIR, seperti disabdakan Nabi saw.”

    Fatwa ini dinyatakan oleh Ibnu Qudamah al Maqdisi dalam kitab Itsbât Shifat al ‘Uluw : 138-139 dan juga oleh adz Dzahabi seperti dalam Mukhtashar al ‘Uluw:225.

    Sedangkan kami, muslim yang memahami Al-Qur’an dan Hadits yang sehubungan dengan Tasawuf (Ahlak, Tazkiyatun Nafs, Ma’rifatullah, Ruhiyah, dll) menggunakan mata hati (bashirah), pemahaman yang dalam (hikmah).

    Sebagaimana yang dikatakan Al-Qusyairi, ” Dia Tinggi Yang Maha Tinggi, Luhur Yang Maha Luhur dari ucapan “bagaimana Dia?” atau “di mana Dia?”. Tidak ada upaya, jerih payah, dan kreasi-kreasi yang mampu menggambari-Nya atau menolak dengan perbuatan-Nya atau kekurangan dan aib. Karena, tak ada sesuatu yang menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar dan Mellihat. Kehidupan apap pun tidak ada yang mengalahkan Nya. Dia Dzat Yang Maha Tahu dan Kuasa”.

    Saya katakan sebagai “kelemahan” karena ketidak mauan untuk mendalami lebih dalam.

    Tujuan saya menghadirkan beberapa tulisan tentang salaf(i) pada blog http://mutiarazuhud.wordpress.com adalah untuk menegakkan Ukhuwah Islamiyah agar saudara-saudara muslimku tidak mudah atau bahkan gemar tajrih, tahdzir, boikot, hajr, tabdi, takfir. Seolah mereka “mewakili” Allah dalam “menilai” saudara muslim lainnya namun ada kemungkinan sesungguhnya belum merasakan “keberadaan” Allah.

    1. Makanya itu, di satu sisi ada sufi yg bilang bahwa Ibnu Taimiyah menerima tasawuf bahkan memuji sufi, tapi disisi lain ada sufi yg bilang bahwa Ibnu Taimiyah menolak tasawuf, bagaimana ini? mana yg benar?

      Mengenai pertanyaan ‘dimana Allah?’, mengapa pertanyaan tsb ‘terkesan’ tidak boleh, bukankah Rasulullah pernah mencontohkannya?

      Dikisahkan bahwa Abu Hanifah rahimahullah pernah ditanya mengenai orang yang mengatakan, “Aku tidak mengetahui apakah Rabbku di atas langit atau di bumi.” Maka beliau menjawab bahwa orang yang mengucapkan itu telah kafir, sebab Allah telah berfirman (yang artinya), “Ar-Rahman menetap tinggi di atas Arsy.” (QS. Thaha: 5). Sedangkan Arsy-Nya berada di atas tujuh lapis langit-Nya.” Kemudian ditanyakan lagi kepadanya bagaimana kalau dia mengatakan, “Allah berada di atas Arsy, tapi aku tidak tahu apakah Arsy itu di atas langit atau di bumi.” Maka Abu Hanifah berkata, “Dia juga kafir. Sebab dia telah mengingkari Allah berada di atas langit. Barangsiapa yang mengingkari Allah berada di atas langit maka dia kafir.” (Syarh Ath-Thahawiyah, hal. 288).

      Akan tetapi dalam prakteknya sekarang, tentunya kita tidak boleh sembarangan mengatakan kafir apabila bertemu orang yang berkata seperti di atas, karena untuk mengkafirkan masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi.

      Dan ketahuilah, Ukhuwah Islamiyah tidak akan pernah terjadi selama umat muslim masih suka mengambil tanah kuburan untuk ‘ngarep’ berkah, menyirami keris di waktu-waktu tertentu, percaya dengan tahkhyul, percaya dengan jimat, meminta kepada Allah melalui perantara ahli kubur, ustadz-nya menyanyi-nyanyi seperti halnya pendeta nasrani, tarif ustadz mahal, ustad-nya masih senang merokok, membangun kuburan seperti kuburannya orang-orang cina, merayakan kelahiran Rasulullah seperti umat kristiani yg juga merayakan kelahiran yesus kristus dll.
      Singkatnya, Ukhuwah tidak akan terjadi selama umat musllim masih jauh dari sunnah Rasulullah…

      waalahu ‘alam….

  49. Sebagaimana kita ketahui kafir dzimmy, yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum Muslimin, tunduk dengan aturan-aturan yang ada dan membayar jizyah (sebagaimana dalam hadits Buraidah di atas), maka tidak boleh dibunuh.

    Termasuk dalam Kafir Dzimmy adalah kafir mu’ahad dan kafir musta’man
    Kafir mu’ahad, yaitu orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum Muslimin untuk tidak saling berperang, selama ia tidak melanggar perjanjian tersebut maka tidak boleh dibunuh.
    kafir musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum Muslimin, atau sebagian kaum Muslimin, maka tidak boleh kaum Muslimin yang lainnya untuk membunuh orang kafir jenis ini. Dan termasuk dalam kategori ini adalah para pengunjung suatu negara yang diberi izin masuk oleh pemerintah kaum Muslimin untuk memasuki wilayahnya.

    Salaf(i) atau Wahabi (panggilan mereka di jazirah arab) sangat menghormati kaum kafir Dzimmy.
    Bahkan di blog saya, ada pengunjung tersinggung dengan uraian saya terhadap Penguasa Arab Saudi dan mengatakan bahwa saya menghina & melaknat saudi ?
    Saya katakan kepada mereka bahwa,
    Kami hanya menyampaikan dalam rangka saling mengingatkan dan tidak bermaksud untuk menghina.

    Kerajaan Saudi sejauh ini sejauh yang kita tahu, mereka “melindungi” orang-orang Yahudi maupun orang-orang musyrik yang “masuk” ke negara mereka dengan alasan “terikat” perjanjian. Namun kita tak pernah tahu sampai kapan pernjanjian itu diakhiri. Begitu pula dengan pemerintahan negeri kita.
    Dengan ‘perjanjian” itu, mereka (orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik) mendapatkan kekayaan dari sumber daya alam yang dianugerahkan Allah kepada negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim.

    Dengan kekayaan yang mereka peroleh, mereka gunakan memerangi saudara-saudara muslim kita di belahan dunia yang lain. Secara tidak lansung penguasa Saudi maupun penguasa negeri kita, ikut andil untuk membunuh saudara-saudara muslim tsb dengan adanya “ikatakan perjanjian”.

    Inilah akibat perubahan dari persatuan dalam akidah menjadi persatuan dalam bentuk negara.
    Lihat bagian komentar di http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/28/menjadi-muslim-terbaik/

    1. betul kang mase mutiara!! pemerintah arab saudi tu sobat kental yahudi. ketika amerika menyerang irak tanpa alasan merekalah yang menyuplai bahan bakar untuk pesawat dan tank2 amerika. mereka pula yang menyuplai bahan bakar untuk tank israel yang membunuh warga palestina. dan seperti kita tahu: saudi = wahabbi.

      jadi wahabbi=sobat israel.

    2. Jika memang katanya orang sufi itu melihat agama dengan menggunakan ‘mata hati’, tentu Om pasti bisa melihat hikmah dari’perjanjian’ tsb, karena ada hikmah dibaliknya, tahukah Om hikmah dibalik ‘perjanjian’ antara pemerintah muslim dengan pemerintah non-muslim? dengan adanya ‘perjanjian’ tsb, maka warga negara kedua belah negara yg terikat ‘perjanjian’ tsb bisa bebas keluar masuk, sehingga kita bisa bebas leluasa mendakwahkan Islam kepada mereka (warga negara non-muslim) yg masuk ke negri kaum muslim….

      dari pernyataan Om ini, secara tidak langsung Om ini mendeskriditkan Saudi Arabia, tapi tahukah Om ‘mutiarazuhud’? berdasarkan berita yg pernah saya baca di Harian Nasional ‘Seputar Indonesia’ (edisinya saya lupa), bahwa berdasarkan berita tsb, selama 20an tahun terakhir, sebanyak puluhan ribu ekspatriat yg bekerja di Arab Saudi sana telah masuk Islam, itulah hikmah yg bisa dipetik dari adanya ‘perjanian’….

      Dan perlu diketahui bahwa seluruh negri muslim di dunia ini termasuk Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan israel kecuali Mesir dan Yordania….

      waalahu ‘alam….

  50. dean :
    tetep aja,.. mau disekat juga kan di dalam masjid. pak yusuf pernah ke sana? kalau ada roti dalam sebuah kardus,.. tapi roti itu berada dalam kotak kecil.
    apakah dikatakan : roti itu dalam kotak kecil,.. dan tidak berada dalam kardus?
    ponakan saya yang berumur 7 tahun juga tau kalau roti itu ada dalam kotak dan dalam kardus.

    bedakan juga : naik pesawat ke hongkong –> ini muamalah.
    naik pesawat untuk haji —> naik pesawatnya ibadah pak.

  51. dean :
    bedakan juga : naik pesawat ke hongkong –> muamalah.
    naik pesawat untuk haji —> naik pesawatnya ibadah.
    begitulah watak wahabbi,…

    dean :
    1. maaf pak yusuf,…telaah dulu bahasa arabnya. mengecualikan dengan tanpa ada dasar-nya juga bid’ah, tunjukan hadits yang mengecualikan masjid nabawi.
    2. coba pak yusuf periksa di dalam al-quran tentng perintah haji. tegas sekali kata2 memerintahkan haji dengan jalan kaki atau naik unta kurus. jangan karena pengin ringan dan enak trus ayat itu diterjemahkan seenaknya boleh pakai kendaraan lain. tunjukan ayat yang membolehkan haji memakai kendaraan lain!
    bukankah menurut pak yusuf “kullu bid’atun dolalah”, kullu = semua.
    naaah,.. pak yusuf mulai sedikit cerdas.. tu artinya pemahaman terhadap al-quran tidak bisa linear, tidak bisa text book.

    1. Kan sudah saya jelasskan pak, makam Rasulullah itu pada awalnya dimakamkan di rumah ‘Aisyah dekat masjid Nabawi dan tidak dengan sengaja Rasulullah dimakamkan di Masjid Nabawi, sehingga makam Rasulullah pada awalnya terpisah dengan masjid Nabawi, namun karena Qaddar Allah, membuat makam Rasulullah masuk ke dalam area Masjid Nabawi karena Masjid Nabawi mengalami pemugaran dan perluasan sehingga ‘mengenai’ makam Rasulullah dan pada saat perluasan Masjid tsb terjadi, sudah tidak ada lagi Sahabat Rasulullah yang hidup.

    2. Dengan masuknya makam Rasulullah ke dalam area Masjid Nabawi, tidak lantas membuat gugur-nya sabda Rasulullah yg berbunyi :
    “Laknat Allah atas Yahudi dan Nasrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (H.R Al-Bukhari (no.435, 436, 3453, 3454, 4443, 4444, 5815, 5816) dan Muslim (no.531(22)) dari ‘Aisyah)

    “Mereka itu adalah suatu kaum, apabila ada orang yang shalih atau seorang hamba yang shalih meninggal diantara mereka, mereka bangun diatas kuburannya sebuah tempat ibadah dan mereka buat di dalam tempat itu rupaka-rupaka (gambar/patung). Mereka itulah makhluk yang paling buruk di hadapan Allah pada hari Kiamat.”
    (HR.Al-Bukhori (no.427,434,1341) dan Muslim (no.528) bab an-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhdzish Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid dia Atas Kuburan dan Larangan Memasang di Dalamnya Gambar-Gambar Serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid) dan Abu ‘Awanah (I/401))

    3. Pengecualian terjadi karena ada sabda Rasulullah yang menyebutkan keutamaan Masjid Nabawi itu sendiri. Jadi, saya harap kita disini untuk tidak mendalilkan amalan, namun berusahalah bagi kita untuk mengamalkan dalil…..

    1. Mengenai ‘Naik Haji’ menggunakan pesawat, itu kan sudah saya jelaskan, perkembangan teknologi itu kaitannya adalah dengan muamalah, selama tidak ada larangannya bagi kita untuk tidak naik pesawat, maka diperbolehkan, lalu saya ingin tanya, apakah ada larangan kita untuk tidak naik pesawat? sejak kapan naik pesawat itu dikatakan ibadah?

      adapun naik Haji menggunakan pesawat, tentu yg termasuk ibadahnya itu adalah naik hajinya, bukan naik pesawatnya……

      saya ingin tau, ayat mana yg memerintahkan kita untuk menggunakan unta kurus atau jalan kaki untuk naik haji? lalu saya ingin tanya lagi, apakah naik unta kurus atau jalan kaki tsb termasuk rukun haji yg telah ditetapkan oleh Rasulullah? kalau bukan termasuk rukun haji, lalu kenapa anda bisa mengatakan jika tidak naik unta atau jalan kaki maka dikatakan tidak sah haji-nya?

      Maka dari itu, sudah saya tekankan sebelumnya bahwa kita harus bisa membedakan mana yg termasuk urusan ibadah dan mana yg termasuk urusan muamalah, kita harus bisa memahami kaidah ibadadh dan kaidah muamalah…

      1. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al Hajj: 27).

        pertanyaan bang yusuf utk membuat saya menujukan ayat ini semakin memberikan kita semua penerangan dan ketidaklayakan bang yusuf untuk bertindak seakan mujtahid yang ahli agama

        1. kurangnya pengetahuan tentang quran.
        2. ketidakmauan sekedar untuk membuka sebentar kitab suci quran dan cuma berfokus pada perdebatan.

        terima kasih atas penerangannya tentang “pelebaran masjid nabawi”. bagi kami ini juga qadar ALLAH yang menjadikan kubur nabi berada di jantung masjid nabawi ratusan tahun silam sehingga melemahkan argumen para wahabbi karena tidak mungkin menyangkal keagungan nabawi.

        andaikata kubur Rasulullah berada di luar masjid nabawi, niscaya makin jumawa lah para wahabbi.

      2. masalahnya: itu ayat quran yang memerintahkan haji, disebutkan perintahnya, dan “alatnya”. apa ada hadits atau alat lain yang membolehkan memakai kendaraan lain?

        inget lho, “mengada-adakan” dalam hal ibadah itu menurut kategori bang yusuf bid’ah sesat.

        apa mungkin zaman rasul ada yang naik kereta kencana untuk haji?

      3. sekedar catatan juga,di kuburan para waliyullah atau para shalihin sama sekali tidak dibangun patung-patung, tidak juga dibangun masjid di sana.
        kalaupun ada kubur dalam masjid biasanya kondisinya mirip seperti pelebaran masjid nabawi.

        satu hal lagi yang penting: para waliyullah juga tidak punya tradisi memandikan keris, itu info dari mana? kalau mau melihat jejak para wali telusuri daerah pesisir utara jawa, jangan pesisir daerah selatan.

        pesisir selatan kental kejawen-nya dan secara serampangan seringkali dikait2kan dengan para waliyullah penyebar agama islam di jawa, padahal tidak.

      4. di kubur para waliyullah memang biasanya dibangun suatu bangunan berhiaskan kaligrafi dan kalimah2 yang memuji keagungan ALLAH. itu untuk memfasilitasi para ziarahwan yang banyak berkunjung. sama sekali tidak ada patung.

      5. 1. Saya bertanya tentang ayat tsb bukan berarti saya juga tidak mencari…..

        2. Mengenai QS. Al Hajj: 27, Imam ahli Hadits mana yg menafsirkan ayat tsb sebagai perintah kpd kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji dg jalan kaki atau menggunakan unta kurus?

        3. Ingat ! menafsirkan ayat Al-Quran sembarangan tanpa ilmu itu hukumnya terlarang bahkan dosa lho…

        4. Saya ingin tanya, ‘benang merah’ dari perkataan mas ‘dean’ ini apa ya? apakah argumen mas ‘dean’ ini adalah sbg bentuk pembenaran mendirikan kuburan dimasjid atau sebaliknya? jika memang demikian, maka cukuplah sabda Rasulullah yg menjelaskan (membantahnya),

        “Laknat Allah atas Yahudi dan Nasrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (H.R Al-Bukhari (no.435, 436, 3453, 3454, 4443, 4444, 5815, 5816) dan Muslim (no.531(22)) dari ‘Aisyah)

        5. Lagipula kan sudah saya jelaskan, masuknya makam Rasulullah ke dalam area masjid Nabawi, bukan berarti sabda Rasulullah diatas menjadi batal, gugur atau tidak berlaku lagi….

        6. (kalaupun ada kubur dalam masjid biasanya kondisinya mirip seperti pelebaran masjid nabawi.)
        ——————————-
        Masjid Nabawi sangat jelas sekali keutamaannya apabila kita shalat disana sebagaimana sabda Rasulullah ;
        “Shalat di Masjidku ini lebih utama 1000 kali dari pada shalat di MASJID LAIN kecuali Masjidil Haram.”
        (HR.Muslim (no.1395) dari Sahabat Ibnu ‘Umar)

        Jadi, tolong jangan coba-coba samakan Masjid Nabawi dengan masjid-masjid yg ada diseluruh dunia ini karena sangat berbeda jauh sekali keutamaannya sebagaimana sabda Rasulullah diatas antara Masjid Nabawi dengan masjid2 yg ada sekarang ini kecuali Masjidil Haram…

        7.(…para waliyullah juga tidak punya tradisi memandikan keris, itu info dari mana?)
        ——————————
        Lah…siapa juga yg mengatakan kalo para wali itu punya tradisi memandikan keris? coba tolong kroscek kembali kata-kata saya….

        8.(di kubur para waliyullah memang biasanya dibangun suatu bangunan berhiaskan kaligrafi dan kalimah2 yang memuji keagungan ALLAH. itu untuk memfasilitasi para ziarahwan yang banyak berkunjung. sama sekali tidak ada patung.)
        ———————————-
        saya ingin tanya, apakah benar para wali itu memerintahkan umat muslim demikian (mendirikan bangunan di makamnya)?
        cukuplah Hadits dibawah ini membantah argumen (pembenaran) dari mas ‘dean’ diatas ini,

        “Rasulullah melarang untuk menembok kuburan, duduk diatasnya dan membuat bangunan di atasnya (atau ditambah tanahnya)(atau ditulis atasnya-ditulis nama atas nisannya)”
        (HR.Muslim (no.970), Abu Dawud (no.3225), at-Tirmidzi (no.1052), an-Nasa’i (IV/86), Ahmad (III/339,399), al-Hakim (I/370), al-Baihaqy (IV/4) dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah)

        Imam Muslim dalam shahihnya (2239-2242) meriwayatkan,
        Dari Abu Hayyaj al-Asadi berkata :”Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:’Maukah saya mengutusmu seperti Rasulullah mengutusku? Jangan tinggalkan patung kecuali kamu hancurkan dan kuburan yang tinggi kecuali kamu meratakannya.”

        Imam Nawawi menukil perkataan Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm: “Saya mendapati para imam di Makkah memerintahkan dihancurkannya bangunan-bangunan (diatas kuburan).’ Penghancuran ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah: ‘Dan kuburan kecuali engkau meratakannya.'”
        (syarah Shahih Muslim 7/40-41)

        9. Lagipula, bagaimana bisa sabda Rasulullah diatas dibantah oleh akal mas ‘dean’ ini?

        waalahu ‘alam…

      6. hihi,.. betul soal keris itu.
        kebetulan ada wahabbi lain yang menyinggung keris, katanya: waliyullah di jawa berhubungan erat dengan tradisi itu.

        hadits2 penelaahan anda itu dari satu sumber: al albani, coba cari kitab aslinya.

        lebih lagi mana ada ayat yang memerintahkn menggunakan kendaraan lain?

        nah bang yusuf mengerti, memahami qur’an tidak bisa serampangan, cuma dengan hafal 100 atau 300 hadits. pakai logika, apalagi cuma mengutip buku yang tidak jelas asal-usul ilmu-nya.

      7. masalahnya,.. bang yusuf yang baru hafal hadits beberapa biji sudah seperti mujtahid. mengutip kata2 imam ali, imam syafii dan imam2 muhadits seakan mereka spendapat dengan bang yusuf.

        kalimat masjid di hadits bang yusuf tidak ada pengkhususan, bagaimana bisa mengeluarkan Masjid Nabawi?

        betul ulama sepakat itu perintah haji.
        bagaimana jika orang yang baru bisa bahasa arab mengartikan itu tanpa memandang kondisi di luar?

        yang lebih mengherankan saya,… saya tidak boleh menggunakan akal sehat saya sementara bang yusuf banyak berargumen dengan logika. bahkan menggunakan surat kabar sebagai sumber acuan untuk penentuan suatu masalah agama. itu jauh lebih aneh.

      8. lebih aneh lagi,…. dari dasar satu hadits yang membutuhkan pemahaman integral maka umat islam lain selain wahabbi bisa jadi kafir. bahkan karena satu kata bid’ah,banyak ayat qur’an yang justru digunakan untuk menerangkan “keutamaan hadits bid’ah”.
        harusnya hadits yang menerangkan ayat, bukan sebaliknya.

        tahukah bang yusuf, imam syafii lah yang membagi bid’ah menjadi 5? lalu seenaknya “ulama2” wahabbi mengharamkan berbagai perkara karena hadits yang ratusan tahun lalu juga dibaca oleh ulama2 yang sebenarnya.

        pakai akal sehat saja lah!!

      9. saya sudah menunjukan bang yusuf ayat perintah haji dengan naik unta kurus.
        bisa bang yusuf tunjukan satu saja hadits perintah haji membolehkan penggunaan pesawat (kalau pesawat ga ada,.. keledai atau unta gemuk)?

        hingga bang yusuf bisa tanpa dasar mengatakan haji dengan pesawat bukanlah bid’ah.

        pembukuan qur’an dan hadits, harokat dalam tulisan arab, haji dengan pesawat,…itu semua bid’ah dan baru dalam hal agama.

      10. bang yusuf masih baca qur’an yang pakai harokat?? tinggalkan!! masih ada titiknya?? tinggalkan!! masih pakai kertas,… tinggalkan!!

        karena itu bid’ah dalam hal ibadah,.. zaman Rasulullah tulisan arab tidak pakai harokat, tidak pakai titik dan qur’an pun tidak ditulis pada kertas!

      11. (bang yusuf yang baru hafal hadits beberapa biji sudah seperti mujtahid…)
        ——————————–
        salah paham anda, saya disini hanya sebatas sbg manusia biasa yg peduli antar sesama muslim saja, bukankah Rasulullah memerintahkan kpd kita (umat muslim) untuk menyampaikan walaupun hanya satu ayat?

        (…mengutip kata2 imam ali, imam syafii dan imam2 muhadits seakan mereka spendapat dengan bang yusuf.)
        ———————————
        bagaimana bisa mereka dibilang spendapat dg saya? wong lahirnya saja duluan mereka koq, ada juga saya mas yg spendapat dg mereka….

        (kalimat masjid di hadits bang yusuf tidak ada pengkhususan, bagaimana bisa mengeluarkan Masjid Nabawi?)
        ————————————
        tuh kan….lagi-lagi sabda Rasulullah dibantah dengan dg akal mas ‘dean’ sendiri, sepertinya mas ‘dean’ ini tidak membaca sabda Rasulullah yg bunyinya ;
        “Shalat di Masjidku ini lebih utama 1000 kali dari pada shalat di MASJID LAIN kecuali Masjidil Haram.”
        (HR.Muslim (no.1395) dari Sahabat Ibnu ‘Umar)
        Jadi, apapun kondisi dan keadaan Masjid Nabawi, tidak akan dapat mengurangi keutamaan shalat disana mas…..

        (betul ulama sepakat itu perintah haji.
        bagaimana jika orang yang baru bisa bahasa arab mengartikan itu tanpa memandang kondisi di luar?)
        ————————————
        itu kan hanya kekhawatiran mas ‘dean’ saja, makanya dari itu, memahami(menafsirkan) Al-Quran tidak cuma bermodalkan bisa bahasa Arab doank, tapi harus memiliki ilmu juga….
        lagipula Alhamdulillah, sampai detik ini, tidak ada satupun orang yg menafsirkan ayat tsb sebagai perintah wajibnya beribadah Haji dg jalan kaki atau naik unta kurus….

        (….saya tidak boleh menggunakan akal sehat saya sementara bang yusuf banyak berargumen dengan logika. bahkan menggunakan surat kabar sebagai sumber acuan untuk penentuan suatu masalah agama. itu jauh lebih aneh.)
        ———————————-
        coba simak kata-kata saya ! saya berargumen dg menggunakan dalil, lalu kemudian akal (logika) saya yg mengikuti dalil, bukan dalil yg mengikuti akal (logika) saya….
        sedangkan mas ‘dean’ ini justru sebaliknya, kalo dilihat dari argumen anda, justru dalil-lah yg sepertinya harus mengikuti akal (logika) anda….
        mengenai ‘surat kabar’, coba tolong diliat masalah yg dibicarakan disitu tentang apa, karena pembicaraan disitu berkaitan dengan keadaan yg terjadi saat ini…

        (tahukah bang yusuf, imam syafii lah yang membagi bid’ah menjadi 5?)
        ————————————-
        Terdapat beberapa riwayat dari sebagian Ulama terdahulu yg mengaggap baik sebagian perbuatan bid’ah, padahal yg dimaksud tidak lain adalah BID’AH SECARA BAHASA, BUKAN MENURUT SYARI’AT, karena yg terlarang dalam sabda Rasulullah itu adalah bid’ah menurut syari’at….
        seperti Ibnu Rajab yg mengomentari perkataan Imam Syafi’i tentang bid’ah dibagi 2,
        Ibnu Rajab berkata :”…..Adapun bid’ah mahmudah (yang baik) yakni sesuai dengan sunnah, yaitu apa-apa yang ada asalnya berupa sunnah sebagai tempat merujuk kepadanya, dan yang dimaksudkan oleh beliau tersebut hanyalah merupakan pengertian bid’ah secara bahasa, bukan menurut syara’….”
        (Shifatus Shafwah,2/256)

        (saya sudah menunjukan bang yusuf ayat perintah haji dengan naik unta kurus…)
        ————————————-
        ayat yg anda tunjukan itu bukan ayat perintah Haji dg jalan kaki atau unta kurus, Imam Ahli Tafsir mana yg menafsirkan demikian? atau anda menafsirkan sendiri menurut akal anda?

        (….bisa bang yusuf tunjukan satu saja hadits perintah haji membolehkan penggunaan pesawat (kalau pesawat ga ada,.. keledai atau unta gemuk)?)
        ————————————
        kan sudah saya jelaskan, selama tidak ada larangannya, boleh-boleh saja naik pesawat, pahami dulu kaidahnya sebelum bertanya yg aneh-aneh…sesungguhnya agama (Islam) ini mudah, tidak ada kesukaran….

        (pembukuan qur’an dan hadits, harokat dalam tulisan arab, haji dengan pesawat,…itu semua bid’ah dan baru dalam hal agama.)
        ———————————–
        pembukuan Al-Quran dan Hadits hanyalah bid’ah menurut bahasa saja, bukan termasuk bid’ah sesat menurut syariat….karena apa? karena para Sahabat tidak menambah-nambah/mengurangi ayat dalam Al-Quran, tidak menambah-nambah/mengurangi surat dari Al-Quran, tidak mengubah makna dari ayat-ayat Al-Quran, tidak menambah-nambah/mengurangi sabda Rasulullah dsb…
        mengenai tambahan harokat, itu malah justru dapat memudahkan bagi umat muslim untuk membacanya, namun tanpa mengubah makna dari ayat-ayat Al-Quran tsb, mungkin jika tidak ada harokatnya, anda, saya dan sebagian besar umat muslim yg ada di dunia ini tidak bisa baca (huruf arab gundul)…..

        Sepertinya saya ingin sudahkan saja perdebatan saya dengan mas ‘dean’ ini, karena sepertinya syubhat yg ada di dalam kepala mas ‘dean’ ini sudah menggumpal, sehingga saya khawatir muncul kemudharatan yg jauh lebih besar….

        Apabila ada kata-kata saya yg keliru, saya mohon maaf….

        -terima kasih-

      12. Ini dia yang saya tunggu:
        1. Kalau kang mase yusuf merasa sebagai manusia biasa dan bukan ulama yang kompeten, tentu terkena kewajiban untuk menjadi muqallid (mengikuti pendapat ulama) dan bukan menafsirkan ayat dan hadits dengan ilmu seadanya.

        2. (ada juga saya mas yg spendapat dg mereka) kalau kang mase merasa sependapat dengan ulama-ulama terdahulu kenapa sikap dan tindakan kang mase justru menentang ulama2 terdahulu? Apa kang mase fikir tradisi maulidan, shalawatan dan zikir jamaah yang telah terbentang dari Hadramaut, Jazirah Arab, Misyur, Malaka, Samudera pasai, Jawa, hingga ujung Makasar ini cuma akal2an orang sekarang?

        3. Mengenai kuburan di dalam masjid sepertinya kang mase memang kehabisan argument, tidak sanggup membantah keadaan Nabawi. Perlu diketahui, para Wahabbi hampir-hampir saja membongkar Kuburan Rasul di Nabawi, kalau saja tidak mendapat gelombang protes dan kemarahan umat islam dunia saat itu. Seperti itu orang-orang yang anda ikuti? Anda Rela Kuburan Rasulullah dibongkar cuma demi pendapat satu pihak?

        4. Itu cuma satu ayat mas. Zaman ini terlalu banyak ayat yang ditasfsirkan sekenanya dengan pemahaman seadanya. Di sini kang mase sendiri nyata2 tidak memahami ayat itu, dan mengulang2 itu “kesepakatan ulama”, ini namanya apalagi kalau bukan TAQLID?

        5. Seperti saya katakana: Bid’ah paling bid’ah adalah membagi bid’ah menjadi menurut bahasa dan syariat. Ga ada fungsi apa-apa selain untuk mengalihkan perhatian dari inti utama, akal-akalan kaum wahabbi dalam diskusi ketika mereka kehabisan argumen yang kuat.

        6. (pembukuan Al-Quran dan Hadits hanyalah bid’ah menurut bahasa saja); Adalah argumen dasar kaum Wahabbi “Kullu bid’atun Dholalah (tanpa pengecualian)”. Kok ada yang dikecualikan? Kang mase ini kok plin-plan ya? Kang mase tahu pembukuan al-qur’an sempat menimbulkan perdebatan di kalangan shahabat? Penerjemahan Al-qur’an ke bahasa lain pernah menimbulkan perdebatan juga, tapi semua itu toh jalan juga.

        7. Kalau juga tidak ada larangan mengatakan sayyidina di depan nama Rasulullah, maulidan dan shalawatan,… kenapa kang mase harus anti??

        Itulah mase,….
        Ketika faham adanya bid’ah-bidah yang bermanfaat baik dan tidak bisa ditolak keutamaannya tidak usahlah berkelit dengan berbagai dalih untuk menolak maulid Rasul dan shalawatan. Dari zaman para wali dan hingga kini tradisi itu terbukti keagungan syiarnya tak tertandingi apalagi cuma oleh dakwah kaum wahabbi yang menggunakan kekuasaan dan uang yang seharusnya milik umat islam sedunia.

        Kang mase saya maafkan, tapi saya tetap bilang: Tolak kaum anti muludan!!!

      13. saya ingin sedikit meluruskan kesalahpahaman mengenai bid’ah secara bahasa dan istilah….
        si ‘dean’ ini mencap ‘wahhabi’ seperti ini dan itu, tapi untuk perkara yg sederhana seperti memahami secara bahasa dan istilah saja masih belum bisa…

        kenapa saya bilang perkara sederhana? karena itu pelajaran SD mas, waktu SD saya udah pernah diajarin itu bagaimana MEMAHAMI SECARA BAHASA dan MEMAHAMI SECARA ISTILAH….
        SD saya SD umum negri lho, bukan pesantren atau SD Islam dll…
        Jadi, bid’ah secara bahasa dan istilah itu bukanlah pembagian bid’ah mas, melainkan metode pemahaman….

        Pengertian secara bahasa hanyalah menjelaskan secara umum saja, sedangkan pengertian secara istilah (syari’at) menjelaskan secara khusus…
        berhubung bid’ah itu BUKAN bahasa Indonesia, maka perlu adanya pemahaman secara bahasa dan pemahaman secara istilah….
        bagaimana kita bisa tau itu bid’ah kalo kita tidak tau artinya?

        begitu juga Shalat mas, Shalat juga ada pengertian secara bahasa dan pengertian secara istilah (syari’at), secara bahasa Shalat itu artinya berdo’a, sedangkan menurut istilah shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam….
        itu pelajaran SD lho mas…

        Adapun ‘SETIAP BIDAH ITU SESAT’, itu maksudnya adalah HANYA SETIAP BID’AH MENURUT SYARI’AT SAJA YANG SESAT !
        Jadi kesimpulannya, bid’ah yg sesat itu ruang lingkupnya terbatas….

        begitu juga perintah Shalat yg ada di dalam Firman Allah mas, maksudnya adalah perintah Shalat menurut syari’at, bukan Shalat menurut bahasa….

        (semoga penjelasan saya jelas)
        kalo tidak paham, lebih baik bertanya, daripada menafsirkan sendiri kata-kata saya….
        ———————————-

        Ini bukan masalah muqallid atau bukan mas, akan tetapi kewajiban kita sesama muslim untuk saling mengingatkan sebatas yg kita tau saja dan saling memberi nasihat, karena agama adalah nasihat sebagaimana sabda Rasulullah,

        “Agama adalah nasihat” Kami (Sahabat) bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin serta orang-orang awamnya.” (HR. Muslim no.55)

        lagipula, bukankah Rasulullah memerintahkan untuk menyampaikan walaupun hanya satu ayat?
        ————————————-

        Sepertinya anda tidak menyimak penjelasan saya tentang masjid Nabawi,

        Sepertinya mas ‘dean’ ini telah ‘menutup mata’ terhadap sabda Rasulullah yg berbunyi,
        “Laknat Allah atas Yahudi dan Nasrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (H.R Al-Bukhari (no.435, 436, 3453, 3454, 4443, 4444, 5815, 5816) dan Muslim (no.531(22)) dari ‘Aisyah)

        “Mereka itu adalah suatu kaum, apabila ada orang yang shalih atau seorang hamba yang shalih meninggal diantara mereka, mereka bangun diatas kuburannya sebuah tempat ibadah dan mereka buat di dalam tempat itu rupaka-rupaka (gambar/patung). Mereka itulah makhluk yang paling buruk di hadapan Allah pada hari Kiamat.”
        (HR.Al-Bukhori (no.427,434,1341) dan Muslim (no.528) bab an-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhdzish Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid dia Atas Kuburan dan Larangan Memasang di Dalamnya Gambar-Gambar Serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid) dan Abu ‘Awanah (I/401))

        Apa masih kurang jelas sabda Rasulullah diatas?
        saya ingin tanya, apa dalil mas ‘dean’ membolehkan mendirikan masjid di kuburan atau sebaliknya?
        ————————————–

        Mengenai pembukuan Al-Quran, itu sudah menjadi ijma’ (kesepakatan) para Sahabat, walaupun sempat terjadi perselisihan, namun pada akhirnya mereka (para Sahabat) sepakat untuk membukukkan Al-Quran dan kesepakatan para Sahabat ini sudah bisa dijadikan ‘hujjah’ di dalam Agama….
        pelajari baik-baik sejarahnya….
        ————————————–

        Mengenai perkara no.4 tentang menafsirkan ayat sekenanya, bukankah malah anda sendiri yg menafsirkan sekenanya Q.S Al Hajj: 27 sebagai perintah Haji jalan kaki atau naik unta kurus?

        waallahu ‘alam….

  52. sebelumnya maaf kami ngutip,..segala sesuatu yang berkaitan dengan sesuatu yang wajib maka akan menjadi wajib pula oleh karen itu naik pesawat walaupun hal yang mubah kalo tidak memungkinkan kita bisa sampai ke tanah suci kecuali dengan pesawat maka hukum naik pesawat juga ter masuk dalam katagorinya, gambaranya seperti wudlu wlaupun dalam alloh SWT tdk mewajibkan tp karena wudlu termasuk hal yang berkaitan dgn sholat maka hukum wudlu menjadi wajib, “Mu’amalahpun kalo memang untuk mengesahkan dalam ibadah akan menjadi wajib”

    1. betul bang den alhar! kalaulah muamalah tidak bisa punya nilai ibadah, maka para menteri, kepala sekolah, polisi, penjual semangka dan tukang baso tidak ada nilai ibadah dalam pekerjaannya. mana ada zaman rasul polisi dan tukang baso.

      1. Diriwayatkan dari Abu Umamah., ia berkata: “Rasulullah bersabda; ‘Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat. Kemudian Rasulullah membacakan ayat, ‘Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58).” (Hasan, HR Tirmidzi [3253], Ibnu Majah [48], Ahmad [V/252-256], dan Hakim [II/447-448])

  53. sebelumnya maaf kami ngutip,..segala sesuatu yang berkaitan dengan sesuatu yang wajib maka akan menjadi wajib pula oleh karen itu naik pesawat walaupun hal yang mubah kalo tidak memungkinkan kita bisa sampai ke tanah suci kecuali dengan pesawat maka hukum naik pesawat juga ter masuk dalam katagorinya, gambaranya seperti wudlu wlaupun Alloh SWT tdk mewajibkan tp karena wudlu termasuk hal yang berkaitan dgn sholat maka hukum wudlu menjadi wajib, “Mu’amalahpun kalo memang untuk mengesahkan dalam ibadah akan menjadi wajib”

  54. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    to wahabiol. “perlu di ketahui bahwa muhammad bin abdul wahab adalah seseorang yang berguru pada ayah dan kakanya sendiri di mekkah yang beliau berdua merupakan dari golongan ahli sunah wal jama’ah tapi dilain sisi justru MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB menyeleweng dengan yang telah diajarkan gurunya, dia membuat fatwa sendiri dengan mengkafirkan orang2 yg tdk mau mengikutu ajaranya, dalam sejarahnya muhammad bin abdulwahab di tanyai oleh kakanya sulaiman bin abdul wahab “berapa rukunislam ?
    Muhammad bin abdulwahab menjawab :”Lima”
    sulaiman bin abdul wahab : tetapi kamu menjadikanya enam !!
    Muhammad bin abdulwahab : Apa..?
    sulaiman bin abdul wahab : kamu telah memfatwakan bahwa siapa yang
    mengikutimu adalah mu’min dan yang
    tidak sesuai dengan fatwamu adalah kafir.
    Muhammad bin abdulwahab : Terdiam dan marah.

    “””””@@ li Akhi min jam’iyah wahabiyah, kami tunggu konfirasi anda dlm mslh perbedaan/berlawanan i’itiqad kita. kita bisa berargumen/tukar ilmu n pikiran yg beda disini. Semoga Alloh SWT memberi jalan yang terbaik bt kita. Amiin…by S2n3 kbm

  55. Tampaknya diskusi berkembang lebih jauh dan tidak terarah karena terlampau banyak topik yang dibicarakan. Padahal tulisan pada blog ini, kita ketahui awalnya agar kita tidak tegang dengan sebuah dialog yang terlihat lucu namun maknanya cukup dalam. Jadi pada akhirnya tulisan-tulisan melalui fungsi komentar ini sudah out of topic dari tulisan awal.

    Saya sarankan kita akhiri saja perdebatan yang tidak sesuai dengan topik tulisan. Kalaupun ingin “mecurahkan” pertanyaan atau pendapat silahkan cari topik tulisan yang sesuai pada blog ini

    Kalau pada blog saya http://mutiarazuhud.wordpress.com, termuat tulisan-tulisan dan hasil kajian sederhana yang telah kami lakukan.

    Silahkan lihat kotak indeks sebelah kanan,

    Kategori Islam, tulisan dan kajian Islam secara umum
    Sebagai contoh bahya laten bagi umat Islam tentang perang pikiran / ghazwul fikri atau adu domba oleh orang-orang yang memusuhi kaum mukmin
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/03/29/2010/02/23/bahaya-laten/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/02/03/penghambaan-sesama-manusia/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/03/29/2010/01/26/kekeliruan-pluralisme/
    dll

    Kategori “Tentang Salafi Wahabi”, tulisan dan kasijan kaum salaf(i) dan wahabi
    Contoh tulisan
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/28/mengangkat-taimiyah/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/14/divide-et-impera/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/29/keterhubungan-salafy/
    dll

    Silahkan yang berkenan mengomentari pada tulisan terkait

  56. Tampaknya diskusi berkembang lebih jauh dan tidak terarah karena terlampau banyak topik yang dibicarakan. Padahal tulisan pada blog ini, kita ketahui awalnya agar kita tidak tegang dengan sebuah dialog yang terlihat lucu namun maknanya cukup dalam. Jadi pada akhirnya tulisan-tulisan melalui fungsi komentar ini sudah out of topic dari tulisan awal.
    Saya sarankan kita akhiri saja perdebatan yang tidak sesuai dengan topik tulisan. Kalaupun ingin “mecurahkan” pertanyaan atau pendapat silahkan cari topik tulisan yang sesuai pada blog ini
    Kalau pada blog saya http://mutiarazuhud.wordpress.com, termuat tulisan-tulisan dan hasil kajian sederhana yang telah kami lakukan.
    Silahkan lihat kotak indeks sebelah kanan,
    Kategori Islam, tulisan dan kajian Islam secara umum
    Sebagai contoh bahya laten bagi umat Islam tentang perang pikiran / ghazwul fikri atau adu domba oleh orang-orang yang memusuhi kaum mukmin
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/03/29/2010/02/23/bahaya-laten/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/02/03/penghambaan-sesama-manusia/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/03/29/2010/01/26/kekeliruan-pluralisme/
    dll

    Kategori “Tentang Salafi Wahabi”, tulisan dan kasijan kaum salaf(i) dan wahabi
    Contoh tulisan
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/28/mengangkat-taimiyah/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/14/divide-et-impera/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/29/keterhubungan-salafy/
    dll

    Silahkan yang berkenan mengomentari pada tulisan terkait

  57. assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh…….
    pertama kita ucap puji dan syukur kepada ALLOH s.w.t. yang telah memberi kita nikmat islam,ikhsan dan iman….
    ke dua sholawat dan salam ALLOH semoga terjurahkan selalu kepada beliau nabi kita muhammad s.a.w. yang kita tunngu2 syafa’at…….

    KITA SUKSESKAN INDONESIA BEBAS VIRUS WAHABI.

    wa’alaikum salam warohmatullohiwabarokatuh

  58. Virus Wahabi adalah penyakit parasit Islam paling ganas dan berbahaya yang akan membuat kering kerontang ruh Islam. Baiklah, mari “KITA SUKSESKAN INDONESIA BEBAS VIRUS WAHABI”

    1. Alangkah jauh lebih maslahat lagi jika “INDONESIA BEBAS DARI VIRUS KESYIRIKAN, BID’AH, TAKHAYUL, DAN KURAFAT”

      karena syirik, bid’ah, takhayul dan kurafat itu ibarat ‘kanker’ di dalam tubuh Islam yg dapat ‘mematikan’ kesempurnaan Islam itu sendiri…..

      wassalam…..

  59. @ yusuf ibrohim
    SECARA KEJIWAAN…..orang yang mempunyai kepribadian ganda atau kejiwaan terpecah , orang tersebut tidak akan pernah menyadari bahwa dirinya SAKIT JIWA.
    contoh;
    KULDESAK87,SALAMAN DAN YUSUF IBROHIM.(satu orang MEMERANKAN 3 karakter )

    1. Dari ketiga nama itu, karakter saya cuma satu mas, menentang kesyirikan dan kebid’ahan, takhayul dan kurafat…..

      dahulu juga Rasulullah dikatai ‘orang gila’ mas, memang sudah merupakan sunatullah bagi siapa saja yg berdakwah (nasihat) tauhid, memberantas syirik, bid’ah dan mengingatkan ummat atasnya sebagaimana dakwahnya (nasihatnya) Rasulullah, pasti akan mendapat banyak cobaan, salah satunya adalah celaan…

      Maka barangsiapa yang mengaku mengikuti Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, pasti akan mengalami hal yang sama seperti Rasulullah dahulu yakni dalam celaan, fitnah dan tuduhan yang jauh dari kebenaran untuk menjauhkan ummat kepada dakwah tauhid yang dibawanya….

      “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)

    1. Saya berprasangka baik saja dg mas ‘salik’ ini, semoga mas ‘salik’ ini bertanya karena memang ingin tau, bukan untuk skedar ngetes atau mengajak ‘jidal’ saja…..

      Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ?????? ?????? ??????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ???????? ???????? ????? ????????? ??????? ????????? ?????????????? ??????? ???????? ?????????

      “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

      Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah).

      Sedangkan definisi bid’ah secara istilah yang paling bagus adalah definisi yang dikemukakan oleh Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom. Beliau mengatakan bahwa bid’ah adalah:

      ????????? ???? ?????????? ??? ????????? ???????????? ???????? ?????????????? ???????? ????????????? ????????? ????????????? ??? ??????????? ???? ???????????

      Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

      Adapun yang memasukkan adat (tradisi) dalam makna bid’ah, mereka mendefinisikan bahwa bid’ah adalah

      ?????????? ??? ????????? ???????????? ???????? ?????????????? ???????? ????????????? ????????? ??? ???????? ??????????????? ??????????????

      Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah). (Al I’tishom, 1/26, Asy Syamilah)

      Definisi yang tidak kalah bagusnya adalah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan,

      ????????????? : ??? ????????? ?????????? ???????????? ???? ???????? ?????? ?????????? ???? ???????????????? ???????????????

      “Bid’ah adalah i’tiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijma’ (kesepakatan) salaf.” (Majmu’ Al Fatawa, 18/346, Asy Syamilah)

      Suatu kaidah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.

      Adapun perkembangan zaman yang kaitannya dengan ‘Hablumminannas’, adat atau kebiasaan hidup manusia yang berkembang pesat saat ini, itu semua adalah perkara baru yang diperbolehkan selama tidak ada larangannya atau tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang di dalam agama (Islam) dan bukan termasuk ke dalam bid’ah tercela yang terdapat didalam sabda Rasulullah. Kalau mau kita katakan bid’ah, itu hanyalah bid’ah secara bahasa yang merupakan perkara baru yang belum ada contoh sebelumnya.

      karena Rasulullah bersabda ;
      “Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)

      Sedangkan apabila dalam urusan ‘Hablumminallah’, seseorang tidak boleh melakukannya sebelum ada perintah, contoh, ketetapan dan ketentuan sebelumnya mengenai sifat dan tata cara pelaksanaannya, dan apabila kita mengada-ada sifat dan tata cara pelaksanaannya, maka perbuatan itu termasuk ke dalam bid’ah yang sesat yang terdapat di dalam sabda Rasulullah tsb…

      waallahu ‘alam…..

      1. diantara seluruh bid’ah, ada bid’ah yang paling bid’ah. Membagi bid’ah menjadi “bid’ah menurut bahasa dan syariat”.

  60. @ yusuf ibrahim
    anda ini nabi bukan…???
    koq memposisikan dengan nabi..??
    dulu nabi muhammad menghadapi orang kafir …???
    anda mengikuti salafi wahabi sudah berapa tahun……?????

    1. Demi Allah…..sudah saya duga sebelumnya,
      Pasti anda akan berkomentar seperti itu, pasti saya dikomentari sinis dg menyebut bahwa saya memposisikan diri saya dengan Nabi….

      baca baik-baik konteks kalimat yang saya tulis tanpa hawa nafsu, apakah benar saya memposisikan diri saya dengan Nabi?

    2. diantara seluruh bida’ah ada bid’ah yang paling bid’ah:
      “Bid’ah yang membagi bid’ah menurut bahasa dan menurut syariat”.
      ini akal-akalan culas kaum wahabbi untuk menghindar ketika ternyata memang terbukti hal-hal baru dalam hal agama adalah baik.

      Wahabbi tumbuh dan disuburkan oleh sir Edward Thomas Lawrence (mata2 inggris yang membidani lahirnya kerajaan Saudi Arabia”)

      1. setelah nyaris musnah karena tidak sesuai dengan nafas islam, kultur dan para ulama di madinah dan makah zaman itu, Prince Faisal dan Sir Thomas Edward Lawrence menyelamatkan serta berkolaborasi dengan wahabbi untuk menyuburkan kekuasaanya.

        TE Lawrence + Kerajaan Saudi + Wahabbi adalah 3 poros setan yang secara gemilang memecah belah umat muslim di era modern ini setelah khawarij dan muawiyyah di zaman Sayyidina ‘Ali Kwh.

  61. @ yusuf ibrahim
    boleh saya tahu..
    1.al imam asy satibi dan syekhul ibnu taimiyah lahir tahun berapa…??????
    2.contoh bid’ah seperti apa..???

  62. ckckkkkk,,si yusuf ini kebanyakan makan daging onta ama korma,,sehingga dia lupa bahwa ibu bapaknya makan daging sapi ama kelapa….Tau gak maksudnya??Wahabi emang banyak yang ngecap sesat fahamnya,,dia kan antek yahudi.Saudi aka cuma mangut2 aja diperkosa AS,masalah palestina aja mereka bungkam seribu bahasa,padahal jelas kejahatan berada di depan ujung mata mereka.HAMAS aja mereka sesatkan.Inilah kaum pengecut yang beraninya mengkotakkan agama,tetapi gak pernah mau mengerti dan peka terhadap keadaan sekitar.Jenggot aja panjang,nyali gak ada karena mereka kaum takut mati makanya mereka hanya berorientasi ama TBC,padahal mereka sendiri pelaku TBC,membagi tauhid jadi 3 itu jelas bid’;ah,memasukan dan memaksakan dalil ayat suci agar sesuai dengan kehendak nafsu mereka.
    Imam tanpa tandingnya aja pernah nyungsep dalam hal keyakinan,apalagi anak bawangnya model wahabi2 jaman sekarang.Wahabi tidak pernah sekalipun mencerminkan perilaku salaf,tapi SALAH,karena mereka hanya memahami dalil2 dengan logika dan makna kasarnya saja…..

    1. Wahai Saudaraku….jauhilah dari kalian segala prasangka, karena Allah berfirman ;

      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujaraat: 12)

      Dan janganlah karena rasa bencimu itu, sehingga kamu berbuat tidak adil, karena Allah berfirman ;

      “……….Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…..” (Q.S Al-Maidah: 8)

      coba cari lagi artikel-artikel berita di internet khususnya, agar lebih mudah mencarinya, apakah benar Arab Saudi tidak membantu Palestina….
      sehingga kita bisa adil dalam mengabarkan suatu berita sehingga kebenaran bisa terlihat dan tidak ada alasan apapun melakukan pembenaran untuk menghina, mencaci, mengejek dsb…..

      mungkin ini salah satu beritanya,

      http://www.mediaindonesia.com/read/2009/01/09/55129/39/6/Raja-Saudi-Galang-Bantuan-untuk-Gaza

      waallahu ‘alam….

  63. Secara tidak disadari ada yang mempropagandakan kehidupan individualistik untuk melemahkan Ukhuwah Islamiyah. Bagi mereka hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan masing-masing kecuali sholat berjama’ah. Mereka takut sekali timbulnya kelompok atau jama’ah yang mengakibatkan “menganggu” penguasa. Oleh karenanya mereka sangat khawatir dengan ibadah (ghairu mahdah) seperti tabligh akbar, kelompok pengajian, organisasi massa muslim dll. Padahal berkumpulnya muslim dalam rangka mengingat Allah adalah sesuatu yang diutamakan.

  64. Dugaanmu yang Analistis sungguh tepat sekali Mas Mutiara….. Kami pun menangkap maksud yang demikian. Indikasinya, mereka melarang demo, melarang dan anti perkumpulan massa yang berpotensi menjadi sebuah kekuatan, terutama yang di Arab Saudi….

    Kalau di Indonesia konteksnya beda, sebab mereka minoritas, di samping ‘kekuasaan negara’ tidak mendukungnya.

  65. @ all aswaja
    kita tunggu yusuf ibrahim kira2 mau jawab atau kabur…???

    saya tunggu jawabanya mas ibrohim..

    1. bukannya saya ga mau jawab atau mau kabur mas, saya cuma ingin menghindari ‘jidal’ saja….

      bahkan jika komen-komen disini sudah semakin ‘menjadi-jadi’, kemana-mana pembahasannya, isinya caci makian, hinaan, ejekan dkk. mungkin saya akan keluar saja dari diskusi ini,
      saya khawatir lebih banyak mudhratnya daripada manfaatnya……

      Saya hanya bisa meminta ampun kepada Allah jika ada khilaf dari saya…..
      semoga ada manfaat yg bisa di petik dari diskusi panjang lebar disini….

      -terima kasih-

  66. @ mutiarazuhud & Ummati :

    Wahai Saudaraku…..jauhilah dari kalian segala prasangka, karena Allah berfirman ;

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujaraat: 12)

    lagipula, siapa yg melarang umat muslim melakukan tablig akbar atau pengajian?
    adapun mengingat Allah, tentu boleh, siapa juga yg melarang mengingat Allah?

    Bagaimana mungkin Ukhuwah Islamiyah bisa terwujud dengan cara-cara yg tidak ‘Islami’ seperti demonstrasi…
    kita kan tau, kalo demonstrasi itu bukanlah dari Islam, Islam tidak mengenal demokrasi dan ‘anak’nya demonstrasi….
    bahkan tidak jarang demonstrasi justru mengganggu (bikin macet) jalan umum, padahal menyingkirkan halangan di jalan adalah salah satu cabang keimanan di dalam Islam….

    Apabila kita ingin menyuarakan pendapat atau menasihati pemimpin (pemerintah) dengan cara yg ‘Islami’ tanpa demonstrasi, tentu telah diajarkan oleh Rasulullah,

    “Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati)” (Shahih, riwayat Ahmad, Al Haitsami dan Ibnu Abi Ashim)

    karena sesungguhnya agama ini adalah nasihat,
    Rasulullah bersabda, “Agama adalah nasihat” Kami (Sahabat) bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin serta orang-orang awamnya.” (HR. Muslim no.55)

    waallahu ‘alam….

    1. Yusuf Ibrahim wrote: “Wahai Saudaraku…..jauhilah dari kalian segala prasangka, karena Allah berfirman ; “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujaraat: 12)”

      ===================================
      Siapa yang berprasangka atau mencari-cari keburukan ?

      Kezaliman begitu jelas kita dapat lihat dan sama sekali bukan prasangka apalagi bergunjing.

      Baik Kerajaan Arab Saudi maupun Penguasa negeri kita, semua meneruskan perjanjian dengan orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap mukmin.

      Padahal Allah telah memperingatkan melalui firmanNya yang artinya,

      “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (Al Maaidah: 82).

      Dengan perjanjian tersebut (sebagai contoh mengolah sumber daya alam / tambang), penguasa Arab Saudi maupun Penguasa negeri kita “memperkaya” negara mereka yang memusuhi Islam (orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik).

      Kemudian penguasa-penguasa Arab Saudi maupun Penguasa negeri kita, seolah-olah “membiarkan” mereka (orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik) membunuh saudara-saudara muslim kita di belahan bumi lainnya, yang dibiayai dengan kekayaan yang diperoleh mereka, dari hasil sumber daya alam/tambang yang merupakan karunia Allah bagi negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim

      Yusuf Ibrahim wrote: “Bagaimana mungkin Ukhuwah Islamiyah bisa terwujud dengan cara-cara yg tidak ‘Islami’ seperti demonstrasi… kita kan tau, kalo demonstrasi itu bukanlah dari Islam, Islam tidak mengenal demokrasi dan ‘anak’nya demonstrasi…. bahkan tidak jarang demonstrasi justru mengganggu (bikin macet) jalan umum, padahal menyingkirkan halangan di jalan adalah salah satu cabang keimanan di dalam Islam…. Apabila kita ingin menyuarakan pendapat atau menasihati pemimpin (pemerintah) dengan cara yg ‘Islami’ tanpa demonstrasi, tentu telah diajarkan oleh Rasulullah”

      Demontrasi yang kita lakukan dengan santun dan baik, bagi dukungan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina tidak ada menyalahi sunnah, sama sekali bukan seperti yang dikatakan ulama-ulama wahabi atau salaf(i), “membuat kerusakan di muka bumi”.

      Demontrasi menunjukkan bahwa kami muslim dan menginginkan saudara-saudara muslim kami di Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan mereka, dan itupun sesuai dengan pembukaan UUD negeri kami, “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan”

      Menasehati penguasa (raja) dengan empat mata dan tidak didepan khalayak ramai adalah umumnya untuk urusan pribadi penguasa (raja). Sedangkan kebijkan penguasa (raja) terbuka saluran atau cara-cara yang lain. Sedangkan demontrasi untuk mendukung perjuangan saudara-saudara muslim kita di Palestina tidak ada hubungan dengan masalah pribadi penguasa (raja). Sebagai sesama muslim , kita tidak cukup dengan “mengutuki” Yahudi Israel. Setidak-tidaknya dengan demonstrasi “menggentarkan” musuh-musuh Islam dan kami menunjukkan bahwa kami adalah muslim dan sesama muslim adalah bersaudara.

      Demontrasi bukanlah dalam rangka memberontak / memerangi atau menggulingkan dan kami menyakini hadits bahwa ada larangan untuk memberontak / memerangi / menggulingkan pemimpin yang muslim (selama mereka masih sholat) walaupun mereka jahatv / tidak adil /zalim. Namun disisi lain ada anjuran dari Rasulullah bagaimana menghadapi pimpinan yang jahat/tidak adil/zalim yakni,

      Barangsiapa yang benci (terhadap kejahatan/kezaliman pimpinan tersebut) sungguh ia telah berlepas diri dan barangsiapa yang mengingkari sungguh ia telah selamat, akan tetapi barangsiapa yang ridha dan mengikuti (kejahatan penguasa) maka orang itu bersalah / berdosa pula.

      Ingat bahwa kami tidak membenci pribadi penguasa, namun kami membenci kebijakan atau bahkan mungkin kezaliman mereka para penguasa. Tidak lebih dari sekedar membenci.

      http://mutiarazuhud.wordpress.com

  67. SETUJU MAS MUTIARA , bagi para pengikut salafy , Hamas adalah ahlul bid’ah yang harus dimusuhi (lihat aja komentar -komentar mereka tentang Hamas) dan mereka mendukung PENGUASA boneka Mahmud Abbas dukungan kafir yahudi USA dan Eropa. Dan bisa dilihat kebencian mereka terhadap Pergerakan Islam karena khawatir kepentingan Yahudi dan Kaum kafir lainnya terganggu

  68. Ciri-ciri khawarij (Sekarang Salafy Wahabi) antaralain:

    1. Mengkafirkan Kaum Muslimin
    2. Membaca Al Qur’an tidak sampai pada kerongkongan (tidak menyerap tafsir dan maknanya)
    3. Membunuhi Kaum Muslimin
    4. Membiarkan orang-orang kafir
    5. Muda umurnya dan dalam keadaan bodoh (dangkal ilmunya) lantas berbicara dengan ucapan-ucapan Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam namun iman mereka tidak sampai pada kerongkongan. Adapun makna “muda umurnya” ialah:
    * Nafsu kepada dunia besar. Seperti Dzul Khuwaisiroh yang menuduh Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam tidak adil karena masalah ghanimah (rampasan perang)
    * Semangat untuk mengejar wanita.
    6. Semangat beribadah mereka, baik sholat, puasa maupun membaca Al Qur’an, jauh melebihi kita kaum Muslimin pada umumnya. Akan tetapi, khususnya dalam hal membaca Al Qur’an, mereka seringkali mengeluarkan dalil-dalil untuk membenarkan hujjah-nya namun mereka tak sadar bahwa justru dalil tersebut menyalahkan mereka
    7. Sebagian dari mereka memiliki ciri fisik tidak memiliki lengan namun ada daging menonjol seperti “buah dada” wanita dan memiliki rambut berwarna putih

    Ciri-cirinya dari nomor 1 s/d 6 itu persis dengan ciri-ciri Salafy Wahabi (neo khowarij).

    Sumber:http://abasalma.wordpress.com/2009/12/08/perihal-khowarij/#comment-2562

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker