Salafi Wahabi

Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama’ah

Bismillah….

Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama’ah

Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi? He he he…. ketawa dulu biar nggak tegang. Judul postingan kali ini dibuat keren sedemikian rupa supaya memiliki nilai komersil. Semoga best-seller seperti halnya buku-buku terbitan Salafy Wahabi yang mencatut Nama Besar Kiyai  NU, bukunya  jadi laris manis bak kacang goreng.  Dengan demikian sehingga diharapkan diskusi (debat) yang walaupun semula berawal dari iseng-iseng bisa berkembang jadi Debat Ilmiyah.

Dialog ini dimulai dari seorang aktifis dakwah Wahabisme bernama Abahna Jibril yang menitipkan link blog-nya di blog ini.

Tapi karena nama blog yang memang aneh dan ngedap-edapi menurut istilah Munib Muslih (seorang komentator blog ini), maka mengundang orang yang melihatnya menjadi kaget. Siapakah nama yang menggemparkan tersebut,   tidak lain yaitu “Bapak Malaikat Jibril (maaf, hanya plesetan)”.  Tak heran jika mengundang komentar dari seorang bernama Ahmad Syahid yang seakan ingin menggugat penamaan yang aneh tersebut.
Ahmad Syahid adalah seorang pembela ASWAJA di blog ini yang sangat terkenal namanya  sejajar dengan Abah Zahra, Mutiara Zuhud, Gondrong dll.
Dan tak kalah populernya juga Arumi dkk yang baru saja menyatakan hengkang sementara dari aktifitas komentar di blog kesayangan kita ini karena tersangkut “problem” akibat ulah su’udzon-nya Abah Jibril ini. Bahkan blog ini pun dituduhnya sebagai blog Syi’ah seperti yang yang ditulisnya dipermalink postingannya  http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/26/sandiwara-komentator-blog-syiah/#comment-196,  sebuah tudahan yang tak berdasar samasekali.

Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama’ah

Baiklah, tidak perlu berpanjang kalam lagi mari kita simak bersama debat Ilmiyah yang semakin seru ini, semoga bisa diambil faedahnya….
  1. 89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
  1. abahnajibril
    12 Februari 2011 pukul 11:20 am | #65
    Balas | Kutip | Sunting

    http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/11/abu-hurairoh-dihujat-syi%E2%80%99ah-tapi-dipakai-dalam-kitab-kitab-syi%E2%80%99ah/

61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
ahmadsyahid
12 Februari 2011 pukul 3:01 pm | #66
Balas | Kutip | Sunting

gila bener neh orang , ngaku jadi abahnya malaikat.

  1. 89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
    abahnajibril
    17 Februari 2011 pukul 11:41 pm | #119
    Balas | Kutip | Sunting

    ahmadsyahid
    ygGILAtuhNAMANYA
    ABDULhusein…
    masa
    bukan
    hamba
    ALLOH
    malah
    budaknya
    husein…coba
    deh
    kritisi
    nama
    saya
    katanya
    suka
    ilmiyyah…kok
    gitu
    aja
    revot…

    • 61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
      ahmadsyahid
      19 Februari 2011 pukul 1:45 pm | #120
      Balas | Kutip | Sunting

      abahna jibril , saya hanya tahu jika Jibril itu nama Malaikat , dan tidak ada satu riwayatpun yang menyebutkan jika jibril itu punya Abah (ayah).

  1. 89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
    abahnajibril
    22 Februari 2011 pukul 12:07 pm | #125
    Balas | Kutip | Sunting

    @ahmad syahid:
    apakah ada larangan agama dalam hal itu hai suadaraku yang ‘alim dan ilmiyyah sebagaimana Nabi telah melarang ummatnya melakukan bid’ah?ataukah ada kaidah dasar yang saat ini belum pernah ditulis satu ulamapun dimuka bumi ini tentang larangan menamai anak dengan nama malaikat?bukankah nama adalah tafa’ul /berharap kebaikan?lalu bagaimana dengan nama Hamba Husein / Abdul Husein yang pernah saya tanyakan? mohon petunjuk tuan guru…

  2. 61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
    ahmadsyahid
    22 Februari 2011 pukul 3:15 pm | #126
    Balas | Kutip | Sunting

    @. bapaknya jibril

    sebelumnya saya mohon maaf jika keanehan yang saya nyatakan menyinggung perasaan anda dan sudahlah tidak perlu diperpanjang , saya hanya merasa aneh jika malaikat punya bapak dan hak antum untuk memberikan nama apa saja (nama yang baik) untuk anak antum , dan sebaiknya kata abdu (hamba) diidlofahkan kepada Asmaul husna.

89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
abahnajibril
23 Februari 2011 pukul 12:37 am | #128
Balas | Kutip | Sunting

@ Pak ahmad : Syukron masukannya… saya g tersinggung kok, hanya ingin tahu barangkali saya ada kesalahan dalam hal menamai anak, bukankah kita perlu share secara ilmiyyah atas setiap perkara agama?juga untuk pak munib muslih, dan pak ahmad syahid salam kenal saja dari saya, oh ya kapan-kapan mampir ya ke blog sederhana saya http://www.abahnajibril.wordpress.com ; begitu juga untuk pemilik blog ummati syukron atas dimuatnya koment saya, ditunggu kunjungan silaturahimnya di blog saya…salam kenal untuk semuanya…

61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
ahmadsyahid
23 Februari 2011 pukul 7:41 am | #130
Balas | Kutip | Sunting

@. bapaknya jibril salam kenal juga , ternyata antum penggemar ustadz amir abdat yah ? saya sudah kunjungi Blog antum dan kasih komentar , tolong dijawab ya ?.

banner gif 160 600 b - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
abahnajibril
23 Februari 2011 pukul 8:48 pm | #133
Balas | Kutip | Sunting

@pak ahmad syahid : saya mengidolakan Rosululloh dan para pecinta serta pengusung sunnah Nabi yang shohih kok, karena tiap2 manusia diakhirat akan bersama para idolanya, kalau memang Abdul Hakim Abdat itu mencintai Sunnah Nabi yang shohih, maka saksikanlah bahwa saya mencintai beliau juga, oh ya pertanyaan antum sudah saya jawab kok, dilihat saja ya, siapa tahu saya ada salah, mohon dikritik oleh tuan guru, saya tunggu ya pak.

… syukron ummati sudah mau memuat koment saya.

61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
ahmadsyahid
24 Februari 2011 pukul 8:21 am | #136
Balas | Kutip | Sunting

@. bapaknya Jibril

pertanyaan saya di blog anda sangat simpel , apakah bapaknyajibril memahami dan mengartikan ayat asma wa shifat dengan makna hakiki atau makna majazi ? al-hamdulillah antum jawab dengan panjang lebar namun tidak langsung menjawab pertanyaan saya, antum jutru memberi kaidah dalam memahami ayat asma wa shifat , pertanyaan saya berikutnya adalah klarifikasi, apakah itu benar-benar kaidah kalian (Wahabi/salafi) dalam memahami ayat asma wa shifat , benar-benar mewakili Faham Wahabi atau itu gagasan anda sendiri ?.

setelah klarifikasi ini Insya Allah nanti kita bahas tuntas kaidah tersebut. dan mohon maaf , kedepan mungkin saya menyebut anda dengan inisial saja AJ sebab terus terang saya masih tidak cocok jika Jibril sebagai malaikat punya Bapak.

89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
abahnajibril
24 Februari 2011 pukul 6:10 pm | #139
Balas | Kutip | Sunting

Bismillah….
Assalamu’alaykum..
Duh abah baru buka koneksi lagi nih, maklum baru pulang kuli… 🙂
Abah baca-baca respon sahabat diatas, aih… (ikutan mas Ahmad Syahid 🙂 )ternyata ehm..ehmm perhatian juga..syukron..

Mas Ahmad Syahid, saya kedepannya juga mau ikutan menyingkat jadi AS (tapi tidak akan ana samakan dengan dukun AS kok … 🙂 ), semoga Alloh menunjuki ana dan mas AS kedalam Al-Haq; Sebetulnya pertanyaan mas sudah terjawab dengan apa yang Abah Tulis, justru yang terpenting dalam Islam itu adalah kaidah mas, Kalo mas menganggap ogah belajar berkutat dengan kaidah, maka Islam bisa Amburadul mas;mengapa demikian?? karena dengan kaidah itulah Islam mampu menjawab semua hal dan masalah sejak zaman dulu sampai kiamat. Dalam hal makanan halal dan haram saja yang kita gunakan dari dulu sampai sekarang adalah kaidah, karena Islam itu sempurna mas, dan Al-qur’an itu bukan kamus, melainkan wahyu untuk manusia disegala zaman, kondisi dan keadaan..Saya ulas sedikit, apa Al-qur’an pernah menghalalkan buah durian??tidak ada mas didalam Al-qur’an tentang buah durian dihalalkan, apa di dalam Al-qur’an ada diharamkan Lesbi, Ganja, Shabu-shabu?? Tidak ada mas, karena sekali lagi Al-qur’an bukan kamus, melainkan berisi petunjuk dan kaidah-kaidah ushul tentang semua hal yang terjadi dulu, hingga masa depan..jadi pertanyaan mas saya jawab dengan kaidah, mengenai apakah majaz atau hakiki, silahkan mas tela’ah lagi jawaban saya, dan itu merupakan kaidah Haq yang dipegang oleh seluruh salafiyyin dari sejak zaman sahabat hingga hari kiamat, Insya Alloh, dan apa yang semua mas tanyakan Insya Alloh terjawab oleh kaidah ushul tersebut… Dan diskusi kita kedepannya pun tidak akan lepas dari kaidah ushul tersebut..semoga menyenangkan mas… 🙂 salam buat keluarga mas ya…

61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
ahmadsyahid
24 Februari 2011 pukul 9:39 pm | #140
Balas | Kutip | Sunting

@. aj

maafkan saya menyebut nama anda dengan AJ sebab saya tidak mau ber Tasyabuh dengan Musyrikin yang meyakini Malaikat anak Tuhan , dan anda menyerupai mereka karena anda menganggap diri anda sebagai Bapaknya malaikat Jibril. ( sama sekali tidak ada niatan atau anggapan bahwa aj = Asal Jawab )

AJ , jawaban anda yang panjang lebar itu sama sekali tidak menjawab tegas pertanyaan saya yang sangat simpel ,   “apakah anda memahami dengan Hakiki atau Majazi ” ? mestinya jawabanya pun bisa sangat simpel.

Aj. sedikitpun saya tidak menolak berdiskusi soal Kaidah yang anda sampaikan , saya hanya mengklarifikasi apakah Kaidah tersebut buatan anda sendiri atau mewakili Faham Wahabi , dan Menurut anda Kaidah itu memang kaidah yang dipakai oleh seluruh Wahabi , klarifikasi ini penting agar dikemudian hari tidak ada kata-kata ” Sory itu kaidah buatan saya sendiri sama sekali tidak mewakili faham Wahabi.”

sebelum masuk ke materi serta menguji kebenaran Kaidah-kaidah yang anda sampaikan , sedikit saya ingin tanya, tolong sebutkan Nama Sahabat atau Tabi`in atau atba` tabi`in yang menggunakan Kaidah-kaidah tersebut ? sebab anda mengatakan : ” itu merupakan kaidah Haq yang dipegang oleh seluruh salafiyyin dari sejak zaman sahabat hingga hari kiamat , tolong sebutkan Nama-nama Salafushalihin yang menggunakan Kaidah itu ?

89f58c94d7708da0d498a9f09ee63888?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
abahnajibril
25 Februari 2011 pukul 12:47 am | #143
Balas | Kutip | Sunting

Izin jawab ya mas AS…
“saya sudah katakan diatas…silahkan saya tunggu diruang diskusi di blogs saya yang sudah saya sediakan…” … terima kasih…hatur nuhun…

61bf3617fbab1a845fcb421594be0c20?s=32&d=identicon&r=G - Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah
ahmadsyahid
25 Februari 2011 pukul 8:39 am | #148
Balas | Kutip | Sunting

@. aj
seperti yang saya katakan diatas : sebelum masuk ke materi serta menguji kebenaran Kaidah-kaidah yang anda sampaikan , sedikit saya ingin tanya, siapa sajakah Salaf as-shalihin yang menggunakan Kaidah2 itu ?

jika aj mau menjawab pertanyaan sederhana saya , jika @aj mau menyebut Nama Salaf as-shalihin yang menggunakan Kaidah itu , Insya Allah saya akan langsung meluncur ke Blog anda untuk melanjutkan diskusi, plus menguji kebenaran kaidah tersebut.

syukron.

******

CATATAN REDAKSI:
Silahkan kepada Abahna Jibril menjawab pertanyaan Mas Ahmad Syahid dilanjut di kolom Komentar di bawah ini.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

49 thoughts on “Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama’ah”

  1. kepada admin kalau misalnya abahna jibril tetep ga mau diskusi disini, maunya diblognya sendiri, itu tegantung mas Ahmad Syahid… kalau beliau mau menerima diskusi di blog abahna jibril, ya gapapa… tapi saya mohon admin ummati mengcopy pastekan diskusi di blog tersebut ke sini…. saya akan mengikuti diskusi tersebut disini aja, ga akan ke blognya abahna jibril…. bukannya fanatik atau su’udzon, kalo blog ini kan udah kayak rumah sendiri… kalo blog abahna jibril serasa masuk ke rumah orang lain, kita sendiri belum tau sifat dan sikap tuan rumah… nanti salam faham lagi seperti yang terjadi sama Mas Arumi, dkk………

    1. Baik Abah Zahra, kami setuju dengan usulan antum.

      Oh ya, menurut antum apakah blog Ummati Press ini mencerminkan blog Syi’ah sebagaimana yang dituduhkan Abahna Jibril di permalink postingannya: http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/26/sandiwara-komentator-blog-syiah/#comment-196, atau mungkin Abah Jibril sendiri yang tidak mengerti apa itu Syi’ah?

      Selain itu kami juga menghimbau kepada para pengunjung, begitu Abahna Jibril hadir di di forum ini, agar tidak mengganggu jalannya “debat ilmiyah” ini dimohon dengan hormat jangan ada yang koment lagi di forum ini. Terimakasih atas perhatiannya.

      1. Admin, sekedar info aja ya? Aku pernah cukup lama gaul ama nak2 wahabbi tp bosen bid’ah mlulu, mrka itu mngnggap Syi’ah kpd Habaib, mknya mereka paling gak demen tuh ma yg namanya Habaib. menurut pandangan mreka blog ini kan menyiarkan bid’ah2 habaib. ada tawassul, yasinan, maulid, tahlilan, tabaruakan, opo maning yak? bgtulah Stahu aku, kalau habaib itu Syi’ah di mata nak2 wahabbi. Jadi kesmplnnya, blog inipun akan dipandangnya seggai syi’ah. Sing sabar yo mas klu ngadepi wong wahabbi, mereka itu kaum yg tidak ngerti tp merasa ngerti.
        Sekian aja, aku jg mau nonton ja, mumpung mash grtis, kwkwkwkwk….!

        1. Oh begitu ya, pantesan bencinya kpd Habaib sampai ubun-ubun mereka ya? Baru tahu kalau begitu persepsi mereka, baik Mas Aula, terimakasih atas informasinya.

  2. Baik Mas Admin, ana hanya minta izin ikt nonton debat ilmiyah ini, smg dpt tambahan ilmu. ustadz abahna jibril ana menunggu jwabn antum, sptnya bnyak yg nungguin?

  3. Allohumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shohbihi ajmai’in, semg debat ilmiyah ini mendpt barokah-NYA, amin yaa mujbassaa’ilin…………

    Saya akan ikuti forum ini, dan tdk akan koment lagi jika abah jibril sdh hadir di forum ini, syukron atas tayangannya.

  4. opo yo wani debat si bapake jibril yo ?????? wang lagi revot nyuci2, nggendong ,bloom lagi bersih2 rumah wong istrinya baru nglahirin ?????

    1. Bang khidir mau aja dikibuli abahna jibril seh? Buktine isih iso njawab komentar di blognya itu. Aku yakin abahe jibril nggak berani takut salah koment di sni, takut ditonton banyk org, wkwkwkwkwkwk….!

  5. Sesuai permintaan Arumi dkk, mereka minta agar klarifikasinya kepada Abahna Jibril di-COPAS di sini, berikut ini klarifikasinya agar menjadikan maklum adanya:

    Arumi
    26 Februari 2011 pukul 3:27 pm | #153
    Balas | Kutip | Sunting

    For ALL ASWAJA@

    Tadi pagi saya Arumi, Miranda, dan Rifan dapat kontak email dari Ummati, yg isinya minta penjelasan secara jujur berkaitan dengan postingan Abahna Jibril di link ini: http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/26/sandiwara-komentator-blog-syiah/

    Di sini saya mewakili teman-teman, Miranda, Rifan (bukan Rifan Mohammad), bahwa kami adalah teman satu kost yang kebetulan memiliki minat sama menyoroti Wahabisme. Kami sering bercanda tentang Wahabisme, sebab menurut kami Wahabi itu lcu-lucu. Dan yang tanpa kami sadari atau lengah, kami sering saling pinjam laptop, jika sedang browsing, maklum namanya juga anak-anak muda, ya kan? Itulah sebabnya terdeteksi IP-adress kami sama, he he he….

    Karena menurut kami Wahabi adalah sekte Islam yg menimbulkan suasana panas di tengah masyarakat Islam dg gaya dakwahnya yg provokatif meneriakkan isu-isu bid’ah, kesyirikan, dll, yang menurut saya dan teman-teman tsb perlu dijawab berdasar kefahaman kami tentang ajaran Islam yg benar.

    Kami hanya menyuarakan faham ASWAJA, dan berlepas diri dari tuduhan Abahna Jibril bahwa kami juga berperan sebagai WAHABI, peran yg dituduhkan oleh Abahna Jibril tidak benar, dan sekali lagi kami berlepas diri dari tuduhan tersebut. Demikian klrifikasi dari saya, Miranda dan Rifan.

    Dengan ini pula, kami beritahukan bahwa alamat email kami yg dimuat di blognya Abahna Jibril sudah kami non-aktifkan. Dan kami akan non-aktif sementara berdiskusi/koment di sini, di waktu lain kami akan tetap membela ASWAJA di blog ini dengan nickname yg baru. Mohon maaf kepada semua teman-teman di sini.

    Terimakasih kepada Ummati atas peringatannya, kami tetap bangga kepada blog ini.

    klarifikasi ini aslinya ada di

  6. Saya barusan komen ke blognya abah jibril dan lagi nunggu moderasi kayaknya mau dihapus, banyak juga yg komen disana tapi semuanya yg pro wahabi.

  7. Saya komen di situs abah.> Abah, kejadian sama ip address bs aja terjadi. Misalnya saja salah satu kelompok entah pembela aswaja atau pengikut wahabi pny basecamp sendiri. Atau kantornya sama. Atau bs aja mrk punya warnet langganan. Maka aihasil ip addres bs jg sama.

    gak perlu alergi melihat 2 atau lebih orang ber ip addres sama. Toh pengikut wahabi jg bny yg kepergok mempunyai ip address sama tp nick nya ada 3.

    jadi utk urusan ini, kita nilai pada materi yg dibicarakan saja. Apa benar atw salah menurut ajaran islam.

  8. Buat anak2 aswaja, saya sudah lama membaca blog ini. Dan br kali ini komen, krn ada pembicaraan ttg ip addres. Dulu sy aktif dipergerakan yg bernama NII KW 9. Pd tahun 1998 sy keluar dr pergerakan tsb setelah slama 4 thn menjadi aktifis nya.
    Setelah keluar dr gerakan tsb, sy masuk ke berbagai gerakan sejenis. Dan sy berhenti dr pergerakan spt itu krn sy terkena sakit yg mendadak.
    Sakit yg panjang.
    Kakek alm sy di sulsel smasa hidup adl ketua tarikat khalwatiyah. Dan memang sangat berbeda antara menjadi aktifis berpola pikir wahabi dgn pengikut tariqat. Sakit yg panjang membuat sy terselamatkan menjadi pengikut pemikiran wahabi, dan berpulang pd aqidah aswaja. Alhamdulillah, dgn adanya blog ini membuat pemahaman sy jd bertambah.
    Syukron katsiron pd rekan2 aswaja.

  9. Sy sangat familiar dgn urusan ip address. Dan sy sudah menggunakan internet 11 tahun. Dulu sy jg belajar tehnik hacking. Dan masalah ip address sgt bs dimanipulasi.
    Dibeberapa provider yg tdk menggunakan ip static, sgt mudah merubah ip address. Tinggal reset modem dan tunggu beberapa menit, maka ip address akan berubah. Kalo gak salah pengguna speedy bs melakukan hal tsb. Tp jk provider yg digunakan adl ip static, ada tehnik lain yg bs digunakan utk merubah ip address.

    intinya, jk ip address bs diubah2 dgn tehnik tertentu, lalu siapa yg menjamin kita smua tak dpt melakukannya. Artinya siapapun jk ukurannya adl ip address, pengikut wahabi pun dpt melakukan kloning id dgn ip address yg berbeda. Artinya lagi, bhw bs sj 1 pengikut wahabi pny 3 id, dan merasa aman tak terdeteksi krn ip add nya berbeda.

    1. he…he…bang toyib udaaaah……nt kan dah cocok di blog abahna jibril …..nambah naik tensi aja ntar di mari disono nt kan yaman sepaham …..he…he…nanti nt ketularan bid,ah disini loh ….

  10. Ibarat sebuah pertarungan tinju, sprti yg terbaca di postingan di atas, abah jibril itu sudah terkena pukulan hook yg sangat keras dua kali, jadi bisa dikatakan dia sudah ngeri mau maju lagi. Tapi mau nyerah malu sama pelatih dan pendukungnya. Jadi kalau ditunggu sdh empat hari dia tdk berani maju jg sebaiknya Mas Admin mengumumkan KO-nya abah jibril. Kasihan Mas Syahidnya kelamaan menunggu.

    1. afwan yaa akhi abdul, antum sepertinya ada-ada saja? Ana tidak melihat yang menunjukkan adanya pukulan hook tsb, mana buktinya semua dialog lancar dan biasa-biasa saja tidak aneh, dan diskusi tsb berjalan baik dan ramah tamah? Jangan asal koment, mana buktinya, afwan….

      1. afwan yaa akhi Abu Syamil,

        inilah dua bukti pukulan hooknya yg keras itu:

        1- maafkan saya menyebut nama anda dengan AJ sebab saya tidak mau ber Tasyabuh dengan Musyrikin yang meyakini Malaikat anak Tuhan , dan anda menyerupai mereka karena anda menganggap diri anda sebagai Bapaknya malaikat Jibril. ( sama sekali tidak ada niatan atau anggapan bahwa aj = Asal Jawab )

        2- Menurut anda Kaidah itu memang kaidah yang dipakai oleh seluruh Wahabi , klarifikasi ini penting agar dikemudian hari tidak ada kata-kata ” Sory itu kaidah buatan saya sendiri sama sekali tidak mewakili faham Wahabi.”

        ada lg satu pukulan straigt dari Ahmad Syahid cukup telak:
        “@. aj
        seperti yang saya katakan diatas : sebelum masuk ke materi serta menguji kebenaran Kaidah-kaidah yang anda sampaikan , sedikit saya ingin tanya, siapa sajakah Salaf as-shalihin yang menggunakan Kaidah2 itu ?”

  11. Mas arumi dkk..jgn kelamaan ya inactive nya, kangen nie ma comment2 kritisnya, ane yakin mas arumi dkk tdk sedang brsandiwara…om admin klo bole usul judul dperhalus dikit debat mjd dialog, risi kyknya spt memperdebatkan agama…tks

  12. lumayan lama juga neh nunggu jawaban AJ , saya kira AJ akan sangat mudah menyebut nama Salaf as-shalihin yang konon katanya menggunakan Kaidah yang diasampaikan AJ , ternyata sudah tiga hari lebih , AJ masih belum juga menjawabnya , apakah sudara AJ dalam keadaan sehat wal-afiat ? jika tidak , saya mohon kesediaan semua kawan pengunjung Blog agar sudi membacakan Fatihah untuk saudara AJ semoga cepat sembuh sehingga diskusinya bisa dilanjut amien amien ya Robbal alamin.

      1. jangan begitu brooo…..kita prasangka baik aja mungkin AJ lagi mempersiapkan segala sesuatunya …….dia nggak mau toh spt anak kecil yang nggak tau apa2 ….

  13. Bismillah….
    Sebelumnya Abah mohon maaf atas sempitnya waktu Abah Pasca kelahiran Istri Abah…
    Betul sekali apa yang kang Khidir katakan diatas, Maklum Abahkan tidak seperti Pak dokter Rifan Fauzie yang istri beliau juga seorang wanita karir… dan Alhamdulillah telah diberikan karunia rizki yang luas..

    Jadi Abah hanya bisa memoderasi komentar-komentar yang masuk saja dulu, itu saja sudah lumayan memakan waktu, selain KULI abah juga kan harus bantu2 istri dulu, seperti yang Kang Khidir bilang, ya nyuci dan urus2 keperluan Istri yang lainnya.. jd mohon bersabar untuk beberapa waktu kedepannya ya.

    Dan untuk pertanyaan mas AS abah jawab :
    Ahlu Sunnah wal jama’ah dalam memahami asma’ wa shifat adalah pertengahan, tidak memaknai secara hakiki karena akan termasuk kedalam kelompok yang menyerupakan Alloh baik secara jisim/tasybih ataupun secara tamtsil (silahkan baca lagi kaidahnya yang sudah Abah posting di blog Abah)
    Tidak juga memaknainya secara majaz, karena hal itu menjerumuskan kita menjadi orang yang masuk kedalam kelompok yang melakukan tahrif baik secara lafazh ataupun secara makna (takwil).

    Rujukan para ‘Alim terdahulu sangat banyak sekali, silahkan dilihat di artikel Dimanakah Alloh pada blog Abah yang telah ditulis oleh Ustadz Abdul Hakim Bin AMir Abdat. Insya Alloh walau ringkas, tapi padat.

    Hanya ini yang sementara Abah bisa jawab, jika ada kesalahan mohon koreksi, dan mohon kesabaran dalam hal menanti jawaban, karena…ya beginilah, karena waktu Abah pun terbagi – bagi…

    Untuk para sahabat dan kawan-kawan ASWAJA yang sudah berkomentar manis dan sabar menunggu, Abah ucapkan jazaakallohu khoiron Katsiiron wa Al-Jazaau min Jinsil ‘Amal… Barokallohu fik.. syukron Admin yang sudah memuat komentar kawan-kawan ASWAJA dan Abah serta menyediakan ruang khusus untuk Abah disini. Semoga Alloh menunjuki kita semua…

    1. Maaf abahjibril, kami kesulitan menemukan apa yang antum sebutkan di blog antum sebagai jawaban kepada Mas Ahmad Syahid. Bisa disebutkan di alenia berapa yg antum maksud sebagai jawabannya? Ini penting, supaya kami bisa Copas di sini, dan orang-orang awam bisa melihatnya secara jelas. Maaf merepotkan antum.

  14. semoga abah bapaknya jibril,dan keluarga oleh Allah di berikan keberkahan ,di berikan keluasan rizki dan keluasan ilmu,untuk membela dakwah yg haq.

    1. Nah…, bang toyib dan anonymous tertangkap basah, bunyi koment-nya sama dg yg ini
      Jadi sudah jelas sejelas-jelasnya sekarang, antum bang toyib yg selama ini kami curigai sebagai pengganti-ganti beberapa nickname sudah terbukti. Alhamdulillah, ini sekaligus sebagai jawaban kepada Abahna Jibril bahawa yg berperan sebagai wahabi yang “mengacau” di blog ini bukan Arumi dkk seperti yg dituduhkan oleh abahna jibril di postingannya ini http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/26/sandiwara-komentator-blog-syiah/

      Bahkan tuduhan abahna jibril bahwa kami sebagai dalang atas semuanya adalah tuduhan yg kelewatan. Kenapa tidak mengedepankan khunudzon sebagaimana yg diajarkan oleh Rasulullah Saw, hanya gara-gara IP-adress, seolah-olah Arumi dkk melakukan kejahatan besar mencuri data-data di komputer/blognya Abah Jibril. Kami tidak melihat kejahatan apapun yg dilakukan Arumi dkk di blog abahna jibril, justru kami melihatnya arumi dkk tetap ramah, sopan, dan tanpa menghujat apapun kepada abahnajibril.

      Kepada bang toyib, silahkan antum tetap berkomentar di blog ini tapi mohon jangan ganti-ganti nama lagi sebab bisa menimbulkan fitnah. Terbukti abahnajibril menuduh kami sebagai dalangnya.

  15. Maaf semuanya, selain Admin (moderator), AJ dan AS dimohon tidak koment di forum ini lagi. Jika ingin koment tentang Threat ini silahkan klik dini

  16. lebih jelasnya di klik disini :
    http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/23/kaidah-dasar-ahlu-sunnah-wal-jamaah-salafiyyin-dalam-hal-memahami-ayat-ayat-nama-dan-sifat-alloh-jawaban-atas-pertanyaan-pak-ahmad-syahid/
    dan disini :
    http://abahnajibril.wordpress.com/2010/11/06/dimana-alloh/
    silahkan…
    mengenai bang toyib dan anymous afwan ana ga kenal, koment di blog ana pun baru sekali,dan itupun hanya numpang lewat..
    ahsan antum delete saja selain koment ana dan dan mas AS
    Syukron…

  17. 1. Kami tidak menuduh antum kenal dg bang toyib, jangan salah paham.

    2. Mengenai link yang untum tunjukkan itu sadah kami ubek-ubek setiap barisnya, namun kami belum menemukan apa yg antum sebut sebagai jawaban atas pertanyaan Mas Syahid. Tolong sebutkan saja alenia/baris ke berapa agar kami bisa terbantu menemukannya.

    Maaf kami peringatkan, kalau Abahajibril tidak bisa menjawab tegas dan jelas, dialog ini mungkin tidak layak untuk dilanjutkan. Sebab jawaban antum hanya akan mempersulit partner diskusi (Ahmad Syahid), sementara antum bisa berleha-leha di atas kesulitan orang lain. Maaf sekali lagi, ini terpaksa kami ungkapkan supaya para pengunjung paham.

  18. Aduuh… ana bingung sebenarnya diskusi dengan siapa ya? dengan Ummati atau dengan AS? As-nya saja belum menanggapi jawaban ana, kok ana sudah di press sama moderatornya?? Malah ana yang dituduh berleha-leha… Ya Akhi di ummati !!! Ketahuilah, jawaban masalah itu tidak bisa jawab secara ringkas, melainkan dengan memahami kedua tulisan di link tersebut… jika ada studi kritis terhadap tulisan itu silahkan sampaikan, dan antum apakah mempunyai ilmu ghaib sehingga bisa mengetahui isi hati mas AS yang merasa sulit dengan jawaban ana padahal jawaban beliau belum 1 pun tampil??? Jika antum memang sudah tidak berminat melanjutkan, silahkan disudahi saja … bagi ana menjawab dan mengetahui sebuah jawaban haruslah dengan melalui di fahamkannya kaidah-kaidah ilmiyyah terlebih dahulu, jika tidak rusaklah agama ini…

  19. 1. lagi… ; kok yang sibuk malah moderatornya?? bukan mas AS nya? sampai-sampai yang mengubek-ubek itu ummati bukan mas AS?? afwan ana hanya merasa aneh saja kok, tolong disikapi wajar saja ya…

    1. Kami selaku moderatornya, wajib mengarahkan dialog ini agar jangan sampai ada yang berbuat seenaknya, makanya kami juga merasa perlu memberi peringatan kalau ada yang tidak nyambung. Kami akan terus memantau jalannya dialog ini di tengah kesibukan kerja kami. Tenang saja, kami akan berbuat seadil-adilnya. Jika nanti terbukti Mas Syahid tidak kredibel dalam diskusi ini kami tidak segan-segan akan mendiskualifikasinya. Begitu juga sebaliknya, jika antum tidak memenuhi kredibilitas sebagai ilmuwan Islam akan kami diskualifikasi antum, artinya tidak layak melanjutjkan dialog ini. Mohon maklum kepada semuanya atas cerewetnya kami dalam hal ini, demi keadilan dallam diskusi.

  20. Bismillahirohmanirohim kiriman yang ke 7 jika tampil semua mohon yang 6 didelet saja , Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih untuk Admin Ummati yang sudi menjadi moderator diskusi (tidak bermutu) antara saya dengan AJ , juga kawan-kawan yang mensuport jalannya diskusi tidak bermutu ini , hanya mudah-mudahan ada faedahnya , saya anggap dibawah ini merupakan jawaban AJ atas dua pertanyaan saya
    Dan untuk pertanyaan mas AS abah jawab :
    Ahlu Sunnah wal jama’ah dalam memahami asma’ wa shifat adalah pertengahan, tidak memaknai secara HAKIKI karena akan termasuk kedalam kelompok yang menyerupakan Alloh baik secara jisim/tasybih ataupun secara tamtsil (silahkan baca lagi kaidahnya yang sudah Abah posting di blog Abah)
    Tidak juga memaknainya secara majaz, karena hal itu menjerumuskan kita menjadi orang yang masuk kedalam kelompok yang melakukan tahrif baik secara lafazh ataupun secara makna (takwil).
    Jawaban saya
    Jika AJ tidak mengaku menggunakan Makna hakiki sungguh aj telah berbohong dan berdusta , sebab dalam artikel yang dipostingnya (dimanakah Allah) jelas dan tegas dikatakan : ” Ini menjadi dalil yang sangat besar bahwa yang dikehendaki dengan istawaa ialah secara hakekat, bukan “istawla” dengan jalan menta’wilnya”.
    Kenapa AJ harus berdusta ? halalkah dusta menurut AJ ? kemudian jika AJ mengaku tidak memaknai dengan makna Hakiki dan makna majazi , maka Ma`na apakah sesungguhnya yang di gunakan oleh AJ dan kelompoknya dalam memahami ayat mutasyabihat ?
    perlu AJ ketahui juga , jika Inspirator Wahabi yang kemudian diikuti oleh seluruh ulama Wahabi , sesungguhnya menggunakan makna Hakiki dalam memahami ayat Mutasyabihat , sehingga saya Ragu apakah AJ adalah penganut setia faham Ibnu taymiyah dan Wahabiyah atau AJ sengaja berkelit bahkan berdusta (untuk menutupi Tasybih dan Tajsim ) sehingga AJ menyimpang dari Kaidah yang sesungguhnya yang digunakan oleh kaum Wahabi ?
    AJ mengatakan :
    Rujukan para ‘Alim terdahulu sangat banyak sekali, silahkan dilihat di artikel Dimanakah Alloh pada blog Abah yang telah ditulis oleh Ustadz Abdul Hakim Bin AMir Abdat. Insya Alloh walau ringkas, tapi padat.
    Jawaban saya :
    Jika memang kaidah itu banyak digunakan oleh Salaf as-shalihin tentunya sangat mudah bagi AJ untuk menyebutkan beberapa nama tokoh sebagaimana yang diklaim oleh AJ , atau memang AJ sengaja berkelit lagi karena tidak mampu menyebutkan Nama Salaf as-shalihin ? sebab dalam link yang diberikan AJ atas tulisan Abdul hakim abdat pun tidak menyebutkan Ulama yang menggunakan Kaidah yang disampaikan AJ , yang ada hanyalah nama-nama Rowi yang meriwayatkan beberapa Hadits yang mengandung Mutasyabihat.
    Lebih dari itu jika dilihat dari diskusi antara MZ dengan AJ dapat disimpulkan jika sebenarnya AJ menggunakan Makna Hakiki dalam memahami ayat Musytabihat , meskipun AJ menolak jika dikatakan ia memahaminya dengan Makna Hakiki karena ia pun sebenarnya paham jika hal itu merupakan metodologi kaum Musyabihah Mujassimah .
    Kemudian soal kaidah yang AJ sampaikan pada intinya memuat lima Hal
    1. tidak boleh melakukan Ta`wil , 2 . tidak boleh melakukan Tahrif , 3. tidak melakukan Tasybih 4. tidak melakukan Tamtsil 5. tidak melakukan Tafwidh
    pertama saya sepakat jika kita tidak boleh menggunakan Tahrif , Tasybih dan Tamtsil namun justru sangat mengherankan jika AJ (atas nama kaum wahabi) menolak Ta`wil dan Tafwidh , dimana Ta`wil dan Tafwidh merupakan Manhaj pemahaman terhadap teks-teks mutasyabihat dalam al-qur`an dan as-sunnah yang diajarkan oleh Ulama Salaf as-shalihin sebagaimana disampaikan oleh al-hafidz az-zarkasyi dalam al-burhan fi ulumil qur`an begitu juga as-syaukani dalam Irsyadul fuhul.
    Sungguh sangat mengherankan , seorang / kelompok yang konon katanya pengikut Salaf menolak metodologi Salaf berupa Ta`wil dan Tafwidh , apakah alasan AJ dan kelompoknya Hingga menolak Ta`wil dan tafwidh ? bagaimana Aj bisa mengatakan tidak boleh menta`wil dan men Tafwidh sementara Sahabat Rosulallah SAW seperti imam Ali , Ibnu Abbas , Ibnu Mas`ud Ummu salamah RA melakukan Ta`wil ? begitu juga para imamul Mufassirin seperti Mujahid , as-sudi , Sufyan atsauri Ibju Jarir at-thobari dll menggunakan Ta`wil .
    Tolong AJ juga jelaskan makna ketiga beserta contohnya dalam bahasa arab karena setahu saya makna itu hanya ada dua 1. majazi 2. Hakiki sebagaimana makna Yadun secara hakiki adalah organ tubuh dari ujung bahu hingga jari jemari beserta kuku. Sementara makna majazinya bisa berarti kekuasaan , lantas menurut AJ ada makna ketiga tolong sebutkan makna apakah itu ? karena Kaidah yang AJ sampaikan menolak 5 hal termasuk Ajaran Salaf As-shalihin yaiutu Ta`wild an Tafwidh.
    All apakah diskusi tidak bermutu ini layak untuk dilanjutkan ? sebab bagi saya Dusta yang dilakukan AJ sudah cukup untuk membuktikan ada yang salah dalam Aqidah Wahabiyah. Sayang seribu sayang orang/kelompok yang mengaku Pengikut Salaf rela dan berani berdusta untuk menutupi Aqidah Tajsim dan Tasybihnya. Subh

  21. Bismillah..
    Sebelum saya menjawab lebih lanjut tanggapan dari kang Mas AS, saya ingin menggunakan metodelogi terbalik, yaitu saya memerlukan sebuah penegasan dari mas As sendiri yang berkutat dan bertahan dengan pertanyaannya yaitu apakah dalam memahami ayat-ayat sifat haruslah menggunakan makna majazi atau hakiki?

    Yang ingin saya tanyakan :
    1. Bagaimana keyakinan AS sendiri dalam hal memahami ayat sifat? apakah dengan Majaz atau Hakiki?
    2. Dan bagaimana pemahaman anda sendiri tentang Alloh Istawa’ diatas ‘Arsy?Begitu juga dengan pemahaman “Alloh telah menciptakan Adam dengan kedua Tangan-Nya”?
    3. Siapa para ‘alim yang AS jadikan rujukan dalam hal pendapat AS ini?

    Tentu sebuah hal yang berharga bagi para pembaca mengetahui pemahaman dari AS sendiri tentang ayat-ayat sifat tersebut, karena da’wah itu tidak hanya mengkritisi namun juga menjelaskan..dan tentu saja pembaca termasuk saya pun menginginkan kejelasan apa yang ‘dipegang’ AS sebenarnya?

    Yang sangat disayangkan dari AS, Adalah terlalu dini jika orang selevel AS yang konon telah dikenal malang melintang dirimba Dunia Maya ini sedemikian emosional dan secepat itu mengeluarkan kalimat tuduhan dusta seraya meminta dukungan pembaca untuk menghentikan diskusi ini dengan mengatakan diskusi tidak bermutu, sebab diskusi ini masih seumur jagung, AS baru saja mendapatkan segelintir penjelasan, apakah dengan menuduh secepat ini berarti AS memang merasa telah mengetahui semua kebenaran?? Ataukah AS memang enggan syubhat-syubhatnya terkuak disini?? Ataukah ini memang sebuah kebiasaan lama AS yang cepat membuat kesimpulan sendiri pada saat diskusi baru berjalan selangkah? dengan menjatuhkan lawannya yang di iringi tuduhan-tuduhan dusta tanpa mau mendengar penjelasan lanjut?

    Saya ingatkan kepada AS, ummati beserta seluruh pembaca disini akan beberapa hal:
    1. Mencari kebenaran adalah sampai nyawa kita terlepas dari raga kita.
    2. Mencari ilmu dan wawasan tentang kebenaran hanya bisa dihentikan oleh :
    a. Di putusnya usia kita.
    b. Di pikunkannya otak kita
    c. Hati yang sudah keras membatu lantaran penyakit Kibr, sebagaimana
    dikatakan : kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
    3. Diskusi ini -hanya Alloh yang tahu kapan berakhirnya- ; seseorang yang
    memiliki hati yang bersih tak kan merasa jemu untuk share wawasan dalam
    mencari kebenaran. Apalagi diskusi ini berisi saling menjelaskan bukan cacian
    makian, tuduhan, Abah yang baru komentar sepatah, sudah di vonis duluan,
    apakah anda lupa ‘sifat keras hati’; ‘merasa benar sendiri’; ‘mudah menuduh’
    telah sering anda sematkan pada Wahhabi? Tapi mengapa AS sendiri malah
    menelan ludahnya sendiri?? Ada apa dengan AS?? Apakah para ulama yang jadi
    panutan AS mengajari demikian??

    Masalah AS mau melanjutkan diskusi atau tidak, itu urusan AS cs. Abah hadir disini hanya ‘membeli’ apa yang AS ‘tawarkan’ dan ‘jual’.. Jika memang As cs sudah enggan lagi ‘menjual’ maka itu adalah urusan AS, tidak ada paksaan… Bebas… Abah mah ngikut saja… disuruh datang ya hadir, karena wajib memenuhi undangan, disuruh pergi Abah akan pamitan…

    Yang Abah butuhkan adalah jawaban AS atas 3 pertanyaan diatas. Untuk kalimat-kalimat selanjutnya hanya sebuah pengingat-ingat buat Abah dan yang mau mendengar… sekian sajah dari Abah mah…

  22. Assalamu’alaikum,

    Bismillah walhamdulillah,
    Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi washohbihi wasllim ajma’in….

    Setelah kami mendapat jawaban abahnajibril, seperti yang kita lihat di atas maka dialog ini dengan terpaksa kami stop. Dialog ini tidak bisa dilanjutkan dikarenakan tidak memenuhi apa yang menjadi harapan diadakannya dialog ilmiyah ini. Semula kami berharap akan terjadi dialog sebgaimana layaknya dialog ilmiyah.

    1. Abahnajibril tidak jelas dalam menjawab dialog yang diajukan oleh Ahmad Syahid, bahkan kelihatan jelas beliau berbelit-belit dan bahkan berkelit. Kita bisa melihat, beliau belum menjawab secara jelas justru balik bertanya tentang sesuatu yang sebenarnya sudah dijawab dengan jelas oleh Ahmad Syahid.

    2. Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, beliau (abahna jibril) sering menyuruh partner diskusi agar mencari sendiri jawabannya yang katanya ada di blognya. Padahal kalau memang ada, beliau bisa COPAS di sini untuk menjawab. Jelas ini akan mempersulit jalannya diskusi ke depannya.

    3. Untuk melihat karakter abahnajiberil dalam diskusi, para pembaca silahkan nilai sendiri dengan melihat jawaban-jawabannya dalam diskusinya sejak awal di postingan ini.

    4. Untuk melihat karakter Ahmad Syahid dalam diskusi, para pembaca pun bisa bisa menilai sendiri dengan melihat kalimat-kalimatnya yang cukup jelas.

    5. Kami menilai apa yang disampaikan oleh Ahmad Syahid tidak berebelit, bahkan lugas dan jelas. Para pembaca silahkan menilai sendiri dialog yang sudah berlangsung.

    Demikian alasan-alasan kami, maka kami memandang bahwa dialog ini tidak layak untuk dilanjutkan.

    Kami tutup dialog ini dangan abahnajibril, dan biarkanlah beliau berceramah sendiri di blognya sendiri agar sesuai dengan apa yang diinginkannya sendiri berdasar keyakinannya sendiri.

    Kita jadi ingat DIALOG TERBUKA NU – WAHABI di UIN Sunan Ampel yang berlangsung berbelit-belit dari pihak Wakikl Wahabi. Tapi kemudian pihak Aktifis Wahabisme membuat buku tentang sesatnya DIALOD TERBUKA tersebut. Memang demikianlah karakter mereka, kita berlindung dari karakter yang demikian itu.

    Kami sampaikan banyak terima kasih atas perhatian dan supportnya,

    Wassalamu’alaikum,

    Admin – Moderator

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker