Berita Fakta

Debat Cerdas Seorang Imam Sufi VS Inspirator Salafy Wahabi

 

Kaum Sufi Sejati Berdo'a Hanya Kepada Allah Swt

Dalam postingan terdahulu  “Ketika Sufi Dianggap Musyrik, Justru Para Sufi Lebih Fasih Bicara Kemusyrikan”, kami pernah menjanjikan akan menampilkan kisah dialog seorang Imam Sufi yang brilliant. Postingan ini insyaallah akan memberikan gambaran tentang para Sufi yang ternyata adalah sosok-sosok yang alim berilmu tinggi dan sekaligus pengamal Ilmunya. Salah satu Sosok tersebut adalah Ibn Athaillah Al Sakandari, seorang Imam Sufi yang namanya tetap harum hingga hari ini di dunia Islam. Kitab karyanya yang fenomenal: Al-Hikam disyarah dan dikaji oleh kaum muslimin dari dulu hingga kini seakan tak habis-habisnya dan terus memancarkan hikmah-hikmah yang tersembunyi dalam kitab Al-Hikam tersebut.

Adapun tentang kisah dialognya yang cerdas dengan seorang inspirator Salafy Wahabi yaitu Ibnu Taymiyah, telah membuka tabir misteri isu-isu yang mengatakan bahwa para sufi adalah orang-orang yang bodoh dan musyrik. Isu-isu ini samasekali tidak benar dan sangat meleset jauh dari fakta, ternyata sesungguhnya para sufi adalah orang-orang brilliant dan bertauhid murni tanpa syirik seperti yang diisukan.

Nah, di akhir dialog itu Ibnu Taymiyah tetap bersikeras menuduh sosok sufi adalah kafir musyrik. Walaupun kepada Ibnu Athaillah menyanjungya sebagai seorang ahli ibadah yang sempurna di seluruh Mesir, tetapi kepada guru Ibnu Athaillah tetap dikafir-musyrikkan. Demikian sikap hipokrit seorang Ibnu Taymiyah, meskipun sudah dijelaskan panjang lebar oleh Ibnu Athaillah, sikapnya terhadap kaum Sufi tetap tidak berubah. Tapi kenapa di hadapan Ibnu Athaillah sang ispirator kaum Salafy Wahabi itu mampu menyanjungnya setinggi langit tapi kepada guru Ibnu Athaillah (Beliau adalah murid Abu al Abbas Al-Musrsi – wafat 686) tetap di-kafirkannya? Ada apa dengan sikapnya itu? Mari kita ikuti kisah selengkapnya….  

Dialog Ibn Athaillah Al Sakandari dengan Ibn Taymiyah

Dialog Ibn Athaillah Al Sakandari (w.709 H) dengan Ibn Taymiyah (w. 728 H).
Diterjemahkan dari On Tasawuf Ibn Atha’illah Al-Sakandari: “The Debate with Ibn Taymiyah Ditranslasi dari buku karya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani’s  The repudiation of  “Salafi” Innovations (Kazi, 1996)

Bismillahi ar-rahmani ar-rahiim.

Abu Fadl Ibn Athaillah Al Sakandari (wafat 709), salah seorang imam sufi terkemuka yang juga dikenal sebagai seorang muhaddits, muballigh sekaligus ahli fiqih Maliki, adalah penulis karya-karya berikut: Al Hikam, Miftah ul Falah, Al Qasdul al Mujarrad fi Makrifat al ism al-Mufrad, Taj al-Arus al-Hawi li tadhhib al-nufus, Unwan al-Taufiq fi al Adad al-Thariq. Juga sebuah biografi: Al-Lataif fi manaqib Abi al Abbas al Mursi wa sayykhihi Abi al Hasan, dan lain-lain. Beliau adalah murid Abu al Abbas Al-Musrsi (wafat 686) dan generasi penerus kedua dari pendiri tarekat Sadziliyah: Imam Abu Al Hasan Al Sadzili.

Ibn Athaillah adalah salah seorang yang membantah Ibn Taymiyah atas serangannya yang berlebihan terhadap kaum sufi yang tidak sefaham dengannya. Ibn Athaillah tak pernah menyebut Ibn Taymiyah dalam setiap karyanya, namun jelaslah bahwa yang disinggungnya adalah Ibn Taymiyah saat ia mengatakan dalam Lataif:  sebagai “cendekiawan ilmu lahiriyah”. Satu HalamanPostingan berikut ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris untuk pertama kali atas dialog bersejarah antara kedua tokoh tersebut.

Naskah Dialog : Dari Usul al-Wusul karya Muhammad Zaki Ibrahim

Ibn Katsir, Ibn Al Athir, dan penulis biografi serta kamus biografi, kami memperoleh naskah dialog bersejarah yang otentik. Naskah tersebut memberikan ilham tentang etika berdebat di antara kaum terpelajar (berpendidikan keislaman). Di samping itu, ia juga merekam kontroversi antara pribadi yang bepengaruh dalam tsawuf:  Syaikh Ahmad Ibn Athaillah Al Sakandari, dan tokoh yang tak kalah pentingnya dalam gerakan “Salafi”:  Syaikh Ahmad Ibn Abd Al Halim Ibn Taymiyah selama era Mamluk di Mesir yang berada dibawah pemerintahan Sulthan Muhammad Ibn Qalawun (Al Malik Al Nasir).

Kesaksian Ibn Taymiyah kepada Ibn Athaillah yang Notabene adalah Imam Sufi:

Ibn Taymiyah ditahan di Alexandria. Ketika sultan memberikan ampunan, ia kembali ke Kairo. Menjelang malam, ia menuju masjid Al Ahzar untuk sholat maghrib yang diimami Syaikh ibn Athaillah. Selepas shalat, Ibn Athailah terkejut menemukan Ibn Taymiyah sedang berdoa dibelakangnya. Dengan senyuman, sang syaikh sufi menyambut ramah kedatangan Ibn Taymiyah di Kairo seraya berkata: Assalamualaykum, selanjutnya ia memulai pembicaraan dengan tamu cendekianya ini.

IBN ATHAILLAH: “Biasanya saya sholat di masjid Imam Husein dan sholat Isya di sini. Tapi lihatlah bagaimana ketentuan Allah berlaku! Allah menakdirkan sayalah orang pertama yang harus menyambut anda (setelah kepulangan anda ke Kairo). Ungkapkanlah kepadaku wahai faqih, apakah anda menyalahkanku atas apa yang telah terjadi?”

IBN TAYMIYAH: “Aku tahu, anda tidak bermaksud buruk terhadapku, tapi perbedaan pandangan di antara kita tetap ada. Sejak hari ini, dalam kasus apa pun, aku tidak mempersalahkan dan membebaskan dari kesalahan, siapapun yang berbuat buruk terhadapku”

IBN ATHAILLAH: Apa yang anda ketahui tentang aku, syaikh Ibn Taymiyah?

IBN TAYMIYAH: Aku tahu anda adalah seorang yg saleh, berpengetahuan luas, dan senantiasa berbicara benar dan tulus. Aku bersumpah tidak ada orang selain anda, baik di Mesir maupun Syria yang lebih mencintai Allah ataupun mampu meniadakan diri di (hadapan) Allah atau lebih patuh atas perintah-Nya dan menjauhi laranganNya. Tapi bagaimanapun juga kita memiliki perbedaan pandangan. Apa yang anda ketahui tentang saya? Apakah anda atau saya sesat dengan menolak kebenaran (praktik) meminta bantuan seseorang untuk memohon pertolongan Allah (istighatsah)?

IBN ATHAILLAH: Tentu saja, Rekanku, anda tahu bahwa istighatsah atau memohon pertolongan sama dengan tawassul atau mengambil wasilah (perantara) dan meminta syafaat; dan bahwa Rasulullah saw, adalah seorang yang kita harapkan bantuannya karena beliaulah perantara kita dan yang syafaatnya kita harapkan.

IBN TAYMIYAH: Mengenai hal ini saya berpegang pada sunnah rasul yang ditetapkan dalam syariat. Dalam hadits berbunyi sebagai: Aku telah dianugerahkan kekuatan syafaat. Dalam ayat al Qur’an juga disebutkan: “Mudah-mudahan Allah akan menaikkan kamu (wahai Nabi) ke tempat yang terpuji (Q.S Al Isra : 79). Yang dimaksud dengan tempat terpuji adalah syafaat. Lebih jauh lagi, saat ibunda khalifah Ali ra wafat, Rasulullah berdoa pada Allah di kuburnya: “Ya Allah Yang Maha Hidup dan Tak pernah mati, Yang Menghidupkan dan Mematikan, ampuni dosa-dosa ibunda saya Fatimah binti Asad, lapangkan kubur yang akan dimasukinya dengan syafaatku, utusanMu, dan para nabi sebelumku. Karena Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun”.
Inilah syafaat yang dimiliki rasulullah saw. Sementara mencari pertolongan dari selain Allah, merupakan suatu bentuk kemusyrikan; Rasulullah saw sendiri melarang sepupunya, Abdullah bin Abbas, memohon pertolongan dari selain Allah.

IBN ATHAILLAH: Semoga Allah mengaruniakanmu keberhasilan, wahai faqih?! Maksud dari saran Rasulullah saw kepada sepupunya Ibn Abbas, adalah agar ia mendekatkan diri kepada Allah tidak melalui kekerabatannya dengan rasul melainkan dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan mengenai pemahaman anda tentang istighosah sebagai mencari bantuan kepada selain Allah, yang termasuk perbuatan musyrik, saya ingin bertanya kepada anda, ”Adakah muslim yang beriman pada Allah dan rasulNya yang berpendapat ada selain Allah yang memiliki kekuasaaan atas segala kejadian dan mampu menjalankan apa yang telah ditetapkanNya berkenaan dengan dirinya sendiri?”.

”Adakah mukmin sejati yang meyakini ada yang dapat memberikan pahala atas kebaikan dan menghukum atas perbuatan buruk, selain dari Allah? Di samping itu, seharusnya kita sadar bahwa ada berbagai ekspresi yang tak bisa dimaknai sebatas harfiah belaka. Ini bukan saja dikhawatirkan akan membawa kepada kemusyrikan, tapi juga untuk mencegah sarana kemusyrikan. Sebab, siapapun yang meminta pertolongan Rasul berarti mengharapkan anugerah syafaat yang dimilikinya dari Allah, sebagaimana jika anda mengatakan: “Makanan ini memuaskan seleraku”. Apakah dengan demikian makanan itu sendiri yang memuaskan selera anda? Ataukah disebabkan Allah yang memberikan kepuasan melalui makanan?

Sedangkan pernyataan anda bahwa Allah melarang muslim untuk mendatangi seseorang selain DiriNya guna mendapat pertolongan, pernahkah anda melihat seorang muslim memohon pertolongan kepada selain Allah? Ayat Al qur’an yang anda rujuk, berkenaan dengan kaum musyrikin dan mereka yang memohon pada dewa dan berpaling dari Allah. Sedangkan satu-satunya jalan bagi kaum muslim yang meminta pertolongan rasul adalah dalam rangaka bertawassul atau mengambil perantara atas keutamaan (hak) rasul yang diterimanya dari Allah (bihaqqihi inda Allah) dan tashaffu atau memohon bantuan dengan syafaat yang telah Allah anugerahkan kepada rasulNya.

Sementara itu, jika anda berpendapat bahwa istighosah atau memohon pertolongan itu dilarang syariat karena mengarah pada kemusyrikan, maka kita seharusnya mengharamkan buah anggur karena dapat dijadikan minuman keras. Dan (seharusnya) mengebiri (melumpuhkan kemapuan besetubuh) laki-laki yang tidak menikah untuk mencegah zina.

(Kedua syaikh tertawa atas komentar terakhir ini, sebab  konon Syaikh Ibnu Taymiyah adalah pria yang tidak menikah)).

Lalu IBN ATHAILLAH melanjutkan:  “Saya kenal betul dengan segala inklusifitas dan gambaran mengenai sekolah fiqih yang didirikan oleh syaikh anda, Imam Ahmad, dan saya tahu betapa luasnya teori fiqih serta mendalamnya “prinsip-prinsip agar terhindar dari godaan syaitan” yang anda miliki, sebagaimana juga tanggung jawab moral yang anda pikul selaku seorang ahli fiqih.

Namun saya juga menyadari bahwa anda dituntut menelisik di balik kata-kata untuk menemukan makna yang seringkali terselubung dibalik kondisi harfiahnya. Bagi sufi, makna laksana ruh, sementara kata-kata adalah jasadnya. Anda harus menembus ke dalam jasad fisik ini untuk meraih hakikat yang mendalam. Kini anda telah memperoleh dasar bagi pernyataan anda terhadap karya Ibn Arabi, Fususul Hikam. Naskah tersebut telah dikotori oleh musuhnya bukan saja dengan kata-kata yang tak pernah diucapkannya, juga pernyataan-pernyataan yang tidak dimaksudkannya (memberikan contoh tokoh islam).

Ketika syaikh al-Islam Al Izz ibn Abd Salam memahami apa yang sebenarnya diucapan dan dianalisa oleh Ibn Arabi, menangkap dan mengerti makna sebenarnya dibalik ungkapan simbolisnya, ia segera memohon ampun kepada Allah swt atas pendapatnya sebelumnya dan menokohkan Muhyiddin Ibn Arabi sebagai Imam Islam.

Sedangkan mengenai pernyataan al Syadzili yang memojokkan Ibn Arabi, perlu anda ketahui, ucapan tersebut tidak keluar dari mulutnya, melainkan dari salah seorang murid Sadziliyah. Lebih jauh lagi, pernyataan itu dikeluarkan saat para murid membicarakan sebagian pengikut Sadziliyah. Dengan demikian, pernyataan itu diambil dalam konteks yang tak pernah dimaksudkan oleh sang pembicaranya sendiri. “Apa pendapat anda mengenai khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib?”

banner gif 160 600 b - Debat Cerdas Seorang Imam Sufi VS Inspirator Salafy Wahabi

IBN TAYMIYAH: Dalam salah satu haditsnya, rasul saw bersabda: “Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya”. Sayyidina Ali adalah merupakan seorang mujahid yang tak pernah keluar dari pertempuran kecuali dengan membawa kemenangan. Siapa lagi ulama atau fuqaha sesudahnya yang mampu berjuang demi Allah menggunakan lidah, pena dan pedang sekaligus? Dialah sahabat rasul yang paling sempurna-semoga Allah membalas kebaikannya. Ucapannya bagaikan cahaya lampu yang menerangi sepanjang hidupku setelah al quran dan sunnah. Duhai! Seseorang yang meski sedikit perbekalannya namun panjang perjuangannya.

IBN ATHAILLAH: Sekarang, apakah Imam Ali ra meminta agar orang-orang berpihak padanya dalam suatu faksi? Sementara faksi ini mengklaim bahwa malaikat jibril melakukan kesalahan dengan menyampaikan wahyu kepada Muhammad saw, bukannya kepada Ali! Atau pernahkah ia meminta mereka untuk menyatakan bahwa Allah menitis ke dalam tubuhnya dan sang imam menjadi tuhan? Ataukah ia tidak menentang dan memberantas mereka dengan memberikan fatwa (ketentuan hukum) bahwa mereka harus dibunuh di manapun mereka ditemukan?

IBN TAYMIYAH: Berdasarkan fatwa ini saya memerangi mereka di pegunungan Syria selama lebih dari 10 tahun.

IBN ATHAILLAH: Dan Imam Ahmad– semoga Allah meridoinya-mempertanyakan perbuatan sebagian pengikutnya yang berpatroli, memecahkan tong-tong anggur (di toko-toko penganut kristen atau dimanapun mereka temukan), menumpahkan isinya di lantai, memukuli gadis para penyanyi, dan menyerang masayarakat di jalan.

Meskipun sang Imam tak memberikan fatwa bahwa mereka harus mengecam dan menghardik orang-orang tersebut. Konsekuensinya para pengikutnya ini dicambuk, dilempar ke penjara dan diarak di punggung keledai dengan menghadap ekornya. Apakah Imam Ahmad bertanggung jawab atas perbuatan buruk yang kini kembali dilakukan pengikut Hanbali, dengan dalih melarang benda atau hal-hal yang diharamkan?

Dengan demikian, Syaikh Muhyidin Ibn Arabi tidak bersalah atas pelanggaran yang dilakukan para pengikutnya yang melepaskan diri dari ketentuan hukum dan moral yang telah ditetapkan agama serta melakukan pebuatan yang dilarang agama. Apakah anda tidak memahami hal ini?

IBN TAYMIYAH: “Tapi bagaimana pendirian mereka di hadapan Allah? Di antara kalian, para sufi, ada yang menegaskan bahwa ketika Rasulullah saw memberitakan khabar gembira pada kaum miskin bahwa mereka akan memasuki surga sebelum kaum kaya, selanjutnya kaum miskin tersebut tenggelam dalam luapan kegembiraan dan mulai merobek-robek jubah mereka; saat itu malaikat jibril turun dari surga dan mewahyukan kepada rasul bahwa Allah akan memilih di antara jubah-jubah yang robek itu; selanjutnya malaikat jibril mengangkat satu dari jubah dan menggantungkannya di singgasana Allah. Berdasarkan ini, kaum sufi mengenakan jubah kasar dan menyebut dirinya fuqara atau kaum “papa”.

IBN ATHAILLAH: “Tidak semua sufi mengenakan jubah dan pakaian kasar. Lihatlah apa yang saya kenakan; apakah anda tidak setuju dengan penampilan saya?

IBN TAYMIYAH: “Tetapi anda adalah ulama syariat dan mengajar di Al Ahzar.”

IBN ATHAILLAH: “Al Ghazali adalah seorang imam syariat maupun tasawuf. Ia mengamalkan fiqih, sunnah, dan syariat dengan semangat seorang sufi. Dan dengan cara ini, ia mampu menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama. Kita tahu bahwa dalam tasawuf, noda tidak memiliki tempat dalam agama dan bahwa kesucian merupakan ciri dari kebenaran. Sufi yang tulus dan sejati harus menyuburkan hatinya dengan kebenaran yang ditanamkan ahli sunnah.
Dua abad yang lalu muncul fenomena sufi gadungan yang anda sendiri telah mengecam dan menolaknya. Dimana sebagian orang mengurangi kewajiban beribadah dan peraturan keagamaan, melonggarkan berpuasa dan melecehkan pengamalan sholat wajib lima kali sehari. Ditunggangi kemalasan dan ketidakpedulian, mereka telah mengklaim telah bebas dari belenggu kewajiban beribadah. Begitu brutalnya tindakan mereka hingga Imam Qusyairi sendiri mengeluarkan kecaman dalam bukunya ar Risalah ( Risalatul Qusyairiyah ).

Di sini, ia juga menerangkan secara rinci jalan yang benar menuju Allah, yakni berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah. Imam tasawuf juga berkeinginan mengantarkan manusia pada kebenaran sejati, yang tidak hanya diperoleh melalui bukti rasional yang dapat diterima akal manusia yang dapat membedakan yang benar dan salah, melainkan juga melalui penyucian hati dan pelenyapan ego yang dapat dicapai dengan mengamalkan laku spiritual.

Kelompok diatas selanjutnya tersingkir lantaran sebagai hamba Allah sejati, seseorang tidak akan menyibukkan diriya kecuali demi kecintaannya pada Allah dan rasul-NYA. Inilah posisi mulia yang menyebabkan seorang menjadi hamba yang shaleh, sehat dan sentosa. Inilah jalan guna membersihkan manusia dari hal-hal yang dapat menodai manusia, semacam cinta harta, dan ambisi akan kedudukan tertentu.

Meskipun demikian, kita harus berusaha di jalan Allah agar memperoleh ketentraman beribadah. Sahabatku yang cendekia, menerjemahkan naskah secara harfiah terkadang menyebabkan kekeliruan. Penafsiran harfiahlah yang mendasari penilaian anda terhadap Ibn Arabi, salah seorang imam kami yang terkenal akan kesalehannya. Anda tentunya mengerti bahwa Ibn Arabi menulis dengan gaya simbolis; sedangkan para sufi adalah orang-orang ahli dalam menggunakan bahasa simbolis yang mengandung makna lebih dalam dan gaya hiperbola yang menunjukkan tingginya kepekaan spiritual serta kata-kata yang menghantarkan rahasia mengenai fenomena yang tak tampak.

IBN TAYMIYAH: “Argumentasi tersebut justru ditujukan untuk anda. Karena saat Imam al-Qusyairi melihat pengikutnya melenceng dari jalan Allah, ia segera mengambil langkah untuk membenahi mereka. Sementara apa yang dilakukan para syaikh sufi sekarang? Saya meminta para sufi untuk mengikuti jalur sunnah dari para leluhur kami (salafi) yang saleh dan terkemuka: para sahabat yang zuhud, generasi sebelum mereka dan generasi sesudahnya yang mengikuti langkah mereka.

Siapapun yang menempuh jalan ini, saya berikan penghargaan setinggi-tingginya dan menempatkan sebagai imam agama. Namun bagi mereka yang melakukan pembaruan yang tidak berdasar dan menyisipkan gagasan kemusyrikan seperti filososf Yunani dan pengikut Budha, atau yang beranggapan bahwa manusia menempati Allah (hulul) atau menyatu denganNya (ittihad), atau teori yang menyatakan bahwa seluruh penampakan adalah satu adanya/kesatuan wujud (wahdatul wujud) ataupun hal-hal lain yang diperintahkan syaikh anda: semuanya jelas perilaku ateis dan kafir”.

IBN ATHAILLAH: “Ibn Arabi adalah salah seorang ulama terhebat yang mengenyam pendidikan di Dawud al Zahiri seperti Ibn Hazm al Andalusi, seorang yang pahamnya selaras dengan metodologi anda tentang hukum islam, wahai penganut Hanbali! Tetapi meskipun Ibn Arabi seorabg Zahiri (menerjemahkan hukum islam secara lahiriah), metode yang ia terapkan untuk memahami hakekat adalah dengan menelisik apa yang tersembunyi, mencari makna spiritual (thariq al bathin), guna mensucikan bathin (thathhir al bathin).

Meskipun demikian tidak seluruh pengikut mengartikan sama apa-apa yang tersembunyi. Agar anda tidak keliru atau lupa, ulangilah bacaan anda mengenai Ibn Arabi dengan pemahaman baru akan simbol-simbol dan gagasannya. Anda akan menemukannya sangat mirip dengan al-Qusyairi. Ia telah menempuh jalan tasawuf di bawah payung al-quran dan sunnah, sama seperti hujjatul Islam Al Ghazali, yang mengusung perdebatan mengenai perbedaan mendasar mengenai iman dan isu-isu ibadah namun menilai usaha ini kurang menguntungkan dan berfaedah.

Ia mengajak orang untuk memahami bahwa mencintai Allah adalah cara yang patut ditempuh seorang hamba Allah berdasarkan keyakinan. Apakah anda setuju wahai faqih? Atau anda lebih suka melihat perselisihan di antara para ulama? Imam Malik ra. telah mengingatkan mengenai perselisihan semacam ini dan memberikan nasehat: Setiap kali seseorang berdebat mengenai iman, maka kepercayaannya akan berkurang.”
Sejalan dengan ucapan itu, Al Ghazali berpendapat: Cara tercepat untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah melalui hati, bukan jasad. Bukan berarti hati dalam bentuk fisik yang dapat melihat, mendengar atau merasakan secara gamblang. Melainkan, dengan menyimpan dalam benak, rahasia terdalam dari Allah Yang Maha Agung dan Besar, yang tidak dapat dilihat atau diraba.

Sesungguhnya ahli sunnahlah yang menobatkan syaikh sufi, Imam Al-Ghazali, sebagai Hujjatul Islam, dan tak seorangpun yang menyangkal pandangannya bahkan seorang cendekia secara berlebihan berpendapat bahwa Ihya Ulumuddin nyaris setara dengan Al Quran. Dalam pandangan Ibn Arabi dan Ibn Al Farid, taklif atau kepatuhan beragama laksana ibadah yang mihrab atau sajadahnya menandai aspek bathin, bukan semata-mata ritual lahiriah saja.

Karena apalah arti duduk berdirinya anda dalam sholat sementara hati anda dikuasai selain Allah. Allah memuji hambaNya dalam Al Quran:”(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya”; dan Ia mengutuk dalam firmanNya: “(Yaitu) orang-orang yang lalai dalam sholatnya”. Inilah yang dimaksudkan oleh Ibn Arabi saat mengatakan: “Ibadah bagaikan mihrab bagi hati, yakni aspek bathin, bukan lahirnya”.

Seorang muslim takkan bisa mencapai keyakinan mengenai isi Al Quran, baik dengan ilmu atau pembuktian itu sendiri, hingga ia membersihkan hatinya dari segala yang dapat mengalihkan dan berusaha untuk khusyuk. Dengan demikian Allah akan mencurahkan ilmu ke dalam hatinya, dan dari sana akan muncul semangatnya. Sufi sejati tak mencukupi dirinya dengan meminta sedekah.

Seseorang yang tulus adalah ia yang menyuburkan diri di (hadapan) Allah dengan mematuhiNya. Barangkali yang menyebabkan para ahli fiqih mengecam Ibn Arabi adalah karena kritik beliau terhdap keasyikan mereka dalam berargumentasi dan berdebat seputar masalah iman, hukum kasus-kasus yang terjadi (aktual) dan kasus-kasus yang baru dihipotesakan (dibayangkan padahal belum terjadi).

Ibn Arabi mengkritik demikian karena ia melihat betapa sering hal tersebut dapat mengalihkan mereka dari kejernihan hati. Ia menjuluki mereka sebagai “ahli fiqih basa-basi wanita”. Semoga Allah mengeluarkanmu karena telah menjadi salah satu dari mereka! Pernahkan anda membaca pernyataan Ibn Arabi bahwa: ”Siapa saja yang membangun keyakinannya semata-mata berdasarkan bukti-bukti yang tampak dan argumen deduktif, maka ia membangun keyakinan dengan dasar yang tak bisa diandalkan. Karena ia akan selalu dipengaruhi oleh sangahan-sangahan balik yang konstan. Keyakinan bukan berasal dari alasan logis melainkan tercurah dari lubuk hati.” Adakah pernyataan yang seindah ini?”

IBN TAYMIYAH: “Anda telah berbicara dengan baik, andaikan saja gurumu seperti yang anda katakan, maka ia sangat jauh dari kafir. Tapi menurutku apa yang telah ia ucapkan tidak mendukung pandangan yang telah anda kemukakan.”

*****

*Diterjemahkan dari On Tasawuf Ibn Atha’illah Al-Sakandari: “The Debate with Ibn Taymiyah, dalam buku karya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani’s The repudiation of “Salafi” Innovations (Kazi, 1996) h. 367-379.

Foot Note:

1. Ibn Atha’illah, Lata’if al minan fi manaqib Abi al Abbas. Pada bagian Lata’if al-minan wa al akhlaq, karya Sya’rani (Kairo, 1357) 2:17-18.

2. Lihat Ibn Al Imad, Shadharat al dzahab (1350/1931) 6:20; Al Zirikly, al A’lam (1405/1984) 1:221; Ibn Hajar, al Dhurrar al Kamina (1348/1929) 1:148-273; Al Maqrizi, Kitab al Suluk (1934-1958) 2:40-94; Ibn Kathir, al Bidayah wa al Nihayah (1351/1932) 14:45; Subki, Tabaqat al Shafi’iyyah (1324/1906) 5:177. dan 9:23; Suyuti, Husn al Muhadara fi Akhbar misr wa al qahira (1299/) 1:301; Al Dawadari, al Durr al fakhir fi sirat Al Malik Al Nasir (1960) hal 200; Al Yafi’I, Mi’rat Al Janan (1337/1918) 4:246; Sya’rani, Al Tabaqat al Kubra (1355/1936) 2:19; Al Nabhani, jami’ karamat al awliya (1381/1962) 2:25.

Klik Sumber

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

249 thoughts on “Debat Cerdas Seorang Imam Sufi VS Inspirator Salafy Wahabi”

  1. Pertama sekali saya ucapkan terima kasih atas postingan ini, menambah wawasan dan mencerdaskan pikiran, semoga juga berguna buat pengunjung lainnya, amin…..

    Kedua, pantas saja kalau pengikut Salafy Wahabi pada anti tasawuf dan sufi. Imam inspiratornya juga ngeyel seperti itu? Di hadapan lawan diskusinya menyanjung berlebihan dan IBN TAYMIYAH bekata: “Aku tahu anda adalah seorang yg saleh, berpengetahuan luas, dan senantiasa berbicara benar dan tulus. Aku bersumpah tidak ada orang selain anda, baik di Mesir maupun Syria yang lebih mencintai Allah ataupun mampu meniadakan diri di (hadapan) Allah atau lebih patuh atas perintah-Nya dan menjauhi laranganNya.”

    Tapi akhirnya dia berkata di akhir dialog yg menunkjukkan bagaimana keras kepalanya seorang Ibnu Taymiyah setelah diberi penjelasan yg mendetail. Dia pun berkata: “Anda telah berbicara dengan baik, andaikan saja gurumu seperti yang anda katakan, maka ia sangat jauh dari kafir. Tapi menurutku apa yang telah ia ucapkan tidak mendukung pandangan yang telah anda kemukakan.”

    Artinya Ibnu Taymiyah tetap mengkafirkan Abu al Abbas Al-Musrsi seorang guru Ibnu Athaillah. Tidakkah mungkin kalau bicara di belakangnya, Ibnu Taymiyah tetap akan mengkafirkan Ibnu Athaillah? Maka wajar kalau muncul pertanyaan, ada apa dengan Ibnu Taymiyah? Apakah ada penyakit nifaq di hatinya?
    Wallohu a’lam bishowab….

  2. pada perdiskusian yang panjang syeik ibnu Taymiyah tetap belum percaya bahwa Ibnu Arabi sesuai yang dikatakan Ibnu Athoillah…….dan namun belum mau Tobat ……alangkah baiknya @admin mencari sumber biografi” TOBATNYA IBNU TAYMIYAH “

  3. syeikhul islam ibnu Taymiah ama syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab duluan siapa sih lahirnya,koq di nisbatkan wahabi.inilah kedunguan mereka.

    1. Frit, ente salah paham atau karena bodoh sehingga tidak bisa menangkap maksud artikel di atas? Inspirator itu maksudnya dalam tulisan di atas adalah yg mengispirasi, artinya Ibnu Taymiyah memberi inspirasi munculnya Wahabisme, itu sangat berbeda dg penisbatan sebagaimana yg ente katakan. Seandainya dikatakan Ibnu Taymiyah adalah seorang Wahabi itu bisa disebut menisbatkan. Tapi dalam artikel di atas Ibnu Taymiyah tidak dikatakan sebagai seorang Wahabi, melainkan seorang inspirator atas kemunculan Wahabisme. Semoga ente paham dg penjelasan ini….

      Namanya juga Inspirator tentu lahir lebih dulu bahkan ratusan tahun sebelum M. Abdul Wahhab lahir. Masak sih seorang ispirator lahir belakangan, mbok ya mikir gitu lho? Semoga ente sadar bukan orang lain yg dungu tapi ente sendirilah yg dungu.

  4. kalo di bilang sufi adalah sesat, sesungguhnya ada beberapa kaum yang lebih tersesat kenapa tidak di katakan sesat. pada dasarnya manusia dikatakan sesat jika mereka lepas dari tanggung jawab dan melupakan fakir miskin dan rakyatnya dan melupakan masyarakatnya dan yang lebih zhalim lagi mereka yang melupakan Allah karena begitu mencintainya golongannya..!

  5. teman2 All Aswaja n @ admin Ummati ……..dengan sangat menyesal saya nggak bisa hadir maulidan bersama dimonas ……kemarin tgl 13 febry kami keluarga mushola Al Ikhlas telah melaksanakannya dgn sederhana ……namun dari jauh di gombong saya berdo’a semoga acara demi acara lancar nggak ada aral yang berarti salam Hormat dan salam cinta dari saya pribadi kepada HABIB MUNZIR ,semoga beliau selalu dalam rahmatNYA Amiin….Amiin….Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin…….

  6. bodohnya ummati..asal comot cerita,..sekarang tunjukkan riwayat tersebut selain dari hisyam kabbani ada lagi ga??ibnu taimiyah dan ibnu athoillah ketemu di mana? tahun berapa? dan..dari redaksi di atas sungguh bukan type ibnu taimiyah,seolah olah ibnu taimiyah diam..tanpa hujjah hanya dengar ceramah ibnu athoillah..bisa saja hisyam kabbani bikin cerita bwt ngibul orang orang model kalian..

    1. He he he he…. anak-anak Wahabi kebakaran jenggot melulu. kacian deh….!

      Tapi selalunya apa yang diteriakkannya yg jelek-jelek kepada pihak lain pastilah kejelekan itu ada pada Wahabisme itu sendiri.
      Contoh:

      -Ummat Islam dibilang bodoh, eh dia sendiri ternyata lebih bodoh, bodohnya murokkab kuadrat

      – Ummat Islam dibilanh Ahli bid’ah, eh ternyata Wahabisme adalah pusatnya kebid’ahan itu sendiri

      – Ummat Islam dibilang musyrik, eh terbukti Wahabisme adalah poros kemusyrikan tiada tara bandingannya, tempat bercokolnya Mujassimah Musyabbihah dan Tauhid TRINITAS

      – Ummat Islam ….. masih banyak lagi tuduhan-tuduhan jelek kepada Ummat Islam oleh Wahabisme, dan kejelekan itu selalu lebih parah berada di pihak Wahabisme sendiri. Oh, kacian deh…..

    2. ENTE membabibuta benci tassawuff…apa ENTE cukup ilmu?? klo orang mumpuni ilmu ngomongnya TENANG, BERPIKIR DENGAN ILMU. Klo gini namanya ENTE sang FOLLOWER. Coba-lah gunain OTAK ENTE yang udah DIKULIAHIN tinggi2 sm ORTU ENTE. Jangan bisanya cuma jadi FOLLOWER. ENTE harus FAHAM. Kenapa Tasawwuf se-begitu POPULER menjadi ILMU bagian dari islam hingga ulama-nya Men-DUNIA namanya? Apakah ulama-ulama nya itu BODOH OTAK-nya sampai NGGA SADAR klo mereka telah SESAT? NGGA LAHHH!!! ISTIGHFAR-lah ENTE… Jangan IKUT-IKUTAN MENG-KAFIR-KAN orang-orang shalih yang men-TAUHID-kan ALLAH!!! ENTE cuma FOLLOWER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ENTE muslim kan? pengen dibilang mu’min? Cobalah kembali lagi ke tugas ENTE sebagai mu’min, JADILAH hamba-hamba ALLAH yang PENGASIH. Kasih sayang ENTE harus BESAR sama sesama MU’MIN. Jangan IKUT-IKUTAN menjadi PENYEBAR FITNAH!!! Belajar ilmu itu untuk mengajak manusia ke AGAMA ALLAH. Bukan untuk MENGHAKIMI!! Allah yang BERHAK menghakimi!! Kenapa gw bilang gitu, karena SUDUT PANDANG manusia SERBA TERBATAS!! INGET, benda-benda yang ENTE liat depan JONGOS ENTE ngga BISA ENTE lihat bagian BELAKANGNYA secara BERSAMAAN!!! Karena ENTE TERBATAS!!!!!!!! Cuma ALLAH yang bisa liat dari tiap sudut!!!! ALLAHU AKBAR!!!

    3. ENTE membabibuta benci tassawuff…apa ENTE cukup ilmu?? klo orang mumpuni ilmu ngomongnya TENANG, BERPIKIR DENGAN ILMU. Klo gini namanya ENTE sang FOLLOWER. Coba-lah gunain OTAK ENTE yang udah DIKULIAHIN tinggi2 sm ORTU ENTE. Jangan bisanya cuma jadi FOLLOWER. ENTE harus FAHAM. Kenapa Tasawwuf se-begitu POPULER menjadi ILMU bagian dari islam hingga ulama-nya Men-DUNIA namanya? Apakah ulama-ulama nya itu BODOH OTAK-nya sampai NGGA SADAR klo mereka telah SESAT? NGGA LAHHH!!! ISTIGHFAR-lah ENTE… Jangan IKUT-IKUTAN MENG-KAFIR-KAN orang-orang shalih yang men-TAUHID-kan ALLAH!!! ENTE cuma FOLLOWER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ENTE muslim kan? pengen dibilang mu’min? Cobalah kembali lagi ke tugas ENTE sebagai mu’min, JADILAH hamba-hamba ALLAH yang PENGASIH. Kasih sayang ENTE harus BESAR sama sesama MU’MIN. Jangan IKUT-IKUTAN menjadi PENYEBAR FITNAH!!! Belajar ilmu itu untuk mengajak manusia ke AGAMA ALLAH. Bukan untuk MENGHAKIMI!! Allah yang BERHAK menghakimi!! Kenapa gw bilang gitu, karena SUDUT PANDANG manusia SERBA TERBATAS!! INGET, benda-benda yang ENTE liat depan JONGOS ENTE ngga BISA ENTE lihat bagian BELAKANGNYA secara BERSAMAAN!!! Karena ENTE TERBATAS!!!!!!!! Cuma ALLAH yang bisa liat dari tiap sudut!!!! ALLAHU AKBAR!!!

  7. @ mas mamo : tapi itu cuma tobatnya ibn taimiyah dari berseberangan dengan asy’ariah menjadi pendukung asy’ariah, dengan kata lain dari tauhid tiga ( trinitas ) menjadi pendukung akidah sifat dua puluh…. itu juga tobat setelah berhadapan dengan ulama top Imam Ibn Hajar Asqolani… kalau Ibn Taimiyah tobat dari membenci tasawuf ada ga ya riwayatnya….???

    @anti tasawuf sesat : ente aneh ya ?? kalo ente yang ga percaya dengan isi artikel di atas, ya ente lah ya harus membuktikan… ini malah minta orang yang percaya yang membuktikan, terus ente menyebarkan subhat2 ga bermutu untuk bikin orang ragu2, seperti ngomong : “… bisa saja hisyam kabbani bikin cerita bwt ngibul orang orang model kalian…” ga ilmiah banget salafy wahaby nih…ngomong asal jeplak,. kalo gada ilmu malah nebar subhat… bukannya membahas pokok masalah malah menyerang pribadi seseorang..

    jadi mekanismenya harusnya sbb :
    ente cari buku The Debate with Ibn Taymiyah Ditranslasi dari buku karya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani… terus Syaikh Hisyam Kabbani kan ambil rujukan dari kitab2 klasik, dan pasti ada disebutkan di buku Syaikh Hisyam Kabbani, terus ente cari tuh kitab2 klasik tersebut… bener ga apa yang ditulis Syaikh Hisyam Kabbani.. begitu seharusnya..

    kalo ngomong kaya di atas, maki2 orang, bilang bodoh ummati, menyerang pribadi Syaikh Kabbani, kita sih ketawa2 aja bacanya…. he…he…
    ternyata emang segitu doang kualitas anti tashawuf sesat …he..he..

    1. @. abah zahra

      saya kira ada sedikit perbaikan dari anti tasawuf menjadi anti tasawuf sesat , hanya jika dilihat dari komentarnya saya sangat meragukan kualifikasi anti tasawuf sesat, apakah dia mampu membedakan yang sesat dari yang solih ? kadang Racunpun dianggap Obat oleh orang yang tidak mengerti, apakah ternyata emang segitu doang kualitas anti tashawuf sesat …he..he..

  8. Peta Salafy dan Dunia Islam menurut “kaca mata” kami.

    Secara umum Salafi atau mereka yang mengaku-aku mengikuti pemahaman Salafush Sholeh terbagi dua bagian besar yang bertolak belakang berdasarkan pemahaman mereka terhadap al-bara.

    Satu bagian memahami al-bara sebagai “menegakkan perintah Allah tentang kebencian terhadap orang musyrik, orang yahudi, nasrani bahkan saudara muslim mereka sendiri yang dianggap musyrik berdasarkan pemahaman (kaum) mereka sendiri. Bagi mereka slogannya bisa jadi seperti “bunuh, musnahkan orang musyrik”. Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/28/takut-dan-harap/ dan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/11/mengelola-kebencian/

    Satu bagian lagi memahami al-bara sebagai sekedar “berlepas diri” sebagaimana yang disampaikan di http://almanhaj.or.id/content/2661/slash/0 Inilah yang sebagaimana dipahami oleh Salafi Wahhabi. Sehingga mereka secara tidak disadari menjadikan orang musyrik, teman kepercayaan. Mereka di wilayah kerajaan dinasti Saudi, telah memperlihatkan bagaimana mereka menjadikan Amerika sebagai teman kepercayaan, menjadikan penasehat keamanan, pembangunan, pengelolaan sumber daya alam / pertambangan bahkan menjadikan penasehat kurikulum pengajaran dan pendidikan sebagaimana yang telah kami uraikan dalam tulisan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/07/muslim-bukanlah-ekstrimis/

    Jadi keadaan umat Islam saat ini sebenarnya secara tidak disadari telah di adu domba dengan pemahaman sendiri atau memang ada gerakan ghazwul fikri yang dilancarkan oleh orang-orang yang memang diciptakan oleh Allah ta’ala mempunyai rasa permusuhan terhadap kaum muslim. Firman Allah ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

    Satu sisi (misalkan salafi jihadi / haraki) meneriakkan “bunuh orang musyrik” dan satu sisi lagi (Salafi Wahhabi) secara tidak langsung mendanai orang musyrik untuk memerangi Salafi lain (misalkan salafi jihadi/haraki)

    Perhatikanlah fatwa-fatwa dari ulama Salafi Wahhabi dan bandingkan dengan fatwa-fatwa ulama Salafi yang bertolak belakang dengan Salafi Wahhabi seperti Salafi Jihadi atau Salafi Haraki

    Kalau kita telusuri lebih lanjut, maka sumbernya adalah pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah yang dikenal sebagai ulama pembaharu atau modernisasi agama.

    Salafi Wahhabi mengangkat dari sebagian pemahaman Syaikh Ibnu Taimiya untuk kepentingan mendirikan dan mempertahankan dinasti kerajaan Saudi. Inilah yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Salafi Jihadi / Haraki mengangkat dari sebagian pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah kepentingan pergerakan / politik / siyasi

    Salafy Wahhabi membenci Hizbiyyah atau kelompok atau organisasi, bisa jadi untuk menghindari kepemimpinan informal atau kepemimpinan diluar kepemimpinan kerajaan. Sedangkan sebaliknya Salafy Jihadi / Haraki membutuhkan hizb, kelompok , organisasi atau harakah.

    Pemahaman/Ijtihad Syaikh Ibnu Taimiyah ini yang merujuk kepada Al-Qur’an dan hadits dengan metodologi yang kami katakan sebagai “terjemahkan saja”. Silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/02/terjemahkan-saja/

    Sesungguhnya Syaikh Ibnu Taimiyah tidak mencapai derajat imam mujtahid apalagi imam mujtahid mutlak

    Oleh karena Syaikh Ibnu Taimiyah “takut” hasil pemahaman beliau tidak diterima orang maka beliau memberi nama “mazhab”nya dengan nama generik / umum yaitu manhaj/madzhab salaf. Seharusnya dinamakan mazhab Taimiyah.

    Madzhab Taimiyah telah ditolak oleh jumhur ulama sejak zaman beliau hidup bahkan beliau harus berulang kali masuk penjara

    I’tiqad beliau yang sangat ditolak adalah bahwa Allah bertempat di atas arasy. Maha suci Allah ta’ala dari bertempat dan dari bagaimana.

    Juga dengan metodologi “terjemahkan saja” akhirnya mereka “berserah diri” dengan i’tiqod bahwa Allah ta’ala memupunyai tangan, kaki, wajah namun tidak serupa dengan makhluk

    Salah satu ulama terdahulu kita yang menolak madzhab Taimiyah adalah Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/28/2010/11/03/syaikh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/

    Ulama-ulama terdahulu seperti beliau dikenal dengan ulama-ulama “kaum tua”

    Namun sebagian ulama-ulama setelah generasi “kaum-tua” atau dikenal sebagai ulama-ulama “kaum-muda” mulai terpapar madzhab Taimiyah. Termasuk di dalamnya ulama-ulama saudara kita dari kalangan Muhammadiyah. Namun mereka terpapar tidak terlampau jauh atau diambil yang baik-baik saja dari madzhab Taimiyah dan pemahaman/ijtihad ulama yang lain atau dikenal dengan istilah manhaj tarjih atau berdalil dengan yang lebih/paling kuat.

    Yang terpapar jauh atau secara bulat-bulat adalah kaum muda kita yang mengenyam pendidikan di wilayah kerajaan dinasti Saudi atau tempat pendidikan di negara lain dengan paham Wahhabi. Termasuk yang menyebut dirinya “mantan kiyai NU”

    Orang-orang yang memusuhi Islam sangat berkepentingan agar pintu ijtihad terbuka kembali walaupun waktu sudah terpaut jauh dari masa generasi terbaik (Salafush Soleh). Kepentingan mereka agar memungkinkan mereka mengadakan pemahaman-pemahaman baru (modernisasi agama) terhadap Al-Qur’an dan Hadist. Inilah sebenar-benarnya ghazwul fikri atau perang pemahaman/pemikiran.

    Sebagai contoh apa yang dipahami oleh Musdah Mulia (tokoh liberalisme). Menurut Musdah, sebetulnya kajian politik yang lebih serius bukan dalam buku al-Siyãsah al-syar’iyyah, melainkan buku Minhãj al-Sunnah al-Nabawiyyah dan Ahisbatul Islam. Musdah menekankan bahwa sebelum membaca pemikiran Ibnu Taimiyyah, kita… harus masuk ke abad XIV. Ibnu Taimiyyah pertama-tama mengembangkan pemikirannya dalam rangka membasmi pemikiran-pemikiran taklid, yang dalam hal ini adalah sufisme. Dia menulis buku Araddu ‘alã al-Hululiyyah wa al-Ittihadiyyah. Dia ingin membersihkan pemikiran-pemikiran ummat Islam dari pemikiran sufi yang tidak mencerahkan. Dia kemudian mengembangkan perlunya membuka kembali pintu ijtihad. Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/28/mengangkat-taimiyah/

    Jadi pandangan mereka terhadap Syaikh Ibnu Taimiyah bahwa beliau tokoh yang mengembangkan pemikiran dalam rangka membasmi pemikiran-pemikiran taklid, yang dalam hal ini adalah sufisme. Dia menulis buku Araddu ‘alã al-Hululiyyah wa al-Ittihadiyyah. Dia ingin membersihkan pemikiran-pemikiran ummat Islam dari pemikiran sufi yang “tidak mencerahkan”. Dia kemudian mengembangkan perlunya membuka kembali pintu ijtihad. Berangkat dari komitmen inilah kemudian Ibnu Taimiyyah merumuskan konsep-konsep mengenai negara.

    Mereka membutuhkan justifikasi dari keinginan mereka mensosialisasikan program mereka yakni negara atau nation state dan “nasionalisme” untuk menggantikan “kesatuan akidah “umat Islam pada waktu itu dengan sistem khalifah. Sehingga sebagian muslim menganggap bahwa “bela negara” adalah sebagian dari iman walaupun tanpa disadari “lawan negara” yang diperangi adalah saudara-saudara muslim sendiri.

    Inilah yang terjadi dengan propaganda “nasionalisme Arab” yang dilancarkan oleh musuh Islam seperti Edward Terrence Lawrence. Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/02/23/bahaya-laten/

    Sebenarnya pemahaman/ijtihad Syaikh Ibnu Taimiyah sudah terkubur sebelumnya namun diangkat kembali oleh orang-orang yang memerlukan dengan berbagai kepentingan seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Muhammad Abduh, Rasyid Redha, dll. Termasuk digunakan untuk kepentingan kaum SPILIS (Sekelurisme, Pluralisme dan Liberalisme). Metode pemahaman/ijtihad Syaikh Ibnu Taimiyah sangat digemari mereka karena metodologi “terjemahkan saja” mudah dipelajari dan dipahami. Silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/01/kita-diadu-domba/

    Demikianlah hasil analisa kami terhadap keadaan dunia Islam, dulu dan sekarang. Semoga kita dapat memposisikan diri kita masing-masing dan saling mengingatkan dalam semangat Ukhuwah Islamiyah.

    Hal yang perlu kita ingat selalu bahwa kalau perdebatan/perselisihan/pertengkaran diantara manusia yang telah bersyahadat adalah semata-mata kesalahpahaman, karena mereka yang telah bersyahadat pada dasarnya tidak dikaruniakan rasa permusuhan namun dikaruniakan rasa persaudaraan. Hanya orang-orang yang tak mau bersyahadat / musyrik saja yang dikehendaki oelh Allah Azza wa Jalla mempunyai rasa permusuhan.

    Firman Allah ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

    Wassalammualaikum

    Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830

  9. Mudah-mudahan memang menjadi anti tasawuf sesat tapi cinta tasawuf islam yg benar. Kami semua juga anti ama tasawuf sesat tapi cinta ama tasawuf islam.

  10. Sufi Sejati tidak akan berbohong, yg Hobby bohong dan pendusta adalah ulama-ulama Wahabi, karena anti tasawuf jadi bohong itu udah jadi pekerjaannnya. Terbukti kitab-kitab mereka kontradiktif karena diselipkan kebohongan. Kitab karya Ibnu Utsaimin, bin Bazz, Al-albani dll, selalu kontradiktif tidak bisa dijadikan pegangan bagi orang-orang yg berakal sehat.

    1. @ yusuf ibrahim …….nt ngapain tas test doang ????? mau ngatain komen nt dipotong admin apa ya ????? nggak lucu lah…….ngga ada tu Ummati press sejarahnya begitu …….emang blog nt ?????

  11. “Adapun tentang kisah dialognya yang cerdas dengan seorang inspirator Salafy Wahabi yaitu Ibnu Taymiyah….”
    —————————————————-
    Perkataan tsb merupakan salah satu penyandaran yang SANGAT TIDAK CERDAS ! bagaimana bisa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disandarkan kepada ‘wahhabi’, padahal ‘wahhabi’ baru lahir jauh setelah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wafat?
    dan perkataan tsb semakin membuktikan bahwa admin blog ini sebenarnnya tidak tau apa-apa tentang ‘wahhabi’, akan tetapi banyak bicara tentang ‘wahhabi’…

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Israa : 36)

  12. “Adapun tentang kisah dialognya yang cerdas dengan seorang inspirator Salafy Wahabi yaitu Ibnu Taymiyah….”
    —————————————————-
    Perkataan tsb merupakan salah satu penyandaran yang SANGAT AMAT TIDAK CERDAS ! bagaimana bisa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disandarkan kepada ‘wahhabi’, padahal ‘wahhabi’ baru lahir jauh setelah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wafat.

    1. Yusuf Ibrahim@

      Kalau ente CERDAS tentu tidak berkomentar yg menunjukkan ente tidak CERDAS. Karena kalimat yg antum ktip tsb tidak bermaksud menyandarkan Ibnu Taymiyah kepada Wahabi tapi sebaliknya. Ente salah memahami maksud kalimat: “Adapun tentang kisah dialognya yang cerdas dengan seorang inspirator Salafy Wahabi yaitu Ibnu Taymiyah….”

      Maksud kalimat itu adalah bahwa munculnya ajaran Salafy Wahabi karena ada inspirasi dari fahamnya Ibnu Taymiyah, dan fakta sebenarnya dalam sejarah memang demikian. Syaikh M. Abdul Wahhab dibantu oleh Mr Hempher mengambil dan memodifikasi fahamnya Ibnu Taymiyah. Makanya Ibnu Taymiyah disebut inspirator Salafy Wahabi, gitu lho Mas Ysuf Ibrahim.

      Sebenarnya penjelasan saya ini hanya mengulang dari penjelasan Mas Amiran Khan di atas ketika Suifrit komplain sama persis seperti antum. Kalian sama-sama tidak cerdas kok malah ngatain pihak lain tidak cerdas, gemana sih?

  13. silakan baca : tarekathaqqani.wordpress.com/2008/06/13/mengungkap-kesesatan-nadzim-al-qubrushi-bag-2/ ,atw tanya lgsung ke kyai atw guru kalian ttg hisyam kabbani yg bw cerita2 ga jelas..justru habib habib kalian n kyai malah memperingatkan kesesatanya..eh,di sini malah di posting bwt puasin hw nafsu..ummati ini bgmana???

  14. ummati selalu menampilkan postingan yg menjelekkan salafy dengan berbagai “kedustaan”..Lihat saja siapa golongan yg bersama ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH BUKAN ULAMA AHLULBID’AH WAL FIRQAH..

    1. anti tashawuf sesat@

      Sudah dikatakan di artikel tersebut bahwa Syaikh Hisyam Kabbani hanya menukil dari kitab Usul al-Wusul karya Muhammad Zaki Ibrahim, baca dong biar paham dan mengerti akan isi artikel tersebut. Ente nafsu amat sih?

  15. anti tashawuf sesat@

    Wah, mengalami kemajuan ente, sekarang hanya sebagai anti tasawuf sesat, artinya ente sudah setuju dg tasawuf sejati, benarkah? Atau bagaimana? Tolong dishare pengalaman rohaninya ya…?

  16. anti tashawuf sesat@

    Wah, mengalami kemajuan ente, sekarang hanya sebagai anti tasawuf sesat, artinya ente sudah setuju dg tasawuf sejati, benarkah? Atau bagaimana? Tolong dishare pengalaman rohaninya ya…?

    Tapi sayang link yg antum pasang tersebut sangat meragukan, bahasanya khas bahasa Wahabi, saya sangsi berat atas kebenaran tulisan dalam blog tsb. Tidak sesuai faktanya, sebab saya lihat disitu banyak sekali kalimat-kalimat khas Salafy Wahabi, bisa jadi blog itu buatan pengikut Wahabi untuk adu domba kaum sufi sejati.

  17. Wahabi nggak terima ibnu taymiah diceramahi, maunya ibnu taymiah yg ceramah. Asal tahu aja, sebagian ajaran ibnu taymiah di anggap ulama sezamannya menyimpang dan sesat. Syekh muhammad abdul wahab juga dianggap menyimpang dan sesat. Eh, sekarang mayoritas muslim yg dikatakan sesat atau musyrik ama pengikut wahabi. Lihat aja artikel terakhir ustad firanda yg mendebat abu salafy, menganggap kaum muslimin yg bertawasul sama dgn kaum musyrikin arab. Padahal tak ada ulama salaf dan para imam kita yg menghukum musyrik kaum muslimin yg bertawasul. Menurut saya yg paling berbahaya itu ustad dan ulama wahabi karena dari merekalah vonis sesat dan musyrik berasal.

  18. Dianth cinta sufi sejati@

    Mas Dianth, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Wahabisme yg dirintis Oleh Ibnu Abdil Wahab tidak lebih baik dari Zionisme. Mereka sama-sama Musuh Islam dan Ummat Islam di seluruh dunia. Keduanya sama-sama berbahaya bagi Islam di masa-masa mendatang. Bahwa mereka adalah pemecah belah Ummat Islam memang faktanya demikian jelas dan transparan.

    Hal ini juga sudah sesuai yg diinginkan Mr Hempher ketika dulu dia memperalat Syaikh M Abdul Wahab mendakwahkan ajarannya untuk memecah belah ummat Islam. Ini fakta sejarah yg sulit dipungkiri oleh kaum Wahabi.

  19. kalau artikel diatas, punyaku lebih lengkap kok. Kalau rekan2 wahabi ndak percaya ya silahkan saja. Kan ya juga imbang kalau kita-kita juga ndak percaya sama kitab2 karya syekh wahabi yang memang banyak kekeliruannya

  20. alhamdulillah..para akhwat dr majelis rasulullah sebagian sdh menggunakan cadar..mdh2an ikhwanya jg menyusul merubah kebiasaan pake celana isbal menjadi lebih syar’i..dari perubahan pakaian mdh2an ke perubahan akidah dan cara pandang &pemahaman terhadap ajaran RASULULLAH yg Shahih..MARI BERHIJRAH dr SYIRIK ke TAUHID ,dari BIDAH ke SUNNAH..Tentu atas hidayah & taufiq dari ALLOH,.jgn sungkan saudaraku..

  21. sebagian kecil akhwat EM-ER pakai cadar udah dari zaman baheula Bos, tapi tidak mbid’ah-mbid’ahin orang gak pakai cadar. Kalau pakai celana cingkrang kayaknya nggak deh, paling buat dalaman sih iya. Kan mereka rata-rata pada pake sarung, lihat kan ente? Malu lah kalau pakai celana cingkrang, kayak abang-abang penjual sate aja?

    Mengenai kemusyrikan, sebaiknya Wahabi introspeksi diri. Sebab indikasi Wahabisme sebagai poros kemusyrikan adalah sangat sulit dibantah oleh para dedengkot Wahabi sendiri. Tauhid TRINITAS menjadi tema-tema yg menarik untuk eksplor lebih detail dan sekarang terus diteliti di laboratorium ASWAJA. Tunggu pengumuman resminya…..

  22. @anti tasawuf sesat, nt dah khusyu dlm shalat blm, atau ikhlas dlm amal? Klu blm, itu artinya nt blm murni Tauhidnya. Jd jgn sok plng tauhid

  23. @anti tasawuf sesat, coba nt baca kitab tasawuf tentang aqidah/tauhid, dijamin nt pingsan kalau tanpa guru yg mumpuni.

    1. @ Anti Tasawuf Sesat
      Siapa bilang Radio Rodja bagus ? kalo kata pengikut wahabi memang bagus sebab Radio Rodja corong wahabi tapi bagi kami kaum ASWAJA dan pengikut TASAWUF SEJATI jelek banget sebab gak beda dengan blog2 Wahabi yg bertebaran di Internet isinya cuma caci maki mensyirikkan, membid’ahkan orang yg tak sefaham dengan ajaran wahabi laknat.

  24. bwt penggemar tasawuf,khususnya pengagum ibnu arabi…baca kitab krya as sakhawi”Al jawahir wa ad durar-ttg biografi imam ibnu hajar al asqalani (I/1001)yg mubahalah dg pengagum ibnu arabi,aduhai..sdkit aja ya:
    “tantangan ibnu hajar ini di setujui oleh pengagum ibnu arabi tsb,lalu ia mengatakan”ya Alloh,jika ibnu arabi dalam kesesatan,laknatilah aku dg laknatMu”lalu ibnu hajar mengatakan,”ya Alloh,jika ibnu arabi dlm kebenaran,laknatilah aku dengan laknatMu”setelah itu keduanya berpisah…apa yg terjadi???mas mutiara zuhud mungkin mau melanjutkan ceritanya..kan paling panjang tuh kalo comment,suka numpang iklan di blog ini..padahal punya blog sndiri..ga laku yah..

    1. Kami terpaksa posting yang panjang tentang peta Salafy untuk menjawab pertanyaan @sufrit: “syeikhul islam ibnu Taymiah ama syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab duluan siapa sih lahirnya”
      Kalau blog ana alhamdulillah dikunjungi dari berbagai kalangan. 1/3 dari total tulisan di blog ana menjelaskan kesalahpahaman kaum Salafy atau khususnya Salafy Wahhabi

      1. Tetap tenang dan sabar Mas Zon, menjaga keikhlasan jauh lebih bernilai daripada meladeni provokasi.

        Kami sangat gembira dan tersanjung dg kehadiran Bang Zon di sini. Pencerahannya terus kami nantikan di sini. Terima kasih….

  25. bwt penggemar tasawuf,khususnya pengagum ibnu arabi…baca kitab krya as sakhawi”Al jawahir wa ad durar-ttg biografi imam ibnu hajar al asqalani (I/1001)yg mubahalah dg pengagum ibnu arabi,aduhai..sdkit aja ya:
    “tantangan ibnu hajar ini di setujui oleh pengagum ibnu arabi tsb,lalu ia mengatakan”ya Alloh,jika ibnu arabi dalam kesesatan,laknatilah aku dg laknatMu”lalu ibnu hajar mengatakan,”ya Alloh,jika ibnu arabi dlm kebenaran,laknatilah aku dengan laknatMu”setelah itu keduanya berpisah…apa yg terjadi???mas mutiara zuhud mungkin mau melanjutkan ceritanya..kan paling panjang tuh kalo comment,suka numpang iklan di blog ini..padahal punya blog sndiri..ga laku yah..mas mz,mf aja,artikel artikel antum ga bermutu,.antum jg sadar kali..ga da yg baca,makanya antum sukanya nimbrung di sini..kolom bwt comment malah nulis artikel pnjg buanget..mas mz..mas mz..hehe..dah ya,yg penasaran kisah mubahalah imam ibnu hajar vs pengagum ibnu arabi..biar ummati press yg cari,trus posting aja..wasalamualaikum..

  26. eh,1 lagi,bwt abu jamal ga usah berlebihan menilai diriku lah..sok tau BANGEDDD..pingsan??lebay bgt sih..justru kalo mu pingsan harusnya baca al Quran bkn kitab tasawuf atuh..pernah tau cerita ttg wafatnya anak imam fudhail bin iyadh..meninggal waktu dgr bacaan al quran bkn kitab tasawuf mas..
    antum dah baca kitab apa aja?punya ga kitabnya…futuh al ghaib,sirr al asrar,al hikam..atw risalah al qusyairiyah atw cuma ikut ikutan ga pernah baca?dah ah..abu jamal ga usah sok belagu..terakhir ane pgen tau guru antum,pesantren mana?kenal kyai abdul jalil mustaqim rahimahullah (pondok PETA-jatim) atw knal abah anom,atw kyai lukman hakim..siapa guru antum..ane pgn tau aja,dah ni terkhir comment,monggo di jawab..

  27. @ati tasawuf sesat

    Wah maaf ya mas telat kasih balasan. Semalam saya dah kasih komen tp kena askimet sehingga ga masuk.

    Mas, jujur aja saya tidak akan menyebutkan guru saya dalam bidang tasawuf karena jelas tidak beradab. Yang jelas 3 tahun lalu saya bertemu dengan seorang auliya Alloh yang telah menyentak kesadaran diri akan hakekat islam dan iman saya.

    Mas, rupanya anda kenal juga sama mbah Jalil mursyid tarekat syadziliyah pondok PETA Tulungagung. Memang anda ini pernah bertemu beliau ya. Kalau saya memang mengetahui beliau dari seorang muridnya yang juga temen saya bisnis.

    Saya akui saya memang banyak membaca buku2 tasawuf yg anda sebutkan sampai hari ini. Kitab yang lain juga banyak kok yg saya punya seperti punya Al Ghazali, Ibnu Arabi, Al Jilani juga dari tarekat Tijaniyah, Syatariyah dan lain-lain.
    Tetapi mas, apalah artinya kitab setumpuk kalau kita membaca sendiri tanpa pembimbing? Kita bisa salah memahami mas. Kitab-kitab itu buat saya hanya sekedar menambah wawasan otak saja.

    Mas, saya dulu pernah bergaul dengan beberapa dukun/paranormal, tokoh pengamal aliran kebatinan, pelaku tasawuf menyimpang dan kyai dukun. Dan sempat juga mengikuti kajian dai Muhammadiyah yang selalu mengutip Syekh Abdul Wahhab. Ikut juga kajian salafi di Sidoarjo selama 3 bulan. Saya dulu juga penggemar wayang kulit namun setelah membaca ringkasan Bhaghawad Gita, kini tidak begitu suka nonton wayang karena menurut saya pribadi sia-sia.

    Nah, setelah ketemu seorang auliya (sungguh ini pertolongan Alloh) semua pengalaman masa lalu saya buang jauh karena ternyata jalan itu tidak menyelamatkan di akherat kelak.

    Perlu mas tahu (kalo belum tahu lho), sebagian pelaku kebatinan paham ilmu tauhid juga meski tidak utuh. Jadi kalau anda pingin coba aja debat sama mereka.

    Maaf, komen saya soal pingsan membaca kitab tauhid karya tokoh sufi. Itu dari cerita teman kajian tasawuf saya. Dia punya saudara yang cerdas sewaktu mondok, namun karena merasa cerdas dia membaca kitab tauhid kelas berat tanpa ijin gurunya. Nah, yang terjadi kini dia pingsan ruhaninya, artinya menjadi lupa akan tugasnya sebagai hamba Alloh.

    Mas, sementara itu dulu komen saya. Mohon maaf bila tidak memuaskan mas, tetapi yang jelas saya memang punya guru yang nasab dan sanad dzikirnya sampai Rosululoh.
    Alasan saya tidak menyebutkan nama beliau karena menjaga tata krama dan sopan santun. Menyebutkan nama jelas akan membuat kebanggaan diri dan itu sia-sia.

  28. perdebatan pengikut asy-syafi’i dengan pengikut sufi

    pengikut sufi: sufi adalah ajaran yang sesui dengan sunnah rasullulah dan
    kami berdiri di atas nya dan kami tidak berpecah belah seperti kaum
    kaum wahabi

    pengikut syfi’i: bohong dan dusta engkau sufi berpecah belah dan membentuk tariqat-
    tarikat ada tijaniyah,qadariyah,syadziliyah.naqsyabaniyah,rifaiyah
    padahal islam melarang berpecah dan hanya mengenal satu jalan saja
    dan FirmanNYA: dengan kembali bertaubat kepadanya dan bertaqwalah
    kepadanya serta dirikan lah shalatdan jangan kamu termasuk orang
    yang menyetukan allah. yaitu ORANG YANG MEMECAH BELAH AGAMA mareka
    dan mareka menjadi berberapa golongan,tiap2 mareka merasa bangga
    dengan apa yang ada pada golongan mareka. dan wahabi manhaj nya
    cuma satu yaitu manhaj nya rasullullah dan para sahabatnya.

    pengikut sufi : wahabi menuduh kami berbuat syirik karna kami sangat abdi sang guru
    kami berdo’a kepada sang guru kepada nabi, wali, yang hidup maupn
    yang mati
    pengikut syfi’i :kami tidak menuduh engkau saudaraku tapi firmaNYA: dan jangan lah
    engkau menyebah sesuatu selain allah yang tidak memberi manfaat
    dan tidak (pula)memberi mudharat kepadamu; sebab jika kamu berbuat
    (yang demikian) kamu termasuk orang yang zalim (yunus:106)
    dan sabda rasullullah: “do’a adalah ibadah” shahih HR abu dawud
    at-tirmidzi.

    pengikut sufi: kami meyakini adanya badal dan quthub yakni
    wali-wali kami ikud andil dalam pengaturan alam >>??????
    pengikut syafi’i : haaa,,??? apakah saudara tidak membaca FirmaNYa: katakanlah
    siapayang memberi rezqi kepadamu dari langit dan bumi, atau
    siapa kah yang kuasa (menciptakan) pengedaran dan penglihatan
    dan siapakah yang mengeluarin yang hidup dan yang mati serta men
    geluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur
    segala urusan? maka mareka akan menjawab “allah” maka katakan
    Lah, Mengapa kamu tidak bertaqwa kepadaNYa (yunus:31)

    pengikut sufi: anda ini ingkar ga ikut perintah guru dasar wahabi,, dan apakah kamu
    meningkari WIHDATHUL WUJUD(

    1. @ PA…….komentar ana Pengikut Sufinya aliran sesat ….pengikut safii nya goblog jadi debat itu nggak bermutu karangan orang tolol …….

  29. @anti.tasawuf sesat dan @pengikut syafii……

    LAKSANA MENUNJUKKAN INDAHNYA PERMATA BERLIAN PADA ORANG BUTA.

    Mas, setajam lidah cacian dan celaan anda pada tasawuf laksana sanggub membelah gunung, tidak akan memutus rantai kaum sufi dari muka bumi.
    Sekencang teriakan tuduhan anda bagai halilintar, tidak akan menyurutkan langkah kaum sufi di muka bumi ini.
    Toh kaum sufi tetap lemah lembut dan kasih sayang pada semua makhluk.

  30. @anti tasawuf sesat

    Kalau saya punya buku yang menunjukkan bahwa Ibnu hajar asqolany kok punya wirid yg sanadnya bersambung ke ibnu arabi sih. Saya juga punya kok wirid itu he he he he

    1. he..he…
      aneh juga kaum sa-wah itu tahu nya sufi atawa taawwuf itu ibnu arabi aja,
      hm…di cekoki terus sama guru2ne itu2 aja,…pantes….

    2. apa sufi tuh. emng sufi diajarkan nabi di ajarkan sahabat. kok seneng bnget ama sufi padahal gk ada rekomendasi dari nabi ayak ayak wae ……….akhir zaman emang hee…

  31. Sekedar berbagi , Washiat dari guru saya , beliau mengatakan :

    semestnya seseorang mengjindari Muthola`ah kitab-kitab yang berisi persoalan Rumit (ghomidh) untuk lebih mengutamakan keselamatan , ditakutkan persoalan rumit tersebut dipahami dengan tidak semestinya (salah memahami) , dikhawatirkan akan tersesat dan binasa , kitab-kitab itu seperti kitab karangan Syeikh Ibnul A`robi Futuhat al-makiyah dan dua kitab Imam ghozali “al-mi`raj” dan ” Al-madhmun ” begitu juga dengan kitab Syeikh Abdul Karim al-jili.

    Semua ada tingkatan , dimana pemula berbeda dengan Muntahi dan ahli , dan tidak akan binasa orang yang tahu kadar dirinya.

    Saya (ahmad syahid) katakan : mungkin Wahabi termasuk golongan rusak dan binasa karena salah memahami kitab-kitab tingkatan Akhir Ahli Tashowuf.

    1. tidak ada keraguan akan Kebenaran Agama Islam , hanya saja ada beberapa orang yang Aqidah Islamiyahnya ternodai , termasuk kelompok Wahabiyah , Aqidah dan Manhaj mereka ternodai dengan Tasybih dan Tajsim.

      1. 1. Ahlu ta’thil yaitu para penolak sifat Allah, seperti mu’tazilah dan jahmiyah. Mereka menolak adanya seluruh sifat-sifat Allah dengan alasan agar tidak sama dengan makhlukNya.
        2. Ahlu tasybih yaitu kelompok yang berpendapat sebaliknya. Mereka menganggap semua sifat-sifat Allah sama dengan makhluk-Nya.
        3. Ahlu ta’wil yaitu para pentakwil sifat-sifat Allah seperti Asy’ariyah. Mereka menyelewengkan makna dari sifat-sifat Allah tersebut kepada makna-makna lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan lafadnya.
        4. Ahlu tafwidh yaitu kelompok yang tidak mau memahami dan menterjemahkan makna kalimat-kalimat tersebut. Mereka menyatakan bahwa kita serahkan saja maknanya kepada Allah.

        OMM…COBA DARI diatas om termasuk yang mana….jangan jangan om termasuk ketiga tiganya…, baahaya bnget om…….

      2. @. s m k

        saya adalah penganut Aqidah Asy`ariyah , sebagaimana Manhaj Ibnu Abbas dalam menta`wil , dan maaf Ta`wil bukanlah seperti yang nt sebutkan diatas , lantas nt sendiri mengikuti yang mana ?

  32. Islam adalah agama yg sempurna, dan kesemprnaannya jadi rusak diobrak-abrik oleh sekte Wahabi dengan dalih perbaikan tauhid. Anehnya banyak yg tertipu oleh ulah Wahabisme tapi tetap enjoy.

    Padahal sejarah sudah membuktikannya, sekete Wahabi ini hasil kolaborasi ide antara Mr. Hempher dan Syaikh Ibn Abdil Wahab. Idenya bertujuan untuk memecah-belah kekuatan Islam waktu itu dan terbukti berhasil meruntuhkan kehalifahan Utsmaniyah. Dan ajaran pecah-belah itu terus berkembang sampai hari ini dan entah sampai kapan, hanya Allah Swt. Tapi yg jelas Fitnah Wahabisme ini pasti akan menemui kemusnahan dan digantikan oleh kebenaran yg sebenarnya.

  33. Ternyata masih banyak yg belum mengerti tasawuf islam, celakanya malah menjelek-jelekkan para sufi. Sepertinya penyakit picik dan dangkal pemahaman ala wahabi udah mulai menyebar. Terserah ente tidak mau belajar tasawuf islam, tp janganlah menghina sufi, karena sebagian besar ulama juga seorang sufi. Benar kata mas ahmadsyahid, ayah guru saya juga pernah melarang membaca buku-buku tasawuf yg rumit, apalagi jadi sibuk membaca tp tak beramal. Ayah guru menganjurkan baca buku minhajul abidin karya imam ghazali. Untuk pembenci tasawuf saya ingatkan lagi bahwa islam di indonesia ini dibawa para sufi. Wali songo itu sufi pastinya pengamal tarekat. Saya ingatkan juga banyak tarekat itu dinisbatkan kepada ulama-ulama tarekat di mekah dan madinah. Saya ingatkan lagi, imam ghazali itu seorang sufi, syekh abdul qodir juga sufi. Jadi barang siapa yg menghina sufi artinya dia tidak mengerti sejarah dan tidak paham bagaimana ahlak kepada ulama. Demikian penjelasan saya, ada yg keberatan?

      1. Faham islam yang benar adalah Faham Islam yang dianut oleh Mayoritas Ummat Islam Dunia ,seperti Asy`ariyah Wal Maturidiyah. bukan oleh kelompok kelompok kecil Ummat Islam seperti Ahmadiyah atau Wahabiyah dll.

        sebab sebagai Orang Awam (bukan Mujtahid ) Wajib mengikuti Imam-Imam yang sudah dikenal sekalipun oleh orang awam seperti 4 Imam Madzhab

  34. Mas arumi, sebenarnya permasalahannya sudah jelas ya, tapi masih banyak yang tertipu. Sebenarnya pengikut wahabi mempunyai semangat mempelajari agama yg tinggi, hanya saja salah memilih paham jadinya sering salah paham. semoga situs ummati dan komentar saudara-saudaraku ini bisa mencerahkan.

    1. ohhhh, tapi kalo kelompok kelompok di dunia salah massa kita ikut. kalo ahmadiyyah itu se sasat om. say setuju ahmadiyah dibubarkan. tapi yang harus kita ikuti kebenaran bukan….??? bukan mengikuti cuman kebayakan orng padahal kita kita juga belum tau…gitu kan???

      1. tolong cermati kata-kata saya , saya tidak pernah mengatakan Ikuti kebanyakan Orang , yang saya katakan : Faham Islam yang benar adalah yang dianut oleh Mayoritas Ummat Islam Dunia ,seperti Asy`ariyah Wal Maturidiyah.

        silahkan S M K lihat diskusi saya dengan Ibnu Irfan dimana Ibnu Irfan mati-matian menolak kewajiban mengikuti Mayoritas Ummat Islam sebagaimana yang diWasiatkan oleh Roaulallah SAW , bahwa kita Wajib mengikuti Jama`atul Muslimin.

    1. paham islam yang benar bukanya yng DIBAWAH OLEH NABI DAN PARA SAHABAT MENGAPA HARUS Asy`ariyah Wal Maturidiyah……….???????

    2. di dunia kebayakan orangkan…? om memilih paham itu ketimbang pahamnya nabi dan para sahabat AHLUSSUNNAH WALJAMAAH..EMNG ADA REKOMENDASI, ADA JAMINAN…..????…
      KOK KAYAKNYA MENGAGUNG AGUNGKAN BNGET YA…..heee.

  35. Mas smk atau mbak smk nih? Paham yg benar tentu dibawa oleh nabi dan sahabat. Jadi mengapa kita tidak ikut asyariyah maturidiyah yg diakui oleh para ulama sesuai dgn paham yg dibawa oleh para nabi dan sahabat. Kalau paham mayoritas sesuai dgn paham nabi dan sahabat kenapa ikut yg minoritas?

  36. NNGK AH..IKUT NABI DAN SAHABAT JA DAN ULAMA ULAMA YANG MENGIKUTINYA…LEBIH SELAMAT .DARI PADA IKUT KELOMPOK KELOMPOK KELOPOK ITU. emng ada rekomendasi dari nabi dan para sahabat untuk mengikutinya,,,,,,>??????? bukanya kita disuruh untuk mengikuti Allah Rasullnya dan para sahabatnya yg mengikutinya. yang apa bila kamu benINFAQ SEBESAR GUNUNG UHUD KAMU TIDAK AKAN MENYAMAINYA WALAUPUN 1MUD BAHKAN SECUWILPUNNNNN……., KOK MALAH DISURUH IKUT YANG BIKINAN MANUSIA……..HUFFTTTT. NGGK KEBALIK NE om…….maaf ya………

    1. smk mendingan kita bahas ajaran M.abdul wahhab aja yuk ? ga usah muter muter terus kita bahas Ajaran Takfiri hingga Tasybih dan Tajsim , kita bahas dari pembid`ahan sampai pemusyrikan ala m. abdul Wahhab , biar kita semua Tahu mana yang lebih sejalan dengan Qur`an dan Hadist M. abdul wahabkah ? sebagai copas Ibnu Taymiyah atau Mayoritas Ulama Islam lainnya seperti Imam Asy`ari dan Imam Maturidi ?

  37. eehhmmmmm……aqidah utama.om.udh paham semua belum kiriman ketikan dari aku…eeehhhh. pindah yang lain….? memahami agama itu jangan setengah setangah….TAKUT SESAT LHO. KAN MASUKLAH KEDALAM ISLAM SECARA KAFFAH,,,,,,,,. TAKFIRIN…..HATI HATI jangan asAl bicara.bahaya lho ini ruangnya ulama ahli ilmu….jangan menghakimi per individu islam gak mengajarkan, AHLUSSUNAH GAK MENGAJARKAN, EEH…..GIMANA SE OM PENGALIHAN TOPIK NE…..CERITANYA hitam DIATAS PUTIH

  38. Kita memang harus mengikuti nabi dan sahabat. Karena kita tidak sezaman ama nabi dan sahabat maka kita ikuti ulama yg mengikuti paham nabi dan sahabat salah satunya asyariyah maturudiyah dalam masalah akidah, dan imam mazhab untuk fikih. Masalah kelompok itu adalah realitas, yg mengaku-ngaku mengikuti nabi dan sahabat juga jadi kelompok yaitu kelompok pengaku, yg anti kelompok jg jadi kelompok yaitu kelompok anti kelompok, jadi anda tinggal pilih, ikut yg sesuai nabi dan sahabat atau yg mengaku-ngaku.

  39. yang mengikuti nabi dan para sahabat. ggk cuman kata katanya….gk cumana ngaku ngaku tapi bukti ilmiahnya…gimana…? nukilan imam empat madzab:

    ”Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amatlah sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)”

    [al-A’raaf ayat 3]

    1. Abu Hanifah
    Yang pertama adalah Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit. Telah diriwayatkan darinya pendapat-pendapat dan ungkapan-ungkapan beragam yang semuanya bermuara pada satu makna. Yaitu kewajiban mengambil hadits sebagai dalil dan meninggalakan pendapat-pendapat yang bertentangan dengannya. Beliau berkata,

    1. Bila suatu hadits itu benar maka itulah mazhabku.
    2. Tidak halal bagi setiap orang untuk mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan ”Haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku berfatwa dengan pendapatku”. Dalam riwayat lain ditambahkan ”Sesungguhnya kami adalah manusia yang mengemukakan pendapat hari ini dan (boleh jadi) berubah pendapat pada keesokan harinya”. Disebutkan juga dalam riwayat lain ”Apa-apaan engkau wahai Ya’kub (Abu Yusuf)!, jangan engkau tulis semua yang engkau dengar dariku. Karena aku mengemukakan pendapat hari ini dan keesokan harinya mungkin aku meninggalkannya. Besok aku berpendapat sesuatu dan lusanya aku tinggalkan”
    3. Apabila aku mengemukakan suatu pendapat yang bertentangan dengan kitab Alloh dan khabar dari Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam, hendaknya kalian meninggalkan pendapatku.

    2. Malik bin Anas

    Beliau berkata,

    1. Sesungguhnya aku adalah manusia yang terkadang salah dan terkadang benar, maka lihatlah pendapatku. Apabila sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah maka ambillah. Setiap yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, maka tinggalkanlah.
    2. Setiap perkataan orang boleh dipakai atau ditinggalkan kecuali perkataan Nabi shollalloohu ‘alaihi wa sallam.
    3. Ibnu Wahab berkata, ”Aku mendengar Malik ditanya tentang menyela-nyela jari-jari kedua kaki dalam wudlu. Ia berkata ’Hal itu tidak wajib’. Lalu saya meninggalkannya sampai orang-orang yang mengelilinginya sedikit. Saya katakan kepadanya, ’Hal ini menurut kami sunnah’ Malik bertanya ’Apa haditsnya?’ Saya menjawab, ’Dikatakan Laits bin Sa’ad, Ibnu Luhai’ah dan Amru bin Harits, dari Yazid bin Amru al-Ma’afiri, dari Abu Abdurrahmanal-Habli, dari al-Mustaurid bin Syadad al-Qurasyi, ia berkata ’Aku melihat Rasulullah SAW menggosokkan jari-jari manisnya pada cela-cela jari kedua kakinya’ Lalu Malik menyela ’Hadits ini hasan, aku tidak pernah mendengarnya kecuali sekarang ini.’ Kemudian di lain waktu ia ditanya dengan masalah yang sama dan ia menyuruh agar menyela-nyela jari-jari kedua kakinya.”

    3. Imam Syafi’i

    Perkataan-perkataan dari Imam Syafi’i dalam masalah ini lebih banyak dibandingkan dengan 2 imam yang telah disebutkan di atas. Di antara ucapan beliau adalah sebagai berikut:

    1. Tidak ada seorangpun yang bermazhab melainkan (harus dengan) mazhab Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam. Apapun pendapat yang aku kemukakan atau yang aku sebutkan, sedangkan terdapat hadits yang bertentangan dengan pendapatku maka yang benar adalah sabda Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam. Dan itulah pendapatku.
    2. Kaum muslimin telah sepakat bahwa orang yang telah mengetahui sebuah hadits dari Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam, maka tidak boleh meninggalkannya untuk mengambil pendapat seseorang.
    3. Jika kalian mendapati dalam kitabku yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam, ambillah sunnah Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam dan tinggalkanlah pendapatku. Dalam sebuah riwayat dikatakan ’Maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti pendapat siapapun’
    4. Bila sebuah hadits dinyatakan sahih, maka itulah mazhabku.
    5. Kalian lebih mengetahui hadits dan rawi-rawinya daripada aku. Bila suatu hadits dinyatakan sahih maka beritahukanlah kepadaku darimanapun asalnya, dari Kufah, Basrah atau Syam. Bila benar sahih, aku akan menjadikannya madzabku.
    6. Setiap masalah yang ada haditsnya dari Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam menurut ahli hadits yang bertentangan dengan pendapatku, niscaya aku cabut pendapatku baik selama aku masih hidup atau setelah matiku.
    7. Bila kalian melihatku mengemukakan suatu pendapat, dan ternyata ada hadits sahih yang bertentangan dengan pendapatku maka ketahuilah bahwa pendapatku tidak pernah ada.
    8. Semua yang aku ucapkan sedangkan ada hadits Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam yang sahih bertentangan dengan pendapatku, maka seharusnya diutamakan hadits Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam, janganlah bertaklid kepadaku.
    9. Setiap hadits yang sahih dari Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam adalah pendapatku, sekalipun kalian tidak mendengarnya dariku.

    4. Ahmad bin Hambal

    Imam Hambali adalah salah seorang imam yang terbanyak mengumpulkan hadits dan yang paling teguh memegangnya. Beliau berkata sebagai berikut,

    1. Janganlah bertaklid kepadaku, Malik, Syafi’i, Auza’i dan tidak pula Ats Tsauri, ambillah dari mana mereka mengambil. Dalam sebuah riwayat dikatakan, “Janganlah bertaklid dalam masalah agama kepada para imam, ikutilah apa yang mereka dapat dari Rasulullah shollalloohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sedangkan apa yang berasal dari tabi’in, maka boleh memilihnya (menolak atau menerima).
    2. Al-Auza’i berpendapat, Malik berpendapat, dan Abu Hanifah berpendapat. Menurutku semuanya adalah ra’yu (buah pikiran semata), sedangkan yang dapat dijadikan hujjah dalam masalah-masalah agama adalah atsar (hadits).
    3. Barangsiapa menolak hadits Rasulullah SAW maka ia berada di tepi kehancuran

    1. yap faham Wahabi menolak Hadist dhaif meskipun untuk Targhib wa Tarhib , bahkan menyamakan Hadist Dhaif dengan Maudu` alangkah tepatnya qoul : Barangsiapa menolak hadits Rasulallah SAW maka ia di tepi kehancuran.

      berarti Wahabi berada pada tepi kehancuran.

  40. om selamat membaca ya…..maaff…kebayakan satu juga cukup. biar tambah ilmu…..punyaku aku foto kopi aku laminating tempel dech di dinding ruamah, biar inget om…maklum manusia kan kadang lupa…heeeee…..selamat membaca.

  41. 1. Sesungguhnya Salafus Shalih radhiallahu ‘anhum telah nyata kebaikan mereka baik dalam nash maupun istimbath, Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 100.

    “Dan generasi yang terdahulu dan pertama-tama (memasuk Islam) di antara kaum muhajirin dan ashar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung”.

    1. s m k benar soal kebaikan dan kebenaran Salafushalihin semua sepakat akan lurusnya Manhaj Salafushalihin , yang mesti kita hindari Justru para Wahabiyin yang berkedok Salaf.

      1. bener kan…..???? udh tau wahabiyin belum kok bisa ngomong gitu….??? coba krocek dulu. kalo kamu berkedok apa???…aliran buatan manusia…apa liberal… apa sufisme ala klasik modern apa pluralisme…??? atau taqlid kepada guru..atau uztazd.,,,coba apa……..???

  42. gak ada wahabi om……yang namain wahabi om ya….., hayooo…..dari tadi gembor gembor wahabi wahabi……padahal gak tau apa itu wahabi cuman ikut ikutan kali ya…..

    1. Wahabi baru pake kedok Salaf aja ,SMK udah bilang ga ada Wahabi gimana kalo Wahabi ngaku Ahlu Sunnah ? yang jeli dong biar tidak diterkam Srigala yang berbulu domba.

      1. bener kan…..???? udh tau wahabiyin belum kok bisa ngomong gitu….??? coba krocek dulu. kalo kamu berkedok apa???…aliran buatan manusia…apa liberal… apa sufisme ala klasik modern apa pluralisme…??? atau taqlid kepada guru..atau uztazd.,,,coba apa……..???

        1. MAKSUDNYA BUKAN ITU….KEDOK YANG KAMU MKSUD TADI SALAF,,,,SEKARANG OM BERKEDOK APA…SUFI GAYA BARU…, LIBERAL. PLURALISME APA APA…HEE……GITU.., BACANYA YANG SEKSAMA OM….JADI GAK SALAH PERSEPSI……HUUUFFFTTTTT

  43. He he he, mas atau mbak smk, yg anda tulis itu benar tapi anda tahu nggak maksudnya? Tujuannya? Untuk siapa? Siapakah kita, ahli hadistkah? Sehingga kita mesti mengambil hukum dari nash secara langsung. Beginilah jadinya. Bagaimana kita bisa memahami nash tanpa mengikuti paham ulama. Mungkin anda seorang ahli hadist atau mujtahid, tp tidaklah bisa semua orang disamakan dgn anda. Kalau anda memahami tulisan yg anda tulis dan anda tempel itu, maka anda akan mengerti dan maklum akan adanya perbedaan pendapat dan anda akan tahu kebenaran tidak bisa diklaim oleh satu orang, atau suatu kelompok, karena masing-masing berusaha memahami nash sesuai ilmunya. Apakah anda telah memahaminya?

  44. He he he, mas atau mbak skm.., apa yg anda tulis dari pendapat imam itu benar. Sayangnya anda kurang memahami maksud dan tujuannya. Siapakah kita sehingga harus mengambil hukum langsung dari nash. Bagi saya yg ilmunya cetek ini tentu memahami nash dari pendapat para ulama. Kalaulah anda memahami apa yg anda tulis dan anda tempel itu, maka anda akan memahami dan mengerti serta memaklumi perbedaan pendapat dalam memahami agama dan klaim kebenaran bukanlah milik satu orang atau suatu kelompok. Apakah anda memahaminya?

    1. biasa mas , rata – rata Wahabi kan cuma bisa mikul doang ga faham isinya percis kaya apa …. ? dia tidak tahu para Imam diatas itu sedang ngomong dengan siapa , lalu kita ini siapa ? ma`lum mas masih S M K .

      cuma sayang masih S M K saja udah sok menggurui , ma`lum lah mas , anak S M K jurusan teknik mesin kali ya ?

      1. COBA MENURUT OM NGOMONG MA SIAPA…..???? HEEE……TU NGOMONG UNTUK KITA SEMUA……BIAR NGGK tersesat….., coaba sedikit buka tafsir…ya ibnu katsir lah….yang dh bayak dipasaran di akui oleh para ulama…banyk jadi rujukan jangan jauh jauh dulu..om………

  45. justru itu kita harus mengikuti ulama yng mengikuti SHALAFUL UMMAH PARA SAHABAT DAN MURID MURIDNYA YANG MENGIKUTINYA…makanya kita gk boleh taqlid seperti juga yang dikatan EMPAT IMAM ITU COBA DI KROCEK ULANG , KITA TIDAK BOLEH TAQLID BUTA..KEPADA MADZAB, GURU.DLL. BAROMETERNYA AL KITAB WASUNNAH DENGAN PEMAHAMAN SAHABAT.APA YANG TELAH DILAKUAKAN SAHABAT.PERLU TAFSIR CONTAOHNYA IBNU KATSIR YANG MASHUR..tafsir tafsir yang shahih.COBA DI KROCEK PERKATAAN para imamh..satu persatu…. >>> kalo ada perbedaan pendapat di kembalikan kebada ALLAH DAN RASULLNYA. AL KITAB WASUUNAH…DENGAN PEMANAHAN SHALAFUL UMMAH JUGA PASTI SELAMAT, JANGAN DENGAN PIKIRAN SENDIRI. KAN SAHABAT GENERASI TERBAIK UMAT INI……

  46. “Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau pun sekiranya seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, (hal itu) tidak akan menyamai infak satu mud atau setengan mud dari salah seorang mereka.” (Mutafaq ‘alaih)

    1. Lho, lho, lho…. bocah s m k ini sudah mulai ngigau, siapa yang mencaci Sahabat?
      Kayaknya nggak ada yg sedang mencaci Sahabat Rasul Saw?

      Hei, kalau sudah nagntuk tidur, jangan mengigau sambil ngetik ntar ngompol gemana, kan pesing, he he he….

  47. Manhaj Ahlus Sunnah menerima semua yang disebutkan di dalam kitab dan sunnah tentang keutamaan-keutamaan mereka, dan meyakini bahawa mereka adalah generasi terbaik, seperti yang disabdakan Rasulullah s.a.w.,

    “Sebaik- sebaik kalian adalah generasiku (kelompok manusia dari kalangan sahabat).” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

    Dan ketika Rasulullah s.a.w., menyebutkan bahawa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan bahawasanya semuanya (tempatnya) di neraka kecuali satu golongan saja, lalu para sahabat bertanya kepada beliau tentang golongan yang satu in, dan beliau s.a.w. menjawab,

    “Mereka adalah orang yang berada pada (jalan) seperti (jalan) yang aku dan sahabat-sahabatku berada di atasnya hari ini.” (Hadis Riwayat Ahmad dan lainnya)

    B. Larangan Mencela Para Imam Dan Ulama U

  48. Manhaj Ahlus Sunnah menerima semua yang disebutkan di dalam kitab dan sunnah tentang keutamaan-keutamaan mereka, dan meyakini bahawa mereka adalah generasi terbaik, seperti yang disabdakan Rasulullah s.a.w.,

    “Sebaik- sebaik kalian adalah generasiku (kelompok manusia dari kalangan sahabat).” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

    Dan ketika Rasulullah s.a.w., menyebutkan bahawa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan bahawasanya semuanya (tempatnya) di neraka kecuali satu golongan saja, lalu para sahabat bertanya kepada beliau tentang golongan yang satu in, dan beliau s.a.w. menjawab,

    “Mereka adalah orang yang berada pada (jalan) seperti (jalan) yang aku dan sahabat-sahabatku berada di atasnya hari ini.” (Hadis Riwayat Ahmad dan lain)
    KITA JUGA DI LARANG UNTUK MENCELA IMAMAH YANG MENGIKUTI MEREAKA,,,

  49. “Sebaik- sebaik kalian adalah generasiku (kelompok manusia dari kalangan sahabat).” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

    Dan ketika Rasulullah s.a.w., menyebutkan bahawa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan bahawasanya semuanya (tempatnya) di neraka kecuali satu golongan saja, lalu para sahabat bertanya kepada beliau tentang golongan yang satu in, dan beliau s.a.w. menjawab,

    “Mereka adalah orang yang berada pada (jalan) seperti (jalan) yang aku dan sahabat-sahabatku berada di atasnya hari ini.” (Hadis Riwayat Ahmad dan lain)
    KITA JUGA DI LARANG UNTUK MENCELA IMAMAH YANG MENGIKUTI MEREAKA,,,

    1. coba om….penjelasanaya……..??? mau istirahat dulu…besok kerja…yng ilmiah ya….jangan cuma kata katanya…( kasarnya ikut ikutan ) dalil sumber utamanya,heee…

        1. yang ILMIAH YA ( BAHASA KASARNYA JANGAN CUMAN IKUT IKUTAN TANPA DALIL . DALIL SHAHIH )….ALKITAB WAS SUNNAH ITU BAROMETERNYA. KEY….

  50. wah s m k sudah mulai ngawur bener kata mas arumi kalo dah ngantuk tidur sana nanti pcnya keompolan neh, smk siapa yang mencela Sahabat Rosulallah SAW ? siapa yang mencela Ulama apalagi Salafusholihin ? kok jadi ga nyambung neh ?

    diajak diskusi ga mau , katanya lagi baca yang lebih penting eeh malah nulis komentar yang ga nyambung , udah sana tidur gih besok sekolah kan ?

  51. Mas syahid, semakin lama smk ini makin nggak ngerti dgn omongannya sendiri. Katanya mengikuti ulama, lalu banding-bandingin pendapat imam, kemudian cros cek sendiri seakan lebih paham mana yg lebih benar, sesuai pemahaman salafus saleh katanya, hebat dong bisa jadi mujtahid nih. Ajaib, ujung-ujungnya nanti juga taklid ama pendapat ustad-ustadnya. pemahaman smk ini tidak realistis, sepertinya bagus, kenyataannya hanya terlihat bagus. Udah dulu deh ana mau istirahat dulu. Besok lagi ya, mas syahid, mas arumi dan semuanya salam. Semoga senantisa dilimpahkan berkah dari Allah Swt.

  52. OM SEMOGA MENDAPAT HIDAYAHNYA YA…AMINN…, SAMPAIKANLAH AL HAQ WALAUPUN ITU PAIT BAGIMU. jangan di tutup tutupi..om…..coba baca dulu apa itu wahabi…siapa dia ? dari mana datangnya….untuk apa dia datang.? saya juga bukan wahabi….aneh ne,,,,,,,gembor gembor wahabi aliran wahabi kek , wahabisme ke……. is is me…coba yang ilmiah dong……..,lagi nyari ilMU NE……..PAYAHHH.

    1. s m k , masa orang lagi nyari Ilmu dibilang payah ? yang bener aja.

      mengenal lebih dekat ajaran Wahabi , singkatnya , m. abdul wahhab menyerukan kepada Tauhid (monoteisme) Namun Tauhid yang diserunya itu adalah Tauhid yang Keliru , siapa saja yang taat kepadanya akan memiliki jaminan kekebalan sepanjang hidupnya , sementara bagi yang tidak taat akan dibunuh seperti orang Kafir dan harta bendanya boleh diambil , peperangan2 yang dilancarkan kaum Wahabi adalah perang didalam serta diluar wilayah nejd , setiap kota yang mereka taklukan lewat perang adalah halal dan sah , jika mereka mampu manaklukan maka akan ditetapkan sebagai hak milik mereka , bila tidak maka mereka akan membawa pulang harta rampasan yang mereka jarah.

      siapa yang taat pada ajarannya dan mendengarkan seruannya harus berbaiat setia kepadanya , bila memberontak maka akan dibunuh dan harta bendanya dirampas. contohnya mereka membunuh 300 laki-laki dari suatu daerah fusul yang terletak dalam wilayah Ahsa dan menjarah harta benda.

      m. abdul wahhab meningggal pada tahun 1206 h , amir saud yang penganut faham Wahabi meneruskan kebijakan politik ini dan memobilisasi pasukan bersenjata dengan kekuatan 20.000 orang prajurit menyerang ke kota karbala, pasukan bersenjata Wahabi ini telah menggoreskan Aib sejarah didepan umum kota karbala secara brutal menyembelih para pembela dan penduduk kota itu, dimana mereka membunuh lima ribu orang.
      silahkan baca jaziroh arobiyah fi qorn alisurain hal 341 , tarikh al-mamlakat al-arobiyah al-su`udiyah jil 1 hal 51 , history of karbala and imam husen hal- 172-174.

      makanya s m k yuk kita diskusikan Ajaran Wahabi kenapa bengis dan kejam layaknya Khowarij , jangan menghindar kalo diajak diskusi biar jelas siapa yang lebih mengikuti Al-qur`an dan Sunnah Nabi SAW.

    1. kelabakan gimana ????? S M K ter lalu goblog ……jadi ngomong sama orang kayak S M K percuma pakai jalur wong jalurnya goblog ……

    2. Imam Syafi’i aja menyetakan kalah kalau sama orang-orang semaca SMK, juga semaca Sufrit! Melayani Ocehan SMK, artinya memberikan penjelasan kepada pengunjung yg lain, sebab diantara pengunjung ada orang-orang yg masih bisa mikir waras. Itulah perlunya nanggapi SMK juga ente, bukan semata-mata untuk menjawab ocehan orang-orang seperti kalian, tapi tujuannya adalah untuk menjelaskan kepda pengunjung lainnya yg masih waras, oke saya tidur dulu ntar disambung lagi insyaallah….

    3. ADUHHHHH, GIMANA SE….NAMANYA MENANG DALAM PEPERANAGN PASTIA ADA TAWANAN DAN RAMPASAN GHONIMAH PERANG. ITU DI BAGI BAGIKAN KEPADA PASUKAN KAUM MUSLIMAIN COBA BACA LAGI SEJARAH PEPERANAGN RASULULLAH DAN PARA SAHABAT……YANGA MEMERANGI KAUM KUFFAR …… JANGAN jangan om ngk menyaKINI DENGAN ADANYA RAMPASAN PERANG / GHONIMAH PERANG WADUUHHHHH………………………….PARAH NE. SEJARAHNYA DI CAMPUR CAMPUR…..DI BALIK BALIK……cckkkkkk. tolong penjelasaanya om…….sambil ngerjain tugas di tunggu….ckkkkk mau di kumpulin………….hehehee….. ayak ayak wae..mau menghilangkan ghonimah ne.

      1. subhanallah s m k nt juga menyamakan Muslim bersyahadat dengan Kaum Kuffar ? itu Muslimin lagi Ziarah makan Sayidina Husen cucu Rosulallah SAW nt samakan dengan Kaum Kuffar ? astaghfirulallahal adzim , ini sudah mulai terlihat Aslinya Muslimin yang tidak sependapat dengan Faham Wahabi dianggap Kafir yang Wajib diperangi harta dan darahnya dianggap Halal , Ghonimah apa ? kaum Kafirpun jika bukan Harbi tidak boleh diserang dan diperangi , ini muslimin penziarah makam Husen kok diserang dan dihalakan darah dan hartanya ? Waduh bener-bener Wahabi Khowarij asli .

  53. @S M K……nt berpendapat Imam 4 mahzab hanya manusia kenapa ngga langsung ke Nabi ??? ana cuma mau tanya nt belajar agama(mengenal Islam)dari siapa ????? kalo ortu nt muslim tentunya nt dari ortu kan …..apa nt tanya pak/ibu referensinya dari siapa ????? la kalau nt langsung ke Al Quran dan Hadist belajar tanpa Guru apa nt lebih pandai dari para Imam 4 mahzab ????? kalau ya ana mau tanya bagaimana ayat2 Al Quran yang TERSURAT, TERSIRAT dan yang TERSEMBUNYI nt memahaminya ????? apa asal terjemahkan saja tanpa metodologi….???? kalau ya begitu masyaAlloh BAHAYA brooo untuk keterangan lebih detail silahkan berkunjung ke http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/02/terjemahkan-saja/

    1. NGAJI BRO….., BARU KITA TAU PENJELASAN PENJELAN PERKATAAN PERKATAAN PARA IMAMAH…..GAK CUMAN ASAL COMAT DAN DI TAFSIRIN SENDIRI. TUH LEBIH SELAMAT….,ULAMA YANG LEBIH TAU , LEBIH PAHAM. TAPI ULAMA YANG MENGIKUTI SUNNAH BUKAN ULAMA YANG MEMBENCI SUNNAH. MENEBAR KEBIDAHAN…..BAHKAN KESYIRIKAN. YANGA MENGIKUTI PEMAHAMAMNYA RASULULLAH DAN SAHABAT…….MANHAJ SALAFUL UMMAH….GITU…..Ehhmmm…

  54. …bertashawuflah secara benar-jika tashawuf yg di maksud adl metode,thoriqoh,jalan,tazkiyatun nafs-maka istilah tashawuf spt inipun hrs kembali ke ajaran Rasulullah…jgn ikuti tashawuf sesat..banyak orang mempelajari tashawuf tp berguru pada orang yg ga mumpuni..akhirnya malah sesat..mengapa?tentu AsWaJa bersebrangan dg syiah,tapi Tashawuf ada kaitan dgn syiah .”diriwayatkan bahwa kaum sufi mempelajari hakikat dari para imam syiah,salah satu buktinya,maruf al karkhi masuk islam di hadapan imam ali bin musa ar ridha(risalah al qusyairiyah,hal.12)w aspadalah

  55. memang tasawuf fenomenal dan kontroversial..bahkan dalam kitab syiah sendiri “Safinah bihar al anwar”jilid 2 hal.57,imam jafar shadiq mengatakan,”dia(yaitu abu hasyim al kufi)adl orang yg sangat rusak akidahnya.ia adl orng yg menciptakan madzhab yg dinamakan TASHAWUF”waspadalah..

  56. replay

    dialaog antara sufi dan pengikut syafi’i

    pengikut sufi: sesungguh nya para wali kami klo berzikir boleh berjoget dan menari dan menabuh rebana dengan suara yang sangat keras, diantara nya yaitu muhammad kabbani yang datang dijakarta dan berzikir serta mengajak berjoget , serta klo kami berzikir ada tingkatan nya ada yang menyebut lafaz Allah saja. dan ada lafaz HU. dan ini kami lakukan karna itu emuanya mengandung kebaikan

    pengikut syafi’i: wahai saudraku kembalilah kepada ajaran yang sesuai tuntunan nabi dan petunjuk beliau dan sesungguhnya Allah berfirman : “sesungguhnya orang- orang yang beriman ialah apabila disebut nama Allah maka gmetar lah hati mareka, (al-anfal :2)dan beliau bersabda: ‘” zikir yang utama ialah ucapan La Ilaha illallah (hr tarmidzi)

    pengikut sufi: para wali kami ada yang tahu tentang alam gaib dan banyak bukti yang saya lihat dimata kepala saya sendiri apakah anda juga tidak percaya dmikian

    pengikut syafi’i :tentu saya tidak percaya saudara ku karna pengatahuan ilmu ghaib adalah kekuasan Allah. dan Allah berfirman: “katakanlah tidak seorang pun dilangit dan dibumi yang mengatahui perkara ghaib kecuali Allah (An-naml;65)

    pengikut sufi: apakah anda juga tidak mempercayai bahwa sanya Allah menciptakan muhammad dari cahaya Nya,kemudian Allah menciptakan segala sesuatu dari cahaya nabi muhammad saw..

    pengikut syfi’i: demi Allah saudara ku sesungguhnya bukan itu dusta. dan firmanNya; “ktakanlah: sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu.yang diwahyukan kepadaku:bahwa sesungguhnya sesambahan kamu itu adalah Illah yang ESa(Al kahfi:110)
    dan firmaNya: ‘(ingatlah) ketika rabbmu berfirman kepada malaikat: sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah(shad:71) adapun hadist yang pertama kali diciptakan cahaya nabimu wahai jabir ; adalah hadis palsu

    pengikut sufi: ibadah yang esungguhnya kepada Allah tidaklah dilakukan karna takut kepada neraka atau surga, barang siapa yang mengharapkan surga adalah kesyirikan sebagai mana syaikh kami mengatakanya yaitu Sya’rawi(lihat al-shufiyah fi mizanil kitab was sunnah hal.20-21)

    pengikut syafi’i: ibadah haruslah memenuhi rukanya yaitu khauf (rasa takut), raja’ (rasa harap). mahabbah(rasa cinta) dan FirmaNya: maka kami perkenankan doanya dan kami anugerahkan kepadanya yahya dan jadi jadikan istri nya dapat mengandung. ssungguhnya mareka adalah orang-orang bersegera dalam (mengerjakan)perbuatan2 yang baik dan mareka berDOA kepada kami dengan HARAP dan CEMAS dan mareka dalah orang-orang yang khusuk kepada kami,

    pengikut sufi : tidak lah allah menciptakan dunia karena muhammad. apakah itu anda pengikut wahabi juga meingkarinya.??

    pengikut syafi’i; cukuplah firman Allah menjelaskanya yaitu : dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melaikan supaya mareka mengabdi kepadaKu.

    pengikut sufi: apakah kalian para wahabi tidak dapat melihat allah di dunia . sedangkan sufi mengklaim bahwasanya allah bisa dilihat di dunia, serta kami membuat salawat bid’ah hasanah yang mengandung kebaikan

    pengikut syafi’i: cukuplah dengan firmanya kepada Musa yaitu dalam surah Al -a’raf;143 yaitu: dan takala musa datang 9untuk bermunajat dengan kami) pada waktu yang telah ditentukan dan rabnya telah berfirman (langsung kepadanya) berkatalah musa; ya rabbkyu, nampakkanlah (diri engkau) kepadaku agar aku bisa melihat kepada engkau,” Allah berfirman : kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat ku
    dan masalh salawat ada tuntunan dari beliau maka saya sarankan ikutilah…

    kesimpulan

    pekataan ulama tentang sufiyah
    Al-imam Al Baihaqi meriwayatkan sampai kepada imam asy-syafi’i’ jika seorang belajar tasawuf di pagi hari,sebelum datang waktu dhuhur engkau akan mendapati dia menjadi orang yang dungu..
    Al-imam Asy-syfi’i juga mengatakan: aku tidak pernah melihat seorang sufi yang berakal, seseorang bersama kaum shufiah selama 40hari, tidak mungkin aklnya kembali
    dan beliau juga mengatakn kaum shufi adalah kaum yang zindiq, mareka membuat bid’ah-bid’ah yang mareka namakan sama'(nyayian joget sufi)

    imam malik berkata:
    At-tunisi mengatakan: kami berada disisi beliau(imam malik) sedangkan murid beliau di sekelililngnya, dan orang nashibiyin berkata:”di tempat kami ada kelompok shufiyah. mareka banyak makan, kemudian membaca qasidhah dan berjoget
    imam malik berkata:’ apakah mareka anak-anak..??
    orang tadi berkata:’ bukan.!
    imam malik:’ apakah mareka orang-orang gila …??
    orang tadi:’ bukan, mareka orang2 tua yang berakal
    imam malik :’ Aku tidak pernah mendengar seorang pemeluk islam melakukan demikian

    celaan Al-imam ahmad
    beliau ditanya tentang nasyid atau sama’ dan qasidhah
    beliau berkata:” itu adalah muhdats( bida’ah yang diadakan dalam islam)
    jangan lah kalian duduk bersama mareka,,,

    celaan AL-imam abu zur’ah
    alhafidz berkata dalam tahdzib: al-bardza’i berkata: Abu zur’ah di tanya tantang harist Al-muhasibi dan kitab-kitabnya , beliau berkata kepada penanya :”” hati-hati kamu kamu dari kitab-kitab ini karena isinya kebid’ahan dan kesesatan. engkau wajib berpegang teguh dengan atsar , akan engkau dapati yang membuatmu tidak membutuhkan apapun dari kitab-kitabnya,,

    celaan Al-imam jauzi

    beliau berkata: aku telah menelaaah keadan shufiyah dan aku dapati kebanyakan menyimpang dari syariat. antara bodoh tentang syariat atau kebid’ahan denaga akal pikiran

    almarwan bin muhammad berkata:””tiga golongan yang tidak bisa di percya dalam masalh agama yaitu: shufiyah,qashah(tukang kisah) dan ahlul bid’ah yang membantah ahlul bid’ah lainya.(lihat mukhalafatush shufiyah hal,16-18)

    1. Sekedar tambahan kecil dan jadi pertanyaan hati. Benarkah kita mengikuti jalan sufi karena mencari ridho Allah? ato jangan-jangan supaya bisa terbang, jalan di air, bisa menghilang dll. Tanya hati ya?

      1. @ BR jawaban yang kecil pula …..begini ya …di dunia sufi itu banyak juga para pelaku spiritual yang TERSESAT ,…salah satu faktor yaitu dia mempelajari tasawuf hanya menginginkan kharomah / ilmu ghoib ……namun penempuh SUFI SEJATI dgn guru MURSYID yang KAMIL MUKAMIL hal tsb justru dilarang para salik dituntun melalui jalan yang pernah dilaluinya menuju kehadiratNya …..demikian BR jawaban yang sangat KECIL …..JANGAN LUPA pula SUFI SEJATI tidak meninggalkan syariat …..

      2. Mas B Ronggolawe, teori yg diisukan oleh buku-buku Salafy Wahabi memang selalu seperti itu yg antum tanyakan, sebenarnya tidak demikian.

        Para Sufi sejati dg berthoriqoh yg benar dan diakui, mereka meninggal dunia rata-rata khusnul khotimah dg ucapan terakhirnya kalimat Tauhid Laa Ilaha Illallah….. Saya melihat sendiri tentang hal demikian, dan ini hal lgis saja sebab di hati mereka selalu berbisik nama Allah Swt.

        Di sisi lain pernahkah antum melihat sendiri atau mendengar cerita dari orang lain tentang adanya tokoh-tokoh Salafy Wahabi yg meninggal dunia dg ucapaan terakhirnya Laa Ilaha Illallah…?

  57. Ternyata kamu orang pikun ya? Kan kamu sudah pernag Copas seprti ini persis, kenapa kamu ulag lagi, pasti kamu pikun atau orang yg sudah nggak mampu berpikir.

  58. DASAR POKOK AJARAN SYEKH IBNU ARABI
    Allah swt adalah Tuhaan Yang Maha Esa, tiada yang kedua bagi-Nya dalam uluhiyah-Nya.
    Allah swt disucikan dari bersahabat dan beranak.
    Allah swt adalah Penguasa yang tiada sekutu bagi-Nya.
    Allah swt adalah Pencipta yang tiada penata lain bersama-Nya.
    Allah swt adalah Maha Esa yang disifati dengan Wujud bagi diri-Nya.
    Allah swt tersucikan dari memiliki arah dan sisi.
    Allah swt bersemayam di Arsy-Nya sebagaimana firman-Nya dan di atas makna yang Allah swt kehendaki sebagaimana Arsy. Tiada sesuatu yang lain yang mampu menyamai-Nya.
    Allah swt bukanlah seperti yang dapat dijangkau oleh akal. Akal tidak menunjukkan pada-Nya, waktu tidak membatasi-Nya dan tempat tidak mempersempit-Nya.
    Firman-Nya: Aku Maha Esa, Yang Maha Hidup, yang tiada merasa berat memelihara seluruh makhluk-Nya.
    Allah swt Maha Tinggi dari ditempati atau menempati ciptaan-Nya. Ciptaan-Nya ada sesudah-Nya atau Allah swt ada sebelum ciptaan-Nya.
    Allah swt-lah yang menciptakan Arsy, Lauh dan Qalam yang luhur.
    Allah swt-lah yang Maha Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir, Yang Bathin dan Allah swt Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
    Allah swt berkehendak pada ciptaan di alam langit dan bumi. Qudrah-Nya tidak bergantung pada sesuatu.
    Allah swt memuliakan siapa yang Allah swt kehendaki, dan menghinakan siapa yang Allah swt kehendaki. Allah swt juga memberi petunjuk kepada siapa yang Allah swt kehendaki dan Allah swt menyesatkan siapa yang Allah swt kehendaki. Apa yang Allah swt kehendaki pasti terjadi dan yang tidak Allah swt kehendaki pastilah tidak akan terjadi. Kalau seluruh makhluk berkumpul ingin mengadakan sesuatu yang tidak dikehendaki Allah, maka sesuatu pastilah tidak akan terjadi.
    Allah swt-lah yang menciptakan suara, huruf dan bahasa, karena itu kalam-Nya tanpa anak tekak dan lidah, pendengaran-Nya tanpa telinga dan anak telinga, penglihatan-Nya tanpa bola mata, iradah-Nya tanpa hati dan kalbu, ilmu-Nya tanpa keperluan dan pengamatan pada penjelasan, hayat-Nya tanpa udara yang keluar dari rongga dada dan Dzat-Nya tidak bertambah dan berkurang.
    Allah swt-lah yang agung kekuasaan-Nya, sempurna ilmu-Nya dan besar karunia-Nya. Keadilan-Nya tidak membatasi keutamaan-Nya dan keutamaan-Nya tidak membatasi keadilan-Nya.

    Tidak akan mencium bau tauhid, orang yang tergambar dalam diri-Nya sesuatu tentang tauhid (asy Syibly)
    Barangsiapa yang melihat sebiji sawi ilmu tauhid, ia akan lunglai membawa sisa kulit-Nya karena berat beban-Nya (asy Syibly)
    Menunggalkan Yang Ditunggalkan melalui pembenaran sifat Kemanunggalan-Nya dengan keparipunaan Tunggal-Nya, bahwa Allah swt adalah Yang Maha Esa Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dengan menafikan segala yang kontra, mengandung keraguan dan keserupaan, tanpa keserupaan, tanpa bagaimana, tanpa gambaran dan tamsil. Tiada sesuatu yang me-Nyamai-Nya dan Allah swt Maha Mendengar lagi Maha Melihat ( al Junayd)
    Ada tiga kategori tauhid: Pertama, tauhid Allah swt bagi Allah swt yakni ilmu-Nya bahwa sesungguh-Nya Allah swt adalah Esa. Kedua, tauhid-Nya Allah swt terhadap makhluk yakni ketentuan-Nya bahwa hamba yang menauhidkan dan menjadi ciptaan-Nya dan, Ketiga tauhid-Nya makhluk terhadap Allah swt yakni pengetahuan hamba bahwa Allah yang Maha Perkasa dan Agung adalah Maha Esa. Ketentuan dan khabar-Nya menegaskan bahwa Allah swt Maha Esa.
    Barangsiapa berpraduga bahwa Allah swt ada dalam sesuatu atau dari sesuatu atau di atas sesuatu maka orang tersebut benar-benar musyrik yang -Nyata. Sebab apabila Allah ada dalam sesuatu maka Allah pasti terbatas, jika dari sesuatu maka Allah pasti baru dan jika di atas sesuatu maka Allah mengandung sesuatu (Ja’far ash Shadiq)
    Allah swt adalah Yang Maha Esa, Yang dikenal sebelum ada batas dan huruf. Maha Suci Allah, tidak ada batasan bagi Dzat-Nya dan tidak ada huruf bagi Kalam-Nya (asy Syibly)
    Huruf adalah ayat-Nya, wujud adalah ketetapan-Nya, ma’rifat adalah tauhid-Nya dan tauhid-Nya adalah perbedaan-Nya dengan makhluk-Nya.
    Tauhid adalah ilmu anda dan ikrar anda bahwa sesungguh-Nya Allah swt adalah Tunggal dalam Azali-Nya, tidak ada dua-Nya dan tidak ada sesuatupun yang mengerjakan pekerjaan-Nya (al Junayd)
    Siapa yang mengenal hakikat dalam tauhid, maka gugurlah pertanyaan: Mengapa dan Bagaimana (Al Husein Mansur)
    Sesungguhnya Allah Al Haq adalah Maujud, Esa, Qadim, Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha Kasih, Maha Menghendaki, Maha Mendengar, Maha Agung, Maha Luhur, Maha Melihat, Maha Besar, Maha Hidup, Maha Tunggal, Maha Abadi dan segalanya bergantung kepada-Nya.
    Arti bahwa Allah swt itu Esa adalah penafian segala pembagian terhadap Dzat, penafian penyerupaan tentang Hak dan Sifat-sifat-Nya serta penafian adanya teman yang menyertai-Nya dalam Kreasi dan Ciptaan-Nya.

    Kata-kata paling mulia dalam tauhid adalah seperti yang diucapkan sahabat Sayyidina Abu Bakar ash Shiddiq ra: Maha Suci Dzat Yang tidak menjadikan jalan bagi makhluk-Nya untuk mengenal-Nya, kecuali dengan cara merasa tidak berdaya mengenal-Nya

    Syarat pokok supaya kita bisa khusyu dalam shalat adalah:
    a. Tidak mencintai dunia dengan sepenuhnya
    b. Selalu menjaga wudhu
    c. Selalu menjaga dzikir ismu dzat dalam hati dalam setiap desah nafas atau detak jantung
    Seseorang, jika hatinya penuh dengan iman dan tauhid maka PASTI setiap kata yang keluar dari mulutnya, setiap tindakannya dan semua sikapnya akan memancarkan kebajikan, kedamaian, kasih sayang, kelembutan dan pesona cinta yang indah. Jika yang muncul adalah kebalikannya maka patutlah diragukan kebeningan iman tauhidnya dan ucapannya tentang kebenaran hanyalah klaim semu belaka.
    Dalam tawasul, sesungguhnya ada cahaya barakah Ilahi yang hanya bisa disaksikan dan dirasakan seorang murid dengan syarat dan tatakrama yang berlaku sebagaimana telah menjadi ketentuan yang jelas.
    Tidak akan mencium wanginya ikhlas bagi seseorang yang masih membiarkan kukunya memanjang dan merobek-robek kehambaannya.
    Manisnya madu bukan dinilai dari penelitian kita tentang sifat-sifat madu tetapi cukup dengan meminumnya.
    Iman laksana cahaya kemilau dan syirik laksana kegelapan nan pekat. Adakah keduanya bisa berada dalam satu ruangan?
    Seseorang yang hatinya gelap akan susah payah hanya untuk menyebut Alloh. Sungguh, kemampuan diri yang lemah dan hina menyebut asma Alloh adalah anugerah yang luar biasa yang kadang tidak kita sadari.
    Tidak ada kebahagiaan di dunia ini yang melampaui bahagianya jika kita bertemu guru mursyid kamil mukamil yang membimbing dzikir kalimah tauhid meski tiada memiliki kekayaan duniawi. Jika telah menemukan, ikatkanlah jiwa raga dan hartamu dengan rantai ketaatan dan tatakrama yang paling baik.
    Dzikir kalimah tauhid adalah kunci sorga, pernahkah anda sadari dari mana anda mendapatkan kunci sorga itu? Apakah Alloh memberimu langsung? Renungkanlah!!!
    Karomah itu hakekatnya adalah ujian dan bukanlah tujuan. Siapa yang mengejar karomah pasti tidak akan mencapai derajad kedekatan bersama Alloh.
    Siapa yang takwanya shahih, karomah akan datang menghampirinya. Takwa seseorang tidaklah shahih manakala tauhidnya cacat.

  59. penjelasan @pengikut asy syafi’i sangat ilmiah berikut dalil2 dari al quran dan perkataan ulama salaf.sedangkan @lemah ireng tdk ada satu pun nukilan dari ulama ahlussunnah, tapi kaul ahlusshufi.sungguh ini sangat jelas bagaikan terangnya disiang hari.

    1. SETUJU BNGET EMNG HARUS ILMIAH BAROMETERNYA ALKITAB WAS SUNNAH….DENGAN MANHAJ SAHABAT.., JANGAN CUMANA IKUT IKUTAN DAN KATA KEBANYAKAN ORANG…HUUFFTTTT……

  60. Anak-anak Wahabi sudah pada kehabisan dalil, jadi ketahuan aslinya ternyata mereka seiring sejalan dengan khowarij. Dan Memang Wahabisme adalah neo-khowarij tidak lebih tidak kurang.

    1. khowarij….keluar dari iSLAM. SEBAGAIGIMANA KELUARNYA ANAK PANAH DARI BUSURNYA…., SEMOGA KITA ORNG ORNG YANG MEMERANGI KHOWARIJ ITU. BERKATA TANPA ILMU OM…….KAMU KHOWARIJ YA???

    1. s m k yg jadi s k c , kalo cuma bilang : perkataan yng sesat dan menyesatkan….menjerumuskan…omm… semua juga bisa , jelasin dong letak kesesatan dAN MENJERUMUSKAN nya yang mana ?

    2. biasanya WAHABI selalu begitu kok…. bisa di tebak kemana arahnya…ngomonga muteeeer muter terus.kosong..
      gada isinya, maklum taklid ma guru2nya Nauzubillah….

  61. debat pada ga jelas……..debat masalah apa ni…yg jelas donk…….fokusssssssssssssssss……….mu masalah apa?tashawuf???tashawuf kalian tu imamnya siapa?pada ikut tarekat apa???? ikut NU donk,biar tau tashawuf..

  62. para salik tu harus nurut mursyid…mau di suruh apa aja harus mau,coz..mursyid lebih tau yg kita ga tau…disini kan masih pada jd salik..jdilah salik yg bener,jgn pd belagu ya…salik di hadapan mursyid laksana jenazah di tangan pemandi jenazah..

    1. ADA ORANG YANG DISINI TULISANNYA GAK MAU DI KOMENTARI……TAKUT KEBONGKAR YA KEDOKNYA,,,,,???? APA DIA MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN APA KEBENARAN BELUM DATANG DARI PADANYA,,,,,??? APA DIA TAU DENGAN KEBENARAN ITU APA DIA MENGGUNAKAN NASFUNYA UNTUK MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN ITU…..HAYOOOO siapa yang merasa acung tangan yang jentel jangan pengecut…..gk ditangkap polisi kok om…… jangan janagan takut kebongkar ya KEDOKNYA ITU………..YAng ilmiah ya…???? MENTAL kerupuk baru di komentari SEGITU AJA PADA NGAMBEK…….BENER BENER PENAKUT….!!!!! MAKANYA YANG JUJUR JANGAN JANGAN sembunyikan AL HAQ YA……….

  63. @ahmad syahid, arumi, dianth
    Salam kenal ya………dari lemahireng. Maaf menggunakan nama ini karena mengandung nilai filosofi yang dalam. Lain waktu saya akan jelasin nilai itu.
    @ATS, SMK dan Sufrit
    Terima kasih tanggapannya atas komen saya tadi pagi. Luar biasa anda benar-benar pintar dan menguasai dalil Al Qur’an dan hadist.
    Maaf ya mas, apa yang saya tulis tadi pagi itu bersumber dari perkataan para imam tasawuf dan guru saya pribadi. Sekiranya ungkapan tadi anda anggap/nilai hanya sekedar omelan tidak bermutu dan bertentangan dengan pemahaman anda, YA MONGGO SAJA.
    Namun sejujurnya, menurut saya ungkapan2 yang saya muat tadi ada hikmahnya dibalik kata2 mutiara para imam tasawuf.
    Saya akui, saya memang bodoh dibanding dengan para imam agama terdahulu (salaf yang shaleh) dan dengan sejujur-jujurnya saya mengaku saya tidak sanggup memahami Al Qur’an dan hadist secara langsung. Hal ini karena betapa diri ini masih bergelimang kotoran kemaksiatan dan jauh dari kebeningan dan kesucian hati. Apakah sanggup hati yang masih kotor memahami secara langsung teks suci Al Quran yang merupakan wahyu Alloh Yang Maha Suci melalui nabi agung Muhammad saw. Karena banyak ayat-ayat Al Qur’an dan sabda nabi yang membutuhkan kesucian hati untuk memahami dan memaknai secara langsung. Kalau sekedar membaca dan memahami secara literal barangkali saya masih mampu. Maka dari itu saya taqlid pada ulama yang memang telah diakui kealiman dan ketulusannya dalam agama.
    Maaf juga mas, sekiranya saya pasrah jiwa raga dan harta pada guru mursyid yang kamil mukamil dan itu anda anggap tindakan bodoh dan tidak ilmiah, ya saya ridho menerima tuduhan anda dan sedikitpun saya tidak marah atau kecewa.
    Maaf mas, sekiranya semua cacian dan celaan anda pada saya hanya karena saat ini saya mendalami tasawuf itupun dengan legawa dan ridho saya terima dengan tangan terbuka. Dan saya berjanji tidak akan membalas cacian kepada anda.
    Mas, apa yang saya tulis sebelumnya sebagian saya alami sendiri dan jika ini membuat anda semakin membenci tasawuf SILAHKAN SAJA. Saya terima dengan ridho. Mengingat pengalaman masa lalu yang penuh liku dalam kegelapan, sesungguhnya Alloh swt telah melimpahkan anugerah yang sangat luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Sungguh puncak kebahagian hidup didunia Insya Alloh telah saya raih dan rasakan meski kadang untuk makan hari esok masih harus banting tulang dan tangisan anak minta makan menjadi pemandangan biasa dirumah.
    Mas, sudut pandang kita memang berbeda dalam memahami agama Islam. Saya haqqul yaqin akan kebenaran Al Qur’an sampai huruf-hurufnya, setitik zarahpun saya tidak ragu, begitu pula hadist nabi yang shahih. Namun demikian pemahaman kita terhadap Al Qur’an bisa berbeda dan pemahaman tidak mutlak kebenarannya.
    Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada dalam kitab2 karya imam tasawuf seperti yang anda sangka dan tuduhkan, namun demikian saya juga menyadari banyak penyelewengan yang dilakukan oleh sebagian sufi-sufi yang sebenarnya hanya karena godaan duniawi semata. Penyelewengan2 yang terjadi itupun juga menjadi tugas para sufi sejati untuk meluruskan.
    Maaf mas, bukankah di Al Qur’an dinyatakan bahwa lapisan nafsu manusia ada 7 yaitu amarah, lawwamah, mulhimah, muthmainah, radhiyah, mardhiyah dan kamilah. Pertanyaan saya mas, apakah pantas kiranya seseorang yang masih bergumul dengan nafsu amarah bisa menilai seseorang yang telah mencapai nafsu mulhimah atau muthmainah? Seberapapun tinggi tingkat kecerdasan seseorang dan penguasaan ribuan kitab, itu tidaklah menjamin seseorang itu mampu menundukkan nafsunya sendiri.
    Yang terakhir mas, saya memang tidak menguasai seluruh isi kitab Al Qur’an sebagaimana anda. Bahkan untuk memahami seluruh makna Basmalah saja saya tidak mampu karena ketinggian dan kesucian kalimah tersebut. Cukuplah kiranya saya hanya memahami 2 surah saja sekaligus mengamalkannya. Sesungguhnya, kalau hanya melakukan ibadah lahir saja, kita bisa kok sama dengan para sahabat, tabiin dan para salaf. Tetapi secara ruhani, jelas kita tidak bakal mampu untuk mendekatinya. Dan akhir kata, sekiranya semua para sufi dan imam-imam tasawuf anda anggap ahli bid’ah dan pasti masuk neraka menurut penilaian anda, SAYA SEBAGAI PECINTA TASAWUF IKHLAS DAN RIDHO MENERIMANYA. HANYA KEPADA ALLOH SAYA BERSERAH, BERGANTUNG DAN BERSANDAR DIRI ATAS SEGALA KEADAAN DI DUNIA INI.

  64. Duh…, kok bocah-bocah Wahabinya sudah pada mulai kacau begini? Apa-apa nih maksudnya? Jadi mengerti saya, adakah yg bisa menjelaskan lebih jelas?

  65. pasaribu , selamat bergabung kembali mas , ahlan wasahlan , kalo anak-anak Wahabi kacau kayaknya udah ga aneh mas , gonta ganti nama juga sudah tradisi mereka.

    yusuf ibrahim orang lama yang baru nongol lagi , gimana udah menyadari kekeliruan dan salahkaprahnya Faham Wahabi belum ?

  66. @mencari kebenaran

    Aduh ampun deh……
    Mas mas….anda ini gimana sih. Siapa yang mengagung-agungkan tarekat, tanpa diagungkan tarekat itu sudah agung kok. Mengapa demikian?
    Ya karena tarekat yang mu’tabar pasti punya sanad dzikir hingga ke nabi agung Muhammad saw, sehingga merupakan ikatan rantai yang tidak terputus hingga saat ini. Karena salah satu syarat mutlak tarekat adalah harus memiliki sanad dzikir hingga Rosul.

    Mas, mbok anda itu konsisten. Kalau memang anda benar-benar konsekwen anti tasawuf, ya seharusnya jangan sekali kali mengkaji kitab ulama yang mengamalkan wirid tarekat. Contohnya Ibnu Hajar Asqolani, beliau kan juga punya wirid tarekat yang sanadnya melalui tokoh sufi yang paling anda musuhi Ibnu Arabi he he he he. Juga ulama2 yang lain.
    Hayo, kalau anda memang pejuang sejati, berani ndak anda mengatakan semua wali sanga dan ulama2 terdahulu nusantara sesat karena mengambil jalan tasawuf.

    Sekarang saya bertanya dan tolong dijawab:
    – Berapa sih jumlah seluruh sahabat nabi
    – Berapa jumlah total para tabiin dan ulama salaf yang shaleh
    – Apa anda mengenal semuanya dan semua memiliki pemahaman yang seragam.
    – Katakan dari seluruh generasi terbaik ini 10% aja mengambil jalam tasawuf apa anda tahu?

    Kalau anda tidak menjawab, saya tidak akan melanjutkan komen di artikel ini.

    @pengikut syafi’i

    Memang cuman anda pengikut setia imam Syafi’i mas. Coba anda hitung berapa jumlah ulama salaf bermadzab fiqh imam syafi’i yang menjadi tokoh utama tasawuf? Apa beliau-beliau itu menurut anda salah jalan?
    Anda itu kok seperti ANAK AYAM BERBULU HARIMAU he he he he he

    Kesimpulan hari ini:
    Anda itu kok seperti dai pildacil memakai jubah hijau bersorban hijau lalu ceramah dihadapan mahaguru-mahaguru agama. Karena terpesona gaya pidato anda lalu mereka tepuk tangan sambil berdiri. Lalu anda merasa bangga dan merasa yang anda sampaikan paling benar he he he he he.
    Padahal dibalik panggung kan ada juru rias, penata busana, pelatih pidato dan pembuat konsep pidato.

    Lucu deh he he he he he he he.

  67. ABU JAMAL AL TANAH ITEM@ :dikatakan sahabat nabi , mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad , membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan Muslim, mengikuti cara beragamanya.
    jumlah sahabat nabi banyak ne salah satu contohnya yang palin terkenal:
    * Abdullah ibn Umar
    * Abdurrahman bin Auf
    * Abu Bakar
    * Abu Dzar Al-Ghiffari
    * Abu Hurairah
    * Abu Ubaidah bin al-Jarrah
    * Ali bin Abi Talib
    * al-Qamah
    * Amru bin Ash
    * Bilal bin Rabah
    * Hakim bin Hazm
    * Hamzah bin Abdul Muthalib
    * Khalid bin Walid
    * Mua’dz bin Jabal
    * Mua’wiyah bin Abu Sufyan
    * Mus’ab bin Umair
    * Sa’ad bin Abi Waqqas
    * Sa’id bin Zayd bin `Amr
    * Thalhah bin Ubaidillah
    * Umar bin Khattab
    * Usamah bin Zaid bin Haritsah
    * Usman bin Affan
    * Uwais Al-Qarny
    * Wahsyi
    * Zubair bin awwam
    apakah anda beragama mengikuti cara beragama NABI DAN SAHABAT, SUNNI , AHLUS SUNAH WAL JAMAAH, BUKAN SYIAH, MUKTAZILA, MURJIAH, QODARIAH, KHOWARIJ, DLL, semoga ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH PADA ANTUM SEMUANYA,,,HIDAYAH AL HAQ. MAS……

  68. @kcs, klu nama itu sih dah th bro. Baca lg pertnyaanku. He he he tarekat sy tuh sanadnya ke nabi lewat uways al qarni mas.

  69. wa.. cepet ngambek ne…., baru di jawab beberapa komentar, e adminya udah ngambek., BEGINILAH KALO BERAGAMA MENGGUNAKAN AKAL DAN HAWA NAFSUnya, YANG PENTING KAN BAIK, DARI PADA INI LEBIH BAIK ITU. eehmmmmm
    Allah Ta’ala berfirman:
    ????? ????????? ????? ?????? ?????????????? ????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ??????????? ????? ????? ????????? ??? ???????????
    Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

    Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:
    ????? ??????? ??? ???????? ????????? ??????????? ???????????? ???? ?????????? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????????? ?????? ????? ???? ?????? ???????? ???????? ???????? ???????? ????????? ?????????? ??????????? ???????? ?????? ????????? ???????????
    Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

    Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:
    ?????? ??????? ??????? ???????? ??????? ???????? ????? ????? ?????
    Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

    Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:
    ???? ????? ????? ????? ????? ???? ???? ????????? ?????? ??????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ??????????? ??????? ?????? ????? ????? ????????? ????? ???????? ???? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ?????????? ???????
    Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)

    wassalam….baarokalloh fiik

    1. Para pengikut Wahabi memang konyol-konyol dan menggelikan. Baru muncul dah kayak begini koment-nya. Admin dibilang nagmbek segala, konyolnya amit-amat deh.

      Oke, saya mau minta penjelasan atas dalil antum ini:

      ????? ????????? ????? ?????? ?????????????? ????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ??????????? ????? ????? ????????? ??? ???????????
      Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

      Dalil antum ini ngomentari yang mana? Dimana ada koment di sini bilang halal haram, terus siapa di sini yg mengada-adakan kebohongan? Coba jelaskan secara lebih jelas lagi apa maksud ayat di atas.

      1. ya itulah wahabi lc lc , mas arumi , pengekor Wahabi bahkan ada yang ngebolehin pemalsuan lho , jelas jika mereka ga faham dengan ayat 116 surat annahl diatas , pemalsuan kok dihalalkan . wahabi wahabi.

      2. Ibnu Kasir: termasuk dalam pengertian ayat ini setiap orang yang menciptakan bid’ah (urusan agama) yang tidak punya landasan syara’, atau menghalalkan sesuatu yang diharamkan atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah semata-mata berdasar pikiran dia sendiri dan menurut seleranya sendiri. Berkata Abu Nazirah: “Sesudah aku membaca ayat 116 surah An Nahl ini, maka aku terus takut mengeluarkan fatwa sampai akhir ini”.
        Sesungguhnya benarlah perkataan beliau bahwa semua orang yang mengeluarkan fatwa yang berlawanan dengan apa yang ada dalam Alquran dan As-Sunah disebabkan dia tidak memahami isi kedua kitab ini maka dia sesat dan menyesatkan rakyat yang minta fatwa kepadanya.

        nah ini jawaban bUAT SEMUANYA YANG MENGAKU BERPEGANG TEGUH PADA MANHAJNYA NABI DAN PARA SAHABAT ( AHLUS SUNAH WAL JAMAAH ) YANG melakukan bahkan menghina sunah nabawiyah. mENSUNAHKAN BIDAH,MEMBIDAHKAN SUNAH,dan berkata kata tanpa ilmu yang shahih. om sekali lagi saya bukan wahabi,yang ada tuh AL ISLAM ,AHLUS SUNAH WALJAMAH, FIRQOTUN NAJIYAH,SESUAI YANG DIAJARKAN NABI DAN PARA SAHABAT., AYAK AYAK WAE OM ini…gembar gembor WAHABI,

  70. ana Pernah denger… ada seseorang yang giat menuntut ilmu agama…
    dengan tujuan mendapat pujian bahwa dia ahli ilmu…

    ada yang bersemangat maju kemedan jihad… selalu terdepan…
    agar dianggap sebagai pahlawan

    ada yang selalu mengeluarkan harta… agar dianggap seorang yang dermawan

    Na’udzubillaah… tsumma na’udzubillah..
    ana berlindung dari hal yang merugikan ini… karena mereka adalah termasuk golongan yang pertama masuk neraka…

    1. Barbela, gemana kabarnya sehat? silahkan diskusi sama Mas Syahid tentang Tasawuf yg antum tentang. Kalau diskusinya langsung sperti ini enak nggak terputus-putus.

      Atau antum ingindiskusi sama ana tentang hukum perjalanan menuju tempat belajar berkaitan maslah Maulid Nabi Saw yang belum tintas?

  71. Mas Ahmad Syahid, terimakasih sambutannya. Saya sudah cukup lama nggak kunjung blog ini, rupanya sudah mengalami kemajuan pesat. Semoga tetap eksis dan bermanfaat dan tercapailah apa yg menjadi misi blog ini

    Kita dukung terus sebatas kemampuan kita atas dasar niat yg benar, membela yg benar semoga Allah Swt meridloi kita semua.

  72. wa.. cepet ngambek ne…., baru di jawab beberapa komentar, e adminya udah ngambek., BEGINILAH KALO BERAGAMA MENGGUNAKAN AKAL DAN HAWA NAFSUnya, YANG PENTING KAN BAIK, DARI PADA INI LEBIH BAIK ITU. eehmmmmm
    Allah Ta’ala berfirman:
    ????? ????????? ????? ?????? ?????????????? ????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ??????????? ????? ????? ????????? ??? ???????????
    Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

    Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:
    ????? ??????? ??? ???????? ????????? ??????????? ???????????? ???? ?????????? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????????? ?????? ????? ???? ?????? ???????? ???????? ???????? ???????? ????????? ?????????? ??????????? ???????? ?????? ????????? ???????????
    Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

    Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:
    ?????? ??????? ??????? ???????? ??????? ???????? ????? ????? ?????
    Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

    Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:
    ???? ????? ????? ????? ????? ???? ???? ????????? ?????? ??????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ??????????? ??????? ?????? ????? ????? ????????? ????? ???????? ???? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??? ???????? ?????? ???? ?????????? ???????
    Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)

  73. Si KTA@

    Kok diulang-ulang terus koment-nya? Antum error ya, kayaknya antum perlu disuwuk pakai menyan dulu biar sembuh total, Wek kek kek kek kek kek ……

    1. assalamu’alaikum om…., wah om dukun ya…? perlu dipertanyakan ne tauhidnya..???? ilmu itu harus diulang ulang om biar kita tidak sesat dan tersesat.

  74. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

    Segala puji bagi Allah Subhaanah wa ta’aala, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Sayyidinaa Muhammad Shollallaah ‘alaih wa sallam.

    Mengingat tuntunan dan tatanan dakwah yang telah diatur dan dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad Shollallaah ‘alaih wa sallam, para sahabat serta para pecinta mereka yang begitu mengagumkan dan dakwah yang menawan karena pada dakwah mereka dihiasi dengan peradaban yang tinggi dan budi pekerti yang luhur namun telah dicabik-cabik oleh Nashiruddin Al-Albaniy dan para pengikutnya. Maka saya bersyukur sekali dengan adanya naskah kecil ini yang telah ditulis oleh para murid Syaikh Abdullah Al-Harariy. Dengan pertimbangan berdakwah itu dengan tujuan mengajak ummat pada kebenaran dan menggiring mereka pada ridho Allah dan Rasul-Nya, bukanlah membodohi ummat dengan pemahaman yang sepotong-potong dari Alqur’an dan Hadits apalagi menjadikan mereka sebagai pesakitan yang akan divonis kafir, murtad, bid’ah, dan lain sebagainya.

    Kitab ini membabat habis penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albaniy Al-Wahhaby. Dibuat oleh murid-murid Syaikh Abdullah Al-Harariy.

    http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/02/20/tabyiinu-dholaalatil-albaniy-syaikhil-wahhabiyyah-al-mutamahdits/#more-78

    1. @. jundu mauhammad terimakasih atas link downlaodnya , kitab yang sangat bermanfaat , soalnya banyak yang tidak tahu (termasuk saya sendiri) kesesatan-kesesatan al-albani.

  75. Bismillahirrahmanirrahim…..

    Untuk meminimalkan komentar-komentar tidak bermutu yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh pendukung ajaran Wahabisme, maka sejak hari ini, Ahad 20 Februari 2011, kami terpaksa membuat peraturan baru. Peraturan ini berlaku buat pembela ASWAJA maupun pembela WAHABI.

    1. Bagi pengirim komentar wajib menggunakan nick-name “nama manusia”. Contoh: Arumi, Ahmad Syahid, Miranda, Abu Fida, Yusuf Ibrahim dll.

    2. Peraturan no. 1 tersebut tidak berlaku buat “pemilik blog/website”. Contoh: Artikel Islami, Mutiara Zuhud, Pencari Kebenaran, Bicara Salafy, Wild West Wahabi, dll.

    3. Dilarang mengumpat dan tidak boleh mengandung pornografi.

    Bagi komentator yang melanggarnya, komentar akan didelete tanpa kompromi. Oleh karena itu bagi yang belum menggunakan nick-name “nama manusia” agar segera mengganti namanya dengan “nama manusia” agar tidak terkena delete.

    Terimakasih atas perhatiannya.

    1. Setuju dengan peraturan tersebut…

      Memang demikianlah adab di dalam debat yang sesuai tuntunan:

      ????? ????? ??????? ??????? ????????????? ??????????????? ??????????? ????????????? ????????? ???? ???????? ????? ??????? ???? ???????? ?????? ????? ???? ????????? ?????? ???????? ????????????????
      (?????? ?????? ???? ????? 125)

      Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[??] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. An-Nahl: 125)

      Oleh sebab itu di dalam da’wah, pasti akan terjadi perdebatan, itu sudah sunnatullah, dan Alloh Azza Wa Jalla sudah memberikan solusinya, yaitu apabila harus perdebatan, maka bantah-membantahlah dengan cara yang baik, dengan memperhatikan adab dan akhlak yang santun.

      Salut buat Ummati Press

  76. Sungguh bagus dan mulia motto sebagian saudara muslim kita, yakni : “Belajar Islam Sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Menurut Pemahaman Para Sahabat“

    Cobalah periksa salah satunya http://www.alquran-sunnah.com/artikel/manhaj/94-salah-paham-tentang-salafi.html

    Kami kutipkan dari situs tersebut

    *****awal kutipan *****
    Maka dari sini dapat dipahami bahwa Salafi maksudnya adalah orang-orang yang menisbahkan (menyandarkan) diri kepada generasi Salafus Shalih. Atau dengan kata lain “Salafi adalah mengikuti pemahaman dan cara beragama para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka”. (Kun Salafiyyan ‘Alal Jaddah, hal. 10)
    ***** akhir kutipan ****

    Inilah pokok kesalahpahaman selama ini yang menjadikan sebagian umat muslim gemar mentakfirkan sesama saudara muslim, terpecah belah, saling berlepas diri, saling berdebat bahkan saling bertengkar seperti kejadian di NTB

    Salafi adalah mengikuti pemahaman dan cara beragama para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka

    Pertanyaan sekarang adalah bagaimana cara mengikuti pemahaman dan cara beragama mereka ?

    Ada tiga metode “cara mengikuti” atau penyampaian dari Salafush Sholeh yakni

    1. Penyaksian langsung atau bergaul, hidup sezaman dengan para Salafush Sholeh
    2. Penyampaian dari mulut ke mulut / lisan / temu muka atau dikenal dengan sanad ilmu/ pengijazahan atau bisa pula sanad silsilah (keturunan).
    3. Mengikuti yang paling lemah adalah melalui tulisan / literatur karena tidak ada proses konfirmasi apa yang dipahami.

    Imam Mazhab yang empat termasuk yang menggunakan metode 1 karena mereka bertemu dengan Salafush Sholeh

    Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/20/bagaimana-mengikutinya/

  77. @ALL PENGUNJUNG UMMATI…….dalam Al Qur’an di riwayatkan bagaimana Nabi Musa as berguru kpd Nabi Khidir …..kurang alimnya apa Nabi Musa as ??? yang Akhirnya mengakui beliau tidak tau apa2 dihadapan Nabi Khidir ……lalu bagaimana antum all sa-wah memahami riwayat tsb ??? coba direnungkan komentar ana supaya antum nggak terlalu sombong dgn ilmu antum yang kadang berlebihan dalam berkomentar yang selalu membawakan dalil dan hadist( maaf )Apa takut dikira bodoh kalau ngga dgn menuliskan dalil2 ??? seolah olah antum paling tau dalil2 tsb dalam memahaminya padahal ada ancaman apabila bukan ahlinya siap2 tempat duduknya di Neraka ………kurang jelaskah riwayat dalam Al Qur’an tsb ???

  78. Prinsip yang harus kita pegang bersama bahwa setiap manusia yang telah bersyahadat (muslim) maka Allah ta’ala mengkaruniakan rasa persaudaraan. Kalau rasa persaudaraan itu sirna maka pada hakikatnya batallah syahadatnya dan amal ibadah yang dilakukan menjadi tidak berarti. Perhatikan kami tulis “pada hakikatnya” sedangkan mengenai kenyataannya merupakan kehendak Allah ta’ala

    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” ( Qs. Al-Hujjarat :10)

    Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
    Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. (HR. Muslim).

    Sedangkan manusia yang menolak bersyahadat (non muslim/kaum musyrik) maka mereka memiliki rasa permusuhan terhadap muslim.

    Firman Allah ta’ala yang artinya,
    “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

  79. assalamu’alaikum saudaraku semua.
    kalau dipikir-pikir siapa yang taklid buta ya???? aswaja ato salafi(wahabi)
    apa bisa kita belajar al-qur’an dan hadist tanpa ulama?
    para pengumpul hadist kebanyakan bukan dari 3 generasi terbaik.
    mushaf al-qur’an jg bid,ah. jaman Rasulullah blm ada.
    dulu jaman rasulullah ,al-qur’an di tulis tanpa harokat dan titik,beda dengan sekarang, apakah itu juga bid’ah????

  80. Assalamualikum………Subhanalloh walhamdulillah, saya sangat senang sekali dan tersentuh dengan forum diskusi ini. Walau mungkin ada emosi yang terikut di dalamnya. Saya adalah seorang muslim yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta.
    Membaca dalil-dalil dan surat qur’an yang di tuliskan diatas membuat saya bergetar karena ternyata banyak sekali orang yg belajar agama islam sebegitu dalam.
    Berungtung sekali teman2 sekalian dapat belajar ttg islam, sedangkan saya dari kecil terus menerus di jejali oleh ilmu-ilmu pengetahuan alam.
    Mudah2an teman-teman menjadi pembawa cahaya kebenaran yang di berkahi Alloh SWT bagi kami yang hanya tahu sedikit saja. Amiiinnn!!!!

  81. asalam’mualaikum ma’af bangat saya senang bangat masalah salafi
    orang salafi itu kebayakan oarang pinter tapi sayang terlalu pinter
    jadi pada dongo tolol engg mikir.maulid dibilang bid’ah salawat dibilang
    bid’ah jiarah sama dibilang bid’ah mau yah bagay mana ente harus aja nih mikir dng
    emang ente pakay engg bid’ah dan juga ente pakay henpon emang ada dijaman Rossullah?
    pantat ente bid’ah juga setannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  82. Muhammad tidak mengajarkan mencela,menghujat,menjatuhkan saudaranya,sombong, mengkafirkan,etc
    Dan itu jg d pakai athailah, itulaha hikmah yg saya petik, maf saya menoreh jejak dsini wahai org2 rendah hati yg sholeh/ah, semoga gusti merahmati

  83. Nabi Saw Muhammad tidak mengajarkan mencela,menghujat,menjatuhkan saudaranya,sombong, mengkafirkan,etc
    Dan itu jg di pakai syaik ibnu athailah, itulaha hikmah yg saya petik, maaf saya menoreh jejak dsini wahai org2 rendah hati yg sholeh/ah, semoga gusti merahmati, amin….

  84. Ilmu Syariat Membelah Kata
    Yg Satunya Dibelah Dua
    Alim Ulama Jangan Dipercaya
    Kalau Mereka Merasa Kuasa
    Amal Sholat Tiada Artinya

    ( Syair Saraba Ampat Datu Sanggul )

  85. “Ibn Katsir, Ibn Al Athir, dan penulis biografi serta kamus biografi, kami memperoleh naskah dialog bersejarah yang otentik…..Di samping itu, ia juga merekam kontroversi antara pribadi yang bepengaruh dalam tsawuf: Syaikh Ahmad Ibn Athaillah Al Sakandari, dan tokoh yang tak kalah pentingnya dalam gerakan “Salafi”: Syaikh Ahmad Ibn Abd Al Halim Ibn Taymiyah…..”
    ———————————————————–
    Ibnu Athir (Ibnu Atsir) Wafat tahun 630 hijriah sedangkan Ibnu Taimiyah baru dilahirkan pada tahun 661 Hijriah, bagaimana bisa Ibnu Atsir meriwayatkan kisah tentang Ibnu Taimiyah diatas?

    “Ibn Taymiyah ditahan di Alexandria. Ketika sultan memberikan ampunan, ia kembali ke Kairo. Menjelang malam, ia menuju masjid Al Ahzar untuk sholat maghrib yang diimami Syaikh ibn Athaillah. Selepas shalat, Ibn Athailah terkejut menemukan Ibn Taymiyah sedang berdoa dibelakangnya……”
    ——————————————————–
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditahan di Iskandaria (Alexandria) selama 18 bulan lamanya dan baru keluar pernjara setelah Sultan Nashir kembali memegang tampuk kekuasaan negeri Mesir pada IDUL FITRI (bulan Syawal) tahun 709 H [1]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sampai di Kairo pada tanggal 18 Syawal dan berkumpul dengan Sultan pada hari jumat tanggal 24 Syawal tahun 709 H [2]. Sedangkan Ibnu Athoilah seperti yg sudah kita ketahui bersama-sama telah wafat pada bulan JUMADIL AKHIR tahun 709 H atau kurang lebih 4 bulan sebelum kedatangan (kebebasan) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah datang ke Kairo. Jika berdasarkan fakta tsb, lantas bagaimana bisa dialog tsb bisa terjadi? sebenarnya Ibnu Athoilah berdialog dengan siapa pada saat itu? dengan jin atau hanya mimpi (khayalan) belaka?

    Wallahu ‘alam….

    ——————-
    [1] Bidayah Wannihayah , oleh Ibnu Katsir
    [2] Min A’lam As-Salaf, oleh Syaikh Ahmad Farid

  86. penulis makalah yang terhormat, bolehkah selaku pembaca tulisan anda saya mau klarifikasi tentang tulisan ini? Diantaranya sbb:
    1. anda menyebut ibnu taymiyah sebagai tokoh salafy/wahaby, bisakah disebutkan kapan lahir ibnu taimiyah? mana yang lebih awal lahir ibnu taymiyah atau muhammad bin abdul wahhab?
    2. sekarang anda pada posisi yang mana? pengikut orang terdahulu atau pengikut orang yang belakangan? lalu apa arti wahaby dan salafy menurut anda? tolong dijelaskan, selaku muslim saya ingin juga tahu tentang kebenaran!

  87. Akhi jefry abdullah…,

    1- Ibnu Taymiyah disebut sebagai tokoh Salafy Wahabi karena Ibny Taymiyah adalah tokoh yg karya pemikirannya telah memberikan ispirasi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Di sini maksudnya adalah bahwa Ibnu Taymiyah adalah tokoh inspirator sejak kemunculannya di zaman Syaik Ibnu Abdil Wahab dan terus berlangsung sampai hari ini para pengikut sekte Wahabi menjadikan Syaikh Ibnu Taymiyah sebagai sumber inspirasi perkembangan Wahabisme.

    Manakala ditanyakan mana yg lebih dulu lahirnya, tentunya Ibnu Taymiyah jauh-jauh lebih dulu kelahirannya dibanding Ibnu Abdil Wahab. Jadi Ibnu Taymiyah bukan tokoh secara langsung sebagi penggerak sekte Wahabi, akan tetapi karya Pemikiran Ibnu Taymiyah telah memberikan inspirasi munculnya ajaran Wahabi yg dirintis oleh Syaikh Ibnu Abdil Wahab.

    2- Posisi kami adalah pengikut ajara kaum Salafus Sholihin yg selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Mereka mengajarkan ilmunya secara turun temurun (bersanad) hingga hari ini.

    Adapun Wahabi adalah sebutan untuk sekte (aliran) Islam yg diajarkan oleh syaikh Ibnu Abdil Wahab. Sedangkan Salafy dalam kaitan ini adalah Nama Baru dari pengikut ajaran Wahabi, perlu diingat bahwa mereka selama ini tidakl dikenal sebagai Salafy, tetapi mereka dulu pernah menyebut diri mereka sebagai MUWAHID (penegak tauhid), tentu mereka sebagai penegak tauhid menurut versi mereka sendiri. Sebutan Salafy mulai ngetop setelah dipopulerkan oleh tokoh Wahabi yaitu Syaikh Nasirudin Al-Albani.

    Demikian jawaban kami, tentunya tidak akan memuaskan antum jika antum adalah seorang pengikut tulen sekte Wahabi. Karena jika antum seorang Wahabis pastilah sudah memiliki persepsi tersendiri tentang ajaran yg antum anut selama ini. Tapi pertanyaan antum sangat bagus, kalau jawaban kami tidak berguna buat antum , setidaknya kami berharap jawaban kami bisa memberi sedikit informasi buat pengunjung yang lain.

    Afwan dan syukron atas pertanyaannya….

    1. @ummati
      tentu jawaban ummati sangat berguna sekali bagi kami kaum ASWAJA yang asli dan sejati, tapi tentu tidak berguna bagi pengikut Wahabiyun yg nagku2 Salafy, ngaku2 ASWAJA tapi palsu.

  88. Yusuf Ibrahim :
    “Adapun tentang kisah dialognya yang cerdas dengan seorang inspirator Salafy Wahabi yaitu Ibnu Taymiyah….”
    —————————————————-
    Perkataan tsb merupakan salah satu penyandaran yang SANGAT AMAT TIDAK CERDAS ! bagaimana bisa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disandarkan kepada ‘wahhabi’, padahal ‘wahhabi’ baru lahir jauh setelah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wafat.

    hehehe…ini tipikal Wahabi Minded banget dahhhh….

    Pembela Sunnah Apa Pembela WAHABI???!!!

    maka nya baca dulu yang bener tooooonggg….perkara begini aja gak teliti, mau ngejudge orang BID”AH.

    1. Orang-orang pengikut aliran sesat dari Nejed itu kalau bikin nickname semakin membuktikanmereka itu kaum sesat. Nama orang kok @kedai? Ada lagi Wahabi namanya @donpay yg nafsu banget membela kesesatan Wahabi di postingan sebelah.

    2. Wahai syekh kedai, yg bilang sufi sesat itu sejatinya kaum iblis. Kalau ga percaya ayo bareng2 kita tanya sama seorang bapak iblis he he he he.

    1. @kedai
      Coba sebutkan dimana letak kesesatannya sufi, sebutkan juga hadis nabi yg menyebutkan bahwa sufi itu sesat sekalian ayat Al Qur’an kalau ada ?

    2. Syekh kedai

      Yang lancang itu sampeyan syekh, dalam tasawuf sudah jelas aturannya soal takwil. Ngapain syekh yg awam ikut komentar soal takwil he he he he. Makanya belajar dan banyak baca kitab dong syekh………..

  89. Ha ha ha ha ha, syekh kedai lucuuuuuuuuuuuuuuuu sekaleeee. Kasihan sekali ya, lucu ga pada tempatnya.

    Yang bilang sufi sesat itu kan cuman gerombolan dari suku Najd trus diikuti bebek2nya di tanah air.

    1. he he he mbah redhy salah baca itu kedelai mbah bukan kedai eh aku juga salah nulis maaf mbah itu keledai yang bisa gogling ha ha ha

  90. Betul mas Yudi oe, karena putrinya iblis ga dihatinya kaum sufi maka bapak-bapak iblis kebingungan mau menjodohkan putrinya yg super cantik n sexy. Akhirnya bapak2 iblis menyaru pake jubah dan sorban lantas teriak, kaum sufi sesat, brengsek dan kurang ajar…………………………

    Mas Syahid tuh ada ada aja he he he he. Ya jgn kedelai atau keledai ah…..kasihan dong, mreka kan manusia tp kok sifatnya kayak keledai ya he he he he

  91. lha nape jadi bahas kedelai ame keledai….???
    he…he…he…tapi emang pas juga tuh kalo disamain ame keledai….(otaknye…)

    afwan >>>> lanjut bang…..

  92. @kedai
    seorang sufi adalah orang yang berkeinginan untuk mencapai rasa ekstasi (kenikmatan yang tiada tara/kata inipun belum bisa mewakili “NIKMAT” tsb)dalam berdzikir pada ALLAH SWT, bagi yang tidak atau belum merasakan ekstasi dalam berszikir janganlah menghina, menghujat tanpa ilmu. Sufi yang menduduki makom tertentu dapat melakukan diluar nalar (teleportasi, jalan diatas air dll dengan izin ALLAH), hal tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah, dan banyak cerita mengenai hal itu. Batu, tanaman, dan semua yang ada dimuka bumi ini berdzikir, telah dijelaskan dalam AlQuran dan dibuktikan secara ilmiah, sampai2 yg membuktikan masuk islam.

  93. @kedai
    mas tolong dijawab pertanyaan @abah asra dimana kesesatannya???? kalo memang terbukti sesat saya akan dan semua penghuni blog ini akan mengikuti paham anda (wahabi) tapi jika tidak terbukti apakah anda akan mengikuti kami yang tidak ada keraguan pun seorang sufi (yang benar-benar sufi) itu sesat??????

    mungkin @kedai benar, tapi jawab dulu pertanyaan diatas, kalau tidak bisa jawab cari jawaban atau ajak sudara anda dari kelompok paham Wahabi menjawab, kita diskusi dengan bijak.

    jangan menghina dan menghujat orang ALIM dan kekasih Allah baik dohir maupun batin kalo tidak mengerti ilmunya

  94. pengaruh sufi sangat membuat iblis kelabakan loh akhirnya iblis berkata sesaaaaat(dari jalan syetan).para sufi berdoa semoga allah mengampuninya

  95. Sabar para panglima aswaja jangan terpancing si kedai, sudah jelas kan dari namanya aja kedai pastilah perutnya gendut, karena suka nelan mentah2 ajaran wahabi, otaknya penuh dengan doktrin wahabi, doktrin kebencian.


  96. Jika harus dikatakan sesat. Maka aku rela. N jika dikatakan benar aku juga rela. Aku bukanlah apapun melainkan kebodohan semata… Namun hatiku hanya kepadaNYA. sembahku adalah untukNYA. n pertentangan tiada dapat ku depat n kufikirkan. Karna hatiku tak mampu berdalih dari genggaman cintaNYA.

  97. Lepas dari apakah betul nukilan dialog pada posting ini , ana mendapat beberapa faedah :

    1. Ibn Taymiyah membawakan kalamullah dan kalam rasull sebagai hujjahnya, dan ana tidak menemukan yang demikian pada ucapan Ibn Athaillah, maka ucapan siapa yang paling benar ?? ucapan Rasulullahkah atau ucapan manusia selainnya ??

    2. Sedikit berbicaranya seseorang ulama (dari hal yang menyelisihi kalamullah dan kalamrasul) menunjukan dalamnya ilmunya dan takutnya pada Allah dari ucapan2 yang tidak bermanfaat

    3. Yang berdialog diatas semuanya adalah imam besar dan memiliki kelimuan diatas manusia dijamannya apalagi di jaman kita (jauh sekali…) namun demikian mereka adalah manusia yang tidak mashum, dan tentunya pasti pernah terjatuh dari kesalahan.. wallahu ‘alam

  98. @rendra,
    Isya Allah postingan diatas benar Karena ini akan dipertanggung-jawabkan Admin kepada Allah SWT didunia dan Akhirat jd Admin sangatlah berhati-hati !!!!! apakah org2 SAHWAH diajarkan untuk selalu Su’uzon???
    ana juga mendapat faedah, bahwa orang2 yang taqlid buta atau merasa hebat karena kehebatan ilmunya tentu tidak akan dapat menerima pendapat orang lain, apakah itu karena kesombongannya, kedengkiannya atau kedangkalan ilmunya, ????????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker