Salafi Wahabi

Darul Quran: Shalat Tak Pakai Sajadah karena Ikut Nabi Saw

17 November 2010, 21:36 WIB

Darul Quran: Shalat di Tanah Tak Pakai Sajadah karena Mencontoh Nabi Saw 

H. Mahrus Ali – Puluhan jamaah Darul Quran pimpinan Mahrus Ali warga Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jatim, melakukan shalat Idul Adha tanpa menggunakan alas seperti sajadah yang lazimnya digunakan oleh umat Islam pada umumnya. Mereka langsung sujud di tanah karena menurut mereka, seperti itulah ajaran yang benar sesuai tuntunan Al-Quran dan al-Sunnah.

shalat di tanah pakai sandal jepit ajaran mahrus ali2 - Darul Quran: Shalat Tak Pakai Sajadah karena Ikut Nabi Saw
H. Mahrus Ali bersama jamaahnya.

Pimpinan jamaah Darul Quran H. Mahrus Ali, Rabu (17/11) mengatakan, shalat tanpa alas seperti sajadah tersebut sesuai dengan aturan dari Al Quran dan Hadist yang ada. “Kami melakukan shalat ini sesuai dengan aturan dan berlaku dan tidak perlu dibeda-bedakan karena Islam itu memuat ajaran yang baik serta tidak menyesatkan,” katanya.

Selain tanpa menggunakan alas seperti sajadah, jamaah Darul Quran ini juga melakukan shalat di lahan kosong utara pintu masuk tol simpang susun Waru-Juanda di kawasan Tambak Sumur bukan di masjdi atau lapangan.Mereka juga tetap mengenakan alas kaki seperti sepatu dan sandal yang mereka pakai untuk melakukan ibadah shalat Idul Adha.

banner gif 160 600 b - Darul Quran: Shalat Tak Pakai Sajadah karena Ikut Nabi Saw

Dalam menjalankan shalat Idul Adha ini, kata dia, imam dan para makmumnya yang terdiri dari shaf depan lelaki dewasa, kecil dan belakang shaf wanita berjumlah sekitar 30 orang. Tatanan dalam bertakbir, dalam rakaat pertama dan kedua, jamaah yang kebanyakan penghafal Al Quran ini hanya melakukan sebanyak satu kali, tidak pada umumnya rakaat pertama tujuh kali dan kedua lima kali.

Pada posisi sesudah takbir, imam dan makmum jamaah ini juga dalam sikap biasa, tidak menyedekapkan tangan kanan di atas tangan kiri. Menurut dia, apa yang dilakukan dalam menjalankan shalat ini, sesuai dengan apa yang pernah diajarkan Nabi Muhammad SAW seperti yang tertera dalam Al Quran dan Al Hadits.
Ia mengemukakan, Nabi Muhammad dalam bershalat, tanpa menggunakan alas dalam bersujud dan itu yang menjadi panutannya selama ini. “Sujud dengan posisi kepala lansung menyentuh tanah, bisa menjadikan atau menjauhkan orang itu dalam bersifat negatif,” ucapnya yakin.

Dengan bersujud seperti ini, kata dia, bisa membawa pelaku sujud di atas tanah, menjadi tunduk dan tawadhu di hadapan Allah SWT. “Jadikan bumi atau tanah itu untuk masjid dan tempat bersujud. banyak yang sudah mengikuti shalat di tanah lapang, tapi sayang masih menggunakan alas atau sajadah. Dan itu dinilai ‘bi’dah’ atau tertolak,” dalihya.
Dalam takbir, lanjutnya, yang dilakukannya itu sudah sesuai dengan apa yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam haditsnya. Takbir lebih dari satu kali itu, dalam hadits diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Tirmidzi sendiri mengakui kalau takbir melebihi satu kali itu kurang kuat.

Sementara itu, terkait dengan hewan kurban seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim AS, dalam berkurban yang afdhol atau utama adalah menyembelih kambing, bukan sapi atau lainnya. “Dan hewan yang dikurbankan itu tidak harus mahal, sederhana juga boleh dan kalau bisa hewan yang disembelih itu nilainya mahal, seperti sapi atau lainnya yang tidak sesuai dengan tuntunan nabi dan hal itu tergolong sedekah,” katanya.

Selain itu, kata dia, hewan kurban yang bagus itu disembelih sendiri, bukan disembelihkan orang lain. “Kalau alasannya orang yang kurban itu takut, bagaimana kalau dihadapkan dengan perang untuk membela agama,” ujarnya.
Red: Budi Raharjo

Sumber

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

14 thoughts on “Darul Quran: Shalat Tak Pakai Sajadah karena Ikut Nabi Saw”

  1. Kwak kawak kakkakakakakakkkk kak…. Lucu abis deh baca berita shalat gaya Wahabi Sidoarjo ini. Pakai sandalnya itu lho yang nggak nguati….? Kalau habis nginjek tai ayam gemana pak Mahrus? Najis nggak ya, kan di Sidoarjo banyak ayam be’ol sembarangan di jalan-jalan, ya kan? Wah, bener-bener keblinger kalau yang namanya Wahabi itu ya?

  2. hm..hmm..
    seharus nya pak mahrus tahu dari zaman firaun and nabi musa aja yg namanya permadani udah ada,bikin bangunan hebat berikut teknologi yg belum terpecahkan aja ada..masa permadani nggak ada,en nggak bisa bikin apa……apalagi zaman rasululloh…yg sdh jauh masanya…masak nggak pake alas,..kalo kepepet it’s oke,nah ini nggak kepepet kok…wkwkk…ya mudah2an diluruskan pemahamannya oleh Allah,..
    sampe sebegitunya pak mahrus ini,ada ada saja…he..he…

  3. Menurut saya, apa yang dilakukan Mahrus Ali seperti pada tulisan di atas tidak ada yang aneh, salat tanpa alas dan salat tanpa melepas sepatu atau sandal pernah juga dibicarakan oleh Imam al-Ghozaly dalam Ihya’nya. Dalam kitab aL-Fiqh ala Madzahibil arba’ah juga ada yang menyebutkan hal itu.

    Yang menjadi permasalahan kita, tanah tempat tinggal kita tidak seperti tanah tempat tinggal Nabi, bagaimana kita mau salat seperti Mahruss Aly kalau tanah kita berlumpur dan banyak kotoran, sementara Nabi memerintahkan tempat untuk salat hendaknya dibersihkan dan di buat harum. Entah kalau Mahrus Aly -dengan mengikuti Wahhaby yang suka mengikuti Nash sesuai lafalnya- dia menganggap kotoran kambing dan kotoran sapi lebih harum dari minyak kasturi.

    Saya juga tidak menyalahkan bagi mereka yang menganggap kotoran binatang yang halal dagingnya hukumnya tidak najis, tetapi saya memandang bahwa salat dengan alas yang bersih, berbau harum jelas tidak bertentangan dengan yang diajarkan Nabi. Entah nanti kalau dengan alasan Tawadhu’ si mahrus Ali akan melumuri seluruh badan dengan kotoran kambing atau mandi dengan kencing sapi, untuk menunjukkan rasa rendahnya di hadapan Allah.

    Ternyata pemikiran orang tidak selalu sama, kepada pak Mahrus saya ucapkan ” Selamat menjalankan Ibadah yang paling baik menurut anda , tetapi jangan numbur orang lain yang meyakini cara ibadah yang lebih baik itu tidak seperti anda “

  4. alas pijakan tuk sholat ky nya dah ada zaman rasul ya,..
    eh…he..he… zaman firaun atawa nabi musa malah udah ada permadani,
    trus bangunan dan teknologinya juga oke,malah ada yg masih menjadi PR pd masa sekarang,nah zaman rasul udah lebih maju’ ya tentunya alas tuk sholat pasti ada kan…? dan tanah nggak semuanya bersih dr nazis kan..jadi perlu lah kita sholat di beri alas…,klo kpepet it’s oke…tapi pilih2 tanahnya seperti pilih tanah ketika kita tayammum lah…
    ya moga2 pak mahrus tahu sedikit sejarah orang2 dulu,..nggak gitu2 amat pemahamannya…smg ia mendapat hidayah…

  5. Mungkin Mahrus Ali mempunyai guru dan dalil tentang cara ibadahnya. Asalkan tidak ada larangan atau bertentangan dengan syariat tentu tidak masalah. Hanya saja saya khawatir kalau segala yang diajarkan beliau semata-mata hasil ijtihadnya sendiri tanpa merujuk pendapat mazhab-mazhab fikih yang ada atau pemikirannya sendiri hasil belajar otodidak dari sana sini tanpa berguru langsung kepada ulama yang mumpuni. Karena mengajarkan ilmu agama itu tidak bisa sembarangan. Seandainya beliau mengambil pendapat-pendapat dari Mazhab fikih yang ada kemudian melakukan tarjih dan mengambil pendapat yg menurut beliau paling kuat, saya rasa itu juga tidak bermasalah selama untuk kepentingan pribadi. Tapi kalau mengajarkan kepada orang lain tanpa menjelaskan rujukan fikihnya dan mengaku langsung merujuk kepada Alquran dan hadist, maka dia telah menjadi seperti mujtahid. Apakah beliau sudah layak?. Sikap ini adalah contoh dari efek anti mazhab. Tapi permasalahan Ajaran Mahrus Ali ini tidak begitu jelas, beliau ini sepertinya agak beda dengan salafi yg lain.

  6. Kasus Mahrus Ali menurut saya akibat beliau berijtihad secara bebas. Padahal mengambil langsung hukum dari AlQuran dan Sunnah hanya bisa dilakukan oleh orang yg mempunyai ilmu agama yg mendalam seperti para Imam agama ini. Sebagian pengikut salafi memang menolak bermazhab dan mengaramkan taklid terhadap mazhab, mereka mengharuskan setiap muslim untuk mengambil hukum-hukum syariat dari kitab dan sunnah, bahkan sampai kepada kalangan awam sekalipun. Dampak negatif pendapat anti mazhab yg mengharamkan taklid kepada setiap muslim seperti yg dikatakan Yusuf Qardhawi diantaranya adalah : 1. fenomena dikalangan orang yg baru mempunyai secuil ilmu ttg agama yg mengklaim sebagai mujtahid. 2. Sikap berani meremehkan ulama-ulama besar. 3. Meremehkan mazhab-mazhab fikih yg merupakan rujukan ilmu yg kaya dan mumpuni. 4. Timbulnya pemahaman terhadap agama secara zhahir atau literal. 5. Umat disibukkan dgn perdebatan masalah cabang-cabang agama, bahkan sampai mengibarkan bendera perang. 6. Mencela golongan lain yg tidak sepaham dan mengklaim bahwa hanya mereka satu-satunya yg sesuai Al Quran dan Sunnah .., Saya yakin beliau dulu bukan kyai NU atau selevel aja mungkin kayaknya nggak.

  7. salafy Tobat, Forsan Salafym Abu Salafy, termasuk blog ini. yang saya heranka, kenapa tidak ada blog/ web yang mengaku salafi yang mencela NU. malah sebaliknya..

  8. ane salut ama yg namanya mahrus ali..dia bener2 pengikut sunnah Nabi yg tulen…tp ane akan makin salut n percaya dg apa yg dilakukan ama mahrus ali klo dia n para pengikutnya kalo mau pergi haji jgn pake pesawat terbang atau kapal laut, akan lebih sunnah klo ke Mekkah naik onta aja krn Rasulullah gak pernah pergi pake pesawat terbang tp pake onta, itupun hanya sekali. n Al-Quran yg skg dibaca oleh mahrus ali n pengikutnya lebih baik “dibuang” aja krn produk bid’ah. alangkah baiknya klo mahrus ali n para pengikutnya baca Al-Quran yg gak ada harakatnya l-Quran krn Rasulullah gak pernah nyuruh sahabatnya ngumpulinl-Quran. n ane malah semakin ta’ajub dg mahrus ali klo dia n para pengikutnya kalo makan tidak pake sendok n piring, krn Rasulullah gak pernah makan pake sendok. inilah akibatnya klo orang yg gak mau bermadzhab. mau nya belajar langsung kpd Rasulullah SAW padahal Rasulullah gak pernah merasa punya murid yg bernama mahrus ali…Ya Allah, selamatkan kami dari fitnah dajjal..aminn…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker