Buku

Buku “Di Manakah Allah” Laris dan Ludes dalam Dua Pekan

Pustaka SIDOGIRI menggelar launching buku “DI MANAKAH ALLAH? Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan

Buku “Di Manakah Allah” Belum Dicetak, Jumlah Pemesan Membludak. BUKU terbitan Pustaka SIDOGIRI (PS) yang sangat dinanti-nantikan oleh konsumen, DI MANAKAH ALLAH? (Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan), akhirnya sudah  terbit. Terkait dengan itu, pihak Pustaka SIDOGIRI sudah mengadakan gebrakan sebelum buku tersebut lepas di pasaran. Gebrakan berupa launching buku ini dilaksanakan pada malam Jumat (04/04/32) di area kompleks Pondok Pesantren Sidogiri. Hal ini sebagaimana dimusyawarahkan pada rapat kru Pustaka SIDOGIRI, malam Ahad (19/04/32) kemarin.

Selain dapat memberikan informasi pada yang lain, launching buku Serial Pegangan Hati ini sebagai kejutan dan door prize kepada seribu peserta yang inden (pemesan) sebelumnya. karena menurut manager pemasaran dan distribusi buku Pustaka SIDOGIRI, Muhammad Ali, jumlah inden buku ini telah melebihi dari target.

“Jumlah pemesan buku Bunga Rampai ini ternyata melebihi dari target jumlah cetak,” katanya. Cimo-begitu ia akrab disapa-menambahkan, “Padahal ini masih dalam proses cetak. Belum lagi yang bertanya via SMS.”

Selenggarakan Launching Buku

SALAH SATU upaya merealisasikan visi melestarikan khazanah Islam ala Ahlussunnah wal jamaah dan menumbuhkan penulis yang mampu melahirkan karya berkualitas, sebagaimana yang telah diteladankan ulama salaf sebagai salah satu upaya mengembangkan dakwah islamiyah, Pustaka SIDOGIRI mensosialisasikan buku terbitannya dengan mengadakan pelatihan, kursus, launching buku baru di forum tertentu .

BACA :  Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi

Pada malam Jumat (04/05) lalu, Pustaka SIDOGIRI menggelar launching buku “DI MANAKAH ALLAH? Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan”, di timur gedung MMU As-Suyuthi. Acara tersebut berlangsung meriah, meskipun digelar pertama kali di Pondok Pesantren Sidogiri. Karena, selain dihadiri oleh ribuan santri PPS, acara itu juga dihadiri oleh para wali santri dan alumni PPS.
“Lokasi acara sengaja ditempatkan di tempat terbuka, gedung MMU As-Suyuthi yang berdekatan dengan Balai Tamu PPS, untuk memancing perhatian tamu, wali santri, maupun para alumni PPS untuk ikut menyaksikan,” ujar Tata Usaha Pustaka SIDOGIRI, Muhammad Ali.

“Sebab, bila pada malam Jumat legi para wali santri maupun alumni PPS yang berziarah ke pesarean (makam) masyayikh PP. Sidogiri relatif banyak,” lanjutnya.
Yang lebih seru lagi, selain pementasan rebana al-banjari, pada Launching itu dibuka dengan pembacaan surat al-Fatihah, dilanjut dengan petasan kembang api. Pembukaan dipasrahkan kepada Kadiv Produksi PS, Alil Wafa.

BACA :  Buku Syaikh Idahram: BUKAN FITNAH, TAPI INILAH FAKTANYA
banner gif 160 600 b - Buku "Di Manakah Allah" Laris dan Ludes dalam Dua Pekan

Dalam sambutannya, ia banyak menyampaikan sinopsis buku “DI MANAKAH ALLAH? Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan”. Menurutnya, di samping mengharap barakah, dengan membaca buku tersebut diharapkan iman kita dapat bertambah kuat.
“Karena buku ini merupakah kumpulan pertanyaan-pertanyaan tentang teologi dan tasaawuf yang dijawab langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi Abd. Djalil dalam rubrik sowan di Buletin Sidogiri (BS) mulai edisi pertama sampai edisi lima puluh,” ungkap Alil. Untuk itu, lanjut staf pengajar MMU Tsanawiyah itu, buku ini sangat penting untuk dimiliki sebagai pegangan hati, supaya iman-ihsan kita semakin kuat dan selamat dari pemahaman akidah yang menyalahi Ahlusunah Waljamaah.

Tak kalah saing lebih seru, pada launching itu juga diadakan pengundian hadiah bagi seribu pemesan pertama buku serial tersebut. Sebelum buku itu terbit, jumlah para pemesan telah mencapai seribu lebih.

Buku Baru Ludes dalam Dua Pekan

Ust. Alil Wafa saat memberikan presentasi Buku Di Manakah Allah?
Ternyata buku terbitan terbarunya Pustaka SIDOGIRI, “DI MANAKA ALLAH ? Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan” begitu diminati oleh banyak kalangan. Baik di kompleks Pondok Pesantren Sidogiri maupun yang di luar.

BACA :  Pondok Pesantren Entrepreneur al-Mawaddah Kudus

Terbukti, sebelum buku ini diterbitkan jumlah pemesan sudah mencapai lebih dari seribu. Kemudian setelah buku ini hadir dan dilaunchingkan pada malam Jumat (04/05) yang lalu, buku serial pegangan hati yang dicetak sebanyak dua ribu eksemplar ini laris manis dengan waktu yang begitu cepat. Bahkan ada sebagian yang tidak kebagian stok, sehingga untuk bisa memilikinya, dengan terpaksa mereka harus bersabar menanti untuk terbitan yang ke kali duanya.

Dikarenakan sudah kehabisan stok serta banyaknya peminat buku tersebut, Pustaka SIDOGIRI berencana untuk mencetak ulang buku tersebut sedikitnya 2.000 ekslemplar. Dalam hal ini sebagaimana diutarakan oleh Direktur Pustaka SIDOGIRI, Moh. Achyat Ahmad, pada Jumat, (11/05) kemarin.

Oleh karenanya bagi Anda yang ketinggalan membeli buku ini janganlah bersedih. Sebab buku ini akan dicetak ulang. Dan jangan sampai ketinggalan lagi yang ke kali duanya.

Husni Mubarak/PS

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

305 thoughts on “Buku “Di Manakah Allah” Laris dan Ludes dalam Dua Pekan”

    1. Sebaiknya untuk jangkauan yang lebih luas, buku tsb dicetak lebih banyak lagi dan diedarkan ke jaringan toko buku “Gramedia” diseluruh indonesia, untuk mengimbangi buku terbitan wahabi yg betul2 merajalela di toko2 buku Gramedia terutama buku2 ulama2 ahlu sunnah wal jamaah yg diterbitkan oleh penerbit wahabi yg tentu saja isinya udah diubah dan dipalsukan sesuai pemahaman wahabi.

  1. Penerbit Pustaka Sidogiri@

    Ane ikut senang atas larisnya distribusi buku “DI MANAKAH ALLAH”, semoga bisa cetak ulang berulang-ulang. Dan terus semangat menerbitkan buku-buku bermutu untuk disebarkan ke masyarakat, barokallohu fikum ajma’iin….

    @abah asra, tenang sekarang dunia pesantren mulai bangkit semangat membuat buku-buku bermutu, setahu ane sudah banyak buku-buku ASWAJA yg masuk GRAMEDIA dan GUnung Agung.

    @Mas Prass, ane juga mau beli neh, nanti insyaallah sebagian isinya yg paling menarik akan ane share di sini.

    1. @ kemot
      gak usah beli buku saya setuju, tapi buku sesat faham wahabi, yang kalo dibaca bukan tercerahkan dan tambah pintar tapi jadi bingung kepala pening beda dgn buku2 ahlu sunnah waljamah dan buku2 tasawuf membikin sejuk, tambah pintar dan kuat iman.

  2. @mas kemot, di Al quran sudah jelas, bahwa Allah tidak ada yg serupa denganNya. Ahlussufi wal jamaah, alhamdulillah, semoga kita termasuk ahli sufi dan berjamaah dalam naungan sunnah.

  3. DIANTH@TDK ADA SATU HADIST pun yg berkata sufi,para sahabat bukanlah pengamal tasawuf.siapa yg mengambil agama bukan dari islam,pasti akan tersesat.

    1. mot@ sejauh mana ilmu nt bisa bicara spt itu ????? berapa hadist nt hapal ????? berapa jus nt hapal Al Qur’an ????? jangan sok2 an lah paling2 guru nt Dufal ya ?????

    2. @ kemot
      yang mengambil agama dari islam dan qur,an memang wahabi, tapi femahamannya diputar balikkan sehingga menjadi faham wahabi yang sesat, keras, merasa paling benar dan mereka yg gak sefaham dengan wahabi pantas dibunuh dan dibom bunuh diri pelakunya merasa GR akan masuk surga, sesungguhnya wahabi itu alat yahudi untuk memecah belah Islam dari dalam.

    3. tambahan @ mot tasawuf hanya istilah nt taukan dalam islam ada : islam , iman , ihsan . islam dan iman nt pasti dah tau .Tentang Ihsan kita dapat temukan dalam ilmu tasauf, sasarannya akhlak, budi pekerti, bathin yang bersih, bagaimana menghadapi Tuhan, bagaimana muraqabah dengan Tuhan, bagaimana membuang kotoran yang melengket dalam hati yang mendinding (hijab) kita dengan Tuhan, bagaimana Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Inilah yang dinamakan sekarang dengan Tasawuf.dan di wahabi mana ada ilmu tsb mendengar aja alergi …….naudzubillah ……tobat mot .

  4. Barangsiapa yang seenaknya mencaci, mencela dan meragukan ilmu tasawuf dan sufi maka itu sebuah bukti bahwa ilmu dan pemahamannya masih DANGKAL.

  5. Intermeso kanggo cah-cah Wahabi supoyo do iso ngguyu, nek wis ora ngguyu utuwo minimal mesem berarti penyakite wis parah iku.

    ngene ceritane, tentang wong arep belaja fesbukan:

    Ono wong lanang pengen belajar Facebookan,
    trus dekne ora ngerti arep ngopo. Mangkane
    dekne SMS koncone wedok arep takok ben
    ngajari Facebook. Isi SMS kurang luwihe koyo
    ngene :
    mr X: Mey, warahi aq gae facebook yoo
    maya: Oke, u wes nang ngarep komp?
    mr X: wes, aq yo wes ndue email
    maya:sippp, buka en, browser firefox, nek ga
    ngono internet explorer…
    mr X: browser ki opo?
    maya:klik menu start trus golekono tulisane
    Internet explorer
    mr X: trus pye?
    maya:ketik di kotak paling atas,
    “www.facebook.com” trus enter
    mr X: oke, trus???
    maya:nek wes metu gambare, isinen form
    pendaftaran sesuai yg ada
    mr X: ngendi ne seng di isi, kok ga ono opo2…
    maya: mosok, nang layar ono tulisan opo?
    mr X: mung tulisan tok, nduwor dewe ono
    tulisan “The page cannot be displayed”
    maya: wah, kliru paling lek mu nulis nduwure
    mr X: wes bener kok, http://www.facebook.com
    maya: ehm, mungkin koneksi internetmu mati..
    mr X: opo butuh internet, ndek omah ga ono
    internete..
    maya:woooo kampr**tt…..drijiku sampe
    kriting… tibake ra ono koneksi..
    mr X: ooo, yo wes, kapan2 ae lek aq nang
    warnet tak sms neh… suwon yoo…
    maya: podo2, emailmu opo?
    mr X: http://www.cahganteng2000@yahoo.com,
    digaweke kancaku, tapi rung tau tak bukak
    maya: waduh.. email kok ono www ne ki piye…
    mr X: www ki opo?
    maya:Wassalamualaikum Warahmatullah
    Wabarakatuh….
    Wetengku ngelu…. =))

  6. Jangan Ditanggapi si Kemot itu..dia komentar habis itu lari..hobinya klo diskusi hanya copy-paste…tidak mampu menalar..sehingga otaknya kerdil…seandainya ada yang mau menolongnya…

  7. @mas mamo
    yang dikalimantan ngerti juga kok mas, jangan kuatir hehehe. senang saya dengan kepanjangan WWW nya hehehehe. salam kenal buat semua.
    Kalo mau pesan bukunya dimana ya?atau saya harus menghubungi siapa?mohon dibantu
    terima kasih

  8. @ Admin
    Saya udah download video “wahabi sebuah konspirasi yahudi” pokoknya mantap, mau di copy ke CD dan dibagikan ke orang2 yg udah terjangkiti virus wahabi disekitar kampung saya.

    1. abah asra@

      Abah Asra, good job n thank you. All ASWAJA bisa meniru langkah Abah Asra, video tsb bisa dipertanggung jawabkan sebab itu fakta sejarah yg belum lama terjadi yg akan sulit dibantah oleh siapa pun!

  9. Saya pecinta Ummati yang insya Allah mendapatkan pencerahan sehingga dapat mewaspadai Wahabi. @Abah Asra, boleh dong CD nya di kirim ke Ummati

    1. @ Bima As Syafi’i
      video wahabi sebuah konspirasi yahudi dan yg lainnya tinggal donlod aja di link pusat download islami yg ada disamping kanan blog ini, atau bisa juga dicari di youtube ketik saja “debat terbuka NU wahabi, kalo udah terbuka banyak pilihan video anti wahabi atau video dari wahabi sendiri.

    2. Bima AsSyafi’i n all pengunjung, baik ASWAJA atau WAHABI@

      Untuk download video konspirasi Wahabi-Yahudi, silahkan klik link di bawah ini dan ikuti petunjuk cara mendownloadnya.

  10. @mas kemat kemot, sufi yg lurus adalah pengikut sunah yg baik. Coba ente cek penjelasan ibnu taymiah tentang sufi, maka sufi sejati adalah salah satu manusia terbaik.

  11. mas2 aswaja,shufi nya dulu dan sekarang dah jauh berbeda,yah begitulah kalo bukan sunnah itu akan mengalami terus perubahan dari jaman kejaman.

  12. @mas kemot, setiap zaman selalu ada sejak dulu hingga sekarang yg namanya sufi sejati. Ilmu agama tidak pernah berubah diwariskan oleh nabi kepada siapa saja yg mau mengambilnya melalui ulama pewaris beliau dgn sanad yg tidak pernah putus, itulah tarekat islam, ilmu untuk melaksanakan agama islam.

  13. Si Kemot itu salah satu korban fitnah Wahabi terhadap sufi dan tasawwuf. Mau-maunya jadi korban penipuan dan fitnah tanpa crosscek. Jangan mau dibodohin, anti tasawuf adalah termasuk agenda Yahudi untuk melemahkan “RUHIYAH” ummat Islam, tanpa ruhiyah yg kokoh ummat Islam ini bagaikan mayat hidup yg mudah di”jatuhkan”. Dan inilah yg diinginkan Yahudi, makanya Yahudi menitipkan agendanya kepada Wahabi si teman setianya sampai mati. Silahkan klik videonya dan download lah untuk ifo lengkap akan hal konspirasi Wahabi-Yahudi dalam melemahkan Ummat Islam.

    1. Orang-orang yang menusuk dunia tasawuf dalam Islam dan ingin merobohkan bahkan ingin menghancurkan dengan berbagai kedustaan, dengan melemparkannya melalui pandangannya yang sesat terbagi menjadi berbagai kelompok: Ada yang memusuhi karena benci dan dendam pada Islam, ada juga karena kebodohannya terhadap hakikat Tasawuf, lalu mereka terkubang dalam kebodohan yang mendustakan.naaah nt masuk yang mana @mot ?????

    2. kemot@
      kamu jangan asbun dan mau terima saja apa2 yg didoktrin sama ustazd wahabi kamu, coba kamu baca2 dulu buku ulama2 ASWAJA yg asli yg belum direkayasa wahabi atau baca juga buku2 tasawuf bandingkan dgn buku2 doktrin wahabi yg kamu punya gunakan akal fikiran dan hati nuranimu mana yg isinya benar dan mana yg cuma fitnah doang, kalo gak faham juga tanyalah ke kiayi yg mumpuni dipesantren2 ASWAJA, kamu jangan seperti kerbau yg cuma nurut aja dicocok hidungnya oleh ustazd2 wahabi, gunakan akal fikiranmu.

    3. tuh keliatan ngawur komen nt. Baca dulu komen ane dengan betul. Ane kan bilang, kalau tidak paham ilmu tasawuf jangan ikutan komen karena membawa fitnah, contohnya kayak nt itu

  14. @abah ente bodoh kali apa bener tasawuf itu ajaran nabi muhammad saw……ente ASWAJA ngaku bermazhab imam syafii,,,tapi nyatanya mana ko ada tahlilan emang imam syafii ngajarin apa….apa bener imam syafii ngajarin tasawuf….abah,abah ente mau komen belajar dulu dong..ane tantang ente bedah kitab ente bermazhab apa? qta bahas kitab ente kita ..ente ga tau wahabitu siapa,ente ngaku ahli sunah bawa kitab ente ke tempat ane,atau ane ke tempat ente…..kita cari apa bener bahwa tasawuf itu ajaran rosullullah…

    1. @ anti syiaah
      wahabi itu firqah takfiriyah, yg menganggap paling benar sendiri,paling bertauhid tapi Allah disamakan dgn makhluk berwujud dan bertempat seperti makhluk,fihak yg tak sefaham dgn wahabi halal dibunuh contohnya bom bunuh diri dicirebon baru2 ini terjadi, polisi dianggap kafir makanya dibom dan pelakunya merasa GR akan masuk surga (apa iya masuk surga apa bukan malah ke neraka). dari nama anda “anti syiah” ente sangat benci kepada syi’ah(dan ASWAJA juga) padahal setahu saya syi’ah gak seperti wahabi yg selalu obral kata2 Kafir,Bid’ah dan syirik seperti wahabi kepada yg didak sefaham. wahabi itu munafik, amerika dan israel dibilang kafir, negara2 barat kafir semua tapi dinasti saudi (pusatnya wahabi) selalu berakrab ria dgn amerika dan israel, malah pangkalan militer Amerika ada di saudi untuk melindungi dinasti saudi sekali gus pangkalan yg digunakan untuk menyerang Palestina dan negara2 arab lainya.

      1. abah ente goblok banget…malahan membela siah..jelas orang siah tu mengkafirkan para sahabat,termasuk istri nabi…dasar goblok,,ente kali antek2 yahudi,,

        1. wah, nuduh orang antek yahudi…. ente nih yang jadi antek yahudi….namanya aja provokatif… goblok kok nuduh orang lain yang goblok.

        2. @ anti syiah
          yang antek yahudi itu wahabi sama seperti Ahmadiyah wahabi itu bentukan inggris dan yahudi untuk menghancurkan dan memecah belas Islam, yg paling rame dan ribut demo pembubaran Ahmadiyah adalah kalian para wahabi, wahabi juga jauh lebih pantas untuk didemo supaya dibubarkan sebab wahabilah yg bikin umat islam bertikai, wahabilah yang suka ngebom bunuh diri termasuk dicirebon yg baru saja terjadi.

  15. anti syiah@

    Wahabi seperti nte dimana-mana bisanya cuma bisa tebar fitnah doang. Otak jongkok kaya nte nantang debat, baca tuh teman-teman nte pada kabur gak mampu tandingi hujjah teman-teman ASWAJA. Baca dulu baru koment, oke? Siapa nama nte, orang gak punya nama kok nantang debat? Dasar tolol murokkab nte!!!

    Nte malu punya nama ya, pede kaya saya dong biar nama jawa tetap pede sebut nama. Nte siapa namanya, kalau nte bukan syetan pasti punya nama!!!

    1. sama lah ASWJ juga bisanya tebar fitnah juga….nama ente udah kaya nama setan jawa wkwkwkwk….kapan debat terbuka aduh hujjah…justru di dunia islam ini hanya kelompok ASWJ yg paling tolol kerasukan murziah….ngaku ahli sunah tapi amalanya banyak yg tidak sesuai sunah…ane tanya deh tahlilan sunah bukan,di ajarin nabi ga,,

  16. Ass wr. wb. @Yth. Abah Asra dan @Admin. Terima kasih atas info video Wahabi sebuah konspirasi. Sepulang sholat Jum’at, dengarin viedo Buya Yahya dan Ust Thoharoh. Kelihatan sekali kalau Wahabi itu ngeyel doang …. ! Kanten nih sama Mas Ahmad Sahid, Mas Marumi, Miranda, Mas Mamo, Mas Gondrong. Saya awam tapi mendapatkan ilmu yang sangat berharga dari Umati blok kesayangan kita. Kita sekarang menunggu berita polri, kira-kira neh M. Syarif (bom Cirebon) dari kelompok mana neh yang kafirkan ortunya.

  17. Imam Abu Hanifah :
    “Barangsiapa yang mengingkari bahwa Allah Subhanahu wata’ala berada diatas langit, maka ia telah kafir.” (Mukhtashar al-’Uluw ‘Aliyyil Ghaffaar (hal.137,no.119))

    1. Yusuf Ibrahim@

      Inilah faktanya yg lebih lengkap Mas, suatu ketika al-Imam Abu Hanifah ditanya makna “Istawa”, beliau menjawab: “Barangsiapa berkata: Saya tidak tahu apakah Allah berada di langit atau barada di bumi maka ia telah menjadi kafir. Karena perkataan semacam itu memberikan pemahaman bahwa Allah bertempat. Dan barangsiapa berkeyakinan bahwa Allah bertempat maka ia adalah seorang musyabbih; menyerupakan Allah dengan makhuk-Nya” (Pernyataan al-Imam Abu Hanifah ini dikutip oleh banyak ulama Ahlussunnah Waljamaah. Ada sangat banyak kitab-kitab yg mengutipnya, di antaranya oleh al-Imam Abu Manshur al-Maturidi dalam Syarh al-Fiqh al-Akbar, al-Imam al-Izz ibn Abd as-Salam dalam Hall ar-Rumuz, al-Imam Taqiyuddin al-Hushni dalam Daf’u Syubah Man Syabbah Wa Tamarrad, dan al-Imam Ahmad ar-Rifa’i dalam al-Burhan al-Mu’yyad).

      1. Ini mas teks lengkapnya, karena saya melihat adanya perbedaan isi yang mas baihaqi bawakan ttg perkataan Imam Abu Hanifah tsb,

        Dari Abu Muthi’ Al Hakam bin Abdillah Al Balkhiy, beliau berkata,

        ???? ??? ????? ??? ???? ?? ???? ??? ?? ?????? ?? ?? ????? ???? ?? ??? ??? ???? ????? ???? ?????? ??? ????? ????? ????? ??? ?????? ???? ??? ???? ???? ??? ????? ????? ???? ??? ?? ???? ????? ?? ?????? ?? ?? ????? ??? ??? ???? ??? ?? ?????? ??? ??? ????? ???? ??????? ?????? ?? ??? ??? ?? ???? ?? ???? ?? ?????

        Aku bertanya pada Abu Hanifah mengenai perkataan seseorang yang menyatakan, “Aku tidak mengetahui di manakah Rabbku, di langit ataukah di bumi?” Imam Abu Hanifah lantas mengatakan, “Orang tersebut telah kafir karena Allah Ta’ala sendiri berfirman,

        ??????????? ????? ????????? ????????

        “Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy”.[QS. Thaha : 5] Dan ‘Arsy-Nya berada di atas langit.” Orang tersebut mengatakan lagi, “Aku berkata bahwa Allah memang menetap di atas ‘Arsy.” Akan tetapi orang ini tidak mengetahui di manakah ‘Arsy, di langit ataukah di bumi. Abu Hanifah lantas mengatakan, “Jika orang tersebut mengingkari Allah di atas langit, maka dia kafir.”
        [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghofar, Imam Adz Dzahabi, hal. 135-136, Maktab Adhwaus Salaf, Riyadh, cetakan pertama, 1995.]

        Waallahu ‘alam…

      2. ente nampak banget tololnya jelas2 di alquran udah nyebutin allah itu ada di atas (arsy) ente malahan ngeyel…berapa ayat yg nyebutin allah ada di atas,sangatlah banyak….coba ente baca kitab imam syafii,atau 4 imam mazhab…baca yg bener pahami bahasa arab….

      3. Semoga mereka tidak termasuk apa yang disampaikan oleh Rasulullah, “mereka membaca Al Qur`an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam, sebagaimana melesat anak panah dari busurnya” (HR Muslim)

    2. @yusuf ibrahim..

      kalo mau yg manteb ya coba carilah buku karangan imam abu hanifah sendiri,
      bukan buku yg lain,ntar jadi…???

      perlu kita renungkan nasihat imam abu hanifah ttg hal istiwa & arasy,

      “Kita menetapkan sifat Istiwa bagi Allah pada arsy, bukan dalam pengertian Dia membutuhkan kepada arsy tersebut, juga bukan dalam pengertian bahwa Dia bertempat atau bersemayam di arsy. Allah yang memelihara arsy dan memelihara selain arsy, maka Dia tidak membutuhkan kepada makhluk-makhluk-Nya tersebut. Karena jika Allah membutuhkan kapada makhluk-Nya maka berarti Dia tidak mampu untuk menciptakan alam ini dan mengaturnya. Dan jika Dia tidak mampu atau lemah maka berarti sama dengan makhluk-Nya sendiri. Dengan demikian jika Allah membutuhkan untuk duduk atau bertempat di atas arsy, lalu sebelum menciptakan arsy dimanakah Ia? (Artinya, jika sebelum menciptakan arsy Dia tanpa tempat, dan setelah menciptakan arsy Dia berada di atasnya, berarti Dia berubah, sementara perubahan adalah tanda makhluk). Allah maha suci dari pada itu semua dengan kesucian yang agung” (Lihat al-Washiyyah dalam kumpulan risalah-risalah Imam Abu Hanifah tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 2. juga dikutip oleh Mullah Ali al-Qari dalam Syarh al-Fiqhul Akbar, h. 70).

      Dalam al-Fiqh al-Absath, al-Imam Abu Hanifah menuliskan:

      “Aku katakan: Tahukah engkau jika ada orang berkata: Di manakah Allah? Jawab: Dia Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum segala makhluk-Nya ada. Allah ada tanpa permulaan sebelum ada tempat, sebelum ada makhluk dan sebelum segala suatu apapun. Dan Dia adalah Pencipta segala sesuatu”
      (Lihat al-Fiqh al-Absath karya al-Imam Abu Hanifah dalam kumpulan risalah-risalahnya dengan tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 20).

      nasihat imam abu hanifah lainnya,

      “Allah ada tanpa permulaan (Azali, Qadim) dan tanpa tempat. Dia ada sebelum menciptakan apapun dari makhluk-Nya. Dia ada sebelum ada tempat, Dia ada sebelum ada makhluk, Dia ada sebelum ada segala sesuatu, dan Dialah pencipta segala sesuatu.
      Maka barangsiapa berkata saya tidak tahu Tuhanku (Allah) apakah Ia di langit atau di bumi?, maka orang ini telah menjadi kafir.
      Demikian pula menjadi kafir seorang yang berkata: Allah bertempat di arsy, tapi saya tidak tahu apakah arsy itu di bumi atau di langit” (al-Fiqh al-Absath, h. 57).

      1. -prass-

        1. Memang benar tatkala menyatakan bahwa Allah Subhanahu wata’ala beristiwa di atas ‘arsy lantas bukan berarti bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala membutuhkan ‘arsy.

        2. Dan tidak ada kelaziman bahwasanya yang berada di atas selalu membutuhkan yang di bawahnya. Jika kita perhatikan langit dan bumi, maka kita akan menyadari akan hal ini. Bukankah langit berada di atas bumi? bukankah langit lebih luas dari bumi? bukankah langit tidak butuh kepada bumi? Apakah ada tiang yang di tanam di bumi untuk menopang langit? Jika langit saja yang notabenenya adalah ciptaan-Nya, namun tidak butuh kepada yang ada di bawahnya, bagaimana dengan Kholiq sang pencipta ‘arsy?

        3. Bukankah dalam nukilan tsb, Abu Hanifah menetapkan adanya sifat istiwaa? Abu Hanifah menjelaskan bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala beristiwaa (berada di atas) ‘arsy akan tetapi tanpa ada kebutuhan sedikitpun terhadap ‘arsy tersebut.

        4. Ternyata Mulla ‘Ali Al-Qoori sendiri menyebutkan riwayat dari Abu Hanifah di kitab Syarh Al-Fiqh Al-Akbar karya Mulla ‘Ali Al-Qoori (hal 126)

        “Dan Abu hanifah rahimahullah ditanya tentang bahwasanya Allah subhaanahu turun dari langit. Maka beliau menjawab : Allah turun, tanpa (ditanya) bagaimananya….”

        Karena memang bagaimana cara turunnya Allah Subhanahu wata’ala tidak ada yang menetahuinya.

        Waallahu ‘alam…..

        1. @yusuf
          mungkin akan lebih memudahkan ente agar nggak terjebak dalam masalah ini,karena ente dan ane,bukan orang yg berkompeten,baiknya kita hindari…

          Imam syafii…..

          “Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya” (LIhat az-Zabidi, Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn…, j. 2, h. 24).

          Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang firman Allah QS. Thaha: 5 (ar-Rahman ‘Ala al-‘Arsy Istawa), Imam asy-Syafi’i berkata:

          “Ini termasuk ayat mutasyâbihât. Jawaban yang kita pilih tentang hal ini dan ayat-ayat yang semacam dengannya bagi orang yang tidak memiliki kompetensi di dalamnya adalah agar mengimaninya dan TIDAK –SECARA MENDETAIL–MEMBAHASNYA dan MEMBICARAKANNYA. Sebab bagi orang yang TIDAK KOMPETEN dalam ilmu ini ia tidak akan aman untuk jatuh dalam KESESATAN TASYBIH. Kewajiban atas orang ini –dan semua orang Islam– adalah meyakini bahwa Allah seperti yang telah kami sebutkan di atas, Dia tidak diliputi oleh tempat, tidak berlaku bagi-Nya waktu, Dia Maha Suci dari batasan-batasan (bentuk) dan segala penghabisan, dan Dia tidak membutuhkan kepada segala tempat dan arah, Dia Maha suci dari kepunahan dan segala keserupaan” (al-Fiqh al-Akbar, h. 13).

          moga2 kita terhindar dari apa yg di sebut di atas,thanks..

  18. Yusuf Ibrahim@

    Salam kenal Mas Yusuf Ibrahim, mau tanya: Mukhtashar al-’Uluw ‘Aliyyil Ghaffaar, ini karya siapa? Bukan karya Imam Abu Hanifah toh?

    1. Jika saya jawab bahwa kitab tsb adalah karya Syaikh Albani, apakah mas baihaqi ini akan mengingkari bahwa Allah Subhanahu wata’ala berada diatas langit?

      1. Itulah masalahnya Mas Yusuf dan tentu saja saya sudah tahu kitab tsb karya Sekh Albany. Saya tanya begitu hanya supaya para pengunjung blog ini tahu bahwa yg antum bawakan adalah karya Syekh Albany yag diringkas dari Karya Adz-dzhabi “Al-‘Ulluw lil-‘Aliyyil-‘Adhiim”. Sedangkan kita tahu Syekh Albani memiliki kredibilitas yg buruk di mata para Ulama ASWAJA seluruh dunia, dan hanya top di kalangan Wahabi saja. Dengan kata lain, selain Pengikut Wahabi tidak ada yg percaya kepada hasil karya Syekh Albaniy.

        Saya hanya tidak sependapat pemaknaan secara harfiyah (leterleg) tentang ayat-ayat Allah di atas langit, saya mengikuti pemahaman para Ulama yg mengartikan ayat-ayat mutasyabihat itu tidak dengan makna hakiki tetapi majazi. Hal ini sudah dibahas panjang lebar oleh ‘Ajam Ibnu Abi Irfan VS Ahmad syahid, juga dg Mas Zon Mutiara Zuhud. Di koment blog ini sangat banyak bertebaran di beberapa postingan. Saya tidak berminat membahas lebih lanjut masalah ini dg antum.

        Tapi kalau ada teman-teman yg lain (mungkin Mas Dianth atau Mas Prass) yg ingin meladeni antum diskusi so’al ini saya akan ikut menyimak saja. Dan tampaknya Mas Dianth dan Mas Prass sudah memberikan penjelasannya.

        Oke, saya akan menyimak jika masih ada diskusi so’al ini….

        1. -baihaqi-

          “Saya hanya tidak sependapat pemaknaan secara harfiyah (leterleg) tentang ayat-ayat Allah di atas langit…..”
          ——————-
          1. kalo begitu, bagaimana hukum bertanya ‘dimana Allah’? bukankah pertanyaan ‘dimana’ itu menandakan bahwa org yg bertanya tsb meyakini bahwa apa yg ditanyakannya itu memiliki tempat?

          2. lantas bagaimana dengan sebagian besar org yg selalu berkata : ‘semuanya tergantung sama yg diatas’, ‘saya sih terserah sama yg diatas aja.’ dll?

          sekedar renungan,

          ”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman ! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat) mencapai jalan-jalan. (Yaitu) jalan-jalan menuju ke langit supaya aku dapat melihat Tuhan(nya) Musa, karena sesungguhnya aku mengira dia itu telah berdusta”. (Al-Mu’min : 36-37. Al-Qashash : 38)

          Imam Ibnu Khuzaimah di kitabnya ”At-Tauhid” (hal : 114-115) diantara keterangannya :”Perkataan Fir’aun (sesungguhnya aku menyangka/mengira ia termasuk dari orang-orang yang berdusta) terdapat dalil bahwa Musa telah memberitahukan kepada Fir’aun :” Bahwa Tuhannya Yang Maha Besar dan Maha Tinggi berada di tempat yang tinggi dan di atas”.

          Berkata Imam Al-Asy’ary setelah membawakan ayat di atas : ”Fir’aun telah mendustakan Musa tentang perkataannya : Sesungguhnya Allah di atas langit” (Al-Ibanah : 48).

          Imam Ad-Daarimi di kitabnya ”Raddu ‘Alal Jahmiyyah hal : 37 Setelah membawakan ayat di atas : ” Di dalam ayat ini terdapat keterangan yang sangat jelas dan dalil yang nyata, bahwa Musa telah mengajak Fir’aun mengenal Allah bahwa Ia berada di atas langit. Oleh karena itu Fir’aun memerintahkan membuat bangunan yang tinggi”

          Dari Firman Allah Subhanahu wata’ala diatas, bisa kita renungkan bahwa, jangan sampai kita seperti fir’aun yg tidak percaya bahwa Allah Subhnahu wata’ala berada diatas langit…

          wallahu ‘alam….

  19. @yusuf ibrahim, diatas langit tuh apa maksudnya? Apakah posisi zat Allah secara indrawi yg mempunyai jarak? Lalu bagaimana dgn ayat yg mengatakan Allah lebih dekat dari urat leher? Kami semua mengakui dan meyakini Allah maha tinggi dan maha besar. Apakah Anda mengira ketinggian Allah dan kebesaranNya dalam arti fisik atau indrawi? kalau ada yg mengatakan presiden lebih tinggi dari gubernur? Apa maksudnya? Kalau anda beritikad Allah diatas langit itu secara hakikat atau makna zhahirnya maka anda telah menjadikan Allah seperti mahlukNya, yaitu mempunyai keberadaan yg bisa ditentukan posisi dan letaknya, bahkan jaraknya dari kita yaitu sejauh jarak antara posisi kita sampai langit paling atas. Na’udzubillah. Saya berlindung kepada Allah dari itikad yg demikian.

    1. -dianth-

      masa’ mas dianth ga tau langit sih? pernah dengar kan kisah dialog antara Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan seorang budak wanita, Rasulullah Shallallahu allaihi wasallam bertanya ‘dimana’ Allah? yang namanya ‘dimana’, kira-kira maksudnya nanyain apa ya kalo bukan nanya tempat?

      maaf mas sebelumnya tentang ‘lebih dekat dari urat leher’, apakah maksud mas dianth jika Dzat Allah Subhanahu wata’ala berada di langit, lantas itu artinya dengan akal mas dianth bahwa Allah Subhanahu wata’ala berada di tempat yang sangat jaaauuuuhhhh sekali dari para hamba-Nya? begitu maskdunya mas?

      pertanyaan saya disini belum terjawab mas, klo mas dianth sendiri mengingkari atau tidak klo Dzat Allah Subhanahu wata’ala berada diatas langit?

    2. Alloh lebih dekat daripada urat leher bukan berarti Alloh bersatu dengan makhluq. makna kedekatan Alloh itu adalah dekatnya malaikat Alloh, yaitu pada saat sakarotul maut. telah menjadi kebiasaan kaum asy’ariyun yang membaca Alquran secara terptong dan melalaikan potongan yang lain. karena itulah mereka salah dalam memahami kandungan ayat yang sebenarnya. dan kebiasaan mereka pula mempertentangkan 2 ayat satu sama lain, padahal sebenarnya kedua ayat tersebut bisa dikompromikan.

      firman Alloh:
      “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya; (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan (seseorang) melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” [QS. Qaaf : 16-18]

      jadi Alloh lebih dekat daripada urat leher sama sekali tidak menafikan sifat ‘Ulluw (ketinggian Alloh di atas ‘Arsy). justru sifat ‘Ulluw-lah yang menafikan hulul (bersatunya Alloh dengan makhluq).

      1. apa berarti kalau nggak sakarotul maut Alloh Jauuuuuuh ?????? coba makna hadts ini bagaimana jam@Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:

        ?????? ????????? ??????? ???????? ??????????? ???????? ???????? ?????? ????????? ??????? ???????? ??????????? ???????? ?????? ?????? ???????? ??????? ?????????? ??????????

        “Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa, jika ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, maka Aku mendatanginya dalam keadaan berlari.” (Shahih Bukhari no. 6856) mohon pencerahannya

        1. terima kasih antum sudah bertanya dengan pertanyaan sangat bagus dan disampaikan dengan cara halus.

          QS Qoof 16-18 menyebutkan bahwa Alloh lebih dekat daripada urat leher. ayat tersebut menjelaskan tentang keadaan manusia ketika menghadapi sakarotul maut. telah jelas bahwa setelah Alloh berfirman “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher”, Alloh melanjutkan dengan menerangkan maksud potongan ayat itu dengan “Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri…”

          jika antum mau membuka ayat2 lain yang berkenaan dengan sakarotul maut, niscaya antum akan menemukan sinkronasi antara ayat yang satu dengan ayat yang lain. misalnya QS Al Waqi’ah 85: “Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu”. ayat ini sama dengan Qs Qoof 16-18 yang menjelaskan keadaan manusia menjelang maut dan Alloh pun menyebutkan sifat kedekatan-Nya.

          lalu apa makna kedekatan Alloh dalam QS Al Waqi’ah 85? jawabnya lagi2 adalah dekatnya malaikat, sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain tentang sakarotul maut.

          “Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami akan mewafatkannya, dan malaikat-malaikat Kami itu tidakakan melalikan kewajibannya” (QS Al An’am 61)

          ====================================

          lalu apakah ketika manusia tidak dalam keadaan sakarotul maut Alloh itu jauh dari-Nya?

          saya jawab dengan 2 cara:
          1) Tidak, karena Alloh tidak menerangkan kepada kita bahwa Dia jauh dari manusia ketika manusia itu tidak dalam keadaan sakarotul maut. begitu pula Rasulullah dan para sahabat tidak menyebutkan hal ini sama sekali (sependek pengetahuan ana, wallohu’alam)

          2) Tidak, karena makna kedekatan Alloh dalam QS Qoof 16-18 dan QS Al Waqi’ah 85 adalah dekatnya malaikat Alloh ketika manusia menghadapi sakarotul maut. jadi jika dibalik, maka malaikat Alloh-lah yang jauh dari manusia ketika manusia itu tidak dalam keadaan sakarotul maut.

          ====================================

          adapun tentang makna Hadits riwayat Al Bukhori 6856, ana kira Syarh dari Ibnu Hajar akan lebih mamuaskan antum ketimbang dari ana. namun yang jelas, hadits tersebut sama sekali tidak mengindikasikan hululiyyah Alloh dengan makhluq. kenapa demikian?

          ana bertanya kembali pada al akh mamo yang mulia, bagaimana cara kita mendekatkan diri kepada Alloh? ana akan setuju jika antum menjawab dengan cara beribadah, salah satunya adalah berdoa. maka cara Alloh mendekati kita adalah dengan mengabulkan doa kita. hal ini sama persis dengan yang Alloh jelaskan dalam firman-Nya QS Al Baqoroh 186:

          “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

          ====================================

          antum sudah bertanya dengan sangat baik. ana sangat berterima kasih atas hal itu. dan ana akan lebih berterima kasih lagi jika antum mau menyimak jawaban dari ana dengan baik pula, sebagaimana baikya antum bertanya.

          1. Imam Sufyan bin Uyainah, “Semua yang Allah Ta’ala sifatkan untuk diri-Nya dalam al-Qur-an, maka bacaannya adalah tafsirnya, tidak ada kata ‘bagaimana’ dan tidak ada tandingannya.” (Diriwayatkan oleh Imam al-Lalika-i, dalam kitab Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlus Sunnah wal Jama’ah, no. 736).

            bukankah ana masih menafsirkannya sesuai dengan bacaannya? bukankah dalam QS Qoof 16-18 antum masih bisa membaca lafadh yang menjadi tafsir dari sifat dekatnya Alloh daripada urat leher?

            Alloh yang berfirman tentang sifat dekat, Alloh sendiri yang memberikan tafsirnya.

            hal ini sangat jauh berbeda dengan metode asy’ariyun yang menafsirkan sifat Alloh dengan analogi yang tidak berdasar pada alquran dan assunnah. karena itulah, metode mereka sebenarnya tidak layak disebut tafsir atau takwil, melainkan metode tahrif.

          2. oh ya ??? itu kan menurut persangkaan nt jam@ . nt nggak sadar dilain pihak nt “mengharamkan ” ta’wil ……..ya udah kita berjalan menurut yang kita yakini masing2 lah @jam / siapapun nt . kalaupun ana teruskan diskusi ini hanya menjadi nggak baik ana jadi ingat kata2 bijak :Siapa saja yang membangun keyakinannya semata-mata berdasarkan bukti-bukti yang tampak dan argumen deduktif, maka ia membangun keyakinan dengan dasar yang tak bisa diandalkan. Karena ia akan selalu dipengaruhi oleh sangahan-sangahan balik yang konstan. Keyakinan bukan berasal dari alasan logis melainkan tercurah dari lubuk hati.

            maafkan kalau ada kata yang salah …..wassalam .

          3. saya kurang sependapat dengan tafsiran antum, karena jelas bahwa kedekatan itu adalah kedekatan Allah bukan malaikat, dan dekatnya malaikat juga tidaklah lebih dekat dari urat leher. Maka dekatnya Allah lebih dari urat leher itu manandakan bahwa Allah tidak berjarak dengan mahluknya, dan tidak bisa diukur dengan indra dan dibayangkan oleh manusia bagaimana dekatnya Allah.

      2. Alloh lebih dekat daripada urat leher bukan berarti Alloh bersatu dengan makhluq. makna kedekatan Alloh itu bukanlah dekatnya malaikat Alloh, karena malaikat Allah tidak mungkin lebih dekat daripada urat leher manusia. Maknanya bahwa Allah itu tidak bisa diukur dengan jarak karena Allah lebih dekat dari pada kita dengan diri kita sendiri, ini mengandung makna yang sangat dalam, tidak bisa dipahami dengan akal tetapi hanya bisa dipahami oleh hati nurani. Maka setiap gerak dari kehidupan kita, maka Allah lah yang menggerakkannya. Dia ada bersama kita dan dia tidak bertahta sendirian di langit, lalu segala yang terjadi otomotis terjadi dengan sendirinya seperti program komputer yang setelah di program ditinggal oleh pemogramnya, tidak demikian, Dia lah yang menggerakkannya semuanya jadi Dia lebih dekat dari segala sesuatu karena segala sesuatu Dia lah yang menciptakannya.

  20. @ Mas Baihaqi dan Mas Dianth salam kenal, saya selalu mengikuti pembelaan mas-mas terhadap aqidah Aswaja, semoga mas-mas sabar dan istiqomah dan selalu diberi karunia kesehatan agar terus mampu melaksanakan tugas mulia ini. Amin.

  21. @ Mas Baihaqi, saya sangat awam, tetapi agak lebih cocok dengan jawaban Mas mengenai pernyataan Imam Abu Hanifah, karena telah dikutip dan ditulis oleh ulama-ulama, termasuk yang sangat dekat dengan masa kehidupan Beliau dan kayanya tidak mungkin mrk bersekongkol deh. Trims mas

    1. @ Bima As Syafi,i, saya juga awam tapi saya tidak mau terima saja apa2 yg dikatakan dan didoktrinkan orang, selalu berusaha untuk mencari, menggali, dan membandingkan baik bertanya lagi ke orang lain atau melalui kitab2 ulama ASWAJA maupun dari buku2 wahabi, ternyata kitab2 ulama ASWAJA dan Kitab Tasawuf lah yang benar, sesuai dengan Qur’an dan Sunnah Nabi juga dapat menyejukkan, menentramkan hati beda dgn buku2 yg berfaham wahabi bikin bingung, kepala pening.

  22. @Abah Asra, iya betul apa yang Abah sampaikan. Saya sejak kecil dibesarkan oleh lingkungan Aswaja. Demikian juga kakak saya. Sayang kakak saya terdoktrin buku-buku dari Arab, sehingga sekarang menjadi sedikut “kurang santun” dalam hablumminannas. Saya juga hampir kebawa, akhirnya saya bertanya dan bertanya, hingga ada saran teman untuk mengikuti pengajian Guru Mulia Habibuna Munzir Al Masawa di Al Munawar setiap malam Selasa. Alhamdulillah saya lebih yakin, terlbh sejak mengenal blok Abu Salafy dan Ummati. Semoga Allah senantiasi menuntun kita.. Amin.

  23. langit ????? taunya diatas ,…kasian bumi sebelah lainnya manusia disana juga bilang diatas juga ????? padahal langit yang dimaksud dalam hadist belum tentu sama dgn yang kita maksudkan ……..kalau kita mentafsir ayat Alloh dan Hadist tanpa ilmu begini jadinya SOK TAU , tapi dikasih tau malah merasa udah lebih tau , lebih pinter, lebih ahli bahkan dari imam Mahzab , …….hanya orang sombong yang menolak kebenaran dan meremehkan sesama manusia ……….

  24. ana heran bagaimana “mereka” bisa mentafsirkan sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata , belum pernah didengar oleh telinga , belum pernah terlintas dalam pikiran manusia ………….bagi yang “merasa ” paling sunah biasanya sok tau pasti BISA dan nggak mau di sanggah ……coba para WAHABIYUN ana pengin tau solusi dari kata2 ana di atas solusinya gimana biar nggak penasaran ……..

    1. kok nggak ada yang jawab ya ????? katanya paling ngerti dalil ……sering keluar tuh dalil dalam komentar ……inilah yang ditakutkan Rosululloh “mereka membaca Al Qur`an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam, sebagaimana melesat anak panah dari busurnya” (HR Muslim)

  25. @Mas Baihaqi, untung Mas tanya tentang penulis buku tsb. Setelah tahu bahwa itu tulsian Syeh Al Bani, jadi paham. Ingat Debat Ustadz Toharo dg Buya Yahya… Di situ Ust Toharo menunjukkan buku Syeh Al Bani yang katanya Muhadis terkenal saat ini. Trims jadi tau deh …

        1. wallohi ……demi Alloh nama ana dari ortu ……berani nt sumpah nama nt asli ????? dasar orang nggak punya ahlak ……tobat bung …..

  26. @yusuf ibrahim, berarti anda berkeyakinan Allah bertempat dan berarah. Anda bisa baca penjelasan ulama-ulama asy ariyah bahwa Allah ada tanpa arah dan tempat di ummati, bisa anda download. Masalah jauh dan dekatnya Allah bukanlah dalam arti fisik atau jarak, kalau kita artikan ayat Allah diatas langit dgn Allah lebih dekat dari urat leher secara indrawi maka pastilah kontradiktif, maka Allah tidak berjarak secara indrawi, Allah tidak bertempat di langit. Makna Allah di atas langit adalah ungkapan ketinggian Allah secara maknawi, bukan indrawi, karena Allah maha tinggi, dan maha suci Allah dari sifat-sifat yg rendah. Sedangkan makna di langit adalah yg disembah di langit.

  27. coba ente sebutin ulama yg menurut ente berbobot,ane akan cari kebenaranya…ayo sekarang qtq buka tafsir ibnu katsir,atau apa aja yg ente punya…

    1. anti syiah@

      Wah, nte pasti syetan yang nerobos masuk blog ini dan menebar fitnah. Kenapa nte bisa disebut syetan, sebab nte punya nama seperti nama syetan, tidak ada nama manusia seperti nama nte!!!

    2. wah ente nggak tau ya ulama yang berbobot, mangkanya banyak-banyak belajar. Mau buka buku tafsir? he he he… ngomong n mikir aja masih payah, mau buka buku-buku tafsir lagi…. he he he jadi ingat pepatah bagai keledai membawa kitab.

  28. Wow makin keren……

    @anti syiah
    Wah nt kok sombong sekali nantangin debat. Ane punya sekitar seratusan kitab kuning tentang tasawuf dan juga hadits tp maaf ane ga meladeni debat karena sesuai amanat guru ane bahwa perdebatan soal agama itu TIDAK MEMBAWA MANFAAT KECUALI HANYA MEMANJAKAN HAWA NAFSU.

  29. Teman2 Aswaja, mungkin kita tdk perlu tanggapi Anti-Syiah, karena terkesan hanya memancing dalam air keruh. Jangan2 dia punya misi mengadu domba Sunny-Syiah

  30. Yang jelas, perdebatan dalam agama akan membawa kita jatuh dalam kemudharatan dan ke kufuran lembut yang akhirnya menghancurkan tauhid.

    Siapapun yg merasa jago debat dalam agama, sama saja dengan ahli bid’ah karena tidak ada perintah untuk berdebat dalam masalah itu kecuali dalam keadaan yang dibolehkan syariat.

    Lha orangnya aja kayak siluman/jin kok nantang debat…………..tunjukin nama aslimu wahai siluman

  31. Semakin hari semakin banyak Hantu yang mancala putra – mancala putri , ganti nama , ganti profesi masuk ke Blg ini, ikut nimbrung – biasanya anak yang masih bau kencur selalu nantangin debat , ngaji alip-alipannya aja nggak tuntas , sekarang malah nantangin jadi Imam. wassalam.

    1. He he he Mas Aldi nanya pendapat imam mazhab melulu…, yang kemarin gimana mas, udah dipahami atau belum ? kan percuma jadinya kalau udah ditulis panjang-panjang nggak paham.

    2. IMAM SYAFI’I
      Air musta’,al menurut imam Syafi’i adalah: Air sedikit, yaitu air kurang dari dua kullah dan telah digunakan untuk mengangkat hadast (wudlu atau mandi wajib) Sebenarnya masih panjang (Lihat Mughni al-Muhtaj 1/20 dan al-Muhadzab 1/805)

      IMAM ABU HANIFAH
      Lihat Al-Bada’i 1/69. Ad-Durru al-Muhtar wa-Raddu al-muhtar 1/182-186. fathu Al-Qadir 1/58 dan 61)

      IMAM AHMAD BIN HAMBAl
      Lihat Kasyaf Al-Qona’ 1/31-38 dan Al-Mugniy 1/15, 18-22 dan 124)

      IMAM MALIK juga menerangkannya mengenai air musta’mal.

      Kalau masalah tawasul kayaknya sudah banyak yang menjelaskan. Lafadz ushalli juga.
      WaAllahua’lam

  32. ah,ah siapa yg ngajakin debat…kalo mau kita cari kebenaran bedah buku….untuk yg punya kitab kuning tasawuf,bawa aja isinya sesuai dengan sunah ga(yg di ajarkan nabi muhammad)apa bener tasawuf itu ajaran nabi muhamad…apa bener imam 4 mengajarkan tasawuf…..?? kitab kuningkan bikinan ulama ASWJ,,

  33. @bima ente mau berteman dan berdampingan sama siah…ni orang goblok banget,,mana ada sunni mau berdampingan sama siah,,,,coba cam kan mas siah tu telah mengkafirkan sahabat nabi,isti nabi…liat perayaan 1 muharam di iran yg notabenya siah…liat berapa banyak ulama sunni di bantai sama siah…

    1. @anti syiah
      siapa suni yg anda maksud, kalo wahabi bukan suni cuma nga-ngaku suni sebab wahabi tauhidnya tauhid tiga (trinitas) yg menyamakan Allah dgn makhluk berbentuk dan bertempat seperti makhluk sedangkan suni tauhidnya sifat 20 yg gak pernah sama sekali menyamkan Allah dgn makhluk ciptaanNYA sendiri, juga korban pembataian wahabi terhadap ASWAJA jauh lebih banyak dan lebih sadis dan berdirinya kerajaan Saudi Arabia dibangun dengan membantai ribuan umat islam Islam Aswaja termasuk anak keturunan Nabi Muhammad SAW.

      1. abah ente sudah memfitnah wahabi….lihat sejarah berdirinya Wahabi mereka menegakan sunah dan menghilangkan kemusrikan di tanah Haram……mas makanya baca aqidah wahabi…baca kitab karya2 ibn hajar al asqolani,ibnu qoyim…tuh biasanya di pesantren ada riadul solihiin karya ibn qoyim,,,,di indonesia termasuk ASWJ memakai kitab tersebut,,

        1. kenapa fitnah…? memang kenyataan kok wahabi tauhidnya tiga, terus mengatakan bahwa kaum musyrik bertauhid rubbubiyah. Mana ada menegakkan sunnah dan menghilangkan kemusyrikan dengan memberontak dan memerangi umat islam lainnya…. kasihan amat ada dakwah yang dilakukan dengan kekerasan.

        2. kang as kitab riyadus sholihin mungkin bukan riadul solihiin, dan yang ngarangnya imam nawawi kali bukan imam inbu qoyyim. nulis nama kitab ama pengarangnya aja salah mau ngajak debat, mau ngajak bedah buku belajar dulu nulis yang bener baru ngajak debat

          1. Benar kang Rony, Riyadus Sholihin itu penulisnya yang asli Imam Nawawi, yg dipakai dan dibacakan para wahabiyun setelah shalat wajib pasti kitab Riyadus Sholihin yg udah dirubah dan dipalsu oleh ulama wahabi supaya sesuai dgn firqah wahabi.

    1. @ salafyjunior
      seharusnya ditambah wahabi no, kalo ahmadiyah sering didemo supaya dibubarkan seharusnya juga wahabi dibubarkan sebab sama2 bentukan inggris dan yahudi untuk menghancurkan umat islam silahkan donload videonya :

  34. Orang yang kata2nya kasar dan jelek tidak layak untuk diikuti ataupun diladeni, ibarat teko yg berisi air teh, keluarnya juga teh, tapi kalo berisi arak keluarnya juga arak. Dan siapapun anda meski menyamarkan identitas anda, akan tercatat sebagai kata2 anda, dan berlakulah sebagai kebaikan dan keburukan anda, siapapun anda

    1. kan… nggak nyambung kan…. mas mulya udah memberikan kata-kata yang baik, tapi jadi ngomongin filsafat dan pendeta segala….. kayaknya ente nih perlu refresing.

          1. betul sekali, nasehat harus dengan ilmu, dan berdasarkan ilmu yang saya miliki, anda perlu refresing dengan menambah wawasan dan keilmuan anda.

  35. @anti syiah, saya emang goblok ga sepintar anda yang sudah dijamin masuk syurga. Saya awam hanya mengikuti komentar anda di sini, kok terkesan mengadu domba. Saya cuma melihat kenyataan saat ini, bahwa Syiah (Iran) masih berani melawan Amerika yang nyata-nyata menzholimi muslimin. Sementara ada yang mengaku ahli tauhid begitu mesrahnya terhadap para kafir. Saya yang bodoh ingin bertanya kepada Anda, apakah semua syiah yang ada di dunia ini semuanya kafir? Bagaimana cara Anda menilainya? Atas pencerahan Anda saya sangat berterima kasih dan mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah

  36. @bima…begini mas ente baca aja kitab 4 imam mazhab,mereka berkata ‘fiqroh yg pertama kali muncul adalah khowariz yg kedua rofidoh/siah..kata ulama mereka keluar dari islam jd kalo sudah keluar dari islam berarti kafir dong…klo ente nanya,kan tuhanya sama allah nabinya sama muhammmad,ane jawab bener tetapi aqidah mereka bukan dari nabi kita muhammad saw,bahkan imam asy’safii pernah di musuhi sama dua kelompok ini,liat sejarahnya baca kitab2 aqidah 4 imam mazhab…kata siapa orang siah melawan amerika….baca secarah revolusi islam di iran..siapa di belakang pasukan sekutu selagi menyerang afganistan dan iraq,siah di belakang orang2 kafir demi menghancurkan warga sunni…lihat ulama2 saudi mereka berjihad bukan hanya omongn tapi turun di medan palestin,,,lihat di palestin di sana banyak firkoh2 yg mempunyai organisasi seferti Hamas,Hizbullah,dan banyak lagi mereka sama berperang melawan palestin tapi mereka juga sama2 menikam,hamas dan hizbullah tidak berjihad atas nama agama tapi mereka berperang demi kepentingan organisasinya….baca sejarah di suria negara sunni yg berhasil mengalahkan tentara uni sovyet..di sana banyak paedah2 yg bisa kita ambil,,di mana para ulama berperan dalam berjihad mengikuti jalan sunah

      1. Hey… Anti Syiah dan Ahmadi Al-Wahabi = kalian ini mungutin SPAM dari BLOGnya Arab Wahabi – ditempel disini – apa kalian nggak bisa cari sesuatu yang kira-kira bukan muntahan dari mulut bau mereka yang menamakan diri SYEKH ,

        Saran dari ana , sebelum kalian mengimani FATWA dari Arab Wahabi , ada baiknya ISTIKHARAH dahulukan biar kaga nyasar.

        Banyak-banyak dengerin nasihat dari para Ulama yang ada di BLOG ini , biasakan hidup teratur [ jangan ngawur ] dan segerakan kalian minta maaf sama yang terlibat diBlog ini , dan berjanji untuk tidak mengulangi jadi Scrapper { tukang pungutin muntahan }mudah-mudahan kalian diterima disisinya …wassalam.

    1. wah anda berpendapat hizbullah dan hammas berperang bukan atas nama agama? anda tentu berpendapat demikian karena mengikuti pendapat syekh-syekh wahabi yang kebakaran jenggot karena dikritik dan dianggap tidak membantu palestina serta tidak mendukung berjihad dengan israel, lalu jadinya menuduh hammas dan hizbullah. Aneh ada orang menganggap anti terhadap organisasi padahal itu hanya sarana. Kalau bicara tentang demi organisasi dan kelompok, maka lihatlah kelompok wahabi, yang berdakwah berdasarkan fanatisme dan kepentingan golongannya dan bukan demi islam.

    2. kenapa sibuk mikirin negara ??????? hai wahabiyun pikirin tuh amal ibadah nt pertanggungan jawab pribadi masing2 diakherat kelak ………bertobatlah sebelum terlambat ……….

  37. anti syiah :
    @bima…begini mas ente baca aja kitab 4 imam mazhab,mereka berkata ‘fiqroh yg pertama kali muncul adalah khowariz yg kedua rofidoh/siah..kata ulama mereka keluar dari islam jd kalo sudah keluar dari islam berarti kafir dong…klo ente nanya,kan tuhanya sama allah nabinya sama muhammmad,ane jawab bener tetapi aqidah mereka bukan dari nabi kita muhammad saw,bahkan imam asy’safii pernah di musuhi sama dua kelompok ini,liat sejarahnya baca kitab2 aqidah 4 imam mazhab…kata siapa orang siah melawan amerika….baca secarah revolusi islam di iran..siapa di belakang pasukan sekutu selagi menyerang afganistan dan iraq,siah di belakang orang2 kafir demi menghancurkan warga sunni…lihat ulama2 saudi mereka berjihad bukan hanya omongn tapi turun di medan palestin,,,lihat di palestin di sana banyak firkoh2 yg mempunyai organisasi seferti Hamas,Hizbullah,dan banyak lagi mereka sama berperang melawan israel tapi mereka juga sama2 menikam,hamas dan hizbullah tidak berjihad atas nama agama tapi mereka berperang demi kepentingan organisasinya….baca sejarah di suria negara sunni yg berhasil mengalahkan tentara uni sovyet..di sana banyak paedah2 yg bisa kita ambil,,di mana para ulama berperan dalam berjihad mengikuti jalan sunah

  38. antisyiah@maaf mas,jng terlalu bersemangat,ntar dikhawatirkan tulisannya ada yg keliru.mas ahmadi alwahaby,kok cuma setuju2 terus sih,bagaimana kalau kita bikin ‘aswaji’nyaingan aswaja,singkatan dari anak muda salafywahabi sejati.setuju tdk? Kepalang tanggung disebutin salafywahabi mulu.Alhamdulillah ana tinggal tdk jauh dari rodja,dulu ana ga peduli,sekarang mulai ikut kajiannya dng bimbingan ust.badru,dan jamaahnya makin membludak,membuktikan bahwa masyarakat sdh banyak mengenal dakwah salaf ini.mereka sdh tdk takut disebut wahaby,karena sdh tau hakekat siapa wahabi itu,tiada lain hanyalah fitnah belaka.

  39. salafy junior saya setuju sama anda… saya juga kenal sma radio roja’.. n sering dengerin kajian ust. firanda, MA…
    anda benar sekali.. n saya juga bangga sekali dibikang wahabi…
    jadi kita kerja sama tuk membantah komentar-komentar yang menyeleweng..
    owh ya.. mungkin anda juga kenal sama ust. arifin badri… dia ustad alumni pesantren yang ana sekarang lagi di pesantren trsbt,,,,,

      1. wkwkwkwk momo ente harus introfeksi dong…aqidah yg ente amalkan sanadnya soheh ga dari nabi….kaya tahlilan sama tasawuf coba ente telaah

      2. -mamo-

        jika berbicara soal sanad guru sampai ke Rasulullah Shallallahu alahi wasallam atau tidak, lantas bagaimana dengan orang yg mengambil ‘ilmu’ dari org macam ‘abusalafy’, apakah dia memiliki sanad guru sampai ke Rasulullah Shallallahu alahi wasallam?
        karena sejauh yg saya tau, jangankan memiliki sanad guru sampai ke Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, wujud, identitas dan asal usul-nya saja masih belum jelas siapa dia….

        wallahu ‘alam….

        1. Mas Yusuf, tidak perlu mempermasalahkan abu salafy, banyak kok ulama-ulama ahlussunah yang lain yang jelas orangnya dan sanadnya. Di Indonesia ini mayoritas ulama adalah ulama ahlussunah, jadi silahkan bertanya dan berdiskusi dengan mereka.

          1. -dianth-

            ngga mas, saya hanya bertanya saja koq kpd orang2 yg selalu membangga-banggakan soal sanad sampai ke Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam atau tidak….
            jgn sampai berbeda antara ucapan dengan perbuatan, disatu sisi selalu ‘menyerang’ orang yg tidak punya sanad sampai ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam, namun disisi lain mengambil ‘ilmu’ dari org yg tidak punya sanad sampai ke Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi wasalam, bahkan tidak jelas identitasnya macam ‘abusalafy’ tsb…

            wallahu ‘alam…

        2. kok jadi abu salafy him ?????? ya jelas bangga dong dgn guru bersanad sampai ke rosul him karena keakuratan dalam ilmu agamanya nggak diragukan bukan ngambil guru dari membaca di perpustakaan ….bisa2 dituntun aqidahnya oleh syetan him naudzubillah ….

          1. -mamo-

            jangan sampai kita termasuk org yg selalu mendeskriditkan org yg tidak punya sanad sampai ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam, tapi kita sendiri mengambil ‘ilmu’ dari orang macam ‘abusalafy’ yg jangankan memiliki sanad sammpai ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam, identitasnya saja tidak jelas siapa dia….

            jangan sampai kita termasuk org yg antara perkataan dengan perbuatan berbeda…

            renungkanlah wahai makhluk yg memiliki hati dan akal….

            wallahu ‘alam…..

        1. Mas ahmadi, ilmu-ilmu islam ini dijaga oleh Allah melalui ulama pewaris nabi. Ulama pewaris nabi itu adalah ulama yang bersanad kepada ulama salaf hingga Rasulullah, demikianlah Allah menjaga agama ini. menuduh habib dan ulama mengaku-ngaku adalah ucapan yang buruk. Begitu jelekkah ulama zaman sekarang ini sehingga mereka mesti berdusta dan berbohong tentang sanad keilmuannya? ini tidak masuk akal, bagaimana mungkin para ulama berbohong tentang sanad, sedangkan mereka adalah orang yang dituntut agar amanah dan menjadi teladan. Apalagi ulama yang habib, Nabi telah bersabda “kutinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian teguh dengannya maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan keturananku ahli baitku” Shahih tarmidzi.

          1. Habib2 itu diragukan sanad sampai ke Rosul, biarlah itu pendapat ahmadi al wahabi.
            sedangkan Ahmadi Al Wahabi, sesuai namanya sampailah sanadnya ke ibnu abdul wahab dedengkot wahabi, melalui dinasti Al Saud sampai juga ke Muwawiyah yang yahudi. ente boleh bangga dengan nama dan sanad ente.

  40. All aswaja mari kita lanjut menegakkan yang hak dan menghancurkan yang batil. Sesungguhnya yang batil itu pasti akan lenyap. Alhamdullilah, agama ini tidak pernah sepi dari para ulama yang berakidah yang hak yang mengakkan hujah-hujahnya melawan kebatilan yang berkedok salaf namun ibarat panggang jauh dari api, maka Alhamdulillah, Allah beserta orang-orang yang berjuang demi tegaknya kalimat tauhid, yang berjuang demi Allah, menolong agama Allah.

      1. he he he.. siapa sih loe berani menilai ulama mengajarkan kebid’ahan ? anda tau apa nggak sih bid’ah itu apa ? saya beri tahu nih biar terbuka sedikit matanya. Setiap ucapan dan tulisan ulama itu harus kita timbang dengan Al Qur an dan sunnah, maka kita ketahui semua ulama islam tidak ada yang maksum, maka wajar ada kesalahan ulama dalam berijtihad dan hal itu berlaku buat seluruh ulama, apalagi ulama wahabi. Sekarang siapakah yang bisa menilai kebid’ahan ulama secara mutlak ? sedangkan prasangka bid’ah yang disandarkan kepada seorang ulama bisa juga salah. Maka tidak ada seorangpun ulama besar yang sembarangan menuduh ulama lain mengajarkan bid’ah. Alhamdulillah, sesungguhnya ulama yang tersalah melakukan ijtihad tetaplah mendapatkan pahala. Dari komentar anda ini saya bisa menilai derajat ilmu ulama-ulama yang anda ikuti. Maka ucapan anda jelas menunjukkan betapa buruknya bidah yang telah diajarkan kepada anda. Inalillah…

  41. @Mas Dian trims atas berbagai komentarnya yang mencerahkan. Insya Allah teman-temas aswaja istiqomah dan mendukung.

    1. Mas Bima, semoga kita semua ditunjukkan oleh Allah jalan yang lurus dan di akhir hayat kita wafat dengan khusnul khotimah dalam akidah yang hak. Amiin.

  42. -bima-

    “Saya cuma melihat kenyataan saat ini, bahwa Syiah (Iran) masih berani melawan Amerika yang nyata-nyata menzholimi muslimin…..”
    ———————————————
    -apakah mungkin Amerika dan sekutunya Israel menyerang Iran, padahal di Iran sendiri penduduk yahudi masih banyak tersebar disana?

    -negara mana yg penduduk yahudinya terbesar setelah tel aviv (Israel)? Amerika? Inggris? bukan ! tapi Iran mas..

    -mungkinkah Amerika dan Israel menyerang Iran, sedangkan sinagog (tempat peribadatan org yahudi) ‘berceceran’ disana? sedangkan masjid sunni tidak banyak jumlahnya?

    -mungkinkah Amerika dan Israel menyerang Iran, sedangkan penduduk yahudi disana hidup dengan tentram, bahkan memiliki perwakilan di parlemen pemerintahan Iran?

    -Saddam Hussain (Iraq) yg baru di duga memiliki senjata pemusnah masal saja sudah ‘habis’ oleh Amerika, tp kenapa Iran yg sudah jelas2 memiliki sejata (program) nuklir di diamkan saja oleh Amerika? tanya kenapa?

    -keesimpulannya, jika melihat kenyataan diatas, apakah ‘perlawanan’ dan ‘pembangkangan’ yg dilakukan Iran thd Amerika itu benar adanya atau hanya ‘sandiwara’ belaka?…..

    wallahu ‘alam…..

  43. rosullullah bersabda’kelak umatku akan tepecah belah menjadi 73 golongan,1 yg surga ahli sunah..buqhori/muslim
    rosullullah juga bersabda ‘jika umatku menemukan perpecahan kembalilah sama alquran dan sunah’buqhori/muslim
    jadi jelas umat ini akan terpecah maka segeralah kembali ke yang hak dan tinggalkan yg batil…insya allah klo umat islam sudah bersatu tegak di jalan sunah pastilah yahudi akan kalang kabut…liat sejarah islam ketika yahudi mendengar umar bin khotob,kholid bin walid,saad bin abi waqqas dan masih banyak lg….gemeteran orang yahuddi kenapa karena aqidah mereka tegak di atas sunnah

      1. bodohnya kalian saya berjalan di atas sunah saya berhujah di atas sunah,kutipan di atas salah satu bukti akidah saya,saya mengambil dari ulama sunah…bukan ahli sunah waljamaah…inget di atas sunah..

  44. Demikianlah, mereka/ sebagian mereka berilmu namun kurang berahlak,..mereka/salah satu dari mereka menyamakan kelembutan seorang muslim dengan seorang pendeta…masya Allah, padahal muslim dan nasrani memiliki batas yg tegas. Bukan kah ahlus sunnah bersikap mencontoh nabi Muhammad SAW, dimana beliau bersikap penuh kasihsayang terhadap sesama muslim dan tegas terhadap orang kafir…. Janganlah dulu bangga terhadap ilmu yang dimiliki dengan mengumbar sebutan ahli bid’ah terhadap lawan debat anda, karena bisa jadi sebutan itu akan berpulang kediri anda….na’udzubillah mindzaalik . Dan perdebatan bukan hanya sekarang, sebelumnya dan mungkin selanjutnya akan terus terjadi,..maka hati2 lah dalam menukilkan pendapat ulama, apalagi menukilkan hadits…afwan

  45. Siapa yang meragukan sanad ulama masa kini sampai Rosul, ah itu ilmunya masih dangkal dan kurang luas wawasannya tentang ISLAM.
    Masih ga percaya……silahkan saja tetapi realitasnya hingga kini masih ada.

  46. @aAdmin dan all Aswaja, alhamdulillah saya dapat tambahan ilmu setelah mengikuti Ummati. Apalagi stelah mendapat vedeo Buya Yayha yang dilink di Ummati. Kalau saja video tersebut bisa lebih luas beredar di masyarakat, mungkin akan lebih mencerahkan bg masyarakat, karena sebagian masyarakat ada yang belum bisa akses ke internet. Saya terkesan sekali dengan hujan Buya Yahya yang sama sekali tidak bisa dibantah oleh pihak menantangnya ….

  47. rony :kang as kitab riyadus sholihin mungkin bukan riadul solihiin, dan yang ngarangnya imam nawawi kali bukan imam inbu qoyyim. nulis nama kitab ama pengarangnya aja salah mau ngajak debat, mau ngajak bedah buku belajar dulu nulis yang bener baru ngajak debat

    Di forum sebelah si Dufal ude KO (Skak Mat) ijinkan hamba mampir dimariii..

    Woooooy yg ngaku anti syiah, tuh jawab dulu komen si rony. Ko’ bisa yeh ente nulis dg pede-nye Riyadul solihin (huruf shad entu gak bise jd Alif Lam Qomariah, tp Syamsyiah) yg bener Riyadus-Sholihin. Dan pengarangnye bukan Imam Ibnu Qoyyim tapi Imam Nawawi….Nah lho pegimane bise tuh bang, ape sale ketik atawe emang JAHILUN….??????

    Mangkanye Bang, kite tuh diajarin Tasawuf biar tawadhu’ kagak grasak-grusuk maen nyalah-nyalahin orang laen….

    NB : tampilin alamat enete dimari (tp fakta yeh jgn kyk si Dufal ngasih almt PALSUUU…). Qt AMPROKAN AJE DEH BANG……….

    Semoga aku dan kalian dalam keluhuran……

  48. lihat dialog buya yahya dengan zaenal abidin lc…..dalam acara silaturahmi MUI….buya mengeluarkan hujah2 dari imam asy syafii,ngomongnya…setelah itu hujah2nya dusta tidak ada di kitab asy,syafii.hujanya terbongkar oleh zaenal abidin..
    dalilnya bener fenafsiranya salah..buya menafsirkan dalil melalui akalnya bukan dengan dalil lagi….
    misalnya 1 ayat quran di tafsirkan dengan ayat quran yg lain,klo gaada di tafsirkan dengan hadist/sunah…eh si buya menafsirkan quran ko dengan akalnya kaya JIL(islam liberal)

    1. ass…
      @ anti syiah
      bisakah anda memberikan video/link dialog buya yahya dengan zaenal abidin lc…????
      terimakasih…
      wss.wr.wb.

  49. Ketahuilah sesungguhnya di antara prinsip Ahlussunnah wal jama’ah adalah menyakini bahwa mengghibahi saudara sesama muslim itu hukumnya harom, tetapi tidaklah mutlak, ada ghibah yang diperbolehkan diantaranya;
    1. Menyebutkan keadaan orang yang zholim.
    2. Menyebutkan identitas seseorang.
    3. untuk memperingatkan manusia dari kejahatan seseorang (tahdzir)
    4. Orang muslim yang berbuat maksiat secara terang – terangan.
    5. orang yang meminta fatwa dan.
    6. Orang yang meminta pertolongan untuk menghilangkan kejahatan.
    Maka 6 orang golongan diatas tersebut boleh dighibahi, sedangkan asal hukum ghibah adalah harom dan termasuk dosa besar karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

  50. “ Hai orang – orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), karena sebagian purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Hujurot:12)

  51. Demikian juga ahlussunah meyakini wajibnya menghinakan tokoh penyesat (ahli bid’ah) dan harom memuji dan memulyakannya,prinsip ini berdasarkan dalil shohih yaitu firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala :

    “Hai Nabi , berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Jahanam, dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya”.(QS. At Taubah:73)

  52. “Sesungguhnya orang orang yang menentang Alloh dan Rosul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata, dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan”.(QS.Mujadilah:5)

    Hadits shohih yaitu sabda Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

    Al madinah itu negeri harom,barang siapa yang berbuat bid’ah di dalamnya atau membela kebid’ahan maka dia dilaknat Alloh, Malaikat dan seluruh manusia”.(HR.Muslim)

  53. @AS
    Kenapa anda jahil kepada sesama muslim yg lain dengan tuduhan2 yag jahat?

    Biarpun nt teriak paling benar sendiri, toh keputusan akhir pada Alloh swt bukan?

    Apa anda sudah merasa paling aman dari ancaman dan siksaNya kelak?

    Apa kalau nt membaca Al Qur’An mengenai Bani Israel anda merasa paling mukmin sehingga tidak merasa bahwa ayat tersebut sebenarnya juga menyindir sikap ke Yahudian yg tidak terasa oleh yg membacanya?

    Bukankan Nabi bersabda: Demi Alloh, aku tidak takut kesyirikan menimpa kalian, yang aku takutkan kalian bersekutu demi duniawi, (BUKHORI)

    Bukankah sekarang sudah terbukti banyak umat Islam lebih mencintai harta duniawi dan bakhil terhadap sesamanya?

  54. @mbah ente memakai dalil untuk menasehati…seharusnya introfeksi dulu sebelum menghujas sama dalil apakah ente termasuk orang2 yg angkuh/keras kepala lihat aqidah ente ga jauh berbeda sama yahudi atau nasrani
    1.perayaan maulid,,sama dengan aqidahnya orang2 nasrani
    2.perayaan haul(ulang tahun kematian)
    padahal rosullullah mengajarjan islam untuk menyelisihi agama wahyu sebelumnya,,eh malahan orang ASWJ menyerupai yahudi dan nasrani….
    di islam cuman ada dua hari besar idul adha dan idul fitri…

    1. ente kenapa bisa mengatakan akidah kami sama dengan Yahudi atau nasrani ? betapa berat ucapan ente ini. Apakah ente tidak tahu arti akidah, bukankah akidah itu adalah pokok-pokok keimanan? betapa aneh, ada orang mempersamakan akidah seorang muslim dengan akidah Yahudi dan nasrani. Apa ente tidak takut murka Allah kepada ente? Apakah ente tidak tahu bahwa peringatan maulid bukanlah hari raya, dan sebagian besar umat islam melaksanakannya dengan berbagai cara / sarana sesuai syariat dan tidak mempermasalahkan orang-orang yang tidak memperingatinya. Kenapa juga ente mempermasalahkan haul yang merupakan peringatan kematian dan upaya mengingat kembali teladan tokoh-tokoh utama, mereka semua mempunyai dasar dalam melaksanakannya, anda bisa saja tidak setuju dan menganggapnya bid ah, tetapi tidak ada hak anda menyesatkan mereka yang melakukannnya apalagi menyamakannya dengan akidah nasrani dan yahudi.

      1. sesuai syareaat anda bilang…begitu bodohnya ente…syareat datangnya dari rosullullah pembawa dinul islam..apakah perayaan maulid di contohkan oleh nabi muhammad,,kalo seandanya emeng bagus mungkin paara sahabat,tabiin,tabiut tabiin pastilah mereka melaksanakanya…dasar hukum apa yg ente lakukan dalil mana yg mengatakan di perbolehkanya peringatan haul..ulama sunah tidak melakukanya begitupun imam 4 mazhab..
        Bahwa tak seorangpun di antara kita boleh menentang sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun dg perkataan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali / dg perkataan siapa saja selain mereka. Karena Allah Ta’ala berfirman:

        1. Anda bodoh tapi tidak sadar.saya tidak perlu berdebat anda tentang masalah ini, sudah banyak perdebatan tentang masalah ini, tinggal anda pilih. Sekarang masalahnya pilihan orang lain juga bukanlah pilihan tanpa dasar, oleh karena itu tidak ada hak anda menyesatkan dan mengatakan orang yang berbeda dengan anda sebagai sesat dan berakidah bukan islam. pikiran ente di atas bodoh, mungkin lebih tepat dikatakan bahlol.

          1. ente bilang bukan berdasarkan dalil….tapi hawa nafsu…tinggal tunjukan aja dalil yg shoheh tentang maulidan/haul apa susahnya

          2. Anda katakan saya bicara tanpa dalil dan hawa nafsu ? coba anda pikir lagi dengan jernih jalau anda memang punya akal sehat dan hati nurani yang baik …. apakah menyamakan akidah kaum muslimin dengan dengan nasrani dan yahudi anda dengan dalil atau hawa nafsu ? masalah dalil sahih bisa anda lihat di artikel di situs ini tentang maulid, sudah sering dibahas bung… ente kemana aja?

          3. Oh iya, jangan lupa lho, ibn Taimiyyah, syeh panutan ente itu juga maulidan lho…

            ini bukan fitnah lho… fakta…fakta…

        2. iya jelas dong maulid sudah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasul.

          Ingat di dalam majelis maulid, itu mencakup hal-hal berikut:
          1. Berkumpulnya kaum muslimin untuk bersilaturahim dan berta’aruf. Hal ini ada dalil shohih di Al Quran dan Hadits.
          2. Pembacaan ayat Al Quran. Hal ini ada dalil shohih dari Al Quran dan Hadits.
          3. Membaca dan mendengarkan shiroh perjalanan hidup Rasulullah shollallaah ‘alaih wa sallam dari lahir sampai wafat beliau. Hal ini ada dalil shohih dari Al Quran dan Hadits.
          4. Taushiyah dari orang yang alim untuk saling berwasiat yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran. Hal ini ada dalil dari Al Quran dan Hadits.
          5. Pembacaan do’a. Hal ini juga ada dalil dari Al Quran dan Hadits.

          Manakah dari amalan diatas yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadits???

        3. ente mengatakan: “Bahwa tak seorangpun di antara kita boleh menentang sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun dg perkataan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali ”

          Itu betul, karena memang mereka semua radhiyallaahu ‘anhum tidak pernah menentang semua perintah Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang dijaga oleh Allah, jadi buat apa mempertentangkan pendapat mereka dengan Rasulullah? karena pendapat mereka tidak ada satupun yang bertentangan dengan Rasulullah…

          1. begitu dangkalnya pola pikir ente…yg anda sebutin itu dalil khusus,bukan dalil umum….yg ane tanya para sahabat melakukan perayaan maulidan ga…lihat sejarah munculnya perayaan maulidan jauh dari jaman para sahabat……

      2. siapa yg bilah hari raya..nampak sekali kebodohanya,ane bilang hari raya islam ada 2 idul adha,idul fitri maka setiap hari besar harus di peringati itu perintah rosullullah hadist soheh,adapun cara memperingatinya jg berbeda dengan orang yahudi sama nasrani sesuai dengan sunah rosul…sedangkan peringatan maulid atau haul datang nya dari siapa yg pasti bukan dari nabi..lihat dan perhatikan peringatan maulid dan haul tampak seperti peringatan hari2 raya yahudi dan nasrani,,,padahal nabi sudah menyempurnakan agama ini..eh malahan di bikin lagi syareat baru dengan alasan baik atau apalah…padahal nabi sendiri tidak mengajarkan..seolah olah ente telah menuduh nabi mengajarjan islam belom sempurna,karena kalian telah membuat syareat baru dari ulama kalian..

        1. “lihat dan perhatikan peringatan maulid dan haul tampak seperti peringatan hari2 raya yahudi dan nasrani” apanya yang sama ? ente katanya bicara dengan dalil… tapi anda menilai dengan penilaian subjektif dan prasangka buruk. Bukankah sesuatu itu ditimbang dengan syariah ? bukan dengan prasangka buruk dan kebodohan. Lucu sekali, adakah sebuah sarana untuk mengenang dan menceritakan kembali sejarah nabi untuk diteladani dikatakan sebuah syareat baru ? ini perkataan yang prematur dan seenaknya.

          1. mas lihat acara maulidan….seorang laki2 dan perempuan yg bukan mahromnya masa bercampur..dengan menegakan sunah kita meneladani nabi muhammad..misalkan nabi menyuruh berjenggot untuk menyelisihi orang mazusi.dengan mengamalkan jenggot apa yg kita dapa,pastilah pahala dari allah..karena perintah rosull,,sekarang dengan maulidan apa yg di dapat’pahala’pahala dari mana yg ada berharap mendapatkan pahala,karena maulidan datangnya bukan dari rosull…

          2. wkwkwk,
            wah belum pernah ikutan maulidan neh ky nya,…
            ibu2 ya kaum ibu2 terpisah,bapak2ke yo kaum bapak,…pie toh…sing ora terpisah iku anak2 sm ortu nya begitu,lanjut boss..

          3. ente bilang syariah….apa bener rasulullah merayakan maulidan,apa bener rasulullah mencontohkan perayaan haul para nabi2 sebelumnya….syaret datangnya dari allah melalui rasulnya….apakah semua itu di contohkan/diajarkan oleh rasulullah
            di alquran sudah jelas,agama ini sudah sempurna….

          4. Ringkas cerita, orang2 penganut agama wahabi seperti antisyiah memang membenci Nabi Muhammad SAW tapi sangat memulikan muhammad ibnu abdul wahab sbg nabi penganut agama wahabi, ringkas cerita pula orang wahabi seperti antisyiah memang bukan umat Muhammad SAW tapi umat muhamad bedul wahab pencipta agama wahabi dan maulid ibnu bedul wahab diperingati 7 hari 7 malam di arab saudi sana.

          5. ente sudah memfitnah dan menghina ulama sunah….karena kebodohan ente,ente termasuk orang2 jahil…ciri2 orang pendusta membuat cerita2 bohong….

          6. @ antisyiah
            lho memang kenyataan dari koment2 ente disini anda membid’ah dan mensyirikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW apa kalo kami memperingati hari lahirnya Nabi berarti kami menyembah Nabi padahal diacara itu kami bershalawat kepada beliau SAW, membaca Al Qur’an dan berdoa memohon kepada ALLAH SWT serta mendengarkan tusyiah tentang sejarah hidup beliu dalam menegakkan Agama Allah apa semua itu syirik. Ibnu abdul awahab bukan ulama sunah tapi ulama wahabi keblinger yg keulamaannya dibentuk oleh inggris dan yahudi dalam membuat agama wahabi yg tujuannya memecah belah umai Islam.

          7. ente niat baik…tapinya ente sendiri yg keblinger…coba ente cam kan klo emang maulidan baik pastilah akan di laksanakan oleh para sahabat,tabiin,dan tabiut tabiin..mas ibadah itu bukan di lihat dari segi baiknya tapi dalil.

          8. cotoh..kisah abu basroh saking semangat nya untuk mengikuti berjamaah lalu ia tergesah2…niatnya baik biar ga ketinggalan,tapi rasul menegurnya.lain kali jangan kau lakukan seperti tadi..nah jadi jelas kan baca kitab al umm,,

  55. Bahwa tak seorangpun di antara kita boleh menentang sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun dg perkataan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali / dg perkataan siapa saja selain mereka. Karena Allah Ta’ala berfirman:

    “Artinya: Maka hendaklah orang-orang yg menyalahi perintahnya (Rasul) takut akan ditimpa fitnah / ditimpa adzab yg pedih”. (An-Nuur: 63).

    1. @ antisyiah
      apa kalo memperingati maulid nabi berarti menentang sabda nabi, nabi aja berpuasa hari senin ketika ditanya kenapa ? jawab beliau karena senin adalah hari kelahiranku berati nabi memperingati hari lahirnya alias maulidnya.

  56. Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Tahukah anda, apakah yg dimaksud dg fitnah?. Fitnah, yaitu syirik. Boleh jadi apabila menolak sebagian sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan terjadi pd hatinya suatu kesesatan, akhirnya akan binasa”.

    Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Hampir saja kalian dilempar batu dari atas langit. Kukatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tapi kalian menentangnya dg ucapan Abu Bakar & Umar”.

  57. Sungguh aneh bin ajaib, ada seseorang yang mengatakan bahwa kita telah menolak dan menentang sabda nabi karena hal-hal khilafiyah dan perbedaan pendapat untuk masalah ijtihad, lihatlah bahwa ucapannya kembali kepada dirinya yang menentang sabda nabi bahwa kita tidak boleh menyakiti sesama muslim dengan tuduhan yang seenaknya, lihatlah bagaimana ada orang yang membuat kriteria sesat dan bidah serta menentang sabda nabi menurut pemahamannya sendiri. Maka semua yang dibicarakannya tentang kesesatan dan kebidahan tidak lain adalah tentang dirinya sendiri.

  58. Eeit dah, nih orang merakbal bener. Eh anti syiah, kalo mo tereak2 sesat disono tuh blognye orang2 syiah jgn dimari. Lagian yg ente pinta soal dalil MAULID NABI SAW itu ude banyak dijelasin di berbagai literatur dan artikel yg membahas hal tsb. Trus kalo hari gene ente masing nanye mane dalilnye…??? kemane aje ente…??? Kalo dijelasin dimari, kyknye percume bang. Soalnye ente pasti berkelit lagi pake dalil ente (copas dr artikel Sa-Wah). Mending ane ketemu lgs sm ente enti ane bawain dalilnye bang…..pegimane tawaran ane (jg cm berani tereak2 di dunia maya)

  59. Mau tanya dikit nih, mas yg katanya antisyiah dari orang yg awam: “apakah anda akan menuduh imam syafi’i sesat karena membagi bid’ah menjadi dua, sedangkan hadits mengatakan semua bid’ah sesat, apakah sayidina umar bin khatab ra sesat karena menganjurkan untuk membukukan al qur’an padahal tidak ada perintah dari rosul saw, mengapakah bisa, terjadi perbedaan pemahaman dari imam mazhab terhadap sesuatu mas’alah padahal mereka termasuk para salafushalih yg hidup pada masa berdekatan dan sama2 beristimbat dg qur’an dan sunnah, apakah yg satu akan benar dan dan lainya akan sesat, atau mereka semuanya benar?..segitu dulu pertanyaan saya yg awam ini,..mohon maaf

    1. coba sebutkan kalo emang betul imam asy’safii membagi bidah menjadi dua..bidah hasanah dan bidah dolalah….di kitab apa no berapa..

      1. Coba sebutkan kalau emang betul imam asy-syafi’i tidak membagi bidah menjadi dua…bidah hasanah dan bidah dolalah…di kitab apa no berapa..

        1. bodoh kali kau ini..
          imam syafii hanya menyebutkan bidah,,setiap bidah adalah sesat..
          imam syafii mengambil dari hadist soheh
          Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Barangsiapa yg mengadakan hal yg baru (beruntuk yg baru) di dalam urusan kami ini yg bukan dari urusan tersebut, maka peruntukan di tolak (tdk diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Arti : Barangsiapa yg beruntuk suatu amalan yg bukan didasarkan urusan kami, maka peruntukan di tolak”.

          1. pintar sekali kau ini…
            coba sebutkan di bagian mana kitab beliau itu mencantumkan pernyataan seperti itu???

          2. Di idalam kitab tafsir Imam Qurtubi juz. 2 halaman 86-87 mengatakan: “ Imam Syafi’i berkata, bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau ber- dalil dengan ucapan Umar bin Khattab ra mengenai shalat tarawih: ‘inilah sebaik-baik bid’ah’ “. Selanjutnya Al-Hafidh Muhammad bin Ahmad Al-Qurtubiy rahimahullah berkata: “Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafi’i), maka kukatakan (Imam Qurtubi berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yg berbunyi: ‘seburuk buruk permasalahan adalah hal yg baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah’ (wa syarrul umuuri muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal-hal yang tidak sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw., atau perbuatan Sahabat radhiyallahu ‘anhum, sungguh telah di perjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya: ‘Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barang siapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosa dan dosa orang yg mengikutinya’ (Shahih Muslim hadits no.1017–red) dan hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal. 87)

  60. anti syiah@ pegimane tawaran ane….??? kite ketemuan aje, nti ane bawain dalilnyeeee….??? ente pan minte dalil…buruan kasih alamat ente (yg valid) jgn kyk si Dufal yg tukang boong ngasih alamat PALSU….

    KU TUNGGU JAWABANMU (kalo emang ente orang laki…)

      1. anti syiah@, dalilnye nanti ane tumplekin di depan muke ente yg ujub. makanye kasih alamat ente yg valid, enti ane samperin ke rume ente. Baru kenal virus Wahabi aje, sombongnye naudzubilleee….

  61. penulisan alquran bukanlah bidah..
    Benarkah para sahabat generasi yang terbaik dalam umat ini melakukan bid’ah secara syar’i?sebagai mana yang sering kita dengar bahwa pengumpulan al-qur’an pada zaman Abu Bakar dan pembukuan Al-Quran pada zaman utsman radhiyallahu ‘anhuma adalah bid’ah hasanah. padahal mereka para sahabat yang mulia tersebut tentulah sangat mengerti makna dari

    pengertian bid’ah yang sebenarnya? Ataukah mreka para sahabat telah menyelisihi sabda rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: ”kullu bid’atin dhalalah”?.
    Allahu musta’an,wallahu a’lam bishawab.

    Kita perhatikan Firman allah ta’ala berikut ini: ?? ????? ???? ?????? ‘Dan atas kamilah mengumpulkan Al-Quran (didalam dadamu) dan membacanya’(Al-Qiyamah:17)

    berdasarkan keumuman lafadz ayat yang mulia ini,maka terdapat isyarat dianjurkannya mengumpulkan Al-Quran-apakah dengan cara menghafalnya ataupun membukukanya.dan kita ketahui bahwa jika ada dalil yang menunjukan disyareatkanya sesuatu berarti hal tersebut bukanlah bid’ah.Apalagi jika dari kalangan para sahabat sendiripun mengerjakannya dan menyepakatinya.Kalau ada yang berkata: ‘Lalu kenapa dizaman Rasulullah pada waktu itu Al-Quran tidak dibukukan? Jawabnya adalah:’dizaman Rasulullah masih ada pencegah/penghalang untuk dibukukannya karena Al-Quran pada zaman itu masih turun secara berangsur-angsur,dan terkadang Allah menghapus ayat yang dikendakinya dan menggantinya dengan yang dikehendakinya pula.Oleh karna itu setelah Rasulullah meninggal maka mereka para sahabat baru mengumpulka dan membukukannya disebabkan karna agama ini telah sempurna dan wahyu telah terputus.dan dikarnakan pula sebab-sebab yang lain sehingga terjadi pada zaman Abu Bakar-Utsman Radhiyallahu anhuma.Dan perlu kita ketahui bahwa ulama pada zaman pengumpulan dan pembukuan Al-Quran ini adalah para sahabat nabi dan diantara mereka telah sepakat dan tidak ada perselisihan tentang permasalahan ini,dan ijma ulama adalah salah satu hujjah di dalam islam,berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    ”Sesungguhnya Allah ta’ala telah melindungi umatku untuk bersepakat diatas kesesatan”(HR:Ibnu Abi Ashim dari Annas ain Malik dan di hasankan oleh Al-albani dalam shahihul jami’(Lihat kitab Ushul Bida’-karangan Ali Al-Halabi,232).
    Wallahu a’lam bish-shawab.

  62. @anti syiah: ya sudah, kalo menurut ente semua bidah tidak perlu dikecualikan, dan semua bidah sesat, muke ente bidah tuh…. babe emak elu bidah juga tuh… semua amalan ente dari bangun tidur sampe tidur lagi full bidah lho… gaya tidur ente apakah sudah sama dengan cara tidurnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam? Apakah cara makan ente sudah seperti yang dikehendaki Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam? Apakah ente berani jamin sholat ente sudah sama persis dengan bagaimana Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam sholat?
    Ente baca Al Quran yang ada syakalnya khan? itu bidah lho… Sebaiknya ente baca Al Quran yg tanpa syakal…

    Syeh al-albani itu juga bidah lho… jaman Nabi ngga ada tuh syeh al-Albani, kenapa ente ikuti?

    dan bahkan Tulisan ente tentang penjelasan bidah diatas juga bidah lho… karena di zaman Nabi ngga ada tuh tulisan kayak gitu… dan Nabi ngga memerintahkan ente menulis kayak gitu…

  63. @ajam nampak sekali kebodohan ente…ente harus paham dulu dong pengertian bidah menurut syari…
    Peruntukan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukum haram, krn yg ada dalam dien itu ialah tauqifi (tdk bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Barangsiapa yg mengadakan hal yg baru (beruntuk yg baru) di dalam urusan kami ini yg bukan dari urusan tersebut, maka peruntukan di tolak (tdk diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Arti : Barangsiapa yg beruntuk suatu amalan yg bukan didasarkan urusan kami, maka peruntukan di tolak”.
    imam syafii berkata di dalam kitab al um
    pengertian bidah:suatu amalan yg diada adakan(amalan baru) yg menyerupai syariat(tata cara ibadah) yg mengharapkan pahala dari allah maka ia telah berbuat bidah,setiap bidah adalah sesat.
    makanya mas pahami duli arti bidah..

    1. mana nih tulisan imam asy-syafii di kitab al-umm yg ente sebutkan terjemahannya itu?
      jilid berapa ya? halaman berapa ya? ane yakin, ente pasti belum pernah nyentuh itu kitab al-umm… iya khan? ane yakin ente cuman copas dari situs tetangga 😀

        1. oh ya? wah berarti ente orang pinter dong… ane salut deh.. SMU udah khatam baca semua 11 juz/jilid al-Umm yang total tebalnya ribuan halaman 😀

          mana nih tulisan imam asy-syafii di kitab al-umm yg ente sebutkan terjemahannya itu?
          jilid berapa ya? halaman berapa ya?

  64. Bid’ah adalah segala sesuatu yang menyelisihi al Qur’an dan as Sunnah atau menyelisihi kesepakatan ulama salaf baik berupa keyakinan ataupun ibadah.” (Majmu’ Al Fatawa, 18/346).

        1. Hmmm ente melontarkan kalimat “bacot”….

          apakah pernah Rasulullah mendidikmu untuk mengucapkan hal demikian?

          ingat sabda Rasulullah:

          ???? ???? ????? ????? ???????

          Apakah ente sudah mengikuti sunnah beliau ini?

  65. lihat perkataan ibnu tamiya dalam kitabnya Majmu’ Al Fatawa,,ulama ini menyampaikan sabda rosullullah…apa hal seperti itu di bilang bidah…sungguh bodohnya ente

    1. @ antisyiah gak usah membangga-banggakan kitab tulisan ibnu tai-miyah, ibnu abdul wahab, bin baz, albani. itu semua kitab faham wahabi gak enak dibaca tapi bikin bingung dan pening kepala malah menjadi tolol lain kalo baca kitab2 tulisan ulama2 ASWAJA yg asli yg belum direkayasa dan di palsukan oleh ulama2 wahabi, membuat sejuk, mencerahkan, menentramkan menambah kuat iman. kitab imam syafei dll dari Ulama ASWAJA yg anda kutib adalah kitab yg palsu yg isinya udah dirubah sesuai dgn faham wahabi laknatullah.

      1. nampak dangkal keilmuan ente ente memfitnah ulama sunah
        baca dong kitabb mereka conto
        ibn tamiya dalam kitabnya banyak mengambil dari imam ahmad
        albani dalam kitabnya mengambil dari imam malik dan ahmad
        bin baz dalam kitabnya mengambil dari imam syafii,hanafi,ahmad
        salah satu contoh ulama sunah tidak taaqlid kepada para imam mazhab………
        klo ente mengikuti mazhab imam syafii beramalah sesuai apa yg di ajarkan imam syafii….

        1. Gak masalah kalo ulama wahabi kebanggaan ente menukil dari imam 4 mazhab sepanjang yg dikutip dan diterjemahkan sesuai aslinya tapi kenyataan kitab2 Imam Syafe’i. Imam Nawawi dan kitab 4 mazhab isinyanya udah amburadul gak sesuai dgn aslinya tapi sesuai dgn faham sesat wahabi yg tujuannya untuk mencari pengikut. itu semua udah tersebar di toko2 buku Gramedia kalo ente mau mendapatkan yg asli di toko buku Online Al Barokah linknya ada di blog ini atau ke toko buku milik para habaib, ente bisa memperbadingkan yg asli dgn yg palsu.

          1. @abah azra

            Ya jangan gitu dong abah….
            Kalau kita menghina ulama pujaan mereka, nanti mereka ganti menghina ulama kita lho.

  66. hmmm ente itu kitab Majmu’ Fatawa penulisannya ngga ada perintah dari Nabi dan Nabi ngga mencontohkan. Bukankah seluruh isi Majmu’ Fatawa itu membahas soal ad-Dien. Dan tentu saja hal ini adalah bid’ah di bidang agama…

  67. Pengertian bid’ah yang seperti ini: “Bid’ah adalah segala sesuatu yang menyelisihi al Qur’an dan as Sunnah atau menyelisihi kesepakatan ulama salaf baik berupa keyakinan ataupun ibadah.” (Majmu’ Al Fatawa, 18/346).

    Itu juga bidah yang dibuat oleh ibn Taimiyyah. Karena Rasulullah tidak memberikan penjelasan bid’ah seperti itu.

    1. Karena setahu ane, pengertian bidah yang murni dari Rasulullah adalah berikut:

      ?????????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ?????????

      kemudian hadits ini:
      ???? ???????? ????? ????????? ????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????

      kemudian hadits ini:
      ???? ???????? ????? ????? ??????? ???? ?????? ?????????? ????? ??????? ???? ????? ???????? ??????????? ??????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????????? ??????? ??????????? ?????????????? ??????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????????? ???? ????????

      kemudian Rasulullah memperjelas lagi pengertian bidah seperti ini:
      ?????? ????????? ???????? ????????? ??? ???????? ????? ???????????? ????? ???????? ?????? ?????? ???? ?????? ????? ??? ???????? ?????? ???? ????????? ???????? ???????
      Malah justru Rasulullah menjelaskan kalau bidah itu ada dua macam, yaitu bidah dholalah dan bidah yang tidak dholalah.

      Ngga ada tuh dari sekian hadits diatas yang mafhumnya seperti yang disebutkan ibn Taimiyyyah…

      (maaf ngga perlu ane terjemahkan hadits diatas, karena ane yakin ente orang pinter)

      1. demi allah ente berdusta atas nama nabi muhammad…..di kata mana kutipan di atas yg mengatakan rasulullah menjelaskan kalo bidah itu ada dua…
        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Barangsiapa yg mengadakan hal yg baru (beruntuk yg baru) di dalam urusan kami ini yg bukan dari urusan tersebut, maka peruntukan di tolak (tdk diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Arti : Barangsiapa yg beruntuk suatu amalan yg bukan didasarkan urusan kami, maka peruntukan di tolak”.

          1. katanya orang pinter? sudah pernah baca banyak kitab-kitab ulama’… masak sih ngga tahu hadits itu???? apa belum sampai hadits tersebut kepada ente? atau mungkin hadits tersebut disembunyikan oleh ustad ente…

          2. Badiiu’ as-samaawaati wal ardli
            “Artinya : Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah : 117]

            Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.

            Juga firman Allah.

            Qul maa kuntu bid’an min ar-rusuli
            “Artinya : Katakanlah : ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”. [Al-Ahqaf : 9].

            Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.

            Dan dikatakan juga : “Fulan mengada-adakan bid’ah”, maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya.

    2. begitu dangkalnya ilmu ente….dalam kitab Majmu’ Al Fatawa,adalah fatwa ibn Taimiyyah di sana di jelaskan darimana sumber iztihad nya…hadist2 lengkap bisa di rekomendasikan,,contonya beliau mengambil dari hadist bukhory/muslim
      klo ente penuntut ilmu pelajarilah dan buktikan kebenaranya….

      1. tapi tetep saja penulisan Kitab Majmu’ Fatawa itu bidah di bidang agama…meskipun isinya hasil ijtihad ibn Taimiyyah….karena Nabi tidak memerintah menuliskan hasil ijtihad.

        1. ener orang ini termasuk jahil dan bodoh…….sekarang ane balikin meng adzani mayat mau di kubur apa perbuatan ini hasil pengkiasan ulama anda,kenapa anda amalkan..padahal pengkiasan yg ga jelas dasar hukumya….
          dasar hukum islam
          1.alquran
          2.sunah/hadist
          3.iztihad(berdasarkan alquran/hadist)
          4.kias(berdasarkan alquran/hadist)
          untuk masalah penulisan,kembalilagi kepada arti bidah itu sendiri
          bidah:uatu amalan yg diada adakan(amalan baru) yg menyerupai syariat(tata cara ibadah) yg mengharapkan pahala dari allah maka ia telah berbuat bidah,setiap bidah adalah sesat.

          1. mana hadits/pernyataan Rasulullah mengenai bidah yang maknanya seperti ente sebutin: “bidah:uatu amalan yg diada adakan(amalan baru) yg menyerupai syariat(tata cara ibadah) yg mengharapkan pahala dari allah maka ia telah berbuat bidah,setiap bidah adalah sesat.”

          1. ente ga ngerti ye apa itu syareat….syareat tu tata cara beribadah kepada allah swt,,yg telah di ajarkan nabinya..seperti sholat,puasa,jakat dan masih banyak lagi..

          2. yang memberikan definisi syareat seperti yg ente sebutkan itu siapa?
            Sebutin dong haditsnya disini….

          3. Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].

          4. “Artinya : Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan kami maka amalannya tertolak”.

            Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan tertolak.

            Artinya bahwa bid’ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.

  68. Maaf, maksud saya umar ra berdialog dg abu bakar ra untuk mengumpulkan seluruh tulisan alqur,an dan dijadikan satu mushof,…dan riwayat imam syafii membagi bid’ah menjadi dua, menurut keterangan diriwayatkan albaihaqi dalam manaqib asy syafii j 1 h 469 dg sanad yang shohih..dan dalam riwayat lain dituturkan al hafidz ibnu hajar dalam fath al bari nya…

  69. Ibnu Hajar Al ‘Asqalani dalam fath bari mengatakan
    pengertian bidah ada dua
    1.pengertian secara lugowiah
    2.pengertian seecara istilah/syar’i

      1. ente kan seorang penuntut ilmu baca aja karya bnu Hajar Al ‘Asqalani ‘fath bari’
        masa ga punya..baca dong,,,klo ga di tafsir ibnu katsir..

  70. melengkapi komen abah asra tanggal 26 April 2011 pukul 8:25 pm | #186
    Balas | Kutip

    …. ringkas cerita pula orang wahabi seperti antisyiah memang bukan umat Muhammad SAW tapi umat muhamad bedul wahab pencipta agama wahabi dan maulid ibnu bedul wahab diperingati 7 hari 7 malam di arab saudi sana….

    nih linknya :

    diskusi silakan dilanjut……..

  71. Mas-mas n abang-abang Ummatiers, Ngadepin orang kayak si anti syiah nih buang waktu buang umur. Lha bocah baru kenal ajaran Wahabi aje ude sok ngadu argumen ame ustadz2 dimari, gak level bang. Mo tau buktinye kalo die baru belajar agama, nih ane kasih bocorannye :

    1 – Dalam hal penulisan kata/kalimat die sering salah, contonye : Ridul solihin > harusnye RIYADUS SHOLIHIN, Iztihad > harusnye IJTIHAD, kias > harusnye QIYAS, jakat > harusnye ZAKAT. Dalam Tata Bahasa Arab, berbeda huruf berarti berbeda makna/arti.
    2 – Di artikel sebelah, die sebutin pengarang kitab Riyadus Sholihin itu Ibnu Qoyyim, SALAH FATAL seharusnye Imam Nawawi.
    3 – Ketika dikasih dalil (Qur’an/Hadits), die kagak mo terime alias ngelak dari kebenaran. Saat ditanye balik penjelasan detilnye, jawabannye malah lari kepermasalahan yg laen (kadang muter2 gak jelassss…). Seperti ngaku2 ude mempelajari Al-Umm sejak SMA, tp ketika ditanye balik Juz dan Halaman yg die kutip, gak bise jawab, malah ngutip Majmu Al-fatawa….???
    4 – Ciri yg paling jelas dari Wahabi yg masing JUNIOR (BARU LAHIR) adalah seputar nanye ttg DALIL MAULID, TAHLIL, ZIKIR, TASAWUF…DE..EL..EL….

    Nah orang model begini percume ditimpalin dimari, mangkanye ane tantangin buat OFFLINE aje lgs ketemuan getoohh, eeehhh ATUUUUUT dieeee… kagak beda ame si DUFAL…..fal Dufal kemane ente, bantuin nih temen ente kesian nyasar dimarii…

  72. bang nur..ente udah ada dalil tentang tasawuf,,,katanya mau di tamplokin…
    tamplokin lah di sini kalo ente tau…
    ente kan punya tu kitab RIYADUS SHOLIHIN…coba baca aja….

  73. Tauhid atau peng-esaan kepada Allah di dalam Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma’ wa Shifat. Jadi, Tauhid merupakan kajian ilmu ‘aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya. Maka, dari itulah ilmu ini disebut ilmu Tauhid secara umum menurut Ulama sunah…berdasarkan imam 4 mazhab

    1. wah ngarang lagi nih, mana buktinya klo imam madzhab yang 4, menjelaskan tauhid seperti yang disebutkan oleh Anda, kitabnya apa, jilid brp, juz brp, hal brp?

      1. mas baca aja sendiri….salah satu dari karya imam 4….jangan asal komen dong belajar jg engga ko berani komen seperti itu…

  74. anti syiah :
    bang nur..ente udah ada dalil tentang tasawuf,,,katanya mau di tamplokin…
    tamplokin lah di sini kalo ente tau…
    ente kan punya tu kitab RIYADUS SHOLIHIN…coba baca aja….

    eit dah nih bocah bader bener, klarifikasi dulu tong komentar ane : pengarang Riyadus Sholihin Ibnu Qoyyim ape Imam Nawawi…??? entu salah ketik ape salah yg ngetik…???

    Kan ane dah bilang DALILNYE enti ane templokin di MUKE ENTE YG BID’AH kalo ente ude berani kasih alamat rume ente yg valid. Ane gak mo ONLINE bedebat ame ente, ane maunye OFFLINE ame ente, masing KURANG JELAS JUGE….???

  75. he he he, maaf deh mas, ko sewot sih mas, saya kan nanya, di kitab yang mana? klo ada kan tinggal jawab aja.klo dijawab kan, mungkin saya bisa cross check di perpusatakaan islam Iman jama di depan terminal Lebak Bulus, kebetulan saya kerja di dekat daerah situ. Ayo mas, klo punya ilmu jangan disembunyikan aja lho….

  76. He he he makin seru dan rame.

    Kesimpulan dan pemikiran yg keluar dari akal tergantung dari data yang masuk. Semakin lengkap data yang masuk maka kesimpulan yang keluar juga makin bagus.

  77. nah mas AS, klo saya sih percaya dengan fatwa Ulama Al-Azhar ttng kekeliruan pembagian Tauhid seperti yang mas AS sebutkan tadi. lebih lengkapnya silakan baca
    Makanya klo mas punya literatur yang mendukung pendapat mas AS mengenai tauhid pernah dikemukakan dalam kitab para imam mujtahid, mohon kiranya berbagi, di kitab apa?

  78. Kayaknya si anti syiah ini memori akalnya sudah penuh dengan doktrin wahabi deh, makanya sudah ga muat lagi untuk di kasih data yg lebih valid lagi. Kalau sudah begini, ya percuma diladeni. Kan kayak robot Let. Commander Data pada film Star Trek.
    Namanya aja robot, jadi ga punya hati dan wajahnya pucat pasi.

  79. Hha,,tasawuf dia bilang bid’ah,,giliran ditanya pembagian tauhid yg 3 dia diem.
    Cari di kitab madzhab manapun ampe mati g bakalan ketemu,,kecuali di kitab madzhab sesat salafi-wahabi (pendirinya aja bukan Imam,,emang pantes y dbilang madzhab??)

    lanjut bang..

  80. ALL ASWAJA mudah2 NII yang dianggap sesat jadi awal pembersihan paham2 islam di Indonesia yang menyimpang dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi SaaW…..Amiiin.

  81. Kalau kaum sal-wah mau buka hati sedikit aja, sebenarnya imam 4 madzab itu sufi sejati tetapi beliau tidak memperlihatkan karya tasawuf karena tugas utama beliau adalah seorang mujtahid hukum Islam. Namun secara personal, beliau mengamalkan amalan tasawuf. Kalau mereka ga percaya ya terserah. Tanya aja langsung kepada Allah swt kalau mereka mampu…..

  82. Imam Al-Ghazali r.a. telah menggariskan sepuluh sifat Mahmudah / terpuji di dalam kitab Arbain Fi Usuluddin yaitu :
    1) Taubat .
    2) Khauf ( Takut )
    3) Zuhud
    4) Sabar.
    5) Syukur.
    6) Ikhlas.
    7) Tawakkal.
    8) Mahabbah ( Kasih Sayang )
    9) Redha.
    10) Zikrul Maut ( Mengingati Mati )
    5. Dan Imam Al-Ghazali juga telah menggariskan sepuluh sifat Mazmumah / tercela / sifat keji di dalam kitab tersebut iaitu :
    1) Banyak Makan
    2) Banyak bercakap(bicara).
    3) Marah.
    4) Hasad.
    5) Bakhil.
    6) Cinta akan kemegahan.
    7) Cinta akan dunia .
    8) Bangga Diri.
    9) Ujub ( Bangga Diri ).
    10) Riya’ ( Pamer ).
    kayaknya @ AS termasuk golongan mana ya teman2 ASWAJA, kayakny 10 yg terakhir ya???

  83. Imam Al-Ghazali r.a. telah menggariskan sepuluh sifat Mahmudah / terpuji di dalam kitab Arbain Fi Usuluddin yaitu :
    1) Taubat .
    2) Khauf ( Takut )
    3) Zuhud
    4) Sabar.
    5) Syukur.
    6) Ikhlas.
    7) Tawakkal.
    8) Mahabbah ( Kasih Sayang )
    9) Redha.
    10) Zikrul Maut ( Mengingati Mati )
    5. Dan Imam Al-Ghazali juga telah menggariskan sepuluh sifat Mazmumah / tercela / sifat keji di dalam kitab tersebut iaitu :
    1) Banyak Makan
    2) Banyak bercakap(bicara).
    3) Marah.
    4) Hasad.
    5) Bakhil.
    6) Cinta akan kemegahan.
    7) Cinta akan dunia .
    8) Bangga Diri.
    9) Ujub ( ).
    10) Riya’ ( Pamer ).
    kayaknya @ AS termasuk golongan mana ya teman2 ASWAJA, kayakny 10 yg terakhir ya???

  84. @ferry ASWAJA

    Tentu saja @AS ga bakal bisa menggapai sifat mahmudah kalo cuman ngandalin pada kajian kitab wahabi doang he he he he.
    Pada umumnya kalau sekedar mengandalkan mengkaji kitab, apalagi kitab wahabi hasilnya cuman kaku, keras kepala dan ngeyel merasa benar sendiri

  85. Imam at Thobary menyebutkan orang yang tidak percaya diatas langit adalah kafir……apakah Imam Thobary wahaby…..hemmmmm habib itu perlu belajar banyak tentang Allah…………………………sebab sekalipun habib masih jauh dari Nabi

  86. Zulkarnain Elmadury@

    Di atas sudah di bahas panjang lebar, Nte keyinggalan dan hanya mengais sisa-sisanya, he he he….

    1. @abu ihsan

      Nt tuh nama aja pake ihsan tp ucapan nt sama sekali tidak mencerminkan nama nt. Sebenarnya nt itu sholat ndah sih…..

      Soalnya oramh itu kalau sholatnya bener ga bakal ngomong penuh kemungkaran

  87. abu ihsan@

    Nte gak bisa koment karena gak ada ilmu. Sudah nyimak aja kalau gak punya ilmu, nanti bisa cuma maki-maki doang.

  88. ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai “Ahlussufah” atau para penghuni teras masjid. Salah satu Ahlussufah yang juga sahabat Nabi yang terkenal adalah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu…

    Abu Hurairah berkata, “Aku pernah menyertai Rasulullah saw masuk ke rumahnya, lalu beliau mendapatkan susu dalam mangkuk. Kemudian beliau berkata, Wahai Aba Harr (Abu Hurairah), temuilah ahlussuffah untuk menemuiku. Maka aku pun mendatangi mereka dan menyampaikan untuk menemui Rasulullah saw.

    Mereka pun datang dan masuk ke rumah beliau dan minum susu bersama” (HR.Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw sangat memperhatikan orang-orang fakir atau dhuafa yang berada di sekitarnya. Sebab ahlussufah adalah kaum fakir dari kalangan muhajirin yang menetap di serambi masjid Nabawi karena tak punya tempat tinggal di Madinah. Dikarenakan kondisinya yang fakir dan dhuafa, maka kebutuhan makan dan minum serta pakaiannya berasal dari Rasulullah saw…

    jumlah mereka -+ 400 orang pada saat itu 🙂 setiap pagi hingga petang merekabanyak berdzikir mengharap ridho allah ta’ala.Thaha a.baqi surur dalam karyannya “SYAKHSHIYAH ASH SHUFIYAH” menjelaskan bahwa :”ahlu suffah adalah sekelompok kaum muhajirin. & anshar yang miskin harta yang sangat cinta kepada allah. Mereka tidak disibukkan dengan urusan dunia sedikitpun. Hati mereka penuh dengan sinarpetinjuk allahm rasulullah shalallahu’alaihi wasallam telah membangunkan mereka sebuah tempat tinggal di belakang masjidnya di madinah. Di tempat itu mereka menghabiskan seluruh kesempatan untuk bertasbih, menyembah allah dengan gejolak rindu yang menggebu”

    Ahli tashauf yang pertama-tama dalam Islam, adalah mereka disebut“( AHLUSSUFAH ) , yaitu orang2 Muhajirin yg tinggal diserambi masjid nabawi..

  89. Ada sebuah situs salafi wahabi juga yang menjelaskan siapakah firanda…bagi yg berguru kepada firanda silahkan di baca di link.. .

    ini dia dalamnya..

    Membongkar Syubhat Rifqan Ala Firanda Nandurjana

    Posted by tukpencarialhaq pada April 1, 2011

    NASEHAT ASY-SYAIKH AL-ALLAMAH AHMAD AN-NAJMY RAHIMAHULLAH TERHADAP ASY-SYAIKH AL-ABBAD HAFIZHAHULLAH TENTANG KITAB “RIFQAN AHLAS SUNNAH BI AHLIS SUNNAH”
    Bingkisan indah teruntuk Ahlussunnah wahai para ikhwah… lucutilah tipumuslihat renyah si firandah & sururiyyah

    new1a

    Makar apa sesungguhnya yang dimaukan oleh Hizbiyyin Sururiyyin Ikhwaniyyin Quthbiyyin Takfiriyyin dengan mengacung-acungkan kitab rifqan kepada Ahlus Sunnah? Layakkah bagi Ahlus Sunnah menerima uluran tangan sururiyyin untuk LERAI PERTIKAIAN SUDAHI PERMUSUHAN dengan saling rifqan atau berkasih sayang sebagaimana Surury Irsyadi rifqan dengan Ikhwani, Quthbi, Takfiri, Khariji???

    Nukilan…

    Kepada: Asy-Syaikh Al-Fadhil Al-Allamah Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad Al-Badr yang mulia;

    ?????? ????? ????? ???? ???????

    Wa ba’du:

    Saudaraku; saya telah mendapat telepon darimu pada malam Kamis bertepatan 10 Jumadil Ula 1424 H, ketika itu engkau menegur saya dan engkau mengatakan bahwa engkau mendapatkan percakapan yang menceritakan percakapan yang lain, dan bahwasanya saya telah mengatakan kepada penanya bahwa; tidak ada yang menyebarkan kitab yang merupakan karyamu, yaitu “Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah” kecuali seorang mubtadi’.

    Saya katakan: Ilah-mu (Allah) mengetahui bahwa saya tidak memvonismu sebagai mubtadi’ dan saya juga tidak bermaksud memvonismu sebagai mubtadi’, karena sungguh saya menganggapmu termasuk Ahlus Sunnah yang berjihad dalam menyebarkan As-Sunnah. Tetapi saya menganggap usahamu menulis kitab ini menyakiti Ahlus Sunnah yang engkau masih senantiasa menyebarkan As-Sunnah dan mengajarkannya kepada manusia sejak dahulu, walaupun saya yakin pasti engkau tidak bermaksud untuk bersikap buruk kepada As-Sunnah.

    Tetapi anggapanmu -menurut saya- yaitu ingin mendamaikan dua pihak: yaitu pihak yang terlalu semangat yang dengan semangatnya keluar dari sikap pertengahan dan pihak yang bersikap pertengahan, dan Allah yang lebih mengetahui. Hanya saja engkau telah berbuat buruk dengan tulisanmu berupa kitab ini yang nampak ingin menggembosi Salafiyyun agar tidak mencela ahlul bid’ah dan tidak mengkritik mereka…

    Selengkapnya klik:

    Catatan:

    Ternyata Abdullah Taslim mengakui tahu betapa parahnya kebobrokan Ihya’ (lebih dari bukti-bukti yang telah ditunjukkan Syaikh Abdullah Bukhari kepadanya)!

    Namun demikian para Doktor dan Master ini sepakat untuk menjadi setan bisu alias sepakat tidak mentahdzir Ihya’!

    Siapakah Abdullah Taslim?

    Apakah Yazid Jawaz seorang Ulama Salaf?

    Firanda mengebiri permasalahan inti kenapa mereka dituduh Sururi:

    Sekali lagi, Firanda mengebiri permasalahan inti, kejahatan manhaj Turatsi:

    So…jangan mudah dikibuli oleh pranata licik CALDOK ini, dibenaknya hanya masalah DANA Ihya’ yang bergelayutan. wal’iyadzubillah. Fakta Mendustakan Firanda.

    Bagi para Ikhwah yang ingin mendengarkan nasehat singkat, lugas dan mantap Al Ustadz Muhammad As-Sewed ketika ditanya mengenai “radionya Firanda” (Rodja) silakan klik:

    Pembahasan lain terkait kehizbiyahan Rodja dan jaringan Sururinya silakan donlot:

    1. waduh datang lagi nih seorang provokator. Pejuang kemerdekaan, Kyai besar, Ulama pendiri NU, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, semoga Allah SWT senantiasa menerangi alam kuburnya dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya.
      Kami, keluarga NU dan Aswaja tidak akan mudah terprovokasi.
      Dari komentarnya, tercermin deh bagaimana sikap keseharian @kreyip ???

  90. Walah2…..sesama muslim kok saling menghujat. Yang penting punya keteguhan sendiri2. Mau dipaksakan juga nggak akan bisa. Daripada debat yang nggak ada jalan keluarnya..mendingan untuk hal2 yang positif saja. Pegang dalil masing2 nanti kalo sudah mati..silakan pertanggung jawabkan dengan dalil itu…Masak sesama muslim berkata kasar,,bukankah hal demikian tidak dicontohkan oleh Nabi….SESAMA MUSLIM ADALAH SAUDARA

    Allah bersemayam diatas ‘Arsy

  91. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam (Al-A’raaf: 54)

  92. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus : 3)

  93. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (Huud : 11)

  94. al-Qur’an bs ditafsirkan oleh ahmadiyah , wahabi bahkan yahudi tapi g percaya dengan tafsiran ulama NU. namanya juga ulama pewaris Rosulullah

  95. Ping-balik: reverse mortgage for seniors

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker