Inspirasional

Bukti Orisinalitas Al Quran Keluar dari Mulut Anak Ajaib di Negeri Iran

Anak Ajaib dari Negeri Syiah yang Menjadi Bukti Orisinalitas Al Quran

Doktor Sayyid Muhammad Husein Thabataba. Anak termuda yang hafal seluruh Al Quran, penerjemah Al Quran termuda dan pelajar Hauzah Ilmiah Qom yang paling belia.

Dia adalah anak pertama yang mampu menyampaikan semua keinginan dan percakapannya sehari-hari dengan menggunakan ayat-ayat suci apanAl Quran. Anak pertama yang berhasil menghafal seluruh Al Quran dengan metode isyarat. Anak pertama yang bisa dengan mudah menghubungkan satu ayat dengan lainnya dan menafsirkan ayat Al Quran dengan cara itu. Anak pertama yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama dari negeri Iran yang berhasil memperoleh titel Doktor kehormatan dari salah satu universitas Inggris di usianya yang ketujuh tahun.

Pertemuan dan Pengujian

Suasana dalam ruangan itu mendadak hening dan para syaikh, hafidz, mufassir & jamaah lainnya menahan pembicaraan. Perhatian mereka tertuju pada sosok bocah yang sedang duduk bersila dengan tenang dihadapan mereka tatapan matanya yang bulat & jernih menyapu ratusan hadirin yang berjubel dan wajahnya yang polos tampak berseri dan memancarkan kharisma yang kuat dan senyumnya tipis membuat gemas siapapun yang memandang.

Bocah itu bukan bocah biasa sejak beberapa tahun terakhir menjadi buah bibir kaum muslimin Iran … Dalam usianya yang masih balita (5 thn) ia sudah hafal Al Quran beserta maknanya. Bahkan dalam kesehariannya ia berbicara dengan bahasa Al Quran.

Namanya Muhammad Husein bin Thoba Thoba. Di depan namanya ada kata Sayyid. Itu artinya ia termasuk salah satu Zurriyat Rasulullah dan orangorang menjuluki The Amazing Child : Si Bocah Ajaib ….

Duduk di sampingnya adalah sang Ayah Sayyid Thoba Thoba sedang berbicara. Seperti saudara-saudara ketahui anak saya telah hafal Al Quran di usia balita lengkap dengan terjemahannya. Kami mengajarkan Al Quran sejak ia berumur 2 tahun 4 bulan sebagian kami sendiri yang mengajarkannya dan sebagian yang lain ..dia menguasai sendiri .. misalnya berbicara dengan bahasa Al Quran. Alhamdulillah dia bisa dengan sendirinya ..

BACA :  Inilah Radio Ahlussunnah Waljamaah

Ia selalu berbicara dengan bahasa Al Quran baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Jika dibacakan sebuah kalimat dari Al Quran ia mampu menjelaskan bahwa kalimat itu ada dalam surah ini ayat sekian juz sekian dan berada di halaman sekian ..

Ia juga hafal tulisan yang berada di awal halaman dan 5 halaman berikutnya. Bahkan ia hafal kalimat atau ayat-ayat yang serupa secara lafadz dan maknanya. Allahu Akbar. Sekarang …  saudara dapat bertanya langsung kepadanya tentang suatu ayat dan tanyakan itu surah apa ayat berapa dan di juz berapa. Atau bacakan kepadanya suatu terjemahan ayat lalu minta kepadanya untuk menyebutkan ayatnya atau menanyakan suatu tema dalam Al Quran. Insya Alloh ia dapat menjelaskannya.

Seorang jamaah langsung mengangkat tangannya tanpa dipersilahkan lebih lanjut ia bertanya dengan membaca sebuah ayat lantas sang ayah membacakan kembali ayat tersebut kepada Husein, … Wa atainahul hukma shabiyya … ayat ini di surat apa? tanya sang ayah, dengan spontan Husein menjawab: Surah Maryam, Juz berapa? Juz ke 16, terletak dihalaman berapa dalam surah Maryam? Dihalaman pertama. Apa arti ayat tsb? Dan kami telah anugerahkan hukum kepadanya ketika masih dalam gendongan.

Ahsantum! Bagus ! kata sang ayah. Sekarang bacalah beberapa ayat, setelahnya perintah sang ayah. Maka si bocah meneruskannya hingga 3 surah selanjutnya .. untaian firman Allah itu mengalir lancar dari bibirnya, suaranya jernih, lafadznya fasih, hadirin menahan nafasnya.
Sang ayah kembali bertanya: Dalam Al Quran terdapat ayat yang menyebutkan bahwa Nabi Isa yg masih bayi berdialog dengan umat seperti orang dewasa. Nah ayat ini ada di surah apa? Di surah Ali Imron Juz ke 3. Sebutkan ayatnya kata sang ayah, Sayyid Husein membacanya dgn lancar dilanjutkan dengan artinya.

BACA :  Sembuhkan Virus Wahabi Dengan Memahami At Tark Secara Benar
banner gif 160 600 b - Bukti Orisinalitas Al Quran Keluar dari Mulut Anak Ajaib di Negeri Iran

Lalu Sayyid Thoba Thoba kembali memuji putranya: Bagus, semoga Alloh memberkatimu.

Sementara itu seorang guru membacakan surah Al Quran yang kemudian dibacakan kembali oleh sang ayah … Wakhfidh lahuma janahadz dzulli … ayat itu ada di surah apa? tanya sang ayah. Tanpa berfikir panjang Sayyid Husein menjawab Al Isro’, Juz berapa? Ke 15, Dihalaman berapa? Ke 3. Sekarang ucapkan artinya … Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil (Al Isro:24).

Ayat-ayat berikutnya pinta sang ayah lagi. Lagi-lagi dengan suaranya yang jernih, ia membacakan surah Al Isro hingga 2 ayat berikutnya. Hadirin mulai tidak tenang mereka terus menerus mengucapkan lafadz takjub … Masya Allooooh …

Pertanyaan tak berhenti sampai disitu, hadirin semakin penasaran seseorang yang tampaknya sengaja datang dari jauh sengaja datang hanya untuk melihat keajaiban itu. Ia bertanya berdasarkan ayat Al Quran yang ia buka secara acak.

Wahai Sayyid, surah apakah yang saya bacakan ini. Tsumma qila lahum aina ma kuntum tusyrikun? Az Zumar kata sayyid Husein sambil tersenyum, Juz berapa? Ke 24, Di halaman berapa dalam Az Zumar? 8. Apa arti kata Zumaro? Berbondong-Bondong. Bacalah kembali ayat tadi & lanjutkan dgn ayat berikutnya. Dengan lancar Sayyid Husein membaca ayat tersebut dan semua orang terpana.

Sosok bocah ini seakan bersinar menerangi hati kaum muslimin yang hadir, ia memancarkan kharisma dan kewibawaan yang membuat orang lain mencintai dia.
Diantara hadirin ada yang menitikkan air mata karena haru ada pula yang sibuk membolak balik Al Quran untuk mencocokkan apa yg diucapkan si bocah.

Kembali seorang jamaah yang ahli computer bertanya: Di dalam Al Quran terdapat angka 3, 4, 5 dan 6, nah surat apa dan ayat berapa itu? Seperti komputer canggih tanpa berfikir lagi Sayyid Husein menjawab yang artinya: Nanti (ada orang yg akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah 3 orang , yang ke 4 adalah anjingnya dan mengatakan (jumlah mereka) adalah 5 orang, yang ke 6 adalah anjingnya. (Al Kahfi : 22).

BACA :  Berkat Peran NU, Indonesia Mampu Redam Perekrutan ISIS

Mendengar jawaban Sayyid Husein …..hadirin serentak melafadzkan: Masya Alloh … Lahawla wala kuwata illa billah …

Betapa tidak, seorang pakar komputer sekalipun perlu beberapa waktu untuk menemukan ayat tersebut paling tidak beberapa menit tapi Sayyid Husein dapat langsung menjawabnya.

Jamaah yang tadi seakan tidak puas. Ia kembali bertanya: Apakah ada ayat lain yg menyebutkan angka selain 3, 4, 5, 6? Setelah beberapa detik Sayyid Husein menjawab: Dengan 5000 malaikat yg memakai tanda, itu surah Ali Imron ayat 125. Adakah angka yang lebih dari itu? Seperti 100.000 bahkan di atasnya? Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih, itu surah As Shoffat: 147… Masya Alloh … teriak jamaah berbarengan.

Di sela-sela dialog tsb Sayyid Thoba Thoba bercerita bagaimana Al Quran sangat mewarnai tingkah polah putranya tersebut. Seseorang pernah bercerita kepada kami bahwa dirinya memohon doa darinya dan dijawabnya dengan membaca ayat: Saufa Astagfiru Lakum Robbi, kemudian orang itu menyinggung masalah taufiq dan dijawabnya : Wa ma taufiqi illa billah alaihi tawakaltu wa ilaihi unibu. Kemudian beberapa minggu lalu ..Al Haj Ali seorang hafidz datang bertamu ke rumah kami untuk bertemu dan menguji kemampuannya. Di akhir pertemuan itu .. beliau mengajaknya untuk menghadiri sebuah acara, beliau bertanya: Apakah kamu mau menghadirinya? ia menjawab: Kalau ayahku mengizinkan aku akan datang.

Ulama itu kembali berkata: Aku akan membelikan kamu baju bagus supaya kamu kenakan, apakah kamu senang dengannya? Anak saya menjawab: … Walibasut Taqwa Dzalika Khair (Pakaian Taqwa adalah yg Terbaik), mendengar ayahnya menceritakan hal ini Sayyid Husein tersipu malu.
Disadur Dari berbagai sumber.

http://perumgubarru.blogspot.com/2010/10/jawaban-atas-keraguan-original-al-quran.html

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

12 thoughts on “Bukti Orisinalitas Al Quran Keluar dari Mulut Anak Ajaib di Negeri Iran”

  1. Kenapa kok anak ajaib ini tidak lahir di tengah2 kaum Wahabi di Arab Saudi tapi kok malah di Iran di tengah2 kaum Syi’ah? Ada yg bisa jelaskan tentang rahasia di balik keajaiban ini? Sebab saya juga mendengar di sana (Iran) bukan hanya Sayyi Husain ini satu2nya yg ajaib tapi ada beberapa anak ajaib seperti Sayyid Husain.

    Silahkan dijawab bagi yg punya ilmu terawang, qi qiq qiii…. Yang [pasti saya bangga dg adanya anak2 ajaib ini karena telah membuktikan kebenaran dan keaslian Al Qur’an sebagai kitab Suci yg mudah dihafal dan difahami bagi yg diizinkan oleh Allah Swt.

    1. Iran ternyata luar biasa, warganya mampu mencetak generasi Qur’ani yg penuh keajaiban. Memang saya pun pernah dengar bahkan sekarang ini ada beberapa anak dari Indonesia yg belajar Bercakap2 dg ayat2 Qur’an di Iran. Apakah kabar ini benar atau cuma isu, bagi yg benar2 tahu tolong bagi2 ceritanya dong?

  2. Issu-issunya yang beredar, Iran itu pusat kesesatan tapi kok mampu melahirkan anak2 manusia yg bisa bercakap2 dengan menggunakan ayat-ayat Al qur’an, sungguh ajaib di tengah issu yang berkembang….

    Oleh karena itu jangan terpesona oleh issu tapi lihat lah fakta… ibaratnya, FAKTA ITU BICARA!

  3. Karena disanalah banyak keturunan Nabi (Ahlul Baet) dan Yahudi dan Nasrani tahu betul akan hal ini karnanya melalui CIA, mereka ingin membenturkan Perpecahan Islam dengan memfitnah orang2 Syiah dan Orang 2 Sunni… itu terkuak oleh fakta yang dibukakan oleh mantan direktur CIA tentang Operasi ini.. Jadi berhati2lah dan bersatulah karna Nabi Muhammad SAW, bersabda Muslim adalah bersaudar…. Muslim Bagaikan Satu tubuh…… Muslim Bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan… Jangan Mudah percaya karna Fitnah (Dajjal) sudah turun

  4. Meneropong Syi’ah – Wahabi

    Kita melihat selama ini antara Wahabi dan Syi’ah seakan musuh bebuyutan yang terus “berantem” yang entah kapan perdamaian akan tercipta di antara keduanya. Secara umum, di mata kaum muslimin Ahlussunnah Wal Jama’ah, antara kedua sekte Wahabi dan syi’ah adalah sama-sama sekte yang menyimpang dari kebenaran. Walaupun pada hakekatnya, keduanya sebenarnya adalah sama-sama memiliki madzhab tersendiri. Sebagaimana kita maklum dari penjelasan Rasulullah saw, bahwa Ummat Islam akan terpecah dalam 73 golongan / sekte, hanya satu yang selamat masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah Waljama’ah.

    Kita saksikan di zaman ini ada dua sekte besar selain Ahlussunnah Waljama’ah, yang keduanya saling membenci akibat adu domba dari musuh-musuh Islam. Dapat kita lihat di internet, bagaimana Wahabi dengan jurus “hantam kromo”-nya selalu menuduh Aswaja (Ahlussunnah Waljama’ah) sebagai Syi’ah di mana ini merupakan cermin kebencian Wahabi sehingga tak bisa membedakan antara Syi’ah dan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Padahal antara keduanya terdapat perbedaan, meskipun diakui ada kemiripan antara Syi’ah dan Aswaja dalam hal-hal tertentu. Ini wajar dan logis belaka sebab Syi’ah adalah sekte yang fahamnya juga bersumber dari ajaran Islam. Di sisi lain, Wahabi tanpa malu-malu mangaku sebagai Sunni (baca: Ahlussunnah Wal jamah), padahal hakekatnya adalah Wahabi tak lebih tak kurang. Antara Wahabi dan Aswaja (Ahlussunnah Waljama’ah) terdapat perbedaan yang begitu jelas, walaupun tentu saja ada kemiripan antara Ahlussunnah Waljama’ah dan Wahabi dalam hal-hal tertentu. Sebab Wahabi adalah sekte yang fahamnya bersumber dari Islam juga.

    Sudah terkenal sejak zaman dahulu kala, menurut kitab-kitab mu’tabar yang terpercaya bahwa tokoh-tokoh Ahlussunnah Waljama’ah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Alasqalani, Imam Suyuthi, Imam Baihaqi dan masih ribuan tokoh-tokoh besar Aswaja yang mana mereka adalah orang-orang Shalih beraqidah Asy’ariyyah – Maturidiyyah. Tetapi anehnya Wahabi menuding secara arogan bahwa aqidah Asy’ariyyah-Maturiyyah adalah sesat. Apakah mereka para Wahabi tidak berpikir tudingannya itu bisa otomatis menganggap sesat para Imam Mu’tabar yang jelas-jelas beraqidah Asy’ariyyah – Maturidiyyah?

    Begitulah Wahabi, tidak bisa berpikir tertib sehingga klaim-klaimnya berakibat fatal terhadap para Imam kaum Muslimin baik secara aqidah maupun Syari’ah. Di bidang Syari’ah salah satu korbannya adalah Imam Syafi’i yang membagi Bid’ah menjadi Hasanah dan Sayyi’ah. Imam Syafi’i menjadi korban arogansi Wahabi yang menganggap sebagai Ahli Bid’ah kepada orang-orang yang menganut mazhab Imam syaf’i’i. Bagi Wahabi bid’ah adalah satu, yaitu sesat! Bukankah dengan arogansinya itu Wahabi menganggap sesat Imam Syafi’i yang membagi bid’ah menjadi Hasanah dan sayyi’ah?

    Demikianlah Wahabi yang tak mampu berpikir secara tertib sehingga berakibat fatal terhadap Imam Syafi’i. Apakah karena para Wahabi itu terlalu bodoh sehingga mengira dirinya lebih alim dibanding Imam Syafi’i? Jika dibilang terlalu bodoh tentu tidak, namun faktanya Ulama-ulama Wahabi dari sejak Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab sampai syaikh-syaikh Wahabi zaman ini tak ada satu pun yang ilmunya lebih dari ujung kuku Imam Syafi’i. Lalu bagaimana mereka berani kurang ajar di hadapan Imam Syafi’i?

    Track Record Wahabi

    Track record Wahabi di dunia Islam sudah sangat jelas, mereka terlalu banyak menebar fitnah di tengah kaum muslimin. Mereka menebar isu-isu bid’ah, isu-isu syirik (musyrik) dan banyak hal yang berakibat terganggunya kerukunan Umat Islam. Bahkan lebih-lebih ini bisa berakibat terpecahnya ukhuwah Ummat Islam. Kenapa Wahabi selalu muncul sebagai duri dalam daging Ummat Islam? Bisa kita lihat bersama di mana ada ummat Islam yang hidup rukun dan damai, begitu muncul kaum Wahabi di antara muslimin maka akan terjadi perselisihan akibat isu-isu bid’ah ataupun syirik yang ditebarkan kaum Wahabi tersebut.

    Kaum muslimin tahu belaka bahwa kaum wahabi sangat minim track record kebaikan, bahkan Wahabi benar-benar menjadi fitnah di tengah kaum muslimin. Tetapi ajaibnya mereka menyangka dirinya merasa sebagai pemersatu Ummat Islam. Duh…, tunggu dulu, apakah ada fakta menunjukkan Wahabi sebagai pemersatu Ummat Islam? Tunjukkan di mana ada Ummat Islam yang berhasil dipersatukan oleh Wahabi? Di mana? Mungkin mereka akan menyebut Saudi sebagai contoh, tetapi sadarkah mereka bahwa persatuan mereka adalah semu akibat tekanan penguasa Wahabi? Coba kasih kebebasan dalam memilih dan berbicara bagi warga Arab Saudi, niscaya akan pudarlah klaim Pemersatu Wahabi, sehingga mungkin di Arab Saudi Wahabi akan menjadi minoritas.

    Kembali ke tema awal, Bisakah Wahabi dan Syi’ah bersatu demi kejayaan Islam? Melihat karakter dari kedua sekte tersebut, lebih-lebih karakter Wahabi yang keras dan arogan, harapan persatuan itu sungguh terlalu jauh, sehingga kita pantas merasa psimis. Akan tetapi jika kita berharap akan bersatunya Syi’ah dan Aswaja sepertinya kita layak merasa optimis. Bukankah bisa kita lihat bagaimana dialog-dialog antara Ulama Aswaja dan Ulama Syi’ah selalu berjalan harmonis dan saling pengertian? Wallahu a’lam.

    1. Saya setuju dg Mas Ucep, bagus analisa Mbak Aryati ini. Tinjauannya secara global atau umum, saya setuju memang seperti itu kenyataannya.

      Kalau Mas Admin berkenan menjadikannya artikel di Postingan, akan bisa dibaca banyak orang dan akan menggugah kesadaran kaum muslimin yg selama ini tertipu oleh dakwah Wahabi. Atau paling minim akan bisa memberi wawasan sedikit tentang posisi Aswaja, Syi’ah dan Wahabi. Syukron analisanya, Mbak Aryati.

    2. Bismillah,

      Terima kasih mbak aryati, teruslah menulis demi kemashlahatan bersama…
      sekedar tambahan, bahwa penduduk umum di Saudi sesungguhnya tidak mengenal Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, Asma’ was Shifat, istilah tsb hanya diketahui dikalangan pelajar dan orang-orang pemerintahan hingga kerajaan Saudi memerlukan polisi syari’ah untuk merealisasikan program-program mereka, dan saat ini menurut informasi terbaru yang kami terima masyarakat Saudi semakin muak dengan prilaku “Polisi Syari’ah” yang kadang tidak segan masuk kerumah orang melalui atap rumah dengan dalih menegakkan “Kebenaran”….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker