Bisnis Online

Bisnis Ibadah Haji Saudi Tahun Ini Turun Drastis

Bisnis Ibadah Haji Saudi, RIYADH – Salah satu bisnis ibadah haji Saudi, yaitu Bisnis Catering untuk jamaah haji. Bisnis ini mengalami penurunan drastis tahun ini. Hal ini karena lebih sedikit jamaah haji yang tiba di tanah suci. Selain itu orang-orang yang datang memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan.

Pemerintah Saudi mengatakan hanya sekitar 1,86 juta jamaah haji. Termasuk sekitar 1,3 juta berasal dari luar negeri yang mengikuti ritual haji tahun ini. Angka ini turun dari angka puncak yang mendekati 3 juta beberapa tahun yang lalu.

“Jumlah pengunjung dari luar negeri telah menurun sekitar 20 persen. Dan jumlah dari dalam negeri Arab Saudi sendiri telah jatuh hingga setengahnya,” kata Marwan Abbas Shaaban. Kepala Komite Nasional kerajaan untuk haji dan umrah, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (12/09).

Secara keseluruhan, bisnis ibadah haji Saudi atau yang berhubungan dengan haji turun menjadi setengahnya, katanya.

Setiap Muslim yang mampu diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji ke Mekah setidaknya sekali seumur hidup. Kaum muslim juga mengunjungi kota suci pada waktu lain untuk beribadah yang dikenal sebagai ibadah umrah. Ini semua, baik ibadah haji maupun ibadah umrah memiliki sisi bisnis bagi Saudi. Hal mana ini bisa disebut Bisnis Ibadah Haji Saudi.

“Mereka yang masih datang memiliki lebih sedikit uang untuk dihabiskan”. Kata Ali al-Hirabi, yang menjajakan kalung dan cincin emas di sebuah toko di kota suci. ”Mereka datang, tetapi situasi mereka tidak seperti itu ketika ada perdamaian di dunia,” katanya. “Negara-negara Arab ini yang bermasalah”.

 

s4 reutersmedia net - Bisnis Ibadah Haji Saudi Tahun Ini Turun Drastis

 

Bisnis Ibadah Haji Saudi Terganggu oleh Perang Timur Tengah

Arab Saudi sendiri dan banyak dari tetangga Arabnya menderita penurunan harga minyak global yang telah memotong anggaran negara. Juga menurunkan upah dan mengurangi pengeluaran premium atau mewah domestik. Juga perang di Timur Tengah, di Yaman, Suriah dan Irak juga mempengaruhi bisnis ibadah haji Saudi tahun ini.

Para pejabat juga memberikan berbagai alasan mengapa jumlah peserta haji menurun. Salah satu yang paling jelas adalah boikot oleh Iran. Yang mana Iran tidak mengirim warganya untuk mengikuti ibadah haji tahun ini setelah hubungan diplomatik dengan Arab Saudi runtuh.

Upaya untuk menemukan solusi bagi Iran menjadi tersendat setelah Teheran menuntut bahwa Riyadh harus bertanggung-jawab. Atas rendahnya tingkat keamanan dalam pelaksanaan haji tahun lalu. Ketika sedikitnya 7000 orang menjadi korban dalam insiden desak-desakan di Mina, yang juga disebut trgedi Mina 2015. Arab Saudi mengatakan bahwa telah meningkatkan keamanan selama bertahun-tahun dan Iran menyatakan bahwa Saudi telah mempolitisasi ritual haji.

Faktor lain adalah pembangunan yang terus dilangsungkan di Mekah itu sendiri. Yang berarti ada lebih sedikit ruang untuk para jamaah haji karena pembangunan tersebut. Hal ini diakui pihak pemerintah Saudi saat menjelaskan mengenai penurunan jumlah jamaah haji. Otomatis hal ini mempengaruhi bisnis ibadah haji Saudi.

“Selama tiga tahun terakhir telah terjadi penurunan jumlah jamaah haji. Karena perluasan Dua Masjid Suci. Dan perbaikan infrastruktur besar,” kata Shabaan sang kepala Komite Nasional kerajaan untuk haji dan umrah. Dia menambahkan bahwa ”kondisi politik di beberapa negara dan kondisi ekonomi” juga berpengaruh terhadap turunnya income bisnis ibadah haji Saudi.

banner gif 160 600 b - Bisnis Ibadah Haji Saudi Tahun Ini Turun Drastis

Perang di Suriah, Irak, Yaman dan Libya mau tidak mau telah mempengaruhi jumlah jamaah haji di beberapa tahun terakhir. Dan keadaan ini semakin memburuk di tahun ini yang berimbas  terhadap income bisnis ibadah haji Saudi.

Langkah bisnis ibadah haji Saudi dengan membangun gedung-gedung mewah pencakar langit

Walikota Mekah, Osama bin Fadl Al-Bar, meski tidak secara langsung juga mengakui hal ini.

“Tentu saja ada pengaruhnya pada sektor ekonomi. Tetapi sektor swasta selalu memandang ke arah cahaya di ujung terowongan dan peluang investasi yang ada”.

Ia menyebut bahwa renovasi untuk memperluas Masjidil Haram dan di dekatnya, yang saat ini telah berubah menjadi ladang crane. Akan mendorong bisnis ibadah haji saudi masa depan. Dan membiarkan kota menampung 3,7 juta jamaah haji pada tahun 2020 dan 6,7 juta pada 2042.

Sebagai bagian dari rencana reformasi untuk membuat Arab Saudi terlepas dari ketergantungan pada minyak. Pemerintah Arab Saudi memang bertujuan untuk mendorong lebih banyak kunjungan ke Mekah di luar musim haji. Dengan rencana meningkatkan angka kunjungan umrah dan haji pertahun ke angka 30 juta orang pada tahun 2030 dari 8 juta saat ini.

Langkah Saudi yang gila-gilaan membangun gedung-gedung mewah pencakar langit, meliputi hotel dan pusat perbelanjaan di sekitar Ka’bah. Dengan mengorbankan situs-situs bersejarah dalam Islam ini juga telah menjadi sorotan tersendiri. Beberapa kritikus arsitektur, budayawan, sejarawan dan tokoh-tokoh agama telah meratapi kondisi lanskap Mekah yang berubah total. Hingga mengurangi nilai kesakralan kota suci itu. Bisnis ibadah haji saudi telah merusak nilai-nilai spritual kota suci.

Bisnis ibadah haji Saudi dan perilaku buruk pedagang dan pekerja di pasar

Sementara itu, meskipun jumlah jama’ah haji tahun ini lebih sedikit, pedagang di Mekah tampaknya tidak menurunkan harga mereka. Tingginya biaya kebutuhan pokok, terutama di dekat Masjidil Haram, adalah keluhan abadi bagi para peziarah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan bisnis ibadah haji Saudi ini?

Ulama Saudi Sheikh Abdullah Bin Sulaiman al-Manea, tak bisa menyangkal fenomena ini. Dia mengatakan kepada surat kabar bisnis, Okaz, bahwa para pedagang seharusnya tidak menipu pelanggan. Ulama ini mengkritik penyebaran billboard di kota. Yang bertuliskan: “Kewajiban haji tidak harus menjadi tempat untuk perdagangan, laba dan keuntungan.”

Fatima al-Murabitun, orang Maroko yang bersama-sama dengan suaminya mengunjungi Mekah untuk tahun kedua berturut-turut. Dia mengatakan harga telah naik sejak tahun lalu. Dia mungkin tidak tahu dengan efek bisnis ibadah haji Saudi.

”Bahkan kurma juga sangat mahal. Dan perilaku buruk adalah gambaran umum pedagang dan pekerja di pasar,” keluhnya.

“Ada eksploitasi (dari para pedagang) terhadap mereka yang lugu. Saya berharap bahwa hal ini akan berubah di masa depan. Orang-orang datang untuk Masjid Nabawi dan Ka’bah. Tapi ada beberapa eksploitasi dan kurangnya pengawasan,” katanya lagi.

Diakui atau tidak, bagi mereka yang mengalami suasana pasar akan merasakan dan akan mampu memberi gambaran nyata dari efek bisnis ibadah haji Saudi.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker