Salafi Wahabi

BIOGRAFI MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DALAM CATATAN ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA

ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA: BIOGRAFI MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB

Oleh: KH Thobary Syadzily

Sengaja saya tidak mengambil referensi biografi singkat Muhammad bin Abdul Wahab ( pendiri Wahabisme ) dari kitab-kitab Ensiklopedi Islam yang berbahasa Arab, tapi saya ambil dari “Encyclopaedia Britannica” yang berbahasa Inggeris yang saya terjemahkan sendiri. Karena, ada sekelompok orang di pihak Wahabi Salafi yang ingin menyelewengkan sejarah dan pendiri Wahabisme supaya kedok kebohongan mereka tidak terungkap. Kata mereka: Pencetus ajaran Wahabi (Wahabisme) itu bukan berasal dari Muhammad bin Abdul Wahab dari Najd Saudi Arabia, tapi pendirinya adalah Muhammad bin Abdul Wahab as-Rustumiyah dari sebuah tempat di Afrika, yang keberadaannya jauh sebelum lahirnya Muhammad bin Abdul Wahab dari Najd Saudi Arabia.

Adapun, biografi singkat Muhammad bin Abdul Wahab dari Najd Saudi Arabia (pendiri Wahabisme) diterangkan di dalam buku ” Encyclopaedia Britannica ” sebagai berikut:
(http://www.britannica.com/EBchecked/topic/634033/Muhammad-ibn-Abd-al-Wahhab)

Muḥammad ibn ʿAbd al-Wahhāb
====================

Muḥammad ibn ʿAbd al-Wahhāb, (born 1703, ʿUyaynah, Arabia [now in Saudi Arabia]—died 1792, Ad-Dirʿīyah), theologian and founder of the Wahhābī movement, which attempted a return to the “true” principles of Islam.

Having completed his formal education in the holy city of Medina, in Arabia, ʿAbd al-Wahhāb lived abroad for many years. He taught for four years in Basra, Iraq, and in Baghdad he married an affluent woman whose property he inherited when she died. In 1736, in Iran, he began to teach against what he considered to be the extreme ideas of various exponents of Sufi doctrines. On returning to his native city, he wrote the Kitāb at-tawḥīd (“Book of Unity”), which is the main text for Wahhābī doctrines. His followers call themselves al-Muwaḥḥidūn, or “Unitarians”; the term Wahhābī is generally used by non-Muslims and opponents.

BACA JUGA:  Nejd / Najd Sebagai Tempat Keluarnya Tanduk Setan

ʿAbd al-Wahhāb’s teachings have been characterized as puritanical and traditional, representing the early era of the Islamic religion. He made a clear stand against all innovations (bidʿah) in Islamic faith because he believed them to be reprehensible, insisting that the original grandeur of Islam could be regained if the Islamic community would return to the principles enunciated by the Prophet Muhammad. Wahhābī doctrines, therefore, do not allow for an intermediary between the faithful and Allah and condemn any such practice as polytheism. The decoration of mosques, the cult of saints, and even the smoking of tobacco were condemned.
When the preaching of these doctrines led to controversy, ʿAbd al-Wahhāb was expelled from ʿUyaynah in 1744. He then settled in Ad-Dirʿīyah, capital of Ibn Saʿūd, a ruler of the Najd (now in Saudi Arabia).

BACA JUGA:  Di Sini Tempat Berkomentar Bagi Komentator Forum Dialog Ilmiyah AJ VS AS

The spread of Wahhābīsm originated from the alliance that was formed between ʿAbd al-Wahhāb and Ibn Saʿūd, who, by initiating a campaign of conquest that was continued by his heirs, made Wahhābīsm the dominant force in Arabia since 1800.

Artinya:
———-
Muhammad bin ʿAbd al-Wahhab, (lahir 1703 M / 1115 H, ʿUyaynah, Saudi [sekarang Arab Saudi]-meninggal 1792 M/1206 H, Ad-Dirʿ iyah), seorang teolog dan pendiri gerakan Wahhabi, yang berusaha kembali kepada prinsip-prinsip Islam yang “benar”.

Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya di kota suci Madinah, di Arabia, ʿ Abd al-Wahhab tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun. Dia mengajar selama empat tahun di Basra, Irak, dan di Baghdad ia menikahi seorang wanita kaya yang memiliki properti yang ia warisi ketika wanita itu meninggal. Pada tahun 1736, di Iran, ia mulai mengajar dan menentang terhadap apa yang dia anggap sebagai gagasan ekstrim dari berbagai ajaran Sufi. Ketika kembali ke kota asalnya, ia menulis sebuah kitab at-Tauhid (“Kitab tentang Keesaan Allah”), yang merupakan teks utama bagi Doktrin Wahhabi. Para pengikutnya menyebut diri mereka sebagai al-Muwaḥḥidūn, atau “Unitarian”, yaitu istilah Wahhabi yang biasa digunakan oleh non-Muslim dan lawan-lawannya.

Ajaran ʿAbd al-Wahhab dikarakteristikkan sebagai ajaran yang bersifat puritan dan tradisional, seperti pada masa permulaan agama Islam. Di dalam akidah Islam dia dengan terang-terangan menentang segala seauatu yang berbau bid’ah (innovasi). Dia berkeyakinan bahwa semua bid’ah itu tercela (sesat). Dia bersikeras mengatakan bahwa kemegahan murni Islam bisa diraih kembali jika masyarakat Islam kembali kepada ajaran-ajaran sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad. Olehkarena itu, doktrin Wahhabi tidak mengakui adanya perantara (tawassul) antara keyakinan terhadap sesuatu dan Allah, dan mengutuk setiap praktek yang berbau syirik (politheisme). Dekorasi masjid, ziarah ke makam-makam orang suci (seperti Nabi, waliyullah, orang shaleh dsb), dan merokok pun dikutuknya.

BACA JUGA:  Wahabi Aceh Rindu Dihentikannya Perlawanan Muslimin Terhadap Wahabi

Ketika dia berkhutbah mengajarkan tentang doktrin-doktrin ini yang mengarah kepada kontroversi, ʿAbd al-Wahhab diusir dari ʿUyaynah pada tahun 1744. Kemudian, dia menetap di ad-Dir’ iyah, ibukota Ibnu Saʿud, penguasa Najd (sekarang Arab Saudi).

Penyebaran Wahhabisme berasal dari aliansi yang dibentuk antara Ibn Abd al-Wahhab dan Ibn Saʿud, yang dengan tegas dia mengkampanyekan penaklukan yang kemudian dilanjutkan oleh ahli warisnya, sehingga menjadikan Wahhabisme sebagai kekuatan dominan di Arabia sejak tahun 1800.

 

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=490278014350164&set=a.490278001016832.109231.100001039095629&type=1

http://www.britannica.com/search?query=Mu%E1%B8%A5ammad+ibn+%CA%BFAbd+al-Wahh%C4%81b

 

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - BIOGRAFI MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DALAM CATATAN ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

33 thoughts on “BIOGRAFI MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DALAM CATATAN ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA”

  1. Pak Kiyai, saya pun lebih percaya kpd Britanika Ensyclopedia daripada Wahabi, alasannya ya karena Wahabi itu pendusta kelas berat. Di dunia ini tidak ada yg dustanya sehebat Kaum Wahabi. Di mana2 terkenal sebg Pendusta, itu saja yg saya tahu alasannya.

  2. kaum wahabi pendusta ??? masih tanda tanya, klo emang gue percaya loe, karena elo pun kata wahabi tukang boong, tapi kita khan sepakat klo berita masalah agama gak bisa diambil dari orang kafir,, yang sudah ditegaskankan dalam al-Qur’an tidak akan pernah ridha terhadap Islam, gmana si loe ?? cape deh. apa gue harus bilang wow gitu

    1. beni@

      Tak perlu bilang ‘Wow Gitu” lah yaw, akan tetapi anda sebaiknya buka mata lebar dan buka telinga dengarkan apa kata kaum Muslimin sedunia.

      Bahwa: Wahabi itu termasuk kaum munafik, makanya benar hampir 100% kalau mereka dikenal oleh kaum muslimin sebagai para Pendusta. Kan menurut Nabi Muhammad saw, ciri2 kaum munafik itu hobby berdusta. Terlalu banyak deh kedustaan-kedustaan wahabi kalau disebutkan, kalau dibikin bukunya juga bisa berjilid-jilid.

      Jadi tidak mungkin lah disebutkan di sini, mungkin saya cuma bisa sarankan pkpd anda bacalah artikel2 di blog ini, nanti akan mengetahui sedikit dari kedustaan2 Wahabi.

    2. @Beni…
      Lho emangnya biografi muhammad bin abdul wahab termasuk masalah agama?
      bid’ah dong menurut standard wahabi..karena jaman salaf dulu ga ada biografi muhammad bin abdul wahab..

    3. beni, masa sih biografinya Muhammad BAW termasuk masalah Agama? Wahabi ini lucu deh, biografi Imamnya juga dianggap dar bagian agama, kwk kwk kwk…. harus ada dalilnya yg shohih juga ya?

  3. Akhi Beni, biar aja kita lihat mereka menghabiskan waktunya utk menghujat. Nah, antum jgn lalai…terus pelajari aqidah yg benar. Jika skrg mrk sudah panik melihat perkembangan salafi (disini disebut dgn wahabi) marilah belajar terus, dan insya Allah mrk akan tambah panik atau hidayah Allah menghamiri mrk.

    1. Eh @ibn abdul chair nongol lagi.
      “Nah, antum jgn lalai…terus pelajari aqidah yg benar”

      Iya kita harus mempelajari aqidah yang benar, yang datang dari Rasulullah saw dengan banyak membaca dan belajar dari al Qur’an dan as Sunnah yang benar, Tidak yang datang dari PENAFSIRAN SENDIRI. Sehingga gak selalu mencela dan mengkafirkan Umat muslim dan menentukan Muslim harus masuk Neraka, kalau bukan golongannya !!!

    2. @ibnu abdul chair

      bukan panik kali kang ibnu.! tapi risih, ga nyaman soalnya wahabi doyan banget fitnah kaya cerita2 antum di sini…! betul tidak :mrgreen:

    3. ibn abdul chair,
      aqidah yg benar itu bukan aqidah wahabi yg mengajarkan TAUHID TRINITAS itu kan?

      Mas beni, hati2 jangan sampai terjerumus kpd Tauhd batil yg diajarkan oleh wahabi, itu model tauhid yg benar bid’ah dholalah, nabi dan para sahabat benar2 tidak pernah mengajarkan Tuhid model TRINITAS tsb. Sekali lagi hati2 lah.

  4. bismillah, maksud dari mengapa ulama membagi tauhid itu menjadi tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa shifat utk mempermudah kaum muslimin agar dapat memahami tauhid dengan baik dan kalau kita pelajari al qur’an dengan baik dan disertai keinginan utk mencari kbnran insya Allah akan ditemukan jwabannya

    1. Bismillah, Faktanya pemabgian Tauhid menjadi tiga dipergunakan untuk menuduh para pelaku Tawassul sebagai orang yang tidak bertauhid dengan benar, dan pembagian Tauhid menjadi tiga tersebut juga menganggap Abu Jahal dan kaum musyrik Jahiliyah lebih bertauhid dari pada ummat Islam pelaku Tawassul….
      Lihat “Kasyfus Sybuhat” dalam versi bhs, Indonesia..

  5. sebagian ulama ada yg membgi tauhid menjadi 2 macam yaitu imam ibnul Qoyyim Rahimahullah dan yg lainnya. Dia menjadikan Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Asma wa Shifat sbg satu mcm dan menyebutnya dgn Tauhidul Ma’rifah wal Itsbat sdngkan yg kedua adlh Tauhiduth Thalab wal Qashd atau Tauhid Ilahiyyah dan Ibadah.

  6. Tauhid Rububiyyah artinya penetapan dan pengakuaan bhw Allah Yang Maha Tinggi adlh Rabb segala sesuatu Yang mewujudkan, Yang memberi rezeki, Pemelihara dan Pengurusnya dan tdk ada sekutu bagi-Nya dlm Rububiyyah dan Kekuasaan-Nya, dalilnya adalah QS.A-Baqarah:21-22 , QS. Al-Mu’minun:84-89 dan msh bnyk dalil lainnya.
    Tauhid Uluhiyyah artinya mengesakan Allah Ta’ala dgn ibadah, Allah Yang Maha Tinggi adlh Dzat yg patut dipertuhankan sekaligus disembah semata, tdk ada sekutu bagi-Nya. QS. Adz-Dzaariyat:56, QS. Nuh:23
    Tauhid Asma wa Shifat artinya beriman kpd nama-nama Allah dan shifat2-Nya sebagaimn yg diterngkan dlm Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya mnrt apa yg pantas bagi Allah tnpa ta’wil,ta’thil, tamtsil dan takyif. QS. Al-Ikhlas:1-4, QS. Al A’raaf:180

    1. @abu ahmad : “Tauhid Asma wa Shifat artinya beriman kpd nama-nama Allah dan shifat2-Nya sebagaimn yg diterngkan dlm Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya mnrt apa yg pantas bagi Allah tnpa ta’wil”.

      Jawab :

      diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk-Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba-Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits No.2569)

      Apakah anda akan mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita?

      anda ini menolak takwil, hanya untuk menutupi aqidah sesat kalian sebagai kaum mujassim dan musyabbih.

      1. Betul Mas Agung, mantab dah, langsung KO itu Wahabiyyun Mujassimun, syukron.

        Ada lagi lho, sifat Allah Lapar. Itu dalam satu hadits shaih yg lain. Saya tidak hapal, tetapi kurang lebih isinya, Allah menegur kaum beriman karena membiarkan Allah “kelaparn”. Tolong Mas Agung, kalau antum tahu tentang ini tolong disahere di sini.

        Allah ternyata juga punya sifat “LUPA”, ini juga saya lupa haditsnya secara lengkap. Akan tetap[i bagi kami Aswaja semua itu adalah kiasan…. makanya perlu ditakwil agar sifat tsb pantas buat Allah….

  7. Maka ada keharusan bg muslim utk menggabungkan macam2 tauhid secara keseluruhan, seseorang tdk dikatakan muslim hingga pd dirinya terhimpun macam2 tauhid tersbt, satu macam sj tdk cukup ttp semuanya harus ada dan hrs diamalkan baik secara lahir maupun bathin. Adapun Abu Jahal dan pengikutnya hanya mengakui tauhid rububiyyah mrk meyakini Allah Ta’ala yg tlh mengadakan mrk dr ketiadaan, mmlihara mrk dgn berbagai mcm kenikmatan dan YAng mengadakan segala sesuatu dn kekuasaan-Nya semata tdk ada sekutu baginya. Mrk meyakini ini dgn rinci ttp hal ini tdk memasukkan mrk kedlm Islam bahkan Rasulullah tetap memerangi mrk.

    1. fatwa ngaco dari wahabi lagi… :mrgreen:

      sejak kapan tauhid dibagi tiga? :mrgreen:

      apa Rasul mengajarkan tauhid dibagi tiga?

      tauhid kalo digabungin jadi satu dong, kok malah dibagi-bagi jadi tiga…. :mrgreen:

    2. @Abu Ahmad.. coba baca ini
      Hadis riwayat Miqdad bin Aswad ra., ia berkata:
      Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu dengan seorang kafir, lalu ia menyerangku. Dia penggal salah satu tanganku dengan pedang, hingga terputus. Kemudian ia berlindung dariku pada sebuah pohon, seraya berkata: Aku menyerahkan diri kepada Allah (masuk Islam). Bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan itu? Rasulullah saw. menjawab: Jangan engkau bunuh ia. Aku memprotes: Wahai Rasulullah, tapi ia telah memotong tanganku. Dia mengucapkan itu sesudah memotong tanganku. Bolehkah aku membunuhnya? Rasulullah saw. tetap menjawab: Tidak, engkau tidak boleh membunuhnya. Jika engkau membunuhnya, maka engkau seperti ia sebelum engkau membunuhnya, dan engkau seperti ia sebelum ia mengucapkan kalimat yang ia katakan. (Shahih Muslim No.139)

      Dari Usamah bin Zaid ra, katanya: “Rasulullah s.a.w. mengirim kita ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kita berpagi-pagi menduduki tempat air mereka. Saya dan seorang lagi dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelaki dari golongan mereka -musuh-. Setelah kita dekat padanya, ia lalu mengucapkan: La ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar itu menahan diri daripadanya -tidak menyakiti sama sekali-, sedang saya lalu menusuknya dengan tombakku sehingga saya membunuhnya. Setelah kita datang -di Madinah-, peristiwa itu sampai kepada Nabi s.a.w., kemudian beliau bertanya padaku: “Hai Usamah, adakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan La ilaha illallah?” Saya berkata: “Ya Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya untuk mencari perlindungan diri saja -yakni mengatakan syahadat itu hanya untuk mencari selamat-, sedang hatinya tidak meyakinkan itu.” Beliau s.a.w. bersabda lagi: “Adakah ia engkau bunuh setelah mengucapkan La ilaha illallah?” Ucapan itu senantiasa diulang-ulangi oleh Nabi s.a.w., sehingga saya mengharap-harapkan, bahwa saya belum menjadi Islam sebelum hari itu -yakni bahwa saya mengharapkan menjadi orang Islam itu mulai hari itu saja-, supaya tidak ada dosa dalam diriku.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukankah ia telah mengucapkan La ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ia mengucapkan itu semata-mata karena takut senjata.” Beliau s.a.w. bersabda: “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya, sehingga engkau dapat mengetahui, apakah mengucapkan itu karena takut senjata ataukah tidak -yakni dengan keikhlasan-.” Beliau s.a.w. mengulang-ulangi ucapannya itu sehingga saya mengharap-harapkan bahwa saya masuk Islam mulai hari itu saja.

      Wahai pembaca sekalian menurut Abu Ahmad untuk menjadi Muslim seseorang tidak cukup berkata “Lailahailallah” karena hanya satu jenis tauhid saja belum digabung dengan tauhid2 jenis lain.. saja sedangkan menurut Rasulullah Shalallahualaihiwasalam sudah cukup “Lailahailallah” maka dia muslim..

      Sungguh perkataan Abu Ahmad ini sangat ekstrim bertentangan dengan hadist Nabi..

      sumber:
      http://kabarislam.wordpress.com/2012/11/10/jihad-itu-memerangi-orang-kafir-bukan-memerangi-sesama-muslim-yang-difitnah-kafir/

    3. @abu ahmad : “Adapun Abu Jahal dan pengikutnya hanya mengakui tauhid rububiyyah”.

      Jawab :

      Pantaskan ia menyebut kaum kafir Quraisy itu sebagai kaum yang “BERTAUHID…. “ ? Padahal, Allah swt. Telah berfirman : “Maka apakah patut Kami menjadikan orang- orang Islam itu sama dengan orang- orang yang berdosa ( orang kafir ).”(QS. Al Qalam [68];35)

      “Katakanlah:” Panggillah mereka yang kamu anggap ( tuhan ) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya.”.(QS. Al Isra’ [17];56)

      “Dan apabila dikatakan kepada mereka:” Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, mereka menjawab:” Siapakah yang Maha Penyayang itu Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami ( bersujud kepada-Nya )”, dan ( perintah sujud itu ) menambah mereka jauh ( dari iman ).” (QS. Al Furqan [25];60)

      “Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan- sembahan kami karena seorang penyair gila.”(QS. Ash Shaffat [37];36)

      Mengapa ia menjadikan tuhan- tuhan itu Tuhan Yang satu saja Sesungguhnya ini benar- benar suatu hal yang sangat mengherankan.(QS. Ash Shâd [38];5 )

      “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:” Hendaklah kamu menjadi penyembah- penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi ( dia berkata ):” Hendaklah kamu menjadi orang- orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. Dan ( tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah ( patut ) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam.” (QS. Âlu Imrân [3]; 80)

    1. Bismillah,

      Mas @Abu Ahmad, sebagaimana pernah kami sampaikan, pada dasarnya kami tidak mempermasalahkan anda menggunakan metode Trilogi dalam mengistilahkan Tauhid.

      Kaum aswaja mempermasalahkan metode tersebut dikarena metode tersebut sekaligus digunakan menuduh salah satu amaliyah ASWAJA sebagai tindakan syirik.

      Ketahuilah, metode yang anda sampaikan tidak akan kami permasalahkan, sepanjang metode tersebut tidak digunakan sebagai Takfir terhadap sesama saudara muslim. Karena adalah hak anda mau bertauhid dengan pemahaman kayak apa…

  8. Perpecahan ummat Islam akhir-akhir ini adalah buah dari kerancuan pemikiran kaum Wahabi seperti pemikiran Abu Ahmad di atas, gampang menuduh orang di luar kelompoknya sebagai sesat . buktinya di komentar komentar yang menyertai artikel berikut:

    http://arrahmah.com/read/2012/11/26/25036-saat-ikhwanul-muslimin-membakari-kantor-ikhwanul-muslimin-sendiri.html

    Giliran IM mesir (yang notabene juga varian salafi/haroki) sekarang yang difitnah

    Alhamdulilah dengan adanya artikel tersebut jadi banyak orang meragukan validitas beritas arrahmah.com ini..kebanyakan bohongnya sih.

  9. @abu ahmad
    Tauhid yang ente jelaskan diatas itu, aswaja juga sudah pada tahu, yang jadi permasalahan adalah dimana kita menempatkan Tauhid itu.
    Kalau ente baca kitab2 Wahabi yang Utama ditempatkan adalah 3 Tauhid itu bukan Tauhid nya sendiri.

    Seperti kita ketahui, Iblis itu 3 Tauhid nya sangat luar biasa, kita lihat :
    Tauhid Uluhiyah : Iblis tidak menyembah Adam as, karena yang patut disembah adalah Allah swt.
    Tauhid Rububiyah : Iblis tahu bahwa Nabi Adam as adalah ciptaan Allah, jadi Adam setingkat dengan dia yaitu Mahluk Allah swt.
    Tauhid Asma wa shifat : Iblis sangat tahu bahwa Allah memiliki Nama-nama Nya.

    Pertanyaan nya kenapa Allah masih menghukum Iblis, bahkan Iblis kekal didalam Neraka ???
    Jadi penempatan Tauhid itu sendiri dan Tauhid itu tidak bisa dibagi menjadi 3, jadi penjelasan ente adalah pengaburan Tauhid. Bukan Tauhid yang sebenarnya.

    Didalam al Qur’an sendiri tidak disebutkan Tauhid itu dibagi 3, yang ada adalah penjelasan Tauhid. seperti surah al Fatihah yang mencakup 3 tauhid itu :
    Uluhiyah – Iyya kana’ budu wa iyya kanastain
    Rububiyah – Alhamdulillahirabbul alamin
    Asma wa shifat – Arrahman ni Rohim

  10. Mas Admin… enak2 nih musiknya…
    Jangan pindah ke chanel lain Mas, sekalian chanel ini buat belajar bahasa arab. Kalau sering dengar kan lama-lama terbiasa dg bahasa Arab. Syukron….

  11. Pembelajaran tauhid dalam 3 bagian (rububiyah, ululiyah dan asma wa shifat) hanyalah utk kemudahan bagi pelajar itu sendiri. Dan bagi kami,salafiyyun, pembagian ini tdk mengikat krn ada juga yg membagi dalam 2 bagian.
    Tentunya pembagian ini sama sekali tidak diperlukan pd saat semua kaum muslimin bernaung dalam aqidah yg sama,namun ketika sdh tercampur dgn aqidah yg lain, barulah para ulama membuat pembagian ini dan pembagian ini semata-mata hanya utk kemudahan dalam belajar dan berdakwah. : 💡

    1. @ibn abdul chair
      Wah ane makin yakin nih, bahwa ente bukan wahabi beneran !!!!
      Kalau pemahaman seperti ente koment, mungkin gak terjadi pengkafiran terhadap sesama muslim.
      Ini ane bandingin antara koment ente sama Kitab Fathul Majid lho, apa ane yang gak mengerti atau ente yang gak mengerti nih.

      “Tentunya pembagian ini sama sekali tidak diperlukan pd saat semua kaum muslimin bernaung dalam aqidah yg sama,namun ketika sdh tercampur dgn aqidah yg lain, barulah para ulama membuat pembagian ini dan pembagian ini semata-mata hanya utk kemudahan dalam belajar dan berdakwah”.

      Sungguh aneh kalau Tauhid dibuat sementara, kalau sudah tahu lantas ditinggalin begitu aja “sama sekali tidak diperlukan”. Jadi Kafir lagi dong kita.

      Maaf maaf ya @ibn abdul chair, ane rasa ente mulai bingung nih.

    2. kan, gak koksisten…. :mrgreen:

      kalo pembagian tersebut tidak diperlukan, lalu kenapa dibagi2…

      sudah jelas ajaran trinitas ini ada yang tidak beres, masih aja dipake, kasian orang2 awam agama, pasti masuk neraka semua…

    3. @ibn abdul chair
      Ane sekarang yakin bahwa ente bukan Wahabi beneran.
      Hal itu ane bandingkan dengan Kitab Fathul Majid dengan Koment ente diatas ya.

      “Tentunya pembagian ini sama sekali tidak diperlukan pd saat semua kaum muslimin bernaung dalam aqidah yg sama,namun ketika sdh tercampur dgn aqidah yg lain, barulah para ulama membuat pembagian ini dan pembagian ini semata-mata hanya utk kemudahan dalam belajar dan berdakwah”.

      Tauhid kok dibikin sementara, “Sama sekali tidak diperlukan”. Lantas kalau sudah tidak dipakai lagi gimana jadi tauhidnya, kembali Kafir lagi dong.

      Makanya kita kudu mengerti faham suatu golongan dan mengerti tauhid yang sebenar2nya, salah tauhid salah agama, salah agama salah juga penempatan diakhirat.

  12. @ibn abdul chair
    Dari koment ente, jadi jelas APAKAH PANTAS Wahabi sebagai pembawa ajaran pemurnian Tauhid ??? SALAH BESAR !!!!!
    Ilmu Tauhid tidak sama dengan ilmu matematika yang dibagi menjadi 3 (Geometri, aljabar dan aritmatika) namun semuanya ilmu Matematika.

  13. tabayun dlu mas sebelum berkomentar, cari sumber yang shahih, jangan ikut2 tan, untuk tauhid terbagi menjadi 3 mohon di pelajari dlu ya yang berkomentar jangan asal goblek aj. oce

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker