Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Amalan Cerdas

Shalawat Nariyyah: Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik?

Agar bisa langsung melihat shalawat bid'ah hasanah buatan Syaikh-syaikh Wahabi, mari kita simak tulisan berikut ini.

Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik? Ya, mereka menuduh musyrik kepada umat Islam yang membaca Shalawat Nariyyah.

Inilah arti dari Shalawat Nariyyah: “Ya Allah, berilah shalawat (kepda Nabi Muhammad) dengan shalawat yang sempurna. Dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad. Yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan. Semua diakhiri dengan kebaikan (khusnul khotimah), hujan diturunkan berkat dirinya yang pemurah. Juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU.”

Bershalawat kepada Nabi yg sebagus itu, ada doa kepada Allah Swt, ada sanjungan kepada Nabi Muhammad, lalu bagaimana bisa dikatakan musyrik? Apakah dalam Shalawat Nariyyah ini ada kalimat yg mempertuhan Nabi Muhammad saw? Tidak ada.

Mari Bershalawat kepada Nabi Saw, Tidak Ada Shalawat yang Berisi Hal-hal Syirik (Musyrik)

Entah pemahaman macam apa yang mereka pelajari sehingga orang bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, dan dengan shalawat tersebut kita bermaksud berdo’a kepada Allah Swt. Lantas mereka bilang musyrik. Hal ini bisa kita lihat ucapan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu (tokoh panutan kaum wahabi) ketika mengomentari shalawat Nariyyah. Menurutnya dalam shalawat ini berisi kesyirikan yang terang-terangan.

Sungguh sangat mengherankan apa yang menjadi pandangannya. Apakah karena sang Syaikh itu keterlaluan pintarnya atau entah apa sebabnya. Sehingga dia melihat kesyirikan yang terang-terangan menurutnya dalam shalawat Nariyyah. Sebagai seorang Ulama muslim mestinya benar-benar tahu bahwa dalam kalimat-kalimat shalawat tersebut penuh dengan sanjungan kepada Rasulullah Saw. Dan Rasulullah memang benar seperti itu. Siapa yang mengingkarinya maka jangan lah ngaku-ngaku beriman kepada kerasulan beliau.

Dan sanjungan kita setinggi langit pun tidak kita maksudkan untuk menyamakan beliau dengan Allah. Tuhan semesta alam yang mengutusnya sebagai Rasul Pilihan. Sebagai sayyidul anbiya’ wal mursaliin, pimpinan para Nabi dan Para Rasul.

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyyah cukup populer di banyak kalangan. Dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan. Atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya”.

Syaikh Wahabi tersebut selanjutnya berkata:

“Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati. Menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya. Meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali….”

Anda bisa lihat selengkapnya di Muslim.or.id. sebuah Website corong ajaran Wahabi di Indonesia.

Padahal dalam susunan shalawat Nariyyah tersebut tidak ada sepotong pun kalimat yang berisi do’a kepada nabi Muhammad. Do’a tersebut tidak ditujukan kecuali hanya kepada Allah Swt. Barang siapa memahami shalawat Nariyyah tersebut berisi do’a kepada Nabi Saw, maka mereka wajib belajar lagi cara memahami kalimat.

BACA JUGA:  Amalan Agar Rezeki Lancar Ijazah dari KH Maimoen Zubair

Sebab pemahaman tersebut telah menimbulkan fitnah dengan menuduh kaum muslimin berdo’a kepada selain Allah Swt. Bagi kalian yang mengikuti pendapat Syaikh Muhammad Jamil Zainu, coba tunjukkan kalimat mana yang berisi do’a kepada Rasul Saw?

Memvonis Shalawat Bid’ah karena Berangkat dari Pemahaman Salah

Sebenarnya yang mejadi sebab kanapa mereka mengalami salah paham sampai sejauh itu karena berangkat dari pemahaman keliru. Bahwa shalawat yang redaksinya bukan dari Nabi saw adalah bid’ah (versi Wahabi setiap bid’ah itu terlarang atau haram).

Baiklah, jika memang begitu maunya. Apakah mereka masih konsisten dengan pendapatnya. Jika yang bershalawat kepada Nabi dengan shalawat bid’ah itu Syaikh-syaikh Wahabi semacam Syaikh Albani dan Syaikh bin Baz?

Agar bisa langsung melihat shalawat bid’ah hasanah buatan Syaikh-syaikh Wahabi, mari kita simak tulisan berikut ini. Dimulai dari alenia paling bawah. Lalu alenia di atasnya dan di atasnya lagi.

Selamat menyimak…. selanjutnya bacalah dari atas kembali agar mendapat pemahaman yang benar tentang shalawat.

Dan anda-anda yang sudah terlanjur memusyrikkan muslimin yang bershalawat kepada Nabi Saw, semoga anda segera menyadari. Bahwa selama ini anda telah menjadi muslim-muslim yang telah berbuat jahat kepada muslim lainnya. Maka segeralah bertaubat. Barokallohu fikum ajma’iin….

Nabi Muhammad - Shalawat Nariyyah: Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik?
Bershalawat kepada Nabi Saw / CC BY-SA by Haji Dwi Sugiarto

Shalawat Nariyyah, begitulah kebanyakan orang menyebutnya. Namun sebenarnya, ada indikasi kuat bahwa shalawat tersebut bukan bernama shalawat nariyyah. Tetapi shalawat taziyyah sebagaimana nisbat kepada penciptanya, yaitu Syaikh at-Tazi.

Shalawat Nariyyah juga disebut sebagian pengikut faham salafi sebagai shalawat bid’ah karena tidak pernah dibuat oleh Rasulallah. Dan, jamaah shalawat nariyyah yang banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama masyarakat tanah Jawa, juga dianggap sebagai jamaah bid’ah yang sesat karena mengamalkan shalawat bid’ah. Bahkan lebih jauh mereka menyebut shalawat Nariyyah mengandung ksyirikan, yang berart musyrik bagi yang mengmalkan shalawat Nariyyah tersebut.

Termasuk shalawat nariyyah yang menjadi obyek pensesatan, adalah sholawat al-fatih dan shalawat thibb al-qulub yang juga bukan berasal dari Rasulallah.

Para Ulama Agung Bershalawat kepada Nabi dengan Shalawat Ciptaan Sendiri

Banyak sekali shalawat yang digunakan dan diciptakan oleh ulama-ulama agung. Sebut saja Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani, Hujjatul Islam al-Ghazali, Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili, Sayyidi Ali Wafa. Imam as-Subki, Imam ar-Ramli asy-Syafi’i dan ulama-ulama lain. Termasuk shalawat taziyyah di atas. Hal ini sebagaimana yang disebutkan secara khusus oleh Syaikh Yusuf an-Nabhani dalam Syawahid al-Haq.

Artinya, Ulama-ulama agung di atas juga menciptakan shalawat Nabi dan menggunakannya dalam beristighatsah kepada Allah. Lalu apakah kita dilarang bershalawat kepada Nabi dengan menggunakan shalawat yang mereka ciptakan, yang meskipun dilihat dari sisi pahala jelas lebih banyak bershalawat dengan shalawat yang diciptakan oleh Rasulallah langsung?

BACA JUGA:  Pesan Nabi Saw dan Yesus: Terlupakan di Hari Maulid dan Natal

Beberapa hujjah yang tidak akan terbantahkan tentang diperbolehkannya menciptakan sendiri shalawat Nabi adalah shalawat Sayyidina Ali. Seperti yang diriwayatkan oleh Salamah al-Kindi yang dinukil dari kitab asy-Syifa’ karya al-Qadhi ‘Iyadh:

اَللَّهُمَّ دَاحِىَ اْلمَدْحُوَّاتِ وَبَارِئَ اْلمَسْمُوْكَاتِ اِجْعَلْ شَرَائِفَ صَلَوَاتِكَ وَنَوَامِى بَرَكَاتِكَ وَرَأْفَةَ تَحَنُّنِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ اْلفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَاْلخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَاْلمُعْلِنِ اْلحَقَّ بِاْلحَقِّ وَالدَّامِغِ لِجَيْشَاتِ اْلأَبَاطِيْلِ كَمَا حُمِّلَ فَاضْطَلَعَ بِأَمْرِكَ لِطَاعَتِكَ مُسْتَوْفِزًا فِي مَرْضَاتِكَ وَاعِيًا لِوَحْيِكَ حَافِظًا لِعَهْدِكَ مَاضِيًا عَلَى نَفَاذِ أَمْرِكَ حَتَّى أَوْرَى قَبَسًا لِقَابِسٍ، آلاَءُ اللهِ تَصِلُ بِأَهْلِهِ أَسْبَابَهُ، بِهِ هُدِيَتِ اْلقُلُوْبُ بَعْدَ خَوْضَاتِ اْلفِتَنِ وَاْلإِثْمِ وَأَبْهَجَ مُوْضِحَاتِ اْلأَعْلاَمِ وَنَائِرَاتِ اْلأَحْكَامِ وَمُنِيْرَاتِ اْلإِسْلاَمِ فَهُوَ أَمِيْنُكَ اْلمَأْمُوْنُ وَخَازِنُ عِلْمِكَ اْلمَخْزُوْنِ وَشَهِيْدُكَ يَوْمَ الدِّيْنِ وَبَعِيْثُكَ نِعْمَةً وَرَسُوْلُكَ بِاْلحَقِّ رَحْمَةً اَللَّهُمَّ افْسَحْ لَهُ فِي عَدْنِكَ وَاَجْزِهِ مُضَاعَفَاتِ اْلخَيْرِ مِنْ فَضْلِكَ مُهَنَّئَاتٍ لَهُ غَيْرَ مُكَدَّرَاتٍ مِنْ فَوْزِ ثَوَابِكَ اْلمَحْلُوْلِ وَجَزِيْلِ عَطَائِكَ اْلمَعْلُوْلِ اَللَّهُمَّ أَعْلِ عَلَى بِنَاءِ النَّاسِ بِنَاءَهُ وَأَكْرِمْ مَثْوَاهُ لَدَيْكَ وَنُزُلَهُ وَأَتِمَّ لَهُ نُوْرَهُ وَأَجْزِهِ مِنِ ابْتِعَاثِكَ لَهُ مَقْبُوْلَُ الشَّهَادَةِ وَمَرْضِيَُّ الْمَقَالَةِ ذَا مَنْطِقٍ عَدْلٍ وَخُطَّةٍ فَصْلٍ وَبُرْهَانٍ عَظِيْمٍ

Dalam shalawat yang diciptakan oleh Sayyidina Ali tersebut terdapat jawaban dan bantahan terhadap kaum Salafi Wahhabi. Yang menilai syirik membaca shalawat al-fatih, karena di dalamnya terdapat kata al-Fatih yang menjadi sifat dari Rasulallah. Menurut mereka sifat al-fatih hanya milik Allah. Dan tidak layak di sematkan pada Rasulullah. Padahal Sayyidina Ali bin Abi Thalib ternyata juga membuat shalawat yang di dalamnya terdapat pengagungan terhadap Rasulallah dengan memberi sifat beliau dengan al-fatih.

Shalawat Abdullah bin Mas‘ud:

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَبَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَإِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ وَخَاتَمِ النَّبيِّيْنَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ إِمَامِ اْلخَيْرِ وَرَسُولِ الرَّحْمَةِ اَللَّهُمَّ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَغْبِطُهُ فِيْهِ اْلأَوَّلُوْنَ وَاْلآخِرُوْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Hasan al-Bashri mengatakan, bahwa barang siapa yang ingin meminum minuman dari Telaga Rasulallah dengan gelas yang penuh, maka bacalah shalawat berikut ini:

BACA JUGA:  Malam Nishfu Sya'ban, Rahmat Allah Turun ke Bumi

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَوْلاَدِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَأَصْهَارِهِ وَاَنْصَارِهِ وَأَشْيَاعِهِ وَمُحِبِّيْهِ وَأُمَّتِهِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ أَجْمَعِيْنَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bershalawat kepada Nabi Saw dengan Shalawat yang diciptakan oleh Imam asy-Syafi’i:

Yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bayan berikut: “Aku bermimpi bertemu Rasulallah. Aku bertanya kepada beliau: ‘Andai engkau memberi manfaat dengan sesuatu kepada putra paman engkau, asy-Syafi’i atau memberinya sesuatu secara khusus?!’ Rasulallah menjawab: ‘Ya, aku telah minta kepada rabb-ku untuk membebaskan hisab baginya.’ Kemudian aku kembali bertanya: ‘Dengan sebab apa?’ Rasulallah menjawab: ‘Karena dia bershalawat kepadaku dengan shalawat yang tidak ada yang menyamainya.’ Aku kembali bertanya: ‘Apakah shalawat tersebut?’ Rasulallah kembali menjawab: ‘Dia bershalawat berikut:

اَللَّّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ اْلغَافِلُوْنَ

Diceritakan dari Ibnu Abdil Hakam, beliau mengatakan: “Aku bermimpi bertemu dengan Imam asy-Syafi’i. Dan aku bertanya kepada beliau: ‘Apa yang sudah Allah lakukan kepada engkau?’ Asy-Syafi’i menjawab: ‘Allah telah memberi nikmat dan mengampuni dosa-dosaku. Serta aku bermalam pertama di dalam surga seperti halnya malam pertamanya sepasang pengantin dan disebar sesuatu di depanku seperti halnya disebar sesuatu di depan sepasang pengantin.’ Aku kembali bertanya: ’Dengan apa engkau mencapai kedudukan seperti itu?’ Beliau menjawab: ’Sebab aku bershalawat di dalam kitab ar-Risalah-ku berikut:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَعَدَدَ مَا غَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ اْلغَافِلًُوْنَ

Shalawat Imam asy-Syafi’i tersebut juga dicantumkan oleh Ibnu Qasim al-Ghazzi dalam kitabnya yang terkenal barakah, Fath al-Qarib al-Mujib syarah Abi Syuja’ dan juga dalam Ratib Tahlil.

Dengan keterangan di atas, orang yang menyalahkan dan mencela pengamal shalawat Nariyyah (Taziyyah). Juga shalawat al-Fatih dan Thibb al-Qulub dengan tuduhan bid’ah karena shalawat tersebut bukan datang dari Rasulallah adalah salah alamat. Sebab, berarti mereka mengatakan juga shahabat Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud dan ulama-ulama agung di atas merupakan ahli bid’ah yang sesat.

Jika membuat sholawat sendiri adalah bid’ah dan sesat menurut mereka, maka apakah ulama Wahhabi juga sesat menuurut mereka karena bershalawat dngan shalawat karangan sendiri? Contohnya adalah shalawat yang dibuat dalam kitab-kitab ulama pegangan mereka yang tidak datang dari Rasulallah:

1.  Komisi Fatwa Tetap Kerajaan Arab Saudi (fatwa Wahhabi) dalam mukaddimah dokumen fatwanya menyebutkan shalawat:

اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمًُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

2.  Al-Albani dalam Majmu’ Fatawinya menyebutkan:

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى الرَّسُوْلِ اْلكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الصَّادِقِ اْلاَمِيْنِ

3.  Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawi Ibni Bazz:

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اْلأَمِيْنِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ

Dan masih banyak lagi sholawat ciptaan dari tokoh-tokoh Salafy wahabi.

 

Source: Oleh: Al-Ustadz Mbah Jenggot

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

42 thoughts on “Shalawat Nariyyah: Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik?”

  1. wuehe he he, wahabi kena batunya nih. Gemana dong kalau Syaikh Albani atau bin Baz yang ngarang sholawat, bid’ah nggak? hayoooo jawab akang2 Wahabi. Jawabannya harus konsisten lho ya?

  2. wahabi nama yg membuat bulu kuduk berdiri, karena wahabi umat islam mereka bunuh.
    wahabi mengkafirkan umat Islam tapi sedikit sekali si kafir yg diIslamkan.

    ironis. Karena negara nya kang saud dg tunjangan dana yg diberikan kepada YahudiAmerika
    rakyat palestina sengsara.

    secara tidak langsung wahabi sampai sekarang membunuh ahlul syahadah karena minyaknya Yahudiamerika dijadikan kawan, diberi fasilitas untuk mengebom umat Islam.

  3. Ya Allah semoga semua wahabi diberi hidayah secepatnya,

    Sedih ane Ya Allah, mereka gampang sekali menghina Imam Imam, Ulama-Ulama kami…

    Semoga semua ini cepat berakhir, Amin.,,

    1. Assalamualaikum wr.wb mas Admin , mohon kiranya ada artikel tentang ” makna Ibadah ” seringkali kita melihat fatwa-fatwa ngawur dan ngaco bersumber dari kekeliruan dalam memahami maksud dari kata ” Ibadah ” . seperti fatwa sholawat syirik , abu jahal cs lebih bertauhid dll

      Bamyak kita melihat orang tidak mampu membedakan apa itu Ibadah ? apa itu Qurbah dan apa itu tho`ah….. seperti yang disampaikan akhuna urang awak yang beliau copas dari salah satu web wahabi berikut kutipannya :

      Urang awak :
      Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

      contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….?

      jika jawabannya adalah ….ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang selamat semuanya musyrik .

      Karena pentingnya masalah ini mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” Makna Ibadah yang benar “

    1. Lho, kang Dayat belum baca postingan di atas ya, kan di situ dikasih contoh shalawat bid’ah hasanah buatan Syekh Albani? Masak kalau sdh baca kok gak lihat? Nih, saya kasih quote shalawat Albani di postingan di atas, silahkan simak,

      Al-Albani dalam Majmu’ Fatawinya menyebutkan: وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى الرَّسُوْلِ اْلكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الصَّادِقِ اْلاَمِيْنِ

  4. Assalamualaikum wr.wb mas Admin , mohon kiranya ada artikel tentang ” makna Ibadah ” seringkali kita melihat fatwa-fatwa ngawur dan ngaco bersumber dari kekeliruan dalam memahami maksud dari kata ” Ibadah ” . seperti fatwa sholawat syirik , abu jahal cs lebih bertauhid dll

    Bamyak kita melihat orang tidak mampu membedakan apa itu Ibadah ? apa itu Qurbah dan apa itu tho`ah….. seperti yang disampaikan akhuna urang awak yang beliau copas dari salah satu web wahabi berikut kutipannya :

    Urang awak :
    Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

    contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….?

    jika jawabannya adalah ….ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang selamat semuanya musyrik .

    Karena pentingnya masalah ini mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” Makna Ibadah yang benar “

  5. mas Admin , mohon kiranya ada artikel tentang ” makna Ibadah ” seringkali kita melihat fatwa-fatwa ngawur dan ngaco bersumber dari kekeliruan dalam memahami maksud dari kata ” Ibadah ” . seperti fatwa sholawat syirik , abu jahal cs lebih bertauhid dll

    Bamyak kita melihat orang tidak mampu membedakan apa itu Ibadah ? apa itu Qurbah dan apa itu tho`ah….. seperti yang disampaikan akhuna urang awak yang beliau copas dari salah satu web wahabi berikut kutipannya :

    Urang awak :
    Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

    contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….?

    jika jawabannya adalah ….ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang selamat semuanya musyrik .

    Karena pentingnya masalah ini mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” Makna Ibadah yang benar ” sesuai Qur`an dan sunnah dan penjelasan aimmah

  6. assalamualaikum , Mas admin mungkin ada baiknya nulis artikel tentang Makna Ibadah , saya yakin fatwa-fatwa ngawur dan ngaco timbul dari pemahaman keliru tentang Ibadah , semoga mas admin berkenan menulis artikel tentang hal itu.

      1. sebelumnya terimakasih mas Admin , semoga ” Ummati ” menjadi web Dakwah ASWAJA yang menjadi rujukan Ummat Islam Indonesia , dengan sajian – sajian makalah yang berbobot dan berkualitas. amin.

      2. Bamyak kita melihat orang tidak mampu membedakan apa itu Ibadah ? apa itu Qurbah dan apa itu tho`ah….. seperti yang disampaikan akhuna urang awak yang beliau copas dari salah satu web wahabi berikut kutipannya :

        Urang awak :
        Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

        contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….?

        jika jawabannya adalah ….ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang selamat semuanya musyrik .

        Karena pentingnya masalah ini mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” Makna Ibadah yang benar ” sesuai Qur`an dan sunnah dan penjelasan aimmah

        1. ajakan untuk diskusi masih berlaku , barangkali ada ikhwan wahabi yang mau mendiskusikan masalah diatas ( yang dicopas akhuna urang awak ) , ajakan diskusi ini tujuan utamanya ditujukan kepada penulis , penerjemah atau pengelola situs hingga artikel itu dicopas oleh akh urang awak.

          saya mohon penulis , penerjemah dan pemilik situs untuk bertanggung jawab dengan cara membuktikan jika artikelnya itu sudah sesuai dengan qur`an dan sunnah , jika terbukti melalui diskusi ini artikel mereka bertentangan dengan qur`an dan sunnah , maka segeralah minta maaf kepada seluruh pengunjung situs lalu artikel itu dihapus.

  7. ustadz firanda berkata : Sungguh kedustaan yang dinyatakan oleh Abu Salafy, justru para ahli tafsir telah menjelaskan hal tersebut merupakan kesyirikan. Kita malah balik bertanya ulama ahli tafsir mana yang menyatakan bahwa beristigotsah dan berdoa kepada selain Allah –selama tidak syirik dalam rububiyah- bukanlah kesyirikan??!!

    Karenanya jika kita bertanya kepada orang-orang yang beristigotsah kepada para wali dengan berdoa kepada wali tatkala dalam keadaan genting, “Apakah jika kalian beristigotsah dan berdoa kepada Allah tatkala dalam keadaan genting maka bukankah hal itu merupakan ibadah?”, tentunya mereka akan menjawab : iya. Tidak ada seorang muslimpun yang mengingkari hal ini bahwa seseorang yang dalam keadaan terdesak lantas berdoa kepada Allah maka berarti ia beribadah kepada Allah !!! Ini semakin menegaskan bahwasanya berdoa dan beristigotsah merupakan ibadah. Lantas bagaimana Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah??!!

    Jawab : justru kita yang bertanya kepada ustadz firanda Ulama Tafsir manakah yang menyatakan bahwa beristighostah dan berdoa kepada selain Allah……? Adalah kesyirikan………..?

    konsepsi syirik dan Tauhid yang tidak terkonsep dengan baik , ditambah dengan kekeliruan dalam memahami kata Ibadah menyebabkan salah kaprah dan ngawur , berapa banyak darah kaum muslimin tumpah karena konsepsi yang absurd dari kaum wahabi ini………?

  8. kita sangat perlu mendekatkan pemikiran dengan kaum wahabi terutama dalam masalah makna Ibadah , syirik dan Tauhid karena sesengguhnya semua Ummat Islam sepakat jika Ibadah Hanya boleh ditujukan khusus Untuk Allah SWT ,

    siapapun yang menjadikan Ibadah atau sebagian kecil Ibadah kepada selain Allah maka ia telah menjadi Musyrik keluar dari lingkaran Islam , tidaklah seseorang menjadi muslim ahli Tauhid kecuali jika ia serahkan seluruh jenis Ibadah Hanya untuk Allah SWT.

    Perbedaan antara kita ( ahlu sunnah wal-jama`ah ) dengan wahabi salafi bukanlah terletak pada boleh tidaknya memalingkan sebagian atau seluruh Ibadah kepada selain Allah , perbedaan diantara kita terletak pada :

    1. definisi tentang Ibadah
    2. ” penentuan jenis – jenis Ibadah ”
    3. definisi syirik
    4 definisi Tauhid

    adakah Ikhwan wahabi yang mau mendiskusikan masalah – masalah diatas ………..?

    1. ajakan untuk diskusi masih berlaku , ajakan ini saya tujukan untuk kaum wahabi khususnya penulis , penerjemah dan pengelola situs wahabi yang memposting artikel yang dicopas akhuna urang awak , adakah ikhwan wahabi yang berani diskusi soal diatas hingga tuntas……….?

    2. saya mengajak ikhwan wahabi yang alim khususnya penulis / penerjemah / pengelola situs yg artikelnya dicopas akh urang awak , untuk mendiskusikan masalah diatas

      1. definisi ibadah seperti apakah definisi ibadah menurut madzhab wahabi
      2. contoh jenis2 ibadah diatas bisakah ikhwan wahabi mempertanggung jawabkannya

      saya rasa persoalan diatas sangat penting agar ikhwan wahabi tidak mudah menuduh syirik kepada kaum muslimin.

    1. ajakan untuk diskusi masih berlaku , adakah ikhwan wahabi yang `alim (ustadz2nya) yang punya keberanian dan ilmu untuk diskusi masalah2 diatas …………? untuk membuktikan siapakah yang lebih sesuai dengan Qur`an dan Sunnah ….. Jumhuurul Ummah atau wahabi salafi……?

      1. Mana nieh pihak Wahabi, kok gak ada yg berani maju, masih ditunggu nieh…. sambil ngudut gudang garam filter yg katanya haram tapi dijual bebas dimana2. Masalah rokok ini sungguh ironis dan kontradiktif bagaikan Wahabi.

  9. Setahu saya mereka hanya mau mengamalkan apa yang jelas-jelas ada dalam Alquran dan Sunnah2 yang shahih, juga ijma para shalafussalih. selain itu mereka akan tinggalkan.
    BTW Wahabi itu apa?….. mereka tidak kenal wahabi
    apabila anda ingin mengajak mereka untuk melakukan apa yang kalian lakukan mudah saja,… tinggal tunjukkan dalilnya dari Alquran atau Hadis yang shahih, mereka pasti mau ikut. Beresss…. gitu aj ko repot!

  10. Shahih berdasarkan penilaian Al Albani seseorang yang disebut sebagai ahli hadits namun tidak memiliki periwayatan hadits mengenai kitab-kitab hadits dari para muahhadits di zamannya.Dan hasil penghukumannya terhadap hadits pun bertentangan satu sama lain. Bukan Shahih menrurut para huffadz dan muhaditisin yang sebenarnya.

  11. Bismillaah,

    Mari kita bershalawat kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam sebanyak-banyaknya. Sebaik-baik shalawat adalah shalawat yang diajarkan Rasulullaah kepada para sahabatnya.

    wallahu a lam.

  12. Assalamu’alaikum saudara2ku,,,saya hanya ingin memaparkan dan berbagi apa yang saya tau dan yang saya rasakan,….kalo saya sendiri bersolawat memang wajib bagi kita sebagai ummat nabi muhammad,apalagi ketika mendengarkan nama beliau terlayangkan,,..akan tetapi disini sya tidak memihak ke admin blog ini atau dari muhammadiyah atau wahabi syekh itu…secara simple aja yang pertama solawat ini tidak ada haditsnya dan kalo boleh tau tolong kasi tau saya siapa pencipta solawat ini,,,yang kedua disinilah point2 mengapa orang2 wahabi mengatakan solawat ini syirik yaitu pada kalimat : yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan dst,,,disanalah point yang dianggap melenceng dari pemahaman wahabi itu sendiri bahwasannya yang dapatmelepas segala ikatan bukan nabi muhammad SAW,,,dan yang memenuhi hajat dan lain sebagainya bukan nabi muhammad tapi Allah SWT…
    berselawat memang amalan yang sangat dianjurkan dan wajib…dan kita harus bersolawat kepada nabi besar kita muhammad SAW….Allahumma solly ala muhammad wa’ala ali syaidina muhammad…
    sekian dan terima kasih….syukron ala ihtimamikum….
    wassalamu’alaikumwarahmtullahiwabrakaatuh !!!

    1. Waalaikumussalam wr wb,

      Mas Jamaluddin, afwan kami koreksi sedikit tentang hukum bersholawat yang benar adalah bukan wajib kecuali dalam tahiyat sholat. Kalau wajib seperti kata antum, artinya kita berdosa kalau tidak bersholawat dalam keseharian kita, padahal kan tidak berdosa kalau kita tidak bersholawat? Pembahasan tentang sholawat sangatlah panjang, dan kalau dibikin buku bisa menjadi buku tersendiri. Salah satu fungsi sholawat adalah sebagai do’a kepada Allah. Nanti kapan-kapan akan kami tuliskan artikel singkat tentang sholawat, insyaallah.

      Adapun yang dimaksud “BIHI / DENGANNYA” dalam terjemah sholawat nariyah adalah “RAHMAT berupa NABI MUHAMMAD SAW. Jadi kalau diartikan secara eksplisit adalah seperti ini: “Yang DENGAN RAHMAT Allah berupa NABI MUHAMMAD SAW terlepaslah segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan (khusnul khotimah) dst,,,”

      Ingatlah mas jamaludin, Nabi Muhammad adalah RAHMAT (BAROKAH / BERKAH) dari Allah Swt buat kita dan seluruh alam. Apakah Mas Jamaludin termasuk yang ingkar RAHMAT (BERKAH) Nabi Muhammad? Tentunya antum mengakui Nabi Muhammad adalah RAHMAT buat kita, kan? Sebagaimana firman Allah: WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LILALAMIIN>>>>”

      Nah, dalam kalimat sholawat Nariyah tersebut siapa yag melepas ikatan, menlenyapkan kesediahan dst…? Di situ bukan Nabi Muhammad yang melepaskan ikatan dan melenyapkan kesedian tetapi rahmat Allah Swt. yang ada pada diri Nabi Muhammad Saw. Jadi di mana letak syiriknya? Hati-hati menuduh syirik kepada para pecinta Allah dan rasul-NYA. Ciri-cirinya walaupun meraka tidak diwajibkan bersholawat tetapi dalam setiap kesempatannya bibir dan hatinya senantiasa bersholawat kepada Nabi Saw. baik sholawat yang redaksinya berasal dari Nabi saw, atau pun sholawat yang redaksinya dibuat oleh para Ulama.

  13. bismillah.maaf sebelumnya kpd admin, justru dr arti yg Anda sampaikan ‘YANG DENGAN RAHMAT NABI…’ terlihat jelas kesyirikannya. Di sini orang awam yang membaca arti ini bisa berpendapat bahwa nabi mempunyai kemampuan seperti Alloh yaitu mampu memberikan rahmat. Padahal dari hadits ‘Wa maa arsalnaaka illa rohmatall lil ‘aalamin’ yang berarti ‘Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam’ bermakna yang mampu mengutus nabi dan mampu menjadikannya rahmat bagisemesta alam …hanyalah Alloh.Silahkan dibandingkan juga dengansholawat yang dibaca ketika tahiyat:
    ‘… wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad….’ yang artinya ‘dan berkahilah muhammad beserta keluarganya’ yang bermakna hanya Alloh yg mampu memberikan berkah kepada nabi muhammad dan keluar ganya. Kesimpulannya yang mampu memberikan rahmat dan berkah hanyalah Alloh saja. Menurut saya shalawat termasuk ibadah. Dan untuk syarat diterimanya ibadah adalah niat danmengikuti rosululloh. Untuk sholawat sebaiknya cukup baca sholawat seperti tahiyat saja.

    1. mbak rina,
      terus terang kami bingung mau menanggapi tuduhan syirik dari anda. Padahal kami pun mengimani hanya Allah yang bisa memberikan rahmat, bukan Nabi Muhammad. Bukankah di atas sudah jelas kami mengatakannya bahwa Nabi Muhammad itu adalah Rahmat dari Allah Swt buat kita? Wallohu a’lam….

  14. @Jamaludin : “mengapa orang2 wahabi mengatakan solawat ini syirik yaitu pada kalimat : yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan”

    Jawaban :
    “yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yang dengan itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga.

    Ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang – benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala Shahihain hadits No.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yang terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

    Rasulallah saw. amat menyenangi syair yang indah seperti yang diriwayat- kan Bukhari didalam al-Adab al-mufrad dan kitab-kitab lain. Rasulallah saw. bersabda: “Terdapat hikmah didalam syair”. Paman Nabi saw. Al-‘Abbas mengarang syair memuji kelahiran Nabi saw. diantara bait terjemahannya sebagai berikut: ‘Dikala dikau dilahirkan, bumi bersinar terang hingga nyaris-nyaris pasak-pasak bumi tidak mampu untuk menanggung cahayamu, dan kami dapat terus melangkah lantaran karena sinar dan cahaya dan jalan yang terpimpin’ (Imam as-Suyuti dalam Husn al-Maqsid: 5 dan Ibnu Katsir dalam kitab Maulid: 30 dan juga didalam kitab Ibnu Hajar, Fath al-Bari).

    Hasan bin Tsabit ia mendendangkan syair yang bunyinya antara lain: ‘Anda lah (Rasulallah saw.) makhluk suci pilihan Allah… Andalah seorang Nabi dan keturunan terbaik Adam, keagungannya bagaikan ombak samudra..dan seterusnya’. Hasan bin Tsabit ra. sering melagukan dan membacakan syair-syairnya di depan Sayyidul Mursalin Muhammad saw. dan didepan para sahabat beliau. Tidak ada satupun yang mencela atau mengatakan berlebih-lebihan (ghuluw)! Tertera di batu nisan Hasan ibnu Tsabit beliau menulis mengenai Nabi saw.:
    “Bagiku tiada siapa dapat mencari kesalahan didalam diriku, Aku hanya seorang yang telah hilang segala derita rasa, Aku tidak akan berhenti dari pada memujinya (nabi saw.), karena hanya dengan itu mungkin aku akan kekal didalam syurga bersama-sama ‘Yang Terpilih’, yang daripadanya aku mengharapkan syafa’at, dan untuk hari itu, aku kerahkan seluruh tenagaku kearah itu”.

    Menurut riwayat yang berasal dari Abu Bakar Ibnul Anbari, ketika Ka’ab bin Zuhair dalam mendendangkan syair pujiannya sampai kepada sanjungan bahwa beliau saw. adalah sinar cahaya yang menerangi dunia dan beliau laksana pedang Allah yang ampuh terhunus. Sebagai tanda kegembiraan beliau saw., maka beliau menanggalkan kain burdahnya (kain penutup punggung) dan diberikan pada Ka’ab. Mu’awiyyah bin Abi Sufyan pada masa kekuasaannya berusaha membeli burdah itu dari Ka’ab dengan harga sepuluh ribu dirham, tetapi Ka’ab menolaknya. Setelah Ka’ab wafat, Mu’awiy yah membeli burdah pusaka Nabi saw. itu dari ahli waris Ka’ab dengan harga dua puluh ribu dirham.

    Sabda beliau saw.:
    “Saya adalah sayyid (orang yang paling mulia) anak Adam di hari Kiamat nanti’ (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Turmudzi) atau sabda beliau saw.: ‘Aku adalah sayyid semua manusia di hari kiamat’ (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

    Beliau saw. juga sering berkata:
    Akulah ashabul-yamin yang terkemuka (dalam Dala’ilun Nubuwwah:5 , …..Akulah khairussabiqin (dalam Syarhul Mawahib 1:62) ….dan akulah anak Adam yang paling bertakwa dan paling mulia di sisi Allah dan aku tidak sombong….” (HR. At-Thabrani dan Al-Baihaqi didalam Dala’ilun Nubuwwah),

  15. @Rina : “bismillah.maaf sebelumnya kpd admin, justru dr arti yg Anda sampaikan ‘YANG DENGAN RAHMAT NABI…’ terlihat jelas kesyirikannya. Di sini orang awam yang membaca arti ini bisa berpendapat bahwa nabi mempunyai kemampuan seperti Alloh”.

    Jawaban :
    “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya.” (Q.S. Az-Zumar : 44)

    “Hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian.” (Q.S. At-Taghaabun : 1)

    “Hanya kepunyaan Allah-lah syafaat itu semuanya.” (Q.S. Az-Zumar : 44)

    “Mereka tidak berhak mendapat syafa`at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.” (Q.S. Maryam : 87)

    Allah mensifati diri-Nya dengan pemilik kekuasaan padahal ada ayat :
    “Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.” (Q.S.Ali `Imran : 26)

    “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (Q.S. Faathir : 10)

    “Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mu`min.” (Q.S. Al-Munaafiquun : 8)

    Sebagaimana Allah SWT bebas memberi sesuatu kepada yang dikehendaki dan menjadikan sebagian kemuliaan (‘izzah) yang merupakan milik-Nya diberikan kepada Rasulullah dan kaum mu’minin, demikian pula syafa’at yang seluruhnya milik Allah namun Dia memberikannya kepada para Nabi dan hamba-hamba-Nya yang shalih.

    ”Anas ibn Malik mengatakan, “Wahai Nabi Allah, berilah aku syafaat di hari kiamat. “Insya Allah aku akan melakukannya,” jawab Nabi. HR Turmudzi dalam As- Sunan dan mengkategorikannya sebagai hadits hasan dalam bab Maa Jaa’a fi Shifati As-Shiraathi.

    Mazin ibn Al-‘Adlub juga memohon syafaat kepada Rasulullah ketika datang untuk memeluk Islam dan mengucapkan :
    Kepadamu, wahai Rasulullah, untaku lari
    Melintasi padang sahara dari Oman hingga ‘Arj
    Agar engkau memberiku syafa’at, wahai sebaik-baik orang yang menginjak kerikil
    Hingga akhirnya Tuhan mengampuniku dan aku pergi membawa kemenangan.
    (HR. Abu Nu’aim dalam Dalaailu An-Nubuwwah).

    Sawaad ibn Qaarib mengucapkan syair di hadapan Nabi SAW :
    Aku bersaksi, sungguh tiada Tuhan selain Allah
    Dan engkau dapat dipercaya atas semua hal ghaib
    Engkau rasul paling dekat untuk dijadikan wasilah
    Kepada Allah, wahai putra orang-orang mulia nan baik.
    Jadilah engkau pemberi syafaat pada hari dimana
    Pemberi syafaat tidak mencukupi Sawad ibn Qaarib.

    Hadits di atas ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Ad-Dalaailu An-Nubuwwah dan Ibnu ‘Abdil Baarr dalam Al Istii’aab. Dalam Fathul Baari syarh Shahih Al-Bukhari jilid 7 hlm. 180 pada Bab Islaami ‘Umar RA, Ibnu Hajar juga menyebutkannya. Rasulullah menetapkan perkataan Sawad dan tidak mengingkari permintaan syafaat dari dirinya.

    “Hidupku lebih baik untuk kalian. Kalian bisa berbicara dan mendengar pembicaraan. Dan kematianku lebih baik buat kalian. Amal perbuatan kalian disampaikan kepadaku. Jika aku menemukan amal baik maka aku memuji Allah dan bila menemukan amal buruk aku memohonkan ampunan kepada Allah untuk kalian.”
    Hadits ini dinilai shahih oleh sekelompok huffadz yaitu Al-‘Iraqi, Al-Haitsami, Al-Qasthalani, As-Suyuthi, dan Isma’il Al-Qadhi.

    Jika Nabi SAW dimohon syafaat maka beliau mampu untuk berdo’a dan memohon kepada Allah sebagaimana beliau melakukan hal ini saat masih hidup. Selanjutnya seorang hamba akan mendapat syafaat tersebut di tempatnya setelah diizinkan Allah. Sebagaimana sorga dapat diperoleh oleh orang yang Nabi mengkhabarkannya di dunia. Pada waktunya orang ini dapat memperoleh sorga setelah
    mendapat izin Allah untuk masuk surga. Masalah masuk surga dan mendapat syafaat adalah persoalan yang sama. Diperkenankannya memohon syafaat kepada Nabi SAW di dunia dan akhirat adalah keyakinan kami dan menjadi keteguhan hati kami.

    JADI, YANG DIMAKSUD DENGAN RAHMAT NABI ADALAH SYAFAAT NABI.

  16. beberapa yg tidak dicontohkan nabi :
    * sholawat nariyah
    *tawassul
    *tahlilan
    *solat jumat pake bahasa indonesia
    *baca quran pake mushaf
    *jidat item kebanyakan sujud
    *yasinan
    * upacara hari senen di sekolah setingkat sd-sma,kcuali yg gak pernah sekolah 😀
    (masuk kategori musyrik karena ngehormat bendera)

    walah..orang indonesia sesat semua gak ada yg masuk ke sorga

    kata kepala sekolah saya ke guru smp “janganlah kamu uji anak anak smp itu pelajaran matematika untuk ujian mahasiswa, blom nyampe elmunya,blom tentu kamu juga lebih pinter dari yg ditanya” kata guru ngaji saya “jangan lah kamu uji orang orang awam dgn meminta dalil dalil nash dan hadits,karena akan membuat mereka bingung,belum tentu juga yg meminta apabila disodorkan hadits tidak kurang bingungnya seperti mereka”

    oh btw ttg bab syirik, sesungguhnya para penghuni sorga telah melakukan kesyirikan yg sangat besar karena telah bersujud kepada adam,hanya iblis lah yg tidak bersujud karena merasa lebih baik dan hanya kepada allah sajalah sujud seharusnya diperuntukkan

  17. Bismillah..
    Makasih @ummaty atas pnjelasnnya,
    Oh ya..
    Ada sdikit usulan, Kalo bisa, artikel diatas di updatelagi, ditambhin pmbahsan sdikit susunn shalawt nariyyah/yg lain dr segi balaghohhnya. Disitu kan mngkin ada pmbuangan musnad sprti pd lfadz ” bihi ”() mngkin yang kalo di prjelas lagi = ” bi barokatihi”. Trus faidahnya apa??
    CMIIW..:D
    Biar pr salapy pd blajr dikit mngnai ilmu balaghoh..
    Memang prlu ksabaran yg tinggi utk mengajr ‘anak TK’.
    Satu lagi, jangan lupa refrensinya juga di cantolin, sprt pd shalawat versi ‘ulama’ salepy kan gag ada ketrangan dr kitab apa, hal berapa…

    NB: Mohon kmntar yg repost di delt saja @min, biar agak rapi.

    Syukron jzlann…
    Moga kita dapet barkahnya sayyidil mursalin amiin..

  18. mas font yang antum pake ini tanda antum cinta ke orang orang kafir lihat hurut t nya mirip salib ga ????????????????????????????????????

    1. Afwan akhi, kami selama ini tidak berpikir sejauh itu. Setelah ada info dari antum,ingin juga ganti font, tetapi tentu saja tidak mudah untuk dilakukan.

    2. لللل @

      he he he… su’udzon akibat terlalu jauh mikirnya. Cuma sekedar mirip bukan baromaeter cinta. Saya yakin akan hal itu, toh bisa dilihat dari isi web ini.

    1. ya Allah…itu mah kelewatan goblog-nya, dasar salafi bahlul….kalo misalnya ada korma berbentuk salib juga, korma bakal dilarang dimakan….logikanya dimana sih orang-orang tersebut??

      makasih ya masbro, dah bikin ane ngakak….

  19. Ya … bebas bebas aja kok.
    Mau baca shalawat dari nabi … mau baca shalawat buatan …terserah masing masing.
    Bukankah nanti akan diminta pertanggung jawaban.
    Kok senang yaa ngamalin shlawatan buatan orangg…. bukankah lebih rajih… shalawat yang diajarkan nabi ???? lebih aman wowwww…..

    1. kalo mau lebih aman ya nggak usahlah gampang menuduh ini bid’ah itu bid’ah…. , lebih baik bersholawat aja dijamin lebih aman.

  20. buat para wahabi yg ahli bid’ah, lu ga sadar muka lu juga bid’ah, ga ada di jaman Rasulallah SAW, kalo mau di lanjutkan lagi debatnya, silahkan datang ke bekasi nanti tak jamu dengan baik 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker