Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Timur Tengah

Benyamin Netanyahu Berkuasa Lagi, Palestina Makin Pesimis?

Benyamin Netanyahu Telah Bersumpah Tak Akan Ada Negara Palestina

Dalam Masa Kampanye, Benyamin Netanyahu Pernah Sesumbar Palestina Tak Ada Lagi

Yerusalem Timur – Palestina, Israel mengumumkan rencana untuk membangun 143 rumah baru di Har Homa (30/3) lalu. Har Homa merupakan salah satu daerah permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Langkah ini dipandang sebagai sarana menghilangkan hambatan bagi Israel mencapai kedaulatan penuh atas kota tersebut.

Aljazirah Selasa (14/4) melaporkan, menurut anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi, langkah Israel tersebut menunjukkan sinyal kuat pasca pemilu, bahwa pemerintahan baru Israel lebih berkomitmen pada solusi satu negara.

Baik masyarakat internasional maupun Palestina memang telah semakin pesimistis akan kemungkinan terwujudnya solusi dua negara, sejak terpilihnya kembali Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Dalam kampanyenya, Netanyahu telah bersumpah tak akan ada negara Palestina di bawah pengawasannya.

BACA JUGA:  Damaskus Tegaskan Kerjasama Teluk Sejalan dengan Agenda Israel

Kabar mengenai perluasan permukiman Har Homa datang tak lama setelah laporan delegasi Uni Eropa mengenai situasi Yerusalem Timur, bocor ke The Guardian. Laporan mengatakan, kota tersebut telah mencapai titik didih polarisasi dan kekerasan yang tak terlihat sejak akhir intifada kedua pada 2005.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Paul Hirschon mengatakan pada Aljazirah, ia tak begitu percaya pada laporan tersebut. Alasannya laporan bias ke titik yang tak dapat dimengerti.

Seorang wakil kelompok masyarakat sipil Palestina Rima Awad menegaskan kembali, bahwa Yerusalem Timur harus menjadi ibukota Palestina di masa depan. Ia mengatakan, tawar-menawar politik telah membawa masyarakat Palestina mendekati titik di mana mereka tak lagi percaya pada partai politik atau proses advokasi atas nama mereka.

BACA JUGA:  Pengakuan Erdogan Atas Israel: Turki Butuh Israel!

Terpilihnya kembali Benyamin Netanyahu membuat pesimis terwujudnya solusi dua negara. Namun kehadiran perwakilan partai gabungan Arab di Knesset, yakni sebanyak 14 kursi, memberi harapan. Hasil seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel.

 

Dalam Masa Kampanye, Benyamin Netanyahu Pernah Sesumbar Palestina Tak Ada Lagi

Yerusalem – Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan jika ia terpilih kembali sebagai perdana menteri Israel maka negara Palestina tidak akan didirikan. Ia memastikan, selama ia memimpin maka negara Palestina tidak akan pernah ada.

BACA JUGA:  AS - Israel Serbu Dunia Arab dengan Narkoba dan Pornografi

Benyamin Netanyahu membuat pernyataan pada malam pemilihan di mana ia tertinggal dalam jajak pendapat. Dia telah berkampanye secara agresif untuk menarik dukungan.

“Saya berpikir bahwa siapa pun yang akan mendirikan negara Palestina hari ini dan mengevakuasi tanah, memberikan alasan serangan ke Islam radikal terhadap negara Israel,” ujar Netanyahu seperti dilansir NewsYorkTimes (16/3).

Netanyahu juga mengunjungi Har Homa, lingkungan Yerusalem di mana konstruksi di tanah Israel dilakukan dalam perang tahun 1967 yang menyebabkan kemarahan internasional.

Netanyahu mengatakan ia telah resmi melakukan konstruksi selama masa jabatan pertamanya untuk memblokir Palestina dari perluasan Betlehem, dan untuk mencegah pasukan Hamas masuk ke wilayah tersebut. (al/newsyorktimes/aljazirah)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker