Berita Arab Saudi

Belgia Tolak Jual Senjata ke Arab Saudi karena Eksekusi Massal Saudi

Menyusul aksi eksekusi massal oleh pemerintah Arab Saudi, Flandria Belgia menolak penjualan senjata ke Arab Saudi. Arab Saudi telah mlakukan eksekusi massal terhadap 47 orang yang dihukum karena tuduhan terorisme dan hasutan untuk melakukan kekerasan, termasuk seorang ulama Syiah Nimr al-Nimr, seorang kritikus dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

 

 

Islam-Institute, BRUSSEL – Eksekusi Massal oleh Arab Saudi telah membuat prihatin beberapa negara di Eropa. Baru-baru ini Pemerintah Negara bagian Flandria, Belgia, telah menolak permintaan penjualan senjata ke Arab Saudi mengingat eksekusi massal yang telah dilakukan kerajaan monarki di tanah Arab tersebut di awal tahun ini, pada tanggal 2 Januari 2016.

“Kami telah menolak permintaan (untuk memasok peralatan militer ke Arab Saudi) tersebut, “ ungkap Geert Bourgeois kepada Parlemen Flemish sebagaimana dikutip jaringan penyiaran RBTF.

banner 2 2 - Belgia Tolak Jual Senjata ke Arab Saudi karena Eksekusi Massal Saudi

Pada hari Selasa, Bourgeois telah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio RBTF Belgia, bahwa ia tidak akan memberikan izin untuk penjualan senjata ke Arab Saudi mengingat eksekusi massal yang kerajaan itu lakukan, dan perannya dalam agresi mengerikan ke Yaman.

Borgeois mengatakan bahwa ia tidak akan memaksakan embargo pada semua pengiriman peralatan militer atau senjata ke Arab Saudi dan setiap kasus akan dianggap terpisah.

Awal Januari, setelah eksekusi massal Saudi, partai Hijau Jerman juga telah menuntut untuk segera menghentikan hubungan dagang dengan Arab Saudi dan memberlakukan larangan penjualan senjata ke negara itu. Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, mengatakan bahwa Berlin belum menghentikan pengiriman senjata ke Riyadh tetapi berjanji untuk “melihat lebih dekat” permasalahan penjualan senjata ke Arab Saudi di masa depan.

Pada hari Sabtu, Arab Saudi telah mengeksekusi 47 orang yang dihukum karena terorisme dan hasutan untuk melakukan kekerasan, termasuk seorang ulama Nimr al-Nimr, seorang kritikus dari keluarga kerajaan Saudi. Langkah ini memicu protes kekerasan di Iran dan negara-negara yang lainnya. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker