Berita Indonesia

Banser NU dalam Peringatan Harlah GP Ansor Nasional Ke-78 di Solo

Dipusatkan di Solo 10 Juni 2012, Grobogan Kirim Seribu Banser NU

Banser NU – Sejarah panjang Banser akan memasuki usianya yang ke – 78 tahun. Sudah tak terhitung jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia. Bersama Elemen bangsa seperti ABRI, Polisi  dan yang lainnya, Banser NU mengabdi tanpa pamrih untuk tetap terpeliharanya kesatuan NKRI. Untuk memperingati hari lahirnya yang ke 78 tahun ini akan dipusatkan di kota Solo, pada 10 Juni 2012 mendatang.

Di Solo nanti akan berkumpul sekitar 30.000 personil Banser NU dari Pulau Jawa dan Lampung.  Selamat dan sukses mengawal agama, bangsa dan Negara Indonesia, semoga Allah meridhoi pengabdian kalian, amin….

BACA :  Mahfud MD Menuju Indonesia Negeri Darussalam

Anggota Banser - Banser NU dalam Peringatan Harlah GP Ansor Nasional Ke-78 di Solo

banner gif 160 600 b - Banser NU dalam Peringatan Harlah GP Ansor Nasional Ke-78 di Solo

Harlah NU, Grobogan Kirim Seribu Banser NU

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Grobogan rencana akan mengerahkan sekitar seribu anggota Banser NU untuk mengikuti puncak acara peringatan Harlah GP Ansor nasional Ke-78 yang akan dipusatkan di Solo 10 Juni 2012 mendatang. Seribu Banser tersebut akan berangkat bersama dengan anggota Banser dari Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

BACA :  Era Muslim Hujat Ahok Gunakan Foto Kerusuhan Makam Mbah Priok

“Saat ini kami tengah mempersiapkan pembekalan dan bimbingan mental bagi anggota Banser yang akan dikirim ke Solo,” kata Ketua Satgas kegiatan Apel Akbar Harlah GP Ansor Kabupaten Grobogan, M Sirajuddin SH, Jumat (18/5).

Dijelaskan, Banser NU Grobogan akan mengikuti seluruh acara yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Pengiriman seribu Banser tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakerwil PW PP Ansor 28-29 April 2012 lalu di Gedung NU Jateng. Puncak acara Harlah GP Ansor di Solo akan ditutup dengan apel 30 ribu Banser dari Jawa dan Lampung.

BACA :  Ulama Afganistan: Mayoritas Rakyat Afganistan Cinta Damai

Menurut Sirajuddin, kegiatan di Solo nanti juga untuk menunjukkan bahwa keberadaan Banser dalam era saat ini. Juga untuk menangkal semua aksi terorisme dan kelompok radikal yang mengatasnamakan agama.

“Namun, kami juga mengedepankan komunikasi, meskipun selalu siap untuk berjihad,” tegas pengasuh Ponpes Manbaul A’la Jagalan Purwodadi ini. (Tas) GROBOGAN (KRjogja.com)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

8 thoughts on “Banser NU dalam Peringatan Harlah GP Ansor Nasional Ke-78 di Solo”

  1. Terimakasih Banser, kalian makin keren aja, bersiaplah bersama rakyat dan ABRI untuk menghadapi pemberontak yg selalu mengintai… dan menunggu kelemahan NKRI.

    Wah, gambarnya ajiiiib, gak nyagka ada Banser juga di Bali.

  2. Bismillaah,

    Banser dapat rapi dan baris barisan tapi kok tak bisa merapikan shaf shalat berjamaah. Janganlah di luar rapi, tapi di dalam shalat berantakan. Bila seseorang itu di dalam shalat barisannya rapi, rapat dan lurus, maka di luar shalat pun ia dapat baris-barisan dengan rapi.

    Saya beri tantangan kepada Banser. Bisakah mereka shalat berjamaah dengan shaf yang rapi, rapat dan lurus?

    Wallaahu a’lam.

    1. Wah, ini kang Suradi kok sdah dua tahun masih ngomongin soal barisan rapi melulu? Nggak ada pengetahuan antum yang lainnya apa Kan Suradi?

      Maaf ya, memang penting shaf sholat yg rapi dan rapat, tetapi perlu antum tahu ya Kang, lusrus, rapi dan rapat dalam barisan sholat itu adalah keutamaan dalam shaf sholat jamaah. Tetapi bukan berarti kalau tidak rapi tidak syah sholatnya, bukan begitu kan? Walaupun tidak rapi dan rapat sholat berjamaah tetap syah. Jadi antum silahkan terus ngomongin soal barisan ini walaupun sudah dua tahun antum berbicara soal ini.

      Kang Suradi, antum sudah tahu atau belum bahwa sunnah sholat itu ada 400 lebih? Apakah sunnah sholat yg 400 lebih ini antum sdh melakukannya kang? Terus terang kalau saya sih belum, berat kang.

  3. sur…sur….. kata siapa wahabiyun bisa baris berbaris dengan rapi ????
    baris berbaris kan ga di contohkan nabi ? weeek……
    Ayo suradi ajak temen” ente gabung ikut Banser.
    Banser sudah terbukti bakti nyatanya untuk RI. lha kaum wahabi apa yang dilakukan di Indonesia ? merusak persatuan umat muslim …………. Hidup Banser ! Selamat Harlah ke 78.

  4. Bismillaah,

    Kang Baihaqi,

    Dalam berdakwah saya tak mau muluk-muluk. Setelah masalah tauhid, saya memprioritaskan dakwah saya pada pentingnya merapatkan dan meluruskan shaf shalat berjamaah. Untuk masalah lain, biarlah orang lain menanganinya.

    Sunnah merapatkan shaf ini sangat penting karena ancamannya jelas seperti yang disabdakan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Rapatkan dan luruskan shaf kalian atau Allah akan mencerai-beraikan hati kalian.”

    Banyak ustadz termasuk Habib Munzir menyampaikan bahwa merapatkan dan meluruskan shaf hanya sekedar sunnah sehingga tidak berdosa seseorang bila meninggalkan sunnah tersebut. Lantas, bagaimana dengan ancman bagi orang yang tidak merapatkan dan meluruskan shaf shalat berjamaah seperti yang disebutkan dalam hadits di atas? Apakah mereka meremehkan ancaman tersebut?

    Saya sungguh prihatin melihat berantakannya shaf shalat berjamaah kebanyakan umat Islam di Indonesia. Shaf mereka tidak rapat dan tidak lurus.

    Bagaimana hal ini bisa terjadi dan tidak ada perbaikan sejak saya masih kecil hingga sekarang. Apakah guru-guru mereka tidak pernah mengajarkan pentingnya merapatkan dan meluruskan shaf serta bagaimana cara melakukannya? Apakah pesantren-pesantren tidak mengajarkan masalah itu kepada santrinya sehingga lulusannya yang menjadi ustadz tidak mengajarkan amalan tersebut kepada masyarakat?

    Hal ini sangat aneh. Mereka hafal banyak shalawat, dzikir dan doa, tapi tidak mengetahui hadits tentang merapatkan dan meluruskan shaf shalat berjamaah sehingga mereka tidak bisa merapatkan shaf saat shalat berjamaah.

    Pantas saja umat Islam ini tidak bisa bersatu. Bagaimana umat islam bisa bersatu, sedangkan merapatkan shaf shalat berjamaah saja tidak mau? Dalam shalat saja mereka tak mau bersatu, apalagi di luar shalat. Hasilnya, Allah mencerai-beraikan hati mereka. Mereka berpecah belah dalam banyak golongan.

    Wallaahu a’lam.

  5. Heeeeeeeeeeem yang bikin umat islam ngak bersatu itu sebenarnya siap sih dulu linggkungan saya hidup guyub damai saling menghormati antar agama, suku, ras, baik orang yang masih memegang adat dan kaum santri hidup damai namun setelah kedatangan mereka yang suka membidahkan yang lain yang suka mengkafirkan yang lain akhirnya arisan RT pun sekarang ngak kompak karena mereka yang mengikuti faham anti NU bikin kelompok sendiri dan ngak mau gabung dengan masyarakat yang lain apa itu yang dimakan golongan yang sudah rapi dalan shaf nya jadi apa kah kami warga NU yang suka masyarakat ngak rukun. HIDUPPPPPPPPPPPPPPP BANSER .DARI KOMANDAN BANSER CEPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker