Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Banser NU Amankan Perayaan Idul Adha di Tolikara Papua

Wakil Sekjen GP Ansor: Banser NU Amankan Perayaan Idul Adha di Tolikara Papua

Tidak hanya saat Idul Adha maupun Idul Fitri di daerah yang umat muslimnya minoritas, tetapi juga di setiap hari keagamaan lain, jelas Faisal.

Islam-institute.com, Tolikara Papua – Tanpa banyak pengumuman dan upacara formalitas yang berlebihan, Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Nahdlatul Ulama dikirim ke Tolikara, Papua untuk ikut andil dalam pengamanan perayaan Idul Adha. Anggota Banser yang dikirim adalah yang seringi terjun langsung menjaga gereja-gereja di daerah minoritas umat Kristiani dalam rangka memastikan bahwa keberagaman di negara ini terjaga.

Wakil Sekjen GP Ansor yang juga Koordinator Banser Maluku dan Papua, Faisal Saimima menyatakan, “Teman-teman Banser sudah sampai di Tolikara, kemarin saat maghrib, dan langsung bersilaturahmi dengan Bupati Tolikara serta para tokoh dan pemuda kristiani. Mereka menyambut baik kedatangan Banser, karena ini dalam rangka menjaga keberagaman” .

BACA JUGA:  KH Ma’ruf Amin Ingin Pemuda Muslim Ikut Banser

Menjaga ibadah dalam arti untuk memastikan keberagaman dan beribadahnya kaum minoritas tetap aman merupakan program rutin GP Ansor. Tidak hanya saat Idul Adha maupun Idul Fitri di daerah yang umat muslimnya minoritas, tetapi juga di setiap hari keagamaan lain, jelas Faisal.

 

 

Langkah GP Ansor itu sekaligus juga sebagai ajakan bagi pemuda-pemuda agama lain, seperti pemuda Katolik dan Protestan di Papua, serta pemuda Hindu di daerah lain, bahwa di negara ini tidak ada satu daerah pun yang boleh menerapkan tirani mayoritas. “Selama ini, kami juga menjaga gereja di Jawa saat hari besar keagamaan Umat Kristiani maupun menjaga tempat ibadah ketika umat Hindu dan Buddha merayakan hari besar mereka. Jadi, yang ingin kami pastikan dengan hadir di Tolikara juga sama, yaitu umat muslim di sana yang minoritas bebas menjalankan ibadah,” lanjutnya.

BACA JUGA:  GP Ansor Tolak Deklarasi Anti Syiah di Purwakarta

“Yang kami lakukan tak sekadar menjaga dalam arti secara fisik, melainkan upaya merawat agar tidak ada pihak-pihak yang coba merusak pondasi keberagaman di negara ini. Hidup bernegara ada aturannya bahwa kebebasan beribadah dijamin dan dilindungi. Itulah yang ingin kami pastikan, bahwa tidak ada praktik tirani mayoritas dalam hal menjalankan ibadah dan keyakinan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Buku TK Bermuatan Ajaran Radikal Harus Dicabut dari Peredaran

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Ikhwanudin mengatakan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta Jawa Tengah untuk mengirimkan anggotanya ke Tolikara. Banser NU yang merupakan bagian dari Ansor, katanya, tidak hanya berpartisipasi dalam pengamanan gereja pada saat Natal, tetapi juga mengamankan masjid dan aktivitas yang terkait. “Jawa Tengah ada 13 orang dan DKI tiga orang yang berpartisipasi di Tolikara dalam pengamanan saudara muslim di sana. Kami berharap di sana perdamaian tetap dijaga,” ujar Ikhwanudin, kemarin.

Anggota Banser yang dikirim, katanya, telah digembleng secara fisik dan mental serta dengan ilmu kanuragan. Mereka juga bergabung dalam satuan Densus 99 Asmaul Husna yang dibentuk sebagai barisan terdepan terkait penanganan radikalisme. (al/moslemforall)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker