Berita Arab Saudi

Bahaya Arab Saudi Sebagai Pusat Terorisme Global

Pentingnya Menyadari Bahaya Arab Saudi Sebagai Pusat Terorisme Global

Betapa pentingnya menyadari bahaya Arab Saudi. Sampai hari ini, apakah semua sudah memahami bahwa musuh kemanusiaan yang sebenarnya adalah satu, yaitu rezim Arab Saudi? Apakah semua sudah memahami bahwa perang melawan para teroris baik dari kelompok ISIS atau kelompok lainnya tidak akan pernah berakhir tanpa menjatuhkan rezim Arab Saudi, rezim monster yang telah merusak kedamaian dan peradaban dunia ini?

 

Islam-Institute, SAUDI – Tak seorang pun yang percaya pada Arab Saudi dalam penyampaian ucapan belasungkawanya dan kutukannya terhadap terorisme di Perancis atau di negara manapun yang ada di dunia yang terkena pukulan teror, sebagaimana tak satupun orang yang percaya pada Perancis ketika mengutuk terorisme atau berpura-pura dengan melawannya di Suriah.

Semua tahu bahwa Arab Saudi memiliki uang berlimpah dan ideologi takfiri wahabisme, dimana sistem pemerintahannya berdiri diatas prinsipnya yang tetap dan penting yaitu memetak-metak negara-negara Arab guna meruntuhkannya agar tidak menimbulkan ancaman dalam bentuk apapun yang dapat mengancam keberlangsungan dinasti keluarga kerajaan di pemerintahan, dengan menggunakan dana dari hasil penjualan minyak yang terkotori oleh darah orang-orang yang tak bersalah, Saudi membeli seluruh media Arab yang anti-Arab Saudi bahkan juga semua media Barat sampai pada batas tertentu sehingga menjamin serta memastikan bagi mereka untuk dapat langsung terlibat dalam permainan serta penipuan dan kebohongan.

Bukan hanya itu Arab Saudi juga membeli beberapa pemerintahan negara-negara Arab sehingga dengan itu mereka bisa langsung terlibat dalam peperangan penuh noda dari darah orang-orang yang tak bersalah, sebagaimana yang terjadi pada pemerintahan Mesir dan Sudan dalam perang Yaman.

Sementara itu Saudi dengan doktrin Wahabisme-nya terus berusaha untuk meracuni pikiran pemuda yang masih polos kemudian mengubahnya menjadi bom cluster yang siap ditanam di tempat-tempat “sensitif” dari tubuh dunia Arab, seperti Suriah, Mesir dan Irak.

BACA JUGA:  Menurut IMF, Tahun 2020 Arab Saudi Bangkrut

Ada dua kampanye penting yang membawa bahaya bagi Islam, pertama Sektarianisme dan yang kedua  Takfiri Wahabi, pada kesempatan ini yang jadi poin penting dalam artikel ini adalah faham takfiri wahabi yang diusung oleh Arab Saudi terhadap Islam di dunia, termasuk dalam konteks yang luas ini adalah Arab Saudi menjalankan sebuah proses pendirian ribuan sekolah dan pondok pesantren serta masjid di seluruh penjuru dunia dan khususnya di negara-negara Afrika yang miskin.

Sekilas secara lahiriah, Arab Saudi mengatakan bahwa mereka melakukan semua itu demi tersebarnya Islam, namun pada hakikatnya rezim Saudi berpikir lain, mereka berniatan untuk menyebarkan ajaran Wahabi dan mereka tidak pernah merasa malu untuk mengkafirkan dan menumpahkan darah baik Muslim maupun non-Muslim, dan sangat mungkin bahwa mereka yang memukul republik Mali beberapa hari yang lalu merupakan produk dari ideologi Wahabi yang buas. (Baca Kebencian Wahabi Terhadap Nabi Muhammad Dan Islam)

Oleh karenanya mereka yang aktif mengikuti dan memantau perkembangan kelompok-kelompok takfiri menegaskan bahwa seandainya ajaran ideologi Wahabi yang diusung Arab Saudi tidak ada maka tidak akan pernah ada yang namanya kelompok al-Qaeda, ISIS atau Jabhah Al-Nusra dan juga tidak akan terlahir setan mematikan yang bernama Ikhwanul Muslimin dan kelompok Boko Haram atau Taliban, dan kelompok anak-anak muda serta kelompok-kelompok lainnya yang hidup dengan uang  kotor dari hasil penjualan obat-obatan terlarang atau dari hasil uang minyak yang bercampur dengan darah orang-orang yang tidak bersalah.

Hal yang sangat memalukan dan sangat tidak masuk akal adalah saat kita mendapati Arab Saudi menyerukan anti-terorisme atau mengklaim bahwa mereka memerangi dan menyerang kelompok teroris, dan pada saat Mafia state menyumbangkan jutaan dolar ke PBB dengan judul “bantuan untuk memerangi terorisme” atau pada saat mereka menghabiskan jutaan dolar untuk mengadakan seminar internasional atau berpartisipasi dalam seminar dan konferensi internasional yang diadakan untuk memerangi terorisme dan mencari cara untuk melawannya dan menghancurkannya, maka kita harus punya banyak pertanyaan untuk memahami Arab Saudi dengan otak guritanya yang di satu sisi mendukung terorisme dan di sisi yang lain bertentangan dengan dirinya sendiri dengan bergabung bersama mereka yang berusaha untuk melawan terorisme.

BACA JUGA:  8 Orang Jerman Merampok, Hasilnya untuk Dukung Teroris

Disini kita tidak harus menyangkal bahwa Arab Saudi telah berhasil selama beberapa tahun dalam mempromosikan ide pertahanan Islam dan perang melawan terorisme, akan tetapi invasi ke Irak dan khususnya alasan utama invasi tersebut adalah peristiwa 11 September 2001 telah menjelaskan kepada dunia tentang rahasia yang selama ini tersembunyi, bahwa rezim Saudi melatih terorisme sebuah negara dari A sampai Z, setidaknya itulah hasil laporan investigasi Amerika Serikat terkait peristiwa-peristiwa tersebut, dan yang memaksa Presiden Bush Jr menghentikan operasinya setelah menjalankannya  dengan dalih demi keamanan nasional AS dan rezim Saudi yang sedang berada di bawah tekanan.

Kami tidak ingin membebani pikiran pengamat dengan angka dan statistik, tetapi sering ada pembicaraan bahwa rezim Saudi demi menyebarkan budaya kebencian dan takfri telah menghabiskan anggaran lebih banyak dari anggaran yang dikeluarkan oleh Uni Soviet untuk menyebarkan ideologi sosialisme, hal ini seperti apa yang ditegaskan oleh hasil penelitian yang dipublikasikan di surat kabar New York Times pada 23 Agustus 2014, dimana dijelaskan dengan gamblang bahwa “Arab Saudi harus menghentikan ekspor ekstrimisme dan terorisme, ISIS melakukan kekejaman yang mengerikan berkat dukungan keuangan Saudi untuk penyebaran budaya kebencian dan perpecahan antara Sunni dan Syiah”.

Ini merupakan hal yang sangat penting dalam memahami apa yang sedang terjadi dan memahami hubungan yang sebenarnya antara terorisme dan negara Saudi yang menciptakannya sekaligus memeliharanya, dan bahkan beberapa pemboman sporadis yang terjadi di wilayah negara Saudi adalah hasil karya intelijen kerajaan Saudi sendiri, guna menyebarkan budaya kebencian antara Sunni dan Syiah di negara itu. Belum lagi dari apa yang terjadi di Suriah, Yaman dan Irak dimana telah terjadi pembantaian massal yang dilakukan oleh kelompok teroris Arab Saudi.

BACA JUGA:  Rusia - Suriah Hancurkan 344 Target ISIS dalam Sehari

Mungkin semua orang telah melihat bahwa simpati global dan khususnya negara-negara Arab telah berkurang banyak di depan peristiwa aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini yang melanda ibukota Perancis dan mengakibatkan tewasnya ratusan orang dan juga banyak yang terluka.

Perancis telah pergi terlalu jauh dalam dukungannya terhadap terorisme dan dalam dukungannya demi tercapainya tujuan-tujuan Saudi, yang pada akhirnya hal itu membuat Perancis yang pengecut memalingkan pandangannya dari terorisme Saudi dan Qatar yang ada di Suriah, Irak, Yaman, Mesir, Tunisia, Libya, Lebanon (pemboman pinggiran Lebanon akhir-akhir ini).

Karena menganggapnya sebagai bentuk dukungan pada proyek Zionis – Saudi yang mengansumsikan bahwa Paris harus membayar tagihan kecerobohannya dalam berpolitik dan menjadikan intelejen Prancis yang berpartisipasi dalam pengiriman para teroris ke Suriah dalam sebuah dilema bersejarah, setelah mereka tidak lagi sanggup menghadang serangan-serangan teror Saudi untuk yang kedua kalinya. Bisa jadi kini sayap kiri Perancis adalah Zionis yang telah memahami bahwa terorisme Saudi yang tidak memiliki agama dan buta akan mengakibatkan sebuah bencana besar.

Betapa pentingnya menyadari bahaya Arab Saudi. Sampai hari ini, apakah semua sudah memahami bahwa musuh kemanusiaan yang sebenarnya adalah satu, yaitu rezim Arab Saudi? Apakah semua sudah memahami bahwa perang melawan para teroris baik dari kelompok ISIS atau kelompok lainnya tidak akan pernah berakhir tanpa menjatuhkan rezim Arab Saudi, rezim monster yang telah merusak kedamaian dan peradaban dunia ini? (AL/SFA)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Bahaya Arab Saudi Sebagai Pusat Terorisme Global
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker