Inspirasional

Bagaimana Sikap NU di Tengah Konflik Wahabi dan Syi’ah?

Ummatipress – Pengantar:

Kelompok Wahabi yang merupakan kumpulan orang yang memahami agama secara tekstual dan Syi’ah sebagai kelompok yang mengutamakan tokoh dalam penerapan agama, sudah cukup lama terlibat konflik. Wahabi mulai eksis sejak berdirinya kerajaan Saudi 1925, walaupun perintisannya sudah ada jauh sebelum itu. Sedangkan Syiah era modern mulai menampakkan sikap ekspansionisnya sejak suksesnya Revolusi Islam di Iran.

Sikap ekspansionis Syi’ah yang digerakkan negara Iran, ingin menyebarkan paham keagamaannya ke seluruh penjuru dunia Islam bertemu dengan gerakan Wahabisasi dunia Islam yang digerakkan oleh Arab Saudi menyebabkan benturan-benturan. Benturan keduanya lalu dimanfaatkan musuh-musuh Islam agar terjadi konflik. Mau tak mau, kelompok Ahlussunnah Wal Jamaah (Sunni) secara otomatis berada di tengah konflik antara Wahabi dan Syi’ah.

Celakanya, kelompok Wahabi sudah kadung mendarah daging menggunakan label Sunni, sehingga di mata kebanyakan orang, konflik yang terjadi di tengah umat Islam adalah konflik Sunni dan Syi’ah, padahal sebenarnya tidak demikian, sebenarnya konflik ini adalah konflik antara Wahabi (Arab saudi) dan syi’ah (Iran).

BACA :  KH. Nasaruddin Umar: Masjid Istiqlal Simbol Islam Indonesia

Bagaimana seharusnya sikap Ahlussunnah Wal Jamaah, khususnya NU di tengah konflik Wahabi dan Syi’ah di Indonesia ? Menurut KH Masdar Farid Mas’udi sebagai Rais Syuriyah PBNU menegaskan, “NU Jangan Mau Jadi ‘Jongos’ Wahabi dan Syi’ah,” demikian seperti dikatakannya dalam forum Pendidikan Kader NU di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Yuk, kita ikuti berita selengkapnya di bawah ini ….

banner gif 160 600 b - Bagaimana Sikap NU di Tengah Konflik Wahabi dan Syi'ah?

 

 

NU.OR.ID, Purwakarta – Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi mengatakan, di antara karakteristik yang melekat pada sebuah agama adalah munculnya berbagai perbedaan yang melahirkan setidaknya dua kelompok, yaitu tekstual dan yang mengedepankan tokoh.

BACA :  Jangan Saling Menyalahkan, Mari Perkuat Ekonomi Bangsa

“Dalam agama Islam kelompok tekstual diwakili oleh Wahabi dan kelompok tokoh diwakili Syi’ah, Sayidina Ali, Hasan, Husain dan seterusnya. Pemikiran kedua kelompok ini enggak bakal ketemu, enggak bakal nyambung sehingga terjadi konflik,” ungkapnya pada Pendidikan Kader NU di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (27/2)

Ia menambahkan, posisi Ahlussunah wal Jamaah pada umumnya, dan NU pada khususnya, berada di antara kedua kelompok tersebut sehingga sangat disarankan kepada warga NU untuk tidak terjebak dan terlibat dalam konflik Wahabi dan Syi’ah.

“Posisi NU moderat, strategis. Jangan terprovokasi oleh Wahabi atau Syi’ah. Jangan mau dipinjam Wahabi atau Syiah karena kalau sampai NU ngurusi konflik mereka, mereka akan senang, nanti NU yang akan dikeroyok,” tambahnya.

BACA :  Cara Mendaftar Mudik Gratis Bareng NU 2016

Untuk menyikapi konflik Wahabi dan Syi’ah, sambung dia, bisa menggunakan teori kedokteran, yaitu teori patogin yang menyatakan bahwa di kanan-kiri tubuh kita banyak virus yang menyerang, virus-virus tersebut ada yang baik ada juga yang jahat.

“Apabila daya tahan tubuh kita baik, maka virus yang ada di kanan-kiri yang sebelumnya memusuhi akan menjadi bersahabat. Sebaliknya apabila daya tahan tubuh lemah, maka virus yang tadinya bersahabat akan menjadi musuh,” terangnya.

Begitu pun dengan Wahabi – Syiah, sikap NU mestinya adalah memperkuat antibody supaya kuat dan kebal sehingga dengan terlibat dalam konflik keduanya hanya akan menguras energi.

“Jangan mau jadi Jongos Wahabi untuk gebukin Syiah, jangan mau jadi jongos Syiah buat gebukin Wahabi. Itu namanya gebukin gratisan. Kita harus hemat energi,” tandasnya. (Al/Aiz Luthfi/Abdullah Alawi/nu.or.id)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker