Ulama Aswaja

Ayo, Nonton Live Dialog Buya Yahya VS Ustadz Ahmad Thoharoh di TV Cirebon

Tentang Ziarah Kubur dan Tawassul yang Dianggap Syirik (musysrik) Oleh Kaum Salafi Wahabi

 

Mungkin di antara anda ada yang belum nonton dialog antara Buya Yahya (Pesantren Al Bahjah Cirebon) dengan Ustadz Ahmad Thoharoh (Salafi Wahabi), berikut ini adalah videonya. Dialog ilmiyyah ini berbicara tentang Tawassul dan Ziarah Kubur yang dianggap syirik (musyrik) oleh kaum Salafi Wahabi. Silahkan tonton sendiri atau bersama-sama keluarga, teman-teman dan atau orang-orang yang anda cintai. Setelah nonton jangan lupa berikan komentar anda (yang sopan ya?), caranya, silahkan tuliskan kesan dan kesimpulan anda dari apa yang anda lihat dan dengar dari video ini.

banner gif 160 600 b - Ayo, Nonton Live Dialog Buya Yahya VS Ustadz Ahmad Thoharoh di TV Cirebon

Dan bagi anda yang sudah pernah nonton video ini, silahkan tonton lagi (nambah mumpung gratis, he he he…), dan jangan lupa silahkan berkomentar juga. Atau kalau ada yang kontra dengan penjelasan Buya Yahya silahkan tulis dengan berkomentar, biar nanti bisa kita diskusikan lagi.

Catatan penting:

Tontonlah video ini sampai tuntas (selesi) niscaya anda akan mendapatkan penjelasan tuntas dan jelas tentang Ziarah Kubur dan Tawassul oleh Buya Yahya (di video 3) dengan berdasar hujjah-hujjah yang kuat. Semoga setelah menonton video ini, hati  yang keras menjadi lembut sehingga Allah menurunkan hidayah-NYA. Amiin….

Video 1

Video 2

Video 3

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

45 thoughts on “Ayo, Nonton Live Dialog Buya Yahya VS Ustadz Ahmad Thoharoh di TV Cirebon”

  1. kesan pertama:

    sangat kelihatan ustadz Ahmad Thoharoh tdk menguasai materi, dari awal selalu baca cerita dalam bukunya Syaikh Zamil Zainu, yg kemudian buku tsb dikupas habis oleh Buya Yahya dalam Sesi pertemuan kedua dimana Ustadz Thoharoh tidak berani melanjutkan diskusi dengan alasan yang aneh.

    kesan kedua:

    tawassul dan ziarah kubur adalah Sunnah berdasar hujjah yg kuat, dan itu terbukti ustadz Thoharoh dg segala kepengecutannya tidak berani melanjutkan diskusi, dan wanti2 lewat suratnya bahwa dia berdiskusi bukan mewakili golongannya tetapi atas nama pribadi. Mungkin dia takut tdk dapat kucuran dana dari bosnya di Najd ( Arab Saudi) karena kalah dalam hujjah.

    Demikian kesan saya, semoga hal itu menjadi pelajaran bagi kaum Wahabi yg sombong dan lancang memusyrik-musyrikkan muslimin sedunia yg tawassul dan ziarah kubur. Terbukti wakilnya KO saat berbicara soal tsb berdasar Qur’an dan Sunnah. Wallohu a’lam.

    1. betul mbak putri, saya setuju dg anda.

      Jujur, kesan saya melihat video ini antara Ustadz Wahabi dan Aswaja, sangat jelas Buya Yahya ibarat The Master. Atau kalau boleh saya gambarkan ibarat anak SD lawan dossen, sungguh jauh perbedaannya. Rujukan ustadz Wahabi tsb bukan Qur’an ato hadits tapi hanya sebuah buku karangan syaikh Jamil Zainu, seorang Syaikh yg hanya menuruti hawa nafsunya untuk menyerang twassul dan ziarah kubur. Yang kemudian di akhirnya dibuktikan oleh Buya Yahya bahwa ziarah kubur dan tawassul adalah Sunnah berdsar Al Qur’an dan Hadits Shohih.

      Ternyata, Wahabi itu sangat berani menentang Al Qur’an dan Hsdits Shohih yg berseberangan dg hawa nafsu mereka. Inilah kesan yg kuat membekas dalam pikiran saya tentang kaum Wahabi. Anehnya, mereka selama ini selalu berkoar-koar meneriakkan jargon “KEMBALI KPD QUR”AN DAN SUNNAH”, terbukti mereka hanya kembali kpd Al HAWA, itu saja!

      lihat di sini ada tulisan bagus berkaitan masalah ini: http://ummatipress.com/2012/11/30/kembali-kepada-al-quran-sunnah-bagaimana-bisa-tersesat/

  2. ustad wahabbi kok mukanya gimana gitu ya, kagak keliatan ada cahaya ilmunya…beda ma buya yahya, sangat berwibawa dan berilmu ๐Ÿ˜†

  3. Asslamkm dialog ini sih ya adem ayem saja bagi bukan paham Wasalaf perlu diberi pengertian dan melihat membandingkan daerah , negara ,benua ..di bumi ini, .bahwasanya Islam bisa diterima diberbagai Negara seperti Maroko ,mesir Libia , Turki Syiria ,Tunisia. Afganistan Pakistan,China Thailand, Malaya, dll , dengan mazhab masing2 dari 4(empat) yang dipakai dan Berbagai Budaya dari negara mereka masing2 kemudian untuk WahabiSalafi ini akan mengikuti Kultur budaya mana yg mereka anggap benar dan tidak sesat.

  4. Lebih seru lagi seorang Profesor Doktor Wahabi juga KO oleh Buya Yahya Lulusan Al-Ahqof Yaman. Alhamdulillah beliau Buya Yahya dibimbing para Ulama’ cucu Muhammad bi Abdillah Putra dari Putra Cucu tercinta Muhammad bin Abdillah yaitu Al-Hasan.
    Sangat berlawanan dg sang Profesor yaitu didikan Muhammad Ibnu Wahab
    An-Najdi

    An-

  5. SETELAN NONTON VIDEO INI, kesan saya terutama mengenai kedua figur yg terlibat dialog bahwa Ustadz Thoharoh sudah KO di ronde awal dg melihat tampilan dan gaya pakaian Sunnah Buya Yahya, udeng2, selendang dan jubahnya. Ditambah akhlaknya yg santun full senyum, makin membuat ustadz Thoharoh bingung harus bersikap seperti apa menghadapai Biuya Yahya. Tampak sekali sikapnya yg serba salah dan kikuk di hadapan Ulama Muda Cirebon tsb.

    Apalagi setelah tahu bahwa Buya Yahya sangat menguasai materi pembicaraan, maka semakin ciutlah nyali ustadz Thoharoh, itulah kesan saya. Ini terbukti beliau (ustadz Thoharoh) tidak berani melanjutkan dialog pada sesi berikutnya dg alasan yg aneh tapi nyata.

    Demikian kesan saya setelah menyaksikan sendiri video ini. Lebih dan kurangnya saya mohon maaf, juga bila ada kata2 yg kurang berkenan mohon dimaafkan, syukron.

  6. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
    bingung deh dengan web kita ini..
    kenapa artikelnya lebih banyak membahas wahabi atau salafi? kenapa sih gak membahas tentang keristen atau syiah saja? atau membahas orang2 dari faithfreedom? mereka benar2 menginjak2 islam dan Nabi kita.. knapa gak lawan saja syubhat mereka?
    kenapa malah sibuk dengan wahabi?

  7. Kesan saya yg pertama adalah ternyata Buya Yahya itu pantas disebut sbg Ulama, sangat menguasai permasalahan agama berdasar Qur’an dan hadits. Tanpa lihat teks, sedangkan ustadz Thoharoh adalah seorang yang ilmunya tergantung di buku, beliau selalu membaca bukunya dalam berdialog tidak keluar dari pemahamannnya. Tidak ada buku maka beliau akan bisu atau kalau ngomong pasti akan ngawur.

    Kesan saya selanjutnya setelah melihat video ini, ialah semakin memperkuat keyakinan bahwa Hidayah itu memang kehendak Allah Swt yg akan diberikan kpd siapa saja yg dikendakinya. Terbukti Ustadz Thoharoh sudah kalah hujjah dg telak tetapi toh beliau masih belum bertobat sampai saat ini. Bahkan Radio Assunnah Cirebon yg diasuhnya masih tetap bergena dg ajaran2 Wahabinya. Wallohu a’lam.

  8. Kesan saya sih keduanya sama-sama pintar, cuma beda aliran / sekte, yg satu alirannya Ahlussunnah Waljamaah dan satunya lagi Wahabi. Sanad ilmunya jelas beda banget, jadi wajar kalau akan sulit ketemu dalam kesepahaman? Kalau ketemu dalam kesepahaman hasilnya taubat dong? Nyatanya kan tidak, yang ilmunya diambil dari Najd tetap melancarkan missinya walaupun sudah kalah dalam hujjah.

    Bahkan akhirnya mungkir tidak berani mewakili golongannya atau lembaga yg dipimpinnya, padahal kalau dia menang hujjah pastilah akan diatasnamakan golongannya. Tapi kok malah kirim surat yg mewanti-wanti bahwa diskusi itu atas nama pribadi, ada apakah gerangan?

  9. saya nonton beberapa kali. bahkan saya copy dalam format cd. kemudian saya bagikan ke beberapa teman. saya berharap beberapa teman tersebut mau berbagi dengan teman2 yg lain. dengan begitu akan banyak orang yg tidak mudah “dibujuk” ajaran wahabi yang amat getol melancarkan dakwah. apalagi diback up dengan modal yg besar. bahkan sekarang mereka telah memiliki tv sendiri. rodja tv.

  10. Wah, saya nggak bisa koment, koneksi internet tidak sanggup memutar video ini, mungkin lain kali jika kunjung lagi n bisa putar videonya, insyaallah akan komentar. Kalau melihat koment-koment di atas, sepertinya seru juga ya? Jadi penasaran banget.

  11. Kang Muchson, takut ya dengan adanya rodja tv? belum seberapa kang, masih ada beberapa tv lagi yg lain, belum lagi yg sifatnya tv komunitas.
    Kang,kalo masalah modal besar, bukan cuma sumbangan dari luar saja, tapi juga kami tiap-tiap pribadi banyak menyisihkan untuk dakwah tauhid ini. Tapi maaf kang, kalau sy ceritain, entar malah dituduh yg bukan-bukan lagi. Singkatnya begini kang, coba kalkulasi dalam setahun berapa uang akang yg habis utk tahlilan, muludan, peringatan ini peringatan itu. Ada 500rb dalam setahun? (lebih kali ya). Nah…krn kami enggak kayak begitu, maka uang tersebut yg kami infaq-kan utk dakwah tauhid. Coba hitung, berapa banyak salafi di Indonesia, terus dikali jika setiap salafi infaq setengahnya aja (250rb)? ayo..ah manfaatkan dengan baik rizqi yang Allah Tabarooka Wa Ta’ala limpahkan kepada kita.

    1. @Tuan abdul chair
      Makanan dalam tahlilan mauludan, haul dsb adalah shodaqoh, dimakan anak yatim orang miskin diantaran tetangga2 dan jamaah muslimin…jadi Insya Allah berpahala dan hartanya bermanfaat.

      Anda menginfakan untuk dakwah ya Insya Allah bermanfaat..tapi hati-hati dengan kesombongan seolah2 hanya infak anda saja dan cara infak salafi saja yang diterima Allah sementara infak dalam tahlilan..yasinan mauludan anda anggap sia-sia.. sesungguhnya anda telah terjebak dalam kesombongan.. setidaknya itu yang saya tangkap dari nada komentar anda.

      1. @bn abdul chair,
        yang benar infak untuk menyebarkan Tauhid Tiga alias Trinitas, yg tasabuh dengan trinitasnya nasrani dan yahudi dan dananya besar2an mengalir dari negara Agama Wahabi yaitu Arab Saudi.

        Mudah2an rakyat indonesia dan negara2 muslim lain sadar bahwa wahabi yg berfaham tauhid tiga itu bukan Islam tapi “Agama Wahabi” yg nabinya Muhammad Ibnu Abdul Wahab dilahirkan di Huraimla dan dikubur di Dirโ€™iyyah bukan Muhammad bin Abdullah, yang dilahirkan di Makkah dimakamkan di Madinah.

    2. Kang ibn abdul khoir, antum dan sekte antum lagi gencar dakwah TAUHID TRINITAS ya Kang? Kenapa Tauihid Uluhiyyah, Rububiyyah, tauhid asma wasifat (TRINITAS) yg full bid’ah dhollalah ini begitu bangga dalam menyebarkannya? Apa alasannya Kang? Nggak merasa berdosa menyebarkan kebatilan Kang?

      Kalian menyebut muslim yg tawassul sebagai orang yg hanya bertauhid rububiyyah bahkan ada Salafiyyun yg bilang muslim yg tawassul lebih rendah dari Abu Jahal, kok pada nggak merasa berdosa Kang, manusia apa setan itu para Salafy Wahabiyyun kok nggak takut dosa?

    3. @Ibn Abdul Chair,
      Adakah dalilnya dari Rosululloh SAW yg letertex tauhid dibagi menjadi 3..?
      Apakah ini ‘trinitas’ model Islam..?
      Lalu apa bedanya dgn ‘manhaj nasrani’,yg juga men-sifati Tuhan dgn 3 pembagian..?

  12. kalo tauhid 3 ini sifatnya bener2 urgen pasti nabi dan bahkan para sahabat nabi yg lebih dulu menyebarkan dan mengamalkannya…. ga nunggu2 wahabi yg ujuk2 datang kemudian…
    bukankah kalimah Laailahaillallah sudah sedemikian sempurnanya jd ga perlu dibikin2 dan dimodel2 sehingga terkesan ilmiyah dan menjadi salah kaprah dolalah…
    jadi kembali ke debat tawassul tadi… ya tawasul, ya tabaruk, ya tahlilan… jelas sekali ada dalilnya dan sahih…jadi sangat jauh dari unsur dolalah… klo ada yg bertawasul bukan kepada Allah… itu namanya Oknum… ini ladang dakwah buat kita semua….

  13. Alhamdulillah, ane dah nonton video diatas, terima kasih mas @admin.
    Ane nonton dan bayangin, bagai nonton diskusi live Arab Baduy dengan Arab kota Madinah. Arab Baduy nya lugu buanget.

  14. Kl masalah tauhid uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifati telah sy jelaskan di blog ini. Mau diterima …silakan.enggak diterima pun…enggak pa..pa.
    Masih banyak kaum muslimin yg masih terbelenggu dalam kegelapan aqidah yang masih bisa didakwahkan. bukan begitu akhi?.

    1. ibn abdul choir, ente sudah nonton video diatas belom ? Tontonlah bang….. . ajak tuh jamaah ente nonton bareng biar pada kebakaran jenggot rame rame… he he he so baru ente kasih koment . OK bro ?

  15. masukan buat ummati… mohon jika berkenan dan ada waktu diterbitkan artikel cara dan adab bertawassul maupun ziarah kubur yang bener dan tidak menyalahi syariat dan doa2 apa saja yg patut dan mustajab saat berziarah maupun bertawassul..
    Dengan begitu kedepan salafy/wahaby tidak mudah dan semena-mena menjudge orang2 yg tawassul dan ziarah kubur sbg pelaku bidah dolalah..

    1. Mas Vijay@

      Syukron usulannya, insyaallah nanti akan diposting cara praktek tawassul dan Ziarah Kubur yg benar yg sesuai yang dicontohkan Rasullullah Saw.

  16. Kl masalah dakwah ini sih, sy jarang mengajak kepada keluarga saya sendiri krn sy tahu betapa beratnya beban yg akan ditanggungnya. bayangkan keluarga besar kami berasal dari nahdliyin, tentunya lebih mudah jika latar belakang itu Muhammadiyah atau Persis.
    Jadi pada keluarga besar sy hanya memberikan contoh lewat akhlaqul karimah. Terbukti, bagi mrk bahkan org yg lebih tua dari sy spt paman atau kakak, sy adalah tempat curhat masalahnya.Tp Alhamdulillah, pd saat kajian tafsir kemarin sy bertemu dgn adik kandung saya, bertemu dengan 3 orang sepupu saya.

    1. ibn abdul chair n teman2nya….

      Walaupun Ustadz Thoharoh sudah kalah telak dalam hujjah tetap aja keras kepala, masih saja mengajarkan ajaran batil Wahabi yg merupakan sumber koceknya, sama persis dengan ibn abdul chair@ yg selalu berlepotan diskusinya di sini masih saja keras kepala, masih saja merasa yg benar, begitulah kalau Allah belum menurunkan hidayah-NYA kepada orang2 Wahabi ini.

    2. Dalil2nya sudah dimentahkan akibat nggak nyambung dg permasalahan pun masih saja merasa benar, kalau bukan setan apa namanya Mas?

  17. Bismillah,

    SYUBHAT YANG TERTOLAK

    Sebagian kalangan menuduh para pelaku tawassul dengan Nabi shollallohu alaihi wasallam juga dengan para Auliya dan Sholihin sebagai pelaku syirik, mereka mengajukan hujjah-hujjah yang menurut kami bukan dalam konteks tawassul yang dilakukan mayoritas umat islam dipenjuru dunia.

    Diantara kesalahan argumet mereka yang menolak tawassul dengan orang-orang yang sudah meninggal adalah; mereka menganggap orang-orang musyrik jahiliyah dianggap musyrik, kufur dan tidak beriman, semata karena kaum musyrik jahiliyah menjadikan perantara dalam beribadah, sebagaimana dalam firman Alloh :

    ู…ูŽุง ู†ูŽุนู’ุจูุฏูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูู‚ูŽุฑู‘ูุจููˆู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฒูู„ู’ููŽู‰

    โ€œKami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnyaโ€, (QS Az Zumar : 3)

    Jawaban kami adalah :

    1. Ayat diatas dengan tegas megatakan bahwa musyrik jahiliyah tidak sekedar menjadikan berhala-berhala mereka sebagai perantara, akan tetapi mereka benar-benar menyembah berhala-berhala tersebut. Adakah terhadap orang yang mengatakan :โ€Saya tidaklah pergi ke kota melainkan untuk membeli bajuโ€ kita memahami bahwa orang tersebut tidak pernah pergi kekota, tapi ia hanya sekedar membeli baju ?

    2. Alasan yang diajukan kaum musyrik jahiliyah atas penyembahan mereka kepada berhala-berhala mereka adalah alasan yang dibuat-buat, berdasarkan informasi dari Alloh sebagai berikut :

    ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุณูุจู‘ููˆุงู’ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู† ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ููŽูŠูŽุณูุจู‘ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุนูŽุฏู’ูˆุงู‹ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฒูŽูŠู‘ูŽู†ู‘ูŽุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุนูŽู…ูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู… ู…ู‘ูŽุฑู’ุฌูุนูู‡ูู…ู’ ููŽูŠูู†ูŽุจู‘ูุฆูู‡ูู… ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุงู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

    Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS, Al Anโ€™am : 108)

    Abdurrazaq meriwayatkan dari Maโ€™mar dari Qotadah bahwa โ€œAwalnya Kaum muslimin memaki berhala-berhala orang kafir. Akhirnya mereka memaki Allah. Lalu turunlah ayat (diatas). (Tafsir Ibnu Katsir)

    Penjelasannya; jika kaum musyrik jahiliyah hanya menjadikan berhala-berhala mereka hanya sebatas sebagai perantara, maka niscaya Alloh lebih agung dan lebih mulia dalam keyakinan mereka, namun informasi yang kita dapati dari petunjuk Alloh diatas tidaklah menyatakan demikian. Bahkan mereka berani memaki Alloh ketika berhala-berhala mereka dimaki kaum muslimin.

    Ayat di atas bukanlah satu-satunya ayat yang menunjukkan bahwa di mata mereka Allah lebih rendah dari patung-patung yang mereka sembah. Banyak ayat senada seperti :

    ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ููˆุงู’ ู„ูู„ู‘ู‡ู ู…ูู…ู‘ูุง ุฐูŽุฑูŽุฃูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุซู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ู†ูŽุตููŠุจุงู‹ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุงู’ ู‡ูŽู€ุฐูŽุง ู„ูู„ู‘ู‡ู ุจูุฒูŽุนู’ู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‡ูŽู€ุฐูŽุง ู„ูุดูุฑูŽูƒูŽุขุฆูู†ูŽุง ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูุดูุฑูŽูƒูŽุขุฆูู‡ูู…ู’ ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽุตูู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู‘ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุตูู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุดูุฑูŽูƒูŽุขุฆูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงุก ู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ูƒูู…ููˆู†ูŽ

    Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, Maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS, Al Anโ€™am : 136)

    Seandainya di mata mereka Allah tidak lebih rendah dibanding patung-patung tersebut maka mereka tidak akan mengunggulkannya dalam bentuk seperti yang diceritakan ayat ini dan tidak layak mendapat vonis ุณุงุก ู…ุง ูŠุญูƒู…ูˆู†

    Ayat-ayat diatas sekaligus membantah ketidak jujuran orang-orang kafir dalam peryataannya :

    ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู„ูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูู„ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽู„ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

    Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS, Luqman : 25)

    3. Jika ayat diatas (QS Az Zumar : 3) dijadikan pijakan untuk membedakan tawassul dengan perantara orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal, maka mereka telah terjebak kedalam kemusyrikan yang sesungguhnya, mengingat mereka secara tidak langsung seakan memperbolehkan menyekutukan Alloh dengan makhluk hidup dan tidak boleh menyekutukan-Nya dengan yang sudah meninggal.

    Dalil selanjutnya yang dijadikan pijakan mereka yang menolak tawassul dengan orang yang sudah meninggal adalah :

    ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ุง ุชูŽุฏู’ุนููˆุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง

    โ€œDan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Alloh. Maka janganlah kamu menyembah seorangpun didalamnya di samping (menyembah) Alloh. (QS, Al Jin : 18)

    ู„ูŽู‡ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ู„ุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌููŠุจููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ุฅูู„ุง ูƒูŽุจูŽุงุณูุทู ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ู„ููŠูŽุจู’ู„ูุบูŽ ููŽุงู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุจูุจูŽุงู„ูุบูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ ุฅูู„ุง ูููŠ ุถูŽู„ุงู„ู

    โ€œHanya bagi Alloh-lah (hak mengabulkan) doโ€™a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Alloh tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka,melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya kedalam air supaya sampai kemulutnya. Dan doโ€™a (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.โ€ (QS, Ar Roโ€™du : 14)

    Penggunaan ayat-ayat diatas berada di luar konteks. Penggunaan ayat-ayat tersebut adalah termasuk beragumentasi atas aspek yang diperselisihkan dengan menggunakan alasan yang berada di luar persoalan dengan beberapa alasan :

    Pertama : Sebagaimana yang telah kita maklumi, bahwa tawassul dengan apapun media wasilahnya baik yang disepakati atau yang diperselisihkan, bukanlah penyembahan terhadap perkara yang dijadikan wasilah.

    Kedua : Sebodoh-bodoh umat islam tidak akan mensejajarkan wasilah atau perkara yang dijadikan media tawassul dengan Alloh, apalagi menganggap wasilah dapat memberi manfaat dan madhorot secara independent tanpa izin Alloh.

    Ketiga : Jika sebatas bertawassul (menjadikan wasilah) dianggap perbuatan syirik, maka syirik pula pelaku tawassul sejak zaman Nabi shollallohu โ€˜alaihi wasallam hingga sekarang, termasuk Umar bin Khotthob rodhiyallohu โ€˜anhu, Bilal bin Harits Al Muzani, Sayyidah โ€˜Aisyah serta para ulama yang melakukan praktek tawassul atau yang melegalkannya.

    Keempat : Informasi dari al qurโ€™an dan juga sabda Rosululloh shollallohu โ€˜alaihi wasallam menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal memiliki kehidupannya, mereka berasa, mendengar, mengetahui, merasakan kebahagiaan dan kesedihan, berdasar hadits-hadits yang sohih.

    Jika anda telah mengetahui paparan di atas, maka akan jelas bagi anda untuk membantah dalil-dalil yang disampaikan kelompok penolak tawassul, yang berada di luar konteks.

  18. @Kang Abu Hilya
    walaupun antum uraikan dg baik, mungkin tdk dibaca orang seperti Ibnu Chair, percuma kang barangkali akalnya belum chair seperti namanya.

    Sesuai prasangka ataupun keyakinan Ibnu Chair semua yg tdk dilakukan nabi Bid’ah ,Sesat dan Neraka tempatnya, Ibnu Chair pun tak akan mendapatmanfaat dan akan terus tersesat bila masih terus berkeyakinan dan melakukan sbb:

    1. Musyaf AlQuran adl hasil Bid’ah krn yakin bid’ah sesat ya sesat pula yg membacanya dan tdk mendapat manfaat apa2 selain prasangka belaka
    2.Menulis hadist adl larangan nabi, maka yg melakukan juga akan tersesat karena berkeyakinan semua bid’ah sesat dan neraka tempatnya.

    Jadi manusia seperti Ibnu chair selama belum Chair otaknya jangan harap hujah yg akang tulis akan dibaca.
    Biarkan dulu Ibnu Chair mabuk buaian syeh Utsaimien ataupun Ahli hadist perpustakaan syeh albani.
    Biarlah terbuai Kitab2 Sulap, mereka adalah ahlinya sulap.

    Mudah2an akalnya segera Chair

    1. @Wong Pantura,
      Sekarang ini Virus Wahabi banyak menular di sekolah2, kampus2, bahkan ada kenalan saya yg doktor (S3) juga terkena, itu dapat dilihat ciri2nya kalo shalat sedekap diatas dada, kakinya ngangkang lebar2, jari telunjuk digerak2an yg katanya mukul setan, jidatnya gosong, celana cingkrang dll ciri khas wahabi.

      Jadi pendidikan tinggi bukan jaminan tidak terjangkiti wahabi, kecuali basis agamanya (Aswaja) cukup kuat dan orang yg tidak mau percaya begitu saja dengan doktrin sebelum diteliti dan ditanyakan ke ulama lain kebenaranya juga mencari perbandingan dibanyak kitab tak kalah penting harus Chair otaknya bukan yang beku.

  19. Mungkin yang melarang tawasul itu gak sadar mengatakan bid’ah dan syirik, kalau saja mereka yang mengatakan demikian, mengkaji arti dari shalawat Ibrahimiyah, yang letterlux diajarkan oleh Rasulullah saw.
    “Kama shalaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim”
    “Kama Barakta ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim”
    5 waktu kita ucapkan.
    Pertanyaannya kenapa Rasulullah saw menyebut hanya Nabi Ibrahim as, kenapa gak nambahin Nabi Adam as atau Nuh as dst ????

  20. Mas2 aswaja, tolong jangan ledekin pengunjung Wahabiunnya, mereka itu kaum rendah diri alias minder dalam beragama, jadi gampang tersinggung. Kasihan kan, bagaimana kalau mereka malah semakin ngumpet-ngumpet dalam beragama? Kan malah berbahaya, nanti gak ketahuan, tahu2 sudah banyak pengikut yg disesatkannya? Berabe kan?

  21. mas ibn chair,
    adik ipar saya juga beraliran wahabi/salafy, tp malah kena marah sama bapaknya lha wong tiap abis solat langsung ngacir ga ada sopan2nya, dah gitu waktu ditanya sm istri saya kamu wahabi ya… dia bilang bukan…kekeh nga ngaku… trus saya bilang ama istri… udah biarin aja… jgn digubris…dia mungkin mau bikin golongan yg ke-74..#@^%$#@! ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜ฏ ๐Ÿ˜ฏ

    Ummati admin,
    shukron, ditunggu artikel selanjutnya….

  22. mas ibn chair,
    jika memang dakwah anda membawa kebenaran yg hakiki knapa harus pilih2 orang, hal ini menimbulkan kesan bahwa anda memilih orang2 yg lemah pemahamannya ttg Islam,
    anda ajak dan anda doktrin…. shg mereka berubah 180derajat…
    Coba deh sekali2 anda dakwah dengan nadlihin yg ilmu agamanya cukup mumpuni kan byk tuh masih keluarga besar anda… bagaimana kira2 hasilnya….
    disini kita hidup didunia maya… akan tetapi yg namanya kejujuran tetap kita junjung tinggi…..bukan berarti saya menuduh cerita anda bohong loh..
    cerita saya ttg adik ipar saya diatas adalah suatu kebenaran… adik ipar saya itu belum setahun jadi wahaby.. sudah koar2 di fb, di bbm messenger…katanya ” jgn hanya jd muslim dan trus bangga titik. tp TUNJUKKAN bagaimana menjadi muslim sejati baca quran, hapalin quran hapalin hadist dsb” saya menilai bukan salah, tp KESOMBONGAN itu yg membuat dia jadi salah tanpa dia sadari.. dia menilai dirinyalah yg paling benar sementara sodara2 dan kaka2 iparnya salah dan tersesat dan lagi apa dia mampu hapalin quran hapalin hadist, klo dah hapal gpp koar2…tp ini udah koar2 duluan didunia maya… apakah bisa menjadi real muslim yg seperti ini???
    begitu ditanya ” kamu wahaby ya”… oh ngga tuh saya bukan wahaby… lantas ??? salafy ya??? cengir…halah ya sami mawon…

  23. Bukannya sy enggak mau baca postingan abu hilya, tapi semua sama aja. Semua termaktub dlm tiga buku trilogi dari Idahram (baca : marhadi). jika ada perbedaan, cuma “kembangan”nya doang. Di bolg lain juga begitu, mencela ulama salafiyah, menuduh memalsukan kitab dan mencela pemahamannya. paling satu lagi ttg sanad.
    Semua tuduhan itu tak lain datang dari kepanikan yg melihat dakwah salafiyah tumbuh dan menyebar dimana-mana. Ada yg takut ama radio dan TV-nya, ada yg takut ama buku-bukunya dijual di mall-mall. Percayalah kepanikan itu akan terus bertambah dan menumpuk krn dakwah tauhid ini terus berkembang.

    1. ibn abdul chair,
      kamu dikasih tahu faktanya kok malah balik nuduh mencela ulama Salafy, kalau nggak sesuai fakta barulah itu namanya mencela, mbok mikir kalau kalau merasa punya otak ato akal.

      Semuanya kan fakta, sejak kemunculan ajaran faham dari Najd kan muslim sedunia jadi kisruh ngurus fitnah Nejd, ya nggak Dul?

      1. @ibn abdul chair,
        Kami tidak sembarangan menuduh tidak seperti kalian gampang mengkafirkan. mensyirikkan, dan menbid’ahkan orang2 yg tidak sefaham dengan kalian, kalau tidak ada hadits “tanduk setan, hadits fitnah dari timur” padahal kejadian fitnah dari timur seperti khawarij dan wahabi kejadiannya jauh setelah Rosulullah SAW wafat.

        Dan sudah takdir dari Allah SWT, khawarij dan wahabi itu punya ciri khas yang mudah dikenali dan dilihat seperti gampang mengkafir dan mensyirikkan orang2 yg tak sefaham dengannya, jidat gosong, celana cingkrang, shalatnya juga beda seperti sedekap diatas dada, kaki ngangkang lebar2, sujudnya seperti tiarap, jari telunjujk digerakkan terus menerus yg katanya untuk mukul setan, tidak pernah sekalipun membela Umat Islam yg tertindas seperti Palestina, Rohingya tapi lebih pro ke Yahudi dan Amerika yg sebenarnya kafir.
        dan yang paling mendasar tauhidnya Tauhid Tiga alais Trinitas yg tasabuh dgn Trinitasnya Nasrani.

  24. wahaby identik STANDAR GANDA..!
    1.bilang bida’ah tp mrk pun bikin bidah.
    2.maulid gak boleh, tp mrk bikin maulid abd wahab.
    3.gak bolek takwil ayat tapi mrk juga menakwil ayat.
    jadi inget sifatnya dajjal amerika…!teman kali ya…!
    dan yang gak bs mrka bantah adl pemalsuan al adzkar imam nawawi.

  25. Asslmlkm , semuanya……Alahkah baiknya kita perhatikan Ahklaq dari Rasulullah , yang begitu mulia dng tidak gampang melarang tapi dengan kata-kata yang lembut mereka pennyampai annya dan cukup di pertimbangkan dengan Qolbu (hati) tanpa harus menyinggung perasaan orang yg dilarangnya, dan ini sangat bertolak belakang dengan Hadist yang di pahami mengenai Bid ah , dalam mengambil hadis sepotong [sepotong tanpa awal dari ushul hadis itu sendiri dan menjadikan ketersinggungan dari umat Islam yang lainnya , dan apa itu Ulama Ibnu Abdul Wahab yang terjadi 120 tahun lalu. kemudian diteruskan oleh pengikutnya dan di mazhabkan sebagian ulama Saudi Arab. dan ini perlu dimaklumi bila diterima nya Islam di berbagai bangsa dan negara dengan aneka budaya dan pemeluk agama setempat sehingga mengharuskan bila menurut Islam ini harus begini begitu, maaf saja ini sudah pada zaman jahilliyah (kebodohan) dan saya anggap Syariat Islam jangan sampai dilanggar dan Hadis bisa di sesuikan dengan keadan sekarang yg blm ada contohnya pada jaman Nabi pasti lebih banyak .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker