Berita Australia

Australia Jangan Usik Kedaulatan Hukum Indonesia

PBNU Ingatkan Australia Jangan Mengusik Kedaulatan Hukum Indonesia

Tony Abbott meminta Indonesia mengingat bantuan yang diberikan Australia pasca tsunami di Aceh pada 2004. Abbott mengatakan ia akan merasa sangat kecewa jika Indonesia menghiraukan permintaan agar dua narapidana mati warga negara Australia diberikan pengampunan.

Australia dianggap tidak menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena tidak dapat menghormati proses hukum yang ada di Indonesia. Terlebih Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, menyinggung soal bantuan yang pernah diterima Indonesia dari Australia saat peristiwa tsunami lalu.

Salah satu jajaran Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Maksum Machfoedz, mengatakan kedaulatan negara Indonesia tidak bisa diusik oleh urusan bantuan yang dulu diberikan Australia. Jika kedaulatan Indonesia terganggu dengan adanya sindiran Abbot tersebut, Indonesia akan kehilangan wibawa sebagai sebuah bangsa besar.

“Kalau kedaulatan ini diusik, dimana kedaulatan hukum Indonesia?” ujar Maksum, saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (19/2).

BACA JUGA:  ULAMA SURIAH HADIRI MUKTAMAR ICIS KE-4 DI INDONESIA

Ia mengakui, berbagai cara dilakukan oleh Australia untuk membebaskan warga negaranya dari jeratan hukuman mati atas nama hak asasi manusia (HAM). Namun, lebih penting lagi bagaimana artikulasi hukum dan HAM dalam proses peradilan Indonesia yang berkedaulatan bisa berjalan.

 

 

Dalam proses dalam negeri, kata dia, hukum di Indonesia telah mempertimbangkan urusan HAM dan menghasilkan keputusan hukum yang tetap. Begitupun dengan keputusan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba.

“Dalam proses hukum, semuanya tentu sudah dipadukan dalam memutuskan sebab dan akibatnya,” jelas dia.
Menurutnya, saat ini membangun kedaulatan NKRI jauh lebih penting daripada mengurusi sindiran negara lain atas hukum di negeri sendiri. HAM memang merupakan hal yang penting, namun keberadaannya tidak terlepas dari hukum.

PM Australia Ungkit Bantuan Tsunami, Proses Hukum Harus Tetap Berjalan

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi santai pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit kembali bantuan Australia kepada Indonesia saat tsunami Aceh pada 2004 lalu.

BACA JUGA:  18 Kelompok Ekstrimis Islam Pro ISIS di Indonesia

Pernyataan Tony sebagai isyarat kekecewaannya terhadap Indonesia yang akan segera mengeksekusi dua narapidana mati warga negara Australia. “Tentunya semua pandangan-pandangan di banyak pihak itu semua menjadi bahagian dari perhatian dan kosentrasi kita,” ungkap JK di Jakarta, Kamis (19/2).

Menurut JK, proses hukum harus tetap berjalan. Meski begitu, Indonesia tidak serta merta menutup telinga atas masukan dari pihak luar. JK juga membantah penundaan eksekusi mati dua narapidana tersebut karena pengaruh Tony Abbot. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan kesiapan semua pihak sebelum eksekusi berjalan.

“Nggak ada (pengaruh Abbott). Tentu kita pikirkan banyak hal, tapi hukum tetap jalan,” kata dia.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Perkirakan Inflasi Juni Terendah

Sebelumnya, Tony Abbott meminta Indonesia mengingat bantuan yang diberikan Australia pasca tsunami di Aceh pada 2004. Abbott mengatakan ia akan merasa sangat kecewa jika Indonesia menghiraukan permintaan agar dua narapidana mati warga negara Australia diberikan pengampunan.

“Australia mengirim bantuan sebesar satu miliar dolar,” kata Abbott, Rabu (18/02).

Dalam rangka meningkatkan tekanan atas Jakarta, ia mengatakan akan terus berusaha berkomunikasi dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan memperingatkan adanya kemunduran diplomasi jika tidak didengarkan.

Sementara itu, Kejaksaan Agung akhirnya menunda pelaksanaan eksekusi mati tahap II guna memenuhi permintaan Pemerintah Australia dan dua keluarga terpidana mati kasus narkoba asal negara tersebut, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. (al/republika)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Australia Jangan Usik Kedaulatan Hukum Indonesia
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker