AS-SAWADUL A’DZOM Adalah Para Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah

A
AS-SAWADU AL- A'DZAMAS-SAWADU AL- A'DZAM

As-Sawadul A’dzom adalah para Ulama yang sangat agung dan mulia. Mereka adalah para Ulama Ummat Islam Mayoritas pengikut 4 Imam Madzhab Mu’tabaroh. Berikut ini adalah penjelasan tentang As-Sawadul A’dzom, semoga bermanfaat untuk memperluas cakrawala pengetahuan anda di tengah gonjang-ganjing perpecahan Ummat Islam. Ingat pesan Nabi kita. Jika terjadi perpecahan Ummat Islam ikutilah As-Sawadul A’dzom yaitu para Ulama yang diikuti oleh Mayoritas Ummat islam di seluruh dunia…..

AS-SAWADU AL- A'DZAM

As-Sawadul A - AS-SAWADU AL- A'DZAM'dzom
As-Sawadul A’dzom dalam kitan Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah oleh Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

AS-SAWADUL A’DZOM (السواد الأعظم): ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH PANUTAN UMAT ISLAM SEDUNIA

oleh KH Thobary Syadzily

Di dalam kitab “Ar-Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah” karya Hadratusy Syeikh Hasyim, pendiri pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan sekaligus pendiri organisasi Nahdhatul Ulama (NU), halaman 14-15 menerangkan sebagai berikut:

Artinya:

Apabila engkau mengetahui yang telah disebutkan di atas, maka yang benar adalah pendapat orang-orang salaf yang berpegang teguh pada garis-garis yang telah dijalani oleh ulama-ulama salaf shaleh. Karena, sesungguhnya, mereka adalah “As-Sawad Al-A’dzam” (golongan ulama yang agung). Mereka selalu berkesesuaian (sepakat) dengan ulama Haramain (ulama Mekkah dan Madinah) yang mulia dan ulama Al-Azhar yang menjadi panutan umat, teladan dan pengikut kebenaran. Selain itu, masih banyak ulama-ulama lain yang tidak bisa terhitung jumlahnya. Mereka tersebar di seluruh penjuru dunia, sebagaimana tidak bisa menghitung jumlahnya bintang di langit. Rasulullah SAW bersabda:

ان الله لا يجمع أمتي على ضلالة , و يد الله على الجماعة , من شد شد الى النار , رواه الترمذي , زاد ابن ماجه : فاذا وقع الاختلاف , فعليك بالسواد الأعظم , مع الحق و أهله , و فى الجامع الصغير , ان الله قد أحار أمتي أن تجتمع على ضلالة

ARTINYA:

AS-SAWADU AL- A'DZAMAS-SAWADU AL- A'DZAM

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyesatkan umatku secara keseluruhan. Kekuasaan Allah berada pada Jama’ah (kelompok). Barangsiapa yang keluar (berpisah dari jama’ah), maka ia akan terjerumus ke dalam api neraka. Imam Ibnu Majah menambahkan: “Jika terjadi perbedaan (di antara kalian), maka hendaklah kalian berpegang tegung pada “As-Sawad Al-Adhzam” (ulama yang agung), beserta yang benar (hak) dan yang ahlinya. Dan dalam kitab “Al-Jami’us Shagir” diterangkan bahwa Allah telah menyelamatkan umatku dari kesesatan yang dilakukan secara sepakat oleh jama’ah”.

Mayoritas ulama yang agung tersebut adalah para ulama pengikut madzhab yang empat, termasuk Imam Bukhari (ahli hadits) adalah pengikut madzhab Syafi’i. Ia mempelajarinya dari Imam Humaidi, Za’faroni, dan Karabisi. Begitupula, Imam Khuzaimah, dan Imam Nasa’i. Imam Junaidi adalah pengikut Imam Ats-Tsauri. Imam Syubuli adalah pengikut madzhab Maliki. Mengikuti madzhab yang jelas hakekatnya adalah memperkokoh, lebih mendekatkan kepada pengetahuan, dan lebih mendorong kepada kebenaran, serta lebih mudah mendapatkannya. Melalui jalan inilah dalam rangka melaksanakan sikap dan perilaku para ulama salaf shaleh serta para guru terdahulu. Semoga Allah meridoi mereka !

Khususnya kami mengajak kepada saudara-saudara kami muslim yang awam, agar mereka benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT, dan tidak mati kecuali dalam keadaan muslim, juga agar mendamaikan permusuhan, melakukan silaturrahmi, menjaga hubungan baik dengan tetangga, kerabat dan teman, dan mengetahui hak-hak kedua orangtua, menyayangi orang-orang lemah dan rakyat kecil, menjauhkan perilaku saling angkuh dan saling bermusuhan, memutuskan silaturrahmi, iri hati, memecah belah dan berbeda-beda dalam agama. Kami menghimbau agar mereka selalu bersaudara, saling tolong menolong dalam kebaikan, berpegang teguh pada hukum Allah, bersatu, mengikuti Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta selalu mengikuti perilaku para ulama, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah meridhoi mereka !

AS-SAWADU AL- A'DZAMAS-SAWADU AL- A'DZAM

Mayoritas umat Islam sepakat bahwa keluar dari madzhab adalah sesuatu yang terlarang. Umat Islam hendaknya berpaling (menentang) kepada jama’ah (organisasi) yang berbeda dengan para ulama salaf shaleh. Rasulullah SAW bersabda:

و انا امركم بخمس امر نى الله بهن : السمع و الطاعة و الجهاد و الهجرة و الجماعة , فان من فارق الجماعة قيد شبر فقد خلع ربقة الاسلام عن عنقه , و قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه : عليكم بالجماعة , و اياكم و الفرقة , فان الشيطان مع الواحد , و هو مع الاثنين أحد , من أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة

ARTINYA:

“Aku perintahkan kepada kalian lima perkara sebagaimana Allah perintahkan kepadaku, yaitu: mendengar, mentaati, berjihad, hijrah, dan tetap berada dalam jama’ah (organisasi). Sesungguhnya, orang yang melepaskan diri dari jama’ah sejengkal saja, maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya”. Dan Umar bin Al-Khattob berkata: ” Tetaplah kalian berada dalam jama’ah ! Dan janganlah kalian berpecah belah ! Karena, setan selalu berada pada orang yang sendirian, dan setan akan lari bilamana dua orang sepakat / bersama. Barangsiapa ingin hidup enak di dalam surga, maka hendaklah selalu berada dalam jama’ah !”

 

https://www.facebook.com/notes/thobary-syadzily/as-sawad-al-adzam-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%88%D8%A7%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B9%D8%B8%D9%85-ulama-ahlussunnah-wal-jamaah-panutan-umat-islam-/361627567220806

AS-SAWADU AL- A'DZAMAS-SAWADU AL- A'DZAM

Tentang Penulis

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

29 comments

  • Bismillaah,

    Syukurlah ada pembahasan tentang As sawadu al a’dzom. Ternyata, golongan mayoritas adalah Rasulullaah, poara sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan seluruh generasi yang mengikuti mereka dengan benar hingga hari kiamat. Bukan mayoritas yang ada saat ini.

    Wallaahu a’lam.

  • situs ini sepertinya sengaja dibuat untuk menggembosi,menfitnah,mengadu domba,memprovokasi masyarakat agar benci,anti kepada kelompok tertentu(si wahabi). ini bisa berbahaya bagi ummat dan masyarakat indonesia. karena situs ini suka memanas-manasi dan mengipasi orang2 agar benci dan anti terhadap kelompok tsbt. sajikan yang bermanfaat. jangan jadi provokator bertopeng dakwah

    • Pak Suyanto@

      Orang bodoh seperti anda inilah yg provokator. Coba komentari tulisan di atas kalau mampu. Kalau gak mampu mengomentari tulisan di atas berarti anda lah yg provakator dg komentar anda yg tdk mutu di atas.

      Bagi saya pribadi, dan tentunya juga kaum Aswaja dan insyaallah juga Situs ini, pastilah sependapat Wahabi tidak layak dibenci tetapi layak dikasihani. Kaum Wahabi ini perlu diingatkan agar segera sadar dan bertaubat kembali ke jalan yang benar.

    • @Pak Suyanto

      Hanya orang bodoh dan dungu yg bisa berkomentar seperti komentar antum, karena sesungguhnya sangat terlihat jelas andalah yg tiba2 datang dan jadi provokator dan tukang fitnah di sini. Koment anda sangat jelas menunjukkan hal itu.

      Kalau tidak punya ilmu untuk berkomentar di sini sebaiknya anda diam saja dan jadilah penyimak yang baik. Insya allah nanti ketularan ilmu dari teman2 yg koment di sini.

    • sebaiknya koment pak SUYANTO yg provokatif di atas di delete aja, koment nya tidak berkaitan dg postingan artikel di atas. Itu namanya SPAM atau SAMPAH. Tetapi SAMPAH buatan pak Suyanto tsb cukup berbahaya, sebab bermuatan fitnah kpd situs ini, adu domba sesama komentator, dan sangat jelas ngawurnya.

      Saya sarankan Pak Suyanto baca artikelnya lalu komentari atau bantah kalau anda tdk setuju dg isi artikel. Bgitu pak Suyanto.

    • Setuju Pak
      Saya banyak kenal orang yang bermanhaj salaf (salafiyun)
      sebagai manusia biasa mereka sama dengan yang lain, ada yang amalannya baik dan ada juga yang amalannya kurang baik.
      memang yang paling banyak sih anak-anak muda yang baru belajar. Satu dua jurus sudah mau dakwah (walau niat di hati mereka baik) namun banyak bikin rusuh juga he..he…he..

  • Bismillaah,

    K.H. Hasyim Al Asy’ari mengatakan: “As-Sawad Al-A’dzam” (golongan ulama yang agung). Mereka selalu berkesesuaian (sepakat) dengan ulama Haramain (ulama Mekkah dan Madinah) yang mulia dan ulama Al-Azhar yang menjadi panutan umat, teladan dan pengikut kebenaran.”

    Komentar: “Apakah kita juga berkesuaian dengan ulama-ulama Haramain (Mekkah dan Madinah?”

    Wallaahu a’lam.

  • Bukan ulama Haramian yang Wahabiyah, ulama Haramain sebelum dikuasai Abdullah bin Adul Wahhab yang terdiri dari ulama madzhab empat yang juga menjadi guru Syeikh Hasyim Al Asy’ari. Bahkan Syeikh Hasyim pun bersama para ulama lain mendirikan NU dalam rangka merespon gerakan Wahabiyah.

  • Bismillaah,

    Kang Naka,

    Meski dalam artikel tidak disebutkan: “Bukan ulama Haramian yang Wahabiyah, ulama Haramain sebelum dikuasai Abdullah bin Adul Wahhab yang terdiri dari ulama madzhab empat yang juga menjadi guru Syeikh Hasyim Al Asy’ari.”, tapi tak apalah.

    Jadi, silahkan cocokkan agama anda termasuk shalat anda dengan shalatnya Rasulullaah, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, Imam Hanafy, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, dll yang merupakan assawadul a’dzom. Mudah-mudahan saja shalat anda cocok dengan shalatnya assawadul a’dzom.

    Wallaahu a’lam..

    • Sejak awal tidak hanya shalat bahkan untuk seluruh ibadah kami berusaha merujuk kepada kesimpulan Imam As Syafi’i terhadap sunnah Rasulullah. Bukan menyimpulkan sendiri atau mengikuti kesimpulan orang kontemporer yang tak jelas dari mana dia mengambil ilmu.

  • Ibnu Suradi:
    Bismillaah,

    Kang Naka,

    Meski dalam artikel tidak disebutkan: “Bukan ulama Haramian yang Wahabiyah, ulama Haramain sebelum dikuasai Abdullah bin Adul Wahhab yang terdiri dari ulama madzhab empat yang juga menjadi guru Syeikh Hasyim Al Asy’ari.”, tapi tak apalah.

    Jadi, silahkan cocokkan agama anda termasuk shalat anda dengan shalatnya Rasulullaah, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, Imam Hanafy, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, dll yang merupakan assawadul a’dzom. Mudah-mudahan saja shalat anda cocok dengan shalatnya assawadul a’dzom.

    Wallaahu a’lam..

    kalo sholat seperti sholat Rasul, saya tidak mampu kang, bukan tidk mau, saya sadar diri kang, bagitu bagusnya sholat Rasul:(

    btw ulama yg ente sebutin kok gak ada yg panutan ente kang??

  • Bismillaah,

    Kang Naka,

    Dalam Kitab Al Um, Imam Syafii mengatakan: “Janganlah seorang imam bertakbir sebelum shaf shalat berjamaah rapi (rapat dan lurus)”. Apakah jika anda menjadi imam atau imam shalat di masjid tempat anda shalat berjamaah juga melakukan seperti yang dikehendaki oleh Imam Syafii?

    Kang Masruri,

    Untuk meniru shalat Rasulullaah shallallaah ‘alaihi wa sallam dengan sempurna, tidak akan ada manusia yang bisa melakukannya. Tapi kalau sekedar gerakannya: seperti mengangkat tangan setinggi pundak saat takbir, meluruskan punggung saat rukuk dan sujud, anda tentu bisa melakukannya.

    Wallaahu a’lam.

    • @mas Ibnu Suradi
      Alhamdulillah ada kok imam yang mulai takbir setelah jamaah merapatkan n meluruskan shaf shalat. Imam pun memerintahkan jama’ah untuk meluruskan dan merapatkan shaf sebelum memulai shalat. masalah semua jamaah merapatkan shalat atau tidak, wallahua’lam. maklum jamaah shalat di mesjid tempat kami biasa shalat jamaahnya banyak, bershaf2 gitu.
      Alhamdulillah sy jg ngerti maksud mas ibu suradi ttg pertanyaannya. klo ada jamaah yang belum meluruskan dan merapatkan shaf, ya itu adalah ladang dakwah bukan?

  • Ibnu Suradi:
    Bismillaah,

    Kang Naka,

    Dalam Kitab Al Um, Imam Syafii mengatakan: “Janganlah seorang imam bertakbir sebelum shaf shalat berjamaah rapi (rapat dan lurus)”. Apakah jika anda menjadi imam atau imam shalat di masjid tempat anda shalat berjamaah juga melakukan seperti yang dikehendaki oleh Imam Syafii?

    Kang Masruri,

    Untuk meniru shalat Rasulullaah shallallaah ‘alaihi wa sallam dengan sempurna, tidak akan ada manusia yang bisa melakukannya. Tapi kalau sekedar gerakannya: seperti mengangkat tangan setinggi pundak saat takbir, meluruskan punggung saat rukuk dan sujud, anda tentu bisa melakukannya.

    Wallaahu a’lam.

    jangankan sholatnya Rasul kang, dengan sholatnya para imam saja saya ndak berani membandingkan:(:(:(

    alhamdulillah ditempat saya masalah rapat shof okay2 aja, dn bukan karena ada kelmpok yg baru2 ni ada, krena imamnya alhamdulillah ngerti aja kok:):):)

    btw lagi mhon jgn menyuruh mencocokkan sholat dengan ulama2 di atas, krena itu hal yg tak mungkin, mengapa?karena sholat mereka pun ada perbedaanyaa (apa saya salah?) jadi jika cocok dengan satu “pendapat”, saya rasa beda dengan yg lain,dn stahu saya no problemo, artinya sudah maklum diantara para ulama:):):)yg lebih penting sebenernya, jgn sampai krena sdah agak bener dikit kitenye, , tp lalu takabbur, lalu ‘ujub..dan orang khowarij pun bagus sholatnya (jgn diartikan saya mengajak sholat yg ga bagus ya:P:P:P)

    apa kang ibnu suradi qunut?yg saya tahu imam nawawi setuju dengan “pendapat” sunnahnya qunut??

    apa kang ibnu suradi setuju dengan ini???

    “Syarah Shahih Muslim, Vol.3, Hal. 294

    Mengenai hadis Nuzûl, Imam Nawawi berkata: ada dua pendapat yang masyhur di kalangan ulama, yang mana salah satu pendapat itu adalah pendapat mayoritas salaf dan sebahagian Mutakallimîn; Yaitu dengan mengimani bahwa -ayat-ayat sifat- itu benar, sesuai dengan kelayakan bagi Allah Ta‘âlâ. Dan makna lahiriyah (dari ayat-ayat sifat) yang kita kenali itu, bukanlah makna yang dimaksud (oleh Allah). Di samping itu kalangan salaf tidak mempersoalkan takwilannya sembari meyakini kemahasucian Allah dari ciri sifat-sifat makhluk. Dan Allah maha suci dari berpindah, bergerak dan dari segala ciri khas makhluk. Dan yang ke duanya adalah pendapat mayoritas mutakallimîn, pun itu adalah pendapat salaf. Pernah diceritakan bahwa Imam Malik dan Imam Awza‘î yaitu dengan takwilan yang layak tergantung posisi (konteks ayat-ayat itu). Berdasarkan konteks ini, kalangan salaf ada yang mentakwil hadis ini dengan dua macam takwil. Salah satunya adalah Takwilan yang pernah digunakan oleh Anas Ibnn Malik ra, dll; yang maknanya adalah turunnya rahmat, urusan (keputusan) Allâh, dan malaikat-Nya. Sebagaimana dapat dikatakan jika pembantu-pembantu (kabinet) seorang pemimpin melakukan sesuatu maka akan dikatakan “pemimpin telah melakukan ini/itu”. Pendapat ke dua ini adalah dengan metode Isti‘ârah (salah satu kajian dalam ilmu balaghah). Sehingga -hadis ini- bermakna Ijabah serta kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang berdoa.”

    kalau iya, ya cocok (cocok dengan saya maksudnya hehehehe)

  • Dalam Kitab Al Um, Imam Syafii mengatakan: “Janganlah seorang imam bertakbir sebelum shaf shalat berjamaah rapi (rapat dan lurus)”.

    Ok, di halaman berapa Imam As Syafi’i menyatakan hal itu? Jilid berapa di bab apa. Tar ane cek di Al Umm.

  • Kang Naka,

    Cari saja di bab shalat berjamaah di Kiatb Al Um.

    Kitab Al Um ini salah satu kitab Imam Syafii yang merupakan induk rujukan Madzhab Syafii. Jadi, anda musti membacanya hingga habis sehingga amalan anda tidak bertentangan dengan pendapat Imam Syafii.

    Wallaahu a’lam.

  • Kagak ada dalam kitab Al Umm ane di pembahasan shalat jama’ah, apa yang ente sampaikan itu. Ente merujuk kitab Al Umm terbitan mana, halaman dan jilid brapa, entar ane cocokkan dengan terbitan yang sama.

  • Bismillaah,

    Ahlussunnah wal Jamaah yang juga As Sawadul A’dzhom sangat memperhatikan kerapihan, lurus dan rapatnya shaf shalat berjamaah sebagai wujud ketaatannya pada perintah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan keistiqomahannya dalam mengikuti contoh dari para sahabat Rasulullaah.

    Sementara, kalau saya perhatikan, kebanyakan umat Islam di Indonesia kurang memperhatikan rapat dan lurusnya shaf shalat berjamaah seperti terlihat pada keadaan shaf shalat berjamaah yang diselenggarakan di kebanyakan masjid dan surau di kebanyakan daerah di Indonesia. Shaf shalat berjamaah mereka tidak rapih, rapat dan lurus. Mengapa demikian? marilah kita sama-sama cari penyebabnya.

    Wallaahu a’lam.

    • Bisa saya pastikan Ibnu Suradi ini cuma prasangka saja, sebab setahu saya di masjid-masjid kita selalu rapi shaf sholat jamaahnya. Sama sekali tidak seperti sangkaan Ibnu Suradi.

      Heran saya kenapa orang2 Wahabi itu selalu berprasangka dalam segala aspek kehidupannya? Contohnya: Muslimin berziarah kubur disangka menyembah kuburan. Orang-orang muslim bertahlil, baca Yasin, maulidan juga disangkanya sebg Ahli Bid’ah.

      Alangkah buruknya agama paham Wahabi itu, pandangan2 agamanya berdasar prasangka-prasangka belaka. Na’udzu billah minaddini Wahabi.

      • Jujur aja knapa
        saya udah lama sholat berjamaah di masjid/surau/musholla baik di kota saya maupun dibeberapa kota lainnya.

        kenyataannya memang kaum muslimin tidak memperhatikan masalah kerapian, lurus dan rapatnya shaf. dan imam juga tidak memastikan/menegur jemaah yang persis didepannya berdiri tidak rapat (jarang hampir 4 jari tangan) walaupun imamnya sudah berkata “Lurus dan Rapatkan Shaf, karena itu bagian dari kesempurnaan sholat kita”
        yang lebih parahnya lagi, para makmum menjawab dengan jawaban insyaALLAH namun tidak bergerak sama sekali dari posisinya.

        Giliran ada jemaah yang merapatkan kakinya, cepat-cepat orang yang dirapati memindahkan kakiknya
        Ada jemaah yang batal sholat, orang disebelahnya tidak mau bergerak berpindah sehingga akhir sholat shaf tetap aja kosong, piye iki mas
        Yang lebih sadis lagi, ada jemaah yang dirapati shafnya malah mengangkat jamaah yang merapatkan shaf dan memindahkannya ke luar (marah, nggak mau rapat2 sholatnya)

        Ada juga sya dengar statement begini “jamaah sedikit, jangan rapat kali biar kelihatan penuh shafnya” Wallaahu a’lam

        sayang di blog ini saya nggak bisa upload foto, saya punya koleksi banyak

  • Pertanyaan dari kang Naka:

    Naka says:
    April 26, 2012 at 1:53 pm
    Dalam Kitab Al Um, Imam Syafii mengatakan: “Janganlah seorang imam bertakbir sebelum shaf shalat berjamaah rapi (rapat dan lurus)”.

    Ok, di halaman berapa Imam As Syafi’i menyatakan hal itu? Jilid berapa di bab apa. Tar ane cek di Al Umm.

    jawaban kang Suradi:

    Ibnu Suradi says:
    April 27, 2012 at 9:03 am
    Kang Naka,

    Cari saja di bab shalat berjamaah di Kiatb Al Um.

    Kitab Al Um ini salah satu kitab Imam Syafii yang merupakan induk rujukan Madzhab Syafii. Jadi, anda musti membacanya hingga habis sehingga amalan anda tidak bertentangan dengan pendapat Imam Syafii.

    Wallaahu a’lam.

    ini balasan kang Naka

    Naka says:
    April 27, 2012 at 8:59 pm
    Kagak ada dalam kitab Al Umm ane di pembahasan shalat jama’ah, apa yang ente sampaikan itu. Ente merujuk kitab Al Umm terbitan mana, halaman dan jilid brapa, entar ane cocokkan dengan terbitan yang sama.

    ini jawaban kang suradi :

    Ibnu Suradi says:
    April 30, 2012 at 9:48 am
    Bismillaah,

    Ahlussunnah wal Jamaah yang juga As Sawadul A’dzhom sangat memperhatikan kerapihan, lurus dan rapatnya shaf shalat berjamaah sebagai wujud ketaatannya pada perintah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan keistiqomahannya dalam mengikuti contoh dari para sahabat Rasulullaah.

    Sementara, kalau saya perhatikan, kebanyakan umat Islam di Indonesia kurang memperhatikan rapat dan lurusnya shaf shalat berjamaah seperti terlihat pada keadaan shaf shalat berjamaah yang diselenggarakan di kebanyakan masjid dan surau di kebanyakan daerah di Indonesia. Shaf shalat berjamaah mereka tidak rapih, rapat dan lurus. Mengapa demikian? marilah kita sama-sama cari penyebabnya.

    Wallaahu a’lam.

    @Kang Suradi : kang suradi ini koq mengalihkan jawaban sih??? klo kang suradi copas ya bilang aja copas, gak usah nipu kang? saya sudah banyak baca” komen” kang suradi di ummati ini gak ada yg nyambungnya jika ditanya, kang suradi selalu menjawab dengan mengalihkan topik pertanyaan, lain yg ditanya lain pula yg dijawab, sebenarnya kang suradi ini ngerti gak sih??? atau hanya sok ngerti, jadi memasukkan suatu keterangan hanya dri copas tanpa tau asalnya drimana? jangan nipu kang dsini banyak yg baca dan selalu ngikutin artikel ummati, pada akhirnya kami yg awam ini tahu apa sebenar”nya kang suradi ini, maaf sebelumnya kang suradi, jangan mebolak-balikkan suatu masalah,atau pernyataan sendiri ya, ketauan mana yg gak beres…klo kang suradi ingin mengajak orang lain benar seharusnya kang suradi benerin diri sendiri dulu jadi yg bner baru setelah itu ajak org lain, itu baru sikap dan sifat yg bner. Mohon Maaf Kang suradi

  • bagi orang” yang sudah ditunjukkan jalan kebenaran hendaklah dijaga ucapannya, bagaimana kita mau merebut kembali saudara2 kita dari tangan wahabi jika yang kita tuliskan adalah kalimat kebencian..

    saya sendiri punya banyak sekali teman yang sudah terjerumus paham wahabi, tetapi saya tetap teguh dalam pendirian saya, bujuk mereka untuk belajar agama sedikit-sedikit dengan mengajaknya tholabul ilmi, baik itu dengan berkonsultasi ke guru (ustadz) maupun dengan belajar kitab2 (non terjemah / seperti kitab kuning safinah, jurumiyah), karena buku terjemah pun sekarang yang nerjemahin kebanyakan orang2 wahabi, dah gak pure lagi, mereka (ulama wahabi) berani bikin fatwa, padahal jadi Al-Hafidh aja belom, mo ngebantah imam2 besar yang sudah gak diragukan lagi ilmunya (mereka itu gak sembarangan dalam membuat fatwa, tanggung jawabnya kan ummat), ingatlah gak ada batasan umur dalam mencari ilmu

    bagi yang penasaran soal tawassul dan tahlil boleh dicari ebook di majelisrasulullah.org, ada hadits shahihnya juga lho, ditambah dukungan pendapat para ulama
    dan yang mau melihat sejarah dan ciri wahabi bukalah http://basaudan.wordpress.com/2011/02/14/ciri-ciri-wahabi/
    soal shaf, tata pakaian anda bisa konsultasika dengan guru (awas pilih2 guru jangan kejebak ama yang wahab)

    terimalah dengan lapang dada, kebenaran itu harus dicari, orang arif pasti belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya (saya aja pernah terjerumus karena ikut2an temen, pas di kroscek sama guru saya di kampung, wah ada yang ga bener)

    barakallahu fiikum..

Follow Us on GooglePlus




Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com