Berita AS

AS Kembangkan Senjata Nuklir Khianati Kebijakannya Sendiri

AS Akan Kembangkan Senjata Nuklir Berwujud Rudal Jelajah, AS Mengkhianati Kebijakannya Sendiri ?

 

Selanjutnya, masih menurut James E.Doyle, AS dan Rusia saat ini mengoperasikan rudal jelajah nuklir. Sedangkan China, Pakistan dan India sedang mengembangkan teknologinya. Doyle berharap Washington dan Moskow bisa menyepakati larangan operasional rudal jelajah nuklir. Hal ini penting untuk mencegah bencana yang sangat mengerikan akibat ledakan nuklir.

Islam-Institute, WASHINGTON DC – Pakar keamanan Nuklir, James E.Doyle mengecam rencana Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata nuklir baru berwujud rudal jelajah. Ia menyatakan bahwa hal itu telah bertentangan dengan kebijakan AS sendiri untuk mengurangi peran senjata nuklir dalam strategi keamanan nasional.

BACA :  Kisah Ahmed Mohammad Si Pembuat 'Jam Heboh' dari Texas

Dalam opini yang diterbitkan National Interest pada hari Senin lalu itu, Doyle menuliskan kritikannya yang menyatakan bahwa rencana pengembangan senjata baru AS bernama Long-Range Standd-off (LRSO) bertentangan dengan kebijakan “Nuclear Posture Review” dan “The Nuclear Weapons Employment Strategy”.

banner gif 160 600 b - AS Kembangkan Senjata Nuklir Khianati Kebijakannya Sendiri

Rencana pengembangan senjata nuklir oleh AS itu, lanjut Doyle, juga bertentangan dengan tujuan penting dari komitmen AS untuk menjaga stabilitas dunia. Doyle pernah tercatat sebagai staf teknis Divisi Nonproliferasi di Los Alamos National Laboratory 1997-2014.

BACA :  Media AS Bohong Soal Pengeboman RS Kunduz Afghanistan

”Pesawat sarat dengan rudal jelajah nuklir yang dapat menyelinap tak terlihat di bawah radar dan melakukan serangan kejutan secara inheren, tidak stabil,” tulis Doyle sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (1/12).

Padahal, AS dan Rusia pada tahun 1980-an terikat perjanjian kerjasama nuklir. Sejak ada perjanjian itu, saat ini tidak ada pesawat strategi AS atau Rusia secara rutin beroperasi dengan rudal jelajah nuklir.

”Membatalkan program rudal jelajah LRSO akan menjadi cara yang tepat untuk menunjukkan pelaksanaan program pemerintahan ‘Nuclear Posture Review’ dan “The Nuclear Weapons Employment Strategy’serta mengambil langkah kecil tapi signifikan terhadap visi dunia tanpa senjata nuklir,” lanjut Doyle.

BACA :  Amerika Serikat Pencipta Krisis Pengungsi di Eropa

“Langkah ini bisa memberikan momentum terhadap larangan global terhadap senjata-senjata ini yang akan meningkatkan stabilitas dan keamanan semua bangsa.”

Selanjutnya, masih menurut James E.Doyle, AS dan Rusia saat ini mengoperasikan rudal jelajah nuklir. Sedangkan China, Pakistan dan India sedang mengembangkan teknologinya. Doyle berharap Washington dan Moskow bisa menyepakati larangan operasional rudal jelajah nuklir. Hal ini penting untuk mencegah bencana yang sangat mengerikan akibat ledakan nuklir. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker