Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

AS Bohong, Ternyata Komandan ISIS Omar Al Shishani Masih Hidup

AS terbukti ngibul lagi, ternyata komandan ISIS Abu Omar Al-Shishani Masih Hidup, petinggi teroris ISIS ini hanya terluka ….

 

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Seorang pejabat di pertahanan AS sebelumnya mengklaim bahwa Omar Al-Shishani, komandan berpangkat tinggi dari kelompok teroris ISIS tewas dalam serangan udara AS di Suriah. Namun Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan Omar Al Shishani selamat dari serangan itu dan masih hidup. (Baca juga: Abu Omar Shishani Dikabarkan Tewas di Al Shadadi – Hasakah, Suriah)

“Dia tidak mati,” Rami Abdel Rahman, direktur organisasi Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada AFP, pada Rabu (9/03).

Para pejabat Amerika mengatakan kepada berbagai media dan kantor berita pada kondisi anonimitas, bahwa komandan Takfiri itu telah menajdi ditarget dalam serangan udara di dekat kota al-Shaddadi, terletak di selatan provinsi Hasakah di timur laut Suriah, pada Jumat lalu. Seorang pejabat bahkan lebih jauh, mengatakan, ia telah “tewas”.

BACA JUGA:  Jawababan Dingin Rusia atas Ultimatum 48 Jam Teroris di Suriah

Direktur kelompok monitoring pro-oposisi menolak tuduhan itu, dan mengatakan Abu Omar Al-Shishani “terluka parah” dan dibawa ke sebuah rumah sakit ISIS di Raqqa.

Dia dibawa dari provinsi Hasakah ke rumah sakit di provinsi Raqqa, ia dirawat oleh dokter asal Eropa”, katanya.

Pada bulan September 2014, Departemen Keuangan AS menambahkan Shishani bersama dengan 10 militan lain ke dalam daftar teroris Internasional.

Pada hari Selasa, juru bicara Pentagon Peter Cook menyebut Shishani sebagai “pemimpin teruji dengan pengalaman memimpin ISIS (IS) di berbagai wilayah Irak dan Suriah”.

Departemen Luar Negeri AS telah menetapkan hadiah $ 5 juta untuk kepala komandan ISIS ini.

BACA JUGA:  Menteri Luar Negeri Irak Ingatkan Ada 62 Negara Terlibat ISIS

Sementara itu, milisi Kurdi tidak melihat bukti kematian salah satu pemimpin dari kelompok teroris ISIS, termasuk Abu Omar al-Shishani, seorang pejabat pertahanan Kurdi Suriah di provinsi Hasakah, Nasser Haji Mansour, mengatakan kepada RIA Novosti.

“Kami membersihkan al-Shaddadi dan daerah sekitarnya dari militan ISIS, tapi sejauh ini kami tidak melihat ada bukti [al-Shishani] tewas, bahkan kita tidak memiliki bukti bahwa berada di sini sama sekali ketika serangan itu dilakukan oleh AS”, kata Mansour RIA Novosti.

Siapa Abu Omar Al-Shishani?

Abu Omar Al Shishani dikenal dengan jenggot merah. Abu Omar al-Shishani sebelumnya pernah menjadi anggota militer elit Georgia.

Al Shishani nama aslinya adalah Tarkhan Tayumurazovich Batirashvili, lahir di Georgia pada tahun 1986. Dia juga dikenal sebagai Omar Chechnya, dia dilaporkan berjuang bersama angkatan bersenjata Georgia selama perang singkat melawan Rusia pada tahun 2008.

BACA JUGA:  Pasukan Koalisi AS Gempur Basis ISIS 24 Jam Non Stop Tanpa Hasil?

Georgia bereaksi terhadap laporan awal tentang kematiannya, dan mengatakan masih sulit percaya dengan berita itu.

“Informasi tentang kematiannya dirilis pagi ini, tapi masih belum ada konfirmasi resmi. Kami secara aktif menjaga kontak dengan pemerintah Amerika, dan kami diberitahu pagi ini tentang kemungkinan Batirashvili mati. Namun, saya ulangi bahwa ini hanyalah sebuah probabilitas”, kata Menteri Pertahanan Georgia Tinatin Khidasheli kepada wartawan di ibukota Tbilisi, Rabu (9/03).

Pada tahun 2007 sampai 2010, Batirashvili terikat kontrak dengan tentara Georgia selama perang di Ossetia Selatan, menurut media Georgia. Dia diberhentikan karena jatuh sakit tuberkulosis, kemudian ditahan kerena kepemilikan senjata.

Setelah dibebaskan bersyarat pada tahun 2012, ia bergabung dengan teroris takfiri di Suriah. (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker