Berita Arab Saudi

Arab Saudi Langgar HAM Serius Membunuh Ribuan Warga Yaman

Panel PBB menyatakan Arab Saudi lakukan pelanggaran HAM serius di Yaman, senjata Inggris digunakan untuk membunuh warga sipil Yaman…

 

 

 

Islam-Institute, NEW YORK  – Serangan udara dan penembakan “serampangan” oleh koalisis Arab Saudi terhadap rakyat Yaman, oleh sebuah panel PBB dinilai merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius. Panel PBB tersebut menyeru diadakannya penyelidikan internasional dengan segera atas konflik Yaman yang banyak membunuh warga sipil, baik anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia.

Dalam laporan tahunan yang telah bocor ke media itu, terdapat dokumentasi 119 serangan mendadak yang dilakukan Arab Saudi dimana serangan itu melanggar hukum kemanusiaan internasional karena menyebabkan korban sipil berjatuhan.

International Business Times pada Kamis (28/01) kemarin mengatakan bahwa laporan tersebut menuding pasukan koalisi Saudi telah dengan sengaja menargetkan warga sipil secara meluas dan sistematis, termasuk menggunakan kelaparan sebagai bentuk peperangan terhadap negara miskin itu.

Riyadh telah memimpin koalisi sembilan negara-negara Arab dalam kampanye pemboman terhadap negara tetangganya Yaman demi mepasukan Houthi yang setia kepada mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh sejak Maret 2015.

Setidaknya 8.278 orang, di antaranya 2.236 anak-anak, telah tewas akibat bombardir Saudi, sedang 16.015 lainnya mengalami luka-luka. Serangan koalisi Saudi juga telah dengan sengaja menargetkan sarana dan prasarana Yaman, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik-pabrik.

banner 2 2 - Arab Saudi Langgar HAM Serius Membunuh Ribuan Warga Yaman

 

Arab Saudi Gunakan Senjata Inggris untuk Membunuh Warga Sipil Yaman

Sementara itu surat kabar “The Independent” Kamis (28/01), melaporkan bahwa penjualan senjata Inggris kepada Arab Saudi telah digunakan untuk membunuh warga sipil dan menyebabkan terjadinya pelanggaran serius atas hak asasi manusia di Yaman.

Laporan dengan judul “David Cameron dituntut untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi karena digunakan untuk pembunuhan warga sipil Yaman”, menyatakan bahwa komite bersama anggota British House of Commons sedang mempersiapkan diri untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan yang baru-baru ini diangkat, bahwa senjata Inggris yang dijual ke Arab Saudi digunakan untuk melancarkan serangan pada tempat-tempat umum dan perumahan penduduk sipil Yaman, hingga menyebabkan ribuan warga sipil tak berdosa tewas.

Komite tersebut meminta kepada Perdana Menteri David Cameron agar segera menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi karena tuduhan yang mengacu pada serangan yang menargetkan sekolah, rumah sakit, perumahan penduduk dan pasar, seperti laporan yang telah disampaikan oleh PBB.

Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa laporan itu menegaskan penargetan warga sipil di Yaman dianggap sebagai aksi yang disengaja dan sudah direncanakan serta melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

Surat kabar itu mengatakan bahwa Inggris memiliki beberapa penasihat militer yang bekerjasama dengan pasukan Arab Saudi di Yaman. Hanya saja, pemerintahan Cameron menegaskan bahwa semua penasihat yang berada di sana hanya sebatas berkoordinasi dengan pasukan Saudi dan mereka tidak berurusan dalam hal penentuan target yang akan dibom.   (AL/ARN/AS/Panorama)

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker