Berita Timur Tengah

Arab Saudi Dalangi Jihad Fi Sabili al-Washingtoniyah

Arab Saudi Dalangi ‘Jihad fi Sabili al-Washingtoniyah’ di Negara-Negara Arab

Sayangnya selama ini tidak ada negara lain yang berani mencegah aksi-aksi teror Arab Saudi di negeri-negeri Muslim, hanya Iran satu-satunya negara yang berani bersuara dan bertindak nyata, sehingga Arab Saudi merasa terganggu.

Islam-Institute, TEHRAN – Arab Saudi merencanakan aksi terorisme di negara-negara Muslim atas nama Amerika Serikat dan sekutu Baratnya, demikian seorang pejabat senior Iran mengatakan. Aksi teror yang mereka sebut sebgai “jihad fi sabilillah” telah berhasil memporak-porandakan tatanan masyarakat muslim di Suriah, Irak, Libya, Yaman dan negara muslim lainnya. Hakekatnya mereka bukan berjuang di jalan Allah, tetapi mereka hanya berperang di jalan Washington sebagai pengabdian.

“Atas nama AS dan Barat, Arab Saudi mendalangi dan mensponsori terorisme di negara-negara Muslim,” Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Selasa (27/10).

Sayangnya selama ini tidak ada negara lain yang berani mencegah aksi-aksi teror Arab Saudi di negeri-negeri Muslim.

Dia mencontohkan agresi militer Arab Saudi di Yaman, mendapat dukungan penuh AS hingga menyebabkan PBB lumpuh di hadapan kejahatan perang yang dilancarkan Arab Saudi.

Yaman telah berada di bawah serangan militer Arab Saudi setiap hari sejak 26 Maret. Agresi militer itu ditujukan untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu setia Riyadh.

Menurut penghitungan baru, setidaknya 7.000 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan Arab Saudi, dan total hampir 14.000 orang telah terluka sejak Maret.

banner 2 2 - Arab Saudi Dalangi Jihad Fi Sabili al-Washingtoniyah

Menlu Arab Saudi Menuduh Tanpa Dasar

Velayati menepis tuduhan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir bahwa Iran campur tangan dalam urusan negara-negara Arab. Riyadh tidak layak dalam posisi untuk membuat komentar seperti itu tentang Republik Islam Iran, kata pejabat Iran itu.

“Justru Arab Saudi -lah yang berani dan tanpa dasar mencampuri urusan internal negara-negara Arab dan tetangga dalam wilayah tersebut. Komentar Adel al-Jubeir tentang Republik Islam Iran hanya untuk membenarkan perilakunya,” kata Velayati, yang juga presiden dari Pusat Strategis Penelitian dari badan arbitrase Iran Kebijaksanaan Dewan.

Dia menekankan bahwa Iran bertindak sesuai dengan tuntutan negara-negara regional seperti Suriah.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier di Riyadh pada 19 Oktober, menteri luar negeri Arab Saudi mengklaim bahwa Iran mencampuri urusan tetangga kerajaan dan mengatakan Riyadh menyerukan Iran untuk “mengubah kebijakannya dan menghentikan campur tangan dalam urusan negara-negara lain di kawasan, di Lebanon, Suriah, Irak dan Yaman.”

Arab Saudi ingin aksi terornya di negara-negara Muslim berjalan mulus tanpa dicegah oleh negara lain semacam Iran. Keberpihakan Iran dinilai sebagai halangan dan dipandang sebagai keburukan di mata Arab saudi. Sayangnya selama ini tidak ada negara lain yang berani mencegah aksi-aksi teror Arab Saudi di negeri-negeri Muslim, hanya Iran satu-satunya negara yang berani bersuara lantang dan bertindak nyata, sehingga Arab Saudi merasa terganggu.

Lalu bagaimana kelak di akhirat nasib para pelaku bom bunuh diri dan ‘mujahidin’ yang mati berperang atas nama AS? Wallohu a’lam.  (AL/Sfa/Ptv)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker