Berita Terkini

Arab Saudi Berusaha Membentuk Anggkatan Bersenjata Mirip NATO

NATO ARABI: Impian Arab Saudi Membentuk Angkatan Bersenjata Arab Mirip NATO

Islam-institute.com, RUSIA – Surat kabar Rusia melaporkan Arab Saudi sedang berusaha membentuk “NATO ARABI” dengan tujuan menggagalkan aliansi militer dan keamanan bersama antara pihak-pihak lain.

Kantor berita Arrahmahnews menukil dari koran Rusia “gazzetta nza syma” yang menurunkan artikel dengan judul “Riyadh Sedang Membentuk NATO ARABI”. Artikel itu menegaskan bahwa Arab Saudi berusaha membentuk Angkatan Bersenjata Arab yang mirip dengan NATO, dengan tujuan mengalahkan setiap aliansi militer atau keamanan bersama antara pihak-pihak lain, seperti Uni Emirat Arab dan negara-negara Arab lain yang bersekutu dengan mitra internasional seperti Rusia.

Koran Gazzetta nza syma juga menulis, hari ini menteri luar negeri dan anggota pertahanan Liga Arab diharapkan menanda-tangani protokol untuk pembentukan Angkatan Bersenjata Arab. Namun, beberapa sumber menyebutkan masih ada usaha-usaha untuk menciptakan aliansi keamanan. Berdasarkan itu, kekuatan militer sebagian negara-negara Arab dengan Iran akan sejajar.

BACA JUGA:  Ayah Eko Prasetyo Tak Ingin Ahok Jenguk Anaknya di Rumah Sakit

Koran berbahasa Arab Raialyoum juga menukil koran Rusia menulis; Tidak ada keraguan bahwa pertemuan Kairo, dan keputusan terakhir di KTT Sharm el-Sheikh pada 9 April lalu, di mana Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi setelah eksekusi 21 Koptik Mesir yang dilakukan oleh ISIS, pasti akan menyambut tawaran ini.

Alexander Ayano ty kiev kepala agama dan politik di Rusia, percaya bahwa penandatanganan hubungan protokol itu, tidak dapat membangun hubungan diplomatik dan membawa pada persatuan negara-negara Arab. Karena ada dua kelompok Arab di Teluk Persia, yaitu Arab Saudi, Bahrain dan Kuwait di satu sisi, sementara Qatar, UEA dan Oman di sisi lain. Tidak ada satu pun fitur valid dan dapat dipercaya untuk membentuk Angkatan Bersenjata Arab.

Tidak adanya persatuan di antara orang-orang Arab dan Muslim. Semua itu tercermin pada perang Yaman dan berbagai pernyataan tentang pentingnya pembentukan kekuatan besar untuk memukul Houthi, namun faktanya adalah Pakistan dan negara-negara Afrika menolak permintaan Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam perang Yaman. Hanya rezim Arab Saudi yang ada dalam perang ini, sementara keberadaan pihak lain hanya sebuah simbolik saja.

BACA JUGA:  Terobsesi Video ISIS, Gadis Cantik Denmark Bunuh Ibunya

Sementara itu, Surat kabar Rusia RIA Novosti mengutip surat kabar Mesir al-Fajr menulis; dasar pembentukan Angkatan Bersenjata Arab adalah 40.000 tentara dan pewira, 1000 Angkatan Udara dan 3000 Angkatan Laut, serta diperkirakan Kairo menjadi pusat lokasi penempatan pasukan itu. Sedangkan Arab Saudi, akan menanggung modal pembentukan kekuatan ini, dan komandannya berasal dari Arab Saudi.

Pengamat Rusia mengisaratkan hal ini, terkait pertemuan Muhammad Aly Nahyan (UEA) dengan Presiden Rusia Vladmir Putin dua hari sebelumnya. Beberapa sumber mengatakan, Aly Nahyan selama pertemuan itu membicarakan kemungkinan pembentukan sistem keamanan bersama di Teluk Persia, untuk memerangi terorisme dengan beberapa negara Teluk Persia dan Iran. Bagaimana pun, kehadiran Iran dalam hal kerjasama ini tentu akan menghadapi penolakan dari Arab Saudi.

BACA JUGA:  3 Pilot Rusia Diduga Diculik Militan Ansar Dine - Al-Qaeda di Mali

Dengan demikian, Arab Saudi dengan menanda-tangani protokol pembentukan angkatan bersenjata gabungan, akan menggagalkan rencana kesepakatan aliansi keamanan di Teluk Persia, dari UEA dan negara-negara Arab lainnya.

Tampaknya, jika angkatan bersenjata gabungan berhasil dibentuk, maka mereka akan melakukan operasi pertama organisasi ini di Libya dalam mendukung pemerintahan “Tobruk” dalam memerangi teroris ISIS.

Menurut surat kabar Rusia, beberapa analis percaya bahwa Angkatan Bersenjata Arab tidak hanya akan membuat kekhawatiran Iran dan Israel, tetapi juga akan membuat Amerika dan Turki khawatir. Ankara dan Washington khawatir bahwa konflik yang tidak diinginkan dan tidak memiliki keinginan untuk mencampuri akan meletus ke permukaan. Sementara Amerika sedang berusaha menemukan sekutu baru di kawasan, yang tentunya akan memicu kecemburuan Arab Saudi.  (al/alalam/ARN)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker