Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Arab Saudi

Arab Saudi Bangkrut, Sejumlah Pangeran Saudi Kabur

Arab Saudi Bangkrut, Sejumlah Pangeran Kabur Bawa Lari Kekayaan

Pengamat politik menduga bahwa upaya balas dendan tentara Yaman atas kejahatan Arab Saudi di Yaman adalah faktor utama dalam eksodus besar-besaran para pangeran Saudi tersebut.

Islam-Institute, RIYADH Para milyuner Arab Saudi, termasuk keluarga kerajaan kini beramai-ramai meninggalkan kerajaan yang kini sedang dalam krisis ekonomi nasional. Krisis Arab Saudi akibat dilanda kerusuhan setelah kerajaan kaya minyak itu, yang merupakan sekutu terdekat Amerika di kawasan Timur-Tengah, mendeklarasikan agresi militer ilegal ke negara tetangga yang miskin, Yaman.

Arab Saudi Bangkrut, Para Pangeran Kabur Bawa Kekayaan

 

Raja Salman Al-Saud yang berusia sekitar 70 tahunan itu, setelah naik tahta, mengadopsi kebijakan dalam dan luar negeri yang ngawur, seperti memberikan kekuasaan yang berlebihan terhadap putranya yang ambisius, Muhammad bin Salman, sebagai wakil putra mahkota dan menteri pertahanan. Dengan jabatannya itu dia telah melakukan perombakan brutal di hampir semua posisi kunci pemerintahan.

BACA JUGA:  Peralatan Militer dan 56 Tank Arab Saudi Hancur di Ma’rib

Menurut sumber-sumber lokal, sengketa antara anggota keluarga kerajaan yang tidak puas dengan tindakan raja dan putra mahkota, dengan pihak raja yang  totaliter, telah mencapai klimaksnya. Sengketa keluarga itu bagai gunung berapi yang berada dalam posisi siaga satu. Menurut pengamat, ketidakpuasan di antara mereka plus kekecewaan sosial siap meledak kapan saja di Arab Saudi.

BACA JUGA:  Arab Saudi Harus Akhiri Perang di Yaman Secepatnya

Dalam kondisi yang menegangkan inilah para pangeran yang takut mulai melarikan diri ke negara-negara Barat, terutama ke Perancis dan Inggris. Dengan berbagai dalih, mereka meninggalkan kerajaan Arab saudi yang sedang terperangkap dalam perang berdarah terhadap bangsa asing, situasi keamanan yang rapuh dan kondisi ekonomi yang berantakan total benar-benar bikin Arab Saudi di ambang kebangkrutan besar.

Sementara itu, dihadapkan dengan ratusan pelarian para pangeran Saudi yang menarik sejumlah besar uang tunai dari bank sentral kerajaan, para pejabat Arab Saudi berusaha untuk menghambat arus modal besar-besaran yang terus mengalir keluar negeri, dengan memberlakukan langkah-langkah pembatasan moneter tertentu.

BACA JUGA:  Arab Saudi Siap Invansi Suriah, Benarkah untuk Berantas ISIS

Langkah-langkah pembatasan itu antara lain adalah melarang pengiriman uang ke luar negeri jika bernilai lebih dari 500.000 dolar perbulan bagi setiap warga negaranya. Dan hanya bisa mungkin jika orang itu membeli properti  di luar negeri dan setelah menyediakan dokumen-dokumen resmi terkait hal itu. Hal ini mengakibatkan adanya  banyak kasus yang menunjukkan bahwa para pangeran Saudi yang putus asa kemudian memalsukan  dokumen pembelian real estate untuk mentransfer aset mereka ke negara Eropa di mana mereka tinggal sekarang.

Pengamat politik menduga bahwa upaya balas dendan tentara Yaman atas kejahatan Arab Saudi di Yaman adalah faktor utama dalam eksodus besar-besaran para pangeran Saudi tersebut. (AL/ARM/RM/NilenetOnline)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker