akidah

Aqidah Sifat 20, Ajaran Aqidah Ahlusunnah Waljama’ah

Kaum Wahabi menjuluki kaum Ahlussunnah Waljama'ah sebagai Asysya'iroh / Asy'ariyyun.

Sifat 20 Adalah Aqidah Islam yang diwarisi dari ajaran Rasulullah Muhammad Saw. Ajaran aqidah sifat 20 terkait erat dengan aqidah Ahlussunnah Waljama’ah. Di kalangan para pengikut Salafy (Wahabi), Sifat 20 selalu diisukan sebagai aqidah sesat. Mereka menyebut penganut aqidah sifat 20 sebagai golongan sesat masuk neraka. Tanpa malu-malu mereka menjuluki kaum Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Asysya’iroh / Asy’ariyyun, sebagai julukan bernada sinis.

Akan tetapi walaupun mereka bermaksud sinis, di sisi lain kaum Asy’ariyah bangga dan percaya diri jika dijuluki dengan Asy’ariyyun. Karena memang perumus sifat 20 adalah Imam Abu Hasan Al-Asy’ari. Kaum Ahlussunnah Waljama’ah dengan gentle dan terang-terangan mengakui sebagai kaum Asy’ariyah dan Maturidiyah.

Berbeda dengan Salafy Wahabi yang akan marah atau tersinggung berat  jika disebut Wahabi. Terkesan mereka tidak PEDE dengan julukan itu mengindikasikan ada something wrong dengan ajaran aqidah mereka. Mereka amat sangat berkeinginan agar kaum Ahlussunnah Waljama’ah mau meninggalkan aqidah sifat 20 dan beralih ke tauhid versi aqidah Wahabi yaitu tiga tauhid ; tauhid uluhiyyah, tauhid rububiyyah, dan tauhid Asma’ washifat.

Ada komentar menarik di blog ini tentang Ahlussunnah Waljama’ah yang disampaikan oleh Wong Ko Lutan dan Mas Ahmad Syahid. Komentar ini sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan yang diajukan Sekar yang merasa bingung tentang apa itu Ahlussunnah Waljama’ah. Sebab semuanya mengklaim sebgai Ahlussunnah Waljama’ah. Tentu saja kita tidak usah bingung, sebab kita masih bisa melacak sejarah dari masing-masing firqah Islam tersebut.

Mari kita simak penjelasan apa itu Ahlussunnah Waljama’ah oleh Wong Ko Lutan dan Mas Ahmad Syahid ……

Wong Ko Lutan Say:

Sekar yang bingung, Antum tidak usah bingung lagi,
Berikut ini adalah Pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA)

BACA JUGA:  BENARKAH SALAFI WAHABI ITU AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ?

-Ahlussunnah berarti penganut sunnah Nabi Muhammad SAW.

-Wal-Jama’ah berarti penganut i’tiqad jama’ah sahabat Nabi.

-Kaum Ahlussunnah walJama’ah ialah kaum yang menganut i’tiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat beliau. 

I’tiqad Nabi dan para sahabat itu sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, terdapat dalil secara terpencar di beberapa ayat dalam surat-surat Al-Qur’an, belum tersusun secara sitematis. I’tiqad itu kemudian dihimpun dan dirumuskan secara sistematis sebagai ilmu aqidah oleh seorang ulama besar di bidang Ilmu Aqidah (ushuluddin), yaitu Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Ulama besar ini dilahirkan di kota Bashrah, Iraq pada tahun 260 H/873 M, dan meninggal dunia di kota itu juga pada tahun 324 /935 M, dalam usia 64 tahun.

Karena i’tiqad Ahlussunnah walJama’ah dihimpun dan dirumuskan oleh Imam Abul Hasan Al-Asy’ari maka ada yang menyebut kaum Ahlussunnah wal Jama’ah dengan ‘Al-Asy’ariyah’ sebagaimana Wahabiyah untuk sebutan arabnya Wahabi. Kalau ada yang menyebut Asy’ariyah, maksudnya adalah pengikut-pengikut Imam Abul Hasan Al-Asy’ari seorang Ulama penghimpun dan perumus i’tiqad Ahlusuunnah Waljama’ah berdasar Al-qur’an dan Hadits Nabi SAW..

Ada juga sering terdengar perkataan ‘Sunni’ maksudnya adalah kependekan Ahlussunnah wal Jama’ah, orang-orangnya disebut dalam bahasa arab sebagai ‘Sunniyyun’.

Adapun tokoh kedua i’tiqad Ahlussunnah walJama’ah ialah Abu Manshur Al-Maturidi. Faham dan i’tiqadnya sama atau hampir sama dengan faham i’tiqad Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Beliau lahir di kota Maturidi, Samarqand (termasuk wilayah Uzbekistan Soviet sekarang) kira-kira pada pertengahan abad ke -3 H dan meninggal di Samarqand pada tahun 332 H/944 M, 9 tahun setelah wafatnya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari.

Kedua tokoh tersebut di atas adalah sebagai penggali, perumus, penyiar sekaligus mempertahankan apa yang sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang sudah di-i’tiqad oleh Nabi Muhammad SAW, serta sahabat-sahabat beliau.

BACA JUGA:  KETIKA FATWA WAHABI SALAFI BERGANDENG MESRA DENGAN MISI ZIONIS

Dalam kitab ‘Ithafu Sadatil Muttaqin’ yang ditulis oleh Imam Muhammad Al-Husni Az-Zabidi, yaitu syarah kitab ‘Ihya’ Ulumuddin’ karya Imam Al-Ghazali, ditegaskan sebagai berikut, yang artinya: “Manakala disebut Ahlussunnah wal Jama’ah, maka maksudnya ialah Muslimin yang mengikuti rumusan (faham) Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan faham Abu Manshur Al-Mathuridi”.

Nah, belakangan sejak muncul Wahabi dari Nejd yang kemudian juga melahirkan tokoh kenamaan mereka Yaitu Saikh Nashir (din) Al-Albani maka dia menyabot (sabotase, membajak) nama Ahlussunnah Waljama’ah untuk dipaksakan dipakai firqah Wahabi, padahal sebelumnya mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Muwahidun (orang-orang bertauhid). Menurut jejak sejarah, mereka sebelumnya tidak dikenal sebagai Ahlussunnah Waljama’ah.  Karena Mereka memaksakan diri dalam memakai sebutan Ahlussunnah Waljama’ah, maka di lapangandakwahnya akhirnya mereka selalu berbenturan dengan Ahlusunnah Waljama’ah yang asli.

Sebagai contoh;
-Ahlussunnah Waljama’ah menyunnahkan Tawassul kepada Nabi setelah wafatnya, Wahabi justru memvonis musyrik kepada pelaku tawassul.

-Ahlussunnah Waljama’ah menagkui ilmu Tasawwuf, justru Wahabi memusyrikkan pelaku Tasawwuf.

-Ahlussunnah menyunnahkan ziarah makam Nabi, justru Wahabi melarangnya bahkan sampai memusyrikkan pelaku ziarah tsb.

-Ahlussunnah Waljama’ah membolehkan menggunakan Hadits dlo’if, Wahabi justru menyamakan hadits dlo’if dengan hadits Maudlu’ (palsu).

-Masih banyak lagi, sehingga para pengikut Wahabi terpaksa harus merombak kitab-kita ulama mu’tabar agar sesuai dangan hawa nafsu Wahabi.

Bahkan Wahabi tanpa sungkan memvonis sesat kepada tokoh sentral Ahlussunnah Waljama’ah yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi.

Demikian Sekar,
Tentunya Wahabi memiliki versi sendiri tentang Ahlussunnah Waljama’ah. Itulah sebabnya kenapa Wahabi disebut juga sebagai fitnah dalam Islam, populer juga dengan sebutan Fitnah Wahabi. Belakangan mereka juga menyebut diri mereka sebagai Salafy …. Mungkin mereka ingin menghapus citra buruk Wahabi dengan mengganti namanya jadi Salafy dan mengaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah. Tapi tentunya ciri Wahabi yang melekat pada mereka tidak serta-merta hilang dengan ganti nama tersebut.

BACA JUGA:  Senjata Makan Tuan: FIRANDA Jadi Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri

Wallohu a’lam bish-shawab

Penjelasan Singkat Ahmad Syahid Soal Aqidah Ahlu Sunnah Waljama’ah ‘ala Asy’ariyah

Penjelasan di atas diperkuat oleh keterangan saudara Ahmad Syahid sebagai berikut:

Sekar,
perdebatan soal Bid’ah sudah cukup lama terjadi dan hingga hari ini belum juga mencapai titik temu. Kesimpulan Akhir bagi saya adalah mengikuti Mayoritas kaum muslimin sebagaimana wasiat Rosulallah SAW agar kaum muslimin tetap berada pada mayoritas.

Sebab Allah SWT tidak akan mengumpulkan ummat Islam dalam kesesatan. Dan dari dulu hingga kini mayoritas ummat Islam baik yang Ulama, ataupun yang awam tergabung dalam Aqidah Ahlu Sunnah Waljama’ah ‘ala Asy’ariyah dan Maturudiyah.

Mayoritas Ummat Islam di seluruh dunia mengikuti aqidah sifat 20

Tahukah anda? Ternyata Mayoritas Ummat Islam di seluruh dunia dan Para Habib anak cucu Rasulullah Saw juga mengikuti aqidah sifat 20. Ilmu aqidah ini dihimpun dan disusun oleh Imam Abu Hasan Al-Asy’ari.

Di bawah ini adalah cover depan dan belakang dari buku “AKIDAH MENURUT AJARAN NABI “, ditulis kembali oleh Habib Hasan Husen Assagaf.  Buku ini merupakan syarah (penjelasan) kitab Durus Al-‘Aqaid Ad-Diniyyah juz ke 4, karya kakeknya yaitu Habib Abdurrahman bin Saggaf bin Husen binAbubakar bin Umar bin Saggaf Assagaf. Silahkan baca sinopsis singkat tentang sifat 20 di cover belakangnya.

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

72 thoughts on “Aqidah Sifat 20, Ajaran Aqidah Ahlusunnah Waljama’ah”

  1. selamat @ Admin artikel yang sangat mencerahkan …….apalagi di dukung teman2 yang komen mas Wong ko lutan dan mas Ahmad Syahid ……salam semangat dalam menempuh samudra DAKWAH yang jelas tidak mudah apalagi kalau ketemu saudara muslim yang lain pemahaman ……..tetap SEMANGAT …….salam ( bagi yang curiga kalao2 @ admin rekayasa di cek se rinci mungkin )

  2. Seingat saya, waktu pelajaran agama disekolah sma kelas 1, yg diajarkan juga adalah akidah sifat 20. Mudah-mudahan sampai sekarang masih diajarkan. Setahu saya akidah ini juga menjadi pegangan universitas Al azhar. Akidah ini sedari dulu jadi pegangan mayoritas ulama dan umat islam di seluruh dunia. Di indonesia, malaysia, syria, mesir dll. Dulu juga jadi pegangan ulama di arab saudi.

  3. Subhanallah, sifat 20 yg bersumber dari Al Quran dan Sunnah ini juga bisa dijelaskan oleh akal dan logika. Dengan akidah ini, kita bisa memahami “Tuhan yang sebenarnya” secara aqli dan naqli. Adakah pengikut salafi wahabi yg bisa menjelaskan dimanakah letak kesalahan sifat 20 ini? Mari kita coba diskusikan. Ditunggu ya….

  4. jaminan kemurnian Aqidah Ahlul bait (ahlusunnah wal-jama`ah ) ditegaskan dalam Hadist Shohih dari sayidina zaid bin arqom bahwa Rosulallah SAW bersabda ” sesungguhnya aku meninggalkan diantara kalian yang jika kalian berpegang teguh padanya maka kalian tidak tersesat sepeninggalanku , salah satu dari keduanya lebih besar dari yang lain : Kitab ALLAH SWT tali yang menjulur dari langit ke bumi , dan keturunanku keluargaku, tidaklah keduanya berpisah hingga menemuiku di telaga surga , maka perhatikan bagaimana kalian menggantikannku dalam mencintai keduanya.

    inilah aqidah Ahlu Sunnah Wal-Jama`ah yang sesungguhnya, tidak seperti wahabi / salafi ahlusunnah abal-abal alias aspal dengan pembagian Tauhidnya mentok pada Ibnu taymiyah yang hidup pada abad ke 8 hijriyah , abad yang tidak ada jaminan kebaikan sebagaimana masa hidupnya Abu Musa al-asy`ari dan Imam al-maturidi.

    pebagian Tauhid menjadi tiga adalah Bid`ah Dolalah yang tidak diridloi Allah dan Rosulnya , beberapa buah hasil pembagian Tauhid ala wahabi/salafi

    1. menyamakan orang yang bersyahadatain dengan kaum Kafir dan Musyrik.

    2. dapat menjadikan orang yang mengimaninya menjadi Ahli syirik sejati , sebab menurut mereka iman itu ukurannya Tauhid Uluhiyah bukan Rububiyah , sehingga anda boleh mengatakan bahwa yang menyembuhkan itu obat dengan ma`na hakiki.

    3. orang yang mengimani tiga tauhid akan mudah menuduh orang lain ahli syirik dan bid`ah padahal sebenarnya merekalah ahli syirik dan Bid`ah dengan pembagian Tauhid dan manhaj Talaqi wal istidlalnya.

    silahkan para pengekor I`tiqod Wahabi / salafi untuk membantah artikel diatas sambil membawakan bukti jika Aqidah mereka sesuai dengan Qur`an dan Hadist.
    jangan lupa kenapa juga kalian enggan disebut Wahabi ?

    1. Benar Mas Syahid, itulah tidak heran kalau selama ini mereka dengan ringan lidah menyebut kaum muslimin yang berziarah sebagai kuburiyyun musyrik. Jadi rupanya itu akibat otomatis dari tauhid tiga yang bid’ah dlolalah.

      Yang saya heran, kenapa NU pusat tidak menangani ini dengan serius? Misal ngadain debat Nasional NU VS SALAFY WAHABI. Kalau seandainya ada rencana, harus dibatasi pada tema-tema yg populer saja. Sebab itu akan berguna untuk menyadarkan UmmatIslam yg sdudah terkena virus Wahabi. Misalnya debat tentang Tauhid tiga VS sifat 20. Saya akan menyutingnya kalau ada, buat dijual CD-nya, he he he….

      1. he..he… kasihan tuh santrinya p Mahrus ….dikasih PR sama mas Syahid …..rapat mendadak kali …..udah laaah saudara2ku semua perkara agama sudah dirapatkan ratusan tahun yang lalu oleh ulama2 Islam kita ….kita tinnggal meneladani ……ada yang mengibaratkan sudah tersedia menu2 islam kita tinggal memilih yang kita sukai salah satunya ( ujar Gus Dur ) gitu aja kok REPOT …..

    2. Yang namanya ajaran Wahabi emang bikin kacau ummat islam, parah deh ah! Tuh akibatnya fatal kan yang disebut tauhid tiga biji itu? Di mata para pengikut Wahabi, Ummat Islam jadi kelihatan musyrik semua gara-gara akidah salah kaprahnya Wahabi tsb. Thank Mas ulasan kerennya.

  5. Informasi tentang akidah ahlussunnah waljama’ah ini bisa menjadi pukulan berat bagi kaum Wahabi. Buktinya mereka belum ada yang berani komentar di sini.

    Saya sendiri semakin yakin dengan sifat dua puluh setelah membaca info ini. Secara logika sajalah, masak keturunan Rasulullah Saw salah memilih akidah? Masak Wahabi-wahabi masuk surga sementara anak cucu Rasulullah Saw pada masuk neraka gara-gara Asy’ariyah? Mbak ya pada mikir lah….? Juga berpikirlah tentang kebohongan Wahabi yang akhir-akhr ini sudah banyak terbongkar. Janganlah terlalu ngotot mempertahankan kebatilan Wahabi para sedulur kabeh, yoooo…?

      1. mas Saliq ……malam ini sepi dari komennya para santrinya p Mahrus ……yang ada si Aryan juga lg mulai bingung …..he…he….begitulah mas ilmu yang bukan dari sumber yang Haq …..pasti bikin sakit kepala dan nyesek didada ….namun kalau ilmu yang Haq pasti akan saling melengkapi ……wah pernyataan aku nanti ditanyain DALILnya nggak ya mas Saliq…?????

  6. ?? ????…?? ????…?? ????…

    …????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..????..

    @ mamo.c.g.
    mungkin dzikr di atas juga di anngap sesat oleh orang2 WC..

    1. asal bukan Al Qur’an dan Hadist yang menyatakan sesat …….hanya segelintir orang2 aja bukan ulama ……justru dgn selalu mengingatNya kita pasti jauh dari perkara maksiat yang dibisik bisik syetan …..Alloh jangan sampai di lalaikan ……

  7. klo brpatokan tauhid ada 3, jadi inget agama yg dsusupi y*h*d*, bhw tuhan ada 3 or 3 dlm 1, kyknya modus sama….smoga salah prasangka ane, mohon pencerahanya para sesepuh…maaf newbie 🙂

      1. kalau nggak salah, W.H itu Wahabi Horror. Doyan darah sesama Muslim.

        Menurut cerita terselubung, horor di Banyuwangi 10 tahun yng lalu yg bikin Wahabi, untuk test case kesigapan kekuatan ASWAJA. Ingat nggak Mas Syahid horor Banyuwangi yg mengerikan itu? Untung anak-anak NU menurunkan pasukan gerak cepat sehingga bisa diredam.

  8. MODEMKU LeMOD BANGET …

    biar lemod..yang penting masih bisa da’wah di internet…
    he..he…

    “semoga semua ini menjadi amal ibadah untuk menggapai ridhonya alloh…”

  9. @ ahmad syahid
    WH artinya: WAHABI HONORER

    kalau versinya mas arumi
    WH artinya: WAHABI HOROR

    semoga selamat sampai tujuan saudaraku…
    ———————————————————
    ========================================================
    masih gangguan lagi ngga’ ya…????

    This webpage is not available.

    The webpage at http://www.ummatipress.com might be temporarily down or it may have moved permanently to a new web address.

    Here are some suggestions:
    Reload this web page later.

  10. @All ngaku KATANYA Ahlussunnah…
    Ane mau tanya dikit tulung di jawab ye…. yg habib ato habaib juga boleh jawab juga.
    1. tertera kalimat di atas :
    “[-Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah ialah kaum yang menganut i’tiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat beliau.]”
    # menganut i’tiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat beliau….??

    Sebagai contoh;
    -Ahlussunnah Waljama’ah menyunnahkan Tawassul kepada Nabi setelah wafatnya, Wahabi justru memvonis musyrik kepada pelaku tawassul.

    -Ahlussunnah Waljama’ah menagkui ilmu Tasawwuf, justru Wahabi memusyrikkan pelaku Tasawwuf.

    -Ahlussunnah menyunnahkan ziarah makam Nabi, justru Wahabi melarangnya bahkan sampai memusyrikkan pelaku ziarah tsb.

    -Ahlussunnah Waljama’ah membolehkan menggunakan Hadits dlo’if, Wahabi justru menyamakan hadits dlo’if dengan hadits Maudlu’ (palsu).

    -Masih banyak lagi, sehingga para pengikut Wahabi terpaksa harus merombak kitab-kita ulama mu’tabar agar sesuai dangan hawa nafsu Wahabi.

    Bahkan Wahabi tanpa sungkan memvonis sesat kepada tokoh sentral Ahlussunnah Waljama’ah yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi.

    1. mas Abu Jufri ……semua yang nt sebutin diatas itu di aswaja dasar hukumnya jelas silahkan nt cari di artikel ummati ada semua kalau dibeberin bukan komen namanya .sedangkan wahabi menuduhnya dgn hawa nafsu dasarnya dgn dalil atau hadist yang bukan pada tempatnya dgn pemahaman menurut versi otak mereka .mas Abu Jufri kata kata dalam islam itu INDAH mas ma’na nya luas dan hal tsb udah di bahas tuntas oleh ulama2 terdahulu mas ……..

  11. abu jufri @

    Setahu kami, antum baru koment seperti diatas belum ada yang lain. Kalau antum merasa kehilangan koment yg antum kirim bisa jadi koment antum disambar AKISMET, itu memang otomatis. Kalau antum seorang blogger pasti tahu masalah ini.

    Sudah berulangkali kami menjelaskan tentang hal ini kepada orang-orang yg “protes”, dan antum tahu blog ini tidak dimoderasi kan? Antum pendatang baru disini rupanya, silahkan kirim lagi koment antum, di sini bebas mengemukakan argumentasinya. Kalau kami mendelete sebuah komentar selalu kami beri catatan semacam laporan bahwa koment-nya didelete. Ingat akhi, ini blog bukan blog Wahabi yang hoby main cut and delete seenak perutnya, kami terbuka terhadap perbedaan.

      1. mas akbar
        sudah dijawab admin mas , kalo soal dalilnya biar kawan-kawan yang laen aja yang jawab, atau mendingan mas akbar aja yang jawab. Thank`s.

  12. Admin ummati, adakah artikel tentang sifat 20 dan penjelasannya disitus ini. Kalau belum ada, saya usul di buat atau ditampilin aja, biar yg salafi bisa menyimak langsung, tidak asal bilang menyimpang atau sesat, biar mereka ingat kembali ajaran tauhid ini, karena kebanyakan situs isinya ttg tauhid 3 wahabi melulu, akhirnya byk yg lupa dan terpengaruh oleh ajaran ini.

    1. mas dianth benar pengkajian Aqidah yang menyebut 20 sifat Allah lebih mudah difahami dan tidak menimbulkan konflik karena memang sesuai dengan Qur`an dan Hadist, tidak seperti Aqidah tiga Tauhid yang membingungkan dan menimbulkan Efek negatif terhadap ummat Islam secara Umum, karena memang Aqidah tiga tauhid adalah Bid`ah yang bertentangan dengan Qur`an dan Hadist.

  13. Iya Mas Ahmad Syahid, situs wahabi sudah merajalela di internet, kasihan anak muda dan remaja islam kita yg mempunyai semangat tinggi untuk belajar agama, karena terpengaruh ama ajaran wahabi di internet, akhirnya mereka mulai menjauhi tradisi keagamaan kita, bahkan menjauhi tasawuf, bahkan ada yg menjadi ekstrem. Semoga situs seperti ummati ini semakin banyak. Semoga kelak saya ada waktu yg banyak agar bisa buat situs seperti ummati ini. Salam.

  14. Ping-balik: Sebarkan dhamma dengan cinta kasih bukan dengan menjelek jelekkan agama lain? :: Membesarkan Payudara
  15. @mamo cemani gombong:
    Aswaja dasar hukumnya jelas silahkan nt cari di artikel ummati ada semua kalau dibeberin bukan komen namanya .sedangkan wahabi menuduhnya dgn hawa nafsu dasarnya dgn dalil atau hadist yang bukan pada tempatnya dgn pemahaman menurut versi otak mereka .mas Abu Jufri kata kata dalam islam itu INDAH mas ma’na nya luas dan hal tsb udah di bahas tuntas oleh ulama2 terdahulu mas ……..

    Gak terbalik tuh mas, contohnya maulid nabi, di hadist,para sahabat & 2 generasi sesudahnya gak ada yg merayakan tapi entah dgn segala cara, hanya bermodalkan ucapan para ulama yg notabene tidak maksum sehingga jadi membolehkan maulid….

    1. @Bukanu ( nama palsu ) ………kalau yang merayakan gak ada ……ada yang ngelarang ngga ?????????? yang ngelarang hanya golongan nt dgn dasar BID’AH tanpa tau makna bid’ah itu sendiri …..mas Siapapun nt dah lama nih kena virus …..???? segera ngloyoor deh……kecuali kalau nt cari kebenaran bukan ngeyel debat kusir ,….maksudnya kalau nt punya pedoman argumen disertai dalil atau hadist ,atsar, fatwa sekalipun tentunya dari ulama yang di akui di dunia Islam …..okay ????

  16. Bukanu yang saya hormati.
    Anda saya sarankan cari referensi lebih banyak baik dari ayat-ayat Alqur’an atau As Sunnah Nabawi-Uushiinii nafsi wa iyaakum-

    Boleh melakukan hal yang tidak pernah dicontohkan Nabi SAW dengan catatan tidak melanggar ketetapan syari’at. Dalilnya banyak, salah satunya

    Diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba di zaman Nabi saw, selalu membaca surat Al Ikhlas pada setiap kali membaca fatihah, maka setelah fatihah maka ia membaca AL Ikhlas, lalu surat lainnya, dan ia tak mau meninggalkan surat al ikhlas setiap rakaatnya, ia jadikan Al Ikhlas sama dengan Fatihah hingga selalu berdampingan disetiap rakaat, maka orang mengadukannya pada Rasul saw, dan ia ditanya oleh Rasul saw : Mengapa kau melakukan hal itu?, maka ia menjawab : Aku mencintai surat Al Ikhlas. Maka Rasul saw bersabda : Cintamu pada surat Al ikhlas akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari).

    1. Nabi SAW tidak membid’ahkan-seperti dalam hadist di atas tentang amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Beliau tapi sesuai ajaran Alqur’an dan as Sunnah dan beliau tidak melarangnya malah mengabarkan dengan kabar yang menggembirakan (surga). Jadi jika ada yang membid’ahkan tercela maka sesungguhnya dia telah melakukan hal yang tercela dalam Islam dengan membid’ahkan sesuatu yang tidak dilarang oleh syari’at.

    2. Di sisi lain seseorang tersebut telah melarang orang lain melakukan kebaikan yang ditujukan kepada Allah. WaAllahua’lam

    Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita.

  17. Bukanu@

    Antum bilang: “Gak terbalik tuh mas, contohnya maulid nabi, di hadist,para sahabat & 2 generasi sesudahnya gak ada yg merayakan tapi entah dgn segala cara, hanya bermodalkan ucapan para ulama yg notabene tidak maksum sehingga jadi membolehkan maulid….”

    Saya katakan: “Kalimat antum adalah bukti ciri-ciri aliran sesat yg ke-4; yaitu Menjauhkan Orang dari Ulama. Paham atau aliran sesat memiliki ciri khas ini, yaitu menjauhkan orang dari ulama Mu’tabar, atau menjauhkan orang dari kesepakatan Mayoritas Ulama.”

    Mengenai Maulid Nabi Saw adalah benar-benar dibolehkan agama bahkan sunnah. Sebenarnya pembahasan ini sudah dibicarakan di “Fakta Bicara!!! Khulafurrasyidin dan Imam Syafi’i Menganjurkan Majelis Maulid Nabi Saw.”

    Tapi sebagai tambahan akan saya jelaskan kaidah Ushul Fiqh yg mengatakan bahwa HUKUM WASAIL ITU MENGIKUTI HUKUM MAQASID-NYA, Lil Wasail hukmul Maqoshid.

    Maqasid (maksud) dari Maulid Nabi Saw adalah Mengenal Nabi, mengangagungkan Nabi dan CINTA NABI SAW. Apakah Antum sudah tahu apa hukum mencintai Nabi Saw? Nah, Maulid Nabi adalah WASAIL (sarana, perantara) yg berarti hukumnya mengikuti Maqasid-nya. Mudah dan jelas kan? Kalau ada orang tanya mana dalilnya Maulid Nabi Saw, jawabnya ada pada dalil Maqosid-nya, yaitu dalil tentang Cinta Rasul Saw.

    Jadi kalau kalian para penganut Wahabisme masih menganggap Maulid Nabi itu Bid’ah/haram, artinya memang kalian belum sampai ilmunya sudah ngomong seperti burung beo. Bisa ngomong nggak mudeng maksudnya.

    Apalagi jika sampai ada ygh tanya MANA DALILNYA MAULID NABI SAW? Pertanyaan ini salah, ini pertanyaan orang-orang bodoh yg merasa pintar. Wallahu’alam….

  18. Sebenernya kalo membicarakan soal MAW, agak membingungkan. Kalo kita katakan bhw MAW pengikut Hempher, mereka berkata bhw kita telah memfitnah MAW. Tapi di lain sisi, mereka sendiri telah memfitnah MAW dan sebagian syaikh Wahhabi. Mereka melarang ziarah, melarang taqlid, dsb, lalu dinisbatkan itu semua kpd MAW.
    Karena kita ini Muslim, maka kita percaya bhw mereka jujur tentang MAW mengatakan itu semua. Tak ada yg mengira bhw ternyata mereka telah memfitnah MAW. Karena berdasarkan sebagian sumber, yg juga dr Muslim, dikatakan bhw MAW membantah semua fitnah itu. MAW tdk pernah melarang ziaroh dan tak pernah pula melarang taqlid.

    Maka jika kita bicara tentang MAW dan wahhabi, yg dimaksud adalah MAW dan wahhabi versi mereka yg melarang ziaroh, taqlid dsb. Jadi bukan ibnu Taymiyyah dan MAW yg asli. Sama halnya ketika kita bicara tentang Yesus, maka biasanya yg dimaksud bukanlah nabi Isa dlm versi Islam.

    Memang agak sulit bicara secara linier kpd orang yg tdk mengetahui adanya 2 hal yg berbeda yg disangka 1 hal yg sama.

  19. Bahkan saya pun tak benar2 mengetahui mana MAW yg asli. MAW versi pelarang ziaroh, atau MAW versi yg membolehkan ziaroh. Bg yg mengetahui bhw MAW telah melarang ziaroh dsb, adakah kitab MAW yg menegaskan hal itu?

  20. @artikelislami

    atau sebenarnya MAW itu bermuka dua????…. lidahnya bercabang seperti ular… kalau kepada kaum muslimin di luar pengikutnya, dia bilang a, tetapi kalau kepada pengikutnya dia bilang b. Contoh gampangnya dia bilang mengakui praktek tawassul yang dilakukan kaum muslimin, tetapi di buku panduannya dia bilang bahwa orang yang bertawassul itu menjadikan sayid / habaib dan kuburannya sebagai sesembahan seperti musyrikin. Dia membantah tidak mengkafirkan golongan muslim lainnya… tetapi dalam bantahannya justru secara tersirat mengkafirkan…. Pengikutnya juga begitu…. mereka bilang tidak pernah menyebut para Imam madzhab sebagai ahli bid’ah, tetapi kalau kita mengikuti amalan-amalan Imam Madzhab, mereka sebut kita sebagai ahli bid’ah. Sebagian mereka agak “lembut” dengan tidak menyebut kita ahli bid’ah, tetapi “hanya” pelaku bid’ah….. tetapi menurut saya gada bedanya kan? Sama juga sebagian mereka tidak bilang orang bertawasul melakukan kemusyrikan, tetapi diperhalus dengan istilah melakukan sesuatu yang menjurus kemusyrikan…
    Sepertinya itu memang strategi dakwah MAW cs… seperti ular… bermuka dua… kalau keadaan terdesak atau dalam rangka “promo” kepada kaum awam, maka mereka mulai memainkan istilah2, permainan kata2, memperhalus dsb padahal mah hatinya tetep aja begitu…
    Wallahu a’ lam……

  21. @ Abah Zahra………hal tsb harusnya yang lebih tau para pelaku paham wahabi itu sendiri ……mereka kan sudah banyak berhujjah masa ngga tau “ulama ” panutannya ….kalau sampai nggak tau waahhh parah bisa2 mereka saling menyesatkan sendiri antara pengikut yang satu sama lain, ini lah dampak dari mempelajari Al Qur’an dan Hadist dari orang yang bukan “ahlinya”……….membuat hukum dgn selera menurut hawa nafsu mereka sendiri …na’uzubillah …….

  22. @mas mamo…

    he…he… kalo mereka tau… mereka ga akan terus2 an jadi wahaby, mereka pasti udah tobat dan kembali ke ahlussunnah … kan Nabi SAAW sendiri yang bilang… kata2 mereka ga sampai kerongkongan, apalagi meresap ke dalam hati,…kata2 mereka cuma sampai di lidah doang..
    mereka itu :
    kalo ngebahas sesuatu, ga ngerti sama sekali yang dibahas….
    kalo ngomong sesuatu, ga ngerti sama sekali yang diomongin sendiri….
    kalo ngebahas omongan ulama, ga ngerti sama sekali maksud ulama tersebut….
    kalo bilang bid’ah, ga ngerti sama sekali ma’na bid’ah….
    kalo bilang musyrik, ga ngerti sama sekali ma’na syirik….
    kalo mereka marah, ga ngerti dasarnya marah…..
    dll, dll
    pokoknya asal jeblak…
    kalo mereka ngerti, pastilah mereka sudah bertobat dari wahabi…..

  23. lidahnya seperti ular…
    Mungkin juga.
    Kalau benar dmkn, maka wahhabi yg mengetahui kontradiksi2 dr pernyataan2 MAW tentu akan merasa bingung. Bahkan pengikut Utsaymin pun mungkin akan bingung jika membaca Ushul min Ilmil Ushul. Tak mau pusing, mungkin mereka akan mengikuti nafsunya utk tetap mengharamkan taqlid. Contohnya si Abu Hannan tuh.

    1. he….he…@ artikelislami ….panas tuh telinga Abu hanan ……..aku dah tau jawaban Si Abu Hanan …..kira2 begini : HAI ALL ASWAJA ANA MENYAMPAIKAN SESUAI DALIL DAN HADIST NABI ( NGGA BOLEH DISINGKAT )SAAW BUKAN ABU HANAN YANG PUNYA FATWA . JADI KALAU ANTUM SEMUA NGGA MAU MENJALANKAN SESUAI SUNAH SILAHKAN BERARTI ANTUM MENDUSTAINYA ……he…he….maaf lho pak Abu …….kira kira aja ….

  24. ikut sunnah??? pasti dan harus. tapi kenyataannya tempat ibadah haji seperti tempat sa’i dan melempar jumroh apa ya masih seperti pada jaman nabi??? bukankah itu sudah diperluas melampaui batas yang digariskan nabi dulu???? aneh suka bilang bid’ah tapi malah nglakoni dewe

  25. Hmm…saya bisa melihat kalo imam Asyari’i juga beraqidah tasybih. Allah wujud. setan wujud. manusia wujud. angin lebih hebat lagi gak ada wujud. Allah Kalam. manusia juga berkata-kata. hewan juga. Allah bashor. manusia juga melihat. hewan juga. Allah sama’. manusia juga bisa mendengar. hewan juga. wah sifat duapuluh juga ada tasybihnya. kalian harus hati-hati.

    1. br, berarti anda tidak Faham Tajsim dan Tasybih yang Allah larang dalam Al-qur`an , pantas Saja jika anda terjebak dalam Tasybih dan Tajsim.

  26. br. Aqidah Asy`ariyah adalah Aqidah Ahlu Sunnah Wal-jama`ah yang tidak pernah menyamakan Allah dengan Makhluqnya , justru yang menyamakan tuhan dengan makhluknya adalah Aqidah Wahabiyah , tolong jangan diputar balikan. salah satunya Wahabi menentukan arah dan tempat bagi Allah. wal-i`adzubillah.

    1. Jadi gimana dengan Allah wujud, sama’, bashor,kalam. Makhluq Allah juga kayak gitu khan. Jadi Asyariah juga berbuat tasybih.

      1. ooh , berarti benar nt belum faham soal Tasybih dan Tajsim.

        BR. gini lho manhaj Ahlusunnah Asy`ariyah adalah Ta`wil sebagaimana Manhaj Salafusholihin adalah Tafwid , keduanya sama-sama tidak mengartikan dan memahami ayat musytabihat dengan ma`na Hakikinya , coba bandingkan dan pelajarai manhaj Wahabi yang mengharuskan pemahaman literalis atau hakiki , manhaj seperti wahabi ini tidak sejalan dengan manhaj salafusholihin , dan akan membuat banyak kontradiksi dengan banyak ayat al-qur`an , disamping akan membawa kepada Tasybih dan Tajsim juga akan membawa kepada kekufuran.

        silahkan br, pelajari manhaj wahabi dengan seksama jika ada hal tidak faham tanyakan sama Ulama .

        1. mas. sama’, bashor, kalam, wujud. pasti taulah anda artinya. makhluq juga punya sifat kayak gitu. mau anda ta’wil gimana tuch? berarti Asyari juga menyamakan Allah dengan makhluqNya.

        2. wah mas, yang gak mau sholat mah yang mati hatinya. emang nabi anda gak pernah bilang sholat itu wajib. liat orang2 aswaja mas. banyak yang udah jadi zombie. pada gak mau sholat.

  27. BR, berarti ente belum mengerti yang dimaksud tajsim ya? mungkin asal katanya dari jisim / jasmani ( mungkin ya? , saya ga tau ), yang bahasa Indonesianya postur ( tubuh ), sosok, … Kalo sifat wujud itu tidak perlu di takwil karena di fikiran kita tidak akan menjisimkan Allah SWT.. bukti Allah itu wujud kan salah satunya dengan adanya ciptaannya.. kita tidak menjisimkan / membayangkan sosok / postur Allah. Kalam juga begitu. Kita mengetahui sifat Kalam Allah kan, di fikiran kita tidak menjisimkan Allah waktu berkalam, misalnya Allah ber kalam kepada para Nabi, lewat ilham, diberikan pemahaman, lewat Jibril AS, dll. Maka kalam tidak perlu di takwil. Begitu juga sifat2 Allah yang tidak perlu di takwil lainnya, karena fikiran kita tidak akan membayangkan/ menjisimkan postur / sosok Allah. Nah sifat2 yang bisa/ memungkinkan bagi seseorang membayangkan / menjisimkan Allah, maka ditakwil, seperti Allah duduk, tangan Allah, kaki Allah, Allah berlari, dll maka ditakwil maknanya ke makna yang menunjukkan kebesaran Allah SWT. Itu yang saya tahu….. mungkin ada yang mau koreksi / tambahkan ….

  28. Semoga Allah melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang membela aqidah Rasul-Nya, Ummati Press,
    Abah Zahra,
    Ahmad Syahid,
    Wong Ko Lutan,
    Arumi,
    Gondrong,
    Mutiara Zuhud,
    Munib Muslih,
    Amiran Khan,
    dan semua muslimin pembela aqidah ASWAJA yaitu aqidah Rasul Saw,
    Amin…. 3x

    1. Assalaam..yaa Ummu Aiman…
      Amiiin….
      Semoga Allah melipat gandakan pula pahala,keberkahan serta rahmat Nya,pada Ummu Aiman,…Amiin..

  29. Aqidah Al-Azhar mengikut Sheikh Dr.Yusof Al-Qaradhawi

    ????? ??????

    ???? ??? ???? ??? ?? ??? ?????? ??? ???: “??? ????? ???? ?? ????? ?????? ??????? ??? ?? ??????? ??? ??? ???????”

    ??? ????? ???????? ????? ??????? ?????: “????? ?????? ???????!”

    ???? ?? ?? ???? ??? “??? ???? ?? ????????”? ?????: “??? ?????? ???? ??????.. ????? ????????? ??????.. ?????? ????? ????????? ????? ??????????? (??????) ????? ????? ??????? ?????? ?????? ??????? ??????.. ??? ?????? ???????? ??????”.

    ????? ??? ??? ??? ???????? ?????? ????????? ???? ??? ???? ??????? ????????? ????: “???????? ?????? ?????? ??? ??? ???? ???????? ???? ?? ???????? ??????? ?????????? ??? ???????? ??? ??????? ??????? ??? ????? ????? ?????”.

    ?????: “???? ????? ?????????? ??? ?????? ????? ??????.. ??? ???? ???????? ?? ???? ???????? ????? ???? ??? ????? ?? ?? ??? ??? ???? ??? ???? ???? ???? ???? ?????? ?? ??????? ????? ????? ????? ??? ????? ?????”.

    ???? ??? ?? “??? ?????????? ?? ????? ?? ???? ??? ????”.

    Maksudnya:

    Dalam pada menjawab soalan lain daripada salah seorang yang hadir yang bertanya: “Sebahagian manusia mentohmah aqidah Al-Azhar As-Syarif. Maka, apa jawapan tuan yang dihormati, terhadap perkataan (tohmahan) itu?” Maka Sheikh Al-Qaradhawi menjawab dalam bentuk persoalan yang penuh takjub: “Aqidah Al-Azhar As-Syarif?!”

    (Beliau berkata) “

    Saya lihat orang yang berkata sebegitu adalah orang yang mengkritik (aqidah) Al-Asya’irah”. Seterusnya beliau berkata: “Bukan Al-Azhar satu-satunya yang (beraqidah) Asy’ari. Ummah Islamiyyah adalah Asya’irah (majoritinya). Al-Azhar (beraqidah) Asy’ari. Az-Zaituniyyah (beraqidah) Asy’ari. Ad-Deoubandi (di India) beraqidah Asy’ari. Nadwah Al-Ulama’ beraqidah Asy’ari dan Sekolah-sekolah di Pakistan juga (beraqidah) Asy’ariyyah. Seluruh Dunia Islam Asy’ari (beraqidah Asy’ari)”.

    Sheikh Dr. Al-Qaradhawi turut menjelaskan wujudnya golongan Al-Asya’irah di Saudi yang dikenali sebagai markaz Salafiyyah Wahhabiyyah. Beliau berkata: “Salafiyyun (Wahhabiyyah) hanya minoriti sahaja (di dunia). Walaupun kita katakan negara Saudi (sebagai Salafi wahhabi), namun bukan seluruh Saudi itu Salafi (Wahhabi). Golongan ahli Hijaz (yang kebanyakkan ulama’ mereka masih Al-Asya’irah tetapi tidak menonjol) bukan seperti ahli Najd. (Ahli Najad juga) bukan Ahli Syarqiyyah (ahli timur Saudi). (Ahli Syarqiyyah juga) bukan seperti Ahli di daerah Jizan. Begitulah seterusnya…”

    Beliau menambah: “Kalau nak dikira majoriti umat Islam, maka majoriti ummah adalah Al-Asya’irah. Itu hanyalah perselisihan dalam masalah furu’ Aqidah. Kesemuanya bersepakat terhadap iman kepada Tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Muhammad itu adalah Rasulullah. Semuanya bersepakat terhadap kenabian (Rasulullah s.a.w.) dan pada keimanan terhadap Allah, kitab-kitab, para rasulNya dan beriman kepada Hari Akhirat”.

    Lalu beliau mengingatkan secara tegas: “Khilaf ini (manhaj Al-Asya’irah) tidak boleh menjadi sebab kita mengkafirkan sesiapa!” [Islamonline.net oleh Ahmad ‘Atho’ bertajuk: ????????: ?? ???? ?????? ??????? ??? “???????]

    Sumber : Ustaz Mukhlis

    http://jomfaham.blogspot.com/2009/06/blog-post.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker