Inspirasi Islam

Apa Itu Nawaashib dan Rafidhoh ?

Di zaman sekarang, kebanyakan penganut Faham Wahabi adalah kaum Nawaashib, yaitu kaum yang sering melecehkan Ahli Bait Nabi SAW dengan “dalih” membela Shahabat Nabi SAW.

Mengenal Rafidhoh juga sama pentingnya dengan mengenal Nawaashib. Khususnya bagi kaum Syi’ah, berhati-hatilah jangan sampai seumur hidup anda terjebak dalan sika kaum Rafidhoh.

Mengenal Kaum Nawaashib itu perlu. Mungkin di antara anda ada yang belum tahu apa itu kaum Nawaashib? Dan ketika anda pernah berinteraksi dengan kaum Nawaashib, bisa jadi anda tidak menyadarinya. Sebabnya anda belum tahu, ya kan? Atau jangan-jangan anda sendiri termasuk bagian dari kau Nawaashib tetapi tidak menyadarinya. Padahal, mungkin anda sebenarnya tidak ingin menjadi bagian dari kaum Nawaashib. Atau bisa jadi anda malah bangga sebagai bagian dari kaum Nawaashib, ya sudahlah, itu urusan anda sendiri.

Menurut Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab seperti yang ditulisnya di dalam website FPI, beliau menjelaskan bahwa “Nawaashib” adalah kata jamak dari “Naashibah”. Di zaman sekarang, kebanyakan penganut Faham Wahabi adalah kaum Nawaashib, yaitu kaum yang sering melecehkan Ahli Bait Nabi SAW dengan “dalih” membela Shahabat Nabi SAW. Penjelasan Habib Rizieq soal Nawaashib ini merujuk dari Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad rhm (wafat: 1.132 H) dalam kitab “Tatsbiitul Fu-aad”.

Kata Habib Rizieq, memang tidak semua Wahabi adalah Naashibah, namun tidak bisa diingkari bahwa kebanyakan Wahabi bersikap Naashibah. Di kalangan Ulama Wahabi sendiri ada yang berupaya mencegah dan melarang penghinaan terhadap para Ahli Bait Nabi SAW dalam bentuk apa pun, untuk menjaga dan membangun Ukhuwwah Islamiyyah.

BACA JUGA:  Facebooker ASWAJA Koreksi Salafy Wahabi Soal Pemahaman Tauhid

Namun upaya para Ulama Reformis Wahabi tersebut juga tenggelam dalam fanatisme Awam Wahabi yang cenderung bersikap Naashibah, yaitu melecehkan, menghina, dan merendahkan Ahli Bait Nabi, yang ujung-ujungnya bisa merendahkan Nabi Muhammad Saw. Karena saking bencinya, kalau ada orang menyebut dengan memuji Imam Husain maka orang tersebut akan dicap sebagai Syi’ah. Habib Rizieq sendiri adalah korban tuduhan sebagai Syi’ah oleh Wahabi.

Fanatisme Awam Wahabi tersebut bukan tanpa sebab, justru lahir dan menguat akibat aneka kitab karya ulama Wahabi dan berbagai pernyataan Ulama panutan mereka sendiri yang menghina Ahli Bait Nabi SAW, yaitu Sayyiduna Ali RA dan isterinya Sayyidah Fathimah RA serta kedua putranya Sayyiduna Al-Hasan RA dan Sayyiduna Al-Husein RA.

***

Mengenal Rafidhoh juga sama pentingnya dengan mengenal Nawaashib. Khususnya bagi kaum Syi’ah, berhati-hatilah jangan sampai seumur hidup anda terjebak dalan sika kaum Rafidhoh. Apakah Rafidhoh itu, kenapa Syi’ah dinamakan Rafidhoh? Sebab Penamaan Syi’ah dengan Rafidhah, itu memang ada asal-usulnya.

BACA JUGA:  Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7

Dulu, ada kelompok yang mengaku sebagai Syi’ah yang setia diberi nama Rafidhah dikarenakan mereka mendatangi Zaid bin Ali bin Husain seraya berkata: “Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakar dan Umar. Dengan demikian kami akan bergabung bersamamu,” kemudian Zaid menjawab, “Mereka berdua adalah sahabat kakek saya (Rasulullah Saw), justru aku setia dan cinta kepada mereka berdua.” Maka mereka berkata: “Jika demikian kami menolakmu.”

Begitulah kemudian mereka diberi nama “Rafidhah” artinya golongan penolak, tidak mau mengikuti ajaran Islam yang dibawa Zaid bin Ali bin Husain. Adapun orang-orang yang berbai’at dan setuju dengan Zaid diberi nama Zaidiyyah atau dikenal juga dengan Syi’ah Zaidiyah. Syi’ah Zaidiyah inilah salah satu yang mirip dengan Ahlussunnah.

Dalam suatu pendapat dikatakan mereka diberi nama Rafidhah dikarenakan menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar. Dalam pendapat yang lain, diberi nama Rafidhah dikarenakan penolakan mereka terhadap agama Islam yang benar yang diikuti mayoritas Umat Islam ketika itu. Intinya, mereka disebut Rafidhoh karena punya kebiasaan menista, mencela, dan menghujat Sahabat-sahabat Nabi selain sayyidina Ali.

Al-Baghdadi berkata: “Syi’ah setelah masa Ali bin Abi Thalib terbagi menjadi empat golongan, Zaidiyyah, Imamiyyah, Kisaniyyah dan Ghulaat”. Dengan catatan bahwa  dalam Zaidiyyah ada kelompok al-Jarudiyyah yang menjadi sempalan dari Zaidiyyah yang masuk ke dalam Rafidhoh.  Jadi, tidak semua Syi’ah adalah Rafidhoh.

BACA JUGA:  Di Iran: Ternyata Ada 9 Masjid Ahlus Sunnah di Teheran

***

Dalam kitab “Tatsbiitul Fu-aad” , dalam juz 2 halaman 227 kitab tersebut, Imam Al-Haddad rhm menyatakan tentang Roofidhoh dan Naashibah (Nawaashib):  ” بعرة مقسومة نصفين ” “Kotoran Onta yang dibelah dua.”

“Roofidhoh” dan “Nawaashib” adalah musuh bebuyutan. Sepanjang sejarah tidak pernah akur, bagaikan air dan minyak, tidak pernah bisa bersatu. Satu sama lainnya saling mengkafirkan, bahkan hingga kini kedua belah pihak saling bernafsu untuk memerangi dan membunuh pihak lainnya. Permusuhan mereka sering melebar sehingga menimbulkan pertmpahan darah sesama muslim.

Oleh karena itu, kita jangan sampai ikut-ikutan gaya permusuhan di antara keduanya. Kalau sudah terlanjur menjadi bagian dari salah satu diantara keduanya, jika anda menyadarinya, maka segeralah tinggalkan. Jangan tunggu berlarut-larut dalam pikiran, segera selamatkan diri anda. Wallohu a’lam….

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Apa Itu Nawaashib dan Rafidhoh ?
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker