Ulama Aswaja

APA ITU IKHLAS ? Sanad Gus Mus Tentang Ikhlas

KH. Dr. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) Tentang Hakikat IKHLAS

Kami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa –rahimahumuLlah, masing-2 berkata: Aku bertanya kpd Sayyid Guru Umar Hamdan tentang hakikat IKHLAS, dan beliau pun berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Sayyid Muhammad Ali Al-Witri tentang hal itu dan beliau berkata, Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada guruku Syeikh Abdul Ghani Al-Mujaddidi, beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Muhammad Abid As-Sindi Al-Anshari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Shiddiq bin Ali Al-Mizjaji, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Hasan Al-Ujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Ahmad al-Qasysyasyi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tenttang hal itu kepada Syeikh Ahmad Syanaawi, beliau berkat: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku Syeikh Ali Asy-Syanaawi, dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Al-Haafizh Jalaluddin As-Suyuthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada A’isyah binti Jaarullah bin Shaleh Ath-Thabari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Shiddiq dan beliau berkata: Aku bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Abbas Al-Hajjar dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Jakfar Ibn Ali AL-Hamdani, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Qasim bin Basykual, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Qadhi Abu Bakar bin aL-‘Arabi, beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ismail bin Muhammad Al-Fadhal Al-Ashbihani, beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abu Bakar bin Ahmad bin Ali bin Khalaf dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abdurrahman Al-Baihaqi dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Sa’id Ats-Tsaghrai dan Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Zakaria dan beliau berdua berkata: Kami pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Ibrahim Asy-Syaqiqi dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abu Ya’qub Asy-Syaruthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh AHmad bin Ghassan dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad bin ‘Atha’ Al-Hujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahid bin Zaid dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Imam Hasan Al-Bashari, beliau menjawab, Aku pernah bertanya kepada shahabat Hudzaifah r.a, beliau menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW ikhlas itu apa, beliau menjawab: Aku pernah menanyakan tentang ikhlas itu kepada malaikat Jibril a.s dan beliau menjawab: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Allah Rabbul ‘Izzaah, dan IA menjawab: “IKHLAS ialah RAHASIA di antara rahasia-rahasiaKU yang KUtitipkan di hati hambaKU yang AKu cintai”.   (Gusmus.net)

banner gif 160 600 b - APA ITU IKHLAS ? Sanad Gus Mus Tentang Ikhlas

Gus Mus Pada Acara Peringatan 1000 Hari Gus Dur

(Full version).flv)

 

BACA :  Anda Mungkin Lupa 6 Kebaikan Gus Dur Berikut Ini ....

 

Gus Mus

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

14 thoughts on “APA ITU IKHLAS ? Sanad Gus Mus Tentang Ikhlas”

  1. inilah bukti, bahwa para Kiyai NU itu punya sanad dalam menuntut ilmu nyambung ke Rasulullah Saw.

    Makanya Wahabi-2 itu tak usah petentang-petenmteng di hadapan para Kiyai Nu, karena mereka punya silsilah ilmu dan pemahamannya.

  2. Gus Mus emang Oye! Beliau ini teman Gus Dur dalam apa saja, makanya sangat menarik dan banyak tahu tentang Gus Dur. Sangat unik apa yg diceritakan dalam Video Peringatan 1000 Hari Kewafatan Gus Dur.

    Yang perlu digaris-bawahi, Gus Dur tidak melanjutkan kulliahnya di Al-Azhar sebab pelajaran di Al Azhar sudah pernah dipelajari di pesantren oleh Gus Dur. Kesimpulannya, jangan sekali-kali meremehkan Dunia Pesantren sebab di sana adalah gudang ilmu di mana para santri menimba ilmu. Buktinya Gus Dur menghentikan kuliahnya di Al Azhar sebab beliau merasa sudah pernah belajar ilmu-ilmu di Al Azhar sama dg pelajarannya di Pesantren Tradisional di Indonesia waktu itu.

    Yang unik Gus Mus tidak sekolah tapi lolos masuk ujian Al-Azhar, simak deh videonya, sangat unik dan menarik apa yg diceritakan oleh Gus MUS!

  3. Itulah namanya Ilmu bersanad, ini juga yang disebut mengikuti Shalafus Shaleh. Ini baru satu ilmu yaitu Ikhlas.
    Bukan dari baca kitab terus mengartikan sendiri, apalagi al Qur’an dan Hadist bisa kacau Ibadahnya. Karena gak ada shalafus shalih yang mengartikan al qur’an dan hadist seenak diotaknya.

    1. Ilmu Wahabi, paling tinggi sanandnya mentok ke Ibnu Taymiyah. Itu pun bukan Talaqqi tetapi hanya sanad lewat buku saja. Demikian yg saya tahu…..

  4. subhanallah hati saya merinding membaca sanad tentang ikhlas dari gus mus. saya membayangkan wajah-wajah dari ulama yang disebut dalam sanad tadi sekalipun saya tidak pernah mengenalnya. saya membayangkan andaikan saya menjadi bagian didalamnya.sungguh terasa nikmatnya hidup dalam lingkungan para ulama.

  5. bismillah,
    subhanallah hati saya merinding membaca sanad tentang ikhlas dari gus mus. saya membayangkan wajah-wajah dari ulama yang disebut dalam sanad tadi sekalipun saya tidak pernah mengenalnya. saya membayangkan andaikan saya menjadi bagian didalamnya.sungguh terasa nikmatnya hidup dalam lingkungan para ulama.

  6. Bismillaah,

    Saya yakin bahwa ilmu tentang ikhlas itu benar-benar bersanad hingga ke Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena banyak hadits menyatakan hal itu. Namun, saya belum yakin bahwa ilmu tentang merayakan Maulid Nabi seperti sekarang ini dan melafadzkan niat shalat itu bersanad hingga ke Rasulullaah. Apakah setelah Gus Mus menanyakan hal itu kepada ulama-ulama dalam rangkaian sanadnya mendapatkan jawaban dari Rasulullaah: “Ya, saya memperingati hari kelahiranku beramai-ramai bersama para sahabat dan melafadzkan niat shalat: usholli …….”?

    Wallaahu a’lam.

    1. Kang Ibnu sauradi, agar punya poemahaman yg baik makanya kalau belajar agama itu dari dasar. Antum belum pernah belajar di tingkat dasar langsung ke tingkat lanjut kepada ustadz2 Wahabi, makanya tak heran kalau antum akhirnya jadi seperti ini.

      Di dalam Syare’at itu ada hukum yg namanya mubah, ada yg namanya haram, ada yg namanya makruh, Wajib dan Sunnah. Nah, kalau Maulid Nabi itu hukum dasarnya mubah (boleh), tetapi karena di dalam Maulid Nabi itu isinya bermacam-macam amal kebaikan, makanya menjadi Sunnah karena kebaikan2 tsb.

      Saya sarankan, antum masuk ke pesantren belajar ilmu dari dasar, dari ibtida’iyyah, nanti di kelas 4 biasanya sudah diajari dalil2 agama biasanya pakai BULUGHUL MAROM, lalu menuingkat teruuusss sampai ke tingkat Tsanawiyah, lalu meningkat lagi ketingkat Ulya (aliyah). Insyaallah nanti antum kan menjadi orang yg benar2 berilmu, Kang. Setelah tingkat Ulya tamat, antum bisa belajar ke tingkat LANJUT, biar ilmu antum lebih komprehensif dan menjadi orang yg mampu berpikir lebih tertib tidak asal potong bkompas. Demikian kang Ibnu Suradi, silahkan antum mondok di pesantren dan masuk ke Ibtida’iyyah dulu.

  7. Assalamualaikum
    @ ibnu Suradi
    hehehehhe…. kalau saya tangkep dari pernyataan2 ente neehh dari awal hingga sekarang .. nih yee… ente ibarat ikan lele kecebur ke sumur ,,, muter2 muter aje disitu …. hadouh…padahal segitu gamblangnya dan jelasnya ,bisa di terimanya komentar2 temen2 aswaja yg laen kepada ane yg masih awam ……. nte gak liat apa nasab guru2nye KH. Dr. A. Mustofa Bisri dan die masih mengadakan maulid nabi tuh….kalau maulid nabi bikin orang mungkar pastilah guru2nya melarang dan beliau pun pastilah gak akan maulidan…… hadouh… jadi manusia itu yg cerdas lah,, jangan jadi seperti orang2 jahiliyah Ngeyel terus gak ada abis2nya padahal udah dibahas tentang maulid nabi ..masih aja …. masya Allah ….. ane mohon maaf apa bila ade perkataan ane yg bikin sakit hati ente ,,,,,

  8. @ibnu suradi

    Kok tetep ngeyel zow, padahal low dah jelas n gamblang.
    ato memang gak mau memikirkannya lagi untuk memperoleh suatu kebenaran.
    oh ya, saya lupa, kebenaran menurut cara pandang setiap orang berbeda.
    maaf

  9. Bismillaah,

    Kalau ikhas itu ilmu yang bersanad hingga Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namun, perayaan Maulid Nabi dan niat shalat Usholli tidak bersanad hingga ke Rasulullaah. Silahkan sampaikan riwayat bersanad tentang kedua hal tersebut seperti riwayat bersanad tentang ikhlas yang disampaikan oleh K.H. Mustofa Bisri tersebut.

    Wallaahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker