Inspirasi Islam

Antara Syi’ah Rafidhah dan Wahabi Nawaashib Bisakah Bersatu ?

Meneropong Syi’ah Rafidhoh dan Wahabi Nawaashib, Bisakah Mereka Bersatu Untuk Kejayaan Islam?

 

Kita melihat selama ini antara Wahabi dan Syi’ah seakan musuh bebuyutan yang terus “berantem” yang entah kapan perdamaian akan tercipta di antara keduanya. Secara umum, di mata kaum muslimin Ahlussunnah Wal Jama’ah, antara kedua sekte Wahabi dan syi’ah  adalah sama-sama sekte yang menyimpang dari kebenaran. Walaupun pada hakekatnya, keduanya sebenarnya adalah sama-sama memiliki madzhab tersendiri.  Sebagaimana kita maklum dari penjelasan Rasulullah saw, bahwa Ummat Islam akan terpecah dalam 73 golongan / sekte, hanya satu yang selamat masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah Waljama’ah.

Kita saksikan di zaman ini ada dua sekte besar selain Ahlussunnah Waljama’ah, yang keduanya saling membenci akibat adu domba dari musuh-musuh Islam. Dapat kita lihat di internet, bagaimana Wahabi dengan jurus “hantam kromo”-nya selalu menuduh Aswaja (Ahlussunnah Waljama’ah) sebagai Syi’ah di mana ini merupakan cermin kebencian Wahabi sehingga tak bisa membedakan antara Syi’ah dan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Padahal antara keduanya terdapat perbedaan, meskipun diakui ada kemiripan antara Syi’ah dan Aswaja dalam hal-hal tertentu. Ini wajar dan logis belaka sebab Syi’ah adalah sekte yang fahamnya juga bersumber dari ajaran Islam. Di sisi lain, Wahabi tanpa malu-malu mangaku sebagai Sunni (baca: Ahlussunnah Wal jamah), padahal hakekatnya adalah Wahabi tak lebih tak kurang. Antara Wahabi dan Aswaja (Ahlussunnah Waljama’ah) terdapat perbedaan yang begitu jelas, walaupun tentu saja ada kemiripan antara Ahlussunnah Waljama’ah dan Wahabi dalam hal-hal tertentu. Sebab Wahabi adalah sekte yang fahamnya bersumber dari Islam juga.

BACA :  KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN & SUNNAH, BAGAIMANA BISA TERSESAT ?

Sudah terkenal sejak zaman dahulu kala, menurut kitab-kitab mu’tabar yang terpercaya bahwa tokoh-tokoh Ahlussunnah Waljama’ah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Alasqalani, Imam Suyuthi, Imam Baihaqi dan masih ribuan tokoh-tokoh besar Aswaja yang mana mereka adalah orang-orang Shalih beraqidah Asy’ariyyah – Maturidiyyah. Tetapi anehnya Wahabi menuding  secara arogan bahwa aqidah Asy’ariyyah-Maturiyyah adalah sesat. Apakah mereka para Wahabi tidak berpikir tudingannya itu bisa otomatis menganggap sesat para Imam Mu’tabar yang jelas-jelas beraqidah Asy’ariyyah – Maturidiyyah?

banner gif 160 600 b - Antara Syi'ah Rafidhah dan Wahabi Nawaashib Bisakah Bersatu ?

Begitulah Wahabi, tidak bisa berpikir tertib sehingga klaim-klaimnya berakibat fatal terhadap para Imam kaum Muslimin baik secara aqidah maupun Syari’ah. Di bidang Syari’ah salah satu korbannya adalah Imam Syafi’i yang membagi Bid’ah menjadi Hasanah dan Sayyi’ah. Imam Syafi’i menjadi korban arogansi Wahabi yang menganggap sebagai Ahli Bid’ah kepada orang-orang yang menganut mazhab Imam syaf’i’i. Bagi Wahabi bid’ah adalah satu, yaitu sesat! Bukankah dengan arogansinya itu Wahabi menganggap sesat Imam Syafi’i yang membagi bid’ah menjadi Hasanah dan sayyi’ah?

BACA :  Pusat Fatwa Mesir: Kesesatan Aqidah Rububiyah – Uluhiyah Wahabi

Demikianlah Wahabi yang tak mampu berpikir secara tertib sehingga berakibat fatal terhadap Imam Syafi’i. Apakah karena para Wahabi itu terlalu bodoh sehingga mengira dirinya lebih alim dibanding Imam Syafi’i? Jika dibilang terlalu bodoh tentu tidak, namun faktanya Ulama-ulama Wahabi dari sejak Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab sampai syaikh-syaikh Wahabi zaman ini tak ada satu pun yang ilmunya lebih dari ujung kuku Imam Syafi’i. Lalu bagaimana mereka berani kurang ajar di hadapan Imam Syafi’i?

 

 

Track Record Wahabi Nawaashib

 

Track record Wahabi di dunia Islam sudah sangat jelas, mereka terlalu banyak menebar fitnah di tengah kaum muslimin. Mereka menebar isu-isu bid’ah, isu-isu syirik (musyrik) dan banyak hal yang berakibat terganggunya kerukunan Umat Islam, lebih-lebih ini bisa berakibat terpecahnya ukhuwah Ummat Islam. Kenapa Wahabi selalu muncul sebagai duri dalam daging Ummat Islam? Bisa kita lihat bersama di mana ada ummat Islam yang hidup rukun dan damai, begitu muncul kaum Wahabi di antara muslimin maka akan terjadi perselisihan akibat isu-isu bid’ah ataupun syirik yang ditebarkan kaum Wahabi tersebut.

BACA :  Inilah Lanjutan Debat Terbuka Sunni VS Wahabi

Kaum muslimin tahu belaka bahwa kaum wahabi sangat minim track record kebaikan, bahkan Wahabi benar-benar menjadi fitnah di tengah kaum muslimin. Tetapi ajaibnya mereka menyangka dirinya merasa sebagai pemersatu Ummat Islam. Duh…, tunggu dulu, apakah ada fakta menunjukkan Wahabi sebagai pemersatu Ummat Islam? Tunjukkan di mana ada Ummat Islam yang berhasil dipersatukan oleh Wahabi? Di mana? Mungkin mereka akan menyebut Saudi sebagai contoh, tetapi sadarkah mereka bahwa persatuan mereka adalah semu akibat tekanan penguasa Wahabi? Coba kasih kebebasan dalam memilih dan berbicara bagi warga Arab Saudi, niscaya akan pudarlah klaim Pemersatu Wahabi, sehingga mungkin di Arab Saudi  Wahabi akan menjadi minoritas.

Kembali ke tema awal, Bisakah Wahabi dan Syi’ah bersatu demi kejayaan Islam? Melihat karakter dari kedua sekte tersebut, lebih-lebih karakter Wahabi yang keras dan arogan, harapan persatuan itu sungguh terlalu jauh, sehingga kita pantas merasa psimis. Akan tetapi jika kita berharap akan bersatunya Syi’ah dan Aswaja sepertinya kita layak merasa optimis. Bukankah bisa kita lihat bagaimana dialog-dialog antara Ulama Aswaja dan Ulama Syi’ah selalu berjalan harmonis dan saling pengertian? Wallahu a’lam.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

8 thoughts on “Antara Syi’ah Rafidhah dan Wahabi Nawaashib Bisakah Bersatu ?”

  1. Wah mantab juga diposting, ane melihat kaum wahabi merasa dirinya seperti sudah mengikuti 100 % Rasulullah, bahkan Albani yang mengatakan dalam kitabnya : Shalat ala Nabiy, padahal sekaliber para Imam Madzhab gak ada yang berani mengatakan demikian. Juga demikian dengan amalan perbuatan mereka sudah meninggalkan hal2 yang berbau bid’ah, khurafat dan kesyirikan, padahal hal itu belum menjamin seseorang itu masuk syurga tanpa ridho Allah swt.
    Dalam firman Allah :
    Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
    Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan didunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104).

    Diterangkan dalam ayat diatas, hanya ridho Allah lah yang menentukan diterima atau tidak amalan kita dan layak kah kita masuk syurga atau neraka. Mereka (wahabi) bahkan biasa mengatakan kafir, sesat dan syirik dengan mudah keluar dari mulut manusia.

  2. Ini sekedar tambahan dari saya untuk melengkapi tulisan saya di postingan, agar tidak membiaskan salah persepsi sehingga memunculkan tuduhan bahwa saya seorang syi’ah. maklum lah, teman-teman Wahabi suka sekali menuduh Syi’ah kepada siapa saja yg mengkritiknya.

    Saya tahu bahwa kaum Syi’ah sedemikian hobby menghujat Para Sahabat Nabi, sebagaimana saya juga tahu Wahabi sangat hobby meremehkan Nabi saw, Sayyidina Ali karromallohu wajhah dan Ahlul Bait Nabi Ssaw.

    Akan tetapi saya merasa lebih optimis ketika berharap akan bersatunya Aswaja dan Syi’ah dan sebaliknya saya merasa psimis ketika berharap akan bersatunya Aswaja dan Wahabi. Apalagi jika berharap akan bersatunya Syi’ah dan Wahabi, sungguh jauh dari harapan, harapan itu bagai pungguk merindukan bulan. Berharap bersatunya Syi’ah dan wahabi adalah hal yg mustahil.

    Harapan yg paling optimis adalah ketika saya berharap orang2 Syi’ah dan Wahabi mendapat hidayah lalu bertobat kembali ke jalan yang benar sesuai yg diajarkan Allah dan Rasul-NYA, kemudian dengan demikian itu mereka secara otomatis menjadi bagian Aswaja. Amin… Allohumma amiin.

    1. Saya sangat setuju Mbak aryati, mantab artikelnya. harapan saya bisa artikel ini bisa menggugah kesadaran Mu’allaf2 Wahabi yg belum terlalu kronis terkena Virus Wahabi bisa sembuh secepatanya. Dg artikel ini mereka akan tahu bahwa ada Syi’ah, ada wahabi, ada Aswaja. syi’ah dan wahabi itu adalah saudara sekandung yg lahir ke dunia untuk saling bermusuhan, sampai kiyamaty kali ya?

      kalau syi’ah suka mencaci Sahabat2 Nabi tetapi sangat menjunjung tinggi kepada Nabi saw, sedangkan Wahabi sangat gemar meremehkan Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Kalau kita mengagungkan Nabi saw disebut oleh Wahabi sebgai Ghuluw, ini artinya mereka meremehkan Nabi saw dg topeng GHULUW. Dikiranya sudah aman teknik PEREMEHAN kepada Nabi dg cara ini, wallohu a’lam.

  3. Sobat-sobat Ummati yg tercinta, saya mau tanya mungkin di antara sobat2 ada yg tahu secara lebih detail, kira2 antara Wahabi dan Syi’ah itu mana yg lebih berbahaya bagi kaum muslimin, kalau di timbang dari track record masing2?

    Kalau bagi saya sendiri dari analisa secara gasris besar, maka Wahabi itu lebih berbahaya. Karena Wahabi itu ibarat “Musuh Dalam Selimut”, bagaimana tidak, Wahabi ini memakai nama Sunni dg demikian mereka bisa leluasa merusak ajaran islam dari dalam. Ini sudah terbukti, mereka sukses mengacak-acak kitab2 para Ulama atau memalsukan kitab2 para Ulama Sunni. Bukankah ini sangat berbahaya yg bisa merusak ajaran Islam? Yang sangat ceroboh, mereka menghapus sebagaian isi kitab2 disebutnya sebagai metode ilmiyyah, hal ini bisa kita lihat di blognya Abul Jauzaa. Ustadz Wahabi ini menyebut perusakan ktab2 ulama Aswaja dg istilah metode Ilmiyyah. Na’udzu billah min dzaalik!

    Jadi inilah yg mendasari kenapa saya berpikir bahwa Wahabi itu lebih berbahaya. Kalau Syi’ah sudah jelas, mereka tidak mengaku-ngaku Sunni (Aswaja), jadi sudah kelihatan berbeda. tetapi kalau Wahabi ini menjadi samar, mau dibilang Aswaja tetapi tindakan dan pikirannya berlawanan dg kaum Aswaja sedunia. Jadi mereka adalah Wahabi yg mendompleng nama besar ASWAJA. Ini sangat berbahaya.

    Dan track recoerd Wahabi dalam sejarahnya pun tak bisa lepas dari kekejamannya yg bersimbah darah kaum muslimin yg bukan Wahabi. Bahkan sampai saat ini, ini bisa kita lihat di Libiya, begitu mereka punya peluang, maka apa yg ada dalam pikirannya tentang kesesatan muslim selain mereka akan diwujudkan dalam tindakan anarkis yg mengancam keselamatan jiwa.

    1. Wahabi itu adalah ciptaan zionis yahudi, yang tujuannya memang untuk merusak Islam dari dalam dan mengadu domba Umat Islam, dinasti saud adalah pionnya, kaki tangannya di indonesia wahabi cingkrang yang meyaru jadi Aswaja dan beberapa variantnya yg menyusup ke partai politik ,lembaga penddikan dan Ormas.

  4. Bismillah…
    Afwan, ana hanya ingin mengajak kita semua untuk berpikir logis, adil, dengan hati yang jernih, dengan ilmu dan dalil, bukan dengan perkiraan-perkiraan dan fitnah-fitnah karena kebencian yang berlebihan…
    Kenapa sih NU aswaja sedemikian yakinnya mengatakan wahaby itu sesat?
    Kalau wahaby itu sesat berarti penduduk mekkah dan madinah yg wahaby itu sesat semua donk?
    Apakah mungin Allah azza wa jalla membiarkan 2 kota suci yang dicintaiNya itu berada dalam kesesatan?
    Apakah mungin Allah azza wa jalla membiarkan masjidil haram di makkah yang disitu ada Baitullah dan mesjid nabiNYa di Madinah dikuasai oleh orang-orang sesat?
    Apakah mungkin ahlul bayt rasulullah yang ana yakin lebih banyak berada di tanah arab dari pada di negara kita (yang ga jelas, benar atau hanya mengaku-ngaku) itu pada sesat semua?
    Terlalu banyak dalil-dalil yang menjamin kesucian dan kemulyaan Makkah – Madinah serta penduduknya dan tidak ada satu dalilpun yang mengatakan bahwa suatu saat nanti Makkah dan Madinah beserta penduduknya akan sesat semua..

    Coba kita berpikir, jangan-jangan kita muslim di indonesia (yang tidak ada jaminan dari Allah SWT) ini yang sesat… Terbukti tdk ada ulama indonesia yang diakui dunia dan fatwa-fatwanya sering dijadikan rujukan seperti ulama-ulama wahaby semisal syaikh bin baz, utsaimin dan al albani…

    Kemudian dalam tulisan anti diatas, anti pesimis terhadap persatuan wahaby dan syi’ah, namun anti juga optimis terhadap persatuan aswaja dan syi’ah..
    Anti benar sekali… memang antara aswaja da syi’ah bisa saja bersatu, karena mereka punya persamaan, yakni sama-sama ahlul bid’ah… Tentu berbeda dengan salafy wahaby yang selalu berusaha menegakkan sunnah dan sangat membenci bid’ah….

    Terakhir, ana ingin memberikan kesimpulan selama ana melakukan pencarian untuk mencari kebenaran..
    Ada beberapa perbedaan antara orang-orang salafy wahaby dengan orang-orang NU Aswaja yang dapat ana ringkas sebagai berikut :
    Ternyata semboyan “kembali kepada Al qur’an dan as sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat” itu justru adalah semboyan yang selalu didengung-dengungkan dan berusaha dilaksanakan oleh orang-orang salafy wahaby..
    Terbukti, kaum salafy wahaby lebih bersungguh-sungguh dalam mengamalkan agama ini dibanding kaum NU Aswaja, sebagai contoh akhlak para kaum salafiyun yang kita bisa lihat sekarang :
    Kalau para sahabat dulu tidak merokok, maka orang salafy wahaby kinipun tidak merokok..
    Para sahabat tidak bermusik ria, berjoget ria, dangdutan dsb, maka orang salafy kinipun tidak..
    Para sahabat tidak menyembah-nyembah atau meminta berkah kepada kuburan para wali, maka orang salafy kini pun tidak..
    Para sahabat tidak tahlilan dan memperingati orang mati, maka salafy kini pun tidak..
    Para sahabat tidak pernah memperingati maulid, isra’ mi’raj dan berbagai bid’ah lainnya, orang salafy kinipun tidak..
    Para sahabat tidak mencukur jenggot dan berpakaian isbal, maka salafy kinipun tidak..
    Para sahabat tidak memasang gambar manusia atau binatang dan gambar diri, apalagi artis di rumah-rumah mereka, maka orang salafy kini pun tidak..
    Berbeda dengan orang-orang NU Aswaja, bahkan dipesantren-pesantren yang katanya pesantren salafiyah dibeberapa tempat di Indonesia yang antara lain kebiasaannya :
    Kyai dan santrinya doyan rokok..
    Kyai dan santrinya biasa tahlilan, memperingati orang mati sebagaimana kebiasaan orang hindu (hanya saja orang hindu tidak membaca tahlil)..
    Kyai dan santrinya ada yang berhubungan dengan hal gaib, khususnya jin, persantetan, perdukunan, perklenikan, sihir, pelet, jimat-jimat, aji-aji, pengasihan, penglarisan, dsb..
    Kitab-kitab kuning rujukan mereka mengharamkan musik dan joget-joget, namun tidak sedikit dari kalangan salafiyah model ini yang tidak malu-malu gemar kemaksiatan itu. Bahkan ada kyiainya yang terkenal melukis seorang penjoget ulung dengan judul aneh “ Zikir bersama Inul”, yaitu lukisan penari goyang (maaf) pantat yang sedang bergoyang ditengah kalangan para kyiai yang berzikir…
    Dan yang paling heboh ada kyiai besarnya yang sangat terkenal pula, mengatakan bahwa Al qur’an itu adalah kitab suci paling porno di dunia (Naudzu billahi min dzalik..)…
    Apakah orang-orang dengan pemahaman-pemahaman model ini yg dimaksud hadits “satu golongan yang selamat”itu?
    Kayaknya kok terlalu naïf..

    Nah sekarang, kalau ada orang yang sudah bermanhaj salaf, kemudian disuruh bertaubat bahkan didoakan supaya kembali kejalan yang benar.. Apakah yang dimaksud adalah kembali ke jalan NU Aswaja..? yaitu jalan orang-orang yang biasa nyembah kuburan, gemar bermusik dan berjoget, doyan rokok, mendukung pornoaksi dan pornografi, senang berbid’ah ria, dan berbicara kurangajar terhadap kitab suci Al qur’an??
    Laa haula wala quwwata illa billah..

  5. @Alex Leonardo
    Menurut ane juga demikian, kenapa wahabi karena :
    1. Tidak berani mengaku secara terang2an sebagai sebagai sekte/sempalan bahkan menyebut dirinya wahabi aja gak berani.
    2. Mengaburkan masalah ushul ilm, yaitu Tauhid menjadi 3, sehingga orang yang awam akan terpesona dengan pembagian ini.
    3. Dengan mudah mengatakan Dhaif pada sebuah hadist, padahal dia sendiri banyak menggunakan hadist dhaif.
    4. Merelakan orang yang diluar alirannya adalah kafir, bahkan ibu bapak nya sekalipun bisa dia kafirkan.
    5. Bertingkah polah seperti seorang yang sudah ahli dalam agama, padahal baru kemarin dia belajar agama.
    6. Masih banyak lagi….

    Kalau syiah jelas-jelas dia mengaku syiah dan fulgar dalam ajarannya, kalau wahabi malu-malu tapi mau, ini yang berbahaya.
    Tapi ini mungkin sudah kehendak Allah swt, agar fitnah, pembunuhan dan kebodohan (orang2 bodoh yang berfatwa atas nama Rasulullah) semakin banyak, sehingga kiamat akan terlaksana dengan cepat.

  6. Dahulu tidak ada yg namanya sunni atau syiah. dikotomi tersebut pada mulanya muncul karena adanya pertentangan politik, bukan karena masalah agama. hal tersebut semakin meruncing dengan adanya fitnah dikalangan umat islam yg semakin hebat, terutama pada masa ke khalifahan Ali bin Abi Thalib r.a.

    syi’ah pada mulanya adalah mereka yg mendukung ali bin abi thalib dan keturunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker