Opini Inspiratif

Antara Pengikut Nabi Muhammad dan Pengikut Abu Jahal

Deteksi Dini: Apakah Kita Ini Pengikut Nabi Muhammad Atau Pengikut Abu Jahal ?

Kata K.H Musthofa Bisri meniru Nabi Muhammad tidaklah dengan cara memakai jubah, surban, dan berjenggot. Sebab, kata Gus Mus, orang-orang Arab yang memusuhi Nabi dulu juga memakai surban dan jubah, contohnya Abu Jahal.

“Jika pakai jubah tapi wajahnya selalu marah, maka itu bukan mengikuti Muhammad Saw, tapi mengikuti Abu Jahal.”

Islam-Institute, JAKARTAAhmed Zain Oul Mottaqin, seorang facebooker muda Indonesia, anak muda berbakat dalam tulis-menulis yang mencurahkan hasil refleksinya tentang pergerakan kelompok “Penampakan” yang berbaju agama. Mereka menampakkan penampilan lahiriyah dalam hal “ittiba’ Nabi”, tetapi di balik itu mereka bisa jadi adalah “ittiba’ Abu jahal”. Ada hadits Nabi yang telah memperingatkan kita, yang pengertiannya bahwa Allah tidak melihat penampakan kita, tetapi Allah melihat hati kita.

Islam bukan arab, itu sudah jelas. Artinya, tidak semua yang kearab-araban itu Islam. Ras ‘Arab’ tidak lebih Islami dari Ras ‘Ajam’ (Non-Arab), gamis tidak lebih Islami daripada batik. Banyak orang yang berkata begitu lalu dituduh liberal. Bagaimana menurut pandangan Ahmed Zain Oul Mottaqin ? Ayo kita simak jawabannya yang inspiratif berikut ini ….

BACA JUGA:  Krisis Pengungsi di Eropa, Eropa Bisa Belajar dari Kearifan Indonesia

Bagaimana pendapat gw ?

Sebagai orang yang sudah kenyang dituduh sebagai antek JIL, agen Syiahisasi, agen sekuler, agen pulsa, agen elpiji, minyak tanah dll, gw katakan ITU SEMUA BENAR. Gw tidak tersinggung dengan pendapat tersebut walaupun gw dan abah gw sendiri masih turunan arab, dan ibu gw termasuk perkumpulan “Jaditurab” (Jawa Dinikahi Turunan Arab). LOL

Banyak orang yang bermain-main di wilayah kulit, padahal jika bicara tentang Islam maka kita bicara esensi / hakikat yang jauh lebih dalam daripada kulit.

Seperti kata K.H Abdurrahman Wahid, “Islam tidak datang untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk aku jadi ‘ana’, sampeyan jadi ‘antum’, sedulur jadi ‘akhi’. Kita pertahankan milik kita, kita harus serap ajaran (Islamnya) tapi bukan budaya arabnya.”

 

 

Gw kasi contoh. Jika anda harus dites dengan melihat dua kejadian, yaitu orang Inggris yang berkata pada istrinya “I love you my wife” atau orang Arab yang berkata pada istrinya “Ana uhibbuki ya zawjati”. Pilihlah yang mana diantara keduanya yang lebih Islami?

BACA JUGA:  Kenapa Kiyai Hasyim Asy'ari Tidak Mendirikan Nahdlatul Wahabi ?

Jika anda memilih yang kedua, maka ada yang salah dalam mindset anda tentang “Islam”.

Kata K.H Musthofa Bisri meniru Nabi Muhammad tidaklah dengan cara memakai jubah, surban, dan berjenggot. Sebab, kata Gus Mus, orang-orang Arab yang memusuhi Nabi dulu juga memakai surban dan jubah, contohnya Abu Jahal.

“Jika pakai jubah tapi wajahnya selalu marah, maka itu bukan mengikuti Muhammad Saw, tapi mengikuti Abu Jahal.”

 

 

 

 

Kalau dulu para sahabat Nabi jika sedang sumpek mereka mendatangi Nabi lalu memandang wajah Nabi, lalu seketika sumpeknya hilang. Kata Gus Mus “Sekarang ini nggak. Pakaiannya aja yang sama. Kita nggak sumpek nggak apa, lihat wajahnya malah sumpek.”

Banyak awam yang kini menjadikan Islam hanya sekedar penampakan. Bermaksud ittiba’ kepada Nabi, jenggot dipanjangkan dibiarkan kocar kacir (begitulah penafsiran mereka), selalu bergamis cingkrang tapi di belakang doyan teriak sesat dan kafir terhadap golongan lain, selalu teriak “kembalilah pada Qur’an dan Sunnah” (versi mereka) tapi dibelakang doyan memfitnah kelompok yang mereka benci. Paling cepat terbakar ketika diprovokasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan ‘harga diri’ kelompoknya. Doyan menelan mentah-mentah berita dan menshare tanpa tabayyun jika berita itu menyerang golongan lain sementara jadi (sok) bijak menasihati tabayyun jika kabar itu menyerang golongannya.

BACA JUGA:  Siaran Langsung Sidang Jessica Tidak Mendidik

Makanya gw bilang bisa jadi elu udah kearab-araban, tapi belum tentu elu udah keIslam-Islaman. Sekian pendapat gw sebagai “agen JIL, antek syiah, agen pulsa, agen elpiji, minyak tanah dll”. Yang mau ngomel-ngomel silakan pergi saja, kecuali yang mau diskusi baik-baik pakai etika akan gw terima dengan tangan terbuka. (AL/ARN/MM)

Sumber: Facebook Ahmed Zain Oul Mottaqin

Judul Asli: Islam Bukan Agama Penampakan

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Antara Pengikut Nabi Muhammad dan Pengikut Abu Jahal
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker