Salafi Wahabi

ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI

MEMBEDAH HAKIKAT SALAFI WAHABI

Berbagai pengaduan masyarakat, membuat saya terpanggil menyingkap perbedaan pemikiran diantara sesama ulama Salafi. Tujuannya, agar jamaah Salafi terlebih dahulu menjelaskan sikap mereka terhadap perbedaan pemikiran diantara ulama panutan mereka, sebelum mereka mengklaim bid’ah dan sesat pendapat ulama di luar Salafi. Perbedaan diantara ulama Salafi bukan saja terjadi dalam masalah fiqh, tapi juga terjadi dalam masalah akidah. Apakah jamaah Salafi menerima perbedaan itu sebagai hal yang wajar, atau bahkan mereka menerima sebagiannya dan mengklaim bid’ah dan sesat pendapat yang lain?

Jika mereka menerima perbedaan itu secara wajar, maka perlakukan juga sikap seperti itu terhadap perbedaan pendapat yang terjadi antara ulama Salafi dengan ulama Islam yang lain, tidak bersikap diskriminatif. Karena semua ulama itu punya kedudukan yang sama dalam Islam.

Hakikat Salafi

Salafi merupakan perubahan nama dari aliran pemikiran Wahabi. Tentang pemikiran dan pengaruh pendiri aliran Wahabi, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu bisa ketahui melalui berbagai buku sejarah. Diantaranya yang tertulis dalam buku Syaikh Utsman bin Basyar al-Hanbaly: Unwan al-Majd Fi Tarikh al-Najd, buku Dr. Abdullah al-Shaleh al-Utsaimin: Buhuts Wa Ta’liqat Tarikh al-Mamlakah al-Arabiyah al-Su’udiyah, dan buku Dr. Louis de Corancez: al-Wahhabiyun Tarikh Ma Ahmalah al-Tarikh.

Jadi, tidak ada perbedaan antara Wahabi dan Salafi. Dan pendiri pemikiran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab mengajak kepada pemikiran Imam Ibnu Taimiyah dan sebagian ulama mazhab Hanbali (Syaikh Hasan Ali al-Saqqaf: al-Salafiyah al-Wahhabiyah).

BACA JUGA:  Mengenal Karakter Pemikiran NU yang Dinamis

Aliran pemikiran Salafi Wahabi ini bukan tiga generasi terbaik (sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in) yang tersebut dalam hadits Imam al-Bukhari. Tiga generasi Islam terbaik itu tidak meninggalkan metodologi baku yang mesti diikut oleh generasi Islam setelahnya. Dan pada masa tabi’in terdapat dua metodologi pemikiran berbeda, yaitu madrasah al-hadits dan madrasah al-ra’yi. Pemahaman mereka terhadap sumber utama Islam, Alquran dan Sunnah juga ada terjadi perbedaan pendapat. Diantaranya, mayoritas ulama generasi terbaik itu (salaf al-shaleh) mengatakan bahwa Allah SWT bisa dilihat di akhirat nanti. Pendapat mayoritas ini berbeda dengan pendapat Sayidah Aisyah, Imam Mujahid, Imam Ikrimah, dan kelompok Mu’tazilah yang berpegang pada keumuman ayat 103 dalam surah al-An’am.

Syaikh al-Albani

Syaikh al-Albani seorang ulama Salafi yang menekuni kajian hadits secara otodidak, tanpa mempelajarinya secara langsung kepada ulama hadits, dan ulama Islam mengakui beliau sebagai ulama hadits. Tapi sebagai manusia, Syaikh al-Albani tidak luput dari kekeliruan. Makanya, sebagian ulama hadits mengkritisi pemikiran beliau.

Diantaranya, kritikan terhadap penilaian Syaikh al-Albani yang melemahkan hadits tentang tawassul, bisa dibaca dalam buku Syaikh Abdullah al-Shiddiq al-Ghumari: Juz Fih al-Radd ‘Ala al-Albani. Kritikan terhadap kontradiksi penilaian Syaikh al-Albani terhadap suatu hadits, bisa dilihat dalam 3 jilid buku Syaikh Hasan Ali al-Saqqaf: Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat. Dan kritikan terhadap Syaikh al-Albani dalam melemahkan sebagian hadits yang terdapat dalam kitab Sunan (Abu Dawud, al-Tarmizi, al-Nasa’i, dan Ibnu Majah), bisa dilihat dalam 6 jilid kitab Syaikh Mahmud Sa’id Mamduh: al-Ta’rif Bi Auham Man Qassam al-Sunan Ila Shahih Wa Dha’if.

BACA JUGA:  Astaghfirullah..., Ulama Wahabi Salafi Mensifati Allah dengan Sifat Bosan

Terkadang, Syaikh al-Albani juga terkesan mengkerdilkan ulama lain. Diantaranya, waktu mengomentari buku Syaikh ‘Id Abbas: al-Da’wah al-Salafiyah Wa Mauqifuha Min al-Harakat al-Ukhra, beliau mengatakan, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu pengikut mazhab Hanbali yang tidak punya pengetahuan tentang hadits.

Dalam silsilah al-Ahadits al-Shahihah (6/676), Syaikh al-Albani mengklaim bahwa musuh sunnah Nabi adalah orang pengikut mazhab, pengikut pemikiran al-Asy’ariyah, dan pengikut aliran tasawuf. Padahal, mayoritas ulama hadits itu mengikut pemikiran akidah al-Asy’ariyah (Syaikh Abu Hamid Marzuq: Bara’ah al-Asy’ariyin min aqa’id al-Mukhalifin:1/112).

Syaikh al-Albani juga dikenal sebagai ulama yang punya fatwa kontroversial. Diantaranya, beliau al-Albani mengatakan kedua orangtua Rasulullah SAW penghuni neraka. Beliau juga melarang azan dengan menggunakan mekropon. Bahkan, Syaikh al-Albani memerintahkan penduduk Palestina meninggalkan negerinya, pindah ke negara lain, dan penduduk yang tetap tinggal di Palestina adalah kafir. Fatwa al-Albani ini sempat menggegerkan dunia Islam, dan Syaikh Shalah Abdul Fattah al-Khalidi membantah fatwa ini dan menghimbau para murid al-Albani untuk meninggalkan beliau.

BACA JUGA:  Ramzan Kadyrov Mulai Dikafirkan oleh Muhammad Al-Arifi

Niat Shalat

Imam Syafi’i termasuk dalam barisan generasi tabi’ tabi’in (generasi terbaik). Dan ijtihad fiqh mazhab Imam Syafi’i mengatakan tempat niat adalah hati, dan diucapkan dalam hati ketika takbir al-ihram. Ini sesuai dengan pemikiran fiqh Imam Syafi’i bahwa niat mesti bersamaan dengan awal ibadah, dan awal ibadah shalat adalah takbir al-ihram. Fiqh Imam Syafi’i juga membolehkan pengucapan niat sebelum takbir al-ihram berfungsi sebagai pengingat hati (Imam al-Syafi’i: al-Umm: 2/224). Pengucapan niat dalam hati pada saat takbir al-ihram juga merupakan pendapat mayoritas mazhab fiqh (Syaikh Umar Sulaiman al-Asyqar: al-Niyat Fi al-Ibadat).

Mengenai niat shalat, Syaikh al-Albani menukil pendapat Imam al-Nawawi (mazhab Syafi’i) tanpa penolakan. Biasanya, jika tidak setuju, Syaikh al-Albani akan langsung mengklaim pendapat itu bid’ah dan sesat. Dan dalam fatwanya, sudah hampir ribuan masalah yang dihukumnya bid’ah dan sesat (Abu Ubaidah Masyhur: Qamus al-Bida’ Min Kutub al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani). Wallahu a’lam. (*)

Oleh: Syamsuddin Muir, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

 

https://www.facebook.com/membongkar.kesesatan.wahabi

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

54 thoughts on “ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI”

  1. ane sekota ni dengan ustadz Syamsuddin Muir, suka juga ikut pengajiannya, dan beliau juga termasuk tokoh yg gigih dlm menghalangi pengaruh wahabi di wilayah Riau.

  2. Ustad ustad semua, yang ada disini, maaf ada kasus, si salafy selalu copas (ni nyebelin ya kayak jamur, digaruk tambah copas).. Kalau disuruh diskusi, n kita kritisi tafsir mereka mengenai hadist dan ayat kok gak mau tau ya ini logika aja, seperti menyembah kubur disamakan dengan sholat disekitar komplek makam. Seperti tawasul jadi doa, jadi bila bertawasul dengan si A, diartikan berdoa pada si A. Kan ni q yang awam aja kayaknya janggal ya. Trus katanya ah percuma diskusi ma kamu, orang kamu gak punya dalil.. Yang bikin jengkel kan dia (1) tukang kopi paste masalah khilafiah yang dipermasalahkan lagi, (2) tukang bagi-bagi slebaran gratis yang isinya (1), (3) gak mau ada pandangan lain (3) pasti disalahkan, entah ambil dari sumber yang salah (sejarah salafi), entah ambil hadist yang di dhoifkan Albani (gak mau nrima shahih selain Albani kesannya), kalo udah mepet kamu syiah ya.. Trus nek wis dadi Tuhan (karena selain dia harus kalah semua) harus gimana lagi tuh? susah kan.. padahal q cuma orang awam tapi gedeg juga..

    1. Karena para pengikut2 wahabi apalagi pemula bukan dipintarkan tapi terus menerus DIDOKRIN, jadinya ya begitu seperti yang dikatakan oleh mas Adi di atas. Dan setiap individu yg sudah ‘dibaptis’ menjadi wahabi sangat dianjurkan untuk manjadi “misionaris” dari ajaran wahabi ini semampunya. Yg bisa bikin website ya bikin website. Kalau tidak mampu cukup bikin Blog gratisan. Kalau tidak bisa bikin blog lewat FB. Kalau tidak via internet bisa dengan cara menyebarkan brosur2 dsb. Ada juga spt teman kentor yg setiap hari baru datang ke kantor kerjanya langsung menyebarkan email dulu ke seluruh karyawan yg isinya mengenai dokrin2 wahabi. Begitulah mereka semua sangat agresif dlm menyebarkan faham wahabinya untuk menjaring pengikut sebanyak-banyaknya. Kalau ada yg kritik atau debat buru2 mereka tuduh sebagai syiah atau pemeceh belah dsb. Kalau ada tokoh Ulama atau Habaib yg sering mengkritisi faham dan ajaran wahabi ini mereka cari2 kekurangannya lalu mereka sebarkan dengan penuh semangat dgn tak lupa ditambah bumbu2 fitnah lewat media2 yg disebutkan di atas itu. Seperinya semuanya sudah terpola & terprogram dengan baik.

      Tantangan buat ASWAJA dalam membendung faham wahabi ini yg skrng sdh menyebar tak terkendali spt virus di negeri ini.

      1. Iya juga mas, tapi setelah beberapa waktu, menurut sy eksisnya wahabi bisa juga menarik kita bukan kita ikut-ikut bagaimana mereka beragama secara tekstual, tapi kadang sy jadi ikut-ikut keras hati sibuk-sibuk menyalahkan mereka. Kadang jadi luput, jadi seneng hasud. sy sendiri mengalami jadi seneng menghasud wahabi dengan keyakinan mereka itu salah. Lebih baik bagi sy kembali belajar karena belum sundul langit ilmunya.. Apakah bila dibiarkan wahaby akan menjadi penguasa negeri ini, sepertinya di dunia nyta mereka sulit diterima. Sy tidak tahu apapun kehendak Allah atas kejadian-kejadian ini. Tapi sy berdoa semoga saat kita melawan mereka tidak menjadikan kita tukang hasud seperti mereka dan tetap berserah diri pada Allah…

    2. “Sarunge wae mak Plorotke” = Sarungnya aja kamu plorotkan entar bid’ahnya rontok semua, yg bikin Jendel dia itu jenggotnya yg ga karuan.
      Jadi kesimpulannya pertama jadi wahabi: sarung atau celananya (sebut saja SC) naik dikit dari mata kaki, kalo udah sering berguru ma ustad2nya alias agak pinter dikit SC nya naik lagi di bawah lutut, dan klo udah berani berbicara di podium SC nya naik lagi kaya pake celana pendek, dan klo udah jadi ustadnya yg prof jangan2 pake…. pake apa ya….? pikir sendiri.

  3. Assalamu ‘alaikum

    Sudah lebih dari satu tahun saya tinggal di daerah yang ternyata mayoritas penduduknya pengikut paham wahabiyyun ini, saya tinggal di sini karena keterpaksaan. Setiap sholat jum’at, khatib selalu membahas tentang bid’ah, tak ada bahasan lain selain itu, kecuali hanya beberapa kali, ketika imam/khatib bukan dari kalangan wahabi. Kalau mereka mau konsisten atas pemahan mereka terhadap kata “KULLU”, kenapa mereka ga khutbah dalam bahasa arab aja? kan rosul ga nyontohin khutbah dalam bahasa indonesia. Lagian, menurut saya mereka belum pas untuk menjadi seorang imam, karena bacaan qur’annya saja masih kurang bener. Dalam membaca surah al-fatihah, bismillah di-sir-kan, tapi ketika membaca surat lainnya, bismillah di-jahar-kan. Baca ‘ain kayak baca alif, baca antum jadi angtum.

    1. sekali lagi, barusan rukun khutbah ada yang tertinggal! khotib ga baca do’a! abis khutbah kedua yang isinya bahasa indonesia semuanya, khotib mengakhirinya dengan terima kasih dan wassalamu ‘alaikum, tanpa do’a.

      bisa2nya mereka menyalahkan bahkan mengkafirkan sesama muslim, mereka sendiri banyak salahnya. semoga mereka mendapatkan petunjuk.

  4. @kang admin
    Kata sandi atau apa namanya, bagus yg kayak gini aja tambah2an/pengurangan, yg kemarin pakai kode2 huruf, dah coba2 komen gak masuk2.
    @all ihwan
    Menurut sy perlu ada kajian khusus ni. Klu namanya dakwah Islam itu pasti bagian dari syariat, iya kan?. Misalnya mengajak beragama Islam dgn beriman dan berislam yg baik kpd non muslim, atau berdakwah kpd umat Islam untuk lebih menguatkan iman dan islamnya. Namun akhir2 ini setelah kran kebebasan (pasca 1998) terbuka lebar maka siapapun menjadi bebas menyebarkan paham dan ideologinya kepada siapapun dan dengan cara apapun intinya tidak bertentangan dgn UU dan ketertiban umum sepertinya enjaoy sj. Hanya sj klu ada kaitannya dgn agama tentu norma syariah harus dipatuhi. Klu dakwah seperti di atas mengajak beriman, berislam dilakukan dgn hikmah dll dan sesuai syariah tentunya tentu tak masalah. Tapi klu sebuah gerakan yg katanya dakwah, dilakukan dgn masif, tanpa kompromi dgn khilafiyah, selalu menghantam paham keagamaan di luar madzhabnya dgn sebutan bidah, syirik, penyembah kubur tanpa mau tahu apa dalil yg mendasari amalan itu, dana bantuan luar negeri menjadi pilar kemajuan dakwahnya, tidak konsisten antara dalil yg disampaikan dgn amaliyah, contoh dibilang demo haram, bughot haram tapi kepada negara lain malah memerangi dgn mendukung dgn persenjataan kaum bughot sperti kasus di Suriah, padahal aroma zionisme dan kepentingan barat sangat kental, Pernah ada ust dlm kajian di Rodja ia mengatakan “dilarang mengejar perampok krn perintahnya cukup memerangi di tempat, Urusan kejar2an itu mainstrem aparat. Cukup berdalil bukan?. Tapi setelh ust itu ditanya “apa hukum memerangi pemerintahan Suriah”, Jawabannya enteng sj. Boleh, krn presidennya penganut syiah extreme tanpa memandang penduduknya yg mayoritas bukan syiah. Tadi cukup berdalil dlm kajiannya, tapi soal memerang pemerintah Suriah kok dalilnya cuma dr otak doang. padahal kita tahu akibat perang itu berapa korban jiwa dan kerugian harta yg harus dikorbankan dibanding tetap sabar dlm pemerintahan dlolim sekalipun asalkan masih mau sholat. Yg lebih miris lg perang suriah jadi tontonan orang2 Yahudi itung2 wahana wisata perang gratis. Jadi dakwah model beginian tu masuk dakwah sunny atau bid’iy yah?.

  5. keanehan wahabiyun
    1. ilmu tajwid bid’ah
    2. ilmu shorof bid’ah
    3. ilmu nahwu bid’ah
    4. ilmu ma’ani bid’ah
    5. ilmu bayan bid’ah
    6. ilmu ushul bid’ah
    7. dan lain-lain bid’ah…….
    padahal ilmu-ilmu di atas merupakan pondasi bagi mereka yang mau memahami al Qur-an dan as-Sunah agar sesuai dengan pemahaman salafussholih… tapi kalau terjemahan kok gak bid’ah ya….??!!! aneh….

  6. Wahabi tidak beda dg setan penghasut..cuekin aja..tp kalau berani nongol dan pongah tinggal usir atau gebuk aja pakai tongkat..dijamin lari…gimana ndak lari wong keyakinan cu a mengandalkan otak saja sdgkan hatinya penjh dengki…alllahu akbar..selamat berjuang membersihkan diri kita…..

  7. masjid nurul iman jalan putitunggal, bunggur, tumaritis ada satu salah satu masjid (kaum jenggot… dikit dikit ngomongnya bidah…), setiap subuh selalu kumpul2

  8. Saya selalu menyempatkan diri shallat 5 waktu rutin ke mesjid gara-gara ceramah wahabi di radio-radio wahabisme.

    Saya mulai rajin shallat sunnah rawatib gara-gara ceramah wahabi di radio-radio wahabisme.

    Saya menjadi tau hadith-hadith palsu, lemah, dan sahih gara-gara mendengar ceramah wahabi di radio-radio wahabisme. Diantaranya: doa mau makan (berdasarkan contoh dari nabi), Rasul mengajarkan hanya membaca “Bismillah”. Sementara doa yg beredar sekarang seperti “allahumma bariklana … dst …” adalah doa tanpa riwayat yg jelas, tidak diketahui siapa perawinya.

    Dan HATI-HATI bagi antum-antum yang mengatakan SALAFI WAHABI adalah SESAT. Ketika antum-antum pergi ke tanah suci baik itu ibadah haji maupun umroh, jangan sekali-sekali shallat dibelakang imam di mekkah. Karena mereka (imam-imam) itu adalah imam-imam wahabi. Dan kota mekkah at arab saudi adalah negara bentukan wahabi.

    Tidak sah shollat dibelakang orang-orang yang kita yakini orang itu adalah pengikut aliran sesat. Apalagi dalam hal ini antum shallat dibelakang imam wahabi-imam pengikut aliran sesat.

    Antum-Antum yang tidak suka jenggot / tidak suka dengan orang-orang yang memelihara jenggot, berarti antum benci dengan para nabi Allah. Karena mereka para nabi/rasul Allah semuanya dikaruniai jenggot.
    Bahkan melalui hadith sahihnya, Rasul Memerintahkan untuk memanjangkan jenggot. Rasul membenci orang-orang yang dikaruniai jenggot lalu ia memotong/mencukur habis jenggotnya.

    1. Assalamu’alaikum mas Insyaf krn salafi wahabi, ahlan wa sahlan.
      Ada yg perlu diinget mas. mrk ini bukan taat dan patuh kepada Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wa salam, tapi yang penting apa kata kyai.

      1. ummu hasanah@

        kami aswaja khususnya di Indonesia bisa patuh kepada Allah dan rasul-NYA berkat bimbingan para kyai, para Habaib Al Mahbuub, ustadz2 dan guru2 ngaji di kampung-kampung.

        Tentu kami tidak seperti kalian yang belajar sendiri-sendiri, atau belajar kepada ustadz2 yg mereka belajar sendiri-sendiri lalu menepuk dada pamer ilmu, pamer dalil pamer hadits2 dan ayat-ayat yang tidak kalian mengerti apa maksudnya.

        Demikian ummu hasanah.

    2. Kasihaaan…. hari gini baru melek hadits, padahal dibanyak pesantren ilmu dasar musthalah hadits telah diajarkan sejak dibangku kelas dua tsanawiyah…..

    3. Ciri2 khowarij adalah mereka yg bangga dg ibadah yg dilakukannya, dan merasa ibadahnya adalah yg terbaik.

      Adapun di Arab Saudi dengan kekuasaan di tangan Wahabi yang represif, tentunya umat Islam dalam keadaan darurat ketika berada di sana. Kondisi darurat itu ada hukumnya tersendiri. Kalian belajarlah hukum2 fikih dari dasar biar mengetahui ilmunya.

      Catatan: hewan babi itu diharamkan Allah Swt, akan tetapi dalam keadaan darurat menjadi halal, sebab Allah itu Maha pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.

  9. orang yang pakai jenggotpun banyak yg di musuhi wahaby.wakakkkkkakkkkkakkkkkk…..
    yang pakai jenggot bukan hanya wahaby wakkkkakkkakkkkkk…….
    Jenggot bukan wahaby yang punya hak paten wakkkakkkkkakkkkakkkkk……
    DIKIRA ENTE…ENTE WAHABY AJA YANG SUKA JENGGOT ……..kalian pakai jenggot tapi dikira kebenaran itu ukurannya jenggot aja…??????? agama itu luas bung…!!!!!
    Pakai jenggot SUNNAH/bagus…tapi kalau kalian tidak mengikuti ulama secara urut dari zaman sahabat (sanad terputus) ….maka hati2lah wahai WAHABY…….!!!!!
    KALIAN BISA TERJERUMUS DALAM KESESATAN…..!!!!!

    1. buat mas I.K.S.W. kami akan memberikan
      sedikit masukan bagi anda sebuah tulisan hasil
      copas.. dan kami tidak akan memaksa
      siapapun dalam beragama.. HIDAYAH
      MUTHLAQ MILIK ALLOH..
      untuk umu hasanah silahkan anda menuduh
      apapun kepada kami.. semoga anda diampuni
      oleh Alloh dan diberi hidayah oleh Alloh SWT..
      silahkan dihayati
      Nama atau julukan madzhab Wahabi/
      Salafi ini tidak lain dikaitkan pada
      kelompok muslimin yang berpegang
      dengan akidah atau keyakinan
      Muhammad Ibnu Abdul Wahhab, yang
      mengaku sebagai penerus Ibnu
      Taimiyyah (kami uraikan tersendiri
      mengenai sejarah singkat Ibnu
      Taimiyah dan Muhamad Ibnu Abdul
      Wahhab). Golongan ini sering
      menafsirkan ayat al-Qur’an dan hadits
      Nabi saw. secara tekstual/dhohir teks
      (apa adanya kalimat) dan literal
      (makna yang sebenarnya) atau harfiah
      dan meniadakan arti majazi atau
      kiasan. Oleh karenanya orang akan
      lebih mudah terjerumus kepada
      penjasmanian (tajsim) dan
      penyerupaan (tasybih) Allah
      swt kepada makhluk-Nya. Insya
      Allah kami utarakan tersendiri contoh
      riwayat-riwayat ,yang bila kita pahami
      secara tekstual, jelas akan mengarah
      kepada Tajsim dan Tasybih. Pada
      kenyataannya terdapat ayat al-Qur’an
      yang mempunyai arti harfiah dan ada
      juga yang mempunyai arti majazi atau
      kiasan.
      Dengan adanya penafsiran Al-Qur’an
      dan Sunnah Rasulallah saw secara
      tekstual dan literal ini, maka orang
      akan mudah membid’ahkan dan
      mensyirikkan Tawassul (berdo’a pada
      Allah sambil menyertakan nama
      Rasulallah atau seorang sholeh/wali
      dalam do’anya tersebut), Tabarruk
      (pengambilan barokah), permohonan
      syafa’at pada Rasulallah saw dan para
      wali Allah. Golongan ini juga melarang
      orang berkumpul untuk
      mengadakan peringatan-peringatan
      yang berkaitan dengan sejarah Islam
      (maulidin Nabi saw, isra-mi’raja dll.),
      kumpulan majlis-majlis dzikir
      (istighothah, tahlil/yasinan dan
      sebagainya), ziarah kubur, taqlid
      (mengikuti) kepada imam madzhab
      tertentu dan lain sebagainya. Insya
      Allah, semuanya ini akan kami uraikan
      sendiri pada babnya masing-masing.
      Golongan Salafi/Wahabi ini sering
      berkata, bahwa mereka akan
      mengajarkan syari’at Islam yang paling
      murni dan paling benar, oleh
      karenanya mudah mensesatkan
      sampai-sampai berani mengkafirkan,
      mensyirikkan sesama muslimin yang
      tidak sependapat atau sepaham dengan
      mereka.
      pada zaman
      akhir ini mirip dengan golongan al-
      Hasyawiyyah, karena kepercayaan-
      kepercayaan dan pendapat-pendapat
      mereka mirip dengan golongan yang
      dikenali sebagai al-Hasyawiyyah pada
      abad-abad yang awal. Istilah al-
      Hasyawiyyah adalah berasal daripada
      kata dasar al-Hasyw yaitu penyisipan,
      pemasangan dan kemasukan.
      Ahmad bin Yahya al-Yamani
      (m.840H/1437M) mencatatkan bahwa:
      Nama al-Hasyawiyyah digunakan
      kepada orang-orang yang
      meriwayatkan hadits-hadits sisipan
      yang sengaja dimasukkan oleh
      golongan al-Zanadiqah sebagaimana
      sabda Nabi saw dan mereka
      menerimanya tanpa melakukan
      interpretasi semula, dan mereka juga
      menggelarkan diri mereka Ashab al-
      Hadith dan Ahlal-Sunnah wa al-
      Jama‘ah. Mereka bersepakat
      mempercayai konsep pemaksaan (Allah
      berhubungan dengan perbuatan
      manusia) dan tasybih (bahwa Allah
      seperti makhluk-Nya) dan mempercayai
      bahwa Allah mempunyai jasad dan
      bentuk serta mengatakan bahwa Allah
      mempunyai anggota tubuh dan lain
      sebagainya.(baca riwayat-riwayat
      tajsim, tasybih pada kajian
      selanjutnya).
      Al-Syahrastani
      (467-548H/1074-1153M) menuliskan
      bahwa: Terdapat sebuah kumpulan
      Ashab al-Hadits, yaitu al-Hasyawiyyah
      dengan jelas menunjukkan kepercayaan
      mereka tentang tasybih (yaitu Allah
      serupa makhluk-Nya, baca uraian
      selanjutnya mengenai tajsim/
      tasybih) …sehingga mereka sanggup
      mengatakan, bahwa pada suatu ketika,
      kedua-dua mata Allah kesedihan, lalu
      para malaikat datang menemui-Nya
      dan Dia (Allah) menangisi (kesedihan)
      berakibat banjir Nabi Nuh a.s sehingga
      mata-Nya menjadi merah, dan ‘Arasy
      meratap hiba seperti suara pelana baru
      dan bahwa Dia melampaui ‘Arasy
      dalam keadaan melebihi empat jari di
      segenap sudut. [Al-Syahrastani, al-
      Milal wa al-Nihal, h.141.]
      Begitu juga paham sekte Wahabi/Salafi
      ini seakan-akan menjiplak atau
      mengikuti kaum Khawarij, yang juga
      mudah mengkafirkan, mensyirikkan,
      mensesatkan sesama muslimin karena
      tidak sependapat dengan pahamnya.
      Kaum khawarij ini kelompok pertama
      yang secara terang-terangan
      menonjolkan akidahnya dan
      bersitegang leher mempertahankan
      prinsip keketatan dan kekerasan
      terhadap kaum muslimin yang tidak
      sependapat dan sepaham dengan
      mereka. Kaum khawarij ini
      mengkafirkan Amirul
      Mu’minin sayidina Ali bin Abi Thalib kw
      dan para sahabat Nabi saw yang
      mendukungnya. Kelompok ini
      ditetapkan oleh semua ulama Ahlus-
      Sunnah sebagai ahlul-bid’ah, dan
      dhalalah/sesat berdasarkan dzwahirin-
      nash (makna harfiah nash) serta
      keumuman maknanya yang berlaku
      terhadap kaum musyrikin. Kaum
      khawarij ini menghalalkan
      pembunuhan, perampasan harta kaum
      muslimin yang tidak serumpun
      atau segolongan/semadzhab dengan
      mereka.
      Ibnu Mardawih mengetengahkan
      sebuah riwayat berasal dari Mas’ab bin
      Sa’ad yang menuturkan sebagai
      berikut: “Pernah terjadi peristiwa,
      seorang dari kaum Khawarij menatap
      muka Sa’ad bin Abi Waqqash (ayah
      Mas’ab) ra. Beberapa saat kemudian
      orang Khawarij itu dengan galak
      berkata: ‘Inilah dia, salah seorang
      pemimpin kaum kafir’! Dengan sikap
      siaga Sa’ad menjawab; ‘Engkau
      bohong! Justru aku telah memerangi
      pemimpin-pemimpin kaum kafir‘.
      Orang khawarij yang lain berkata:
      ‘Engkau inilah termasuk orang-orang
      yang paling merugi amal
      perbuatannya‘! Sa’ad menjawab :
      ‘Engkau bohong juga! Mereka itu
      adalah orang-orang yang mengingkari
      tanda-tanda kekuasaan Allah, Tuhan
      mereka, mengingkari perjumpaan
      dengan-Nya’! (yakni tidak percaya
      bahwa pada hari kiamat kelak akan
      dihadapkan kepada Allah swt.). Riwayat
      ini dikemukakan juga oleh Al-Hafidz
      didalam Al-Fath.
      Imam Thabrani mengetengahkan
      sebuah riwayat didalam Al-Kabir dan
      Al-Ausath, bahwa “ ‘Umarah bin Qardh
      dalam tugas operasi pengamanan
      ketempat suara adzan itu dengan
      maksud hendak menunaikan sholat
      berjama’ah. Tetapi alangkah
      terkejutnya, ketika tiba disana ternyata
      ia berada ditengah kaum Khawarij
      sekte Azariqah. Mereka menegurnya:
      ‘Hai musuh Allah, apa maksudmu
      datang kemari’?! Umarah menjawab
      dengan tegas: ‘Kalian bukan kawan-
      kawanku’ ! Mereka menyahut: ‘Ya,
      engkau memang kawan setan, dan
      engkau harus kami bunuh’ ! Umarah
      berkata; ‘ Apakah engkau tidak senang
      melihatku seperti ketika Rasulallah saw.
      dahulu melihatku’? Mereka bertanya:
      ‘Apa yang menyenangkan beliau
      darimu’? ‘Umarah menjawab: ‘ Aku
      datang kepada beliau saw. sebagai
      orang kafir, lalu aku mengikrarkan
      kesaksianku, bahwasanya tiada tuhan
      selain Allah dan bahwa beliau saw.
      adalah benar-benar utusan Allah.
      Beliau saw. kemudian membiarkan aku
      pergi’. Akan tetapi sekte Azariqah tidak
      puas dengan jawaban ‘Umarah seperti
      itu. Ia lalu diseret dan dibunuh”.
      Peristiwa ini dimuat juga sebagai berita
      yang benar dari sumber-sumber yang
      dapat dipercaya. Sikap dan tindakan
      kaum khawarij tersebut jelas
      mencerminkan penyelewengan akidah
      mereka, dan itu merupakan dhalalah/
      kesesatan. Perbuatan mereka ini telah
      dan selalu dilakukan oleh pengikut
      mereka di setiap zaman. Mereka ini
      sebenarnya adalah orang-orang yang
      dipengaruhi oleh bujukan hawa
      nafsunya sendiri dan berpegang
      kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits
      secara harfiah atau tekstual/dhohir
      teks. Mereka beranggapan hanya
      mereka/golongannya sajalah yang
      paling benar, suci dan murni,
      sedangkan orang lain yang tidak
      sepaham dengan mereka adalah sesat,
      berbuat bid’ah, kafir dan musyrik!
      Mereka ini tidak sudi mendengarkan
      siapapun juga selain orang dari
      kelompok mereka sendiri. Mereka
      memandang ummat Islam lainnya
      dengan kacamata hitam, sebagai kaum
      bid’ah atau kaum musyrikin yang sudah
      keluar meninggalkan agama Islam!
      Padahal Islam menuntut dan
      mengajarkan agar setiap muslim
      bersangka baik/husnud-dhon terhadap
      ummat seagama, terutama terhadap
      para ulama. Membangkit-bangkitkan
      perbedaan pendapat mengenai soal-
      soal bukan pokok agama –yakni yang
      masih belum tercapai kesepakatan
      diantara para ulama– menyebabkan
      prasangka buruk terhadap mereka atau
      dengan cara lain yang bersifat celaan,
      cercaan, tuduhan dan lain sebagainya.
      Semula Golongan Salafi/Wahabi akan
      menghancurkan dan meratakan
      dengan tanah AI-Qubbatul Khadra
      (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad
      saw dimakamkan termasuk maqom
      Ibrahim akan digeser, tapi karena
      ancaman Internasional maka orang-
      orang yang dangkal pikirannya itu
      menjadi takut dan mengurungkan
      niatnya. Pengembangan kota suci
      Makkah dan Madinah akhir-akhir ini
      tidak mempedulikan situs-situs sejarah
      Islam. Makin habis saja bangunan yang
      menjadi saksi sejarah Rasulullah saw,
      ahlul bait dan sahabatnya. Bangunan
      itu dibongkar karena khawatir
      dijadikan tempat keramat. Sebelumnya,
      rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu
      digusur, padahal disitulah Rasulullah
      berulang-ulang menerima wahyu.
      BERSAMBUNG………

  10. 2
    Di tempat itu juga putra-putrinya
    dilahirkan serta sayidah Khadijah
    wafat. Kaum Wahabi/Salafi
    memandang dan mempunyai pikiran
    bahwa situs-situs sejarah tersebut bisa
    mengarah kepada pemujaan berhala
    baru. Ini tidak lain karena kedangkalan
    mereka dalam berpikir dan
    menguraikan ayat-ayat Al-qur’an dan
    sunnah Rasulallah saw secara
    tekstual dan harfiah.
    .
    Dr. Sami bin Muhsin Angawi, pakar
    arsitektur Islam di wilayah tersebut
    mengatakan bahwa beberapa bangunan
    dari era Islam kuno terancam musnah.
    Pada lokasi bangunan berumur 1400
    tahun itu akan dibangun jalan menuju
    menara tinggi yang menjadi tujuan
    ziarah jamaah haji dan umrah. Saat ini
    kita tengah menyaksikan saat-saat
    terakhir sejarah Makkah. Bagian
    bersejarahnya akan segera diratakan
    untuk dibangun tempat parkir, katanya
    kepada Reuters. Angawi menyebut
    setidaknya 300 bangunan bersejarah di
    Makkah dan Madinah dimusnahkan
    selama 50 tahun terakhir.Bahkan
    sebagian besar bangunan bersejarah
    Islam telah punah semenjak Arab
    Saudi berdiri pada tahun 1932. Hal
    tersebut berhubungan dengan
    maklumat yang dikeluarkan Dewan
    Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun
    1994. Dalam maklumat tersebut
    tertulis, Pelestarian bangunan
    bangunan bersejarah berpotensi
    menggiring umat Muslim pada
    penyembahan berhala.Nasib situs
    bersejarah Islam di Arab Saudi
    memang sangat menyedihkan. Mereka
    banyak menghancurkan peninggalan-
    peninggalan Islam sejak masa
    Rasulallah saw. Semua jejak jerih payah
    Rasulullah itu habis oleh modernisasi
    ala Wahabi.
    Namun anehnya mereka malah
    mendatangkan para arkeolog (ahli
    purbakala) dari seluruh dunia dengan
    biaya ratusan juta dollar untuk
    menggali peninggalan-peninggalan
    sebelum Islam baik yang dari kaum
    jahiliyah maupun sebelumnya dengan
    dalih obyek wisata !. Kemudian dengan
    bangga mereka menunjukkan bahwa
    zaman pra Islam telah menunjukkan
    kemajuan yang luar biasa, tidak
    diragukan lagi ini merupakan
    pelenyapan bukti sejarah yang akan
    menimbulkan suatu keraguan di
    kemudian hari.
    Selama ini kelompok Wahabi ,penerus
    akidah Muhamad Abdul Wahhab,
    berdalih bahwa penghancuran tempat-
    tempat bersejarah itu ditempuh demi
    menjaga kemurnian Islam. Mereka
    sekadar mengantisipasi agar tempat-
    tempat itu tidak dijadikan sebagai ajang
    pengkultusan dan perbuatan-perbuatan
    yang mengarah kepada kemusyrikan.
    Akan tetapi dalih mereka bertolak
    belakang dengan akidahnya, sebab
    nyatanya mereka berupaya
    mengabadikan sosok Syekh Muhammad
    bin Sholeh al-Utsaimin, salah seorang
    tokoh pentolan mereka. Mereka
    mendirikan sebuah bangunan yang
    besar dan mentereng untuk
    menyimpan peninggalan-peninggalan
    Syekh al-Utsaimin, untuk mengingat Al-
    Utsaimin. Bangunan berdesain mirip
    buku itu dibubuhi tulisan “Yayasan
    Syeikh Muhammad bin Sholeh al-
    Utsaimin.” Di dalam gedung mewah ini
    terdapat benda-benda
    peninggalan Syekh al-Utsaimin, seperti
    kaca mata, arloji dan pena. Benda-
    benda itu diletakkan pada etalase kaca
    dan masing-masing diberi keterangan
    semisal, “Pena terakhir yang dipakai
    Syekh al-Utsaimin”.
    Sungguh aneh sekali paham golongan
    wahabi/salafi ini, disatu sisi mereka
    merobohkan peninggalan rumah
    Baginda Nabi saw dan menjadikan
    tempat yang berkah itu sebagai WC
    umum, bahkan mengharamkan
    pelestarian segala bentuk peninggalan
    Baginda Nabi saw (Alhamdulillah,
    sebagian benda peninggalan beliau
    saw telah dipindahkan ke Turki.
    [museum Topkapi, Istanbul] ).Dilain
    sisi mereka membangun dengan megah
    untuk memperingati ulama mereka
    Syeikh Al-Utsaimin. Kita akan bertanya-
    tanya ‘Siapakah sebetulnya yang lebih
    mulia bagi golongan Wahabi/Salafi?
    Baginda Rasulullah saw ataukah Syekh
    Muhamad Abdul Wahhab , Syeikh al-
    Utsaimin?
    Apa yang berlaku saat ini di Bumi
    Haramain adalah sesuatu yang bertolak
    belakang dengan kaidah cinta. Di sana
    orang-orang Wahabi mengaku
    mencintai Baginda Nabi saw, akan
    tetapi mereka sama sekali tidak
    menghormati beliau saw. Mereka
    bahkan melecehkan beliau dan
    melakukan perbuatan yang sangat
    kurang sopan kepada sosok yang agung
    yakni Rasulallah saw. Bayangkan saja,
    rumah yang ditempati beliau
    saw selama 28 tahun, disana turunnya
    wahyu ilahi yang semestinya
    dimuliakan, mereka ratakan dengan
    tanah kemudian mereka bangun di
    atasnya toilet umum. Sungguh
    keterlaluan!
    Fakta ini belakangan terkuak lewat
    video wawancara yang tersebar di
    Youtube. Adalah Dr. Sami bin Muhsin
    Angawi, seorang ahli purbakala, yang
    mengungkapkan fakta itu. Dalam video
    berdurasi 8:23 menit itu, ia
    mengungkapkan bahwa ia telah
    melakukan penelitian selama bertahun-
    tahun untuk mencari situs rumah
    Baginda Nabi saw. Setelah berhasil, ia
    menyerahkan hasil penelitiannya
    kepada pihak yang berwenang. Respon
    pihak berwenang Arab Saudi ternyata
    jauh dari perkiraan pakar yang
    mengantongi gelar Doktor arsitektur di
    London itu. Bukannya dijaga untuk
    dijadikan aset purbakala, situs
    temuannya malah mereka hancurkan.
    Ketika ditanya oleh pewawancara
    mengenai bangunan apa yang didirikan
    di atas lahan bersejarah itu, Sami
    Angawi terdiam dan tak mampu
    berkata-kata.
    Si pewawancara terus mendesaknya
    hingga akhirnya ia mengakui bahwa
    bangunan yang didirikan kelompok
    Wahabi di atas bekas rumah Baginda
    Nabi saw adalah WC umum . Sami
    Angawi merasakan penyesalan yang
    sangat mendalam lantaran
    penelitiannya selama bertahun-tahun
    berakhir sia-sia. Ia (Angawi) kemudian
    mengungkapkan harapannya, “Kita
    berharap toilet itu segera dirobohkan
    dan dibangun kembali gedung yang
    layak. Seandainya ada tempat yang
    lebih utama berkahnya, tentu Allah swt
    tidak akan menjadikan rumah itu
    sebagai tempat tinggal Rasulallah saw
    dan tempat turunnya wahyu selama 13
    tahun”.
    Ulah jahil Wahabi itu tentu saja
    mengusik perasaan seluruh kaum
    muslimin. Situs rumah Baginda Nabi
    saw adalah cagar budaya milik umat
    Islam di seluruh penjuru dunia.
    Mereka sama sekali tidak berhak untuk
    mengusik tempat terhormat itu. Ulah
    mereka ini kian mengukuhkan diri
    mereka sebagai kelompok primitif yang
    tidak pandai menghargai nilai-nilai
    kebudayaan. Sebelum itu mereka telah
    merobohkan masjid-masjid bersejarah ,
    di antaranya Masjid Hudaybiyah,
    tempat Syajarah ar-Ridhwan, Masjid
    Salman Alfarisi dan masjid di samping
    makam pamanda Nabi, sayidina
    Hamzah bin Abdal Muttalib. Pada
    tanggal 13 Agustus 2002 lalu, mereka
    meluluhkan masjid cucu Nabi saw ,
    Imam Ali Uraidhi, dengan
    menggunakan dinamit dan
    membongkar makam beliau ra. Bukti-
    bukti foto penghancuran rumah Nabi
    saw, pemakaman Al-Baqi di Madinah,
    al-Ma’la di Mekkah dan lain
    sebagainya, bisa dicari via google
    dengan judul yang berkaitan dengan
    nama misalnya al-baq

  11. 3
    sumber dari http://www.everyoneweb.com/
    tabarruk/
    semoga informasi ini dapat mebuka mata hati kita…
    imam Ibnu sirin rohimahulloh dawuh “INNA HADZA AL ‘ILMA DIINUN FANDHURUU ‘AN MAN TA’KHUDZUU DIINAKUM”
    sesungguhnya ilmu ini (ilmu agama islam) adalah agama(islam), maka telitilah dari siapa kamu sekalian mengambil agamamu..
    sehingga muncul sebuah pertanyaan yang hingga kini tidak ada satupun jawabannya “APAKAH WAHABI MEMPUNYAI SANAD SAMAPAI ROSULULLOH..????????”
    Wallohu ‘alam

  12. maaf salah ketik yang benar APAKAH WAHABI MEMPUNYAI SANAD SAMPAI ROSULULLOH????????????????????????? ngapunten… keesuuusuuu.. hehehe

  13. Saudaraku Aswaja sayang yang saya cintai, pada tanggal 11 Rabi’ul Awwal 1434 H / 23 Januari 2013 telah diadakan

    KOPDAR NA-AM

    AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    MUBAHATSAH

    dengan tema

    “TEMUAN KITAB-KITAB YANG MENGALAMI PERUBAHAN-PERUBAHAN (TAHRIF/DISTORSI) DAN KONSEKUENSINYA”

    semua temuan temuan sudah kami kompilasi menjadi ebook Flash, jadi saudaraku harus membukanya dengan Komputer atau Laptop

    http://warkopmbahlalar.com/6956/temuan-kitan-kitab-yang-dirubah-wahabi/

    http://docs.google.com/file/d/0BweJ3Yfs6PDvT0hIRmZMN1pfN0E/edit?pli=1

  14. Mas IKSW, cukuplah bagi kita hanya menyampaikan. Selanjutnya hanya hidayah Allah tabarooka wa ta’ala saja yang menentukan apakah mrk mau menerima yang haq atau tetap dalam kesesatan.
    “Ya Muqollibal Quuluub, Tsabbit qolbi alaa diinik”.

  15. ummuhasanah “Ya Muqollibal Quuluub, Tsabbit qolbi alaa
    diinik”.
    saya :hehe.. trasnlatenya salaha lagi ni.. payah-payah… yang benar yaa muqollibal quluub…

  16. Saya pernah mendengar: “Para Imam berkata: Jika pendapatku bertentangan dengan hadits, maka lupakanlah”.
    Dengan demikian, adakah pembacaan Usholli di dalam hadits?
    Saya bukan menolak atau menerima, tapi semuanya berpulang kepada kita untuk mencari sumber rujukannya.
    Bukankah didalam hadits juga disampaikan: “Jika ada suatu permasalahan, hendaknya dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits”.
    Rasululloh menyampaikan wasiat: Barang siapa yang ingin selamat dunia akhirat, berpeganglah kepada Al-Qur’an dan Sunahku (Hadits).
    Salam,
    Deddy S

  17. @ahmadsyahid
    @gondrong
    @alfeyd

    saya ingin mendiskusikan beberapa permasalahan dengan kalian soal lafazh “sayyidina” dalam sholawat,, tapi disini saya khususkan pada bacaan sholawat dalam solat, hadist2nya jelas tidak ada yang menggunakan lafazh sayyidina, lalu apa hujjah buat org2 yang menggunakan lafazh sayyidina ketika ada taqyid dari Rasulullah saw berupa sabdanya : shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian lihat aku shalat” akan dimaknai seperti apa hadist ini, jika kalian menambahkan dalam shalat, sesuatu yang tidak ada keterangan dari sunnah?

    yang kedua soal batasan bid’ah hasanah,, saya ingin tau sejauh mana batasan bid’ah hasanah yang diperbolehkan,,? bagaimana jika ada orang yang menambah adzan sampai 3 atau 4 kali,, apakah hal ini termasuk bid’ah hasanah atau sayyi’ah??

  18. salam sejahtra semua pengunjung Ummati……
    hati tergugah untuk negok Ummati ternyata ada panggilan….

    saudaraku Hasan…bismillah ..mari kita diskusi…

    masalah penggunaan lafadz ” Sayidina ” dalam sholawat ketika sholat bermula dari kaidah ” manakah yang didahulukan mengikuti perintah atau mendahulukan adab ( tatakrama ) , jumhur Ulama ahlu sunnah wal-jama`ah memilih untuk mendahulukan / mengedepankan adab/tata krama ketimbang perintah , hal ini didasarkan kepada apa yang telah dilakukan Oleh Sayidina Ali karomallahu wajhah dalam perjanjian hudaibiyah , dimana beliau diperintah oleh Nabi SAW untuk menghapus salah satu kalimat dalam perjanjian itu namun beliau diam / tidak menuruti perintah Rosulallah SAW , hal itu beliau lakukan bukan untuk menentang perintah namun karena sangat cinta dan menghormati Nabi SAW, dan Nabi diam / tidak memarahi beliau.

    Nah sholawat dalam sholat dengan ditambahi kata ” Sayidina ” sama sekali tidak bertentangan dengan Hadist sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat , sebagaimana do`a Iftitah adalah Tambahan dari salah seorang Sahabat Nabi , seperti kita ketahui bersama pada awalnya Nabi Sholat tidak membaca / mengajarkan do`a Iftitah dalam sholat dan ketika salah seorang sahabat membacanya (menambahi) Nabi tidak melarangnya bahkan Nabi memberitakan jika do`a iftitah itu membuka pintu A`rsy.

    adapun soal Bid`ah Hasanah ? sayi`ah sangatlah jelas batasannya , hasanah jika tidak bertentangan dengan Qur`an Hadist dan sebaliknya , soal adzan 3kali ataupun sepuluh kali menurut saya tidak masalah , adakah larangan baik Qur`an atau Hadist untuk adzan lebih dari satu kali…….? wallahu a`lam bishowab.

  19. Salam sejahtera juga mas Ahmad Syahid…. lama nggak kelihatan, dan ada perubahan drastis di Ummati, Ummati sudah ganti admin dan jadi jarang update postingan. Ini sudah sebulan belum update.

  20. makasih atas info dan perjuangan nya mbak sherly , semoga ummati press tetap eksis meskipun ada pergantian admin , jazakillahu khairol jaza.

  21. al hamdulillah ust. Ahmad Syahid masih setia mengawasi dan membina para penggemar ahlu sunah wal jama’ah…

    saya setuju dengan mbak/mas Sherly Na’imah afwan..

  22. al-hamdulillah saudaraku semuanya terkhusus akhuna Al-feyd yang senantiaasa berkomunikasi dan berdiskusi dengan ikhwan wahabiyyin semoga kehadiran antum semua membukakan pintu Hidayah dan Taufiq bagi kita dan ikhwan wahabiyyin.

  23. Assalaamu’alaikum para ustadz ustadzah yang saya muliakan…
    Setelah pergantian admin,mengapa jarang sekali memposting artikel?
    Padahal saya sering menggunakan blog ini sebagai rujukan dalam menambah wawasan.
    Untuk Ustadz Alfeyd…terimakasih pertemanannya di fb..
    Maju terus dan
    Salam aswaja !!

  24. mas abrori, jangan panggil saya ustadz, malu ah.. masih bocah.. dan gak berilmu… soale bisanya cm copas saja.. afwan jarang on di fb… soale lg sibuk cari maisyah untuk sangu lebaran…hehe, ngapuntene saestu

  25. @alfeyd dan semua para ustadz aswaja
    minta nama fb nya donk kalo ada, biar bisa konsul

    @admin
    ko jarang posting artikel lagi knp…?

  26. @alfeyd dan semua para ustadz aswaja
    minta nama fb nya donk kalo ada, biar bisa konsul

    @admin
    ko jarang posting artikel lagi knp..? terus kalo saya buka situs ini ko ada peringatan dari google, ada virusnya katanya!

  27. mas abi raka, biasanya saya konsul di fb-nya alfattahpule… silahkan panjenengan search di mbah google, dan alhamdulillah jawaban dari admin alfattah pule menurut saya langsung mengena…
    juga ust. lasykar aula sering saya jumpai on di sana.. afwan

  28. memang..
    mereka para wahabi tu bersikap radikalisme terhadap sesame muslim..
    mengaji pun belum..

    ya Allah moga hamba terhindar dari golongan penerima hidayah setan ya Allah..

  29. kalian boleh bangga dng ilmu yang kalian miliki bahwa kalian tidak akn terpengaruh dng wahabi.
    kalian boleh bangga..
    tetapi perlu kalian tahu rojhatv mengudara kepelosok negeri, bagaimana kalian menyelamatkan saudara-saudara seiman kalian yg masih awam.
    di daerah tempatku, masyarakat yg masih awam sangat menyukai ceramah-ceramah rojhatv.
    apa tanggung jawab kalian terhadap saudara-saudara seiman yg masih awam dan sangat mudah terpengaruh dng ajaran wahabi..

  30. ^_^ sebegitunya ya dgn ajaran wahhabi….
    mudah benar kalian menerima fitnah…..
    ud tabbayun dlu bagaimana ajaran yang katanya wahhabi itu….
    jgn asal dengan kata orang atau baca website yang menebar fitnah…
    sedih liatnya……

  31. buat saya yang penting tu gak ngafirkan orang, gak musyrikkan orang gak membidahkan orang, saya terima meski mereka penganut wahabi atau salafi karena sesungguhnya yang menang adalah kebenaran, siapapun orangnya apapun alirannya tidak akan bermakna apa2 jika yang dilakukan adalah menyalahkan, mencela dan sejenisnya, datangnya hidayah tidak hanya datang karena aliran tapi karena keihlasan yang membawa ajaran itu tanpa mengganggap benar sendiri, menyalahkan yang laen. begitu jugu yang akan kalian anggap benar akan menjadi benar kalau kalian tidak menyalahkan yang laen apalagi sampai menghujat dan mencela. Semoga Alloh merahmati kita semua. AAAAMIIIIIIIIIn

  32. Ahmad syahid, antum benar-benar ahlul bid’ah tulen….
    Membenarkan menambahi azan sampai sepuluh kali tanpa dalil??? Membolehkan menambah kata atau kalimat dalam doa shalat tanpa dalil??
    Itu berarti antum membolehkan azan dan qamat sebelum shalat tharawih atau shalat ied.. Silahkan antum praktekan, jangan cuma ngomong…!!!!..
    Dan nanti kita lihat bagaimana perlakuan masyarakat terhadap antum….

  33. Ahmad syahid, antum mengatakan “menurut pendapat saya???”
    Akhi, tolong dicamkan .. Agama ini bukan karangan antum.., Segala sesuatu harus berdasarkan dalil..
    Bukan menurut saya begini, menurut saya begitu….
    Sekarang coba antum sebutkan ulama mana yang membolehkan kita azan dan qamat berturut-turut sampai sepuluh kali dalam satu waktu shalat????
    Ulama mana yang membolehkan kita menambah-nambah bacaan dalam shalat semau kita???..

  34. Salafi wahabi, udah jenggot panjang dan celana ngatung bukannya makin pinter malah makin ke blinger,, janganlah mengkafirkan, membid’ahkan & menyesat2kan sesama muslim… Belum tentu kajian ilmu agama yg kalian miliki lebih banyak dari yg kalian tuduh sesat, bid’ah, kafir… Atau ilmu kalian sebenernya sudah banyak, tp Alloh belum membukakan hidayah kepada kalian hai para wahabi….. Banyak2 istighfar lah…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker