Timur Tengah

Analisa Berita Suriah Terakhir: Siapakah Aktor Di Balik Konflik Syria?

Terungkapnya Jati Diri Para Aktor di Syria

 

Dina Y. Sulaeman*

Konflik di Syria telah memasuki fase baru. Bila sebelumnya kaum oposisi ‘berjuang’ di bawah bendera Syrian National Council dan Free Syrian Army (FSA), kini masing-masing faksi di dalamnya mulai berpecah dan menampakkan ideologinya masing-masing. SNC dan FSA dibentuk di Turki. Di dalam FSA bernaung sebagian besar milisi (sebagian pihak menyebutnya ‘mujahidin’), termasuk Al Qaida. Mereka menjadikan Sheikh Adnan Al-Arour yang tinggal di Arab Saudi sebagai pemimpin spiritual. Dalam salah satu pidatonya yang bisa dilihat di You Tube, Al Arour menjanjikan bahwa bila pasukan mujahidin menang, kaum Alawi akan ‘dicincang lalu dberikan ke anjing’.

Kaum muslim ‘moderat’, dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin, memilih untuk bergabung dalam National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces yang baru dibentuk bulan November lalu di Doha, Qatar. Koalisi baru ini didukung oleh Qatar, Arab Saudi, AS, Inggris, dan Prancis. Negara-negara tersebut selama ini memang sudah membiayai, mengirimi senjata, dan memfasilitasi kedatangan pasukan ‘jihad’ dari berbagai negara Arab dan Libya untuk membantu FSA, namun kini secara terbuka telah menyatakan akan mengirim bantuan senjata kepada koalisi baru tersebut. Jadi, meskipun ‘moderat’, koalisi baru ini tetap akan angkat senjata melawan rezim Assad.

Kelompok-kelompok yang berhaluan Hizbut Tahrir (meski tidak mengatasnamakan diri Hizbut Tahrir, tetapi mendapat dukungan secara terbuka dari berbagai cabang HT di dunia, termasuk dari Indonesia), mengecam pembentukan koalisi baru tersebut. Kelompok ini, antara lain, Gabhat al Nousra, Ahrar Al Sham Kataeb, Liwaa al Tawhiid, dan Ahrar Souria memilih memisahkan diri dan mendeklarasikan perjuangan untuk membentuk khilafah di Syria.

Meski ‘bercerai-berai’, kelompok oposisi Syria memiliki suara dan tekad yang sama: menumbangkan “rezim Assad yang sesat dan kafir”. Mereka pun selama ini saling membantu dalam menciptakan opini publik: betapa kejam dan brutalnya rezim Assad dalam membantai rakyatnya sendiri. Semua ini mengaburkan fakta yang sebenarnya terang benderang: AS dan Israel ingin menggulingkan rezim Assad dan menggantikannya dengan rezim yang mau ‘mengamankan’ Israel. Konflik Syria-Israel adalah catatan sejarah yang panjang yang kini coba diabaikan dan ditutupi oleh isu perjuangan jihad melawan kaum ‘Alawi yang kafir’ itu.

AS dan sekutunya sebenarnya menggunakan skenario yang persis sama dengan Libya: dukung kelompok oposisi dengan persenjataan. Ketika pemerintah berusaha mengendalikan pemberontakan (lalu, apalagi yang harus dilakukan pemerintah menghadapi pemberontak? Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia bila misalnya, tiba-tiba sekelompok gerilyawan di Jawa Barat angkat senjata dan ingin mengambil alih pemerintahan? Diam saja dan menyerahkan pemerintahan atas nama demokrasi?), kelompok oposisi pun berteriak meminta bantuan internasional (dengan nama indah: ‘humanitarian intervention’). Lalu, datanglah NATO membombardir Libya. Qaddafi tumbang, pemerintahan pun digantikan oleh tokoh-tokoh yang ‘lunak’ dan membiarkan semua proyek rekonstruksi dan eksplorasi minyak diambil oleh perusahaan-perusahaan Barat.

Inilah yang sedang terjadi di Syria. Awalnya, sejak Januari 2011, rakyat Syria diseru via facebook dan twitter untuk turun ke jalan. Ada aksi demo, tapi sangat tidak signifikan, apalagi bila dibandingkan dengan aksi demo di Kairo. Lalu, terjadilah tragedi Daraa, kota kecil berpenduduk 75.000 jiwa yang dekat perbatasan Jordania. Jurnalis independen Prancis, Thierry Meyssan sejak awal mengendus pemilihan Daraa sebagai titik awal gerakan bersenjata kaum oposisi karena mudahnya suplai senjata dan milisi jihad dari Jordan. Demo di Daraa terjadi tanggal 23 Maret 2011. Jumlah yang tewas adalah 7 polisi dan sedikitnya 4 demonstran. Adanya data bahwa polisi tewas dalam demonstrasi itu sangat penting karena ini menunjukkan bahwa ada tembak-menembak antara polisi dan demonstran. Artinya, demonstrasi saat itu bukanlah demonstrasi damai seperti diklaim media massa Barat. Selain itu, pemberitaan media (salah satunya, Aljazeera) juga menunjukkan bahwa markas kantor Partai Baath dan kantor pengadilan juga dirusak massa. Demonstrasi damaikah ini?

Berbeda dengan kondisi di Mesir dan Tunisia di mana aksi demo local memuncak menjadi demo nasional yang berpusat di ibu kota negara, justru menyusul tragedi di Daraa, muncul demo besar-besaran yang mendukung Assad. Demo itu terjadi di Damaskus, tanggal 26 Maret 2011. Kantor berita Reuters yang menyiarkan foto-fotonya, namun, tidak disebut-sebut dalam pemberitaan media-media mainstream. Televisi Syria menyiarkannya secara live. Rekaman aksi demo dengan jumlah massa yang sangat massif ini bisa didapatkan di You Tube.

banner 2 2 - Analisa Berita Suriah Terakhir: Siapakah Aktor Di Balik Konflik Syria?

Selanjutnya terjadi aksi-aksi kerusuhan bersenjata di berbagai tempat, dengan korban di dua pihak, polisi dan massa. Tapi, tentu saja, yang disebarluaskan media massa dunia dan media massa Islam yang berafiliasi dengan organisasi ‘mujahidin’ adalah rezim Assad melakukan kebrutalan terhadap rakyat. Fakta yang ditemukan jurnalis-jurnalis independen sejak awal, terkait suplai senjata dan pasukan dari negara-negara Arab, diabaikan begitu saja. Temuan para blogger tentang rekayasa foto-foto dan film yang disebarkan media massa juga dianggap sepi, padahal semua begitu jelas: gambar demo di Tunisia disebut demo di Syria, gambar demo pendukung Assad, disebut demo anti-Assad, gedung hancur di Palestina disebut gedung yang hancur di Syria; orang tewas berdarah-darah di Palestina disebut korban pembunuhan Assad; serangan brutal yang dilakukan mujahidin diklaim sebagai serangan tentara Assad, dan banyak lagi.

Dan tentu saja, sekali lagi, ketika pasukan mujahidin bersenjata sedemikian lengkap dan didukung pasukan jihad multinasional, lalu pemerintah melawan, pastilah ada korban di kedua pihak. Keduanya harus diekspos seimbang. Namun yang selalu diungkap oleh media mainstream dan yang berafiliasi dengannya adalah korban di pihak ‘mujahidin’. Untunglah, ada jurnalis-jurnalis independen dan citizen journalist yang dengan gigih melakukan pengimbangan berita.

Para pengamat politik yang concern pada masalah Syria akan sepakat bahwa Rezim Assad berideologi sosialis dan haluan pemerintahannya sangat sekuler. Rezim Assad jauh sekali dari definisi ‘pemerintahan berhaluan Alawi’. Tapi karena ‘kebetulan’ dia dan kalangan elit pemerintahnya bermazhab Alawi, isu Sunni-Syiah dijadikan pretext jihad. Mengingat 80% rakyat Syria adalah Sunni, tentu logikanya, mereka sangat kuat. Data-data menunjukkan bahwa mayoritas anggota militer Syria adalah Sunni, meski elitnya Alawi. Bila mayoritas mereka memang membenci Assad, sangat mudah menumbangkannya, sebagaimana tumbangnya para diktator lain: Syah Reza Pahlevi, Ben Ali, Mubarak. Tak perlu ada pasukan asing yang didatangkan dari berbagai penjuru Arab; tak perlu mengemis bantuan senjata dari luar; tak perlu menyebarkan isu mazhab; tak perlu berkoalisi dengan AS yang jelas-jelas sekutu Israel.

Dulu, Syah Pahlevi di Iran, kurang kuat apa secara militer? Militer Iran saat itu yang terkuat di Timteng, dilatih langsung oleh CIA dan MOSAD, dukungan besar pun diberikan Barat karena kilang-kilang minyak Iran saat itu dikuasai Inggris dan AS. Tapi karena mayoritas rakyat Iran, apapun mazhab dan agamanya, memang sudah muak, mereka bangkit tanpa senjata, hanya berdemo masif berpekan-pekan. Tentu saja, mereka ditembaki tentara Syah; tapi mereka tidak membalas dengan senjata, dan tidak pula minta bantuan asing. Akhirnya, Syah pun tumbang, hanya dengan aksi demo; sebagaimana juga Ben Ali dan Mubarak.

Lalu bagaimana ujung dari konflik ini? Minimalnya ada dua hal yang bisa diprediksi:

1. Seandainya Assad terguling dan kelompok jihad meraih kekuasaan, di antara mereka pun akan muncul peperangan karena perbedaan manhaj; di antara mereka sejak awal sudah ada perbedaan visi, model pemerintahan Islam seperti apa yang akan dibentuk? Sejak sekarang pun di antara mereka sudah saling kecam.

2. AS sendiri sedang ketakutan melihat potensi berdirinya khilafah. Selain telah memasukkan Gabhat Al Nousra dalam daftar teroris, AS pun mulai berupaya terjun langsung ke medan perang. Thierry Meyssan melaporkan, AS tengah berencana mengirim 6000 pasukan jihad, termasuk 4000 orang dari Lebanon, lalu beberapa mantan jenderal angkatan bersenjata pemerintah akan mengklaim berhasil meraih kekuasaan dan meminta bantuan internasional. Hal ini, ditambah dengan isu penggunaan senjata kimia oleh Assad akan dijadikan pretext perang yang melibatkan NATO atau PBB.

Apapun yang akan terjadi ke depan, yang jelas, mayoritas rakyat Syria kini menderita. Syria, negeri yang indah dan disebut sebagai the craddle of civilization itu kini luluh lantak. Lebih setengah juta rakyat hidup menderita di pengungsian. Kaum perempuan Syria juga jadi korban perdagangan perempuan, dijual ke lelaki-lelaki hidung belang dari negara-negara Arab pendukung perang. Dan akar semua ini adalah ketidakmampuan sebagian elemen Syria mengidentifikasi siapa musuh mereka sebenarnya. Mereka merasa sedang berjuang, padahal sebenarnya sedang menari bersama iringan genderang musuh.   (dimuat di IRIB dan The Global Review)

 

*magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Reserch Associate of Global Future Institute

————————————————-

Video di bawah ini patut ditonton mereka yang inginkan kebenaran, antara lain isinya:

-bukti-bukti rekayasa media massa ttg Syria, misalnya, demo di Tunis, disiarkan ulang dengan dikatakan: demo di Syria; video lama ttg seorang laki2 telanjang yg digebukin krn ketahuan selingkuh, diposting ulang dengan dikatakan ‘disiksa tentara Assad’; foto-foto rekayasa, dll.

-demo besar-besaran rakyat Syria mendukung Assad, yang sama sekali tidak disiarkan oleh media Barat (dan media negara-negara pendukung aksi penggulingan rezim di Syria)

 

Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

20 thoughts on “Analisa Berita Suriah Terakhir: Siapakah Aktor Di Balik Konflik Syria?”

  1. Tulisan analisa tentang Suriah di atas adalah berdasar fakta, tetapi si dodol kemaren selalu meremehkan bu Dyna Sulaiman. Makanya kalau dibilang sombong si dodol itu memang benar 100%, nggak salah lagi itu mbak Sarah salsabila.

    Coba baca itu, Syaikh Wahabi terekam kamera dan di muat di You Tobe, Syaikh bernama Adnan Al-Arour yang tinggal di Arab Saudi bersesumbar seperti Iblis, dia bilang begini: “Bila pasukan mujahidin menang, kaum Alawi akan ‘dicincang lalu dberikan ke anjing’.

    Kaum allawiy adalah keturunan Rasulullah saw, tetapi Muthowe’ Wahabi yg ngaku Muslim Sunny akan mencincang kaum Allawiy, sikap seperi itu apa pantas bagi kaum yg ngaku paling bertauhid? Na’udzu billah min dzaalik.

    Jangan anggap fakta ini sebagai Dodol pisan atuh Dol?

    Kemarin yg bikin saya gregetan sama antum karena ngaku2 bukan Wahabi padahal jelas dan gamblang bahwa antum Wahabi Murni, itulah dol yg bikin saya gregetan sama antum, maafkan saya ya Dol? Saya do’akan semoga antum dalam perjalanan hidupmu memperoleh hidayah sehingga meninggalkan faham setan Wahabi. Amin…….

  2. Ternyata kelompok Mujahidin Nusroh yg ikut meramaikan konflik di Suriah itu dibiayai Amerika Serikat, makanya saya sih nggak bangga babar-blas sama mujahidin. Tujuan kelompok2 perang tsb cuma satu yaitu menggulingkan pemerintahan yg sah. Setelah terguling maka akan perang berkepanjangan antara kelompok. Jadi ke depan nggak ada yg untung, tetapi yg jelas2 sangat dirugikan adalah rakyat Suriah. Padahal sebelum ini semua terjadi kehidupan di Suriah cukup damai seperti di Indonesia tercinta ini.

    Kesimpulannya, di mana mujahidin dan Wahgabi masuk pasti akan terjadi kerusuhan berkepanjanagan seakan tak ada selesai-selesainya. Semoga tidak usah terguling dan kedamaian kembali bersemi di Suriah, amin.

  3. Dulu si Dodol Lipet pernah bilang sama Ustadz Mas Derajat (kalau tidk salah), mendapat tugas dari pemerintah untuk mengamati Suriah. Ditanya sama Ustad Mas Derajat, “Anda sipil apa militer?” Dijawab, “tidak penting dst”. Ternyata jawabannya : “WAHABI yang ingin memperkeruh suasana agar tercipta kesan perang Suni-Syiah”. Benar-benar jahat. Ngomongnya sih mau mempersatukan umat. Kalau mental Doktor kaya gini …. sungguh memalukan civitas akademika. Kalau saya sih malu ngaku-ngaku Doktor. Sanah sekolah lagi, gunting kuku, pipis jangan di kelas.

    1. Mas @Bima AsSyafi’i,
      Waktu kecil, kalau ane meledek kakak, dikatakan dodol lu..dodol lu
      Waktu remaja, kalau bicara sama orang tua, dikatakan dasar dodol.. (dasar pembohong).
      Sekarang ane ngaduk dodol, bikin dodol betawi ha ha ha…

  4. Dan yg lebih mengherankan lagi, Sheikh Adnan Al-Arour yg sangat dibenci Orang-orang Syi’ah dan berbagai macam ancaman pembunuhan terhadap beliau atas dukungannya kepada perjuangan Muslim Sunni Syria lewat berbagai ceramahnya, malah di hujat habis-habisan oleh Ummatipress.com
    ada apakah ini…??? sehati sejiwa kah Ummatipress.com dengan orang-orang syi’ah untuk menghujat Sheikh Adnan Al-Arour…????
    layakkah orang yg mengaku ” ASWAJA” menghujat seorang Ulama yg menyokong Perjuangan Muslim Sunni atas kekajaman syi’ah nusairiyah di Syria …???

    1. Sheikh Adnan Al-Arour itu Wahabi tulen, Bos Putu, beliau itu bukan Aswaja!
      Beliau bersumpah akan mencincang Ahlul Bait Nabi untuk makanan anjing, kalau Wahabi menang di Di Syria!

      Jadi, kalau antum Wahabi, tak usah ngaku2 bukan Wahabi dong, biar gentle gitu lho?

  5. Dan mana itu video youtube bahwa Syaikh Adanan Al Arour menjanjikan bahwa bila pasukan mujahidin menang, kaum Alawi akan ‘dicincang lalu dberikan ke anjing’..?
    bisa dilihat di You Tube….???
    kental sekali ummatipress ini dengan aroma syi’ah atau mendukung syi’ah
    kalau penentang syi’ah seperti Syaikh Adnan dikatakan wahhabi….? saya lebih terkesan kpd orang2 yg di juluki wahhabi.
    karena siapa yg paling dibenci syi’ah….? ya wahhabi jawabnya.
    kalau kalian tidak setuju…disinyalir/mungkin kalian lah syi’ah atau simpatisan syi’ah atau aswaja yg berhasil dikelabui syi’ah .

    1. Kalau lihat koment mas Putu, saya jadi teringat mas Dodol, sama persis gaya dan missinya, berupaya keras menyamakan Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dengan syi’ah. Ada apa ya dg orang2 wahabi ini?

      Syaikh Adanan Al Arour itu memang benar2 wahabi lho mas putu, tidak ada Ulama Ahlussunnah wal jamah bergaya “TUKANG JAGAL” seperti dia, lihat aja gaya bicaranya yg arogan dan kasar seperti preman. Itu sih khas gayanya syaikh2 atau Muthowa Wahabi.

      Klik Video ke 2 dari atas di postingan, antum akan melihat sesumbar Syaikh antum itu yg akan mencincang Ahlul Bait Nabi untuk dijadikan makanan anjing, na’dzu billah min dzalik. Semoga hidayah turun kepada para muthowa wahabi sehingga mereka punya rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. amin yaa robbal alamin……….

  6. Naudzubillamindzalik…betapa jahat dan dengkinya hati yg punya niatan mencincang ahlul bait Nabi Saw dan hendak memberikannya sebagai makanan anjing …..saya gak tahu harus bilang apa lagi….sangat biadab!!! Pantaskah orang yg sanggup mengatakan demikian dengan lidahnya kita sebut sebagai ulama? sudah jelas ini adalah ulama Su’u….yg menyeru ke pintu2 neraka jahanam. Ya Allah lindungilah kami dari kejahatan ulama seperti ini dan para pencintanya….amin ya Rabb…

  7. Lagi lagi wahabi. Suni syiah itu gak kan pernah damai selagi wahabi masih ada di muka bumi.sejarah mengatakan bahwa khwariz itu gak kan pernah suka dgn golongan suni dan syiah. Khwariz saya rasa jaman sekarang ya wahabi. Dari dulu hingga sekarang kerjaannya cuma adu domba dua sekte ini.wahabi sendiri itu loyalitasnya sama amerika dan israel.liat aja arab saudi.jelas dan nyata pusatnya disana.hukum yg dibpakai bukan qur’@n n sunnah.tpi perkataan ibnu taimiyah ato ga ibnul qoyim al jaujiah..

    Sakit rata2 org wahabi.

  8. Inilah contoh para penganut syiah dasar, sudah tau-tau Rezim masa di bilang pemerintahan yang sah, sdh tau2 membantai rakyatnya, mengangkat dirinya tuhan apa lagi. kalian yang tidak tau. DINA ini adalah pendukung Syiah di Indonesia, jangan asal telan ini berita INI, sungguh ada fitnah dibalik berita ini. Tidak ada wahabi tidak ada atau Khawarij, yang ada Islam Vs SURIAH Syiah Syi’ah Nushairiyyah dan Syi’ah Iran. Tulisan ini hanya ingin mengaburkan fakta COBA saksikan video ini https://www.youtube.com/watch?v=gtOjM8AFOgs. Basyar Al Asaad dianggap tuhan.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker