Timur Tengah

Al Azhar Menggagas Soal Persatuan, Kebersamaan dan Kesepahaman Sunni – Syi’ah

Inilah Ungkapan Isi Hati Presiden Iran, DR. Mahmud Ahmadi Nejad Presiden Republik Islam Iran. Selasa sore (5/2, 2013) pada hari pertama keberadaannya di Mesir mengadakan pertemuan khusus dengan Rektor Universitas al Azhar Syaikh Ahmad al Tayyib.

Dalam pertemuan tersebut, Mahmud Ahmadi Nejad menyebut Universitas Al Azhar sebagai salah satu universitas Islam tertua yang telah melakukan pengkhidmatan terhadap Islam lebih dari seribu tahun.

Presiden Republik Islam Iran tersebut berkata: “Saya merasa dan begitu juga para ulama besar, bahwa universitas selama ini berjalan di jalur keilmuan Rasulullah Saw, yang bertujuan untuk menghantarkan umat manusia sedunia dalam perdamaian dan kebenaran.” (Kantor Berita ABNA)

Al Azhar Menggagas Soal Persatuan, Kebersamaan dan Kesepahaman Sunni – Syi’ah. Dalam kesempatan itu Ahmadi Nejad menyinggung sebagian dari pernyataan presiden Mesir maupun sebagian besar ulama al Azhar mengenai perbedaan dalam mazhab, “Sesuatu yang sangat penting hari ini dan harus didefinisikan secara jelas adalah persatuan, kebersamaan dan kesepahaman antara kita. Hal ini sangat penting dan mendesak untuk terus diwujudkan. Dan kita tak punya waktu lagi untuk membicarakan perbedaan far’i (furu’iyyah) yang ada.”

“Tidak bisa dipungkiri perbedaan yang ada bisa saja menyebabkan perselisihan dan melemahkan umat, namun kita berharap semoga para ulama dan pemikir Islam yang memiliki pengaruh bisa segera mencari jalan keluar untuk menghindarkan bentuk perpecahan dan kericuhan sosial.” Tambahnya lagi.

BACA JUGA:  Islam Murni dalam Islam Nusantara Menurut Pemahaman Santri

Selanjutnya Presiden Republik Islam Iran mennyampaikan sarannya, “Untuk mewujudkan persatuan Islam dan persaudaraan muslim antar mazhab-mazhab Islam yang ada, kita harus memfokuskan diri pada persamaan yang ada. Hal apa yang saja yang antara kita sama dan sejalan maka kita menguatkan persatuan pada hal tersebut.”

“Saya berkeyakinan bahwa persatuan harus dilakukan dalam rangka menjalankan kewajiban agama, perdamaian dan untuk kepentingan besar umat hari ini, dan untuk masa depan yang lebih baik. Jika kita fokus pada apa yang akan kita capai ke depan, insya Allah kita bisa lebih cepat mewujudkan persatuan ummat.” Tambahnya.

“Tidak seorangpun hari ini yang bisa mengklaim diri bahwa ia telah menghidupkan kehidupan Rasulullah dalam kehidupannya. Sebab jika kita benar-benar telah memahami dan menjalankan agama ini dengan sebenar-benarnya, kondisi kaum muslimin tidak akan seperti apa yang dialaminya sekarang,” lanjut Presiden Iran tersebut dan menambahkan, “Karenanya, yang harus kita lakukan adalah bergandeng tangan dan saling bekerjasama untuk berusaha sebisa mungkin menemukan pemahaman yang benar mengenai ajaran Rasulullah Saw dan kitab Allah.”

Selanjutnya Mahmud Ahmadi Nejad berkata: “Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir membawa agama yang sempurna dan telah menyodorkannya kepada umat manusia, dan kita meyakini bahwa agama tersebut bukan hanya untuk kaum muslimin melainkan untuk seluruh umat manusia. Karena itulah nabi disebut sebagai rahmatalil’alamin, yang membawa rahmat bagi seluruh alam.”

BACA JUGA:  Rudal Sam-5 Jatuhkan Pesawat Tempur Israel

“Namun sangat disayangkan, di antara umat ada saja yang memiliki pemikiran yang salah dan jahil, sehingga kesibukkannya justru untuk menyulut perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam.” Tambah Ahmadi Nejad.

Syaikh Al Azhar Optimis

Sementara Syaikh Ahmad al Tayyib Rektor Universitas al Azhar, dalam pertemuan tersbut turut mengungkapkan rasa bahagianya atas hubungan Mesir-Iran yang terjalin.Beliau berharap agar hubungan diplomatik antara kedua Negara ke depannya dalam berbagai bidang khususnya ilmu dan kebudayaan bisa terjalin lebih erat. Ulama Mesir tersebut juga membenarkan pernyataan-pernyataan Ahmadi Nejad.

Beliau berkata, “Universitas al Azhar dalam upaya pendekatan antar mazhab telah melakukan banyak event internasional dan para ulama Al Azhar sampai hari ini konsisten untuk memperjuangkan terwujudnya persatuan Islam itu dan meminimalisir perbedaan yang ada.”

“Saya optimis, lawatan presiden Republik Islam Iran ke Mesir merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempercepat proses persatuan dan persaudaraan antara Sunni dan Syiah,” lanjutnya berharap penuh optimis.

Rektor Al Azhar tersebut adalah Ulama besar Mesir, beliau menambahkan bahwa al-Azhar menerapkan segala upaya untuk memberantas perselisihan di kalangan umat Islam dan untuk melawan Islamphobia serta permusuhan terhadap Muslim Syiah. Syaikh Ahmad al Tayyib turut menegaskan Tehran dan Kairo dapat bergandengan tangan untuk menggagalkan plot Barat yang menabur perselisihan di kalangan umat Islam.

BACA JUGA:  Analisa Berita Suriah Terakhir: Siapakah Aktor Di Balik Konflik Syria?

Lebih lanjut Syaikh al-Azhar menandaskan, perbedaan tidak harus menciptakan ketegangan antara Muslim Sunni dan Syi’ah. Di bagian lain pernyataannya, Syaikh al-Tayyib memuji fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada tahun 2010 yang melarang menghina dan melecehkan tokoh-tokoh Sahabat nabi saw yang dihormati dan dimuliakan kalangan Sunni.

Saling Berkunjung setelah Putus Hubungan Diplomatik

Presiden Iran pada Selasa memulai kunjungan bersejarah ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-12.

Ahmadinejad disambut oleh Presiden Mesir Muhammad Mursi setibanya di Bandara Internasional Kairo. Dia adalah kepala negara pertama Iran yang mengunjungi Mesir sejak 34 tahun lalu.

Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir pada tahun 1980 setelah Revolusi Islam tahun 1979, karena Mesir menandatangani kesepakatan perdamaian (Camp David) dengan rezim Ziois Israel dan menawarkan suaka kepada mantan diktator Iran Mohammad Reza Pahlevi.

Mursi juga mengunjungi Iran pada bulan Agustus 2012 untuk menghadiri pertemuan KTT Gerakan Non-Blok (GNB) dan itu adalah kunjungan pertama seorang presiden Mesir ke Iran dalam lebih dari tiga decade lamanya.

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Al Azhar Menggagas Soal Persatuan, Kebersamaan dan Kesepahaman Sunni - Syi'ah
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

11 thoughts on “Al Azhar Menggagas Soal Persatuan, Kebersamaan dan Kesepahaman Sunni – Syi’ah”

  1. Dimunculkannya berita di atas adalah merupakan dukungan kami kepada Mbak Aryati Kartika atas harapannya yang penuh optimis akan bersatunya umat Islam, terutama bersatunya Syi’ah dan Sunni (Sunni ASWAJA). Optimisme Mbak aryati yang disupport oleh kawan-kawan Fatayat/Muslimat ternyata bukan optimis yang ngawur akan tetapi faktanya benar-benar ada. Semoga gagasan mulia tersebut menjadi kenyataan demi kejayaan Islam dan Umat Islam, amin ya mujibasaai’iliin….

  2. Mr. presiden iran berkata:

    “Namun sangat disayangkan, di antara umat ada saja yang memiliki pemikiran yang salah dan jahil, sehingga kesibukkannya justru untuk menyulut perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam.” Tambah Ahmadi Nejad.

    Ya betul Mr. presiden, Wahabi/Salafi akan jadi pengangguran elite kalau ngga sibuk menyulut perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Di mana-mana di seluruh dunia, pekerjaan Wahabi atau salafi itu ya seperti itulah, Mr Presiden!

  3. Tentang Syi’ah yg katanya buruk itu adalah penghancuran karakter yg dilakukan Wahabi. Di Suriah, Aswaja adalah mayoritas, makanya walaupun pemerintahannya dipegang Syi’ah, tetapi urusan fatwa agama dipegang oleh Ulama Aswaja. Itulah faktanya. Jadi tidak benar apa yg selama ini kita dengar berita dari kaum wahabi yg sangat hobby menebar fitnah agar Aswaja membenci syi’ah. Wahabi Mau membenci Syi’ah aja kok paka ngajak 2 ya? Sampai2 Wahabi memakai kedok Sunni untuk mensukseskan missi kebencian tsb, terlalu!

    1. Syi’ah & Aswaja bersatu, Wahabi bisa stress karena nggak punya teman lagi untuk membenci Sy’ah. Semoga harapan mulia tsb bisa segera menjadi kenyataan, sehingga Islam dan kaum muslimin menjadi jaya.

    2. sebelumnya mohon maaf, saya bukan wahabi, tapi saya lihat sendiri betapa bashar ashad sangatlah biadab, disana muslim lebih banyak drpd syi’ah tp yg terjadi lebih dari 100,000 ribu orang dibantai, dari anak kecil, orang tua, wanita semua tidak pandang bulu… seorang ustadz saja dikubur hidup2 karena tidak mau mengakui bahwa bashar ashad adalah tuhan…
      cobalah lihat, disaat semua dunia bungkam, berita ditutup-tutupi oleh media tapi pasti semua orang bisa lihat di internet yang tidak bisa ditutup-tutupi tentang kejamnya bashar ashad, mereka muslim suriah adalah saudara, apa iya kita tidak melihat atau pura-pura tdk tahu…

  4. semoga Allah memberikan Hidayahnya kepada Ummat Islam sedunia, dan semoga kita bersatu dengan menitik beratkan kepada Persamaan bukan Perbedaan.

    1. Asalamu’alaikum all….
      Barusan saya baca berita begini :
      “Kamis (14/02/13) dalam upaya menghentikan warga Irak yang mengobarkan revolusi Kehormatan dan kemuliaan, milisi syiah yang setia kepada ulama syiah, Moqtada Ash-Shadr, membagi – bagikan surat ancaman pemindahan paksa atau pembunuhan jika mereka tetap tinggal bersama warga di daerah barat Baghdad.

      Yaqin agency news  menyebutkan dari saksi mata melalui telepon mengatakan bahwa milisi jaisyul mahdi membagi – bagikan surat ancaman pengusiran paksa dan pembunuhan kalau mereka tidak meninggalkan rumah – rumah mereka.”

      Kalau ada kejadian seperti itu, seberapa besar kemungkinan persatuan 4yi’ah dan sunni ya……?

      1. di Syi’ah ada yg rafidhoh pak. mungkin itu terror dr Syi’ah yg rafidhoh. ada baiknya kita tidak pukul rata menyamakan seluruh Syi’ah adalah rafidhoh. karena di Timur Tengah pun pembunuhan banyak mengatasnamakan Sunni. Tapi apakah Sunni itu adalah ahlusunnah waljama’ah yg asli atau yg abal-abal? Nah itu yg perlu kita selidiki. Krn khawarij yg membunuhi umat Islam mereka pun ngaku-ngaku diri mereka Sunni atau ahlu sunnah.

  5. betul sekali saya berdo’a semoga syia’ah dan sunni bersatu menghajar amarika dan antek-anteknya, jangan kayak wahabi kerjaanya musuhin sesama islam,…dari dulu. kalo dipikir yang sesat itu siapa? .sadar we …wahabi…ente….itu adanya cuma jadi musuh dalam selimut….

  6. Salam,
    Saya jadi sangat heran dengan ulah para Wahhabi takfiri itu yang terus saja berusaha menghancurkan upaya2 ukhuwah dan persatuan ditengah2 umat Islam. Berbagai informasi mrk poles, fakta-fakta sejarah mrk simpangkan, dan citra2 media mrk manipulasi.. hanya untuk terus menghasut umat Islam – terutama Sunni dan Syiah – agar saling curiga, saling memusuhi, dan bahkan sampai kpd memprovokasi perang fisik.

    Jika ada even2 dan berita2 yg menggembirakan terkait terjalinnya hubungan harmonis antar mazhab dlm Islam, maka dipastikan akan diikuti oleh berita2 dan tafsiran kaum takfiri itu utk mengalihkan opini yg pesimistis dan menyesakkan. Mereka begitu kawatir dgn tumbuhnya semangat persatuan dlm tubuh masyarakat Islam, dan sangat tidak menginginkan umat Islam bangkit dgn kekuatan persatuan. Karena mereka tahu, dalam persatuan mengandung kekuatan dan berbagai sumberdaya (potensial-aktual) yang dapat diarahkan pada perwujudan kepentingan bersama umat Islam. Dengan demikian, kekuatan2 arogan hegemoni dunia akan terancam, dan kekuasaan para raja despotik Timur Tengah yg bersekutu dgnnya akan runtuh. Maka sangat jelas para Takfiri itu, selain bentuk ajaran dan doktrin agamanya yg ekstrim dan bengis, juga mrk perpanjangan tangan kekuatan arogan dan rezim2 despotik Timteng dlm menghalangi kesadaran dan wujudnya jalinan persatuan umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker