Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Salafi Wahabi

Al-Albani sang Penghujat Seluruh Ahli Hadits Sejak Generasi Salaf

Posisi Hadits Dha’if dalam Pandangan Ulama yang Dihujat Muhammad Nasiruddin Al-Albani

Al-Albani – Dewasa ini perkembangan ilmu hadits di dunia akademis mencapai fase yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kajian-kajian ilmu hadits dari kalangan ulama dan para pakar yang hampir menyentuh terhadap seluruh cabang ilmu hadits seperti kritik matan, kritik sanad, takhrij al-hadits dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits klasik yang selama ini terkubur dalam bentuk manuskrip dan tersimpan rapi di rak-rak perpustakaan dunia kini sudah cukup banyak mewarnai dunia penerbitan.

Namun sayang sekali, di balik perkembangan ilmu hadits ini, ada pula kelompok-kelompok tertentu yang berupaya menghancurkan ilmu hadits dari dalam. Di antara kelompok tersebut, adalah kalangan yang anti hadits dha’if dalam konteks fadhail al-a’mal, manaqib dan sejarah, yang dikomandani oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani, tokoh Wahhabi dari Yordania, dan murid-muridnya. Baik murid-murid yang bertemu langsung dengan al-Albani, maupun murid-murid yang hanya membaca buku-bukunya seperti kebanyakan Wahhabi di Indonesia.

Syaikh Al Albani Ahli Hadits Kaum Wahabi - Al-Albani sang Penghujat Seluruh Ahli Hadits Sejak Generasi Salaf

Sebagaimana dimaklumi, para ulama telah bersepakat tentang posisi hadits dha’if yang boleh diamalkan dalam konteks fadhail al-a’mal (amalan-amalan sunat), targhib (motivasi melakukan kebaikan) dan tarhib (peringatan meninggalkan larangan), manaqib dan sejarah.

BACA JUGA:  Fatwa Mufti Wahabi : Haram Bunuh Orang Zionis Israel

Dalam hal ini, al-Imam al-Nawawi berkata: “Menurut ahli hadits dan lainnya, boleh memperlonggar (tasahul) dalam menyampaikan sanad-sanad yang lemah (dha’if) dan meriwayatkan hadits dha’if yang tidak maudhu’ serta mengamalkannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, dalam hal yang tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, hukum-hukum halal dan haram, dan yang tidak berkaitan dengan akidah dan hukum-hukum.” (Tadrib al-Rawi, 1/162).

Pernyataan al-Imam al-Nawawi di atas memberikan kesimpulan sebagai berikut tentang hadits dha’if. Pertama, boleh meriwayatkan dan mengamalkan hadits dha’if dalam hal-hal yang tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, akidah dan hukum-hukum halal dan haram. Kedua, pendapat ini adalah pendapat seluruh ahli hadits dan selain mereka.

Menurut al-Imam Jalaluddin al-Suyuthi wilayah bolehnya mengamalkan hadits-hadits dha’if tersebut, mencakup terhadap hal-hal yang berkaitan dengan fadha’il al-a’mal, kisah-kisah para nabi dan orang-orang terdahulu, mau’izhah hasanah atau targhib dan tarhib dan yang sejenisnya. Pernyataan al-Imam al-Nawawi dan al-Suyuthi di atas berkaitan dengan bolehnya mengamalkan hadits dha’if dalam wilayah fadha’il al-a’mal dan semacamnya sebenarnya diriwayatkan dari ulama-ulama salaf antara lain al-Imam Ahmad bin Hanbal, Abdullah bin al-Mubarak, Abdurrahman bin Mahdi dan semacamnya. Mereka mengucapkan sebuah “hukum” yang sangat populer, “idza rawayna fil halam wal haram syaddadna waidza rawayna fil fadhail wa nahwiha tasahalna (apabila kami meriwayatkan hadits-hadits mengenai halal dan haram, kami menyeleksinya dengan ketat, tetapi apabila kami meriwayatkan hadits-hadits mengenai fadha’il dan semacamnya, kami memperlonggar)”. (Tadrib al-Rawi, 1/162).

BACA JUGA:  Nasiruddin al-Albani Layakkah Disebut Muhaddits ?

Bahkan menurut Syaikh Abdullah Mahfuzh al-Haddad dalam kitabnya al-Sunnah wa al-Bid’ah (hal. 110), tidak ada seorang pun ulama yang melarang mengamalkan hadits dha’if, dalam wilayah fadha’il al-a’mal dan sejenisnya.

Al-Albani

Berangkat dari kenyataan tersebut, kita temukan kitab-kitab hadits ulama terdahulu seperti karya-karya al-Bukhari (selain Shahih-nya), al-Tirmidzi, al-Nasa’i, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad bin Hanbal dan lain-lain banyak mengandung hadits-hadits dha’if. Hal ini juga diikuti oleh ulama-ulama berikutnya seperti al-Thabarani, Abu Nu’aim, al-Khathib al-Baghdadi, al-Baihaqi dan lain-lain. Sehingga kemudian tidaklah aneh apabila kitab-kitab tashawuf dan adzkar yang memang masuk dalam wilayah fadha’il al-a’mal seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din, karya al-Ghazali, al-Adzkar karya al-Nawawi dan semacamnya banyak mengandung hadits-hadits dha’if. Bahkan kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama panutan Wahhabi seperti Ibn Taimiyah, Ibn al-Qayyim dan Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi juga penuh dengan hadits-hadits dha’if dan terkadang pula hadits-hadits maudhu’.

BACA JUGA:  Asal Muasal Bacaan Keras Basmalah dalam Surat Al Fatehah

Pendeknya hadits dha’if memang boleh diamalkan berdasarkan pendapat seluruh ulama salaf dan khalaf dalam konteks fadha’il al-a’mal dan sejenisnya. Sedangkan orang pertama yang menolak terhadap hadits dha’if dalam wilayah apapun termasuk dalam konteks fadha’il al-a’mal adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, ulama Wahhabi dari Yordania. Al-Albani bukan hanya menolak hadits dha’if, bahkan juga beranggapan bahwa mengamalkan hadits dha’if dalam fadha’il adalah bid’ah dan tidak boleh dilakukan.

Lebih dari itu, al-Albani juga memposisikan hadits dha’if sejajar dengan hadits maudhu’ seperti dapat dibaca dari judul bukunya, Silsilat al-Ahadits al-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah wa Astaruha al-Sayyi’ lil-Ummah (serial hadits-hadits dha’if dan maudhu’ serta dampak negatifnya bagi umat). Hadits dha’if yang sebelumnya dianjurkan diamalkan oleh para ulama salaf dan khalaf, kini al-Albani menganggapnya bid’ah dan berdampak negatif bagi umat. Secara tidak langsung, al-Albani berarti telah menghujat seluruh ahli hadits sejak generasi salaf yang meriwayatkan hadits-hadits dha’if dalam kitab-kitab mereka sebagai memberi contoh yang negatif bagi umat. Wallahu a’lam. (Oleh: Idrus Ramli*)

*KH. Idrus Ramli, alumnus Ponpes. Sidogiri

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

70 thoughts on “Al-Albani sang Penghujat Seluruh Ahli Hadits Sejak Generasi Salaf”

  1. Ada 2 macam orang muslim dalam bersemangat dalam agama mulia ini :
    1. Mereka yang hanya mengambil jalan murni dengan merujuk hadits shahih semata sebagai pegangan hidup setelah Al Qur’an.Dan mengganggap hadits dhoif tak layak dipegang kecuali ada yang menguatkan dari hadits-hadits shahih.

    2. Mereka yang merasa tidak cukup dengan hadits shahih, sehingga memerlukan hadits dhoif sebagai penyemangat amal ibadah hatta hadits dhoif tersebut tanpa didukung sedikitpun dari hadits – hadits lain yang hasan atau shahih.

    Kalau dilihat dengan mata hati yang jernih, dengan maksud mencari keselamatan yang murni, tentu hadits shahih merupakan jaminan pasti bahwa amaliyah itu benar dari nabi SAW dan benar dilakukan pula oleh para shahabatnya.
    Adapun hadits dhoif, ini samar dan meragukan tentang sanad maupun matannya,kecuali memang ada hadits sejenis yang berkelas shahih yang menguatkan. Rasulullah memerintahkan kita agar meninggalkan yang samar(dhoif) dan mengambil yang yakin(shahih).
    Lalu, siapa yang benar dan siapa yang salah ?
    Dan siapa yang mengambil jalan selamat dan siapa yang mengambil jalan samar-samar?

    Dalam mengambil kebenaran, jangan kita lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihatlah dulu apa yang disampaikan, ada manusia yang menyampaikan sebuah kebenaran, namun kita membantahnya hanya karena dia tokoh si anu dan kelompok si anu. Demi Allah, jika kita selalu begini, insyaAllah kita tidak mungkin masuk surga, karena selama hidup kita “minimal” sudah tertanam rasa benci kepada sesama muslim yang telah menyesak didada kita, kita menjadi sombong, lalu apa yang kita dapat dari upaya kita selama ini ??

    1. dhoif = lemah ( tapi bukan palsu ) tapi jangan melihat lemahnya lihat yang disampaikan……kalau kebenaran jangan membantahnya …..masuk surga dan tidak hak prerogatif Alloh ….. amalmu bukan tiket masuk surga hanya RAHMAT Alloh yang bisa ………tanya dalilnya ???????? @ admin …MANA Dalilnya ????? he…he….he….

  2. Dalam mengambil kebenaran apalagi masalah agama (hadits) tentunya kita harus mengikuti ahlinya dalam agama(Hsdits) yaitu para imam/muhadits yang sudah diakui keilmuanya dalam agama.

    karena darimana kita mengetahui kebenaran yang disampaikan seseorang,apalagi yang bukan ahlinya (muhadits), bila kita sendiri tidak mengetahui / ahli dalam masalah agama(Hadits).

    1. @ abdurrahman:

      Saya setuju dengan Abdurrahman,yang jelas Syaikh Albani itu bukan muhaddits apalagi Imam Muhaddits, jauh…. masih banyak salahnya, masih banyak aib-aibnya, tidak punya sanad ilmu hadits karena dia seorang otodidak (belajar hadits di perpustakaan), tidak hafal hadits, kecuali beberapa saja.

      Bagaimana para pengikut dan penyanjungnya tanpa malu-malu mempromosikannya sebagai Muhaddits? Siapa yang salah jika kemudian banyak pihak yang mencoba menunjukkan borok-borok Albani? Semuanya tentu untuk menyelamatkan Ummat Islam dari kesalahan/kekhilafan Albani, agar Ummat Islam tidak semakin jauh terjerumus akibat Guluw yang kelewatan kepada Albani.

      1. Syaikh Al Albani tidak hafal hadits kecuali beberapa saja?

        kalo gitu coba antum hitung jumlah hadits dalam kitab2 Syaikh Al Albani! kalo ini memberatkan, coba hitung jumlah hadits dalam salah satu kitabnya saja.

          1. berarti apa yang antum katakan pada Al Albani, berlaku juga untuk ulama “aswaja” yang antum akui. kalo begitu boleh kita katakan bahwa pada masa saat ini tidak ada satupun manusia yang hafal hadits kecuali hanya beberapa saja.

          2. wkwkwk,
            nggak usah jauh2 dulu buat perbandingan…,
            nah ente kan sering nulis banyak2 ayat2 sama hadist,ape memang ente hafal ntuh yg ente tulis semua,..jujur aja..
            wkwwk..

        1. Jangan menunukkan kebodohan anda , coba cermati komentar diatas dengan jernih dan tanpa kebencian. Insya Alloh anda temukan kebenaran……

  3. ada yang tahu dan punya bukti bahwa syaikh al albani seperti yang dikatakan akh abdul jabbar di atas?
    “tidak punya sanad ilmu hadits karena dia seorang otodidak (belajar hadits di perpustakaan), tidak hafal hadits, kecuali beberapa saja.”

  4. kalo gua mending milih Mr.Albani, tu Mr bagus udah misahin mana hadist yang tepat dan mana hadist yang meragukan, sehingga mudah dilaksnakan, nah nie hadist dari mr.albani yang udah pasti benar dilaksanain aja dulu, buat apa ngerjain yang meragukan kalo yang pati aja ada, kalo yang hadist meragukan hasil dari ulama hebat dan ahli hadist gimana???..emang ulama hebat ngasih duit ke gua, kagak kan, dan emang alloh ngasih pahala karna kita menjalankan hadist meragukan…tak ada yang menjamin….so buat apa ngerjakan yang meragukan kalo yang pasti ada, kecuali loee bisa dapat duit dari itu..

  5. alhamdulillah atas berkat rahmat allah,kami siap bantu saudara yg mengalami problem hidup,antara lain
    1)penyakit yg belum lama sembuh karena ulah orang yg tak tanggung jwb
    2)memisahkan pil atau wil
    3)pesugihan putih(kusus bg yg punya hutang banyak)
    dan masalah gaib yg lain
    silahkan hub
    gusaulia@yahoo.co.id

  6. albani neh, kaya orang baduwi yang pengen tenar ta ga punya apa yang harus di tonjolin, akhirnya orang baduwi itu ngencingin sumur zamzam, eh bener juga dia jadi terkenal !, iblis yang jahat aja tenar ya ?

  7. Syahid bloon…(gak pake Ahmad, karena nama rasul dan loe jauh dari tuntunan Rasul)..

    Kalo Albani itu bloon, dia gak akan di pake sama Ulama lain sebagai Referensi..
    Albani lebih tinggi, bahkan jauh-jauh lebih tinggi dari loe yang bloonnya gak ketulungan..
    Ngaca loe dulu, jangan-jangan loe gak pande baca al qur’an dah ngomong saudele dewe,,,

    1. he he he ronggolawe mo ikutan Badui yang ngencingin sumur zam-zam, monggo silahkan tapi awas kerisnya taro dulu entarnya Musyrik he he he

    2. @ Ronggolawe anda sangat suka ya kata2 bloon …..he…he….terus mbangga2 in mbaca Al Quran…….emang dah sampai mana anda tau tuh Al Quran ….???? nih tak kasih tau ya ….sahabat2 rosululloh dulu kurang apa coba , padahal langsung ketemu rosululloh tapi kemampuan dalam memahami ilmu Alloh itu berbeda beda …namun kalau ada yang kurang memahami tau diri tanya sahabat yang lain, nah teladan inilah yang patut kita contoh …..maaf anda belajar lagilah tapi cari guru yang BENER……JANGAN BLOON2 NIN lagiya ….

  8. @ ronggolawe
    al bani sama imam bukhori pinter siapa hayo…..
    amanah siapa hayo….
    imam bukhori punya sanad hadist al bani punya apa ngga’ hayo…

    setahu saya sejarah mencatat,ronggolawe itukan agamanya hindu…???

    1. langit ke tujuh lebih tinggi dari langit pertama, tapi langit pertama bukan berarti rendah. jelas lebih tinggi kedudukan Muhammad bin Ismail Al Bukhori daripada Muhammad bin Nuh Al Albani, tapi bukan berari Al Albani rendah.

      1. rendah dlm artian apa neh..?ke ilmuan?

        ibnu..jauh lah kedudukan sang imam bukhari di bandingkan dgn al-banni,semua sdh tahu itu…

        imam bukhari dekat masa nya dgn rasul,dan beliau seorang ulama yg juga muhaddist,tingkatannya di atas al-hakim,..sedangkan albanni bukanlah seorang muhaddist,yg tingkatannya juga jauh dr tingkatan terendah dr seorang ulama muhaddist,..(bukan berarti merendahkan al-banni)

      2. Ibnu Abi Irfan@

        Siapa yg bilang begitu Fan? Orang-orang Salafy Wahabi ya? Syaikh kebanggaan Salafy Wahabi itu memang rendah lho, kamu sendiri sebenarnya lebih tinggi daripada Syaikhmu itu. Apa sebab, karena kamu sepertinya belum penya kesalahan di bidang hadits, sementara Al-albani membuat kesalah 7000 lebih kesalahan di bidang hadits Nabi Saw. Jadi kamu lebih tinggi darapada dia, suwer deh…?

        1. coba antum lampirkan 7000 kesalahan Al ALbani itu disini!

          “tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar”(QS Al Baqoroh (2):111)

  9. saya tidak akan mengikuti kalian yang bertengkar berebut paisan kosong karena kalian tidak memakai akal yang sehat sebaiknya kita tinggalkan hal ahal yang ragu itu jangan samapai terbawa mati sehingga dihisab nanti, bukankah kita selalu berdo’a agar dimudahkan diyaumal hisab? yang kalian pertentangkan itu semuanya berada diperkara sunat saja tahuakh kalian hukum sunat itu kalu tidak tahu lebih baik ngaji algi supaya pikiran kalian menjadi sehat insya Allah.

  10. kalau kita ragu terhadap qunut subuh bukan harus pisah mesjid tapi kita tidak ikut imam qunutnya dan sholatnya pasti syah kita tidak akan dihisab gara gara tidak ikut qunut hukum sunat itu dikerjakan dapt pahala ditinggal tidak apa apa artinya tidak akan ditanya ( apa yang ditanyain wong digawean juga tidak ?)

  11. kata zainudin MZ, kiyai sejuta ummat persoalan hilafiah itu tidak akan selesai sampai kiyamat nauzubilah kita ikuti yang benernya saja yang hilafnya jangan diikuti mereka yang hilaf itu tidak maksum.

  12. wahabi/salafi (al-albani) hanya menggunakan hadist-hadist shahih seolah hebat , padahal pendapat seperti ini adalah khorqun lil Ijma` (keluar dari ijma` ahlul hadist )parah bener faham yang disebarkan wahabi/ salafi ini, berani menentang ijma`,tidak tahukah mereka hukum menentang ijma` ?

  13. Beberapa hari ini saya menekuni blog ini isinya 90% membongkar kejahatan WAHABI kepada ajaran Islam. Mudah2an benar apa2 yg dimuat disini. Terus terang kesadaran saya jadi tergugah, dari kecil saya hidup dalam arus paham WAHABI dan hanyut di dalamnya. Tpi setelah menemukan blog ini saya merasa menemukan kebenaran, terimakasih semuanya.

    Admin, arahan antum dlm setiap postingan sangat berguna dlm mengarahkan pembaca seperti saya tergugah dlm menyadari setiap tema yang dibicarakan. Syukron atas semuanya, jazakallahu khoiron, amin….

    Tetap semangat menyuarakan kebenaran, semga tabah mengahadapi fitnah dari orang-orang yg tdk senang dg blog ini.

    1. ukhtuna Ummu Aiman, semoga Alloh merahmati anti..

      jika blog ini berisi tuduhan yang benar, seharusnya ada bukti yang menyertainya.
      kalian mengatakan Al Albani mempunyai 7000 kesalahan, namun tidak bisa menunjukkan kesalahan tersebut. bahkan tidak 1 pun.
      kalian mengatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab mengkafirkan seluruh umat islam kecuali pengikutnya. mana buktinya?
      kalian mengatakan bahwa kami anti ziarah kubur dan anti sholawatan, padahal yang kami haramkan adalah hal2 yang disusupkan ke dalam ziarah kubur dan sholawatan yang menyelisihi sunnah.
      kalian mengatakan bahwa syaikh kami bukan muhaddits, padahal kamilah yang paling menjaga hadits2 nabawiyah dan anti sama hadits lemah, palsu dan tanpa sanad, dan justru kalianlah yang doyan dengan hadits lemah, palsu dan tanpa sanad.

      1. al-hamdulillah pucuk dicinta ulam pun tiba, mas mamo kemana aja ? kok baru nongol ? mas wong , mas arumi dan all temen aswaja lagi pada kemana neh mas soalnya Ibnu Irfan muncul ganti warna saya jadi inget bunglon , dia nyamar mau mempengaruhi Ummu aiman yang sudah tercerahkan atas keinginan hatinya yang Allah kabulkan , eh mau diracuni ibnu Irfan dgn nuduh jika informasi di blog ini bla bla , soal sumpah itu awalnya tantangan dari Ibnu irfan sendiri mas, ya saya jabanin pen tau orang yang ngaku paling jaga hadist tuh bener enggak Paling….

        ok mas mamo kita tunggu Ibnu Irfan apakah dia seorang yang Paliiiing atau justru Paliiing atau malah paling-paling he he he
        kita tunggu mas yah….?

    2. ibnu irfan , ganti warna ya ? jadi samar kirain ga komen lagi , oh ya saya jadi inget ibnu irfan nuduh saya berdusta tanpa klarifikasi terlebih dahulu , katanya yang paling jagain hadist2 nabawiyah , kok nuduh tanpa tabayun dulu , sampe bawa-bawa hadist ” teruslah berdusta hingga kau dicap pendusta ” saya inget kata orang tua kalo orang udah ngaku saya paling , kami paling he he he paling palsu kali ya ?

      ibnu irfan mendingan nt Introspeksi diri dulu aja deh , sebab ente juga nuduh orang tanpa bukti , terus nt berani enggak sumpah kalo tuduhan ke albani dan m. abdul wahhab itu dusta ? ya sebagai orang yang paling menjaga sunnah mestinya ente berani dong, kan al-bayyinatu a`lal muda`i, wal yaminu a`la man ankar , bukti-bukti sudah banyak cuma nt aja yang nutup telinga nutup mata iya kan , tinggal yang mengingkari bukti-bukti melakukan Sumpah , silahkan ditunggu sumpahnya kalo bener-bener ngaku Paling menjaga Hadist-hadist nabawiyah…..

      oh ya nt rupanya lebih hebat dari Imam Ahmad bin Hanbal yah , soalnya imam Ahmad engga anti Hadist dhaif seperti nt , Imam-imam ahli hadist yang lain pun ga ada tuh yang anti Hadist dhaif, cuma al-bani sama nt doang yang anti sama Hadist dhaif , bairpun dhaif hadist Rosul juga kan ? ok ditunggu sumpahnya ….

  14. Al-hamdulillah saya salut dan bengga untuk Ummu aiman , yang telah berani mengungkapkan kesadaran hatinya di blog ini , mas mamo, mas arumi n all aswaja ternyata diskusi di blog ini ada manfaatnya ,abu fadlan neh bukti manfaat dan faidah diskusi ini, ummu aiman sudah tersadarkan ,kembali kepada Aswaja sesungguhnya saya ucapkan selamat untuk ummu aiman, abu fadlan kapan anda menyusul ?

  15. penentang syaikh albania umumnya adalah ahli bid’ah. ahli bid’ah itu lebih berbahaya dari pelaku maksiat karena umumnya pelaku maksiat sadar kalau dia berbuat dosa dan sebaliknya ahli bid’ah merasa mereka benar. demi allah bidah itu menghalangi hidayah allah. indonesia terpuruk begini karena diisi oleh manusia bahlul yg melakukan amal tanpa ilmu dan bodoh. taklid buta sama kiai dan dekat kpd musyrik. ciri cirinya mirip pengikut gusdur dan kiai nu.

  16. Padahal yg ahli bid’ah adalah kaum Wahabi tapi nggak pada sadar. Bener kata ente, ahli bid’ah itu lebih berbahaya dari pelaku maksiat karena umumnya pelaku maksiat sadar kalau dia berbuat dosa dan sebaliknya ahli bid’ah merasa mereka benar. Contohnya adalah kaum Wahabi itu sendiri, bukan kaum yg lain…..

  17. mas munib ini lanjutan kata-kata idrus diatas ,

    sedikit saya rubah ” indonesia terpuruk begini karena diisi oleh manusia bahlul seperti idrus yg melakukan amal tanpa ilmu dan bodoh. taklid buta sama kiai dan dekat kpd musyrik. ciri cirinya mirip pengikut Wahabi dan ustadz-ustadz Wahabi.

  18. jdi yg mengaku salafi tu orang2 wahabi toh..dan kalu ndak salah..wahabi kan sama dengan khwarij..yg suka mengkafirkan orng muslem…baru tau nch..pntesan aja dlam berdakwah orng2 salafi bkan mengislamkan orng yg kafir…eh malah mengkafirkan orng ya islam..

    1. wah , anda agak terlambat untuk tahu ya. tapi gak pa pa dech lebih baik tahu daripada tidak sadar telah tertipu mentah mentah.. Syukur pada Mu , Ya Robb.

  19. rupanya artikel ini ( al-albani sang penghujat seluruh Ahli Hadist dst ) ada yang membantah sayang bantahannya lemah dan minim Rujukan , satu-satunya sandaran adalah pendapat Syeikh Yusuf Qordlowi , itupun tidak mengena pada Inti persoalan bantahan itu hanya bentuk pemaksaan pembenaran atas kesalahan albani.

  20. Assalamualaikum,
    Dari bacaan blog diatas saya jadi bingung… mana yang harus saya ikutin…
    Tapi sebenarnya kita sebagai umat islam jgn membuat hal ini menjadi perpecahan…
    Saya sudah banyak membaca buku Muhammad Nasyirudin Al Albani…
    Karena sekarang banyak sekali muslim yg mulai mengikutinya… sehingga saya pun penasaran…
    Dan Saya tidak setuju kalau kita merendahkan AL albani dikarenakan beliau seorang tukang jam… krn itu juga bukan jaminan juga. karena menurut saya kalo itu memang kebenaran maka tak perlu memandang dari mana asalnya.
    Cuman yang jadi pertanyaan saya… Muhammad Nasyirudin AL Albani membuat buku (ex.Sifat sholat Nabi), yg sekarang sangat terkenal. Yang membuat saya takjub ialah kenapa tak ada satu bukupun yang menentang atau sanggahan2 kepada Muhammad Nasyirudin Al Albani dengan metode yg diterima umat muslim. Al albani berani terang2an mengatakan bid,ah, trus mana BANTAHANNYA? Sehingga Seolah olah buku tersebut benar, krn tidak ada buku yg menandinginya( kitab WAHID???). Saya Sendiripun juga bingung…
    Karena semua alasan beliau(Al Albani) juga masuk akal…
    Bagaimana jika ulama2 terdahulu mmg salah?
    Tapi intinya jgn terpecah2 umat islam, kalo perlu dirangkul dan dikaji bersama…
    Wassalamualaikum…

    1. wa alaikum salam wr.wb

      minor , perpecahan itu justru timbul dari sekte wahabi dan al-bani sebagai salah satu ulama Wahabi banyak membawa fatwa kontroversial diantara fatwa edan nya al-bani mengatakan : setiap orang yang tetap tinggal di palestina adalah kafir
      jadi yang memecah belah Ummat Islam adalah sekte wahabi, adapun bantahan terhadap buku sifat sholat Nabi karya al-bani sebenarnya sudah ada tinggal anda beli , adapun alasan al-bani yang menurut nt masuk akal tentu bukan jaminan kebenaran , sebab banyak faham sesat lainnya yang menurut pengikutnya sangat masuk akal , tapi intinya perpecahan itu semakin menjadi-jadi setelah kemunculan sekte Wahabiyah.

      wassalamualaikum wr.wb.

    2. Minor@

      Minor, jika antum benar-benar serius ingin mencari BANTAHAN kpd Syekh Albani tentang bukunya “sifat shalat Nabi”, coba antum klik link berikut ini:

      Di link di atas itu ada link download tentang shalat yg benar, yg bukan menurut Syekh Albani. Semoga bermanfaat untuk untuk antum dan semua pengunjung.

    3. Coba anda cari , di blog toko buku Barokah. Insya Alloh ada buku yang membantah dengan dalil yang lebih shohih dari ulama ahlussunah keturunan Nabi Muhammad SAW ( yang penting bukan dari Syi’ah ). Syukron.

  21. Assalamualaikum
    Kalau ane sih, gampang-gampang aja, cari pengarang bukunya yang punya sanad gurunya sampai ke Rasulullah saw, kalau gak ada gurunya siapa – ane gak beli sekarang. Ane nyesel beli buku yang ditasqikh sama Albani, akhirnye 5 buku ane potong dua, pas tau dari Salafitobat.wordpress.com, bahwa Albani gak punya sanad gurunya – Jangan belajar dari buku nanti gurunye Setan – itu pesen kakek ane.
    Wassalam

  22. Ping-balik: Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia « UMMATI PRESS
  23. RENUNGAN BUAT SAUDARA-SAUDARAKU

    Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(AN-NISA 59)

    “Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah kecuali hanyalah orang-orang yang kafir. Maka janganlah kamu tertipu dengan tingkah laku mereka di dalam negeri.” (QS Ghafir: 4)

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawaban.” (QS Al Isra: 36)

    “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.” (QS Al Mujâdilah: 20)

    “Dan dia muhammad tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya muhammad .” (Qs. Al-Najm :3-4)

    ? ?????? ????????? ??????? ??????? ????????? ?????? ????????????? ??????? ???????????? ???? ??????? ????????? ?????? ??????? ????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ???? ????? ???????????? ??????? ???? ??????? ????? ???????????? ??????? ???????????? ???? ???? ??????? ???????????? ???????? (???? ???????)

    “Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jama’ah (mayoritas umat Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad Saw. yang secara nyata terjadi, maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah atas jama’ah. Sesungguhnya syetan berlari bersama orang yang memisahkan diri dari jama’ah” (HR. An-Nasa’i).

    ????? ???????? ??? ?????????? ????? ????????? ??????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????????? ???????????

    “Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) atas kesesatan. Maka apabila kalian mendapati perbedaan pendapat, hendaklah kalian mengikuti kelompok (ulama) yang terbesar (terbanyak)” (HR. Anas bin Malik & Ibnu Majah).

    bahwa Madzhab yang paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni SyafI’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (keempatnya Ahlussunnah Wal Jamaah).

    ??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: ??????? ??????? ??????.
    “Ikutlah kalian kepada Assawadul ’Adham (Golongan terbanyak)”

    Karena fakta membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni SyafI’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jamaah) tersebut merupakan Madzhab yang paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dham dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut, berarti telah keluar dari Assawadul A’dham ”.

    ??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: ??????? ??????? ??????.
    “Ikutlah kalian kepada Assawadul ’Adham (Golongan terbanyak)”

    ittiba’u…. adalah fi’il amar, amar lil maujub yaitu perintah yg wajib…..

    biar gak sesat… ikutlah yg terbanyak.itulah perintah wajib dari nabi kita Muhammad SAW…. apakah kita mau mendengarkan apa perintah dari nabi kita Muhammad SAW????? pikirkan dan renungkanlah saudara-saudaraku…..

    SEMOGA BERMANFAAT…….

  24. Hanya sebuah Curahan :

    Saya merasa orang2 yg berbicara disini memiliki pengetahuan ilmu hadits yg bagus. Jika semua merasa yakin dan berada dijalan kebenaran dengan pemahamannya, maka jalanilah apa yg diyakini. Tak perlu taklid pada seseorang, karena belum tentu semua yg dikataknnya benar dan sebaliknya tak perlu pula menghujat seseorang, karena belum tentu semua ucapannya salah.

    Bila ada perbedaan kembalilah dan berpegang teguhlah pada Al-Qur’an dan Sunah. Berbantah-bantahan dan saling menyalahkan tiada gunanya. Para sahabat pun lebih mengutamakan persatuan umat bagi agama mulia ini, daripada memaksakan kehendak dan keyakinannya. Jika kita terus saling berbantah-bantahan dan memupuk perbedaan, sampai kapan Islam akan terus terpuruk dan jadi bahan tertawaan mereka yg di luar.

    Tak ada orang yg benar2 berniat hendak memahami dan mendalami Islam berharapan untuk tersesat. Belajarlah dan terus mencari dari mereka yang lebih memahami, tanpa perlu taklid bila cocok dan menghujat bila tak cocok.

    Jadikanlah semua permasalahan sebagai lahan Diskusi dan mencari Pencerahan, bukan dijadikan bahan saling menyalahkan atau menyakiti sesama saudara karena kita adalah satu tubuh yg tak halal untuk saling menyakiti. Sangatlah dirindukan, kita bersama bisa merapatkan barisan kembali, menjunjung tinggi kemuliaan dan kejayaan Islam seperti masa-masa Keemasannya.

  25. Saya amat sepdnapat dg mas my soul. Kalau hanya perdebatan kusir kayak gini, kapan ummat kita bisa lebih maju?? Benarlah kata Syekh Syakib Arsalan, Limaadzaa ta-akhkharal muslimun wa taqaddama ghairuhum? (mengapa ummat islam ketinggalan, padahal ummat lain lebioh maju?. dulur2… janganlah buang energi dg cara yang mubadzir memperdebatkan masalah furuiyah yg tdk akan pernah ketemu ujungnya sampai kapanpun. Tengoklah saudara-saudara muslim kita terutama di luar Jawa yg sangat rawan menjadi sasaran dakwah agama lain. Selamatkan aqidah mereka, mari gunakan energi dg cara yang lebih baik….

    1. Muf@

      Tenag Bos, energi yg ane pakai debat di sini cuma sedikit, dan waktu ane lebih banyak bekerja cari nafkah, antum jangan berlebihan lah. Kalau ada Wahabi yg kurang ajar kepa ummat Islam ya mesti dan harus dibela dong kaum muslimin, masa mau dibiarkan aja diacak-acak sama Wahabi?

  26. lebih baik baca biografi secara jernih dan akal sehat dari berbagai sumber agar kita tidak mudah menghukumi orang….tulisan dan ucapan kita akan di minta pertanggung jawaban si akhirat kelak…..INGGATTT….JANGAN TAKLID BUTA……

  27. @ moslem, antum juga harus banyak baca sejarah timbulnya Wahabi, dan antum juga hrs banyak membaca pendapat2 ulama-ulama yg lain dan ustad2 yg lain…dan ingat yg suka membid’ahkan adalah sesunggunya adalah ahli bid’ah,,!!!

  28. PEMBELAAN TERHADAP SYAIKH ALBANI

    Berikut ijazah hadits syaikh Albani:
    1. Syaikh Al-Albani memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah Syaikh Muhammad Raghib at-Tabbagh yang kepadanya beliau mempelajari ilmu hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya. Syaikh Al-Albani menjelaskan tentang ijazah beliau ini pada kitab Mukhtasar al-‘Uluw (hal 72) Adz-Dzahabi dan Tahdzir as-Sajid (hal 63).
    2. Beliau memiliki ijazah tingkat lanjut dari Syaikh Bahjatul Baytar (di mana isnad dari Syaikh terhubung ke Imam Ahmad). Keterangan tersebut ada dalam buku Hayah al-Albani (biografi Al-Albani) karangan Muhammad Asy-Syaibani.
    Ijazah serupa juga dimiliki murid Syaikh Al-Albani, yaitu Syaikh Ali Hasan Al-Halabi. Jadi, adalah tidak benar jika dikatakan bahwa Syaikh Albani hanya belajar dari buku, tanpa ada wewenang dan tanpa ijazah. Itulah hanya ucapan yang sama sekali tidak berdasar.

    Perjalanan syaikh Albani:
    1. Syaikhnya yang pertama adalah ayahnya, Al-Hajj Nuh An-Najjati, yang telah menyelesaikan belajar Syari’ah di Istanbul dan kembali ke Albania sebagai seorang ulama Hanafiyah. Di bawah bimbingan ayahnya, Syaikh Al-Albany belajar Quran, tajwid dan bahasa Arab, dan juga fiqh Hanafiyah.
    2. Beliau belajar fiqh hanafiyah lebih lanjut dan bahasa Arab dari Syaikh Sa’id al-Burhan.
    3. Beliau mengikuti pelajaran dari Imam Abdul Fattah dan Syaikh Taufiq Al-Barzah
    4. Syaikh Al-Albany bertemu dengan ulama hadits zaman ini, Syaikh Ahmad Syakir, dan beliau ikut berpartisipasi dalam diskusi dan penelitian mengenai hadits.
    5. Beliau bertemu dengan ulama hadits India, Syaikh Abdus Shamad Syarafuddin, yang telah menjelaskan hadits dari jilid pertama kitab Sunan al-Kubra karya An-Nasai, seperti halnya karya Al-Mizzi yang monumental, Tuhfat al-Asyraf, yang selanjutnya mereka berdua saling berkirim surat tentang ilmu. Dalam salah satu surat, Syaikh Abdus Shamad menunjukkan keyakinan beliau bahwa Syaikh Al-Albany adalah ulama hadits terbesar saat ini.
    6. Syaikh selalu mengunjungi perpustakaan Dhahiriyyah (perpustakaan yang lengkap dan langka di dunia) di Damaskus, sehingga kemudian beliau diberi kunci perpustakaan, karena beliau sering berada di sana dan belajar dalam waktu yang lama. Suatu hari, selembar kertas hilang dari manuskrip yang digunakan Syaikh Al-Albany. Kejadian ini menjadikan beliau mencurahkan seluruh perhatiannya untuk membuat katalog seluruh manuskrip hadits di perpustakaan agar folio yang hilang tersebut bisa ditemukan. Karenanya, beliau mendapatkan banyak ilmu dari 1000 manuskrip hadits, sesuatu yang telah dibuktikan beberapa tahun kemudian oleh Dr. Muhammad Mustafa A’dhami pada pendahuluan “Studi Literatur Hadits Awal”, dimana beliau mengatakan, “Saya mengucapkan terimakasih kepada Syaikh Nashiruddin Al-Albany, yang telah menempatkan keluasan ilmunya pada manuskrip-manuskrip langka dalam tugas akhir saya”.
    7. Beliau senantiasa berkorespondensi dengan banyak ulama, terutama yang berasal dari India dan Pakistan, mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan hadits dan agama pada umumnya, termasuk dengan Syaikh Muhammad Zamzami dari Maroko dan ‘Ubaidullah Rahman, pengarang Mirqah al-Mafatih Syarh Musykilah al-Mashabih.
    8. Keahliannya dalam bidang hadits diakui oleh banyak ulama yang berkompeten, baik masa lalu maupun sekarang, termasuk Dr. Amin Al-Mishri, kepala Studi Islam di Universitas Madinah yang juga termasuk salah satu murid Syaikh Al-Albany, juga Dr. Syubhi Ash-Shalah, mantan kepala bidang Ilmu Hadits di Universitas Damaskus, Dr. Ahmad Al-Asal, kepala Studi Islam di Universitas Riyadh, ulama hadits Pakistan sekarang, ‘Allamah Badi’uddien Syah As-Sindi; Syaikh Muhammad Thayyib Awkij, mantan kepala Ilmu Tasfir dan Hadits dari Universitas Ankara di Turki; belum lagi pengakuan dari Syaikh Ibnu Baaz, Ibnul ‘Utsaimin, Muqbil bin Hadi, dan banyak lagi yang lain pada masa berikutnya.
    9.Setelah sejumlah hasil karyanya dicetak, selama tiga tahun Syaikh terpilih untuk mengajar hadits di Universitas Islam Madinah, sejak tahun 1381 H sampai 1383 H, dimana beliau juga bertugas sebagai anggota dewan pengurus universitas (setelah itu beliau kembali ke tempat studi pertamanya dan mengkhidmatkan dirinya pada perpustakaan Adh-Dhahiriyyah). Kecintaan beliau pada Universitas Madinah dibuktikan dengan mewariskan seluruh koleksi perpustakaan pribadinya ke Universitas.
    10.Beliau mengajar dua kali sepekan di Damaskus, yang dihadiri oleh banyak mahasiswa dan dosen universitas.
    11.Setelah menganalisa hadits-hadits pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah, seorang ulama hadits India, Muhammad Musthofa A’dhami (kepala Ilmu Hadits di Makkah) (GURU PROF. DR. ALI MUSTHOFA YAQUB), memilih Syaikh Al-Albany untuk memeriksa dan mengoreksi kembali analisanya, dan pekerjaan tersebut telah diterbitkan empat jilid, lengkap dengan ta’liq (catatan, red) dari keduanya. Beliau berterima kasih dan mensifati Albani sebagai “Syaikh yang mulia, ahli hadits besar”. bahkan katanya: “Bila Syaikh Albani berbeda hukum denganku dalam masalah shohih dan lemahnya hadits, maka saya menetapkan pendapatnya, karena saya lebih percaya kepadanya, baik dari segi ilmu dan agama”. (Muqoddimah Shohih Ibnu Khuzaiman 1/6, 32 oleh Dr. Mustofa A’zhomi).

    Wafatnya Syaikh Albani:
    Abdul Lathif (putra beliau) menceritakan kondisi ayahnya sehari sebelum wafat, ia berkata: ”Hingga kemarin dalam kondisi sakitnya yang semakin parah ayah masih sempat berkata: Berikan Kitab Shahih Sunan Abi Dawud!”

    Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Ciri-ciri ahli bid’ah yaitu suka mengolok-olok ahlu atsar (ahli hadits), dan termasuk ciri-ciri orang zindiq (munafiq) yaitu suka menggelari ahli atsar sebagai penghafal catatan kaki, yang mereka inginkan adalah membatalkan atsar sebagai sumber hukum.” (Aqidah Ahlus Sunnah oleh Abu Utsman Isma’il Ash-Shabuni, Baihaqi berkata tentang Abu Utsman: “Beliau adalah syaikhul Islam sejati dan imam kaum muslimin sebenar-benarnya”, 373-449 H)
    Abu ‘Utsman Ismail Ashabuni berkata: “Saya melihat bahwa ahli bid’ah yang menggelari ahlus sunnah [namun dengan karunia dari Allah, tuduhan tersebut tidaklah benar dan tidak pantas disandarkan kepada ahlus sunnah] mereka (ahli bid’ah) mengikuti jalannya musyrikin [semoga Allah melaknat mereka] yang menggelari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan gelar-gelar yang tidak pantas. Di antaranya ada yang menggelari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, dukun, ahli sya’ir, orang gila, orang kesurupan, pembohong, tukang nyleneh dan lain sebagainya. (Aqidah Ahlus Sunnah oleh Abu Utsman Isma’il Ash-Shabuni)

  29. Susanto@

    Oke, saya sdangat setuju dengan COPAS artikel anda tentang Ahli Bid’ah. Dan Albani adalah salah satu poros dan dedengkot ahli bid’ah zaman ini. Karena Albani adalah sosok yg suka mengolok-olok dan menghujat Seluruh Ahli Hadits dan Atsar sejak generasi Salaf. Baca artikel postingan di atas agar paham.

  30. susah tok @…….kalau copas dipelajari juga ya ……..jadi kalau ada sanggahan nt bisa jawab ……….Al al Bani bukan muhadist ….

  31. albani itu cuma tkg servis jam ,lalu dia cuma baca2 buku di pustaka lalu di angkat ama ulama2 wahabi lain na jd muhadist,itu maka na wahabi salah dl pemahaman agama na

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker