Berita Fakta

Akidah Asy’ariyyah dalam Analisa Kritis: Cara Menemukan Golongan Selamat

Akidah Asy’ariyyah Itu Golongan Selamat Bukan Golongan Sesat

Akhir-akhir ini kaum Wahabi (Penganut Wahabisme) semakin gencar mempromosikan akidah Wahabi kepada Ummat Islam. Khususnya di Indonesia, mereka tidak tanggung-tanggung dan tanpa malu-malu lagi dalam berpromosi akidah Wahabi, sampai-sampai mereka terang-terangan menganggap sesat Akidah Asy’ariyyah. Padahal akidah Asy’ariyyah (juga Maturidiyyah) adalah akidah yang jelas-jelas merupakan representasi akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Akidah Asy’ariyyah adalah akidah yang diikuti oleh para Ulama Mu’tabar semisal Imam Ibnu Hajar Asqolani, Imam An-Nawawi, Imam Tajuddin as-Subki, dan para Ulama Mu’tabar lainnnya.

Oleh karena itu agar tidak menjadi korban penipuan akidah, sekali-kali jangan terkecoh oleh promosi Wahabi yang mengatakan akidah Asy’ariyyah sesat. Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar tidak tertipu oleh Promosi Wahabi yang penuh Tipu Daya? Salah satu caranya adalah dengan “MENCARI DAN MENEMUKAN GOLONGAN SELAMAT LEWAT ANALISA KRITIS AKIDAH ASY’ARIYYAH”. Yuk, mari kita bersama-sama ikut mencari dan menemukannya agar kita termasuk dalam GOLONGAN SELAMAT….

DI ANTARA BUKTI KEBENARAN AQIDAH ASY’ARIYYAH

Awas, Tersesat di Kitab Ibanah Palsu

Banyak sekali bukti-bukti tekstual, baik dari al-Qur’an maupun dari hadits, memberikan isyarat akan kebenaran akidah Asy’ariyyah sebagai akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Oleh karena sangat banyak, maka kita tidak hendak mengutip semuanya, namun paling tidak beberapa yang akan kita sebutkan di bawah ini adalah sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang memegang teguh akidah Asy’ariyyah bahwa mereka berada di dalam kebenaran.

Dalam al-Qur’an Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ (المائدة: 54)

“Wahai sekalian orang beriman barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka ALLAH AKAN MENDATANGKAN SUATU KAUM YANG DIA CINTAI DAN KAUM TERSEBUT MENCINTAI ALLAH, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin DAN SANGAT KUAT -DITAKUTI- OLEH ORANG-ORANG KAFIR. Mereka kaum yang berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci-maki”. QS. al-Ma’idah: 54

BACA :  Haji Kok Sama Dengan Perang, Takut Deh Pak Fahri

Dalam sebuah hadits Shahih diriwayatkan bahwa ketika turun ayat ini, Rasulullah memberitahukan sambil menepuk pundak sahabat Abu Musa al-Asy’ari, (KAKEK buyut imam Abu musa Al Asy’ary) seraya bersabda: “Mereka (KAUM TERSEBUT) adalah kaum orang ini!”.

Dari hadits ini para ulama menyimpulkan bahwa kaum yang dipuji Allah dalam ayat di atas tidak lain adalah kaum Asy’ariyyah. Karena sahabat Abu Musa al-Asy’ari adalah moyang dari al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari.
Dalam penafsiran firman Allah di atas: (Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah) QS. Al-Ma’idah: 54, al-Imam Mujahid, murid sahabat ‘Abdullah ibn ‘Abbas, berkata: “MEREKA ADALAH KAUM DARI NEGERI SABA’ (YAMAN)”. Kemudian al-Hafizh Ibn ‘Asakir dalam Tabyin Kadzib al-Muftari menambahkan: “Dan orang-orang Asy’ariyyah adalah kaum berasal dari NEGERI SABA’” (Tabyin Kadzib al-Muftari Fi Ma Nusiba Ila al-Imam Abi al-Hasan al-Asy’ari, h. 51).

Penafsiran ayat di atas bahwa kaum yang dicintai Allah dan mencintai Allah tersebut adalah KAUM ASY’ARIYYAH, telah dinyatakan pula oleh para ulama terkemuka dari para ahli hadits lainnya, selain al-Hafizh Ibn ‘Asakir. Namun, lebih dari cukup bagi kita bahwa hal itu telah dinyatakan oleh al-Imam al-Hafizh Ibn ‘Asakir dalam kitab Tabyin Kadzib al-Muftari. Beliau adalah seorang ahli hadits terkemuka (Afdlal al-Muhaditsin) di seluruh daratan Syam (sekarang Siria, Palestina, Lebanon, Yordania) pada masanya.

banner gif 160 600 b - Akidah Asy'ariyyah dalam Analisa Kritis: Cara Menemukan Golongan Selamat

Al-Imam Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah menuliskan:
“Ibn ‘Asakir adalah termasuk orang-orang pilihan dari umat ini, baik dalam ilmunya, agamanya, maupun dalam hafalannya. Setelah al-Imam ad-Daraquthni tidak ada lagi orang yang sangat kuat dalam hafalan selain Ibn ‘Asakir. Semua orang sepakat akan hal ini, baik mereka yang sejalan dengan Ibn ‘Asakir sendiri, atau mereka yang memusuhinya” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah, j. 3, h. 364).

BACA :  Aqidatul Awam, Kitab Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah

Lebih dari pada itu, al-Hafizh Ibn ‘Asakir sendiri dalam kitab Tabyin tersebut telah mengutip pernyataan para ulama hadits terkemuka (huffazh al-hadits) sebelumnya yang telah menafsirkan ayat tersebut demikian. Di antaranya adalah seorang ahli hadits terkemuka yang merupakan pimpinan mereka; al-Imam al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi, penulis kitab Sunan al-Baihaqi.

Al-Hafizh Ibn ‘Asakir dalam Tabyin Kadzib al-Muftari menuliskan pernyataan al-Imam al-Baihaqi dengan sanad-nya dari Yahya ibn Fadlillah al-‘Umari, dari Makky ibn ‘Allan, berkata: Telah mengkabarkan kepada kami al-Hafizh Abu al-Qasim ad-Damasyqi, berkata: Telah mengkabarkan kepada kami Syaikh Abu ‘Abdillah Muhammad ibn al-Fadl al-Furawy, berkata: Telah mengkabarkan kepada kami al-Hafizh Abu Bakar Ahmad ibn al-Husain ibn ‘Ali al-Baihaqi, berkata:

“Sesungguhnya sebagian para Imam kaum Asy’ariyyah, –Semoga Allah merahmati mereka–, memberikan pelajaran kepada kami tentang sebuah hadits yang diriwayatkan dari ‘Iyadl al-Asy’ari, bahwa ketika turun firman Allah: (Fa Saufa Ya’tillahu Bi Qaumin Yuhibbuhum Wa Yuhibbunahu…) QS. Al-Ma’idah: 54, Rasulullah berisyarat kepada sahabat Abu Musa al-Asy’ari, seraya berkata: “Mereka adalah kaum orang ini”. Bahwa dalam hadits ini terdapat isyarat akan keutamaan, keagungan dan derajat kemuliaan bagi al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Karena tidak lain beliau adalah berasal dari kaum dan keturunan sahabat Abu Musa al-Asy’ari. Mereka adalah kaum yang diberi karunia ilmu dan pemahaman yang benar. Lebih khusus lagi mereka adalah kaum yang memiliki kekuatan dalam membela sunnah-sunnah Rasulullah dan memerangi berbagai macam bid’ah. Mereka memiliki dalil-dalil yang kuat dalam memerangi bebagai kebatilan dan kesesatan.

Dengan demikian, pujian dalam ayat di atas terhadap kaum Asy’ariyyah bahwa mereka kaum yang dicintai Allah dan mencintai Allah, adalah karena telah terbukti bahwa akidah yang mereka yakini sebagai akidah yang hak, dan bahwa ajaran agama yang mereka bawa sebagai ajaran yang benar, serta terbukti bahwa mereka adalah kaum yang memiliki kayakinan yang sangat kuat. Maka siapapun yang di dalam akidah mengikuti ajaran-ajaran mereka, artinya dalam konsep keyakinan meniadakan keserupaan bagi Allah dengan segala makhluk-Nya, dan dalam metode memegang teguh al-Qur’an dan Sunnah, sesuai dan sejalan dengan faham-faham Asy’ariyyah maka ia berarti termasuk dari golongan mereka” (Tabyin Kadzib al-Mufari, h. 49-50. Tulisan al-Hafizh Ibn ‘Asakir ini dikutip pula oleh Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah, j. 3, h. 362-363).

BACA :  Inilah Ciri-ciri Aliran Sesat, Semuanya Ada di Salafy Wahabi

Al-Imam Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra mengomentari pernyataan al-Imam al-Baihaqi di atas, beliau berkata sebagai berikut:
“Kita katakan; -tanpa kita memastikan bahwa ini maksud Rasulullah-, bahwa ketika Rasulullah menepuk punggung sahabat Abu Musa al-Asy’ari, sebagaimana dalam hadits di atas, seakan beliau sudah mengisyaratkan adanya kabar gembira bahwa kelak akan lahir dari keturunannya yang ke sembilan yaitu al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Sesungguhnya Rasulullah itu dalam setiap ucapannya terdapat berbagai isyarat yang tidak dapat dipahami kecuali oleh orang-orang yang mendapat karunia petunjuk Allah. Dan mereka itu adalah orang yang kuat dalam ilmu (ar-Rasikhun Fi al-‘Ilm) dan memiliki mata hati yang cerah. Firman Allah: (Seorang yang oleh Allah tidak dijadikan petunjuk baginya, maka sama sekali ia tidak akan mendapatkan petunjuk) QS. An-Nur: 40” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah, j. 3, h. 363).

AL HAMDULILLAH, ALLAH TELAH MENGARUNIAKAN IMAN DAN TAUHID YANG SUCI INI KEPADA KITA DENGAN MENGENAL AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DI ATAS JALAN AL-IMAM ABU AL-HASAN AL-ASY’ARI.

 

Source

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

123 thoughts on “Akidah Asy’ariyyah dalam Analisa Kritis: Cara Menemukan Golongan Selamat”

  1. Subhannallah. Allahuma ini auzubika min azabil kubur wa azabil Naar, Wa auzdubika min fitnati masyihid dajal, wa auzdubika min fitnati mahya wal mamati. Amiiiin

  2. tambahan mas Admin,,,

    قال رسول الله صلئ الله عليه وسلم :

    ” لتفتحن القسطنطينية ولنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش “

    Rasulullah telah bersabda yang bermaksud :

    “Bandar Konstantinopel(Istanbul Turki) pasti dikuasai, maka sebaik-baik pemimpin ialah yang berjaya menguasainya dan sebaik-baik tentara ialah tentara tersebut ”.

    ( Riwayat Imam Ahmad didalam musnadnya dan al-Hakim dalam Mustadrak dengan sanad yang sohih.)

    Sejarah telah menyatakan bahwa diantara pemimpin Islam terkenal adalah Sultan Muhammad Al-Fateh yang telah membuka Bandar Konstantinopel selepas dari 800 tahun Hijrah yang merupakan satu kebanggaan yang besar serta agung terhadap umat islam dan Imam Muhammad al-Fateh ini berpegang dengan akidah Ahlussunnah Waljamaah yang mengikut manhaj akidah al-Maturidiyyah serta mengikut mazhab Hanafi.

    Jika akidahnya tidak menepati akidah Rasulullah, maka pasti Rasulullah tidak akan memuji mereka yang berjaya membuka Bandar tersebut.

  3. ngakunya aqidah asy’ariyah,fiqih syafi’iyah,akhlak shufiyah,senengnya nyebut jamaah salafy wahabiyah,kalo dikritik bikin masalah,payaah…

  4. Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illalloh, sangat bersyukur kepada Alloh yang mentaqdirkan kami mengenal, memahami dan mengamalkan ajaranNya lewat guru, kyai, habaib yang sepaham dengan pemahaman salafus sholih, sahabat dan kanjeng rosul Sayyidina Muhammad SAW..itulah Aswaja…Moga kami dan anak kami tetap istiqomah sekaligus menjadi pengaman Aswaja dari ajaran bathil, Shollu ‘alan nabi….

  5. Bismillaah,

    Akhmad Sobikhan,

    Jadi, bila ada guru, kyai, habib, syakh dan lain-lain mengajarkan amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka jangan ambil perkataannya. Bisa jadi mereka tidak sepaham dengan pemahaman Rasulullaah, pemahaman Ahlul Sunnah wal Jamaah.

    Wallaahu a’lam.

    1. mungkin juga bisa Kang Suradi, kalo ada ustadz or guru salafy wahabi yg mengajarkan hal-2 radikal, juga sebaiknya jgn diambil perkatannya, spt di bai’at spt umar patek dll, krn hal ini juga saya yakin tidak sepaham dg pemahaman Rosululloh SAW, maaf sy juga baru tahu ada rekan aswaja yg bilang : ” tidak semua wahabi itu teroris, tapi semua teroris itu wahabi” setelah saya telusuri para teroris itu kan pemahamannya memang wahabi, dari kelompok azharai-M.top sampe al qaeda, mending jihad untuk keluarga yah kang…..

  6. Bismillaah,

    Kang Nasrulloh,

    Saya memegang salah satu prinsip aqidah Ahlul Sunnah wal Jamaah: “Taat kepada Allah, RasuNya dan penguasa yang sah.” yang dalilnya adalah firman Allah: “Athii’ullaahu wa athii’urrasuul wa ulil amri minkum.” Saya menganggap pemerintah SBY adalah penguasa yang sah. Jadi, saya mentaati pemerintah SBY, tidak menentangnya, apalagi meledakkan bom di Indonesia.

    Saya yakin para imam Madzhab menyampaikan prinsip akidah ini.

    Wallaahu a’lam.

  7. Kang Suradi berkata: Saya memegang salah satu prinsip aqidah Ahlul Sunnah wal Jamaah: “Taat kepada Allah, RasuNya dan penguasa yang sah.”
    ________________________________________________________________

    Alhamdulillah kami senang mendengar. Dalam hal ini Anda sama dengan kami dan semoga semuanya, semisal “Taat kepada Allah, RasuNya dan penguasa yang sah.” dengan cara mengikuti pemahaman Ahli Dzikir (Imam Madzhab/Mujtahid) atas ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah.

  8. Apakah kalian semua Kaum Abu musa Al Asy’ary?
    Ada buktinya tidak? Kalian menolak Al-Ibanah, cuma menerima yang sesuai dengan hawa nafsu kalian.

    1. Kitab Ibanah ada dua versi, Abu Umar. Versi palsu yg dipegang Wahabi buat menghantam Aswaja yg pegang Ibanah Asli. Yang asli bicara soal sifat 20 dll, sedangkan yg palsu bicara sebaliknya.

      Tuh lihat gambar illustrasi kitab Ibanah Palsu yg diterjemahkan para Wahabiyyin Indonesia. Kasihan benar kaum Wahabiyyin Indonesia ya? Dikibulin oleh M. bin Jamil Zainu kok mau ja?

    2. Kutipan menarik dari postingan srtikel di atas: “Al-Imam Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra mengomentari pernyataan al-Imam al-Baihaqi di atas, beliau berkata sebagai berikut:
      “Kita katakan; -tanpa kita memastikan bahwa ini maksud Rasulullah-, bahwa ketika Rasulullah menepuk punggung sahabat Abu Musa al-Asy’ari, sebagaimana dalam hadits di atas, seakan beliau sudah mengisyaratkan adanya kabar gembira bahwa kelak akan lahir dari keturunannya yang ke sembilan yaitu al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari.”

      Itulah kaum Asy’ariyyah, yaitu kaum yg ikut aqidah yg disusun oleh Imam Abu Hasa Asy’ari. Hayo…, sadar-sadarlah wahai kaum dungu Wahabiyyin. Kapan kalian akan berhenti dari kedunguan dan terus abai akan kebenaran ini…?

  9. Kepada para pengunjung dan semua komentator kami mohon maaf atas gangguan teknis sehingga blog ini tidak bisa diakses secara penuh pada setiap artikelnya.

    Demikian, sekali lagi mohon maaf atas ketidak-nyamanan akibat dari kesalahan teknis. Tidak ada serangan dari Hecker, sebab heckernya sudah pada insaf, he he he….

  10. Alhamdulillah…
    sudah bisa buka web kesayangan,..
    pantes saja sore hari lebih 10 kali ulang2 nggak bisa utuh buka halamannya,…
    ternyata mmg ada gangguan teknis….yo wis,…sing penting skr dah bisa…
    makasih admin…

  11. Alhamdulillah akhirnya sudah bisa kembali menikmati sajian artikel2 serta komen2 yg bermanfaat ummati dkk… setelah kemarin lebih dari 20n kali klik artikel2 dan komen2 jg tak bisa dibuka… 🙂

    Syukron.

  12. Hemm… Kalau melihat kelakuannya para wahabiyun yang suka HIT and RUN saya jadi teringat saat dulu adik ipar saya baru beberapa bulan mengikuti majelis mereka lalu dengan sombongnya adik ipar saya itu berani menguliahi ayah saya tentang membaca Alqur’an yang baik dan benar, padahal baca alifan aja adik ipar saya itu masih kacau balau nyeramahi ayah saya yang hafal Alqur’an beserta tajuidnya, sejak beliau berumur 12thn, nah akhirnya adik ipar saya itu jadi malu sendiri dan alhamdulillah sekarang adik saya sudah tobat dari ajaran wahabi…. 😀

  13. saya mau tanya , apakah HISBUT TAHRIR (HTI) itu memang beda dg ASWAJA ? seperti yg saya baca di mari : .

    Mohon rekan-2 ummati bisa memberi masukkan supaya kita semua juga tahu….

  14. juga apakah diantara ini :
    JAMA’AH TABLIGH
    IKHWANULMUSLIMIN
    MUHAMMADDIYAH
    NAQSABANDIYAH
    DDI MAKASSAR
    LASKAR JIHAD
    FPI
    WAHDAH
    AHMADIYAH
    SYIAH
    NII
    JIL
    JI
    ASSHOHIBIYAH

    yg sepaham dg ASWAJA yg mana ? yg tidak sepaham dg ASWAJA yg mana ? supaya saya khususnya & kita semua mengetahuinya….

      1. iya sih kang, butuh banyak space n time jg yah kang, sampai HTI dulu jg ga apa2 jd tau mrk beda dg aswaja, dari forsansalaf.com bilang mrk itu masuk ke paham qodariyah, dan HTI menyamakan ASWAJA dg Jabariyah, nah sy share ke FB sy, ada adik kelas di SMA protes membantah hal itu, sampe saya mau diajak diskusi sama HTI bogor….

  15. Ibnu Suradi:
    Bismillaah,

    KangNasrulloh,

    SayamemegangsalahsatuprinsipaqidahAhlulSunnahwalJamaah:“TaatkepadaAllah,RasuNyadanpenguasayangsah.”yangdalilnyaadalahfirmanAllah:“Athii’ullaahuwaathii’urrasuulwaulilamriminkum.”SayamenganggappemerintahSBYadalahpenguasayangsah.Jadi,sayamentaatipemerintahSBY,tidakmenentangnya,apalagimeledakkanbomdiIndonesia.

    SayayakinparaimamMadzhabmenyampaikanprinsipakidahini.

    Wallaahua’lam.

    @Ibnu Suradi, silahkan antum cek dan pelajari lagi di internal SALAFI WAHABI secara terperinci, apakah Terorisme memang diajarkan atau tidak…??? karena memang faktanya SALAFI terpecah belah kan…? ada yg pro Jihad terorisme dan ada yg tidak. Ada yg anti pemerintah ada yg pro pemerintah smp duduk di pemerintahan. Ada yang anti berorganisasi ada yg pro berorganisasi…

    Dan lucunya nih mas Ibnu, di internal Salafi sendiri mereka saling menghujat paling benar dan sesuai sunnah. Gak percaya….cek n ricek sendiri dah….hehehe…

  16. Artikel yang bagus setuju pegang teguh akidah ahulusunnah dari Abu Hasan Al Asy’ Ariyyah dan Abu Mansur Al Maturidi. bentengi umat (generasi Muda kita) dari faham wahabi/salafi ( mujasimmah) rapatkan barisan di masjid, Musholla dengan shalat berjamaah dan zikir, shalawat. yakinlah dengan pertolongan Allah semakin wahabiyah membid’ahkan Maulid, Tahlillan, yasinan tapi yg melakukan tambah banyak, karena Allah menjaga akidah umat. lihat wahabiyun di arab saudi ( anak anak raja Saudi )malah hidupnya penuh dengan kemaksiatan berpesta di bar bar. maka sangat prihatin ulama saudi (wahabi ) tutup mata bahkan wahabi berkomlpot dengan Zionis. ketahuilah orng yg sudah terpengaruh faham wahabi akan sulit kembali kepada kebenaran kecuali dengan Hidayah Allah. Dalam akidah mereka berkeyakinan Tuhan bertmpat di langit (aneh kan berarti Allah Punya Tempat) sama dengan mahluk. aneh dan lucu para wahabiyun giman mau mendapat ridho Allah lah wong Allah aja di lecehkan sama dengan mahluk punya tempat kaya manusia. Allah itu wujud ( ada) tapi tidak sama dengan mahluk. semoga para wahabi sadarrrr. al fatihah ( mohon doanya bac Fatihah)

  17. Alhamdulillah bisa tholabul ‘ilmi lagi nie.. kirain ada yg ng’heck. hehe! monggo dilanjut diskusi dan komennya sahabat2 Aswaja, si bodoh ini gelar tikar dan menyimak saja semoga menambah ilmu dan bermanfaat.

  18. alhamdulillah…dah aktif lg…salam kenal dr ane u/ kawan2 Aswaja
    ane banyak nimba imu disini….semoga blog ini bermanfaat & panjang umur, menjadi curahan berkah, ladang ilmu & amal sekaligus pencerahan bagi ummat…
    Amiiiiiiiiiiin

  19. buat saudara-saudaraku di ummati, saya ucapkan Selamat hari raya idul adha 1432 H, semoga kita semua selalu diberi hidayah dan rahmatNya.

  20. LAJNAH DAKWAH ISLAM QAULAN SADIDA.

    Dengan Ijin Allah ‘azza wajalla, telah tersedia manuskrip berjudul “UMMATIPRESS (Bantahan atas artikel aqidah asy’ariyyah sebagai golongan selamat), Insya ALLAH tulisan ringkas ini akan terbit bulan depan spesial, di http://www.qaulan-sadida.blogspot.com

    semoga Allah menjaga jiwa kaum muslimin dengan fitrahnya.
    Allah berada di arsy.

    1. LAJNAH DAKWAH ISLAM QAULAN SADIDA@

      LDIQS…, kok gak berani langsung bantah di sini, takut dikuliti anak2 Aswaja ya? Artikel di atas itu sudah sangat kuat dari berbagai sisinya, bantahan antum hanya akan bermakna OMONG KOSONG belaka atau bahkan lebih dari itu, yaitu hanya memenuhi hawa nafsu untuk menipu masyarakat muslim yg awam.

      1. biasa kang, promo blognya, paling spt firanda.com, cuma berisi komen2 pendukung para wahabiyun, sdg kan rekan2 aswaja mau nimbrung ga bisa ditampilin….eeeh diundang dimari ga berani, cuma para hulu bAlangnya ajah :mrgreen: :mrgreen:

  21. @ sama2 mas dianth, dan seluruh ASWAJA Juga sekalian Selamat hari Raya Idul Adha 1432 H. semoga mendapat berkah , hidayah, dan curahan rahmat dari Allah SWT, serta mendapat safa’at dari baginda Rosulullah SAW, aamiin yaa Robbal’alamin.

  22. Assalamualaikum,
    Selamat Menyambut Eidul Adha buat rekan2 diskusi di situs ini. Mohon maaf ucapannya agak kelewatan kerana ada gangguan koneksi internet di tempat ane.
    Sama2lah kita kuatkan pegangan kepada aqidah Mazhab Asya’irah Wal Maturidiyyah kerana ianya adalah AQIDAH shahih ajaran rasulullah. Imam Abu Hassan hanya menyusun kembali di mana kala itu berlaku penyelewengan aqidah oleh kaum Mu’tazilah. Penyusunan semula ini juga memudahkan pengajaran dan pembelajaran. Semua yang terkandung dalam aqidah ini adalah berdalil dari Al-Quran. Ternyata kebeneren pemahaman aqidah mazhab ini dimana 2 ulama dari Mazhab Fiqh berbeda mempunyai sama pendapat dalam bab aqidah dan keduanya merupakan pembatas kepada ajaran sesat Mu’tazilah. Abu Hassan bermazhab Syaf’ie manakala Abu Mansor
    dari mazhab Hanafi.
    Mazhab Aqidah:-
    Mazhab Asya’irah: Bahawa segala hukum sekeliannya tsabit dengan syara’
    tetapi syaratnya akal.

    Mazhab Maturidiyyah: Dan iaitu tafsil antara wajib ma’rifah dan antara
    sekelian hukum yang lain, maka iaitu tsabit dengan
    syara.’
    ( Persamaan dalam hal sifat Nafsiyah, Sabiyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah dan juga sifat2 Rasul.) Selari jalurnya dengan fahaman Imam 4 Mazhab.

    Mazhab Mu’tazilah : Dan iaitu bahawa segala hukum sekeliannya tsabit
    dengan akal kerana dibinakan atas mengelok dan keji
    yang aqli keduanya. – (justifikasi akal semata tanpa
    tsabit syara’).

    Sumber:Aqidatun Najin Fi ‘Ilmi Ushuluddin =>
    Syeikh Zainal Abidin bin Muhammad Al- Fathani @ Tuan Minal

    Mazhab Wahhabi: ?????? dari Ibnu Taimiyah (berserasian dengan aqaid kaum
    mujassimah era Iman Ahmad Bin Hanbal)

    Wallahu a’lam

  23. Apa pun Madzhab Fikih Syar’iyah yg kita ikuti, maka maka madzhab aqidah kita seharusnya Aqidah Asy’ariyah wa Maturidyyah dan jangan sampai terjeblos dalam kubangan aqidah Wahabiyyah yg ngaku-ngaku Ahlussunnah. Tak ada dalilnya Wahabiyyah itu sebagai Ahlussunnah, justru dalil Assunnah yg ada mengindikasikan bahwa Wahabiyyah adalah sekte sesat pembawa fitnah Islam yg lahir di wilayah Nejd / Najd yg Nabi sendiri menyebutnya Tanduk Syetan.

    Jadi, secara logika berdasar hadits-hadits yg ada sudah semestinya Ummat Islam tidak terkecoh oleh segala rupa bentuk propaganda Wahabiyyah. Juga berdasar track recordnya, Wahabiyyah sudah sepantasnya dibuang jauh-jauh dari acuan Paham Islam. Maaf, ini hanya sekedar saran dan masukan untuk merenungkan apa hakekat Wahabiyyah semoga bisa menemukan kebenaran.

    Artikel di atas sudah begitu gamblang berdasar penjelasan para Ulama Ahlussunnah yg mu’tabar. Kepada Admin Ummati dan All Pengunjung Blog ini salam kenal dari Budiono, barokallohu fikum.

  24. Alhamdulillah…. Smoga artikel ini memberi healing bagi otak teman-teman yg sudah terlanjur cemar terkena Virus Wahabi. Kalau masih juga membantah penjelasan para Ulama seperti dikutip dlm artikel di atas, itulah yg kebangetan. Semoga sadar dan tobat dari paham Wahabiyyah. Amin.

    Sebaiknya baca dulu sebelum memberi komentar, biar tdk diketawain sama cicak-cicak di dinding. Salam dan rindu buat semua Ummatie, terkhusus buat Mas Admin…. Tetap lanjutkan jangan bosan berdakwah dan menyuarakan kebenarn di tengah Ummat Islam, ana nantikan update2 artikel terbarunya.

        1. wk wk wk, orang dijawab dibawah telapak kaki ibu, lha wong surga ada ditelapak kaki ibu masak gak percaya, coba aja ente liat, dikaki ibu ente, tapi cuci dulu yah.

    1. Letak Neraka yang tau persis adalah Abu Umar, mungkin juga letaknya ada dirumahnya abu umar.
      ha ha ha 3x………pertanyaan abu umar menandakan abu umar sudah tau letaknya neraka atau mungkin dia sudah pernah kesana.

      1. betul sekali kang, pokoknya yg tau neraka cuma abu umar, la wong dia yg bawa-2 kok heheheheehe :mrgreen: :mrgreen:
        coba kembali ke konteks artikel, gunakan jalur yg benar, sopan & santun, jgn cuma HIT & RUN…lg bahas apa, tau-2 nanya ngalor ngidul….umar…umar….hadeeuuuhhhh…. 🙄 🙄

  25. He..he..he… Abu Umar semakin kronik nampaknya. Pengen bener mahu ke neraka.. Mungkin kasyafnya hebat sehingga udah nampak tempatnya di sana.
    Semoga bahagia…..

  26. @ Abu Umar tempatnya Neraka ada di hati…selama hati gelisah, resah, jengkel, rewel, uring2an, was-was, merasa paling benar, merasa paling soleh, melupakan dosa, menganggap remeh orang lain, melupakan azab…intinya tidak ada ketenangan dalam hati, berarti hati sudah di kapling setan, yang paling susah sudah di SHM 😉 …

  27. assalamualaikum

    ijin copas ya admin ummati, mengenai tanya jawab wahabi dan aswaja

    ASWAJA VS WAHABI.
    Ahlus sunnah dalam text sifat tidak takyif-ta’til-ta’wil-tamtsil-tasybih-tajsim..

    * Wahabi: prinsip Ahlus Sunnah
    wal Jamaah adalah menetapkan sifat-sifat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan dalam Kitab-Nya, dan ditetapkan oleh Rasul-
    Nya Shallallahu alaihi wa sallam
    dalam Sunnah beliau, tanpa
    menyelewengkan maknanya
    (tahrif), tanpa menolaknya (ta’thil), tanpa menyerupakannya dengan makhluk(tamtsil), dan tanpa mempertanyakan bagaimana hakikat sifat itu (takyif).

    # Aswaja: Perkataan anda: “tanpa (tahrif), tanpa (ta’thil), tanpa menyerupakannya dengan makhluk (tamtsil), dan tanpa (takyif),itu tidak lengkap,anda tidak menyebutkan tanpa tajsim dan taysbih.
    Kebanyakan Mujassimah akan menyebut semua yang anda katakan di atas tetapi tidak menyebutkan “tanpa tajsim (menjisimkan Allah) dan tasybih (menyerupakan Allah dari satu sisi).
    Perbedaan Tamtsil dengan tasybih adalah, tamtsil yaitu menyerupakan Allah sw.t.dengan makhluk secara menyeluruh iaitu seseorang berkata: “Allah punya tangan seperti tangan manusia”. ADapun tasybeh yaitu menyamakan dalam satu sisi saja dengan makhluk,walaupun tidak sama sepenuhnya, seperti seseorang berkata: “Allah punya tangan tetapi tdk seperti tangan manusia”. Dia menyamakan Allah dengan makhluk dari satu sisi yaitu “punya tangan”yang merupakan sifat kejisiman, walaupun tangan tersebut beda warna dan ukuran tidak seperti tangan manusia.
    Dalam alquran ayat:laesa ka-mitslihi syaeun, disana ad ‘ka’ (huruf jar) itu di sbut adat tasybih,dan juga ada mitslih/tamtsil, Nah JADI tasybeh dan tamtsil itu dinafikan dari allah.

    Rahasia golongan mujassimah adalah tidak menyebutkan “tanpa tajsim dan tanpa tasybih kerana mereka tidak menafikan tajsim dan tasybeh daripada Allah s.w.t..mereka cuma menafikan tamtsil, Akhirnya,ungkapan anda masuk dalam ta’rif dan penggunaan mujassimah juga, apakah sadar atau tidak, Ahlus Sunnah menetapkan segala yang Allah tetapkan, tetapi bukan dengan cara Mujassimah dan sebagian yg mengaku salafi iaitu bila menetapkan istiwa, bererti menetapkan “Allah berada” di atas Arasy. Kita (ahli sunnah) menentapkan yadd bagi Allah s.w.t. tetapi bukan dengan maksud “tangan”, yang merupakan salah satu anggota jisim.
    Fahamilah beDa ahli sunnah sebenarnya dengan ahli sunnah jadi2an yang muncul dalam topeng salafi

    * Wahabi: At-Tahrif secara bahasa bermakna menyimpangkan sesuatu dari hakikat, bentuk, dan kebenarannya. Adapun menurut istilah syariat,
    maknanya adalah memalingkan sebuah ucapan dari makna DHahirnya yang
    dipahami , kepada makna lain yang tidak ditunjukkan oleh rangkaian kalimatnya

    # Aswaja: Inilah kepincangan Mujassimah dalam masalah mutasyabihat.
    Mereka menyangka nas-nas mutasyabihat seperti istiwa’, yad dan sebagainya jika dinisbahkan kepada Allah s.w.t., maka ia mesti difahami secara dhahir. Itu suatu yang keliru. nas-nas mutasyabihat tidak difahami secara zahir.

    * Wahabi: termasuk tahrif adlh Menambahkan huruf, seperti men-tahrif
    bacaan ﺍﺳﺘﻮﻯ yang ertinya tinggi, menjadi ﺍﺳﺘﻮﻟﻰ yang artinya berkuasa. dan juga Menambahkan kalimat seperti menambahkan kata (ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ) yang artinya rahmat, pada firman Allah ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺑﻚ yang artinya telah datang Rabbmu, sehingga menjadi ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﺑﻚ yang artinya telah datang rahmat Rabbmu.

    # Aswaja: Sungguh menyimpang sekali penjelasan ini. Istawa difahami dengan makna istaula bukan menambah huruf, tetapi menjelaskan makna.

    Contoh mudah bahasa indonesia: Cindermata: Hadiah kata ‘Hadiah’ bukan mengubah kalimah cinderamata, tetapi menjelaskan makna kalimah cinderamata. Fahamilah betul2 kaedah bahasa, jgn membuat kaedah bahasa sendiri. justru Perkataan anda bhw tahrif adalah Menambahkan kalimat,ini telah anda lakukan dengan menambah kalimah “berada” pada pernyataan ayat “Allah istiwa’ di atas Arasy”jdi allah berada di atas
    arasy, sedangkan kalimah berada tidak pernah ada dalam text asal Al_Qur’an.
    Bertaubatlah dari tahrif ini.

    Dan Perkataan anda:Menambahkan kalimatnya seperti menambahkan kata ( ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ) yang artinya rahmat, pada firman Allah ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺑﻚ yang artinya telah datang Rabbmu, sehingga menjadi ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﺑﻚ yang artinya telah datang rahmat Rabbmu.maka menganggap hal itu menambah kalimah atau tahrif,itu salah karena sebenarnya itu adalah “taqdir” bagi suatu kaedah Majaz Hadfi dalam kaedah bahasa Arab.
    Majaz ada banyak jenis iaitu: ﺑﺰﻳﺎﺩﺓ ﺍﻭ ﻧﻘﺼﺎﻥ ﺍﻭ ﻧﻘﻞ ﺍﻭ ﺍﺳﺘﻌﺎﺭﺓ taqdir majaz ada dengan penambahan,pengurangan, pemindahan dan dengan pinjaman.
    Jadi, kaedah menambah kalimat itu merujuk kepada kaedah “majaz bi nuqsan” atau majaz hadfi, yang disebut itu adalah taqdir kalimatnya. ANDA belajar bahasa Arab dari siapa ni sampai kaedah macam ni pun tak tahu?
    Dnda tahu siapakah yang anda anggap menambah atau mentahrif ayat tersebut?

    Lihatlah dalam tafsir-tafsir. Sayidina Ibn Abbas r.a. berkata tentang telah datang Tuhan dengan: telah datang urusan Tuhan”. (Tafsir An-Nasafi: 4/378) Imam Ahmad berkata tentang ayat ini: telah datang ganjaran-Nya” (Al-Bidayah wa An-Nihayah:10/327) Imam Hasan Al-Bashri berkata
    tentang ayat ini: telah datang urusan-Nya (Allah) (Tafsir Al-Baghawi)
    ADakah para imam tersebutadalah tokoh-tokoh tahrif (menyeleweng makna) Al-Qur’an ,sedangkan mereka adalah ulama’besar salaf?

    * Wahabi: anda jgn ta’thil kpda sifat allah,Contoh kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala dikatakan punya Tangan, maka -menurut anda- tidakdikenal tangan melainkan yang ada pada manusia. Sehingga anda pun menafikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai tangan.

    # Aswaja: Tangan ?? kapan Allah s.w.t. menyebut tanganNYA? yang ada perkataan Yad, bukan Tangan. Yad Allah adalah lafaz mutasyabihat yang hanya Allah s.w.t. saja yang tahu. Tidak boleh terjemah nas-nas mutasyabihat sebab tidak diketahui maknanya.

    * Wahabi: Jelas bila disebut tangan YA makna tangan.

    # Aswaja: ini kalau bahasa indonesia, Tapi yadd belum tentu maknanya tangan dalam bahasa Arab. Seperti kalimah ain, belum tentu maknanya mata, Bisa jadi maknanya telaga atau mata air dari bumi dan sebagainya. Bahasa Arab tidak sesempit bahasa indonesia, Hatta bahasa indonesia pun,tangan tak semestinya tangan jika digandengkan dengan lafad lain.
    Kalau tangan Ahmad, memang kalimah tangan makna tangan. Tapi, kalau buah tangan, sudah lain maknanya. Dalam bahasa indo saja ada kalimah tidak difahami dengan dhahir jika ada gandengannya yang tidak sepatutnya difahami secara dhahir. Apa lagi dalam bahas Arab yang lebih luas. MAsalahnya, mujassimah yang faham nas-nas mutasyabihat dengan makna dhahir dinilai oleh ulama’ sebagai org tak faham bahasa Arab yang menjadi bahasa Al-Qur’an.
    Bayangkan, majaz bin nuqsonatau hazfi pun dianggap tahrif.
    Dari mana belajar kaedah bahasa Arab begini?

    * Wahabi: Yang mutasyabihat itu adalah kaifiat dan bentuknya,bukan maknanya, sehingga barangsiapa yang berbuat demikian maka ia
    telah melakukan perkara bid’ah.

    # Aswaja: Di sinilah beda femahaman ahlus-sunnah dengan mujassimah.
    Ahlus-sunnah memahami lafad mutasyabihat adalah “makna” lafadnya, bukan “kaifiyyat” (tatacara)maknanya dan bentuknya. Sedangkan, sebagian mujassimah memahami mutasyabihat sekadar pada tatacaranya. Ini tidak pernah ada dalam pembahasan ulama mana pun’. Itulah saya katakan dari awal, dari mana anda dapat femahaman seperti ini? femahaman yg tidak pernah dengan difahami oleh para ulama’ muktabar.
    Perbahasan Mutasyabihat bererti, sesuatu lafad itu samar, tidak diketahui maknanya. Para ulama’jelas mengatakan, mutasyabihat adalah suatu lafad yang samar maknanya, iaitu, maknanya tidak diketahui kcuali oleh Allah s.w.t.. Sebagian Hanabilah,Taimiyyun dan Wahabi memahami, mutasyabihat adalah suatu lafaz yang samar “kaifiyyat”nya, tetapi diketahui maknanya, iaitu secara dhahir.

    Adakah Mutasyabihat itu pada makna atau pada kaifiyyat (tatacara) lafad?

    Para ulama’ menjawab (bukan saya, tapi ulama’), mutasyabihat itu adalah samar pada makna sesuatu lafad, bukan pada kaifiyyat bagi sesuatu lafad. kata SIAPA !? Nah, rujukannya:-Imam besar dalam bidang tafsir, Imam At-Tabari, seorang ulama’ salaf, berkata dalam tafsirnya:
    ﻪﻟﻮﻗ ﻭﺃﻣﺎ : {ﻣﺘﺸـﺎﺑﻬـﺎﺕ } ﻓﺈﻥ ﻣﻌﻨﺎﻩ: ﻣﺘﺸﺎﺑﻬﺎﺕ ﻓـﻲ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ ، ﻣﺨﺘﻠﻔـﺎﺕ ﻓـﻲ ﺍﻟـﻤﻌﻨﻰ
    Adapun firman Allah s.w.t. ((Mutasyabihat)) maka maknanya dari sudut bacaan saja tetapi berbeda2 dari sudut makna [Jamie’ Al-Bayan pada tafsir surah Ali Imran ayat ketujuh]
    Imam At-Tabari (310 H) yangmerupakan ulama’ yang hidup di akhir zaman salaf berkata:
    ﻭﻗﺎﻝ ﺁﺧﺮﻭﻥ: ﺑﻞ ﺍﻟـﻤـﺤﻜﻢ ﻣﻦ ﺁﻱ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ: ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻌﻠـﻤﺎﺀ ﺗﺄﻭﻳـﻠﻪ، ؛ﻭﻓﻬﻤﻮﺍ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻭﺗﻔﺴﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟـﻤﺘﺸﺎﺑﻪ: ﻣﺎ ﻟـﻢ ﻳﻜﻦ ﻷﺣﺪ ﺇﻟـﻰ ﻋﻠـﻤﻪ ﺳﺒـﻴـﻞ ﻣـﻤﺎ ﺍﺳﺘﺄﺛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﻠـﻤﻪ ﺩﻭﻥ ﺧـﻠﻘﻪ ،
    Maksudnya: Sebagian ulamaberkata: Bahkan Muhkam dalam ayat Al-Qur’an: yaitu Apa yang diketahui oleh ulama’ akan ta’wilnya, dan mereka faham makna dan tafsirannya.
    Adapun mutasyabih adalah apa yang tidak ada jalan bagi seseorang untuk mengetahui (makna)-nya yang mana maknanya disembunyikan oleh Allah s.w.t. dengan ilmuNya tanpa di ketahui makhluk lain [rujuk kitab tafsir At-Tabari] Imam As-Samarqandi (375 H) juga berkata:
    ﻭﻳﻘﺎﻝ :ﺍﻟﻤﺤﻜﻢ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻭﺍﺿﺤﺎ ﻳﺤﺘﻤﻞ ﺍﻟﺘﺄﻭﻳﻞ ﻭﺍﻟﻤﺘﺸﺎﺑﻪ: ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻠﻔﻆ ﻳﺸﺒﻪ ﺍﻟﻠﻔﻆ ﻭﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﻣﺨﺘﻠﻒ
    Maksudnya: Dikatakan: Al-Muhkam itu apa yang jelas maknanya dan tidak membawa ta’wil. Dan mutasyabih adalah apa yang lafadnya menyamai lafad lain sedangkan maknanya berbeda2. [tafsir Bahr Al-Ulum: Ali Imran ayat ketujuh]

    Dua tokoh ahli tafsir besar yang hidup di zaman salaf atau penghujung zaman salaf, telah menegaskan mutasyabihat adalah berkenaan dengan “makna” lafad, bukan tatacara atau kaifiyat atau bentuk.
    silahkan anda datangkan mutasyabihat dengan pemahaman lain yaitu pada
    “tatacara” atau kaifiyyat. Saya yakin, kalau anda merujuk tulisan2 salaf, tak pernah mereka berkata mutasyabihat itu pada kaifiyyat. Anda hanya mengikut telunjuk Ibn Taimiyyah dan para pengikutnya saja dalam masalah ini.
    Nak bukti lain lagi? Boleh. Tapi setelah diberi bukti, janganlah tidak menerima kebenaran, mutasyabihat berkaitan makna sesuatu lafad.
    Imam Ibn Al-Jauzi berkata dalam kitab tafsirnya:
    ﻭﺍﻟﺮﺍﺑﻊ: ﺃﻧﻪ ﻣﺎ ﺍﺷﺘﺒﻬﺖ ﻣﻌﺎﻧﻴﻪ ، ﻗﺎﻟﻪ ﻣﺠﺎﻫﺪ.
    Maksudnya: Pendapat Maksud (mutasyabihat) Keempat: Apa yang samar maknanya. Ini pendapat Imam Mujahid.[rujuk tafsir Ibn Al-Jauzi pada ayat ke-7 daripada Surah Ali Imran]
    Tahukah siapa itu Mujahid? Imam Mujahid adalah imam besar salaf yang mahir dalam bidang tafsir.
    Anda atau Ibn Taimiyyah tdk lebih faham makna mutasyabihat dibanding Imam Mujahid Atau ulama2 yg tlh disebutkan namanya tadi??

  28. Saya dikasih buku wahabi : MULIA DG MANHAJ SALAF, OLEH : YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS, PUSTAKA AT-TAQWA, pada Bab : 13, FIRQAH-FIRQAH SESAT & MENYESATKAN, diantara faham yg sesat menurut buku itu : ASY’ARIYYAH ( HAL : 509 ) & MATURIDIYYAH ( HAL : 511 ), menurut buku tsb, Asy’ariyyah berasal dari ABUL HASAN ‘ALI BIN ISMA’IL AL-ASY’ARI RA ( wafat 324 H ) yg sebelumnya pengikut MUTA’ZILAH selama 40thn, kemudian pindah ke faham KULLABIYYAH, lalu kembali kpd SALAF, menikuti pendapat Imam Ahmad……mohon penjelasan dari rekan-2 ummati, apa benar isi buku tersebut ? terima kasih atas penjelasannya….

  29. Mas @nasrulloh
    Ane juga pernah dapat buku itu gratis, tapi ane dah bagi 2.
    Secara sejarahnya Imam Abu Hasan Asyariy sebelumnya memang berpaham Mu’tazilah, setelah tau pikirinnya bahwa agama tidak dapat terjangkau oleh alam pikiran, maka ia tidak keluar rumah selama 15 hari, setelah itu ia keluar dan mengumumkan bahwa ia tidak lagi sebagai pengikut mu’tazilah. Dan membentuk Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Dari sinilah Kata Ahlus Sunnah Waljamaah diproklamirkan, kemudian diikuti Imam Maturidi (330H).
    Makanya kadang wahabi mengatasnamakan Ahlus Sunnah Waljama’ah sementara mereka membenci Imam Abu Hasan Asyariy, aneh kan…!!!
    Lihat aja diartikel blog ini Ummati memang TOP.

    1. betul sekali kang Ucep, kebetulan dilingkungan kerja saya ada beberapa rekan saya yg lg semangat-2nya belajar wahabi…nah ada teman saya yg lain berusaha menangkalnya, dlm arti jangan sampai teman yg lain ikut-2an…dia minta saya ptint artikel-2 dr salafytobat, artikelislam, ummati dll, dari situlah saya ikut baca-2 artikel yg temen saya minta, jadinya tertarik mengetahui apa itu wahabi, apa itu aswaja ( secara history keluarga saya memang aswaja ), kadang saya merasa ohh paham wahabi baik yah….setelah baca aswaja…oh mrk tenyata spt itu…naaahh ada teman yg lain yg mulai belajar wahabi tp saya lihat masih jum’atan bareng saya, makanya setelah saya tau ummati dll, saya pun banyak print-2 artikel, yah dari ummati, nu.or.id, forsansalaf, saya kasih ke dia, eh dia share ke temen-2 wahabi nya…saya dikasih buku itu, termasuk beberapa majalah Al-Furqon…begitulah ceritanya….dalam buku itu memang ada hal positif, yaitu bila mendengar berita kita harus : Tabayyun…naahh sekarang ini saya bertabayyun dg bertanya ke ummati & alhamdulillah Kang Ucep dah bantu jawab ke saya, terima kasih Kang Ucep…

  30. Mas @Nasrulloh…
    Buku2 palsu gak mutu yang diproduksi para penulis dan percetakan wahabi itu ada banyak sekali, kalau dibedah satu2 cuma buang2 waktu dan energy… mendingan mendalami paham kita sendiri, lagian sudah sangat jelas kalau tibulnya paham wahabi itu jauh sebelum paham ahlu sunnah waljama’ah yang kita ikuti. dari mempelajari sejarah timbulnya paham wahabi ini saja kita sudah tau kebenarannya…
    Maaf kang Nasrullah ini hanya sekedar intermizo loh yah…. hehe

    1. hehehehe ga apa-2 kang, kan saya biar lebih paham juga, maklum masih abu syibr ( itu julukan dari teman wahabi saya hehehehehe ..ga apa-2 sih sy ga marah memang kenyataannya saya masih dangkal ilmunya ), sebenarnya sih saya terima kasih bgt dah dikasih buku itu untuk baca-2, spy saya tahu apa isi ajaran wahabi, tp tetep pendirian saya ga terpengaruh, saya tetap ASWAJA, maksud saya mendalami buku itu untuk saya teruskan ke keluarg saya, istri & anak saya, begini loh isi ajaran wahabi, ini loh kesesatan mereka, terutama untuk anak saya yg masih bayi, supaya nanti buat bekal untuk menjelaskan kepada dia agar jgn sampai ikut-2an ke paham spt itu, wahabi-LDII-persis-NII dll yg menyesatkan….terima kasih Kang Wahyu…

      1. para jamaah haji – juga temasuk saya – di mekkah begitu sampai di bandara king abdul aziz dibagi2 buku faham wahabi salah satu judulnya Benteng Tauhid, isinya semua membid’ahkan, syirik, kafirkan tentang amalan2 yg biasa dilakukan ASWAJA seperti tawasul, ziarah kubur, yasinan, maulid nabi dll.
        Buku itu tidak saya bawa pulang saya geletakkan aja di pemondokan soalnya saya sudah tau apa itu wahabi, apa itu muhmmadiyah dari buku2 yg saya punya.

        1. buku-2 itu teks arab atau sudah terjemahan bahasa indonesia Kang? untung dulu ortu saya ga dapet…memang dulu bgt sih 16-17thn yg lalu jadi mereka ga ngerti apa itu wahabi….alhamdulillah

          1. @ Kang Nasrulloh
            Buku faham wahabi yg dibagikan sudah diterjemahkan ke bahasa dimana jamaah haji itu berasal, termasuk bahasa Indonesia.

    1. @ibnu suradi
      ane tanya ame kang suradi???

      Sejak kapan Wahabbi berubah menjadi salafi, Wahabbi berubah jd Ahlussunnah, ??ntar lama2 Wahabbi berubah jd kadal, and bunglon???

      kalau Asya’irah sdh jelas sejarahnya!!

  31. @ibnu suradi
    He he he pertanyaan ane belum ente jawab, ente nanya lagi.
    Ane tanya dulu dah, seberapa jauh ente tau tentang sifat 20 ?
    Jawab dulu baru ane jawab !!!!, masalahnya ini bab Tauhid kudu hati-hati !! yang bertanya atau yang akan menjawab.

  32. Saya dahulu waktu kecil biasa melantunkan pujian sifat 20 sebelum iqamah dikumandangkan. Waktu sekolah dasar, guru mengajarkan sifat 20.

    Saya shalat dengan mengikuti orang-orang shalat di masjid-masjid dan surau-surau. Ustadz dan guru mengajarkan shalat kepada saya seadanya. Saya tidak mengetahui bagaimana shalat yang benar seperti yang diajarkan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada umat Islam. Saya buta tentang bagaimana cara berdiri yang benar untuk shalat (bagaimana posisi jari-jari kaki: apakah lurus menghadap kiblat atau yang kanan seorong ke kanan dan yang kiri serong ke kiri), bagaimana mengangkat tangan yang benar saat takbiratul ihram (telapak tangan diangkat setinggi pundak atau telinga dan diletakkan di dada atau di perut), bagaimana ruku, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, duduk tasyahud, salam serta bacaan shalat yang benar.

    Pada 2002, adik saya membawa kitab “Sifat Shalat Nabi” karya Albani. Saya membaca kitab tersebut dan saya dapatkan bahwa shalat itu sangat penting. Ia merupakan amal ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat, merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah yang lain. Bila shalatnya baik, maka baik pula amal ibadah lainnya. Bila shalatnya rusak, maka rusak pula amal ibadah lainnya.

    Maka, sampai sekarang saya terus belajar bagaimana shalat yang benar sesuai yang dicontohkan Rasulullaah.

    Semoiga kisah ini dapat membakar semangat kawan-kawan untuk terus belajar bagaimana shalat yang benar.

    Wallaahu a’lam

    1. spt nya kok agak jauh dari pertanyaan kang ucep nih….tapi perkara ajaran sholat yg benar, spy ibadah lain juga benar/mendidik prilaku kita menjadi baik itu saya setuju, tapi terkait pertanyaan kang suradi sebelumnya, mengenai sejarah sifat 20, belum lagi pertanyaan kang ucep sebelumnya, belum lagi pertanyaan saya sebelumnya…sebaiknya bisa di jawab juga Kang….

  33. Bismillaah,

    Kang Nasrullah,

    Saya ini pengunjung situs ini. Kebetulan ada seorang narasumber yang mempresentasikan makalah/artikel/tulisan tentang Aqidah Asy’ariyah. Sebagai pengunjung, hadirin, penyimak presentasi, maka saya bertanya kepada narasumber. Saya bukan narasumber dalam hal ini. Makanya, saya tidak punya hak menjawab pertanyaan.

    Wallaahu a’lam.

    1. @ibnu suradi
      Berarti ane gak perlu jawab pertanyaan ente dong.
      Ente gak bisa bedain antara : seminar, mukhtamar, forum diskusi, debat terbuka. Adalagi, yaitu : Dunia Maya alias Internet dibuat oleh Badan dunia (ITU= International Telecomincation Union) agar seluruh pengunjung dan pemilik blog dapat berdiskusi sebebas-bebasnya, asal jangan fornografi (ada aturannya).
      Jadi Internet dibentuk guna memperluas Jaringan antar umat yang namanya Manusia, agar terbuka pikirannya dan saling kenal satu sama lain, antar belahan bumi yang satu dengan lainnya.
      Jadi gak perlu ane jawab yah.

      1. spt nya bgitu kang kalo kang ibnu dah spt itu, jd diskusi dg sikap kang suradi spt itu spt kurang ‘live’ gitu….okelah kita bahas dg yg lain saja, ibnu suradi iljkan memantau saja….

        1. Mas @nasrulloh
          Kite disini jadi tahu, kenapa blog-blog nye SAWAH gak nerima orang-orang yang gak sepaham dengan kaum sawah, wong pikirannya KERDIL, jadi yang gak sepaham yah di blok oleh yang punya blog…….. he he he
          Ternyata mending team ASWAJA punya blog, semua boleh koment asalkan mematuhi adab berinternet. ASWAJA memang T O P.

          1. betul kang, saya temui di semua blog mrk bgitu, isi comments nya follower mrk saja, berbanding terbalik dg aswaja yah

  34. Bismillaah,

    Kang Nasrullah dan Kang Ucep,

    Terus terang saya tidak menguasai masalah akidah Asy’ariyah sehingga saya lebih memilih menjadi penyimak diskusi.

    Tentang akidah Ahlul Sunnah wal Jamaah, saya hanya memahami secara umum bahwa kita harus mengikuti sunnah (perkataan, perbuataan dan persetujuan) Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah para sahabat sebagai jamaahnya Rasulullaah dalam menjalani kehidupan ini.

    Kalaupun saya mengikuti pendapat Imam Madzhab, itu saya lakukan untuk mengetahui dan mengamalkan sunnah Rasulullaah dan para sahabat berdasarkan dalil Qur’an dan hadits yang disampaikan oleh imam madzhab tersebut.

    Wallaahu a’lam.

  35. Ya Alloh, berilah rahmat & hidayah kepada para wahabi, agar tidak gampang bgitu saya mengeraskan hatinya dg pahamnya, masih mau mencari ilmu, mencari pembanding dg paham lain, tidak merasa paling benar, paling pinter, paling lurus, tidak gampang men-sesatkan, meng-kafirkan, mem-bid’ahkan….amiiin

    1. Bgm ente merasa paling mendapat petunjuk n memintakan para Wahabi agar dpt petunjuk, ente meyakini sifat Allah yang Maha Sempurna cuma 20 biji. Nama-Nya saja dlm hadits disebutkan ada 99 blm lagi dlm al Qur’an! bgm mungkin sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala cuma 20? Sifat Allah itu tidak terbatas sebagaimana yg Dia sifatkan dan Rosulullah sifatkan berdasarkan petunjuk-Nya. Siapa pun merasa paling benar dengan apa yg ia yakini itu hal biasa, sebagaimana ente juga sangat yakin sekali aqidah ente paling benar ya kan…? Kalau Wahabi dikatakan merasa paling benar, paling pinter itu sama kaya ente kan…? Yang paling baik mintalah petunjuk untuk diri sendiri dengan tulus tanpa tendensi apa pun, semoga diberi hidayah dan dibuka mata kita untuk melihat mana aqidah yang benar, sesuai yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. pake sok menvonis Wahabi sesat segala, siapa tahu ente yang sesat! hati-hatilah!!! saya kira kita masih butuh banyak ilmu untuk sampai kepada kebenaran!

      1. Ibnu Ahmad@

        Ini saya Copaskan jawaban Mbak Putri Karisma untkmu dan orang2 Wahabi semacam mu, semoga kamu tambah ilmu. Baca ya, biar tidak selalu koment seperti itu…. Itu koment bodoh tahu?

      2. Maaf Ibnu Ahmad, berikut ini jawaban untuk antum dan orang2 semacam antum. Jawaban ini oleh Mbak Putri Karisma, saya hanya Copas aja buat kamu:

        Salafy Wahabi dg kebodohannya itu sering bertanya: Memangngnya sifat Allah cuma 20? Dikemanakan itu sifat2 yg lain?” Jelas ini pertanyaan bodoh karena tidak tahu apa itu sifat 20 yg memang jelas2 bukan sifat Allah. Mungkin mereka mengasosiasikan sifat 20 dg Asama Wa Sifat versi Wahabi. Oh, ini jelas tidak ada hubungannya dong?

        Untuk lebih jelasnya silahkan klik link ini: http://ummatipress.com/2011/06/25/aqidatul-awam-kitab-aqidah-ahlussunnah-waljamaah-bebas-virus-wahabi/

        Dan ini ana Copas sedikit dari link tsb:

        50 AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

        Oleh: Thobary Syadzily

        Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

        1. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan

        2. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية)

        Adapun Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:

        a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt: wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama’ (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu ‘aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami’an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).

        b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: ‘adam (tidak ada), huduts (baru), fana’ (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), ‘adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta’addud (berbilang), ‘ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), ‘ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu ‘ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a’ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).

        c. 1 sifat yang ja’iz bagi Allah swt.

        Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:

        a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).

        b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).

        c. 1 sifat yang ja’iz bagi para Nabi dan Rasul.

        *****

        I. DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:

        1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dsb.

        2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.

        3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.

        4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.

        5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.

        6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya’ ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra’ ayat 42-43.

        7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.

        8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.

        9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An’am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.

        10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.

        11 & 12. Dalil sifat Sama’ (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.

        13. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A’raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.

        Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:

        1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.

        2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.

        3. Sifat Ma’ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma’ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam.

        4. Sifat Ma’nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.

        *****

        II. DALIL-DALIL SIFAT JA’IZ BAGI ALLAH

        a. QS Al-Qashash ayat 68

        b. QS Al-Imran ayat 26

        c. QS Al-Baqarah ayat 284

        CATATAN PENTING:

        Pokok-pokok Ilmu Tauhid (مبادئ علم التوحيد):

        1. Definisi Ilmu Tauhid (حده):

        Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. 50 sifat ini dinamakan “Aqidatul Khomsin / عقيدة الخمسين “. Artinya: Lima puluh Aqidah.

        2. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid (موضوعه): Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.

        3. Pelopor atau Pencipta Ilmu Tauhid (واضعاه): Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M ) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).

        4. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid (حكمه): Wajib ‘ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.

        5. Nama Ilmu Tauhid (اسمه): Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu ‘Aqa’id.

        6. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain (نسبته): Asal untuk ilmu-ilmu agama dan cabang untuk ilmu selainnya.

        7. Masalah-masalah Ilmu Tauhid (مسائله): Sifat-sifat wajib, mustahil, dan ja’iz bagi Allah swt dan para Rasul-Nya.

        8. Pengambilan Ilmu Tauhid (استمداده): Diambil dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan akal yang sehat.

        9. Faedah Ilmu Tauhid (فائدته): Supaya sah melakukan amal-amal sholeh di dunia.

        10. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid (غايته): Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di surga.

        Wallahu a’lam…..

  36. Ping-balik: Asy’ariyyah Adalah Golongan Yang Selamat - Asy’ariyyah Adalah Golongan Yang Selamat - Asy’ariyyah Adalah Golongan Yang Selamat - Asy’ariyyah Adalah Golongan Yang Selamat | Asuhan Keperawatan
  37. kalo sifat Allah cuma 20, sifat-sifat yang laen kemana ??

    setahu ane Allah memiliki sifat Maha Penyayang, Pemaaf, Pengampun, Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Maha Perkasa,dll n masih banyak….

    apa sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna yang 99 ini diringkas jadi 20 sifat ya…??

    1. Ibnu, baca tuh jawaban buat Ibnu Ahamad di atas, Ibnu Ahmad itu kamu sendiri ya? Baca ya biar tambah wawasan ilmu. Itu ada di atas, jawaban buat Ibnu Ahmad.

  38. ibnu:
    kalo sifat Allah cuma 20, sifat-sifat yang laen kemana ??

    setahu ane Allah memiliki sifat Maha Penyayang, Pemaaf, Pengampun, Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Maha Perkasa,dll n masih banyak….

    apa sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna yang 99 ini diringkas jadi20 sifat ya…??

    hehehehe, sejak kapan ya ada yg bilang kite2 gak tau asmaul husna…sekali lagi, ternyata di dunia ini banyak stereotip…

    pikiran yang terbuka, kerendah hatian untuk mau terus belajar, insya Allah itulah yg terbaik……mari terus belajar!!!!!!!

  39. wahyuboez:
    Hemm… Kalau melihat kelakuannya para wahabiyun yang suka HIT and RUN saya jadi teringat saat dulu adik ipar saya baru beberapa bulan mengikuti majelis mereka lalu dengan sombongnya adik ipar saya itu berani menguliahi ayah saya tentang membaca Alqur’an yang baik dan benar, padahal baca alifan aja adik ipar saya itu masih kacau balau nyeramahi ayah saya yang hafal Alqur’an beserta tajuidnya, sejak beliau berumur 12thn, nah akhirnya adik ipar saya itu jadi malu sendiri dan alhamdulillah sekarang adik saya sudah tobat dari ajaran wahabi….

    waduhh, ikut malu saya, malu belum hafal—>kata belum mengandung do’a juga

  40. coba kasih tau saya belum tahu…. dimana letak kesesatan aqidah al-asy’ariyah: saran saya kalian jangan gampang menyesatkan orang tanpa lebih dahulu mengetahui dimana akar permasalahan tersebut
    mungkin buat referensi penilaian yang objektif baca deh buku-buku asyariyah berikut:
    matan jawharoh
    ta’liqot ala matan jauwaharoh
    tijadn darori
    fathul majid (bukan versi wahaby)
    dari kitab-kitab ringan ni aja deh kasih tau saya DIMANA LETAK KESESATAN ASY’ARIYIN rohimahumullah rohmatal-abrooor

  41. AL HAMDULILLAH, ALLAH TELAH MENGARUNIAKAN IMAN DAN TAUHID YANG SUCI INI KEPADA SAYA DENGAN MENGENAL AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DI ATAS JALAN ROSULULLOH DAN PARA SAHABATNYA, SEBAGAI ORANG MUKMIN YANG PERTAMA YANG CARA BERAGAMANYA WAJIB DIIKUTI OLEH ORANG-ORANG YANG DATANG SESUDAHNYA, SEBAGAIMANA YANG DIPERINTAHKAN ALLAH DALAM Q. S. AT-TAUBAH AYAT 100:

    “ORANG-ORANG YANG TERDAHULU LAGI YANG PERTAMA-TAMA (MASUK ISLAM) DI ANTARA ORANG-ORANG MUHAJIRIN DAN ANSAR DAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI MEREKA DENGAN BAIK, ALLAH RIDA KEPADA MEREKA DAN MEREKA PUN RIDA KEPADA ALLAH DAN ALLAH MENYEDIAKAN BAGI MEREKA SURGA-SURGA YANG MENGALIR SUNGAI-SUNGAI DI DALAMNYA; MEREKA KEKAL DI DALAMNYA SELAMA-LAMANYA. ITULAH KEMENANGAN YANG BESAR”

    “DAN BARANG SIAPA MENENTANG RASUL SESUDAH JELAS KEBENARAN BAGINYA, DAN MENGIKUTI JALAN YANG BUKAN JALAN ORANG-ORANG MUKMIN, KAMI BIARKAN IA LELUASA TERHADAP KESESATAN YANG TELAH DIKUASAINYA ITU DAN KAMI MASUKKAN IA KE DALAM JAHANAM, DAN JAHANAM ITU SEBURUK-BURUK TEMPAT KEMBALI”

    AH, KALAU SAJA DI DALAM AYAT ADA KALIMAT “HARUS MENGIKUTI JALANNYA ABU HASAN AL-ASYARI” NISCAYA TANPA BA, BI, BU LAGI PASTI SAYA AKAN IKUT PAHAMNYA BELIAU. SAYANGNYA KALIMAT TSB. TIDAK ADA.
    JADI SUPAYA AMAN SAYA HANYA BERPEGANG PADA FIRMAN ALLAH TSB. DI ATAS DALAM BERAGAMA. SOALNYA ABU HASAN AL–ASYARI SENDIRI SUDAH TOBAT DARI PEMAHAMAN BELIAU SENDIRI.

    1. AAG atau bdul Kholik @

      Pertama2 saya cuma heran, kenapa orang yg merasa beriman, bertauhid kok bisa gonta-ganti nama seperti antum? Apakah lupa dg nama sendiri?

      selanjutnya, sayangnya antum salah pasang dalil, sebab Iamm ABU HASAN AL-ASY’ARI aqidahnya benar2 mengikuti Nabi dan para Sahabat. Memang demikian cara muslimin beraqidah, mengikuti para Imam, dan para Imam tsb mengikuti aqidah Rasulullah Saw. Itulah yg disebut mata rantai atau sanad.

      Coba silahkan sebutkan, mana aqidah dari aqidah Asy’ariyah yg menyimpang dari ajaran Rasul saw? Justru ajaran yg antum anut yaitu aqidah Salafiyyah Wahabiyyah, yg menurut antum Aswaja Asli, saya bisa menyebutkan penyimpangan aqidah Salafiyyah Wahabiyyah. Diantaranya adalah kalian mengimani Allah Swt ajrut-ajrutan turun dari langit setiap malam, apakah Rasulullah mengajarkan aqidah tasybih (menyerupakan Allah dg makhluk) seperti itu? Tidak bukan? Tapi kenapa antum merasa sbg Aswaja yg Asli? Ketahuilah, keimanan yg seperti itu adalah aqidah para Yahudi, you know?

      Itu baru satu contoh, contoh lainnya antum dan kaum antum (Salafy Wahabi) mengimani allah duduk di Arsy, apakah Nabi mengajarkan keiman yg demikian? Tidak, sebab meyakini Allah duduk itu menyerupakan Allah dg makhluk, ini aqidah TASYBIH yg sesat dan menyesatkan.

      Kalau aqidah antum sudah batil, lalu bagaimana menurutmu amal2 yg telah natum lakukan selama ini? Ingat, aqidah yg benar adalah dasar diterimanya amal-amal kita. wallohu a’lam.

    2. Maaf saya tambahkan sedikit, antum kan punya akal untuk berpikir, benar kan? Coba baca artikel tentang Imam Abu Hasan Al Asyi’ariy dalam postingan di atas, lalu sebutkan mana menurut antum yg menyimpang dari bukti2 yg disebutkan dalam artikel di atas?

      Saya tunggu jawaban antum, syukron.

  42. hmm… katanya pengikut Salaf. koq menantang para ulama Salaf sendiri, seperti Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidy? dan menantang semua empat mazhab daripada para ulama Salaf juga?

    yah awalnya harus menklaim pengikut Salaf. ujung-ujungnya harus menantang Ulama Salaf. kacau dech.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker