Berita Indonesia

Akibat Korupsi Negara Indonesia Rugi 1000 Triliun Pertahun

Menurut Prabowo: Korupsi Rugikan Negara Indonesia Rp 1.000 Triliun per Tahun

Kampanye Partai Gerindra yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu siang, 29 Maret 2014, berlangsung riuh. Dengan diwarnai perasaan emosional para simpatisannya, Prawobo menyebut korupsi di Indonesia telah merugikan negara hingga Rp 1.000 triliun per-tahun.

“Mungkin hanya saya yang berani mengatakan baik di koran, buku, televisi, negara Indonesia kehilangan Rp 1.000 triliun setiap tahunnya karena korupsi,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Dalam kampanye itu, Prabowo mengklaim sering dijauhi dan ditakuti para lawan politiknya karena senantiasa bersikap jujur. Prabowo juga mengklaim menjadi satu-satunya pihak yang sampai saat ini berani mengungkap kebenaran. Terutama kebenaran perihal korupsi yang dilakukan para elite partai politik.

Di atas panggung terbuka, calon presiden dari Gerindra itu berorasi politik dengan berapi-api. Dalam kampanye itu, Prabowo banyak menyebutkan tokoh pewayangan seperti Kurawa untuk menggambarkan sikap para elite politik yang kerap berbohong demi kekuasaan. “Apakah kalian mau dipimpin Kurawa, Sengkuni, atau Durna, yang sekarang banyak yang ingin jadi pemimpin?” kata Prabowo.

banner gif 160 600 b - Akibat Korupsi Negara Indonesia Rugi 1000 Triliun Pertahun

Menurut Prabowo, orang yang mencla-mencle dan berbohong kelak akan lebih sering berdusta ketika sudah menjadi pemimpin. “Pemimpin seperti ini langsung merampok uang rakyat,” Prabowo menambahkan.

Di tengah keriuhan orasi Prabowo yang berlangsung sekitar 20 menit itu, seorang simpatisan Gerindra di bawah panggung tiba-tiba berteriak. Dia meminta wartawan yang meliput orasi Prabowo tidak memangkas pernyataan dan ucapan yang sudah dilontarkan bekas Komandan Jenderal Kopassus itu.

“Wartawan, jangan diedit!” kata simpatisan itu, yang lantas membuat Prabowo tertawa.

“Kalau wartawan itu biasanya pro kami, yang repot kan para pemilik medianya,” kata Prabowo merespons lontaran simpatisan itu.

Prabowo kemudian berkelakar ihwal keyakinannya terhadap dukungan awak media kepada dia. “Karena wartawan itu kan gajinya kecil seperti saya, jadi yang (membuat) repot itu pemiliknya, tapi rapopo (tidak apa-apa),” ujar Prabowo.

Dalam orasi yang panjang dan berapi-api itu, Prabowo sempat meminta izin minum segelas kopi yang sudah disediakan sebelum melanjutkan orasinya.(Islam Institute – al/ca/yogyakarta/tempo.co)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker