Berita Arab Saudi

Akhirnya Arab Saudi Mengakui Gunakan Bom Cluster di Yaman

Akhirnya Arab Saudi Mengakui Gunakan Bom Cluster di Yaman. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon prihatin atas serangan udara Arab Saudi terhadap warga sipil. Penggunaan bom cluster oleh Riyadh di ibukota Sana’a dan desa-desa lainnya akan terhitung sebagai kejahatan perang.

 

arn001200400151126 bom cluster - Akhirnya Arab Saudi Mengakui Gunakan Bom Cluster di Yaman

Islam-Institute, RIYADH – Negara Kerajaan Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa militernya menggunakan bom cluster dalam agresi mereka di Yaman.

Juru bicara militer Arab Saudi pada Selasa (12/01/16) mengatakan bahwa Riyadh telah menggunakan bom cluster dalam serangan udara mereka ke daerah di Barat Laut Yaman.

Namun, Ahmad al-Asiri mengklaim bahwa militer menggunakan bom cluster hanya sekali dalam serangan di Provinsi Hajjah, untuk menyerang mobil milik pejuang Yaman.

Serangan itu dilakukan hampir sembilan bulan yang lalu, ketika Riyadh memulai kampanye perang terhadap Yaman. Tegas pejabat militer Arab Saudi itu mencoba membela diri.

Sementara itu dari PBB dan organisasi internasional menyatakan bahwa dalam penelitian yang mereka lakukan, telah ditemukan sisa-sisa bom cluster. Seperti di Hajjah, Sa’ada, Sanaa dan beberapa daerah lainnya.

Organisasi hak asasi manusia di PBB, mengatakan pada awal Januari bahwa pihaknya telah menerima laporan bahwa pasukan Arab Saudi menggunakan bom clusteer di Hajjah. Dan menambahkan bahwa tim PBB menemukan sisa-sisa dari 29 submunisi cluster di desa al-Odair.

Sumber-sumber lokal di Hajjah juga menegaskan Arab Saudi berulang kali menggunakan bom cluster dalam serangan mereka terhadap desa-desa di Hajjah. Dan mengatakan serangan udara telah menyebabkan kerugian yang signifikan dari kehidupan warga sipil.

Pesawat tempur Arab Saudi telah berulang melakukan pemboman

Laporan selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pesawat tempur Arab Saudi telah berulang melakukan pemboman. Dengan amunisi tandan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dan pendukungnya di Sana’a.

banner 2 2 - Akhirnya Arab Saudi Mengakui Gunakan Bom Cluster di Yaman

Human Rights Watch mengatakan mereka memiliki bukti terpercaya yang menunjukkan  Arab Saudi telah menggunakan bom cluster. Dalam serangan udara mematikan di berbagai daerah di Yaman.

Ahmed Asiri, juru bicara aliansi agresi Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi pada (5/05/2015) mengakui. Bahwa pasukan koalisi telah menggunakan bom cluster di Yaman.

Asiri dalam menanggapi pertanyaan CNN tentang penggunaan bom claster CBU-105 di Yaman, mengatakan negaranya telah menggunakan bom tersebut pada basis-basis  militer di Yaman.

bom cluster - Akhirnya Arab Saudi Mengakui Gunakan Bom Cluster di Yaman

Pada 16 Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS, Alan Eyre telah menjawab tudingan Arab Saudi yang menyatakan bahwa bom cluster yang digunakan Saudi di Yaman dibeli dari AS. Dengan mengatakan, “Kebijakan AS hanya mengatur ekspor amunisi tandan  (bom cluster) setelah memenuhi persyaratan ketat. Selain itu, negara penerima senjata tersebut harus memberikan komitmen yang hanya akan digunakan terhadap target militer tertentu. Dan tidak akan digunakan untuk daerah-daerah yang biasanya dihuni oleh warga sipil”.

Pada 18 Oktober 2015, Media Yaman kembali merilis sebuah video. Yang menunjukkan provinsi utara Sa’ada menjadi sasaran pesawat-pesawat tempur Arab Saudi untuk menjatuhkan bom-bom cluster.

Jet-jet tempur Arab Saudi telah menghantam pasar di wilayah al-Ayar mulai jalan al-Makha hingga wilayah al-Jamarak di al-Raheda. Yang menghubungkan jalan antara al-Raheda dan Karash antara provinsi Ta’iz dan Lahij, stasiun gas wilayah al-Jadid di bagian selatan dari al-Makha, salah satu daerah pemukiman Ta’iz, istana presiden dan wilayah al-Omri dengan bom cluster,“ kata Abdollah al-Salami  kepada FNA, Selasa (17/11) lalu.

Pada tanggal 8 Januari, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon menyatakan keprihatinan atas serangan udara Arab Saudi terhadap warga sipil. Dia juga menegaskan, jika terbukti, penggunaan bom curah oleh Riyadh di ibukota Sana’a, maka itu akan terhitung sebagai “kejahatan perang”.  (ARN/AU) 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker