Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

akidah

Mengaku Ahlussunnah Waljamaah, Tapi Anggap Sesat Asy’ariyyah

Kaum sempalan ini menganggap sesat Asy'ariyah - Maturidiyyah yang notabene adalah perwujudan dari kaum Ahlussunnah Waljamaah.

Ahlussunnah Waljamaah – Biasalah, ada yang mengaku Ahlussunnah Waljamaah. Tetapi mereka tidak mempunyai ciri-ciri sebagai kaum Ahlussunnah Waljamaah. Itulah kaum yang  jumlahnya sangat kecil secara global (dunia) yang mengaku berakidah Ahlussunnah Waljamaah, akan tetapi nyaris sebagian besar amalannya bertentangan dengan amalan yang disepakati oleh kaum Ahlussunnah Waljamaah.

Bahkan lucunya, kaum sempalan ini  menganggap sesat Asy’ariyah Maturidiyyah yang notabene adalah perwujudan dari kaum Ahlussunnah Waljamaah. Inilah suatu kontradiksi yang megundang ironisme yang fatal.

Di sisi lain, Kaum Asy’ariyah Maturidiyyah ini secara nyata adalah terdiri dari pengikut 4 madzhab fikih mu’tabar plus madzhab-madzhab kecil yang lainnya, yaitu para pengikut madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi, dan orang-orang terkemuka dari madzhab Hanbali.

Akidah Ahlussunnah Waljamaah yang diikuti oleh penganut 4 madzhab inilah yang diajarkan hingga kini di pondok-pondok pesantren di negara kita, Indonesia. Dan akidah ini pula yang diyakini oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia, di Indonesia, Malasiya, Brunei, India, Pakistan, Mesir (terutama al-Azhar yang giat mengajarkan akidah ini), negar-negara Syam (Siria, Yordania, Lebanon, dan Palestina), Maroko, Yaman, Irak, Turki, Dagestan, Checnya, Afganistan, dan negara-negara lainnya.

Yang menjadi sangat aneh dan lucu, kaum sempalan yang mengaku Ahlussunnah Waljamaah itu ternyata menganggap sesat kaum Asy’ariyyah Maturidiyyah. Maka muncul pertanyaan mendasar;  “Mengaku Ahlussunnah Waljamaah kok menganggap sesat Asy’ariyyah Maturidiyyah?” Sungguh suatu kontradiksi yang konyol dan melawan arus sejarah kaum Ahlussunnah Waljama’ah.

Untuk lebih jelas agar mengetahui lebih detail apa siapa Ahlussunnah Waljamah, tulisan Abou Fateh berikut ini bisa menjadi panduan yang akan mengantar anda mengenal Ahlussunnah Waljamaah….

AHLUSSUNNAH WALJAMAAH ADALAH KAUM ASY’ARIYYAH DAN MATURIDIYYAH

(Waspada…. Wahabi bukan Ahlussunnah; tapi mereka Ahluttasybih)

 

mosque - Mengaku Ahlussunnah Waljamaah, Tapi Anggap Sesat Asy'ariyyah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

وَإنّ هذِه الِملّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ، ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الجَنّةِ وَهِيَ الجَمَاعَة (رَواه أبُو دَاوُد)

“Dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di antaranya di dalam neraka, dan hanya satu di dalam surga yaitu al-Jama’ah”. (HR. Abu Dawud).

Sejarah mencatat bahwa di kalangan umat Islam dari semenjak abad permulaan, terutama pada masa Khalifah ‘Ali ibn Abi Thalib, hingga sekarang ini terdapat banyak golongan (firqah) dalam masalah akidah. Faham akidah yang satu sama lainnya sangat berbeda dan bahkan saling bertentangan. Ini adalah fakta yang tidak dapat kita pungkiri. Karenanya, Rasulullah sendiri sebagaimana dalam hadits di atas telah menyebutkan bahwa umatnya ini akan terpecah-belah hingga 73 golongan. Semua ini tentunya dengan kehendak Allah, dengan berbagai hikmah terkandung di dalamnya, walaupun kita tidak mengetahui secara pasti akan hikmah-hikmah di balik itu. Wa Allahu A’lam.

BACA JUGA:  Wahabi Ikut Ibnu Taymiyah atau Nashiruddin Al Albani ?

Namun demikian, Rasulullah juga telah menjelaskan jalan yang selamat yang harus kita tempuh agar tidak terjerumus di dalam kesesatan. Kunci keselamatan tersebut adalah dengan mengikuti apa yang telah diyakini oleh al-Jama’ah, keyakinan yang telah dipegang teguh oleh mayoritas umat Islam. Karena Allah sendiri telah menjanjikan kepada Nabi bahwa umatnya ini tidak akan tersesat selama mereka berpegang tegung terhadap apa yang disepakati oleh kebanyakan mereka. Allah tidak akan mangumpulkan mereka semua (ummat Islam) di dalam kesesatan. Kesesatan hanya akan menimpa mereka yang menyempal dan memisahkan diri dari keyakinan mayoritas Ummat Islam.

Mayoritas umat Rasulullah, dari masa ke masa dan antar generasi ke generasi adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka yang mengikuti jejak para sahabat tersebut dalam meyakini dasar-dasar akidah (Ushul al-I’tiqad). Walaupun generasi pasca sahabat ini dari segi kualitas ibadah sangat jauh tertinggal di banding para sahabat Rasulullah itu sendiri, namun selama mereka meyakini apa yang diyakini para sahabat tersebut, maka mereka tetap sebagai kaum Ahlussunnah.

Dasar-dasar keimanan adalah meyakini pokok-pokok iman yang enam (Ushul al-Imam as-Sittah) dengan segala tuntutan-tuntutan yang ada di dalamnya. Pokok-pokok iman yang enam ini adalah sebagimana disebutkan dalam sebuah hadits yang dikenal dengan hadist Jibril:

الإيْمَانُ أنْ تُؤْمِنَ باللهِ وَمَلائِكَتهِ وَكُتُبهِ وَرُسُلهِ وَاليَوم الآخِر وَالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (روَاهُ البُخَاري وَمُسْلم)

“Iman adalah engkau percaya dengan Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, serta beriman dengan ketentuan (Qadar) Allah; yang baik baik maupun yang buruk”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Pengertian al-Jama’ah yang telah disebutkan dalam hadits riwayat al-Imam Abu Dawud di atas yang berarti mayoritas umat Rasulullah, yang kemudian dikenal dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah, telah disebutkan dengan sangat jelas oleh Rasulullah dalam haditsnya, sebagai berikut:

أُوْصِيْكُمْ بأصْحَابِي ثمّ الّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثمّ الّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، (وفيْه): عَلَيْكُمْ بالجَمَاعَةِ وَإيّاكُمْ وَالفُرْقَةَ فَإنّ الشّيْطاَنَ مَعَ الوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاثْنَيْنِ أبْعَد، فَمَنْ أرَادَ بُحْبُوْحَةَ الْجَنّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ (رَواهُ التّرمِذيّ وَقالَ حسَنٌ صَحيْحٌ، وصَحّحَه الحَاكِم

“Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian -mengikuti- orang-orang yang datang sesudah mereka, kemudian -mengikuti- orang-orang yang datang sesudah mereka”. (Dan termasuk dalam rangkaian hadits ini): “Hendaklah kalian berpegang kepada mayoritas (al-Jama’ah) dan jauhilah perpecahan, karena setan akan menyertai orang yang menyendiri. Dia (Setan) dari dua orang akan lebih jauh. Maka barang siapa menginginkan tempat lapang di surga hendaklah ia berpegang teguh kepada -keyakinan- al-Jama’ah”. (HR. at-Tirmidzi. Ia berkata: Hadits ini Hasan Shahih. Hadits ini juga dishahihkan oleh al-Imam al-Hakim).

BACA JUGA:  Umat Islam, Sadarlah Adu Domba Syi'ah dan Sunni

Al-Jama’ah dalam hadits ini tidak boleh diartikan dengan orang-orang yang selalu melaksanakan shalat berjama’ah, juga bukan jama’ah masjid tertentu, atau juga bukan dalam pengertian para ulama hadits saja. Karena pemaknaan semacam itu tidak sesuai dengan konteks pembicaraan hadits ini, juga karena bertentangan dengan kandungan hadits-hadits lainnya. Konteks pembicaraan hadits ini jelas mengisyaratkan bahwa yang dimaksud al-Jama’ah adalah mayoritas umar Rasulullah dari segi jumlah.

Penafsiran ini diperkuat pula oleh hadits riwayat al-Imam Abu Dawud di atas. Sebuah hadits dengan kualitas Shahih Masyhur. Hadits riwayat Abu Dawud tersebut diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh orang sahabat Rasulullah. Hadits ini memberikan kesaksian akan kebenaran apa yang dipegang teguh oleh mayoritas umat Nabi Muhammad, bukan kebenaran firqah-firqah yang menyempal. Dari segi jumlah, firqah-firqah sempalan 72 golongan yang diklaim Rasulullah akan masuk neraka seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud ini, adalah kelompok yang sangat kecil dibanding pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Kemudian di kalangan Ahlussunnah dikenal istilah “Ulama Salaf”. Mereka adalah orang-orang terbaik dari kalangan Ahlussunnah yang hidup pada tiga abad pertama tahun hijriah. Tentang para ulama salaf ini, Rasulullah bersabda:

خَيْرُ القُرُوْنِ قَرْنِيْ ثُمَّ الّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ (رَوَاهُ التّرمِذِيّ)

“Sebaik-baik abad adalah abad-ku (periode Sahabat Rasulullah), kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’in), dan kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’i at-Tabi’in)”. (HR. at-Tirmidzi).

Pada paruh akhir abad ke tiga dari periode Salaf ini, tepatnya pada sekitar tahun 260 H mulai menyebar berbagai bid’ah dan faham-faham ekstrim dalam masalah akidah. Seperti bid’ah kaum Mu’tazilah, bid’ah kaum Khawarij, bid’ah kaum Musyabbihah, dan berbagai kelompok sempalan lainnya. Kemudian dua Imam agung; yaitu al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari (w 324 H) dan al-Imam Abu Manshur al-Maturidi (w 333 H) datang dengan menjelaskan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang telah diyakini para sahabat Raslulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dali Naqli dan dalil-dalil ‘Aqli, disertai dengan bantahan terhadap kesesatan-kesesatan kaum Mu’tazilah, kaum Musyabbihah, kaum Khawarij, dan kelompok ahli bid’ah lainnya.

Sehingga di kemudian hari nama Ahlussunnah Wal Jama’ah dinisbatkan kepada dua Imam agung ini. Karenanya, Ahlussunnah Wal Jama’ah dikenal dengan nama al-Asy’ariyyun atau al-Asya’irah; yaitu para pengikut al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari, dan al-Maturidiyyun; yaitu para pengikut al-Imam Abu Manshur al-Maturidi. Penyebutan Ahlusunnah dalam dua kelompok ini (Asy’ariyyah dan Maturidiyyah) tidak menafikan bahwa mereka berada di dalam satu golongan, yaitu al-Jama’ah. Karena jalan yang telah ditempuh oleh al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan al-Imam Abu Mansur al-Maturidi di dalam pokok-pokok akidah adalah jalan yang sama.

BACA JUGA:  Syiah dan Sunni Inginkan Persatuan Umat Islam

Perbedaan yang terjadi di antara Asy’ariyyah dan Maturidiyyah adalah hanya dalam masalah-masalah cabang akidah saja (Furu’ al-‘Akidah). Hal ini tidak menjadikan kedua kelompok ini saling menghujat atau saling menyesatkan satu sama lainnya. Contoh perbedaan tersebut, prihal apakah Rasulullah melihat Allah saat peristiwa Mi’raj atau tidak? Sebagian sahabat, seperti ‘Aisyah, ‘Abdullah ibn Mas’ud mengatakan bahwa ketika itu Rasulullah tidak melihat Allah. Sedangkan sahabat lainnya, seperti ‘Abdullah ibn ‘Abbas mengatakan bahwa Rasulullah ketika itu melihat Allah dengan mata hatinya. Allah telah memberikan kemampuan kepada hati Rasulullah untuk dapat melihat-Nya. Perbedaan Furu’ al-‘Akidah semacam inilah yang terjadi antara al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah, sebagaimana perbedaan tersebut terjadi di kalangan sahabat Rasulullah.

Kesimpulannya, kedua kelompok ini masih tetap berada dalam satu ikatan al-Jama’ah. Dan kedua kelompok ini adalah kelompok mayoritas umat Rasulullah yang disebut dengan al-Firqah an-Najiyah, artinya sebagai satu-satunya kelompok yang selamat. Karena itu al-Imam al-Hafizh as-Sayyid Murtadla az-Zabidi (w 1205 H) dalam kitab Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, menuliskan:
إذَا أُطْلِقَ أهْلُ السُّنّةِ وَالجَمَاعَةِ فَالمُرَادُ بِهِمْ الأشَاعِرَةُ وَالمَاتُرِيْدِيَّة

“Jika disebut Ahlussunah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah” .

Dengan demikian akidah yang benar dan telah diyakni oleh para ulama Salaf terdahulu adalah akidah yang diyakini oleh kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah. Al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan al-Imam Abu Manshur al-Maturidi tidak datang dengan membuat ajaran baru, tapi keduanya hanyalah merumuskan dan menjelaskan kembali akidah yang diyakini oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Akidah Ahlussunnah ini adalah akidah yang diyakini oleh ratusan juta umat Islam di seluruh penjuru dunia dari masa ke masa, dan antar generasi ke generasi. Di dalam fikih mereka adalah para pengikut madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi, dan orang-orang terkemuka dari madzhab Hanbali. Akidah Ahlussunnah inilah yang diajarkan hingga kini di pondok-pondok pesantren di negara kita, Indonesia. Dan akidah ini pula yang diyakini oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia, di Indonesia, Malasiya, Brunei, India, Pakistan, Mesir (terutama al-Azhar yang giat mengajarkan akidah ini), negar-negara Syam (Siria, Yordania, Lebanon, dan Palestina), Maroko, Yaman, Irak, Turki, Dagestan, Checnya, Afganistan, dan negara-negara lainnya.

oleh: Abou Fateh

sumber

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

180 thoughts on “Mengaku Ahlussunnah Waljamaah, Tapi Anggap Sesat Asy’ariyyah”

  1. Membaca tulisan artikel di atas jadi teringat para penganut Salafy Wahabi yang mengaku-ngaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah, kemudian dipertanyakan oleh pengunjung blog ini. Ketika dipertanyakan sejarahnya dari Wahabi ke Salafy dan kemudian ke Ahlussunnah Waljama’ah, maka para penganut Salafy Wahbi tidak bisa menceritakan sejarahnya. Walaupun yg sekedar “ngarang”-pun mereka tidak bisa, apalagi sejarah yg sebenarnya, he he he….

    Nah, bagi yg belum tahu tapi kepingin tahu sekeklumit sejarah Ahlussunnah Waljama’ah maka membaca artikel di atas bisa menjadi kebutuhan yg urgent. Insyaallah akan tercerahkan dengan hidayah-NYA, amin….

    Thank you Ummati…..

  2. siapa juga yg ngasih nama wahabi,hanya orang2 jahil dan pengekorlah yg menisbatkan salafy ke wahabi.memang benar ada kelompok wahabiyah,dan mereka adalah abdul wahab bin rustum.

    1. Ternyata Abdul Wahhab bin Abdurrahmaan ibn Rustum dan Muhammad ibn Abdul Wahhab sama-sama tokoh khowarij lho mas, yang membedakan adalah kalau Abdul Wahhab ibn Abdurrahmaan ibn Rustum itu tokoh khowarij abad 2 hijriyyah sedangkan Muhammad ibn Abdul Wahhab adalah tokoh khowarij abad 12 hijriyyah.

      Sedangkan yang dimaksud oleh ulama’-ulama’ ahlussunnah wal jama’ah tentang kaum wahhabi adalah kaum/sekte yang mengikuti ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab, bukan ajaran Abdul Wahhab ibn Rustum.

  3. TELAH HILANG SEORANG LAKI2 DENGAN CIRI-CIRI SBB: PAKE KACAMATA HITAM,RAMBUT LURUS,KULIT PUTIH,UMUR KIRA2 30 TH.PIKIRAN AGAK SEDIKIT ‘TERGANGGU’.BILA MENEMUKAN HUB:0852364718850

    1. wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkw..
      kakakakakakakakakakak..
      hahahahahahahahahahaha///
      heheheheheheheheheheh…
      kokokokokokokokookokok///
      Lucu loe bro…
      Oh ya gue tambahin dikit..
      Fotonya ada di atas,,,

  4. Sedikit saran dari ane kepada para pengikut Wahabi, bacalah sejarah dan lihatlah dengan kacamata obyektif bagaimana Wahabi itu ternyata tidak ada sangkut-pautnya dengan Ahlussunnah Waljama’ah, walaupun hanya sedikit. Wahabi tidak lain hanyalah paham sempalan, dan kaumnya adalah kaum yg menyempal dari Ummat Islam Mayoritas. Kaum sempalan ini kemudian didoktrin oleh para pemimpinnya agar bangga dengan jumlah yang sedikit (agar bangga sebagai kaum asing: sebuah doktrin yg menyesatkan), padahal doktrin ini bertentangan dg hadits Nabi Saw agar ketika terjadi perpecahan Ummat Islam kita disuruh ikut kepada Islam yg jumlah pengikutnya terbanyak (mayoritas). BACA ARTIKEL DI ATAS!!!

    Sebagaimana sabda Nabi Saw: “Hendaklah kalian berpegang kepada mayoritas (al-Jama’ah) dan jauhilah perpecahan, karena setan akan menyertai orang yang menyendiri (menyempal). Dia (Setan) dari dua orang akan lebih jauh. Maka barang siapa menginginkan tempat lapang di surga hendaklah ia berpegang teguh kepada -keyakinan- al-Jama’ah”. (HR. at-Tirmidzi. Ia berkata: Hadits ini Hasan Shahih. Hadits ini juga dishahihkan oleh al-Imam al-Hakim).

    Al-Jama’ah dalam hadits ini oleh para ulama tidak diartikan dengan orang-orang yang selalu melaksanakan shalat berjama’ah, juga bukan jama’ah masjid tertentu, atau juga bukan dalam pengertian para ulama hadits saja (sebagaimana di gembar-gemborkan Oleh Ustadz2 Salafy Wahabi). Karena pemaknaan semacam itu tidak sesuai dengan konteks pembicaraan hadits ini, juga karena bertentangan dengan kandungan hadits-hadits lainnya. Konteks pembicaraan hadits ini jelas mengisyaratkan bahwa yang dimaksud al-Jama’ah adalah MAYORITAS umar Rasulullah dari segi jumlah.

    Penafsiran dari segi jumlah ini diperkuat pula oleh hadits riwayat al-Imam Abu Dawud yg disebutkan dalam artikel di atas. Sebuah hadits dengan kualitas Shahih Masyhur. Hadits riwayat Abu Dawud tersebut diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh orang sahabat Rasulullah. Hadits ini memberikan kesaksian akan kebenaran apa yang dipegang teguh oleh MAYORITAS UMMAT Nabi Muhammad, bukan kebenaran firqah-firqah yang menyempal semacam Wahabisme.

    Dari segi jumlah, firqah-firqah sempalan 72 golongan yang diklaim Rasulullah akan masuk neraka seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud ini, adalah kelompok yang sangat kecil dibanding pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah di seluruh dunia. Dan inilah MAYORITAS yg dimaksud oleh Rasulullah Saw.

    1. Yah,,,,itukhan pemikiran baok kepala loe punya…
      Padahal yang dimaksud Al Jama’ah itu para sahabat Nabi////
      Lalu ioe mau bilang apa hadist ini
      Diriwayatkan dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).

      1. Budi@

        Hadits yg Nte sebutkan Shohih, tapi pembicaraan hadits tsb konteksnya adalah tentang kemunduran dan kejayaan Ummat Islam. Jelasnya tidak ada pembicaraan yg berkaitan dg kerusakan aqidah Ummat Islam. Sedangkan hadits yg ane bawakan di atas itu berbicara tentang aqidah yg harus dianut Ummat Islam ketika Ummat Islam dalam kondisi terpecah belah agar tidak tersesat ke neraka. Yaitu ikutlah Ahlussunnah Waljama’ah. Oke Bud…?

        Yang Jelas pada akhirnya nanti ummat Islam akan Jaya kembali seperti yg pernah dikabarkan oleh Nabi Saw. Tapi tentu saja bukan Wahabi pejuangnya, tidak ada tanda-tandanya Wahabi akan jaya melawan Dajjal. Di akhir zaman nanti Ummat Islam akan memimpin dunia setelah merebutnya dari cegkraman Dajjal. Ketika saat itu tiba, wahabi sudah musnah lebih dulu, karena Haramain akan dibebaskan oleh Ummat Islam dari belenggu Wahabi. Demikian Bud….

  5. baihaqi@

    Mas Baihaqi, saya sudah membaca sejarah Wahabisme jauh sebelum antum menyarankan, saya pun sudah melihat secara obyektif, makanya saya pun lebih cenderung dan matab dengan yg dianut ASWAJA versi blog ini. Tidak diragukan lagi, benar-benar kuat dg hujjah.

    Mas Baihaqi, ehmmm, ehmmm…. kenal sama foto yg jadi illustrasi di atas Mas? Kira-kira Mas ADMIN apa bukan ya Mas, feelling saya kok itu Mas ADMIN. Gemana menurut antum?

    1. Ummu Aiman@

      He he he…. ana nggak tahu tentang foto tsb, tapi bisa jadi feelling antum benar, biasanya feelling Wanita tentang Pria itu lebih tajammm…. he he he….. Afwan ya Ummi Aiman, bercanda kok…?

  6. jundu@ulama ya mana yg nt maksud.bahwa syekh muhammad bin abdul wahhab adalah wahabi.paling nt pengekor ulama2 jaman ini yg suka menebar fitnah.

    1. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

      Yang ana maksud adalah ULAMA-ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH dari yang se-zaman dengan Muhammad ibn Abdul Wahhab hingga zaman sekarang.

      Dari yang se-zaman dengan Muhammad ibn Abdul Wahhab, saudara kandung beliau Syech Sulaiman ibn Abdul Wahhab rahimahullaah, Guru Muhammad ibn Abdul Wahhab sendiri yaitu Syech Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi asy-Syafi’i, dan masih banyak ulama’ ahlussunnah wal jama’ah lainnya yang se-zaman dengan Muhammad ibn Abdul Wahhab.

      Hingga sampai ulama-ulama ahlussunnah wal jama’ah zaman sekarang, menolak doktrin yang dibawa oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab.

      Para ulama ahlussunnah wal jama’ah dari seluruh madzhab menolak doktrin yang dibawa oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab. Daftar ulama ahlussunnah wal jama’ah yang menolak doktrin Muhammad ibn Abdul Wahhab pastilah antum sudah tahu, bisa antum search di Ummati.

      Kesimpulan PERTAMA: Betul, saya mengekor pendapat para ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH dan SAYA TIDAK MENGEKOR PENDAPAT ULAMA’ DARI KAUM WAHHABIYYUN semisal ibn Baaz, Utsaimin, Al-albaniy dan yang sebangsanya.

      Kesimpulan KEDUA: FAKTA bahwa ANTUM MENGEKOR PENDAPAT ULAMA WAHHABIYYUN, DAN MENGENYAMPINGKAN PENDAPAT ULAMA’ AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH dari semua madzhab yang menyatakan bahwa doktrin yang dibawa Muhammad ibn Abdul Wahhab telah jauh dari manhaj Ahlussunnah wal jama’ah.

      1. jundumuhammad@

        Berarti benarlah jika dikatakan Wahabi akhir-akhir ini hanya mengaku-ngaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah, tapi faktanya mereka tetaplah Wahabi, tidak lebih tidak kurang. KeWahabiannya tetap terdeteksi oleh Ummat Islam walaupun mau menyamar sebagai apa pun!

  7. Srigala tetaplah srigala nggak bakal bisa berubah jadi domba, paling (srigala berbulu domba) kecuali atas kuasa Allah SWT, bener nggak mas baihaqi???

  8. Pantas saja disebut fitnah, lha wong mayoritas ulama dan umat ini dibilang sesat. Namanya saja Ahlussunah wal jamaah ya pasti mengikuti sunnah dan selalu bersama jamaah, bukan keluar membuat jamaah sendiri ( terpecah pecah lagi). Dalam jamaah, baju bisa aja berbeda (organisasi, Mazhab fikih, jalan dakwah dsb) tetapi tetap dalam satu jamaah, saling menguatkan, melindungi, dan bersatu menghadapi masalah dan musuh yang sama. Coba aja bayangin deh, dalam sholat aja, kan aneh kalau ada beberapa orang yang tidak mau ikut sholat dalam jamaah yang ada, tetapi buat jamaah sholat sendiri, udah gitu buat keributan lagi dalam mesjid, enaknya diapakan tuh?

  9. ferry ASWAJA@

    Benar Mas Fery Aswaja….

    =======================

    Dianth@

    Mas Dianth, enaknya mereka dikembalikan ke Najd aja Mas, kira2 diakui apa nggak ya mereka di sana?

      1. Ya, suruh ke laut cari belut, insaallah lebih berkah daripada menyesat-nyesatkan kaum Ahlussunnah Waljama’ah.

        Ke laut sebulan aja dijamin sembuh dari penyakit virus wahabi.

        1. hehehe, ajarannya yang tidak sesuai tentu mesti dibuang ke laut, tapi ajarannya yang sesuai tentu saja kita ambil sebagai kekayaan agama kita. Yang penting akidahnya mesti sama dong dengan kita yaitu Ahlussunah wal jamaah, masalah fikih kita serahkan kepada mesing-masing person, yang penting saling menghargai dan menghormati.

  10. ayo rame-rame kita kembalikan ketempatnya sitanduk setan, tp nggak mungkin diterima sdh diisyaratkan oleh Rosulullah SAW, mereka akan terpecah-belah membentuk sekte2 masing yg saling menghinakan dan mengkafirkan(maklum sorgakan udah dikavlingin masing2)bener nggak mas-mas???

  11. Artikel yang hebat, coba sekarang mau bilang apalagi para penganut WAHABISME setelah baca artikel di atas? Pingin tahu neh koment Wahabis yg bermutu kalau ada. Harusnya Ustadz Firanda atau Amir Abdat yg neh yg koment di sini. Kalau kroco2 dah gak ada yg mampu kayanya ya?

    prass@ Terima kasih link-nya, mantab Broo….

  12. Mrk seenaknya mencela dan menghina ulama lain atas nama Islam tp giliran ulama mrk kita buka kedoknya mrk ngamuk dan satu kata jwbn: FITNAH KEJI

  13. He he he, baca blog2 wahabi, majalah dll kang. Ane dah jelajah bnyk blog wahabi dan majalah jg buletin. Isinya bnyk fitnah bro

  14. mbah@baca lagi majalah2 itu,atau blog2nya,apakah berdasar hawa nafsu atau berdasar dalil.kalau lah ada blog yg tdk santun jnglah dianggap mewakili apa yg didakwahkan oleh salafy.

    1. masemen@

      Coba Masemen baca postingan di atas, pakai hawa nafsu apa pakai dalil? Coaba baca dg teliti agar dapat hidayah-NYA.

      Kalau menurut masemen ada yg tidak benar dari artikel di atas, coba komentari bagian mana dari artikel di atas yg salah menurut masemen. Silahkan masemen dikomentari menurut versimu, ane tunggu koment antum, oke?

      1. Aryopati@

        Saya ikut menyimak Mas Aryopati, ayo Masemen ditungguin neh, jangan lama-lama ngumpetnya ya?

        Tapi hati-hati ya, ntar di-KO, he he he….
        Maaf ya, bercanda ….?

  15. aryo@saya tdk menyalahkan artikel diatas,itu hak kalian kalau memang mengikuti aqidahnya imam asyari ‘versi kalian’.dan ini sebagaimana yg telah didiskusikan dng panjang lebar antara ajam dan mz.tapi yg jadi sorotan saya adalah tuduhan2 keji kalian trhd salafy ini,aliran sesatlah,tukang takfir lah,agama sempalan lah dll,yg memang sungguh jauh dari faktanya dilapangan.

    1. jauh dari faktanya di lapangaaaaaaan ????? ana melihat di lapangan lingkungan ana keluarga salafy yg baru 3 bln mengaji dah melarang tetangganya pergi maulidan , melarang tahlilan , melarang ziarah kubur ,……ini bid’ah,itu syirik dll , dsb ……bagaimana ini masemen ( nama palsu ) nt bilang tuduhan keji ???? yang jelas salafy varian dari wahabi …..naudzubillah …..

  16. @masemen

    Bolehlah sampeyan komen seperti itu mas, tetapi pengalaman saya pribadi berkata lain. Saya sempat beberapa kali ikut kajian salafy/wahabi. Begitu mudah dan entengnya mengkafirkan kelompok Islam yang lain, apalagi menuduh sesat dan syirik.

  17. mamo@memang betul saya meyakini bahwa maulidan bid’ah,tahlilan bid’ah,ziarah kubur meminta pertolongan kepada ahli kubur adalah kesyirikan,ingat ini adalah i’tiqod,tapi untuk mengatakan sianu ahli bid’ah,sianu kafir,sianu musyrik tunggu dulu,tdk semudah itu,ustd2 salafy bukan orang2 bodoh mereka mengerti ttg kaidah2 takfir.bukankah menuduh seseorang kafir,kalau tdk terbukti ,akan kembali kpd yg menuduh.

    1. seharusnya kalau ustad2 salafy bukan orang2 bodoh langkah tepat adalah memberi peringatan pada jamaahnya untuk tidak mudah menuduh muslim lain syirik , ahlul bid’ah dsb ……sembari mendalami islam secara keseluruhan …….@masemen nt tentunya paham kan cabang ilmu islam yang harus dikuasai sebelum seorang muslim membuat hukum dalam islam sekaligus membedah Ayat ayat Alloh, sebelum merasa jadi seorang ustad yang mendakwahkan hukum islam itu sendiri kepada para santrinya, agar tidak terjadi salah paham yng berakibat fatal, dgn kata lain dalam menterjemahkan hadist dan ayat Alloh itu tidak semudah yang kita pikirkan …..“Sungguh sebesar-besarnya kejahatan diantara kaum muslimin adalah orang yang mempermasalahkan hal yang tidak diharamkan, kemudian menjadi diharamkan karena ia mempermasalahkannya“. (HR. al-Bukhari)

      “Betul! Tetapi mereka itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.” (Riwayat Tarmizi)
      @masemen……Peringatan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wasallam menjadi bid’ah dlolalah jika yang melakukannya berkeyakinan sebagai perkara yang wajib (jika di tinggalkan berdosa).
      Begitu juga menjadi bid’ah dlolalah bagi yang melarang peringatan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wasallam karena menetapkannya sebagai perkara haram (dikerjakan berdosa)
      Kita dalam memahami sebuah ayat dalam Al-Qur’an tidak boleh memahami secara lepas karena sebuah ayat dalam Al-Qur’an mempunyai kaitan dengan ayat-ayat lain dalam satu surat, dengan ayat pada surat yang lain maupun kaitan dengan hadits-hadits yang menguraikan Al-Qur’an. Selain memperhatikan kaitan/hubungan dengan yang lain, kitapun harus memperhatikan asbabun nuzul nya.
      demikian @masemen untuk anda wassalam.

  18. saya sudah banyak mengkaji tentang aliran dalam agama islam mulai dari yang aliran tarekat, mahzab2, dan lain sebagainya.
    yang mengherankan hampir semua sekte dalam islam menyudutkan salafi termasuk wacana di atas.
    Berdasarkan hadist yang menyatakan bahwa umat ini akan terpecah-belah hingga 73 golongan, dan hanya satu yang selamat cukup jelas mengarah kepada salafi-lah golongan yang selamat itu, dikarenakan hanya manhaj ini satu-satunya (1) dari semua aliran yang berbeda sendiri.
    contoh kecil saja diluar salafi masalah musik belum ada kata sepakat…
    padahal kan sudah jelas nabi suka apa gak…
    orang islam banyak yang suka kurma itu kan karena nabi suka…
    jadi menurut saya gak usah ngomongin mahzab(manhaj)lain, perbaiki aja dulu diri sendiri…(salam dari orang awam)

    1. MJA@ mengkaji tanpa guru yang bersanad sampai ke Rosul SAAW perlu dipertanyakan kebenarannya ….???? bahkan ada nasehat belajar agama tanpa guru , gurunya syetan ……

  19. Muhammad Jerry An-naibaho :
    saya sudah banyak mengkaji tentang aliran dalam agama islam mulai dari yang aliran tarekat, mahzab2, dan lain sebagainya.

    ======================
    Ralat mas: mahzab apa artinya ya?
    waduh mas, katanya sudah banyak mengkaji aliran dalam Islam dan lain sebagainya, tapi apa iya ada mahzab?
    jadi sebelum nulis, perbaiki dulu ya …
    salam dari awam juga.

  20. akhi…. mau minta keterangan tentang dzikir jama’ah seusai shalat dari imam hanafi, malik,syafi’i dan ahmad donk???
    terus saya mau nanya juga nih,,, dimesjid2 deket rumah pas selesai shalat,, imamnya langsung mimpin dzkir pake pengeras suara padahal dibelakangnya masih ada ma’mumnya yang masbuq yang lagi nerusin shalatnya… mang kaya gitu boleh ya?

  21. Wah makin seru nih.
    Nah, mbah mau nanya nih. Dalam konteks hubungan antara hamba dengan Tuhan, kurang ajar manakah seorang hamba yang meyakini Allah di langit dengan yang melakukan tahlilan, maulid nabi, haul auliya dll?

    Buat @MJA

    Maaf ya mas, kalau cuman mengkaji berbagai tarekat, madzab fiqh dan teologi itu mah TIDAK MENGHASILKAN APA-APA kecuali kepayahan.
    Karena apa…..?

    Sebab untuk ukuran jaman sekarang jelas sekali kita tidak akan mampu karena bagaimana mungkin yang awam seperti kita mampu mengimbangi kealiman dan kearifan ulama yang saleh pada zaman dulu. Kata-kata mengkaji itu jebakan nafsu karena hakikinya kita merasa mampu menilai kapasitas dan kapabilitas ulama2 yang alim sekaligus arif pada zaman dulu. INI BUKTI KITA TIDAK PUNYA TATA KRAMA dengan ulama salaf.
    Persoalan tarekat itu adalah sangat dalam dan tidak cukup dengan mengkaji kitab saja, tetapi harus ditindaklanjuti dengan tingkah laku. Seumur hidup anda tidak akan mampu mengkaji dengan tuntas mengenai tarekat.

    JADI HATI-HATI MEMBUAT KESIMPULAN. WASPADALAH TIPU DAYA NAFSU YANG MENDOMPLENG AKAL

  22. maaf mas admin,,, tapi kok ga ada penjelasan dari imam-imam yang saya sebutin itu,,,,
    banyak sekali orang yang bilang kalo dizaman sekarang ini,, kita harus bertaqlid kepada salah satu dari ke empat imam itu,, tolong ya mas,,,, saya minta keterangannya juga dari imam 4 itu,, biar makin yakin,, he,,

    1. aldi@

      Memang benar demikian, disarankan dg sangat bagi orang awam untuk taqlid kepada Imam Madzhab, maksudnya agar kita tidak berijtihad sendiri-sendiri tentang hal-hal yg belum ada nash-nya (dalil naqli), yg mana kalau orang awam berijtihad sendiri bisa berakibat kesalahan fatal. Jadi tentang hal yg antu tanyakan tentang dzikir (wirid) itu sudah ada dalilnya dg jelas.

      Dzikir setelah shalat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah shalat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata

      ????? ?????? ????????? ??????????? ????? ?????????? ???????? ???? ?????????????? ????? ????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? ?????? ???????? ????? ??????????? ???????? ????? ??????????

      “Sesungguhnya mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan shalat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas menambahkan, ‘Aku mengetahui mereka selesai shalat dengan itu, apabila aku mendengarnya.”

      Masih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

      ?????? ???????? ?????????? ??????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????????????

      “Aku megetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir.” (HR. al-Bukhari)

      Hadits-hadits di atas merupakan dalil tentang sunnahnya menjaharkan (mengeraskan) suara dzikir sesudah shalat. Dan ini menjadi bantahan bagi mereka yang mengingkari dan melarangnya.

      Kalau sudah dalil dari hadits-hadits Nabi Saw, tapi antum masih ragu, tentu ini menjadi sangat aneh bukan? Sebenarnya apa yg sedang berkecamuk dalam pikiran antum?

  23. mas admin,, jangan lupa kasih keterangan yang saya minta ya,,,
    iya mas,, mau nannya lagi ni,, waktu saya ikut pengajian di rumah ustad deket rumah saya,, saat itu beliau menyampaikan bahwa hari itu ialah “rabu wakasan” setelah itu beliau pun menerangkan bahwa shalat tolak bala yang akan dilaksanakan pada malam itu tidak ada sumbernya dari hadist,, yang pertama kali melakukannya ialah ulama ahli ma’rifat,, betulkah,, hal demikian itu??
    lalu siapa nama dari ulama ahli ma’rifat itu?

    saya juga baca kitab barzanji,, saya ingin menanyakan makna arti-arti kata dibawah ini apa?
    Hambamu yang miskin mengharapkan
    “Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”
    Padamu aku telah berbaik sangka
    “Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
    Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
    “Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”
    Wahai penolongku dan tempat berlindungku
    “Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku”

    1. aldi@

      Mengenai yang antum tanyakan itu lebih baik antum tanyakan langsung kepada ustadz tsb, tentunya beliau lebih mengetahuinya dan insyaallah kita terhindar dari fitnah.

      Adapun tentang Syai’ir Al-Barjanzi, tolong antum tuliskan teks arabnya. Maklum kami tidak hafal teks Sya’ir-sya’ir tersebut.

  24. bukan begitu ustad,, memang secara tekstual jelas,, tapi saya sering mendengar bahwa al qur’an dan sunnah itu tak semata-mata dapat diartikan secra tekstual namun ada makna dan pengertian yang mendalam,, nah itulah alasan mengapa saya ingin tau,, bagaimana imam 4 madzhab itu mengartikan hadist yang antum muat,, apa mereka tak pernah membahas dalam kitab-kitabnya tentang hal yang saya tanyakan itu ustad?

    maaf ustad pertanyaan yang ke-2 belum dijawab,,
    “dimesjid2 deket rumah pas selesai shalat,, imamnya langsung mimpin dzkir pake pengeras suara padahal dibelakangnya masih ada ma’mumnya yang masbuq yang lagi nerusin shalatnya… mang kaya gitu boleh ya?”

    apa ustad melaksanakan shalat tolak bala itu?

    sama tad,, saya juga ga tau tuh yang mana,, punya saya juga bhs.arab semua,, saya cari barzanji yang ada terjemahannya tapi ga ketemu,, teks itu sya dapat dari sebuah artikel,, karena itu saya minta tolong ustad untuk menjelaskannya?

    1. Menurut mas Aldi sendiri bagaimana dengan zikir berjamaah? menurut mas Aldi sendiri apa imam yang memimpin zikir setelah sholat itu tidak boleh? masalah sholat tolak bala kan bisa ditanyakan ke ustad yang mengajarkannya. Terus kalau teks barjanji memang begitu terjemahannya kenapa? menurut ente syirik?

  25. kepada ikhwah dan akhwat salafiyun sekalian, saya himbau agar meninggalkan majelis ini. jika ada orang yang mencelamu, menuduhmu, merendahkanmu dan menghasut orang2 sekitar untuk membencimu, maka jangan sekali-sekali kamu membantahnya, selamanya jangan pernah membantahnya. Apakah kalian lebih suka jika makhluq yang paling lemah yang menjadi pembelamu yaitu dirimu sendiri atau kalian lebih suka jika Alloh yang menjadi pembelamu?

    “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang beriman” (QS Al-Hajj : 38)

    apakah kalian lebih suka jika kamu membela dirimu sendiri atau kamu lebih suka jika para malaikat yang membelamu? sesungguhnya jika orang yang dicela itu diam dan tidak membantah, maka para malaikatlah yang membantah untuknya. akan tetapi ketika orang yang dicela itu membantah, maka malaikat pun pergi (Hadits riwayat Al Bukhori Adab Al Mufrod no 419)

    jika mereka berkata tentang keburukanmu, jangan kamu sangkal. dan jika mereka meminta pembelaanmu, jangan kamu beri. sibukkan dirimu dengan amal dan dakwahmu sendiri. biarkan mereka sibuk dengan celaan, tuduhan, dan kedustaan mereka sendiri.

    1. Alhamdulillah ya akhi…
      Dengan ini saya yang bernama budi aka Ronggolawe akan meninggalkan majelis ini..
      Minta maaf kepada para saudaraku Aswaja jika ada kata yang kurang berkenan…
      Assalmu’alaikum…

    2. bagi SALAFYYUN yang ingin kembali ke JALAN YANG LURUS jalan yang diridhoi Alloh SWT tetaplah di ummati tanyalah bila nggak tahu Insya Alloh antum mendapat hidayah ……

  26. kepada ikhwah dan akhwat ahlussunah wal jamaah sekalian, saya himbau agar meninggalkan majelis salafiyah wahabi. jika ada orang yang mencela saudaramu, menuduh saudaramu, merendahkan saudaramu dan menghasut orang2 sekitar untuk membenci saudaramu dengan tuduhan bidah, syirik, kafir, kuburiyin, muktazilah, jahmiyahh, maka jangan sekali-sekali kamu mengikutinya, selamanya jangan pernah mengikutinya. Apakah kalian lebih suka memusuhi Alloh yang menjadi pembela orang-orang beriman.
    “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang beriman” (QS Al-Hajj : 38)

    jika mereka berkata tentang keburukan saudaramu, jangan kamu ikuti. dan jika mereka meminta pembelaanmu, belalah saudaramu. sibukkan dirimu dengan amal dan dakwah. mereka para wahabiyin sibuk dengan celaan, tuduhan, dan kedustaan mereka sendiri terhadap kelompok ahlussunah wal jamaah tetapi menuduh sebaliknya kepada kelompok ahlussunah, Allah akan melindungi agama ini dari kelompok penebar fitnah dan dusta.

    1. Dianth@
      Alhamdulillah Mas Dianth, saya dari dulu sudah menghindar dari kaum wahabi yang merasa benar sendiri, kaum yang gampang mengkafirkan orang tidak sefaham dengannya, kaum yang gampang membid’ahkan amalan2 ahlusunnah wal jamaah dan sekarang saya sangat trauma dan alergi jika melihat orang yg bercelana cingkrang, jenggot panjang awaut2an, jidatnya hitam gosong, muka sinis menyeramkan semua itu ciri2 pengikut aliran sesat wahabi.

      1. @ Dainth
        sekedar tambahan kaum yang mengaharamkan rokok tapi gemar melakukan bom bunuh diri seperti yg baru saja terjadi di Masjid di di Markas Kepolisian cirebon, itulah kaum yang takfiriyah yang menghalalkan membunuh saudara muslimnya sendiri dan menganggap tindakan bunuh dirinya adalah jihad yang akan masuk surga.

  27. @dianth

    Dari awal saya juga sudah meninggalkan majelis salafy. Saya kapok pernah ikut kajian salafy, obarl kata kafir doang dan malah bikin hati ga tenang dan damai.

  28. Ya Alloh ya Tuhan kami, bebaskan Indonesia tercinta ini dari serangan Virus Wahabi. Kembalikan saudara-saudara kami kepada Ahlussunnah Waljama’ah yg Engkau ridhoi sebagai kaum yg selamat dari Neraka-MU. Kami cinta dan sayang kepada saudara-saudara kami di Indonesia ini, maka sembuhkan mereka dari inveksi VIRUS WAHABI sehingga hati mereka terceragkan dg Hidayah-Mu. Kembalikanlah virus Wahabi yg berbahaya ini ke negeri asalnya Arab Saudi agar nantinya lebih mudah diberantas oleh kaum Muslimin sedunia. Ya Alloh, janjimu pasti akan terjadi, yaitu janjimu yg akan membebaskan Haromain Makkah Madinah dari cengkeraman Kaum Dholim (WAHABI).

    Ya Alloh, kabulkanlah do’a kami…. Sholawat dan salam untuk Nabi Kami Muhammad Saw, dan segala puja-puji kami hanya untuk-Mu yaa Alloh yaa rohman yaa Rohiim…. Amin.

  29. setau ana salafynya ustd yazid,ustd hakim,ustd badrusalam,ustd zainal tdk mengkafirkan orang lain,malah membantah pemahaman takfiriyah,jadi salafy mana yang dimaksud,mohon penjelasan buat ana yg baru ikut jamaah salafy.

    1. al akh salafyanyar

      cukuplah apa yang antum dengar sendiri dari ustadz Yazid, ustadz Abdul Hakim, ustadz Badrussalam, ustadz Zainal dan asatidz lain yang pernah antum dengar ceramahnya atau antum baca tulisannya sebagai bantahan terhadap apa yang mereka tuduhkan.

  30. salafyanyar@

    Coba tanyakan kpd ustd yazid, ustd hakim, ustd badrusalam, ustd zainal Abidin, bagaimaan pandangan mereka itu kepada muslimin yg ziarah qubur, yang tawassul kepada Nabi Muhammad Saw/orang-orang sholih. Juga bagaimana pendapat mereka tentang orang yg ziarah qubur Nabi Saw.

    Setahu saya yg juga sering dengar ceramah mereka di ROJA, mereka-mereka itu bukan sekedar mengkafirkan tetapi lebih jauh lagi yaitu memusyrikkan Muslimin yg melakukan semua itu (tawassul, tabarruk, ziarah qubur Nabi saw, padahal semuanya adalah boleh dilakukan).

    Antum Salafy anyar jadi maklum masih belum banyak tahu rupanya…..

    1. @Akbar Chaniago
      salafyanyar belum banyak tahu, maklum saja proses pencucian otaknya oeh ustadnya belum jadi benar doktrin faham wahabinya belum meresap coba kalo udah jadi pasti sama dengan ustadnya dikit2 syirik, kafir, bid’ah. penampilan berubah bercelana cingkrang, jenggok awut2an, jidat hitam gosong, wajah selalu sinis dgn orang yg bukan golongannya, keluraganya yg tidak sama dgn dia dikafirkan,lama2 ngebom bunuh diri karena katanya jihad dan akan masuk sorga.

  31. @dianth
    maaf mas,, mas dianth bisa ngasih keterangan yang saya minta atau tidak??
    mas dianth mengerjakan shalat tolak bala atau tidak?
    jadi menurut mas dianth ga mengganggu kalo imam berzikir pada saat ada yang masih mengerjakan shalat?
    oo,, begitu ya,, maaf mas,, saya cuma pengen tau,, apa benar maknanya itu seperti itu,, saya mana berani bilang syirik begitu mas,, kalo boleh tau mas,, kitab barzanji itu, siapa yang menciptakannya pertama kali ya,,?

    syukron mas, maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan ya,,

  32. @aldi, berikut kata Imam Syafei dalam kitabnya Al-Umm, “aku memilih untuk imam dan makmum agar keduanya berzikir kepada Allah sesudah salam dari sholat, keduanya melakukan zikir secara lirih kecuali imam yg menginginkan makmum mengetahui kalimat-kalimat zikirnya, maka dia boleh mengeraskannya sampai dia yakin para makmumnya sudah mengetahuinya, kemudian dia berzikir secara lirih lagi”. Inilah pilihan atau pendapat Imam Syafei, tidak ada dikalangan syafiah yg melarang atau mengharamkan zikir jahar. Masalah zikir dgn suara keras sudah ada dalilnya seperti yg muat mas admin. Masalah ada orang yg telat sholat, hadist itu secara zahir tidak membahasnya, jadi kalau ada yg berpendapat zikir lirih atau zikir jahar maka keduanya merupakan pilihan.

  33. @aldi, saya tidak pernah mengerjakan sholat tolak bala. Tanyakan aja deh kepada orangnya. Saya juga baru tau. Yg saya tahu, ada namanya sholat hajat, nah sholat hajat agar Allah menolak bala yg tidak kita inginkan, sah-sah aja.

  34. @aldi, tentang terjemahan kitab barjanji, ada kalimat yg ente kutip ‘hambamu yg miskin mengharap karuniamu (wahai rarul) yg sangat banyak’. Ente baca Qs. At taubah : 9, ‘ dan 74., diayat tsb dinyatakan bahwa rasul bisa memberikan karunia. Kemudian ‘ maka tolonglah aku, selamatkan aku wahai penyelamat dari sa’iir, wahai penolongku dan tempat berlindungku dalam perkara besar dan berat yg menimpaku’. Maka sudah anda ketahui bahwa rasul adalah pemberi syafaat, yg menyelamatkan umatnya dari neraka dgn izin Allah, dan anda juga bisa baca Qs. Al maidah : 56, ‘dan barang siapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah pasti menang’. Baca juga Qs an nisa : 75. Dan Al maidah 55.

  35. @aldi, kitab al barjanji adalah kitab dgn bahasa syair yg penuh ungkapan dan methapora, dan tidaklah layak mengartikan semuanya secara tekstual belaka, apalagi ayat-ayat al quran.

  36. @aldi, maaf, malam ini saya tidak bisa tulis panjang2. Karena sementara ini sy tulis pake hp. Tp biar singkat, mudah2an bisa dipahami.

  37. @all aswaja, radikalisme sudah semakin terasa, tidak lain karena pemahaman agama yg sempit dan dangkal serta fanatik yg berlebihan terhadap kelompoknya. Sungguh ironis menyaksikan kekerasan atas nama agama. Sungguh aneh, ada orang yg belajar agama menjadi bengis dan sadis. Semoga yg sudah teracuni menjadi sadar. Salam buat Mas mamo, abah asra, mas baihaqi, mbah rendy, mas akbar, n mas admin ummati.

    1. salam juga mas Dianth thanks pencerahannya …………teroris hanya kebodohan dalam beragama ………wallohu’alam.

  38. Dianth@

    Salam kenal juga Mas Dianth, thank you. Juga thank you atas dalil-dalil yg menyertai penjelasan dari kalimat-kalimat Syair Al-Barjanzi. Ternyata syair tsb tidak ngawur dan ada dalilnya dari Al-Qur’an. Para penganut Wahabi aja yg terbukti sempit cara pemahaman suatu kalimat. Pemahaman yg sempit memang sangat berbahaya dunia akhirat.

    1. salafyanyar@

      Kami ASWAJA tidak mencela Salafy Wahabi lho Mas, hanya mempertunjukkan kepada warga internet yg kunjung di blog ini, bahwa Salafy Wahabi yg mengaku sebagai pembawa ajaran Islam paling murni ternyata tidak terbukti. Hanya itu saja kok, kenapa antum menganggap kami mencelanya? Kebenaran itu harus diungkapkan meskipun terasa pahit, ya kan?

    2. nggak usah bingung SA@ …..Islam itu dah sangat sempurna dan udah dibedah oleh imam 4 mahzab tinggal nt pilih mau pakai mahzab mana salah satunya ……..semuanya insyaAlloh sah dan Halal karena mereka membedah islam (hukum2 dan aturannya sesuai metode dan bukan dari hawa nafsu)……..semoga nt dapat hidayah Amiin ……salam

      1. wkwkwk ente kemakan omongan sendiri….ane tanya tahlilan itu masuk dalam aqidah nya siapa di antara imam 4….nampak sekali kebidohan ente

        1. @AS (Asli sombong) …….Ngapain nt peduli dgn Imam 4 ????? emang nt mau rujuk ????? biasanya imam2 4 itu nt sesat in Juga ……….

  39. @SA

    Kami dari aswaja tidak ada niatan buat mencela wahabiyah kok. Kami cuman memaparkan fakta yang terjadi tentang wahabiyah dan itupun berdasar kitab-kitab klasik dan masa kini. Jadi bukan sekedar gosip murahan.
    So, fakta miring tentang wahabi ga cuman terasa di negeri kita saja tetapi merata di negara-negara lain.

  40. maaf ane potong dikit,, mau ngasih tambahan informasi but mas aldi,, cz mas dianth baru ngasih 1 doank,,, ni aldi biar tak bingung lagi,,

    Imam Abu Hanifah mengatakan: “Sesungguhnya mengangkat suara ketika membaca takbir, pada asalnya adalah bid’ah, karena ia termasuk dzikir. Sunnahnya dalam berdzikir adalah dengan melirihkan suara, sebagaimana firman-Nya: “berdoalah dengan rendah hati dan melirihkan suara!” (Al-A’rof: 55)… oleh karenanya (doa yang demikian) itu lebih dekat kepada kerendahan hati, lebih sopan, dan lebih jauh dari riya’. Maka hukum asal ini tidak boleh ditinggalkan, kecuali bila ada dalil yang mengecualikannya. (Bada’iush Shona’i’ fi Tartibisy Syaro’i’ 1/196)

    Dalam kitab Addurruts Tsamin wal Mauridul Mu’in (hal. 173, 212) dikatakan: “Imam malik dan sekelompok ulama, membenci doa yang dilakukan para imam masjid dan para jamaah setelah sholat fardhu, dengan cara mengeraskan suaranya hingga didengar oleh orang banyak”.

    Imam Syafii mengatakan: “Saya memilih (pendapat) untuk imam dan ma’mum, agar mereka membaca dzikir setelah (jama’ah) sholat (wajib) dengan melirihkan suara, kecuali imam yang ingin agar para ma’mumnya bisa belajar darinya, maka boleh baginya mengeraskan suaranya hingga ia melihat para ma’mum telah belajar darinya, lalu ia melirihkan kembali suaranya. Demikian itu, karena Alloh berfirman: “Jangan kamu mengeraskan suara dalam sholatmu, jangan pula (terlalu) melirihkannya” (al-Isro’), maksudnya -wallohu a’lam- adalah dalam hal doa, jangan (terlalu) mengangkat suara, dan jangan (terlalu) melirihkannya hingga dirimu sendiri tidak mendengarnya”. (al-Um 1/11)

    Imam nawawi mengatakan: “Adapun apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang, dengan mengkhususkan untuk imam, agar berdoa setelah selesai sholat Shubuh dan Ashar, maka hal ini tidak ada dasarnya sama sekali”. (Al-Majmu’ 3/469)

    Imam Nawawi juga mengatakan: “Disunnahkan dzikir dan doa setiap selesai sholat dan melirihkannya. Jika ia seorang imam dan ingin mengajari para ma’mumnya, ia boleh mengeraskan suaranya, lalu kembali melirihkan suaranya, jika mereka sudah bisa (melakukannya sendiri). (at-Tahqiq lin Nawawi, hal:219, Miskul Khitam, hal 137-141)

    Ibnu Taimiyah mengatakan: “Adapun doa yang dilakukan Imam bersama-sama dengan makmum setelah sholat, maka hal ini tidak ada seorang pun yang meriwayatkannya dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam-“. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 22/515)

    Ibnul Haj mengatakan: “Sebaiknya orang yang dzikir bersama di masjid sebelum dan sesudah sholat (wajib), atau di waktu lainnya, itu dilarang. Karena hal itu merupakan sesuatu yang mengganggu”. (Ishlahul Masajid, hal. 111)

    Az-Zarkasyi mengatakan: “Semua dzikir itu sunnahnya dilakukan dengan melirihkan suara kecuali talbiyah“. (Ishlahul Masajid, hal. 111)

    al-Mubarokfuri mengatakan: “Ketahuilah, bahwa para pengikut madzhab hanafi di era ini, merutinkan doa dengan mengangkat tangan tiap selesai sholat fardhu seperti rutinnya mereka melakukan amalan wajib, seakan-akan mereka menganggap amalan itu suatu kewajiban, karena itulah mereka mengingkari orang yang salam dari sholat fardhu, lalu membaca wirid Allohumma antas salam, wa minkas salam, tabarokta yaa dzal jalaali wal ikroom kemudian pergi tanpa berdoa dengan mengangkat tangannya. Tindakan mereka ini, menyelisihi perkataan Imam mereka, yakni Imam Abu Hanifah, begitu pula menyelisihi apa yang ada dalam kitab-kitab yang dijadikan sandaran oleh mereka. (Tuhfatul Ahwadzi 1/246)

    silahkan dilanjutkan diskusinya,,,

  41. Sebenarnya masalah zikir ini adalah masalah khilafiyah, mungkin maksud mas aldy menanyakannya dan menghubungkannya dgn imam mazhab adalah sebenarnya ingin mengatakan, kalau kita ini bermazhab syafei atau taklid dgn imam mazhab, kenapa kita tidak ikut dgn pilihan imam syafei, yaitu melirìhkannya.

  42. Perbedaan masalah khilafiyah ini bukan hanya terjadi antar mazhab, tetapi juga dalam satu mazhab. Dua pendapat imam syafei, pendapat kontemporernya dan pendapat klasiknya pada mazhab ini telah menjadi lahan untuk memilih dan memilah pendapat yg paling sesuai, ditambah lagi dalam mazhabnya ditemukan berbagai macam pendapat, pandangan, metode dan berbagai pilihan lainnya. Yg menarik, kita dapat melihat bagaimana para imam memandang orang yg berbeda dgn mereka dgn pandangan penuh pengertian dan lapang dada, tidak ada sikap fanatik dan kaku. Ada sebuah ungkapan menarik yg dinisbatkan kepada imam syafei “pendapat saya benar namun mengandung kemungkinan salah, pendapat orang lain salah tapi mengandung kemungkinan benar”.

  43. Apa yg ditulis mas hasan adalah pendapat yg cenderung lebih memilih berzikir dgn lirih, namun kita dapati banyak juga ulama yg menganjurkan zikir jahar. Adapun masalah doa setelah sholat, dgn imam maupun sendiri juga termasuk dalam masalah khilafiyah ini, dimana tidak ada dalil yg pasti atau mutlak pada kedua pendapat yg berbeda. Sayangnya ada kelompok yg mengklaim pendapatnya yg pasti dan paling benar dan wajib diikuti, maka hal ini tak lain adalah egoisme dan fanatik yg terlarang dalam agama, apalagi sampai menyesatkan dan membidahkan pendapat lainnya.

  44. masemen :zahra@ga ..aNEh kalo orang sufi itu suka membuat tatacara dzikir dzikir sendiri.

    Bisa antum semua saksikan, komentar2 gak mendasar yg menebarkan kebencian. Komentarnye masemen tidak lebih dari kebencian WAHABIYUN terhadap kaum Sufi. Makanye, benernye Sufi aje disalahin apelagi Salahnye…..

  45. Mbah Redhy Abu Jamal :Yg suka nuduh sufi/tasawuf sesat berarti ilmunya masih CEKAK DAN SUPER DANGKAL

    Setuju Mbah, ane sih kagak abis pikir aje ame orang2 Sa-Wah. Mereka tuh antipati bgt ame Tasawuf. Padahal belon kenal bener ame yg namenye Tasawuf dan taunye cuman dari luar doangan ame kate Ustadz2nye. Makanye jgn pernah heran ame komentar2 mereka yg anti Tasawuf kalo banyak yg kasar dan menghina dg gampangnye, karena emang atinye belon pade dibersihin….

  46. memang fanatik madzhab masih kental banget,, saya dikalangan muhammadiyah,, juga sedang mencoba mengikis hal tersebut,, agar tak saling menghujat, mencela, bahkan mengkafirkan,, namun hal serupa juga tak bisa diarahkan hanya pada kalangan kami saja,, orang-rang yang fanatik dengan pemahaman yang di pegang oleh nahdatul ulama pun begitu,, menuduh sesat kepad orang yang menggerakan telunjuknya saat tasyahud,, apakah tidak sebaiknya pengajaran toleransi ini.. bersifat dua arah,,
    jika boleh saran,, bukankah lebih baik artikelnya berisi nasihat toleransi,, saya ras pembahasan masalah khilafiyah di blog ini sudah lebih dari cukup,, dan memang apabila diteruskan tak akan ada habisnya..

    1. @ hasan silahkan dgn keyakinan nt ………….selama masih ada kaum yang suka mengkafirkan sesama muslim insyaAlloh ASWAJA tak akan diam …..namun hanya untuk meluruskan paham ……

  47. @mas hasan, memang sudah seharusnya begitu, kita harus saling menghargai dan toleransi. Saya juga melihat fanatik mazhab ini ada disemua golongan. Perselisihan dan perdebatan ini dari dulu sudah ada, antara mazhab akidah serta fikih. tp perdebatan dan perselisahan hanya sebatas kata-kata dan selesai sebagai sebuah perbedaan yg harus dimaklumi. Yang sangat mengerikan adalah ketika sebuah pendapat, ajaran dan doktrin telah dipaksakan dgn segala cara. Bersama kekuasaan dia menjadi alasan untuk merusak dan membunuh, bahkan proses cuci otak dan monopoli kebenaran begitu kentara saat ini. Mas Hasan bisa lihat sendiri kondisi saat ini, pengkafiran, pemusyrikan, pembidahan dan pensesatan begitu mudah kita temukan. Siapakah yg memulai semua ini? Ketika dalih pemurnian adalah fanatisme tanpa rasa hormat terhadap ulama dan Tradisi keilmuannya, maka yg tampak hanyalah wajah suram tanpa ahlak. Lalu apa makna mengikuti salaf bila sifat, watak dan jiwa salaf dilemparkan jauh-jauh.

  48. @mas hasan, komentar anda menurut saya adalah perkataan yg baik, memang begitu seharusnya. Seandainya semua dakwah adalah demi islam dan hanya untuk Allah semata maka pertikaian ini akan selesai dgn sendirinya, dan pertikaian ini tak akan berhenti selama ada tujuan serta skenario lain dibalik semua permasalahan ini. salam buat anda.

  49. salam juga buat anda mas dinth,,ketika saya begitu gemar berdebat,, tidak terasa sama sekali ketentraman di hati,, saya harap walaupun kita berbeda pendapat,, tapi tali persaudaraan kita,, sebagai sesama muslim dapat selalu terpupuk,,

  50. hasan@

    Mas Hasan, saya sudah baca ulang-ulang artikel di atas tidak ada yg menghujat siapa pun tetapi sifatnya hanya artikel informatif, kalau menurut saya sih sudah benar apa yg dimuat di postingan ini. Sebab dalam kenyataannya di dunia Online maupun offline ada kaum ekstreem yg yg mengaku Ahlussunnah Waljamaah yg menganggap sesat Asy’ariyah Maturidiyah. Kalim ngawur seperti itu memang harus diluruska, dan postingan ini saya kira adalah tindakan untuk meluruskan klaim kontraktif tersebut. Jadi sebaiknya Mas Hasan baca dulu artikel, baru komentar biar sesuai artikel.

    Maaf, saya pendatang baru di blog ini, dan saya membaca komentar para pembenci blog ini banyak yg ngawur alias banyak yg tidak nyambung dg postingan artikel. Termasuk Mas Hasan ini yg berkomentar cukup serius tapi gak nyambung dg artikel di atas. Kalaupun tulisan diatas dikatakan menyalahi toleransi, di mana kalimat yg menunjukkan akan hal itu, sebab saya tidak menemukan hal demikian itu.

    Baca deh artikelnya dg niyat yg ikhlas dan hati terbuka…..

  51. @joyo marto
    mas,, terima kasih atas masukannya,, memang betul masih ada kaum ekstrem seperti yang anda singgung itu,, kami tak menampik bahwa hal itu kadang datang dari kalangan kami,, tapi apakah kalangan anda terbebas dari hal demikian,, saya rasa tidak,, masih ada saja yang menyatakan kami kalangan sesat, cara beribadah kami sesat,, saya rasa kita ini masih sama saja mas,, banyak saudara-saudara kita yang fanatik madzhab,, oleh karena itu,, saya harap tudingan itu jangan hanya dialamatkan pa kalngan kami saja,, tapi kepada semua kalangan termasuk kalangan antum,,
    kami memuat artikel tentang qunut, pemandangan kami tentang tahlilan dirumah ahlul mayit, dll yang menjadi masalah khilafiyah,,, apakah antum kira tidak ada kalangan antum yang datang lantas mencaci-maki kami,, menghina kami? padahal telah kami kemas sesopan mungkin dengan menghilangkan kata-kata “sesat” kami hanya mengakatakan hal itu termasuk dalam masalah khilafiyah,, lalu kami paparkan apa keterangan yang menjadi pegangan kami,, apakah hal itu salah menurut mas?
    lalu mengapa kalangan mas,, menghina kami,, ?

  52. wkwk wacana di atas bener nampak kebodohan aliran ASWJ….kalo bikin artikel itu harus soheh dong…..Asy’ariiyah sesat jauh dari sunah tapi abdl hasan al-asy’ari tobab dari paham murziaah nya,beliau adalah ulama murziah pada usia 40 th beliau bertobat dari murziah dan mengikuti pemahaman salafusoleh….baca dong kitab abdl hasan al asy’ari setelah beliau bertobat….kebanyakan orang ASWJ baca kitab abdl hasan al asy’ari sebelom beliaw tobat,berari ASWJ pengikut murjiah

  53. @anti syiah kok bahlol amat sih. Dimana-mana yg namanya murid dan pengikut setia itu tentu berkeyakinan sama dgn gurunya yg amanah. Emangnya murid-murid imam asy ari pada sibuk online sampai nggak tahu kalau gurunya berubah akidahnya. Emangnya imam asy ari tidak mau mengajarkan akidah yg hak kepada murid-muridnya malah menyembunyikannya lewat kitab? Emangnya ulama wahabi seperti pendekar silat yg menemukan kitab rahasia, sehingga ulama dan pengikut wahabi yg tidak bersanad keguruan kepada imam bisa sama akidahnya dgn imam, sdgkn murid-murid dan pengikut imam malah berbeda? Yg diikuti itu kebenaran mas bukan pembenaran. Emangnya kalau dalam kitab ibanah, imam asy ari tidak menakwil berarti sama dgn akidah yg cenderung mujasimmah? Coba akal sehatnya diberesin dulu.

    1. Dianth@

      Thank you Mas Dianth, tapi pada mudeng apa nggak orang-orang wahabi berotak jongkok itu ya?
      Itulah dari perkataan mereka itu, mereka terbukti ngomong gak pakai mikir alias asal njeplak ngikuti apa kata doktrin ajarannya. Justru yg disebut dg istilah aqidah Asy’ariyah itu adalah aqidah setelah beliau bertobat itu dg sebutan lain yaitu aqidah ahlussunnah waljama’ah. Nah, arek-arek Wahabi ini memahami istilah aqidah asy’ariyah sebagai aqidah sebelum beliau bertobat dari mu’tazilah, itulah goblognya Wahabi, nggak mudeng-mudeng padahal di blog ini sudah sering dikasih penjelasan tentang hal ini. Jadi mereka masih saja menganggap apa yg disebut dg istilah aqidah asy’ariyyah adalah sebelum beliau bertobat yaitu mu’tazilah. Memang mereka para wahabi itu gak punya metode berpikir yg tertib alias ngawur. Malas berpikir itulah yg menyeebabkan mereka itu seperti gak punya akal yag sehat. Benar kata Mas Dianth, mereka harus membereskan akalnya dulu biar sehat cara mikirnya.

  54. ni orang tolol semua…setelah beliau bertobat,beliau kembali ke ajaran sunah mazhabnya imam ahmad…..makanya baca kitab abdul hasan al’asy’ari,,,sekarang saya paparkan salah satu aqidah asy’asari,beliau mengharamkan kulit hasil qurban di jual,sedangkan kelompok asy’ariah malahan membolehkan di jual jd yg bener yg mana..klo ente tau siapa murid abdl hasan al asy’ari…..asy’ariiah menisbatkan kepada abdul hasan al asy’ari,apa bener…apa sama aqidahnya,,apa bener imam asy’ari melakukan tahlilan atau maulidan….

    1. anti syiah@ bener2 O’on gak mudengan tapi sok tahu, agak kritis dong dengan kalimat nte sendiri biar tambah cerdas, setelah cerdas silahkan komentar panjang lebar. Simpelnya, pikir dulu sebelum nulis, oke O’on?

    2. @anti syiah
      silahkan ente sebut di kitab mana halaman berapa, omongan ente:
      sedangkan kelompok asy’ariah malahan membolehkan di jual jd yg bener yg mana,jangan cuman ngomong doank silahkan..

  55. @mas jayo, mereka berusaha melakukan pembenaran-pembenaran. Pada kitab ibanah mereka menemukan bahwa imam asy ari cenderung tawfidh dan tidak menakwil ayat-ayat mutasyabihat, lalu mereka buat kesimpulan bhw imam asy ari telah masuk ke fase ke tiga yaitu berakidah salaf versi akidah wahabi yg memaknai ayat-ayat mutasyabihat dgn makna zhahir ayat. Padahal baik tawfidh maupun takwil yg benar, sama-sama akidah salaf, yaitu tidak memaknai ayat-ayat mutasyabihat dgn makna zhahir ayat. Oleh karena itu akidah imam dari tobat dari muktazilah sampai dgn wafatnya adalah sama yaitu akidah salaf yg merupakan ijma ulama dgn nama ahlussumah wal jamaah bukan salafi. Salam buat mas jayo.

  56. nampak lagi kebodohanya….ente ga ngerti salaf itu siapa dan salafi itu siapa…kalo ngomong ente ngaku ahli sunah wal jamaah,berarti selalu mengerjakan sunah…lihat dai2 NU/ASWJ mana ada yg berjenggot…padahal jelas di kitab AL UM karya imam syafii,bahwa seorang muslim wajib berjenggot untuk menyelisihi orang majusi hadis soheh..ente liat juga di kitab buqhori/muslim…klo org NU eh malahan kumis di tebelin,,atau ga sama sekali,kaya bencong….ngomongnya si ahli sunah tapi aqidahya ya pengikut hasyim asy ari kakeknya gusdur….ya sama ngaku asy’ariiyah tapi masih beda pendapat..liat FBI sama Gusdur ribut..padahal gurunya sama tapi masih aja berdebat…

    1. anti syiah@

      Tidak salah lagi, nte pasti syetan yang nerobos masuk blog ini dan menebar fitnah. Kenapa nte saya sebut syetan, sebab nte punya nama seperti nama syetan, tidak ada nama manusia seperti nama nte!!!

      Maaf sudah ngantuk neh, ane mau tidur dulu besok lanjut lagi, silahkan kalau mau tanggapi koment ane…..

    2. he he he, ngomongin orang bodo, padahal udah jelas siapa yang bodo…. nggak ngerti salaf kok sok ngerti, ngomongin jenggot lagi…. he he he, ahlak kayak gini ngaku ngikut sunah, ngomong aja masih ngolor ngidul…. payah.

  57. @anti syiah

    nt itu lucu sekali dan kelihatan sekali tolol dan jahil he he he. Ngapain nt bawa nama NU. Apa mau jelekin NU ya……emang nt itu seberapa hebat dalam ilmu agama kok sesumbar kayak mau membelah bumi aja he he he he

  58. So, jd orang jangan mentang-mentang trus sombong, merasa paling paham agama lalu seenaknya menghakimi lainya.

  59. @mbah liat dai2 NU/ASWJ tampak sekali jauh dari sunah ,ngaku aja ahli sunah…..coba ente perhatikan di dalam aliran ASWJ banyak juga perbedaan apa ente ga tau…..misal MUI mengeluarkan fatwa haramnya meroko,,eh masih ada dai2 ASWJ yg ngeroko malahan ngebantah bahwa roko itu ga haram,,padahal yg ngeluarin fatwa adalah Kiayi ASWJ..
    conto lain masa ulama ASWJ membolehkan kaum hawa/perempuan jadi pemimpin,buktinya di jaman mega jd presiden trus ulama ASWJ jadi wakil…coba cam kan sama orang ASWJ di dalam aliran ASWJ aja ada banyak perbedaan….

    1. @AS
      nggak usah ente teriak2 ini itu,bkata yg kurang pantas,dll
      silahkan ente buat suatu permasalahan lalu,di bahas,byk di atas yg ilmu nya ane anggap cukup macam abah asra,dianth,mbah redhy dll,silahkan AS ane akan nyimak wejangan2 ente yg mantab itu,mudah2an cukup menarik..

    2. @as
      Apa salah ada perbedaan antar ulama mas. Apa mas jg ndak tahu kalau diantara ulama madzab imam syafi’i juga ada perbedaan pendapat. Toh meski ada perbedaan pendapat tetap dalam jalur fiqh imam syafi’i.
      Perbedaan itu biasa saja, yang penting tetap menjaga hati agar tidak emosi lalu bertengkar atas nama agama.

  60. mas anti syiah@ana juga ingin mengikuti pemahaman salaf,dan masih harus banyak belajar.namun kalo bisa ,diskusi lah yg santun,bantah dng bantahan yg baik dan ilmiah.ana hanya bisa ngasih saran ,karena masih belajar manhaj salaf ini.kalaupun ada yg mencela dng kata2 wahabilah,mujassimah lah,atau musyabbihah,biarkanlah,jangan dibalas.ana sangat terkesan dng komentarnya ‘ajam,abahna jibril yg membantah dng bantahan yg baik dan ilmiah.

  61. sangat disayangkan masih banyak ikhwah salafiyun yang terpancing terjun dalam fitnah asy’ariyun. hendaknya kita sama2 menahan diri untuk tidak menanggapi tuduhan dan celaan mereka agar tidak terkena dampak dari fitnah ini.

    saya yakinkan kepada ikhwah salafiyun bahwa tidak akan merugikan kalian sedikitpun tuduhan dan celaan mereka itu, selama kita tetap istiqomah di atas manhaj salafush sholih ini. apakah kamu lebih suka jika makhluq yang sangat lemah yang menjadi pembelamu yaitu dirimu sendiri ataukah kamu lebih suka jika Alloh Dzat yang maha perkasa yang menjadi pembelamu?

    “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang beriman” (QS Al-Hajj : 38)

    1. makanya @jam nt ngapain udah ngajak ngolyoooor teman2 nt malah nt balik lagi ke ummati ????? ini menunjukan hati kecil nt sebetulnya mengakui HUJJAH2 dari mas Ahmad Syahid itu bener namun nt adarasa gengsi mengakui TAKUT di bilang kalah dalah debat ……..@Ajam saya yakin teman2 ASWAJA dgn tulus memberikan yang mereka pahami menurut ilmu dari guru2 mereka yang bisa dipertanggung jawabkan dunia akhirat Jam …..jadi kalau mau rujuk nggak usah malu Jam ……nyantai aja…..salam

      1. mas@ mamo, ajam itu disuruh baca syahadat lagi aja mas and baca surah Al baqarah biar nggak diganggu setan!!!kayaknya ada setan gede tuh disampingnya!!!

        1. he..he…syetan aja hafal ayat kursy …….kalau yang mbaca ajam@ Al Baqarahnya syetan malah menari mas@Ferry ………menbaca Al Qur’an tanpa ILMU nggak keluar ENERGI dahsyatnya mas …wallohu’alam .

  62. Allah telah menamai kita muslim, kenapa harus menisbahkan diri kita pada Salaf? Al Imam Al Albani menjawab dalam diskusinya dengan seseorang (Abdul Halim Abu Syakkah), yang direkam dalam kasetnya yang berjudul “Saya seorang Salafy”, dan inilah sebagian hal yang penting dari diskusi itu:

    Syaikh Al Albani : “Jika dikatakan padamu, apa madzhabmu, maka apa jawabanmu?”

    Penanya : “Muslim“

    Syaikh Al Albani : “Ini tidaklah cukup“

    Penanya : “Allah telah menamai kita dengan muslim (kemudian dia membaca firman Allah), “Dialah yang telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu” (Al Hajj 78)’”

    Syaikh Al Albani : “Ini merupakan jawaban yang tepat, jika kita berada disaat Islam itu pertama kali muncul, sebelum firqah-firqah bermunculan dan menyebar. Tapi jika ditanyakan, pada saat ini, pada setiap muslim dari berbagai macam firqah yang berbeda dengan kita dalam masalah aqidah, maka jawabannya tidaklah jauh dari kalimat ini. Mereka semua, seperti Syi’ah Rafidlah, Khariji, Nusayri Alawi, akan berkata ‘Saya muslim’. Sehingga penyebutan “muslim” (saja) tidak cukup pada saat ini.”

    Penanya : “Kalau begitu, (saya akan berkata) saya adalah Muslim berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah“

    Syaikh Al Albani : “Ini juga tidak cukup“

    Penanya : “Kenapa?”

    Syaikh Al Albani : “Apakah kamu menemukan dari mereka yang telah kita sebutkan tadi, akan mengatakan ,’kami adalah adalah muslim yang tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?’ atau seorang dari mereka berkata “Saya seorang Muslim tetapi tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?”

    Maka selanjutnya Syaikh Al Albani menjelaskan dengan jelas akan pentingnya berada di atas Al Qur’an dan As Sunnah dan memahami di atas cahaya (pemahaman) Salafush Shalih (pendahulu yang sholih).

    Penanya : “Kalau begitu, saya akan menyatakan bahwa saya adalah muslim yang berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salafus Shalih“

    Syaikh Al Albani : “Jika seseorang bertanya padamu tentang madzhabmu, apakah ini yang akan kamu katakan?”

    Penanya : “Ya“

    Syaikh Al Albani : “Bagaimana pendapatmu, bila kita menyingkat kalimat ini dalam pembicaran (Muslim yang berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salafus Shalih), yang lebih ringkas dan menunjukkan makna dengan ‘Salafi‘”.

    1. anda termasuk yang terobsesi dgn Al Al bani Jam@ ………..gitu kok dibanggain ????? terobsesi dgn Nabi karena cintanya malah para salafiyun bilang itu mengkultuskan , bid’ah ,sesat ………nt malah lebih bid’ah itu @jam ………

      1. anggaplah benar perkataan antum bahwa Al Albani adalah sesat, apakah lantas kita akan meninggalkan semua perkataannya, sekalipun itu adalah perkataan yang baik?

        lihatlah sikap Abu Huroiroh yang mau menerima nasihat dari Syaithon tentang fadhilah ayat kursiy. lihat juga sikap Rasulullah yang mau menerima pendapat dan usulan dari pamannya yang musyrik Abu Tholib.

        dan entah bagaimana dengan antum dan golongan antum sendiri yang mau menerima khobar dari seorang kafir, ahlul maksiat dan majhul yang biasa disebut “Mr. Hempher” untuk menuduh, mencela dan merendahkan Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.

        jika antum mau membandingkan antara Al Albani dengan Syaithon, Abu Tholib dan Mr. Hempher, niscaya Al Albani jauh lebih banyak perkataannya yang haq daripada ketiga orang tadi.

        ========================================

        alangkah lebih ilmiah dan

        1. para ulama’ ahlussunnah wal jamaah dari kalangan salaf (bukan ulama salafy wahaby lho) sepakat bahwa kitab Jami’ ash-Shohih al-Bukhari adalah kitab hadits yang paling shohih diantara kitab-kitab hadits lainnya.

          Nah, sekarang, pada zaman ini, al-albani berani sekali mentahrif dan mendustakan keshohihan yang ada di kitab al-Bukhari tersebut.

          Dan, di zaman ini pula, sering kita lihat di artikel-artikel khas wahhabiyyin sebuah kalimat yang menyertai sebuah hadits, kalimat itu adalah “disahihkan oleh al-albani.” Sehingga jika suatu hadits tidak ada embel-embel bid’ah “disahihkan oleh al-albani” maka para wahhabiyyin pasti meragukan keshohihan hadits tersebut meskipun hadits tersebut berasal dari kitabnya al-Imaam al-Bukhari.

          Dan, kita semua tahu biografi al-albani tidak sedikitpun beliau mencapai derajat hafidz, apakah beliau di dalam “menshohihkan” suatu hadits memiliki sanad kepada ulama seperti al-Bukhari?

          Apakah level keilmuan al-albaniy itu selevel dengan al-imaam al-Bukhari?

          Kita lihat sepanjang sejarah, tidak ada ulama’ ahlussunnah wal jama’ah yang menolak keshohihan seluruh hadits yang ada di kitab al-Imam al-Bukhari.

          Kita lihat pula sepanjang sejarah, tidak ada ulama’ ahlussunnah wal jama’ah yang berani mengotak-atik keshohihan hadits-hadits yang tercantum di kitab al-Imaam al-Bukhari.

          Fakta zaman sekarang? Lihat saja, kelakuan al-albaniy yang LANCANG mendhoifkan hadits-hadits shohih di kitab al-Imaam al-Bukhari.

          YAA WAHHABIYYIIN, PERTANYAAN ANA: “APAKAH DERAJAT KEILMUAN AL-ALBANI SELEVEL DENGAN AL-IMAAm AL-BUKHARI RAHIMAHULLAAH????”

        2. yang pertama insyaAlloh ana nggak menyatakan sesat Al Albani @jam …..terus kebenaran yang nt nukil dari diskusi itu di mana kebenarannya ??? kebenaran menrut siapa jam@ …..jangan membandingkan dgn syaiton @jam nt harusnya tahu manusia apalagi yang hidup di akhir zaman ini nggak akan mampu melawan syeitan yang belum pernah mati ……nt mempelajari riwayat syeitan @jam biar nt lebih hati2 terhadap JEBAKANNYA …..hanya KEKASIH ALLOH jam@ yang bisa mengalahkannya ………..harusnya nt juga tau dalil n hadits yang menguatkan sampai sekarang KEKASIH ALLOH itu pasti ada tiap 100 tahun …….wallohu’alam .

          1. alhamdulillah jika antum tidak menganggap Al Albani sesat (secara langsung). akan tetapi dengan sikap diamnya antum terhadap sikap rekan2 antum sesama asy’ariyun yang menganggap Al Albani sesat, maka secara tidak langsung antum mengamini anggapan mereka.

            alangkah lebih bijak dan ilmiah jika yang antum komentari adalah APA YANG DIKATAKAN, bukan mengomentari SIAPA YANG MENGATAKAN. sesempurna apapun ilmu seseorang, apakah dia akan menjadi ma’shum dan kebal kritik?

          2. saya /kami insyaAlloh hanya ingin meluruskan pemikiran /pemahaman beliau2 yang sudah terlanjur disebar luaskan ……kenapa nt nggak mencari riwayat TOBAT SYEIKH IBNU TAIMIYAH untuk pelajaran nt @jam yang akhirnya beliau dibunuh muridnya karena dianggap murtad dan halal darahnya ????? salam

          3. apa benar begitu cara yang baik dan hikmah dalam meluruskan kesalahan orang? apa benar dengan cara berkata pada ana bahwa ana hanya terobsesi pada Al Albani? toh, sejelek2nya Al Albani di mata antum, tidak adakah perkataannya yang baik dan benar satu pun?

            =========================

            bandingkan dengan diri antum sendiri dan rekan2 asy’ariyun yang menukil khobar dari Mr. Hempher yang kafir, ahli maksiat dan majhul. seharusnya kalian mencela diri kalian sendiri, karena apa yang kalian kerjakan lebih hina dari apa yang kami kerjakan.

            =========================

            mengenai riwayat tobatnya Ibnu Taimiyah dan anggapan bahwa beliau berpaham asy’ariyun itu sudah ana ketahuyi sejak lama bahwa itu adalah riwayat lemah. silakan antum cek link berikut:

            http://syaikhulislam.wordpress.com/2010/04/23/taubatkah-ibnu-taimiyah-kedalam-aqidah-asyariyah/

          4. kalau aku juga seenaknya bilang itu juga riwayat lebih lemah gimana @Ajam ???makanya jam yakini apa yang nt yakini ….beribadahlah dgn keyakinan nt . sekali lagi jam@ : Siapa saja yang membangun keyakinannya semata-mata berdasarkan bukti-bukti yang tampak dan argumen deduktif, maka ia membangun keyakinan dengan dasar yang tak bisa diandalkan. Karena ia akan selalu dipengaruhi oleh sangahan-sangahan balik yang konstan. Keyakinan bukan berasal dari alasan logis melainkan tercurah dari lubuk hati.INI KEBENARAN BUKAN @JAM …..JANGAN LIHAT MAMO YNG BICARA TAPI LIAT ISINYA …..

          5. coba antum lihat diri antum sendiri. seharusnya antum malu telah menukil khobar dari orang kafir, ahlul maksiat dan majhul tanpa memeriksanya terlebih dahulu.

            jelas antum orang yang lebih hina dan rendah dari ana karena ana menukil dari al albani yang muslim dan mu’min lagi terdzolimi, sedangkan antum menukil dari Mr. Hempher yang kafir, ahlul maksiat dan majhul.

          6. alhamdulillah …..yaa Alloh semoga kata2 @Ajam dapat mengurangi dosa2 hamba yang dhoif dan hina ini Amiin….YRA…….tiada yang akan lolos dari yang Maha Melihat…..

          7. Mr. Hempher itu teman karib Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, tentunya mr. Hempher lebih kenal Syekh pendiri Wahabi tsb dibanding ‘Ajam Ibnu Abi Ifan. Antara Ibnu Abdil Wahhab dan Mr. Hempher adalah dua sejoli yg saling membutuhkan, hal ini adalah sejarah yg tak mungkin dipungkiri walaupun para pengikut Wahabi mencoba membuat bantahan ibarat menulis di atas air apakah itu bukan kesia-siaan? Ingat ini adalah sejarah Inggris menggerogoti Turki Utsmani lewat kerjasama Hempher dg Syekh Muhammad bin Abdulk Wahhab. Jadi ini adalah dokumen sejarah Inggris yg gemilang dalam menghancurkan khilafah Islamiyah ketika itu, ‘Ajam!!! LIHAT KLIK http://www.ummatipress.com/2011/01/31/fakta-wahabi-peran-hempher-dan-campur-tangan-inggris-di-balik-kelahiran-wahabisme/

          8. Dalam ilmu agama, ya sangat penting dong mengetahui siapa yg mengatakan. Karena dasar aqidah seseorang ikut mewarnai apa-apa yg dikatakan/dituliskan.

          9. penting, tapi tidak lebih penting.

            bukankah Imam Malik pernah berkata: “Semua perkataan manusia bisa diambil dan ditolak, kecuali perkataan Rasulullah.”

            kaidah ini mengandung 2 perkara penting:

            1) benar atau salahnya suatu ucapan itu harus diukur dari kesesuaiannya dengan Assunnah, bukan dari reputasi yang mengucapkan.

            2) orang yang baik pun bisa ditolak ucapannya jika bertentangan dengan sunnah dan orang jahat pun bisa diambil ucapannya jika sesuai dengan sunnah.

            selain itu, bukankah antum juga pernah mendengar firman Alloh:

            “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurot: 6)

            perhatikan ayat tersebut! Alloh tidak memerintahkan kita untuk menolak (mentah-mentah) khobar yang datang dari orang fasiq, tapi memerintahkan kita untuk meneliti terlebih dahulu. boleh jadi, khobar yang datang darinya adalah benar, sekalipun kemungkinan hal itu sangat kecil.

            =========================

            aneh bin ajaib, antum bisa menerima (dengan mentah-mentah) khobar dari orang kafir, ahlul maksiat dan majhul bernama Mr. Hempher untuk menuduh, mencela dan merendahkan Syaikh Ibnu Abdil Wahhab. atau mungkin kalian berpikir begini, “QS Al Hujurot 6 itu kan hanya berlaku untuk orang fasiq, jadi kalo orang kafir boleh dong diambil mentah-mentah.”. jika begini cara berpkir kalian, mau jadi apa agama ini wahai akhi fillah?

        3. Aku Adalah Salafi or ‘ajam ibnu abi irfan@

          He he he …. mantab akhi!!! Ane setuju dg antum yg dg gentle mempersamakan Syekh Al-albani dg Syaithon. Tapi, kira-kira apanya dari Albani menurut antum sehingga antum dg tepat sekali mempersamakan Syaikh Albani dg Syaithon?

          1. @ al akh mamo dan al akh mbah redhy yang mulia

            apakah benar yang dikatakan oleh rekan antum, abu nawasi di atas bahwa ana mempersamakan al albani dengan syaithon?

          2. Ajam@ ana berlepas diri dari itu jam . namun abu Nawasi@ mungkin cara menafsirkan tulisan nt begitu …..ya nt tanya sendiri dgn diri nt dong ……. namun ana yakin maksud nt nggak begitu ……naaaaah buat pelajaran nt juga Jam@ :
            1. hati2 dalam menulis .
            2. tulisan nt aja bisa salah tafsir apa lagi AYAT ALLOH dan HADITS ROSUL yang jelas dgn kata2 sastra tingkat tinggi …..
            @ ajam begitu jawaban ana semoga bisa nt petik jadi pelajaran ……

          3. wah, metang2 dia sama2 asy’ariyun antum bela. bukankah antum sendiri teah mengetahui bahwa ana sangat memuji al albani dan menganggap beliau sebagai imam ahlus sunnah. ini adalah sesuatu yang sudah qoth’i dan shorih.

            dan bukankah ana ketika berbicara dengan antum, ana menggunakan kata pengandaian. ana kutip perkataan ana, : “anggaplah benar perkataan antum bahwa Al Albani adalah sesat”, apkah ini berarti ana benar2 menganggap al albani adalah sesat?

            kalaupun ana hendak menyamakan beliau dengan syaithon, itu adlaah dari sisi “kesesuaian perkataannya dengan assunnah”.

            tidak perlu berpanjang lebar kita membahas kesalahapahaman ini. Alloh lebih mengetahui kebenarannya

          4. MasyaAlloh @Ajam ….nt yang salah nulis malah nuduh ana yang macam2 apa sih beratnya mengakui kesalahan ?????

          5. Saya tidak pernah komen yg demikian mas…….. Soalnya pengetahuan saya tentang Albani tidak banyak dan saya tidak pernah menyamakan orang dengan syetan meski dikatakan sesat atau menyimpang.
            Perlu mas paham, saya tidak membenci pribadi wahabiyah tetapi yg saya kritik adalah ajarannya yg kaku dan keras kepala dan seenaknya menuduh sesat dan kafir pada sesama muslim.

            Meski wahabiyah sangat keras bermusuhan dengan kalangan asy’ariyah dan tasawuf tetapi saya tidak balik memusuhi. Saya justru sangat kasihan sekali pada mereka dan semoga segera mendapat cahaya kebenaran yang Haq

          6. Tentang manusia Syetan, kita bisa merujuk dalam surat An-Nas: Alladzii yuwaswisu fii sudurinnas, minal jinnati wal al-Naas….

            dalam ayat tersebut tersirat adanya manusia sama dg syetan. Wallohu a’lam.

          7. tidak…ana hanya bertanya pada antum dan mengharapkan jawaban yang ‘adhil dan inshof, apakah benar ana telah melakukan apa yang dituduhkan oleh rekan antum, abu nawasi bahwa ana menyamakan al albani dengan syaithon?

          8. Bingung dengan kalimat yg antum buat sendiri ya? Solusinya gampang kok Jam, ralat aja dg memposting koment ralat, gampang kan? Makanya pikir dulu sebelum koment, jangan mau dikendalikan hawa nafsu, oke Jam?

          9. Aku Adalah Salafi ato ‘ajam ibnu abi irfan@

            Wah, bener lho kata Abu Nawasi, ente telah membuat perbandingan antara Albani dg Syaithon, itu sangat jelas sekali terbaca dalam kalimat yg nte buat. Membandingkan tentu sama dg membuat persamaan atas kesetaraan di antara dua, dalam hal ini anda membuat perbandingan antara Albani dg Syaithon. Jelas sekali, ‘Ajam Ibnu Abi Irfan.

            Makanya mikir dulu sebelum menyusun kalimat, paling tidak agar ente paham dulu dg kalimat yg nte buat sendiri. Akibatnya ya begitu deh, ente kok malah bingung? Contoh lain yg sangat jelas, para Pengikut Salafy Wahabi selama ini merasa mendakwahkan Tauhid di Indonesia, padahal mereka telah menebar fitnah kemusyrikan dan kekafiran di tengah kaum muslimin. Hal ini juga akibat tidak paham dengan kalimat yg dibuat sendiri, ente bisa lihat di UMMATI PRESS terbaru: http://www.ummatipress.com/2011/04/28/facebooker-aswaja-koreksi-salafy-wahabi-soal-pemahaman-tauhid/#comment-9821

  63. anti syiah :
    wkwk wacana di atas bener nampak kebodohan aliran ASWJ….kalo bikin artikel itu harus soheh dong…..Asy’ariiyah sesat jauh dari sunah tapi abdl hasan al-asy’ari tobab dari paham murziaah nya,beliau adalah ulama murziah pada usia 40 th beliau bertobat dari murziah dan mengikuti pemahaman salafusoleh….baca dong kitab abdl hasan al asy’ari setelah beliau bertobat….kebanyakan orang ASWJ baca kitab abdl hasan al asy’ari sebelom beliaw tobat,berari ASWJ pengikut murjiah

    Satu bukti lagi kejahilan Anti Syiah. Die tulis abdl (mksdnye Abdul) hasan al-asy’ary > harusnye kan ABU HASAN AL-ASY’ARI ato lengkapnye Abul al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari. Jangan nurutin nafsu ampe lupe salah ketik name…

    Trus, menurut referensi yg ente Copas, beliau sebelumnye berpaham Murjiah ape Mu’tazilah….??? mane yg benerrr…

    >>>tulung klarifikasi ye, jgn lari dr pertanyaan ane..???

    1. @bang nur

      Ente ga usah heran sama pemikiran anti syiah yg terlanjur dipenuhi data-data dari wahabiyun. Pasti sumber mereka kan kitab Ibanah versi cetakan dari Saudi yg memang banyak diselewengkan menurut mereka.
      Toh kita semua tahu kalau Imam Abul Hasan dulunya pengikut Mu’tazilah dan menjadi anak emas Juba’i. Setelah itu beliau keluar dari madzab Mu’tazilah.

  64. Wahabi,,hoaahhmm…
    Umat udah bagus,,eh dibid’ah-bid’ahin,,pdhl dia sndiri g ada dalil buat fatwa bid’ah
    Akidah dah lurus,,eh disesat-sesatin,,pdhl dia sndiri g ada dalil buat nyesatin orang
    Tauhid dah betul,,eh dikafir-kafirin,,pdhl dia g ada dalil buat mengkafirin org lain

    capek…

  65. @ANTI SYIAH

    Nyuwun sewu mas, saya mau nanya nih dan silahkan dijawab sesuai pemahaman nt menurut ulama kebanggaan nt ibnu taymiyah dan ibnu abdulwahhab

    1. Ada berapa ayat dlm Al Qur’an yg menerangkan Adanya Allah
    2. Ada berapa ayat dlm Al Qur’an yg menerangkan tentang Keesaaan Allah
    3. Ada berapa ayat dlm Al Qur’an yg menerangkan tentang Sifat Allah
    4. Apa sih arti dari Uluhiyah
    5. Apa sih arti Rububiyah
    6. Apa sih arti Ahadiyah
    7. Jelaskan juga makna Ahadiyah al dzatiyah, Ahadiyah al ilahiyah dan ahadiyah al katsrah
    8. Ahadiyah, Wahidiyah dan Wahdaniyah (Ahad, wahid dan wahdah)itu berarti satu/tunggal. Tolong jelaskan maknanya masing-masing…..
    9. TAUHID ULUHIYAH itu sebelum ibnu taymiyah sudah ada yang menuliskan dalam karyanya yaitu Muhyiddin Ibnu Arabi. Dan kita semua tahu kalau ibnu taymiyah juga mendalami karya2 ibnu arabi. Apakah mungkin ibnu taymiyah menjiplak dari ibnu arabi?

    Monggo mas dijawab seluruh pertanyaan mbah yg masih bodoh ini………

  66. @AS
    Ayo dong jawab pertanyaan mbah nih. Soalnya masih banyak lho pertanyaan buat nt. Jangan kabur duluan ya………..

    1. NGGAK TAU MBAH ……BELUM SAMPAI NGAJINYA ……KALAU DI KOMPUTERKAN TINGGAL COPAS ……he he he …..an @AS (awas SAMARAN )

      1. @mamo
        Pripun to mas mamo. kok kang AS (anti syiah, Amerika Serikat, Asli Samaran, dll) mboten maringi jawaban.

        Lha meniko mbah taksih kathah simpenan pitakenan damel kang AS

        1. he…he…he….mbah nggih maklumlah @AS puniko namung ponokawane wahabiyun dados ilmunipun cetek mbah …..ampun ndamel soal sing angel2 nggih mbah …..minimal saget ngubek wonten google mbaaaah nuwun.

          1. Mas Jafar

            Aduh maaf ya kalau saya sempat pake bahasa jawa sama mas mamo. Soalnya sama-sama Jawanya dan maksud saya sekedar joke aja tetapi bikin yg lain ga paham. Maaf ya mas….

  67. Sama, sy nih g mudeng juga tp msh enak bacanya mas mamo dan mbah redhy , drpd syairnya @ Aliran Sesat dst, dan Konco2nya Wahabi salafi,

  68. @Mamba’ul IZ

    Ga usah bingung kalau bicara tentang tasawuf pada ahlinya tetapi kalau nt baca artikel tasawuf karya manusia Sal-Wahh malah bikin nt pusing bin bingung bin salah jalan lho. Karena apa…..
    Sudah sangat jelas bahwa kaum sal-wah itu anti tasawuf, makanya ulasannya pasti buat mencela, menghina, merendahkan ilmu tasawuf yg sejatinya mulia. Bayangin aja, orang yg ga paham tasawuf bahkan benci kok menulis tasawuf. Pasti isinya penuh rekayasa dan FITNAH. Makanya hindari sejauh-jauhnya tulisan tasawuf karya ahli fitnah tasawuf yaitu kaum sal-wah. WASPADALAH….WASPADALAH….WASPADALAH

    ANDA JANGAN JADI KORBAN ARTIKEL FITNAH TASAWUF

    LAIN WAKTU, MBAH AKAN KASIH TAHU SEDIKIT TASAWUF YG BENAR DAN SHAHIH.

    SABAR YA…….

  69. Insya Allah ane tidak akan terpengaruh mbah,,ane juga pernah ikut kajian rutin Hikam di Masjid Ampel. Hanya saja akhir” ini semakin jarang ikut soalnya sibuk kuliah.
    Ane juga tidak begitu mengerti Wahabiyyun,,makanya mau mendebat mereka juga bingung,,keras kepala mereka.

    Ane cuma sedih melihat teman-teman ane kena Wahabi.
    Terima kasih atas dukungan teman” Aswaja,,terlebih pada Ummati.
    Semoga virus Wahabi-Salafy bisa dikokang dan ditembakkan kembali ke negeri Saudi,,amin.

    Assalamu’alaikum

    1. @MIZ
      Lanjutin aje kajian al Hikamnya di Masjid Ampel and itu bagus sekali. Atau beli aja buku Risalah al Qusyairiyah, ini buku top abis buat memahami dasar-dasar tasawuf.

  70. ahlu sunnah wal jamaah itu kuncinya 4, tawasut,tawazun, tasamuh, dan adil. kalau di indonesia sebenarnya sudah dipelopori sejak lama oleh ulama-ulama yang dikenal dengan sebutan wali-wali sampai ke hasyim asy’ari dan gus dur. ahmad dahlan juga tunggal guru dengan hasyim asy’ari yang mendakwahkan islam rahmatal lil alamin. kalau mau belajar bloggramer di sini nitip link dikit ya 🙂 salam

  71. Bismillaah,

    Untuk mengetahui ciri-ciri Ahlul Sunnah wal Jamaah, mohon kiranya Admin menampilkan tulisan yang mengkritisi shalatnya wahabi baik shalat sendiri maupun shalat berjamaah. Dengan begitu umat Islam di Indonesia mengetahui bagaimana Ahlul Sunnah wal Jamaah melaksanakan ibadah shalat dari takbir hingga salam.

    Wallaahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker