Buku

Ada Apa dengan Hadramaut Yaman, Kok Jadi Buah Bibir Ummat Islam?

Hadramaut Bumi Sejuta Wali

Oleh: Ahmad Imron & Syamsul Hary

Hadramaut Yaman – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Datang kepada kalian penduduk Yaman, mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman ada pada penduduk Yaman, hikmah dan kemuliaan ada pada penduduk Yaman” (Shahih Bukhari No Hadits 4037).

Yaman sebuah Negara di Jazirah Arab, terletak di Asia Barat Daya, tepatnya di bagian Timur Tengah. Negeri Yaman tak asing lagi di telinga kaum muslimin Indonesia. Terutama kota Hadramaut dan Tarimnya. Selain terkenal kentalnya dengan budaya keislamannya, negeri tersebut memiliki banyak madrasah yang menjadi tempat tujuan bagi para pelajar dari luar negeri. Saat ini negeri muslimin terbesar di dunia adalah Indonesia, dan yang membawa Islam ke Indonesia adalah kebanyakan dari negeri Yaman yang terkenal dengan Negeri Serbu Walinya. 

Akhir-akhir ini, silaturahim antara Indonesia dan Yaman terutama Hadramaut terajut kian hangat dan mesra. Tingginya intensitas kedatangan ulama-ulama Hadarim – seperti Habib Umar bin Hafiz, Habib Salim as-Syathiri, Habib Zain bin Sumaith serta yang lainnya – seolah kian mendekatkan kedua negeri itu. Bahkan Habib Umar bin Hafiz dijadwalkan datang ke Indonesia setiap tahun. Beberapa ulama tanah air juga kerap mengikuti ziarah nabi Hud as dan ziarah tarim di bulan Sya’ban.

banner 2 2 - Ada Apa dengan Hadramaut Yaman, Kok Jadi Buah Bibir Ummat Islam?

Gejala ini sungguh positif, Hadramaut Yaman dan Indonesia adalah dua saudara sekandung yang tak bisa terpisahkan. Beberapa tahun belakangan ini, negeri Hadramaut Yaman menjadi buah bibir di tengah masyarakat muslim.

Banyak orang bertanya-tanya, negeri macam apakah Hadramaut Yaman itu? Bagaimanakah kehidupan orang-orang di negeri yang disebut-sebut sebagai tempat persemayaman para wali itu? Mengapa Rasul SAW sampai memuji penduduk Yaman?

CC BY-NC by the tenant

Hadramaut Bumi Sejuta Wali

Penerbit: Cahaya Ilmu Publisher & Duta Mustafa Press

Harga: Rp. 70.000,-

dapatkan buku menarik ini klik di Sini

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

9 thoughts on “Ada Apa dengan Hadramaut Yaman, Kok Jadi Buah Bibir Ummat Islam?”

  1. @elfan

    Dalam ajaran Wahabi kan anti Tasawuf, mana ada Ulama Wahabi yang dikenal sebagai Wali Alloh Swt. Laku tasawuf bisa menjadi sebab seseorang dikasihi oleh Alloh. Wali itu kekasih Alloh. Kok ngiri ya orang-orang Wahabi kalau ada orang yang disebut Wali?

    Ada nggak Ulama Wahabi yang dikenal sebagai Wali oleh ummat Islam? Tolong sebutkan namanya biar bisa kami review track recor-nya….

    1. Bismillaah,

      Dalam Qur’an, wali Allaah adalah orang beriman. Hanya saja di masyarakat, wali itu didefinisikan sebagai orang shalih yang memiliki banyak kesaktian. Berbeda antara firman Allah dari yang dikatakan banyak orang.

      Makanya, tidak ada Wahabi yang mau disebut wali karena bisa jadi semua wahabi adalah wali.

      Wallaahu a’lam.

  2. definisi orang disebut wali itu ada didalam Al-qur’an akan tetapi tidak disebutkan si A dan si B nya karena dia bukan menerima wahyu langsung dari Alloh swt.mereka disebut wali itu hanya oleh sekelompok komutitasnya saja,bukan oleh Alloh swt.

    1. Gak usah ngomong kayak gitu juga udah tahu Bos? Tapi Kita bisa menandai seseorang yg layak sebagai wali Allah….

      di kalangan wahabi kenapa gak ada yang pantas disebut wali Allah, ya karena ulama-ulama mereka kesemuanya ulama’ suk yang hobby menebar fitnah aja.

  3. @. All Wahabi/Salafi

    kenapa keberadaan Waliyullah yang sudah di tegaskan oleh Al-qur`an dan Hadist , masih kalian Ingkari ? sebenarnya kalian ini mengajak kepada Qur`an dan Hadist atau mengajak kepada Hawa Nafsu ? , Bid`ah Dolalah ? atau Tajsim dan Tasybih ?.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker