Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

70 “Anak Didik” AS Memasuki Suriah, Bantuan Untuk ISIS?

 70 ‘Anak Didik’ AS Telah Memasuki Suriah, Mantan Anggota Ungkap Rahasia ISIS

Ragab Ahmed, seorang anak berusia 14 tahun yang berhasil melarikan diri dari kelompok teroris ISIS, dalam pengakuannya mengatakan bahwa ISIS mengajarkan anak-anak bagaimana cara menggunakan berbagai senjata.

Islam-institute.com, SURIAH – Komandan pusat Angkatan Bersenjata AS akhirnya mengakui sekitar 70 militan yang dilatihnya oleh pewira AS di Turki, telah memasuki tanah Suriah.

Kantor berita al-Alam News melaporkan Komandan Angkatan Bersenjata AS pada Selasa mengumumkan hal tersebut, dan mengklaim bahwa “pasukan Suriah baru” akan mengambil komando militan oposisi di bagian utara Suriah.

Sebelumnya, beberapa media mengutip keterangan observatorium hak asasi manusia yang mengatakan 75 militan didikan AS dan sekutunya, pada Jum’at kemarin telah memasuki tanah Suriah. Kelompok militan ini memasuki Suriah dengan 12 kendaraan militer yang dilengkapi senjata mesin dan amunisi.

BACA JUGA:  Mensos Khofifah Indar Parawansa: ISIS Kini Incar Remaja

Sebelumnya, lebih dari 54 militan didikan AS telah mamasuki Suriah pada Juli lalu, namun kelompok ini setelah memasuki tanah Suriah ditangkap atau tewas di tangan Jabha Nusra.

Seorang petinggi di Pentagon juga telah mengakui bahwa militan angkatan pertama telah tewas di Suriah dalam penyergapan yang dilakukan al-Nusra, dan hanya tersisa 4 atau 5 militan saja yang masih hidup dan ditawan oleh Nusra.

Program pelatihan militan dan mempersenjatainya sebelum dikirim berperang ke Suriah telah menghabiskan 500 milyar dolar. 

Mantan Anggota Ungkap Rahasia ISIS

Pengakuan seorang mantan anggotan ISIS yang tertangkap atau memisahkan diri dari kelompok tersebut, mengungkapkan sebagian rahasia.

BACA JUGA:  Irak Selidiki Abu Bakr al-Baghdadi yang Terluka

Al-Alam News Network, melaporkan “Yasser Melham al-Tabl” salah satu mantan anggota ISIS, mengungkap beberapa rahasia kelompok teroris ini kepada pasukan Kurdi, yang telah menangkapnya.

Dalam pengakuannya, ia menyebutkan bahwa ISIS menggunakan anak-anak dalam operasi bom bunuh diri.

Ragab Ahmed, seorang anak berusia 14 tahun yang berhasil melarikan diri dari kelompok teroris ISIS, dalam pengakuannya mengatakan bahwa ISIS mengajarkan anak-anak bagaimana cara menggunakan berbagai senjata.

Mereka juga menggunakan unsur-unsur lain, seperti memberikan uang, harta rampasan perang, hadiah dan narkoba untuk menarik simpati, perhatian dan loyalitas anak-anak.

Hadi Safuq juga menceritakan dirinya baru sadar setelah melihat anggota ISIS, yang jauh dari prinsip-prinsip ajaran Islam. 

ISIS Eksekusi Anggotanya Yang Terluka

Kelompok teroris ISIS mengeksekusi anggotanya dikarenakan ketidak mampuan mereka dalam merawat para anggotanya terluka.

BACA JUGA:  Wahabi Saudi Lakukan Kejahatan Atas Nama Islam

Juru bicara Partai Demokratik Kurdistan Irak dalam wawancaranya dengan TV al-Sumariah, mengatakan bahwa teroris ISIS telah mengeksekusi 27 anggotanya di Mosul, dikarenakan luka-luka yang mereka derita selama bentrokan berlangsung. Dia juga menambahkan 27 orang itu dieksekusi di penjara Mosul.

Mamuzani mengatakan teroris ISIS terpaksa mengeksekusi para anggotanya yang terluka karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang mereka miliki. serta ketidak mampuan mereka dalam mereawat anggota yang terluka.

Mamuzani juga menegaskan kondisi sejumlah wilayah yang masih dikuasai ISIS semakin memburuk, dimana mereka mulai menerapkan aturan yang lebih ketat lagi untuk mencegah penduduknya dari berhubungan dengan militer Iraq.  (AL/AM/SFA)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker